Isu Rush Money Mencuat, Bank Jambi Pastikan Penarikan Dana Masih Normal

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Manajemen Bank Jambi menegaskan bahwa kondisi likuiditas bank tetap aman di tengah meningkatnya aktivitas penarikan dana dalam beberapa hari terakhir.

Direktur Treasury, Dana, IT, dan Digital Bank Jambi, Achmad Nunung, memastikan situasi yang terjadi belum mengarah pada rush money.

“Memang ada peningkatan transaksi penarikan dibandingkan hari biasa, tetapi masih dalam batas normal. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa manajemen bertanggung jawab penuh atas pelayanan kepada nasabah dan terus melakukan langkah-langkah pemulihan sistem.

Isu rush money mencuat setelah sejumlah layanan perbankan mengalami gangguan dalam beberapa waktu terakhir, termasuk antrean pada layanan ATM di beberapa cabang.

Manajemen Bank Jambi telah menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada nasabah atas ketidaknyamanan tersebut. Proses pemulihan sistem disebut terus berjalan secara bertahap.

Menjelang periode pencairan gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR), pihak bank mengakui adanya tantangan dalam memastikan seluruh layanan kembali normal sepenuhnya.

Namun, perbaikan terus dipercepat untuk menjaga stabilitas operasional.

Dalam rapat internal jajaran direksi, disepakati bahwa nasabah yang mengalami kerugian akibat gangguan layanan akan mendapatkan penggantian.

Menurut Achmad Nunung, keputusan tersebut telah melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Saat ini proses masih dalam tahap verifikasi untuk menentukan nominal penggantian yang akan direalisasikan.

Meski demikian, manajemen belum memberikan kepastian terkait kemungkinan kompensasi tambahan di luar penggantian kerugian yang telah disetujui.

Manajemen berharap masyarakat tidak terpengaruh isu yang dapat memicu kepanikan berlebihan. Bank memastikan dana nasabah tetap aman dan operasional terus berjalan.

“Kami berkomitmen menyelesaikan persoalan ini secara transparan dan bertanggung jawab,” ujar Nunung.

Bank Jambi juga optimistis kepercayaan publik tetap terjaga seiring dengan percepatan pemulihan sistem dan komunikasi terbuka kepada nasabah.(*)




Bank Jambi Pastikan Dana Nasabah Aman, Penggantian Kerugian Segera Direalisasikan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Manajemen Bank Jambi menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh nasabah atas gangguan layanan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Pihak bank memastikan proses pemulihan terus dilakukan dan komitmen tanggung jawab kepada nasabah menjadi prioritas utama.

Direktur Treasury, Dana, IT, dan Digital Bank Jambi, H. Achmad Nunung H.S., menegaskan bahwa manajemen telah mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Dalam rapat internal yang digelar bersama jajaran direksi, disepakati bahwa nasabah yang terdampak akan mendapatkan penggantian kerugian.

“Kami sudah membahas secara internal dan menyetujui penggantian kerugian bagi nasabah. Saat ini masih dalam tahap verifikasi untuk menentukan nominal yang akan diberikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keputusan tersebut juga telah memperoleh persetujuan melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Saat ini, manajemen tinggal menuntaskan proses teknis sebelum realisasi penggantian dilakukan.

Menjelang periode pencairan gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR), Bank Jambi mengakui adanya tantangan dalam memastikan seluruh sistem kembali normal sepenuhnya.

Meski belum dapat memastikan tenggat waktu pemulihan total, pihak bank terus melakukan perbaikan bertahap, terutama pada layanan ATM yang sempat mengalami antrean di sejumlah cabang.

Manajemen juga belum memberikan kepastian terkait kemungkinan adanya kompensasi tambahan di luar penggantian kerugian yang telah disepakati.

Terkait meningkatnya aktivitas penarikan dana, Nunung memastikan situasi masih dalam kategori wajar dan belum mengarah pada kondisi rush money.

“Memang ada peningkatan transaksi penarikan dibandingkan hari biasa, tetapi masih dalam batas normal. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang. Bank Jambi bertanggung jawab penuh dan terus berupaya menyelesaikan persoalan ini,” tegasnya.

Manajemen berharap kepercayaan masyarakat tetap terjaga seiring dengan komitmen pemulihan sistem dan transparansi penyelesaian kepada nasabah.(*)