Kalahkan Kompetitor, XL Raih Predikat Best Mobile Network Indonesia 2026 dari Ookla

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk melalui merek layanan XL mencatatkan prestasi di industri telekomunikasi nasional setelah meraih predikat Best Mobile Network in Indonesia 2026 pada ajang Ookla Speedtest Awards H1 2026.

Tak hanya itu, XL juga memborong tiga penghargaan lainnya, yakni Best 5G Network in Indonesia 2026, Fastest 5G in Indonesia 2026, serta Best 5G Video Experience in Indonesia 2026.

Empat penghargaan tersebut diberikan berdasarkan hasil jutaan pengujian pengguna melalui aplikasi Speedtest yang mengukur performa jaringan secara independen di berbagai wilayah Indonesia.

Direktur sekaligus Chief Commercial Officer XLSMART, David Arcelus Oses, mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kualitas jaringan yang selama ini dirasakan pelanggan.

“Predikat Best Mobile Network Indonesia merupakan validasi independen atas kualitas jaringan yang setiap hari dirasakan pelanggan XL. Pengakuan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperluas cakupan jaringan, meningkatkan kualitas layanan, dan menghadirkan inovasi,” kata David.

Jadi Tolok Ukur Kualitas Jaringan

Predikat Best Mobile Network merupakan kategori tertinggi dalam Ookla Speedtest Awards karena tidak hanya menilai kecepatan internet seluler, tetapi juga kualitas jaringan 5G, pengalaman streaming video, hingga konsistensi layanan yang diterima pelanggan.

CEO Ookla, Stephen Bye, menyebut keberhasilan XL meraih empat penghargaan sekaligus menunjukkan kepemimpinan perusahaan dalam menghadirkan kualitas jaringan di Indonesia.

Menurutnya, capaian tersebut juga menjadi standar baru bagi industri telekomunikasi nasional dalam memberikan pengalaman digital kepada pelanggan.

XL Perluas Jaringan 5G

Sejalan dengan penghargaan tersebut, XLSMART terus memperluas layanan XL Ultra 5G+ di berbagai daerah.

Layanan ini menawarkan kecepatan internet hingga 500 Mbps, latensi rendah, teknologi Network Slicing, serta fitur Auto 5G yang mendukung pengalaman internet lebih stabil.

Pelanggan juga mendapatkan sejumlah manfaat tambahan seperti kuota 5G ganda, layanan roaming internasional di sembilan negara, akses Google Gemini selama enam bulan, hingga berbagai layanan hiburan digital.

Saat ini jaringan XL Ultra 5G+ telah tersedia di lebih dari 50 kota dan kabupaten di Indonesia. Perusahaan menargetkan cakupan tersebut meningkat menjadi 88 kota dan kabupaten hingga akhir 2026.

Layani Lebih dari 69 Juta Pelanggan

Secara nasional, jaringan XLSMART kini didukung lebih dari 253 ribu BTS yang melayani lebih dari 69 juta pelanggan.

Perusahaan menyatakan akan terus memperkuat investasi jaringan sekaligus menghadirkan berbagai inovasi layanan guna mendukung percepatan transformasi digital di Indonesia.

XLSMART sendiri merupakan perusahaan telekomunikasi hasil penggabungan PT XL Axiata Tbk, PT Smartfren Telecom Tbk, dan PT Smart Telecom, yang kini mengusung semangat “Innovation with Heart” untuk memperluas akses konektivitas digital di Indonesia.(*)




Transformasi Digital Makin Cepat, Nokia dan Indosat Kembangkan 5G Berbasis AI

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Transformasi digital Indonesia memasuki babak baru. Nokia dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) resmi memperkuat kemitraan strategis untuk memodernisasi jaringan seluler nasional melalui pengembangan jaringan 5G berbasis kecerdasan buatan (AI).

Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas jaringan, tetapi juga menjadi langkah besar dalam membangun infrastruktur digital masa depan yang mengintegrasikan konektivitas dan kecerdasan buatan dalam satu ekosistem.

Dalam proyek tersebut, Nokia akan menjadi mitra teknologi utama yang mendukung implementasi 5G Radio Access Network (RAN) generasi terbaru di Indonesia, termasuk pemanfaatan spektrum frekuensi rendah dan frekuensi menengah untuk memperluas cakupan layanan.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas jaringan, memperkuat kualitas layanan digital, serta memberikan pengalaman internet yang lebih cepat, stabil, dan responsif bagi jutaan pelanggan Indosat di seluruh Indonesia.

