Hutama Karya Masuk Fortune Southeast Asia 500, Perkuat Posisi 3 Tahun Berturut-turut

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) kembali mencatat pencapaian signifikan di tingkat regional setelah masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 edisi 2026 dengan menempati peringkat ke-206.

Capaian ini sekaligus menegaskan posisi Hutama Karya sebagai salah satu pemain kuat di sektor infrastruktur Asia Tenggara, serta menjadi satu-satunya BUMN infrastruktur Indonesia yang konsisten masuk daftar tersebut selama tiga tahun berturut-turut sejak 2024.

Performa Menguat di Tengah Persaingan Regional

Dalam pemeringkatan tersebut, Hutama Karya juga mencatat posisi strategis di tingkat nasional, yakni peringkat ke-16 di antara seluruh BUMN dan peringkat ke-40 dari seluruh perusahaan Indonesia lintas industri.

Di tengah kompetisi ketat 109 perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar 500 besar Asia Tenggara, kinerja Hutama Karya dinilai menonjol bukan hanya dari sisi pendapatan, tetapi juga profitabilitas dan struktur aset.

Secara metrik, perusahaan berada di peringkat ke-167 berdasarkan laba dan ke-114 berdasarkan total aset, menunjukkan fondasi keuangan yang relatif lebih kuat dibanding banyak kompetitor di sektor sejenis.

Kinerja Keuangan Tumbuh Berkualitas

Sepanjang tahun fiskal 2025, Hutama Karya membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 25,13 triliun, dengan laba bersih tumbuh 15,9 persen menjadi Rp 3,08 triliun.

Total aset perusahaan juga mencapai Rp 189,09 triliun, memperkuat kapasitas finansial untuk mendukung proyek-proyek strategis jangka panjang.

Pertumbuhan ini disebut mencerminkan peningkatan efisiensi operasional serta penguatan kualitas portofolio proyek yang dikelola perusahaan.

Fokus pada Proyek Strategis Nasional

Hutama Karya terus memperkuat posisinya sebagai penggerak utama pembangunan infrastruktur nasional, terutama melalui proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang telah mencapai sekitar 1.042 kilometer dan terus dikembangkan.

Selain itu, perusahaan juga terlibat dalam berbagai proyek strategis seperti pembangunan di kawasan Ibu Kota Nusantara, bendungan, sistem penyediaan air minum, hingga proyek berbasis skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Komitmen Transformasi Berkelanjutan

Direktur Keuangan Hutama Karya, Eka Setya Adrianto, menegaskan bahwa pencapaian ini bukan hanya soal masuk daftar, tetapi tentang kualitas kinerja perusahaan.

Ia menyebut pertumbuhan laba di tengah normalisasi pendapatan menjadi bukti bahwa transformasi perusahaan berjalan secara struktural dan berkelanjutan.

Posisi Strategis di Ekosistem Danantara

Sebagai perusahaan yang dimiliki penuh oleh Pemerintah Indonesia dan berada dalam ekosistem Danantara, Hutama Karya dinilai memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda transformasi ekonomi nasional.

Fokus perusahaan ke depan mencakup pengembangan infrastruktur hijau, penguatan konektivitas nasional, serta kontribusi terhadap industrialisasi dan integrasi ekonomi kawasan ASEAN.(*)




Tol Trans Sumatera Padat! 900 Ribu Kendaraan Tercatat Selama Libur Panjang 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Arus lalu lintas di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) mengalami peningkatan signifikan selama periode libur panjang Idul Adha, Waisak, dan Hari Lahir Pancasila 2026 yang berlangsung pada 26 Mei hingga 1 Juni 2026.

PT Hutama Karya (Persero) mencatat lebih dari 900 ribu kendaraan melintas di sejumlah ruas JTTS yang telah beroperasi.

Angka tersebut meningkat sekitar 29,12 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal.

Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, mengatakan peningkatan volume kendaraan tersebut telah diantisipasi melalui penguatan layanan operasional di seluruh ruas tol, termasuk penempatan petugas tambahan, optimalisasi rest area, serta pemantauan lalu lintas secara real time.

