Tol Jambi Padat Saat Arus Balik Tahun Baru 2026, Ini Data Hutama Karya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Arus balik Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 membawa lonjakan signifikan volume kendaraan di Jalan Tol Jambi, khususnya pada ruas Tol Betung–Tempino Jambi (Bayung Lencir–Tempino).

PT Hutama Karya (Persero) mencatat peningkatan trafik yang cukup mencolok pada Jumat, 2 Januari 2026.

Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menuju kawasan perkotaan dan pusat aktivitas ekonomi di Provinsi Jambi.

Berdasarkan data resmi Hutama Karya, ruas tol penghubung Sumatera Selatan–Jambi tersebut dilintasi 7.944 kendaraan, atau melonjak 56,90 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal.

Kenaikan ini menempatkan Jalan Tol Jambi sebagai salah satu ruas dengan pertumbuhan trafik tertinggi selama fase arus balik Nataru di Jalan Tol Trans Sumatera.

Lonjakan kendaraan di Tol Jambi mencerminkan peran strategis ruas ini sebagai akses utama logistik dan perjalanan antarkota.

Terutama bagi pengguna dari arah Palembang menuju Jambi dan sekitarnya.

Total Trafik JTTS Naik 45 Persen

Secara keseluruhan, Hutama Karya mencatat total trafik harian mencapai 136.612 kendaraan di seluruh ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang telah beroperasi.

Angka ini meningkat 45,03 persen dibandingkan volume lalu lintas normal.

Selain Jalan Tol Jambi, sejumlah ruas lain juga mengalami kenaikan signifikan, antara lain:

  • Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat mencatat 32.941 kendaraan atau naik 84,06 persen

  • Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 2–6 naik 105,48 persen dengan 6.604 kendaraan

  • Tol Indrapura–Kisaran meningkat 68,07 persen dengan 14.543 kendaraan

Sementara itu, ruas Tol Padang–Sicincin justru mengalami penurunan trafik akibat terputusnya konektivitas menuju Bukittinggi.

Ruas Tol Fungsional Selama Nataru

Untuk mendukung kelancaran arus Nataru, beberapa ruas tol juga dioperasikan secara fungsional. Pada 2 Januari 2026, Hutama Karya mencatat:

  • Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 (Seulimeum–Padang Tiji) dilintasi 2.814 kendaraan

  • Tol Palembang–Betung (Kramasan–Pangkalan Balai) mencatat 3.079 kendaraan

Pengoperasian fungsional ini dinilai efektif dalam mengurai kepadatan lalu lintas, terutama pada jalur non-tol yang sebelumnya rawan kemacetan.

Imbauan Pengguna Jalan Tol Jambi

Seiring masih berlangsungnya arus balik, Hutama Karya mengimbau pengguna Jalan Tol Jambi untuk:

  • Merencanakan perjalanan dengan matang

  • Mematuhi rambu dan batas kecepatan

  • Menjaga jarak aman antar kendaraan

  • Memanfaatkan rest area untuk beristirahat

Pengguna juga diingatkan memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima demi keselamatan bersama.

Sebagai operator JTTS, Hutama Karya menegaskan komitmennya dalam menjaga kelancaran lalu lintas melalui kesiapan petugas, sarana pendukung, serta koordinasi lintas instansi selama periode Nataru.(*)




Konstruksi Tol Palembang–Betung Capai 85 Persen, Jadi Penghubung Penting Sumsel

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID — PT Hutama Karya (Persero) terus mempercepat pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 1 dan 2 (Kramasan–Pangkalan Balai) sepanjang 55,5 km, yang menjadi kelanjutan Tol Kayu Agung–Palembang.

Hingga akhir Oktober 2025, progres konstruksi telah mencapai 85,74%.

Ruas ini nantinya menghubungkan Gerbang Kramasan hingga Gerbang Tol Pangkalan Balai dan memperkuat konektivitas di Sumatera Selatan.

Pembangunan ruas ini menghadapi tantangan besar karena trase harus melewati Sungai Musi, salah satu jalur logistik dan transportasi air terpenting di Sumatera Selatan.

“Melintasi Sungai Musi menjadi tantangan kompleks, baik dari aspek teknis maupun keselamatan. Selain sungai besar, area ini merupakan pusat aktivitas logistik masyarakat,” ujar EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Hutama Karya menerapkan metode Box Balance Cantilever untuk pembangunan jembatan utama sepanjang 380 meter.

Teknik ini memungkinkan struktur dibangun bertahap dari dua sisi secara seimbang, menggunakan pengecoran segmen demi segmen hingga kedua sisi bertemu presisi di tengah.

Metode ini dipilih untuk menjaga stabilitas konstruksi dan memastikan aktivitas lalu lintas di Sungai Musi tetap aman dan tidak terganggu.

