Arus Balik Lebaran, Tol Betung–Tempino–Jambi Jadi Jalur Sibuk di Sumatera

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Arus balik Lebaran 2026 mulai terasa di sejumlah ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), termasuk di jalur strategis Tol Betung–Tempino–Jambi yang mencatat peningkatan trafik kendaraan.

PT Hutama Karya (Persero) melaporkan, pada 23 Maret 2026, sebanyak 8.817 kendaraan melintasi ruas tol yang menghubungkan wilayah Jambi tersebut. Angka ini mengalami kenaikan sekitar 17,87 persen dibandingkan kondisi normal.

Lonjakan trafik ini dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat yang masih melakukan perjalanan balik Lebaran maupun aktivitas wisata di berbagai daerah.

Secara keseluruhan, trafik kendaraan di ruas tol yang telah beroperasi di Trans Sumatera mencapai 257.546 kendaraan dalam satu hari. Jumlah tersebut meningkat tajam hingga 184,20 persen dibandingkan trafik normal.

Meski tidak setinggi beberapa ruas lain, Tol Jambi tetap menjadi jalur penting penghubung antarwilayah yang berperan dalam mendukung kelancaran arus balik di Pulau Sumatera.

Selain Tol Jambi, peningkatan signifikan juga terjadi di sejumlah ruas lainnya seperti Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung, Palembang–Indralaya–Prabumulih, hingga Pekanbaru–Dumai.

Bahkan, beberapa ruas tol mencatat lonjakan ekstrem, seperti Tol Padang–Sicincin dan Sigli–Banda Aceh yang mengalami kenaikan lebih dari 400 persen dibandingkan kondisi normal.

Di sisi lain, ruas tol yang difungsikan sementara selama arus balik Lebaran juga menunjukkan pergerakan kendaraan yang cukup tinggi. Hal ini menandakan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses jalan tol yang cepat dan efisien.

PT Hutama Karya menyatakan terus melakukan pemantauan intensif guna memastikan kondisi lalu lintas tetap aman dan lancar selama periode arus balik.

Pengguna jalan tol diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan matang, mematuhi rambu lalu lintas, menjaga kecepatan, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima.

Selain itu, pengemudi juga disarankan untuk beristirahat di rest area apabila mengalami kelelahan guna menghindari risiko kecelakaan di jalan tol.

Sebagai operator Jalan Tol Trans Sumatera, Hutama Karya menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas layanan melalui kesiapan petugas, fasilitas pendukung, serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Masyarakat juga dapat memantau kondisi lalu lintas secara real-time melalui aplikasi resmi dan kanal informasi digital yang telah disediakan.(*)




Arus Mudik 2026, Truk 3 Sumbu Dibatasi Masuk Tol Jambi

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, PT Hutama Karya mengingatkan kembali kebijakan pembatasan operasional angkutan barang di sejumlah ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), termasuk di wilayah Jambi.

Kebijakan ini mengacu pada aturan resmi pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri terkait pengaturan lalu lintas selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

Salah satu ruas yang terdampak adalah Tol Betung–Tempino–Jambi, khususnya segmen Bayung Lencir hingga Simpang Ness.

Selain itu, pembatasan juga berlaku di Tol Pekanbaru–Dumai dan Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung, serta beberapa ruas tol di Pulau Jawa.

Plt EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menegaskan bahwa kebijakan ini diterapkan untuk menjaga kelancaran arus mudik.

Pembatasan operasional angkutan barang diberlakukan mulai 13 Maret 2026 pukul 12.00 hingga 29 Maret 2026 pukul 24.00 waktu setempat.

Aturan ini berlaku baik di jalan tol maupun jalan arteri (non-tol), khususnya pada jalur-jalur yang berpotensi mengalami kepadatan tinggi.

Kendaraan yang dilarang melintas selama periode tersebut meliputi:

  • Truk dengan tiga sumbu atau lebih

  • Kendaraan dengan kereta tempelan atau gandengan

  • Angkutan material seperti pasir, batu, semen, dan kayu

Namun, distribusi logistik tetap diperbolehkan menggunakan kendaraan dua sumbu, dengan catatan tidak mengangkut material tertentu.

Beberapa jenis kendaraan tetap diizinkan beroperasi, seperti:

  • Pengangkut BBM atau BBG

  • Angkutan hewan ternak

  • Distribusi pupuk

  • Bantuan bencana

  • Bahan pokok

Kendaraan tersebut wajib dilengkapi dokumen resmi dan surat muatan yang jelas.