“Selama periode libur panjang ini, kami memastikan seluruh layanan operasional berjalan optimal, agar pengguna jalan dapat berkendara dengan aman, lancar, dan nyaman,” ujarnya.

Berdasarkan catatan perusahaan, puncak arus kendaraan terjadi pada Minggu, 31 Mei 2026, dengan lebih dari 148 ribu kendaraan melintas dalam satu hari. Angka ini naik lebih dari 31 persen dibandingkan kondisi normal harian.

Dari seluruh ruas JTTS, Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat Seksi 1–4 menjadi jalur dengan volume kendaraan tertinggi, mencapai lebih dari 195 ribu kendaraan selama periode libur.

Sementara itu, pertumbuhan tertinggi secara persentase terjadi di Tol Padang–Sicincin yang mengalami lonjakan hingga 81,16 persen.

Peningkatan ini dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat Sumatera Barat, terutama setelah dibukanya kembali akses Jalan Lembah Anai yang memperlancar perjalanan.

Hutama Karya menyebut penguatan layanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kesiapan petugas di lapangan, pengawasan kondisi lalu lintas, hingga koordinasi dengan Kepolisian dan Dinas Perhubungan.

Informasi perjalanan juga terus diperbarui melalui Variable Message Sign (VMS) dan kanal resmi perusahaan agar pengguna jalan mendapatkan informasi terkini selama perjalanan.

Perusahaan juga mengimbau pengguna jalan tol untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, mengecek saldo uang elektronik, mematuhi batas kecepatan, serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.(*)




Proyek Tol Betung–Jambi Seksi 2A dan 2B Dipercepat, Ini Target Rampungnya

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) terus melanjutkan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) melalui pengerjaan Tol Betung–Jambi Seksi 2A dan 2B.

Kehadiran ruas tol ini diproyeksikan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah di Sumatra Selatan hingga Jambi sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

Direktur Operasi III HKI, Defi Adrian, mengatakan pembangunan Tol Betung–Jambi menjadi bagian penting dalam pengembangan infrastruktur strategis nasional di Pulau Sumatra.

Menurutnya, ruas Tol Betung–Jambi Seksi 2A memiliki panjang 37,4 kilometer, sementara Seksi 2B sepanjang 18,4 kilometer yang nantinya akan menghubungkan Kecamatan Sungai Lilin dan Kecamatan Bayung Lencir.

“Pembangunan tol ini diharapkan mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam mempercepat konektivitas dan meningkatkan efisiensi perjalanan,” ujar Defi Adrian.

Dengan tersambungnya seluruh ruas Tol Betung–Jambi, waktu tempuh perjalanan dari Betung menuju Jambi diprediksi jauh lebih singkat.

Jika sebelumnya masyarakat harus menempuh perjalanan sekitar 5 hingga 7 jam melalui jalur nasional, nantinya perjalanan diperkirakan hanya memakan waktu sekitar 2,5 hingga 3 jam melalui jalan tol.

Dalam proyek tersebut, HKI mengerjakan berbagai pekerjaan konstruksi mulai dari pembangunan struktur jalan, mainroad, hingga pembangunan dua rest area untuk mendukung kenyamanan pengguna jalan.

Keberadaan rest area tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat istirahat, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan tol.

Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah, proyek Tol Betung–Jambi juga diyakini mampu mempercepat distribusi logistik dan menekan biaya operasional transportasi.

“Tol ini diharapkan mampu menciptakan efisiensi waktu distribusi barang, memperlancar arus logistik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar,” jelas Defi.

Pembangunan proyek ini juga memberikan dampak positif terhadap masyarakat lokal.

HKI turut melibatkan tenaga kerja lokal, mitra usaha daerah, hingga mendukung peningkatan aktivitas UMKM di sekitar area proyek.

HKI menargetkan pembangunan Tol Betung–Jambi Seksi 2B selesai pada Juni 2027, sementara Seksi 2A ditargetkan rampung pada Desember 2027.