“Dengan metode ini, lalu lintas sungai tetap berjalan normal sekaligus menjaga keamanan pekerja dan lingkungan, ” tambah Mardiansyah.

Total panjang Tol Palembang–Betung adalah 70,19 km, terbagi menjadi:

  • Seksi 1 Palembang–Rengas: 22,50 km

  • Seksi 2 Rengas–Pangkalan Balai: 33 km

  • Seksi 3 Pangkalan Balai–Betung: 14,69 km

Proyek ini merupakan bagian penting dari percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang terus dikembangkan untuk pemerataan konektivitas dan penguatan ekonomi regional.

Hutama Karya berharap kehadiran tol ini memberikan dampak langsung bagi masyarakat Sumatera Selatan.

Ruas ini diharapkan mempercepat waktu tempuh Palembang–Banyuasin, memperlancar arus distribusi logistik, mendorong pertumbuhan pusat ekonomi baru dan endukung mobilitas harian warga secara lebih efisien.

“Kami berkomitmen terus berinovasi menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya menghubungkan, tetapi membawa perubahan nyata bagi masyarakat,” kata dia.

“Setiap ruas tol harus memberikan manfaat langsung dan mendorong kemajuan daerah,” tutup Mardiansyah.

Hutama Karya telah membangun ±1.235 km JTTS, baik yang sudah beroperasi maupun dalam tahap konstruksi.

Ruas yang sudah operasional antara lain:

  • Bakauheni – Terbanggi Besar (140 km)

  • Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (189 km)

  • Palembang – Indralaya (22 km)

  • Indralaya – Prabumulih (64 km)

  • Betung – Jambi Seksi 3 (52,1 km)

  • Bengkulu – Taba Penanjung (16,7 km)

  • Pekanbaru – Dumai (132 km)

  • Medan – Binjai (17 km)

  • Binjai – Pangkalan Brandan (58 km)

  • Pekanbaru – XIII Koto Kampar (55,4 km)

  • Padang – Sicincin (35,4 km)

  • Indrapura – Kisaran (48 km)

  • Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Sinaksak (91 km)

  • Sigli – Banda Aceh Seksi 2–6 (49 km).(*)




JTTS Permudah Akses dan Percepat Logistik, Sumatera Kini Lebih Dekat

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sebagai infrastruktur vital yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan konektivitas di Pulau Sumatra.

Sejalan dengan semangat Hari Perhubungan Nasional 2025 bertema Bakti Transportasi untuk Negeri, kehadiran JTTS tak hanya mempercepat waktu tempuh.

Tetapi juga menghubungkan pusat-pusat ekonomi strategis serta membuka ruang tumbuhnya sektor UMKM, logistik, dan pariwisata lokal.

“JTTS menjadi simpul konektivitas vital dan katalisator ekonomi di Sumatra. Selain memangkas waktu dan biaya logistik, tol ini juga mendorong pertumbuhan UMKM dan daya saing daerah,” ungkap Adjib Al Hakim, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Kamis (25/9/2025).

Banyak pelaku usaha mengaku merasakan dampak langsung dari keberadaan JTTS.

Salah satunya Eka, pengusaha ekspedisi asal Pekanbaru.

“Dulu biaya bahan bakar tinggi dan pengiriman tidak pasti. Sekarang lebih hemat dan waktu kirim lebih singkat. Klien kami juga puas,” jelasnya.

Sementara itu, M. Fikhri Johar, warga Dumai, mengungkapkan bahwa perjalanan Pekanbaru–Dumai kini hanya memakan waktu sekitar 1,5–2 jam, jauh lebih singkat dibanding sebelumnya yang bisa mencapai 5–7 jam.

Hingga kini, Hutama Karya telah mengoperasikan 791,85 km ruas JTTS, menghubungkan berbagai kota dan kabupaten penting di Sumatra.

Selain mempercepat akses, Hutama Karya juga mengembangkan pelayanan digital melalui aplikasi HK Toll Apps, CCTV live monitoring, hingga fasilitas pendukung seperti:

  • Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)

  • Ruang laktasi

  • Ladies parking

  • Area bermain anak

  • Tenant UMKM lokal (lebih dari 50% ruang di rest area dialokasikan khusus untuk pelaku UMKM)

Sebagai bagian dari upaya memperluas pemanfaatan jalan tol, Hutama Karya meluncurkan kampanye Sumatera Sudah Dekat, menekankan bahwa JTTS bukan sekadar infrastruktur, tapi simbol aksesibilitas dan pemerataan ekonomi.

“Sumatra kini lebih terhubung, lebih cepat dijangkau, dan punya peluang besar untuk tumbuh bersama. Ini bentuk nyata Bakti Transportasi untuk Negeri,” tutup Adjib.(*)