Wali Kota Alfin dan OJK Dorong Akses Keuangan untuk Pertumbuhan UMKM

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Sungai Penuh terus memperkuat akses keuangan daerah sebagai langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Komitmen tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Sungai Penuh, Alfin bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah melalui penguatan program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Program ini difokuskan untuk meningkatkan inklusi keuangan serta memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama TPAKD Kota Sungai Penuh sebagai bentuk sinergi lintas sektor antara berbagai lembaga keuangan, di antaranya Bank BNI, Pegadaian, Bank BSI, Bank BPR Kerinci, PNM ULaMM Syariah, Bank Jambi, Bank BRI, hingga Bank Mandiri.

Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pembiayaan daerah sehingga UMKM dapat berkembang lebih cepat dan berdaya saing.

Wali Kota Alfin menegaskan bahwa kerja sama antara pemerintah daerah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi fondasi penting dalam menyusun kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Melalui kolaborasi ini, kita harapkan lahir program-program yang konkret dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Sungai Penuh,” ujar Alfin.

Ia menambahkan, penguatan akses keuangan ini diharapkan menjadi motor penggerak kebangkitan UMKM serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah dan lembaga keuangan, Sungai Penuh menargetkan peningkatan signifikan dalam inklusi keuangan dan pertumbuhan sektor usaha mikro sebagai tulang punggung ekonomi lokal.(*)




OJK Dorong Keuangan Syariah Lebih Inklusif lewat GERAK Syariah 2025

Tangerang, SepucukJambi.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah guna mendukung perekonomian nasional serta kesejahteraan masyarakat.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menekankan pentingnya edukasi dan inovasi dalam industri keuangan syariah.

“Tugas kita bersama adalah memperkuat branding keuangan syariah agar semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya dalam pembukaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2025 di AEON Mall BSD City, Tangerang.

GERAK Syariah bertujuan meningkatkan literasi serta inklusi keuangan syariah, dengan memanfaatkan momentum Ramadan 1446 H. Friderica mendorong pelaku usaha jasa keuangan syariah untuk terus berinovasi guna memenuhi kebutuhan konsumen.

Baca Juga: Pinjol Ilegal Dominasi Kasus Keuangan Ilegal, OJK Gencarkan Edukasi Masyarakat

Baca Juga:Bangkit di Babak Kedua, Manchester United Tahan Imbang Everton 2-2

Pertumbuhan Keuangan Syariah

Keuangan syariah di Indonesia terus berkembang pesat. Per Desember 2024, pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,9% menjadi Rp643,5 triliun, dengan rasio NPF stabil di 2,12%. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat 10,1% menjadi Rp753,6 triliun. Sementara itu, market cap syariah mencapai Rp6.825,3 triliun (naik 11,1%), Asset Under Management (AUM) syariah tumbuh 18,2% menjadi Rp50,5 triliun, serta sukuk mencapai Rp1.682,9 triliun (naik 12,9%).

Pada sektor asuransi syariah, aset meningkat 5,8% menjadi Rp46,55 triliun, sementara pembiayaan perusahaan syariah tumbuh 11,3% menjadi Rp33,8 triliun.

Kolaborasi dan Rangkaian Kegiatan

GERAK Syariah 2025 merupakan kampanye kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia, Kementerian Agama, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), serta Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Kegiatan ini juga diselenggarakan serentak oleh 37 kantor OJK di daerah.

Rangkaian acara GERAK Syariah 2025 berlangsung hingga 31 Maret 2025, dengan dua program utama:

  • KOLAK (Kajian dan Obrolan Seputar Keuangan Syariah): mencakup webinar edukasi, podcast Ramadan, talkshow radio, dan School of Syariah.
  • KURMA (Kompetisi Keuangan Syariah di Bulan Ramadan): kompetisi edukatif untuk meningkatkan pemahaman keuangan syariah.

Pada GERAK Syariah 2024, terdapat 1.007 kegiatan literasi dan inklusi keuangan, dengan lebih dari 3 juta peserta edukasi dan 1,17 juta peserta inklusi keuangan. OJK berharap capaian tahun ini lebih besar, sehingga semakin banyak masyarakat merasakan manfaat keuangan syariah. (*)