Perusahaan berharap dukungan dari seluruh pihak dapat memperlancar proses pembangunan sehingga manfaat jalan tol dapat segera dirasakan masyarakat luas.(*)




Lonjakan Kendaraan di Tol Jambi, Hutama Karya Pastikan Layanan Tetap Aman

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Arus balik Lebaran 2026 mulai terasa di ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), termasuk di wilayah Jambi.

PT Hutama Karya (Persero) mencatat peningkatan trafik kendaraan di ruas Tol Betung–Tempino–Jambi yang menjadi salah satu jalur penting penghubung antarwilayah.

Berdasarkan data per 25 Maret 2026, sebanyak 9.315 kendaraan melintasi ruas tol tersebut.

Angka ini meningkat sekitar 18,54 persen dibandingkan kondisi normal, menandakan mobilitas masyarakat masih tinggi selama periode arus balik.

Plt. EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Hamdani, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan intensif terhadap seluruh ruas tol, termasuk di Jambi, guna memastikan kelancaran perjalanan masyarakat.

“Arus balik Lebaran masih berlangsung dan trafik di sejumlah ruas, termasuk Tol Jambi, terpantau meningkat. Kami memastikan layanan jalan tol tetap optimal agar pengguna jalan merasa aman dan nyaman,” ujar Hamdani.

Secara keseluruhan, trafik di seluruh ruas tol yang dikelola Hutama Karya mencapai 209.536 kendaraan dalam satu hari.

Jumlah tersebut melonjak hingga 132,46 persen dibandingkan trafik normal.

Selain Tol Jambi, peningkatan signifikan juga terjadi di berbagai ruas lain di JTTS, terutama yang menjadi akses utama antarprovinsi dan menuju kawasan perkotaan.

Meski demikian, tren trafik mulai menunjukkan penurunan dibandingkan puncak arus balik sebelumnya, meskipun masih berada di atas rata-rata harian normal.

Hutama Karya juga mencatat adanya pergerakan kendaraan di ruas tol yang masih beroperasi secara fungsional selama arus balik Lebaran.

Beberapa di antaranya adalah ruas Palembang–Betung yang mulai difungsikan sejak pertengahan Maret 2026.

Untuk mendukung kelancaran arus balik, Hutama Karya mengimbau pengguna jalan, khususnya yang melintasi Tol Jambi, agar merencanakan perjalanan dengan matang.

Pengendara diminta untuk mematuhi rambu lalu lintas, menjaga batas kecepatan, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, serta beristirahat di rest area jika merasa lelah.

Hamdani menegaskan, pihaknya terus meningkatkan kesiapan layanan, mulai dari petugas di lapangan hingga fasilitas pendukung lainnya.

“Kami berkomitmen menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna jalan di JTTS, termasuk di ruas Jambi, melalui optimalisasi layanan dan koordinasi dengan berbagai pihak,” tambahnya.

Masyarakat juga dapat memantau kondisi lalu lintas secara real-time melalui aplikasi HK Toll Apps maupun kanal resmi Hutama Karya.(*)




Pergerakan Mudik di Jalan Tol Trans Sumatera, Tol Jambi Catat Lonjakan 25%

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID PT Hutama Karya (Persero) mencatat peningkatan signifikan pada trafik kendaraan di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), khususnya di koridor yang melintasi Provinsi Jambi, menjelang libur Mudik Lebaran 2026.

Data pada 14 Maret 2026 menunjukkan peningkatan trafik hingga 25,35% pada ruas Tol Betung – Tempino – Jambi, dibandingkan kondisi normal.

Kenaikan trafik ini sejalan dengan persiapan masyarakat menyambut libur Lebaran dan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang akan berlaku mulai 16 Maret 2026.

Secara total, trafik harian pada ruas tol JTTS yang beroperasi tercatat mencapai 135.924 kendaraan, naik 31,16% dari trafik normal.