Hutama Karya menegaskan bahwa kebijakan ini bukan keputusan sepihak, melainkan hasil koordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait.

Langkah ini diambil untuk memastikan perjalanan masyarakat selama mudik Lebaran tetap aman, lancar, dan nyaman.

Pengguna jalan, khususnya sopir angkutan barang, diimbau untuk mematuhi aturan, memperhatikan rambu lalu lintas, serta memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan.(*)




Tol Betung–Tempino–Jambi Ramai Saat Mudik, Ini Data Terbarunya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Arus mudik Lebaran 2026 mulai terasa di ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), khususnya di wilayah Jambi.

PT Hutama Karya mencatat peningkatan volume kendaraan yang cukup signifikan pada sejumlah ruas tol, termasuk Tol Betung–Tempino–Jambi.

Berdasarkan data per 18 Maret 2026, jumlah kendaraan yang melintas di ruas Tol Betung–Tempino–Jambi (Bayung Lencir–Tempino–Simpang Ness) mencapai 10.443 kendaraan. Angka ini meningkat sekitar 32,90 persen dibandingkan kondisi normal.

Peningkatan trafik ini menunjukkan bahwa ruas tol di Jambi semakin menjadi jalur utama bagi pemudik yang melintas di Sumatera.

Selain menghubungkan antarwilayah, tol ini juga menjadi akses penting menuju kawasan perkotaan dan jalur lintas utama di Sumatera bagian tengah.

Secara keseluruhan, trafik di seluruh ruas JTTS yang telah beroperasi mencapai 188.975 kendaraan dalam satu hari, atau melonjak hingga 109,65 persen dibandingkan hari biasa.

Tak hanya di Jambi, peningkatan juga terjadi di berbagai ruas tol lainnya, seperti Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung, Tol Palembang–Indralaya–Prabumulih, hingga Tol Pekanbaru–Dumai.

Hal ini menandakan mobilitas masyarakat yang terus meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri.

Sebagai operator JTTS, Hutama Karya terus melakukan pemantauan secara intensif untuk memastikan kondisi lalu lintas tetap aman dan lancar.

Berbagai langkah dilakukan, mulai dari kesiapan petugas di lapangan, fasilitas pendukung, hingga koordinasi dengan pihak terkait.

Hutama Karya mengimbau para pengguna jalan, khususnya yang melintasi Tol Jambi, untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik.

Pengemudi diminta mematuhi rambu lalu lintas, menjaga jarak aman, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima.

Selain itu, pemudik juga disarankan untuk beristirahat di rest area jika merasa lelah guna menghindari risiko kecelakaan.

Informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas juga dapat diakses melalui aplikasi HK Toll Apps maupun media sosial resmi Hutama Karya.(*)




Tol Betung–Tempino–Jambi Ramai Saat Imlek, Hutama Karya Pastikan Lalu Lintas Lancar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Lonjakan kendaraan terjadi di ruas Jalan Tol Betung–Tempino–Jambi selama periode long weekend perayaan Imlek 2026.

PT Hutama Karya (Persero) mencatat peningkatan trafik signifikan pada 14 Februari 2026, khususnya di koridor yang menghubungkan Sumatera Selatan dan Jambi.

Pada ruas Tol Betung–Tempino–Jambi (Bayung Lencir–Tempino), tercatat sebanyak 9.181 kendaraan melintas dalam satu hari. Angka ini meningkat 45,25 persen dibandingkan trafik normal harian.

PT Hutama Karya menyatakan pemantauan dilakukan secara intensif guna memastikan arus kendaraan tetap aman dan lancar di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur panjang.

Secara keseluruhan, trafik di sejumlah ruas Jalan Tol Trans Sumatera yang telah beroperasi mencapai 148.048 kendaraan, atau naik 41,21 persen dibandingkan hari biasa.

Namun, Tol Jambi menjadi salah satu ruas dengan kenaikan paling signifikan di wilayah Sumbagsel.

Peningkatan volume kendaraan ini didominasi oleh perjalanan antarkota dan akses menuju kawasan perkotaan Jambi

Keberadaan tol ini semakin mempercepat konektivitas distribusi barang dan mobilitas masyarakat selama momen libur nasional.

Hutama Karya mengimbau pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan matang, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, mematuhi batas kecepatan, serta memanfaatkan rest area jika mengalami kelelahan.

Perusahaan juga memastikan kesiapan petugas operasional, layanan derek, ambulans, hingga fasilitas pendukung lainnya guna menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan selama periode lonjakan trafik.

