Remaja 15 Tahun Tewas dalam Kebakaran Ruko di Jambi, Berikut Fakta-Faktanya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kebakaran melanda toko manisan Berkah Jaya di Jalan Raden Pamuk, Kelurahan Kasang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, Selasa 27 Oktober 2026.
Seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun meninggal dunia setelah dilaporkan terjebak di kamar mandi dalam ruko tiga lantai tersebut.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi mengerahkan 30 personel untuk menangani kebakaran.
Petugas juga mengoperasikan tujuh kendaraan dan menggunakan puluhan ribu liter air untuk memadamkan api serta mencegah kobaran meluas.
Berdasarkan laporan awal Damkartan, terdapat sejumlah fakta penting dalam peristiwa yang menewaskan remaja tersebut. Berikut rangkumannya.
1. Kebakaran Terjadi di Ruko Tiga Lantai
Api melanda toko manisan Berkah Jaya yang menempati bangunan ruko tiga lantai di Jalan Raden Pamuk, Kelurahan Kasang, Kecamatan Jambi Timur.
Kebakaran tersebut tidak hanya menimbulkan kerusakan pada bangunan, tetapi juga merenggut nyawa seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun.
2. Korban Dilaporkan Terjebak di Kamar Mandi
Fakta paling memilukan dalam peristiwa ini adalah meninggalnya seorang remaja berusia 15 tahun.
Korban dilaporkan terjebak di dalam kamar mandi saat kebakaran terjadi.
Namun, laporan awal yang tersedia belum menjelaskan secara terperinci bagaimana korban terjebak, kapan petugas menemukan korban, maupun bagaimana proses evakuasinya.
3. Damkar Menerima Laporan Pukul 17.12 WIB
Damkartan Kota Jambi menerima laporan kebakaran pada pukul 17.12 WIB, Selasa 27 Oktober 2026.
Petugas langsung bergerak tiga menit kemudian dan tiba di lokasi sekitar pukul 17.20 WIB.
4. Sebanyak 30 Personel Dikerahkan
Untuk menangani kebakaran, Damkartan mengerahkan 30 personel dengan dukungan tujuh kendaraan operasional.
Armada tersebut terdiri dari satu kendaraan komando, tiga unit kendaraan pemadam, dan tiga unit kendaraan suplai air.
Petugas melakukan pemadaman dan pendinginan di area ruko serta bangunan di sekitarnya untuk mengendalikan api dan mencegahnya merambat.
5. Petugas Menggunakan 26.000 Liter Air
Dalam operasi pemadaman, petugas menggunakan sekitar 26.000 liter air dan 25 liter cairan busa pemadam atau foam.
Penanganan melibatkan koordinasi dengan kepolisian dan tim medis untuk membantu proses evakuasi.
Sejumlah unsur lain juga mendukung operasi tersebut, termasuk TNI, BPBD, PLN, PSC, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta relawan pemadam kebakaran.
Laporan Damkartan menyebut operasi pemadaman berlangsung sekitar satu jam 30 menit. Petugas kembali ke markas atau pos masing-masing pada pukul 19.36 WIB.
6. Kerumunan Warga dan Kendaraan Parkir Menjadi Kendala
Selain menghadapi kobaran api, petugas juga menemui kendala di lokasi.
Banyaknya warga yang menyaksikan kejadian serta kendaraan yang parkir sembarangan menyulitkan petugas saat membentangkan selang pemadam menuju titik kebakaran.
Damkartan mengimbau masyarakat agar tidak berkerumun di sekitar lokasi kejadian dan tidak menghalangi akses kendaraan pemadam.
Ruang gerak yang memadai sangat penting agar petugas dapat menjangkau titik api dan melakukan penanganan secara optimal.
7. Penyebab Kebakaran Belum Dipastikan
Dalam laporan awal, kebakaran diduga bermula dari aktivitas penghuni ruko yang bermain api atau merokok hingga api menyambar bahan yang mudah terbakar.
Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dianggap sebagai penyebab pasti.
Pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang diperlukan untuk memastikan sumber api dan rangkaian kejadian yang memicu kebakaran.
Kepala Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber api, terutama di bangunan yang digunakan sekaligus sebagai tempat tinggal dan tempat usaha.
Masyarakat juga diminta memastikan puntung rokok dan sumber api lainnya benar-benar padam sebelum meninggalkan ruangan.
Jika mengetahui kebakaran, warga dapat segera menghubungi Damkartan Kota Jambi melalui WhatsApp 0811-7113-113, telepon (0741) 41171, atau Call Center 112.
Peristiwa kebakaran di Jalan Raden Pamuk ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, kesiapan menghadapi keadaan darurat, dan keterbukaan akses bagi petugas penyelamat.(*)