Rekap Trafik Tol Jambi (14 Maret 2026):

  • Tol Betung – Tempino – Jambi: 10.526 kendaraan (+25,35% dibanding normal)

  • Tol Palembang – Indralaya – Prabumulih: 22.464 kendaraan (+60,27%)

  • Tol Terbanggi Besar – Kayu Agung: 21.655 kendaraan (+59,89%)

Selain itu, ruas tol fungsional yang melayani arus Mudik Lebaran, seperti Tol Palembang – Betung (Kramasan – Pangkalan Balai) dan Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 1, tercatat total 8.827 kendaraan.

PT Hutama Karya terus memantau kondisi lalu lintas untuk memastikan perjalanan masyarakat tetap aman dan nyaman.

Masyarakat diimbau mematuhi rambu lalu lintas, menjaga jarak aman, memastikan kondisi kendaraan prima, serta beristirahat di rest area bila merasa lelah.

“Kami berkomitmen menjaga kelancaran dan keselamatan di Jalan Tol Trans Sumatera, termasuk Tol Jambi, melalui kesiapan petugas dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait,” ujar pihak Hutama Karya.

Informasi terkini mengenai kondisi trafik dan layanan jalan tol dapat dipantau melalui akun resmi @hutamakaryatollroad serta aplikasi HK Toll Apps, yang menyediakan update operasional secara real-time.

Mudik Lebaran 2026 diprediksi meningkat, dan Tol Jambi menjadi salah satu jalur utama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan lebih awal, seiring mobilitas masyarakat yang terus bertumbuh.(*)




Mudik Lebaran 2026 Makin Lancar, Tol Palembang–Betung dan Jembatan Musi V Siap Dibuka Fungsional

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID – Pembangunan jaringan Jalan Tol Trans Sumatera terus dikebut untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di Pulau Sumatra.

Salah satu ruas yang tengah dipersiapkan untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026 adalah Jalan Tol Palembang–Betung.

PT Hutama Karya (Persero) menyiapkan ruas tol tersebut untuk dibuka secara fungsional selama periode mudik.

Langkah ini diharapkan dapat membantu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi kepadatan di jalur nasional yang selama ini menjadi jalur utama perjalanan.

Sebagai bagian dari proses persiapan, Hutama Karya melaksanakan Uji Laik Fungsi (ULF) pada Jembatan Musi V yang merupakan bagian dari ruas Tol Palembang–Betung.

Pengujian ini dilakukan pada 4 hingga 5 Maret 2026.

Uji kelayakan tersebut bertujuan memastikan bahwa jembatan memiliki tingkat keamanan, kekuatan struktur, serta kelayakan teknis sebelum digunakan oleh masyarakat.

Kegiatan ini melibatkan sejumlah pihak terkait, di antaranya perwakilan Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ), Balai Jembatan Khusus dan Terowongan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatra Selatan, serta manajemen proyek Hutama Karya.

Jembatan Musi V sendiri dibangun melintasi Sungai Musi dan menjadi salah satu infrastruktur penting dalam ruas Tol Palembang–Betung.

Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat konektivitas antara Kota Palembang sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Selatan dengan wilayah Betung di Kabupaten Banyuasin, serta terhubung dengan jaringan tol menuju Jambi.

Dari sisi teknis, jembatan ini menggunakan struktur box girder beton dengan metode konstruksi balanced cantilever.

Metode tersebut dipilih untuk memberikan kekuatan struktur optimal pada bentang panjang di atas sungai sekaligus menjaga stabilitas konstruksi.

Dalam proses Uji Laik Fungsi, tim teknis melakukan berbagai tahapan pemeriksaan guna memastikan kesesuaian antara hasil pembangunan dengan dokumen perencanaan.

Beberapa tahapan pengujian yang dilakukan meliputi pemeriksaan dokumen jembatan, pengecekan visual kondisi struktur, uji beban dinamis, serta uji beban statis.

Melalui serangkaian pengujian tersebut, tim teknis dapat memastikan bahwa jembatan mampu menahan beban kendaraan sesuai dengan standar keselamatan yang berlaku.

Plh Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menjelaskan bahwa Uji Laik Fungsi merupakan tahapan penting sebelum infrastruktur tol dimanfaatkan oleh masyarakat.