Dengan meningkatnya mobilitas di Tol Jambi, masyarakat diharapkan tetap mengutamakan keselamatan agar perjalanan selama long weekend Imlek berlangsung lancar tanpa hambatan berarti.(*)




Tol Jambi Padat Saat Arus Balik Tahun Baru 2026, Ini Data Hutama Karya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Arus balik Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 membawa lonjakan signifikan volume kendaraan di Jalan Tol Jambi, khususnya pada ruas Tol Betung–Tempino Jambi (Bayung Lencir–Tempino).

PT Hutama Karya (Persero) mencatat peningkatan trafik yang cukup mencolok pada Jumat, 2 Januari 2026.

Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menuju kawasan perkotaan dan pusat aktivitas ekonomi di Provinsi Jambi.

Berdasarkan data resmi Hutama Karya, ruas tol penghubung Sumatera Selatan–Jambi tersebut dilintasi 7.944 kendaraan, atau melonjak 56,90 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal.

Kenaikan ini menempatkan Jalan Tol Jambi sebagai salah satu ruas dengan pertumbuhan trafik tertinggi selama fase arus balik Nataru di Jalan Tol Trans Sumatera.

Lonjakan kendaraan di Tol Jambi mencerminkan peran strategis ruas ini sebagai akses utama logistik dan perjalanan antarkota.

Terutama bagi pengguna dari arah Palembang menuju Jambi dan sekitarnya.

Total Trafik JTTS Naik 45 Persen

Secara keseluruhan, Hutama Karya mencatat total trafik harian mencapai 136.612 kendaraan di seluruh ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang telah beroperasi.

Angka ini meningkat 45,03 persen dibandingkan volume lalu lintas normal.

Selain Jalan Tol Jambi, sejumlah ruas lain juga mengalami kenaikan signifikan, antara lain:

  • Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat mencatat 32.941 kendaraan atau naik 84,06 persen

  • Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 2–6 naik 105,48 persen dengan 6.604 kendaraan

  • Tol Indrapura–Kisaran meningkat 68,07 persen dengan 14.543 kendaraan

Sementara itu, ruas Tol Padang–Sicincin justru mengalami penurunan trafik akibat terputusnya konektivitas menuju Bukittinggi.

Ruas Tol Fungsional Selama Nataru

Untuk mendukung kelancaran arus Nataru, beberapa ruas tol juga dioperasikan secara fungsional. Pada 2 Januari 2026, Hutama Karya mencatat:

  • Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 (Seulimeum–Padang Tiji) dilintasi 2.814 kendaraan

  • Tol Palembang–Betung (Kramasan–Pangkalan Balai) mencatat 3.079 kendaraan

Pengoperasian fungsional ini dinilai efektif dalam mengurai kepadatan lalu lintas, terutama pada jalur non-tol yang sebelumnya rawan kemacetan.

Imbauan Pengguna Jalan Tol Jambi

Seiring masih berlangsungnya arus balik, Hutama Karya mengimbau pengguna Jalan Tol Jambi untuk:

  • Merencanakan perjalanan dengan matang

  • Mematuhi rambu dan batas kecepatan

  • Menjaga jarak aman antar kendaraan

  • Memanfaatkan rest area untuk beristirahat

Pengguna juga diingatkan memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima demi keselamatan bersama.

Sebagai operator JTTS, Hutama Karya menegaskan komitmennya dalam menjaga kelancaran lalu lintas melalui kesiapan petugas, sarana pendukung, serta koordinasi lintas instansi selama periode Nataru.(*)




Arus Balik Nataru 2025/2026 di Tol Trans Sumatera Masih Padat! Bagiamana dengan Tol Jambi?

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) terus melakukan pemantauan intensif terhadap arus lalu lintas di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) seiring berlangsungnya arus balik Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026).

Hingga Minggu, 29 Desember 2025, volume kendaraan di sejumlah ruas utama masih terpantau tinggi, meski telah terjadi penyesuaian dibandingkan puncak arus mudik.

Secara kumulatif, total trafik harian pada ruas tol yang telah beroperasi mencapai 128.549 kendaraan, atau meningkat 44,61 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal.

Peningkatan ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang kembali beraktivitas usai libur panjang Nataru.

Pemantauan ini merupakan bagian dari komitmen Hutama Karya untuk memastikan layanan jalan tol tetap aman, lancar, dan nyaman selama periode arus balik.

