Semifinal Piala Dunia 2026: Inggris Bidik Final, Argentina Andalkan Magis Messi

SEPUCUKJAMBI.ID – Rivalitas panjang Inggris dan Argentina kembali tersaji di panggung terbesar sepak bola dunia.

Kedua tim akan bertarung memperebutkan satu tiket menuju final Piala Dunia 2026 di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Kamis WIB.

Laga ini bukan sekadar perebutan tempat di partai puncak. Pertemuan Inggris kontra Argentina membawa sejarah panjang, gengsi besar, serta pertarungan dua generasi pemain bintang.

Pemenang duel ini sudah ditunggu Spanyol yang lebih dulu memastikan tiket final setelah menyingkirkan Prancis dengan kemenangan 2-0 melalui gol Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro.

Inggris Datang dengan Mental Comeback

Perjalanan Inggris menuju semifinal tidak berjalan mudah. Tim asuhan Thomas Tuchel harus melewati fase gugur dengan sejumlah laga penuh tekanan.

The Three Lions mengawali fase knockout dengan kemenangan dramatis 2-1 atas Republik Demokratik Kongo pada babak 32 besar.

Pada babak 16 besar, Inggris kembali menunjukkan mental juara setelah menundukkan tuan rumah Meksiko 3-2 meski harus bermain dengan 10 pemain.

Ujian berikutnya datang saat menghadapi Norwegia di perempat final.

Inggris sempat tertinggal sebelum Jude Bellingham tampil sebagai penyelamat lewat dua gol yang membawa kemenangan 2-1 setelah perpanjangan waktu.

Kemampuan membalikkan keadaan menjadi salah satu kekuatan utama Inggris sepanjang turnamen.

Namun, Thomas Tuchel menyadari tantangan menghadapi Argentina membutuhkan performa yang lebih sempurna.

Kane dan Bellingham Jadi Senjata Utama Inggris

Produktivitas Inggris sejauh ini bertumpu pada dua pemain utama: Harry Kane dan Jude Bellingham.

Keduanya telah mencetak masing-masing enam gol atau berkontribusi terhadap 12 dari total 13 gol Inggris sepanjang Piala Dunia 2026.

Bellingham bahkan sedang berada dalam performa terbaik setelah mencetak empat gol dalam dua pertandingan terakhir.

Sementara Kane tetap menjadi ancaman utama di lini depan dengan pengalaman dan ketajamannya di pertandingan besar.

Argentina Masih Bergantung pada Magis Messi

Sebagai juara bertahan, Argentina juga tidak melangkah mudah menuju semifinal.

Pasukan Lionel Scaloni harus melewati laga-laga dramatis sejak fase gugur.

Argentina mengalahkan Tanjung Verde 3-2 melalui perpanjangan waktu pada babak 32 besar.

Pada babak berikutnya, La Albiceleste menunjukkan mental juara dengan bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menundukkan Mesir 3-2.

Di perempat final, Argentina kembali harus bekerja keras sebelum memastikan kemenangan 3-1 atas Swiss melalui perpanjangan waktu.

Messi Jadi Ancaman Terbesar

Lionel Messi tetap menjadi pusat perhatian Argentina. Kapten berusia 39 tahun tersebut telah mencetak delapan gol dan berada dalam persaingan daftar pencetak gol terbanyak turnamen.

Meski tidak mencetak gol saat melawan Swiss, Messi tetap memainkan peran penting dengan memberikan assist untuk gol Alexis Mac Allister.

Namun, kekuatan Argentina tidak hanya bergantung pada Messi.

Sejumlah pemain lain juga sudah membuktikan mampu menjadi pembeda, dengan tujuh pemain Argentina lainnya turut mencetak gol sepanjang turnamen.

Sejarah Panjang Inggris vs Argentina

Pertandingan semifinal ini menjadi pertemuan keenam Inggris dan Argentina dalam sejarah Piala Dunia.

Inggris memenangkan dua pertemuan awal pada 1962 dan 1966.

Argentina kemudian membalas pada Piala Dunia 1986 melalui aksi legendaris Diego Maradona di perempat final.

Pada Piala Dunia 1998, Argentina kembali mengalahkan Inggris melalui drama adu penalti.

Sementara pertemuan terakhir di Piala Dunia 2002 menjadi milik Inggris dengan kemenangan 1-0 lewat penalti David Beckham.

Prediksi Laga: Efektivitas Jadi Kunci

Inggris memiliki modal kecepatan, fisik, serta ketajaman Kane dan Bellingham.

Di sisi lain, Argentina membawa pengalaman sebagai juara bertahan dan kreativitas Messi yang masih mampu mengubah jalannya pertandingan.

Dengan kedua tim sama-sama memiliki pengalaman memenangkan laga sulit melalui comeback dan perpanjangan waktu, semifinal ini berpotensi ditentukan oleh satu momen kecil: efektivitas penyelesaian akhir dan konsentrasi di menit-menit krusial.

Perkiraan Susunan Pemain

Inggris (4-2-3-1)
Jordan Pickford; Reece James, Ezri Konsa, Marc Guehi, Nico O’Reilly; Elliot Anderson, Declan Rice; Bukayo Saka, Jude Bellingham, Anthony Gordon; Harry Kane.

Argentina (4-1-2-1-2)
Emiliano Martinez; Nahuel Molina, Facundo Medina, Lisandro Martinez, Nicolas Tagliafico; Leandro Paredes; Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister; Enzo Fernandez; Julian Alvarez, Lionel Messi.(*)