Menurutnya, Hutama Karya berkomitmen memastikan setiap tahap pembangunan jalan tol memenuhi standar keselamatan dan kualitas yang telah ditetapkan.

Dengan dibukanya ruas Tol Palembang–Betung secara fungsional saat Lebaran, diharapkan arus kendaraan di wilayah Sumatera Selatan dapat lebih lancar dan waktu tempuh perjalanan masyarakat menjadi lebih efisien.

Selain itu, kehadiran jalan tol ini juga diproyeksikan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di sepanjang koridor Jalan Tol Trans Sumatera.(*)




Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 1–2 Siap Sambut Arus Mudik Lebaran

SUMSEL, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) bersama Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) melakukan peninjauan kesiapan layanan dan aspek keselamatan di jalur fungsional Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 1–2 pada Jum’at (27/02).

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi periode mobilitas tinggi, termasuk arus Mudik dan Balik Idul Fitri 2026.

Kegiatan peninjauan dihadiri oleh jajaran pimpinan Hutama Karya dan ATI, termasuk Kris Ade, Sekretaris Jenderal ATI, Adhi Resza, Ketua Dewan Pengawas ATI, Iwan Hermawan, Direktur Operasi III Hutama Karya, Dwi Aryono Bayuaji, EVP Divisi Operasi & Pemeliharaan Jalan Tol, Ni Putu Oki Wirastuti, SVP Bagian Operasi, Arief Yeri, Kepala Regional Sumatra Bagian Selatan, Fakhrudin, Project Director Palembang–Betung Seksi 1–2 dan Dinny Suryakencana, Project Director Palembang–Betung Struktur.

Peninjauan meliputi Pemeriksaan teknis Jembatan Musi V melalui akses STA 49+600, Pengecekan fasilitas Rest Area 397A dan Evaluasi pengaturan operasional di Gerbang Tol Pangkalan Balai sebagai titik pengendalian arus

Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menekankan pentingnya kesiapan jalur tol dari sisi keselamatan dan pelayanan

“Pengecekan ini memastikan elemen layanan di lapangan, mulai dari kesiapan jalur, perangkat keselamatan, hingga fasilitas pendukung di rest area dan gerbang tol berjalan selaras dengan standar operasional,” ujar Iwan.

Kolaborasi Hutama Karya dan ATI di lapangan menjadi masukan penting untuk penyempurnaan layanan menjelang Lebaran.

“Seluruh evaluasi lapangan hari ini kami tindak lanjuti melalui penguatan kesiapsiagaan personel, penyempurnaan perangkat keselamatan, dan peningkatan kualitas fasilitas di titik strategis,” sebut Iwan.

“Kami berharap jalur tol fungsional Palembang–Betung Seksi 1–2 dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, dengan keselamatan sebagai prioritas utama,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal ATI, Kris Ade, menekankan konsistensi standar layanan dan informasi bagi pengguna jalan.

“Kesiapan operasional perlu ditopang kedisiplinan penerapan standar, kesiapsiagaan personel, serta kejelasan informasi di titik-titik layanan agar pengguna jalan merasa aman dan terbantu,” kata Kris.

Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 1–2 merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera dengan panjang total 54,5 kilometer, dilengkapi:

  • Dua Gerbang Tol: Rengas dan Pangkalan Balai

  • Jalan utama dan simpang susun

  • Struktur utama berupa Jembatan Musi V sepanjang 1.684 meter

Tol ini diharapkan mampu mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026, sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.(*)




Lebaran 2026: Tol Palembang–Betung Siap Beroperasi Sementara, Ini Titik Aksesnya

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) memastikan kesiapan pengoperasian fungsional Jalan Tol Palembang–Betung guna mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Langkah ini dilakukan seiring progres konstruksi yang telah mencapai 79,40 persen.

Pengoperasian sementara tersebut dirancang untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan saat puncak mobilitas masyarakat.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyebutkan bahwa ruas yang akan difungsionalkan memiliki panjang sekitar 53,2 kilometer.