Tak hanya itu, jaringan baru tersebut juga dirancang untuk mendukung berbagai layanan masa depan, mulai dari hiburan digital, gaming, layanan publik berbasis teknologi, hingga kebutuhan sektor industri dan korporasi yang semakin bergantung pada konektivitas berkecepatan tinggi.

AI dan 5G Disatukan dalam Satu Ekosistem

Salah satu aspek paling menarik dari kerja sama ini adalah pengembangan teknologi AI-RAN, sebuah konsep yang menggabungkan kecerdasan buatan langsung ke dalam infrastruktur jaringan telekomunikasi.

Dalam proyek ini, Nokia menggandeng NVIDIA untuk mengembangkan platform AI-RAN yang memungkinkan jaringan tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menjadi infrastruktur komputasi AI yang mampu menjalankan berbagai layanan cerdas secara real-time.

Ketiga perusahaan telah mencatat tonggak awal melalui keberhasilan panggilan AI-RAN pertama yang diperkenalkan pada Mobile World Congress 2026.

Tahap berikutnya adalah pelaksanaan uji coba lapangan di Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun 2026.

Melalui pengembangan tersebut, Nokia juga menyiapkan algoritma AI terbaru yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi penggunaan spektrum frekuensi dan optimalisasi performa jaringan.

Fondasi AI Grid untuk Indonesia

Indosat menyebut pengembangan jaringan 5G dan AI-RAN ini menjadi bagian penting dalam pembangunan AI Grid nasional, yakni infrastruktur yang menghubungkan pusat data AI dengan jaringan telekomunikasi untuk memperluas pemanfaatan kecerdasan buatan di berbagai sektor.

Teknologi ini diharapkan mampu mempercepat transformasi digital pada bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, layanan publik, hingga sektor ekonomi digital.

Pengembangan tersebut juga didukung keberadaan AI-RAN Innovation Center di Surabaya dan ekosistem NVIDIA AI Technology Center yang menjadi pusat kolaborasi pengembangan teknologi AI di Indonesia.

Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan transformasi jaringan yang sedang dibangun bertujuan menghadirkan pengalaman digital yang lebih relevan dan berkualitas bagi pelanggan.

Menurutnya, integrasi AI ke dalam jaringan telekomunikasi akan membuka peluang lahirnya inovasi digital baru sekaligus memperkuat upaya pemerataan akses teknologi di Indonesia.

“Melalui kolaborasi dengan Nokia dan NVIDIA, kami membangun fondasi jaringan terintegrasi AI yang mampu meningkatkan kualitas konektivitas sekaligus menghadirkan pengalaman digital yang lebih baik bagi masyarakat,” kata Vikram.

Sementara itu, Presiden dan CEO Nokia, Justin Hotard, menilai masa depan industri telekomunikasi akan ditentukan oleh kemampuan operator dalam menggabungkan konektivitas, kecerdasan buatan, dan efisiensi operasional dalam satu platform.

Menurutnya, investasi pada jaringan berbasis AI akan membuka peluang model bisnis baru sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi digital.

Di sisi lain, Senior Vice President Telecoms NVIDIA, Ronnie Vasishta, menyebut Indonesia berpotensi menjadi salah satu contoh implementasi AI-RAN terbesar di kawasan.

Ia mengatakan pengembangan tersebut akan menghadirkan jaringan yang tidak hanya menyediakan layanan komunikasi, tetapi juga mampu menjalankan aplikasi berbasis AI secara langsung di dalam infrastruktur telekomunikasi.

Target 80 Persen Jaringan Terjangkau 5G Menengah

Sebagai bagian dari modernisasi jaringan, Nokia akan menerapkan perangkat radio generasi terbaru Habrok dan Pandion, baseband Levante, Centralized RAN, serta sistem otomasi jaringan berbasis AI.

Dalam rencana pengembangannya, layanan 5G frekuensi rendah akan diterapkan secara luas di seluruh jaringan Indosat.

Sementara cakupan 5G frekuensi menengah ditargetkan menjangkau sekitar 80 persen jaringan dalam tiga setengah tahun mendatang.

Selain meningkatkan kualitas layanan, teknologi tersebut juga dirancang untuk menghemat konsumsi energi dan meningkatkan efisiensi operasional sehingga mendukung transformasi digital yang lebih berkelanjutan.

Kolaborasi Nokia, Indosat, dan NVIDIA menjadi salah satu proyek teknologi terbesar yang saat ini dikembangkan di Indonesia.

Proyek ini diyakini akan menjadi fondasi penting dalam mempercepat adopsi AI dan memperluas akses konektivitas digital bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.(*)