Trafik Ruas Tol Trans Sumatera Beroperasi (29 Desember 2025)

Beberapa ruas tol mencatat lonjakan signifikan, antara lain:

  • Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung dilintasi 15.383 kendaraan, naik 24,06 persen.

  • Tol Palembang–Indralaya–Prabumulih mencatat 15.595 kendaraan atau meningkat 26,81 persen.

  • Tol Betung–Tempino Jambi mencatat lonjakan tertinggi sebesar 83,59 persen dengan 8.069 kendaraan.

  • Tol Pekanbaru–Dumai dilintasi 18.295 kendaraan, naik 35,74 persen.

  • Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat mencatat 31.862 kendaraan atau meningkat 50,43 persen.

Sementara itu, Tol Padang–Sicincin mencatat penurunan trafik sebesar 33,27 persen akibat terputusnya konektivitas dari Padang menuju Bukittinggi.

Trafik Ruas Tol Fungsional Selama Nataru

Untuk ruas tol yang dioperasikan secara fungsional pada periode arus balik:

  • Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 mencatat 1.461 kendaraan.

  • Tol Palembang–Betung mencatat 2.488 kendaraan.

Hutama Karya menegaskan komitmennya dalam menjaga kelancaran dan keselamatan lalu lintas dengan kesiapan petugas, sarana pendukung, serta koordinasi bersama pihak terkait.

Upaya ini dilakukan guna memastikan perjalanan masyarakat selama Nataru berlangsung aman dan nyaman.

Pengguna jalan tol diimbau untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum bepergian.

Jika merasa lelah atau mengantuk, pengendara disarankan beristirahat di rest area terdekat. Selain itu, pastikan kartu uang elektronik berfungsi dengan baik dan saldo mencukupi sebelum memasuki jalan tol.

Informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas dan layanan Tol Trans Sumatera dapat dipantau melalui akun resmi media sosial @hutamakaryatollroad serta aplikasi HK Toll Apps yang menyediakan informasi operasional dan pembaruan trafik secara real-time.(*)




Libur Natal dan Tahun Baru, Trafik Tol Trans Sumatera Tembus 127 Ribu Kendaraan

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) terus memantau perkembangan trafik kendaraan di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) selama periode Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026).

Hingga 23 Desember 2025, arus lalu lintas terpantau mengalami peningkatan signifikan seiring tingginya mobilitas masyarakat pada libur akhir tahun.

Secara kumulatif, total trafik harian pada ruas tol yang telah beroperasi mencapai 127.453 kendaraan, atau meningkat 41,88 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal.

Pemantauan ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen Hutama Karya untuk memastikan perjalanan pengguna jalan tetap aman, lancar, dan nyaman selama masa libur Nataru.

Berdasarkan data Hutama Karya, peningkatan trafik tercatat di sejumlah ruas tol utama, antara lain:

  • Tol Terbanggi Besar – Kayu Agung (Terpeka) dilintasi 15.897 kendaraan atau naik 26,75 persen.

  • Tol Palembang – Indralaya – Prabumulih (Palindra & Indraprabu) dilintasi 16.870 kendaraan atau meningkat 37,97 persen.

  • Tol Betung – Tempino Jambi (Bayung Lencir – Tempino) mencatat 8.501 kendaraan atau melonjak 104,94 persen.

  • Tol Bengkulu – Taba Penanjung (Bengtaba) dilintasi 2.241 kendaraan atau naik 40,15 persen.

  • Tol Pekanbaru – Dumai (Permai) dilintasi 17.571 kendaraan atau meningkat 32,68 persen.

  • Tol Pekanbaru – XIII Koto Kampar mencatat 6.827 kendaraan atau naik 64,31 persen.

  • Tol Indrapura – Kisaran dilintasi 12.428 kendaraan atau meningkat 64,30 persen.

  • Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (Kuala Tanjung – Sinaksak) yang dikelola PT Hutama Marga Waskita mencatat 29.840 kendaraan atau naik 24,55 persen.

  • Tol Binjai – Pangkalan Brandan dilintasi 12.214 kendaraan atau meningkat 61,05 persen.

  • Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 2–6 (Seulimeum – Baitussalam) mencatat 5.064 kendaraan atau naik 80,02 persen.

Sementara itu, Tol Padang – Sicincin tercatat dilintasi 1.435 kendaraan atau turun 27,05 persen dibandingkan trafik normal, akibat terputusnya konektivitas dari arah Padang menuju Bukittinggi.

