Jangan Asal Makan, Ini Pola Makan Sehat yang Dianjurkan untuk Sehari-hari

SEPUCUKJAMBI.ID – Pola makan sehat tidak hanya ditentukan dari jenis makanan yang dikonsumsi, tetapi juga cara makan yang diterapkan setiap hari.

Kebiasaan makan yang kurang tepat dapat memengaruhi sistem pencernaan, metabolisme tubuh, hingga meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.

Karena itu, penting untuk memahami pola makan yang baik agar nutrisi dapat diserap tubuh secara optimal dan kesehatan tetap terjaga dalam jangka panjang.

Berikut beberapa cara makan sehat yang bisa mulai diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

1. Konsumsi Makanan Sesuai Porsi

Makan dalam jumlah berlebihan dapat membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat dan memicu kenaikan berat badan.

Mengatur porsi makan sesuai kebutuhan tubuh menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan.

2. Biasakan Mengunyah Makanan Perlahan

Mengunyah makanan secara perlahan membantu proses pencernaan berjalan lebih baik.

Selain itu, kebiasaan ini membuat tubuh lebih cepat merasakan kenyang sehingga dapat mencegah makan berlebihan.

3. Jangan Melewatkan Waktu Makan

Melewatkan makan, terutama sarapan, bisa membuat tubuh kekurangan energi dan meningkatkan rasa lapar di waktu berikutnya.

Kondisi ini sering memicu konsumsi makanan berlebihan.

4. Perbanyak Asupan Makanan Bergizi

Pilih makanan dengan nutrisi seimbang seperti sayur, buah, protein, serta karbohidrat kompleks agar kebutuhan gizi harian tubuh tetap terpenuhi.

5. Minum Air Putih yang Cukup

Air putih memiliki peran penting dalam menjaga metabolisme tubuh dan membantu proses pencernaan.

Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan memenuhi kebutuhan cairan setiap hari.

6. Kurangi Konsumsi Gula dan Lemak Berlebih

Makanan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh sebaiknya dibatasi karena dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, hingga penyakit jantung.

7. Hindari Makan Terlalu Larut Malam

Makan terlalu dekat dengan waktu tidur dapat membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat dan berpotensi mengganggu kualitas tidur.

8. Fokus Saat Sedang Makan

Hindari kebiasaan makan sambil bermain ponsel atau menonton televisi.

Fokus saat makan membantu tubuh lebih sadar terhadap rasa kenyang sehingga pola makan lebih terkontrol.

Menerapkan kebiasaan makan sehat secara konsisten dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan tubuh.

Selain menjaga berat badan tetap ideal, pola makan yang baik juga membantu meningkatkan kualitas hidup dan menjaga tubuh tetap bugar setiap hari.(*)




Poliklinik Tutup 7 Hari, IGD RSUD Sarolangun Tetap Buka 24 Jam di Momen Mudik Lebaran

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, RSUD Prof. Dr. H.M. Chatib Quzwain melakukan penyesuaian jadwal pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Direktur rumah sakit, Bambang Hermanto, menyampaikan bahwa layanan poliklinik atau rawat jalan akan ditutup sementara selama periode libur Lebaran.

Penutupan layanan poliklinik dijadwalkan berlangsung mulai 18 hingga 24 Maret 2026. Layanan tersebut akan kembali dibuka dan beroperasi normal pada 25 Maret 2026.

Kebijakan ini dilakukan sebagai bentuk penyesuaian operasional selama masa libur Hari Raya Idulfitri.

Meski layanan rawat jalan ditutup sementara, pihak rumah sakit memastikan bahwa Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap beroperasi penuh selama 24 jam.

Layanan ini disiapkan untuk menangani kondisi darurat sehingga masyarakat tetap dapat memperoleh penanganan medis kapan pun dibutuhkan.

Manajemen rumah sakit mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan jadwal kunjungan layanan kesehatan selama periode libur Lebaran.

Selain itu, pihak RSUD juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri kepada seluruh masyarakat.

Momentum Lebaran diharapkan tetap berjalan dengan aman dan sehat, dengan dukungan layanan kesehatan yang tetap siaga untuk kondisi darurat.(*)




Tidur Lebih Nyaman dan Sehat, Ini Jadwal Ideal Mengganti Sprei

SEPUCUKJAMBI.ID -Tidur berkualitas tidak hanya ditentukan oleh durasi dan posisi tubuh, tetapi juga oleh kebersihan tempat tidur.

Tanpa disadari, sprei yang digunakan setiap malam menyimpan berbagai partikel tak kasat mata mulai dari keringat, minyak tubuh, sel kulit mati, hingga mikroorganisme seperti bakteri dan tungau debu.

Jika jarang diganti, sprei bisa berubah menjadi sumber gangguan kesehatan.

Menurut berbagai kajian kebersihan dan kesehatan lingkungan, sprei idealnya diganti dan dicuci minimal satu kali dalam seminggu.

Kebiasaan ini dinilai paling aman untuk menjaga kebersihan kulit, kualitas udara saat tidur, serta kesehatan saluran pernapasan.

Selama tujuh hari pemakaian, tubuh manusia dapat melepaskan jutaan sel kulit mati yang kemudian menempel di kain sprei.

Dalam kondisi tertentu, frekuensi mengganti sprei bahkan dianjurkan lebih sering.

Tinggal di daerah beriklim panas atau lembap, mudah berkeringat di malam hari, atau tidur dengan pendingin ruangan yang kurang optimal bisa mempercepat penumpukan kotoran di tempat tidur.

Pada situasi ini, mengganti sprei setiap 4–5 hari dinilai lebih ideal.

Tak hanya faktor lingkungan, kondisi pribadi juga memengaruhi jadwal penggantian sprei.

Orang dengan riwayat alergi, asma, atau kulit sensitif cenderung lebih rentan terhadap tungau debu.

Sprei yang jarang dicuci bisa memicu bersin, hidung tersumbat, mata gatal, hingga iritasi kulit saat bangun tidur.

Kebiasaan sehari-hari pun ikut berperan. Makan di atas tempat tidur, tidur tanpa pakaian, atau membiarkan hewan peliharaan naik ke kasur meningkatkan jumlah bakteri dan kotoran yang menempel di kain.

Dalam kondisi ini, sprei sebaiknya diganti lebih sering dari jadwal normal.

Saat tubuh sedang sakit, seperti demam atau flu, kebersihan sprei menjadi semakin penting.

Mencuci sprei setiap beberapa hari dapat membantu mencegah bakteri dan virus bertahan di kain, sekaligus mengurangi risiko infeksi ulang setelah tubuh mulai pulih.

Meski ada yang merasa mengganti sprei dua minggu sekali masih nyaman, para pakar menilai interval tersebut merupakan batas maksimum, bukan kebiasaan ideal terutama jika kasur digunakan setiap hari.

Selain sprei, sarung bantal (pillowcase) juga perlu perhatian khusus. Karena bersentuhan langsung dengan wajah dan rambut, sarung bantal lebih cepat menyerap minyak alami kulit, keringat, dan sisa produk perawatan wajah.

Banyak ahli menyarankan sarung bantal dicuci dua kali seminggu, khususnya bagi pemilik kulit sensitif atau berjerawat.

Pada akhirnya, rutinitas mengganti sprei bukan sekadar soal kebersihan visual atau aroma segar.

Kebiasaan sederhana ini berperan besar dalam menjaga kesehatan kulit, kualitas tidur, dan kenyamanan bernapas sepanjang malam.

Tidur di sprei bersih dapat membantu tubuh beristirahat lebih optimal dan bangun dengan perasaan lebih segar.(*)