Peringatan Dini Cuaca Jambi Sore Ini, Batanghari hingga Tanjab Timur Berpotensi Hujan Lebat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Warga di sejumlah wilayah Provinsi Jambi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang pada Minggu, 20 September 2026.

Berdasarkan update peringatan dini cuaca Jambi pukul 16.29 WIB, kondisi tersebut berpotensi terjadi mulai sekitar pukul 16.39 WIB.

Sejumlah wilayah yang masuk dalam peringatan dini meliputi:

  • Kabupaten Batanghari: Muara Bulian dan Pemayung.

  • Kabupaten Muaro Jambi: Kumpeh Ulu.

  • Kabupaten Tanjung Jabung Barat: Senyerang.

  • Kabupaten Tanjung Jabung Timur: Mendahara Ulu dan Geragai.

Potensi cuaca buruk tersebut juga dapat meluas ke sejumlah wilayah lainnya.

Potensi Meluas ke Wilayah Lain

Wilayah yang berpotensi terdampak perluasan meliputi Bajubang di Kabupaten Batanghari.

Sementara di Kabupaten Muaro Jambi, potensi perluasan mencakup Sekernan, Maro Sebo, Sungai Gelam, dan Taman Rajo serta wilayah sekitarnya.

Kondisi cuaca tersebut diperkirakan masih dapat berlangsung hingga sekitar pukul 19.00 WIB.

Waspadai Petir dan Angin Kencang

Selain hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, masyarakat perlu mewaspadai kemungkinan munculnya kilat atau petir serta angin kencang selama periode cuaca buruk.

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak disarankan meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.

Pengendara juga perlu berhati-hati karena hujan lebat dapat mengurangi jarak pandang dan membuat kondisi jalan menjadi lebih licin.

Pembaruan ini merupakan peringatan dini pada pukul 16.29 WIB dan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer di wilayah Jambi.(*)




BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem di Jambi Malam Ini, Waspada Petir dan Angin Kencang

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Peringatan dini cuaca dikeluarkan untuk wilayah Provinsi Jambi pada Kamis (19 Maret 2026) malam, dengan potensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, serta angin kencang.

Berdasarkan informasi pada pukul 21.35 WIB, kondisi cuaca ekstrem diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 21.45 WIB dan berpotensi melanda sejumlah wilayah di beberapa kabupaten di Jambi.

Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Kabupaten Merangin, khususnya Kecamatan Pamenang dan Tabir Ilir. Di Kabupaten Sarolangun, potensi cuaca buruk meliputi wilayah Air Hitam dan Bathin VIII.

Sementara itu, di Kabupaten Batanghari, sejumlah kecamatan seperti Mersam, Muara Tembesi, Muara Bulian, Batin XXIV, Maro Sebo Ulu, dan Maro Sebo Ilir juga diperkirakan mengalami hujan lebat disertai petir.

Cuaca serupa juga berpotensi terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, meliputi wilayah Pengabuan, Betara, Tebing Tinggi, Bram Itam, hingga Kuala Betara.

Di Kabupaten Bungo, hampir seluruh kecamatan seperti Tanah Tumbuh, Rantau Pandan, Pasar Muaro Bungo, Tanah Sepenggal, hingga wilayah Bathin III dan Rimbo Tengah turut masuk dalam daerah yang berpotensi terdampak.

Selain itu, Kabupaten Tebo juga menjadi wilayah yang perlu diwaspadai, mencakup Tebo Tengah, Tebo Ilir, Rimbo Bujang, Sumay, Rimbo Ulu, hingga Muara Tabir dan sekitarnya.

Perkembangan cuaca ini juga diperkirakan dapat meluas ke beberapa wilayah lain seperti Kecamatan Sarolangun, Pauh, dan Mandiangin di Kabupaten Sarolangun, serta Pemayung dan Bajubang di Kabupaten Batanghari.

Di Kabupaten Muaro Jambi, wilayah Sekernan juga berpotensi mengalami hujan lebat.

Sementara di Tanjung Jabung Barat, daerah seperti Tungkal Ulu, Merlung, Batang Asam, hingga Muara Papalik juga perlu meningkatkan kewaspadaan.

Kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga sekitar pukul 01.06 WIB dini hari.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi dampak yang ditimbulkan, seperti genangan air, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas perjalanan.

Masyarakat diharapkan dapat menghindari aktivitas di luar ruangan saat terjadi hujan lebat disertai petir, serta memastikan keamanan lingkungan sekitar.

Selain itu, penting untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca terbaru dari sumber resmi guna mengantisipasi risiko yang lebih besar.(*)




Siaga Karhutla Dicabut, BPBD Jambi Alihkan Fokus Hadapi Bencana Hidrometeorologi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Provinsi Jambi resmi mengakhiri status darurat siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada 31 Oktober 2025.

Saat ini, fokus penanganan bencana bergeser pada kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi basah seiring meningkatnya curah hujan dan potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah Jambi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, menjelaskan bahwa perubahan status ini mengikuti hasil evaluasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang menyatakan bahwa wilayah Jambi telah memasuki awal musim hujan.

“Wilayah Jambi sudah mulai memasuki musim hujan. Status siaga Karhutla resmi berakhir dan kita beralih ke status kesiapsiagaan hidrometeorologi basah,” ujar Bachyuni, Sabtu (1/11).

Ancaman bencana kini bergeser dari kebakaran hutan dan lahan ke banjir, tanah longsor, serta angin kencang.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan, banjir, tanah longsor, dan gangguan transportasi akibat cuaca ekstrem.

Warga diharapkan berhati-hati terutama di wilayah dengan kondisi tanah labil dan daerah aliran sungai.(*)