Trafik Ruas Tol Fungsional Selama Nataru

Selain ruas tol yang telah beroperasi penuh, Hutama Karya juga mencatat trafik pada ruas tol yang dioperasikan secara fungsional selama periode Nataru 2025/2026, yakni:

  • Tol Sigli – Banda Aceh (Sibanceh) Seksi 1 Seulimeum – Padang Tiji, mencatat 1.327 kendaraan.

  • Tol Palembang – Betung (Kramasan – Pangkalan Balai) mencatat 2.598 kendaraan sejak dioperasikan secara fungsional.

Hutama Karya menegaskan komitmennya dalam menjaga kelancaran dan keselamatan lalu lintas melalui kesiapan petugas, sarana pendukung, serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Pengguna jalan tol diimbau untuk:

  • Memeriksa kondisi kendaraan sebelum perjalanan

  • Memastikan kondisi fisik pengemudi tetap prima

  • Beristirahat di rest area jika lelah atau mengantuk

  • Memastikan kartu uang elektronik dalam kondisi baik dan saldo mencukupi

Dengan mengutamakan keselamatan, Hutama Karya mengajak seluruh pengguna jalan untuk SETUJU: Selamat Sampai Tujuan.

Sekaligus merasakan manfaat konektivitas Jalan Tol Trans Sumatera yang semakin memperpendek jarak antardaerah.

Sebagai tambahan, informasi terkini seputar kondisi lalu lintas dan layanan jalan tol dapat dipantau melalui akun media sosial resmi Jalan Tol Hutama Karya serta aplikasi HK Toll Apps.(*)




Tol Bayung Lencir-Jambi Masih Sepi, Tapi Berpotensi Pangkas Waktu Tempuh

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Meski telah resmi dibuka untuk umum, lalu lintas kendaraan di Jalan Tol Bayung Lencir – Tempino – Jambi, khususnya Seksi 3 (Tempino – Simpang Ness), masih tergolong rendah.

Branch Manager Tol Bayung Lencir–Tempino (Baleno), Hanung Hanindito, menjelaskan bahwa per 16 September 2025, jumlah kendaraan yang melintas di ruas Tempino – Simpang Ness hanya sekitar 600 unit per hari.

Sementara untuk keseluruhan ruas Tol Baleno, tercatat lalu lintas harian mencapai 2.000 hingga 2.600 kendaraan.

Menurut Hanung, rendahnya angka tersebut disebabkan oleh terpecahnya arus lalu lintas, terutama dari pengendara asal Sumatera Selatan yang menuju Jambi.

Sebagian besar pengguna di wilayah Tol Baleno, merupakan mobil pribadi yang hanya melakukan perjalanan lokal ke Kota Jambi atau pekerja yang pulang ke rumahnya di kawasan tersebut.

“Mayoritas pengguna di ruas ini adalah kendaraan pribadi. Mereka umumnya hanya ke Jambi atau pulang kerja,” ujarnya.

Meski begitu, Hanung tetap optimis bahwa keberadaan Seksi 3 ini akan memberikan manfaat besar ke depannya, terutama untuk pengendara yang melintasi jalur lintas Sumatera dari atau menuju Padang, Riau, Medan, hingga Lampung.

“Jarak Seksi 3 sekitar 18 kilometer. Dengan ini, waktu tempuh jadi lebih efisien dibandingkan lewat jalan nasional,” pungkasnya.(*)




Tol Tempino–Ness Siap Beroperasi, Waktu Tempuh Palembang–Jambi Dipangkas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID PT Hutama Karya (Persero) resmi menyelesaikan rangkaian Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) Jalan Tol Betung (Sp Sekayu) – Tempino – Jambi Seksi 4 Tempino – Ness sepanjang 18,49 km.

Proses ULFO dilaksanakan pada Rabu hingga Jumat, 6–8 Agustus 2025, sebagai langkah akhir sebelum tol ini resmi beroperasi.

Uji laik ini menjadi tahap penting untuk memastikan kelayakan teknis dan administrasi jalan tol sebelum dibuka secara publik. Kegiatan melibatkan tim gabungan dari Kementerian PUPR, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi, Dinas Perhubungan, Korlantas Polri, dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

EVP Divisi Pembangunan Jalan Tol Hutama Karya, Pulung Satyo Anggono, serta Project Director Seksi 4, Ahmadi, turut hadir langsung dalam agenda tersebut.

EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menjelaskan bahwa ULFO dilaksanakan sesuai dengan regulasi nasional untuk memastikan seluruh aspek—konstruksi, keselamatan, fasilitas, hingga pengelolaan lalu lintas—telah memenuhi standar operasional jalan tol.