“Ruas yang dibuka berada pada STA 42+500 hingga STA 95+700, mencakup Jalur A dan Jalur B. Skema ini diharapkan mampu meningkatkan kelancaran perjalanan selama periode Lebaran 2026,” ujarnya.

Meski masih berstatus fungsional, perusahaan menegaskan bahwa segmen tersebut telah melalui serangkaian pengecekan kelayakan dan pemenuhan aspek keselamatan sebelum dapat dilintasi pengguna jalan.

Fasilitas Pendukung Disiapkan

Sebagai bagian dari kesiapan operasional, Hutama Karya menyiapkan Barrier Gate Temporary di STA 41+700 yang akan difungsikan sebagai titik tapping bagi kendaraan dari ruas Jalan Tol Kayuagung–Palembang.

Selain itu, Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) juga disiapkan di STA 71+200 untuk kedua jalur, lengkap dengan dukungan utilitas seperti pasokan listrik dan air bersih.

Perangkat transaksi, sistem integrasi, serta personel operasional turut disiagakan guna memastikan layanan berjalan optimal.

Tak hanya itu, percepatan penyelesaian konstruksi di sejumlah titik krusial juga dilakukan untuk meminimalkan potensi gangguan lalu lintas.

Pengamanan dan Manajemen Lalu Lintas

Dalam mendukung kelancaran arus kendaraan, perusahaan akan menerapkan manajemen lalu lintas terpadu, termasuk penempatan petugas di titik rawan kepadatan serta koordinasi intensif bersama instansi terkait.

Rambu sementara, marka jalan, penerangan, barrier pengaman, hingga perlengkapan keselamatan lainnya telah dipastikan tersedia sesuai ketentuan.

Informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas, pola pengaturan kendaraan, serta akses keluar-masuk akan disampaikan secara real-time melalui kanal resmi perusahaan.

Sebelumnya, Hutama Karya bersama Kementerian Pekerjaan Umum melalui Badan Pengatur Jalan Tol dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatra Selatan juga telah melakukan peninjauan lapangan guna memastikan kesiapan jalur dan fasilitas pendukung selama masa operasional Lebaran 2026.

Perkuat Konektivitas Sumsel

Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 1 Palembang–Rengas dan Seksi 2 Rengas–Pangkalan Balai merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera dengan total panjang 54,5 kilometer.

Proyek ini dilengkapi dua gerbang tol, yakni Gerbang Tol Rengas dan Gerbang Tol Pangkalan Balai, serta struktur utama berupa Jembatan Musi V sepanjang 1.684 meter.

Jika telah beroperasi penuh, jalan tol ini diproyeksikan memangkas waktu tempuh Palembang–Betung dari 3–4 jam menjadi sekitar 1 jam, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan konektivitas wilayah di Sumatra Selatan.




Hutama Karya Kantongi Kredit Rp13,6 Triliun untuk Tol Betung–Jambi

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.IDPT Hutama Karya (Persero) resmi menandatangani Perjanjian Fasilitas Kredit dari sindikasi perbankan guna mendukung pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Betung (Sp. Sekayu) – Tempino – Jambi.

Penandatanganan dilakukan pada Senin (23/02) di Ballroom HK Tower, Jakarta, sebagai langkah strategis memperkuat struktur pendanaan proyek agar pembangunan berjalan konsisten dan sesuai target.

Nilai fasilitas kredit yang disepakati mencapai Rp13.645 miliar atau sekitar Rp13,6 triliun. Skema pembiayaan dilakukan melalui sindikasi sejumlah bank besar dan lembaga pembiayaan, yakni:

  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

  • PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk

  • PT Bank Central Asia Tbk

  • PT Bank Mega Tbk

  • PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)

Kolaborasi ini mencerminkan sinergi kuat antar lembaga keuangan dalam mendukung proyek infrastruktur strategis nasional.

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menjelaskan bahwa ruas Betung (Sp. Sekayu) – Tempino – Jambi memiliki panjang sekitar 170,73 kilometer.

