Warga Soroti Proyek Jalan Hampir Rp1 Miliar di Tuo Ilir, Coran Diduga Hanya Semen dan Pasir

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID — Pengerjaan proyek jalan poros di Desa Tuo Ilir, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi, menuai protes warga.

Sorotan muncul setelah masyarakat menemukan bagian jalan yang dicor diduga tidak menggunakan material batu sebagaimana yang mereka harapkan dari pekerjaan konstruksi jalan beton.

Warga menduga campuran pada bagian jalan tersebut hanya terdiri dari semen dan pasir.

Kondisi itu membuat masyarakat mempertanyakan kualitas serta ketahanan jalan yang dibangun menggunakan anggaran negara.

Seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan kondisi tersebut terlihat saat proses pekerjaan berlangsung.

“Kalau tidak pakai batu, mana kuat jalan ini. Anggaran jalan ini hampir Rp1 miliar,” ujar warga, Kamis 17 September 2026.

Bagian pekerjaan yang dipersoalkan warga diperkirakan memiliki panjang sekitar 10 meter.

Warga mempertanyakan apakah komposisi material pada bagian tersebut telah sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan yang ditetapkan dalam proyek.

Kekhawatiran masyarakat terutama berkaitan dengan daya tahan konstruksi. Mereka menilai penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi, jika nantinya terbukti, berpotensi memengaruhi kualitas dan umur jalan.

Namun, dugaan tersebut masih membutuhkan verifikasi dari pihak teknis untuk memastikan apakah material yang digunakan memang tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan.

Selain material, warga juga menyoroti waktu pengerjaan. Proses pengecoran pada bagian jalan tersebut disebut dilakukan pada malam hari.

Kondisi ini membuat masyarakat sekitar mengaku kesulitan melakukan pengawasan secara langsung terhadap proses pekerjaan.

Bagi warga, transparansi dalam pengerjaan proyek menjadi penting karena pembangunan jalan tersebut menggunakan anggaran pemerintah.

Masyarakat berharap dinas teknis melakukan pemeriksaan terhadap pekerjaan, terutama memastikan material, metode pelaksanaan, dan hasil pengecoran sesuai dengan ketentuan kontrak.

Persoalan kualitas pekerjaan juga dikaitkan warga dengan potensi pemborosan anggaran apabila jalan yang dibangun tidak memiliki ketahanan sesuai target.

Mereka meminta pemerintah tidak hanya melihat hasil akhir pekerjaan, tetapi juga memeriksa proses pelaksanaan dan material yang digunakan.

Apalagi, nilai proyek yang disebut warga mencapai hampir Rp1 miliar. Karena itu, masyarakat menilai pemeriksaan teknis diperlukan untuk memastikan pembangunan memberikan manfaat sesuai anggaran yang telah dikeluarkan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun dinas teknis terkait di Kabupaten Tebo belum memberikan keterangan resmi mengenai material yang digunakan pada bagian jalan yang dipersoalkan warga.

Belum ada pula penjelasan apakah penggunaan campuran semen dan pasir pada bagian yang disorot tersebut memang bertentangan dengan spesifikasi teknis proyek atau merupakan bagian dari metode pekerjaan tertentu.

Keterangan dari pihak pelaksana dan dinas teknis diperlukan untuk memastikan duduk persoalan secara utuh.

Sementara itu, warga berharap pemerintah segera turun melakukan pengecekan terhadap proyek jalan poros Desa Tuo Ilir tersebut, sehingga kualitas pekerjaan dan penggunaan anggaran dapat dipastikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.(*)