“Setelah ULFO selesai, Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO) dapat segera diterbitkan. Artinya, tol ini siap dioperasikan untuk mendukung konektivitas regional di Sumatra Selatan dan Jambi,” ungkap Adjib.

Sebelumnya, proses serah terima sementara atau Provisional Hand Over (PHO) telah dilaksanakan pada 15–18 Juli 2025.

ULFO ini mencakup pemeriksaan struktur jalan, bahu jalan, sistem drainase, marka dan rambu keselamatan, hingga kelengkapan dokumen pendukung.

Kehadiran Jalan Tol Tempino–Ness akan secara signifikan memangkas waktu tempuh antara Palembang dan Jambi.

Dari sebelumnya 8–9 jam melalui jalur Lintas Sumatera, menjadi hanya sekitar 2,5–3 jam.

Sementara itu, rute Bayung Lencir ke Sp Ness yang biasanya ditempuh dalam 3 jam dapat diselesaikan dalam 45 menit melalui tol ini.

Tol ini juga diharapkan memperlancar arus logistik, termasuk distribusi sumber daya alam seperti batu bara, dan mendukung peningkatan daya saing kawasan industri sekitar.

Tol Tempino–Ness dirancang dengan dua lajur per arah, bahu jalan dalam dan luar, sistem drainase modern, akses on-off ramp, serta dilengkapi fasilitas keselamatan seperti CCTV, PJU (Penerangan Jalan Umum), pos pantau, dan rambu-rambu pengarah.

Saat ini, total panjang Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang telah dibangun oleh Hutama Karya mencapai ±1.235 km, terdiri dari ruas operasional maupun dalam tahap konstruksi, termasuk Tol Bakauheni–Terbanggi Besar, Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung, Tol Palembang–Indralaya, dan lainnya.(*)




Tol Betung–Jambi Dikebut, Seksi Tempino–Ness Hampir Rampung, Dorong Ekonomi Jambi & Sumsel

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) terus mempercepat pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Tahap II.

Khususnya ruas Tol Betung–Tempino–Jambi sepanjang 170 km.

Proyek strategis ini ditujukan untuk memperkuat konektivitas antarprovinsi dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Jambi dan Sumatera Selatan.

Hingga April 2025, progres konstruksi setiap seksi menunjukkan capaian yang bervariasi. Seksi 4 Tempino–Ness (18,5 km) menjadi yang paling signifikan, dengan realisasi konstruksi mencapai 80,04% dan pembebasan lahan 98,72%.

Sementara itu, Seksi 1 Betung–Tungkal Jaya (62,38 km) telah mencapai 15,29% konstruksi dan 25,47% pembebasan lahan. Seksi 2 Tungkal Jaya–Bayung Lencir (54,32 km) baru menyelesaikan 4,79% konstruksi dan 20,25% lahan.

“Proyek ini dibagi dalam empat seksi, dengan target penyelesaian bertahap mulai Juni 2025 hingga kuartal IV 2026. Seksi 3, yaitu Bayung Lencir–Tempino, sudah beroperasi lebih dulu,” ujar Adjib Al Hakim, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.

Guna mempercepat pembangunan, Hutama Karya mengadopsi teknologi canggih seperti Building Information Modelling (BIM), pemetaan topografi dengan UAV LiDAR, dan dashboard pemantauan progres berbasis ArcGIS.

“Total ada 4.620 lapangan kerja tercipta dari proyek ini. Kehadiran tol juga akan menghidupkan UMKM lokal di rest area dan mempermudah mobilitas masyarakat lewat fasilitas crossing seperti overpass dan underpass,” tambah Adjib.

Pada Senin, 14 April 2025, Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja ke lokasi proyek di Jambi, untuk meninjau progres pembangunan infrastruktur dan transportasi.

Gubernur Jambi, Al Haris, menyebut tol ini sebagai urat nadi Sumatera.

“Jambi berada di tengah-tengah Sumatera. Jalan tol akan mempercepat arus logistik dan memperkuat posisi Jambi sebagai hub strategis,” kata Al Haris.

Jika proyek ini selesai, Hutama Karya berharap pembangunan dapat dilanjutkan ke ruas Tol Jambi–Rengat, yang kini masih dalam tahap perencanaan. Ruas ini akan melanjutkan misi membuka akses Jalan Tol Trans Sumatera dari ujung ke ujung.

Hingga kini, Hutama Karya telah membangun ±1.235 km JTTS, dengan berbagai ruas telah beroperasi penuh di wilayah Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Sumut, hingga Aceh.(*)