Ruas ini akan menghubungkan Betung di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, hingga Kota Jambi, sekaligus menjadi bagian penting koridor utama JTTS yang mengintegrasikan jaringan tol dari selatan hingga utara Pulau Sumatera.

Dengan konektivitas yang semakin terhubung, jalur logistik utama dipastikan lebih efisien dan kompetitif.

Berdasarkan kajian Core Indonesia (2024), keberadaan ruas tol ini berpotensi memangkas waktu perjalanan hingga 59,05 persen.

Efisiensi tersebut diharapkan meningkatkan keselamatan, kenyamanan, serta kualitas layanan transportasi.

Selain itu, distribusi barang dan jasa akan semakin lancar, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang dilintasi.

Hutama Karya menegaskan komitmennya untuk mengelola pendanaan proyek secara prudent, transparan, dan akuntabel

Pelaksanaan konstruksi juga akan mengedepankan mutu dan aspek keselamatan kerja agar manfaat konektivitas dapat segera dirasakan masyarakat.

Manajemen optimistis sinergi dengan konsorsium perbankan dan mitra strategis akan memperkuat fondasi pembangunan infrastruktur nasional sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia.(*)




Tol Jambi Jadi Sorotan di Libur Imlek 2026, Mobilitas Kendaraan Melonjak Tajam

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Lonjakan kendaraan selama libur panjang Imlek 2026 memberikan dampak signifikan terhadap arus lalu lintas di berbagai ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Termasuk Tol Jambi yang menjadi salah satu jalur strategis penghubung antarwilayah di Sumatera.

PT Hutama Karya (Persero) mencatat total 672.967 kendaraan melintasi ruas JTTS yang telah beroperasi pada periode 13–17 Februari 2026.

Angka tersebut meningkat 33,75 persen dibandingkan volume lalu lintas normal.

Peningkatan ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama libur panjang, termasuk perjalanan wisata, mudik singkat, serta kunjungan keluarga lintas provinsi.

Tol Jambi sebagai bagian dari jaringan JTTS turut berperan dalam menjaga kelancaran distribusi kendaraan di wilayah tengah Sumatera.

Puncak Arus Terjadi 14 Februari

Puncak pergerakan kendaraan tercatat pada Sabtu, 14 Februari 2026, dengan total 148.048 kendaraan atau melonjak 41,21 persen dari trafik normal harian.

Kenaikan ini memperlihatkan tingginya kebutuhan akses jalan tol yang andal dan cepat, termasuk di koridor Jambi yang terus berkembang.

Dalam periode tersebut, ruas dengan volume kendaraan tertinggi adalah Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat yang mencapai 151.493 kendaraan.

Sementara dari sisi pertumbuhan persentase, Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 2–6 mencatat lonjakan tertinggi hingga 136,96 persen dibandingkan kondisi normal.

Meski demikian, Tol Jambi menjadi salah satu ruas penting dalam menopang distribusi arus kendaraan di bagian tengah Sumatera, terutama untuk mendukung konektivitas logistik dan perjalanan antarprovinsi.

Penguatan Layanan di Tol Jambi dan JTTS

Selama periode libur panjang, Hutama Karya memperkuat kesiapan operasional di seluruh ruas JTTS, termasuk Tol Jambi. Langkah ini mencakup:

  • Penyiagaan petugas di titik strategis

  • Optimalisasi layanan rest area

  • Pemantauan lalu lintas secara berkala

  • Koordinasi dengan Kepolisian dan Dinas Perhubungan

  • Penyampaian informasi melalui Variable Message Sign (VMS)

Penguatan layanan ini menjadi bagian dari evaluasi untuk menghadapi arus mudik dan balik Lebaran mendatang, terutama dalam memastikan respons cepat terhadap gangguan lalu lintas serta kesiapan fasilitas pengguna jalan.

Hutama Karya juga mengimbau pengguna Tol Jambi dan ruas JTTS lainnya untuk tetap mengutamakan keselamatan berkendara, mematuhi batas kecepatan, serta memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum perjalanan.(*)