Teknologi Motor Honda Makin Canggih, Siswa SMKN 3 Bungo Dibekali Skill Standar Industri

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID — Dunia kerja otomotif tidak lagi cukup mengandalkan kemampuan bongkar-pasang mesin.

Perkembangan teknologi sepeda motor membuat teknisi dituntut memahami sistem elektronik, melakukan diagnosis secara tepat hingga mampu menggunakan perangkat khusus sesuai standar pabrikan.

Kebutuhan kompetensi tersebut mulai diperkenalkan secara langsung kepada siswa Program Keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM) SMK Negeri 3 Bungo melalui program Guru Tamu Industri yang digelar bersama PT Sinar Sentosa Primatama (Sinsen), Main Dealer sepeda motor Honda di Provinsi Jambi.

Dalam kegiatan tersebut, instruktur dari Sinsen membawa materi Advance Technology Honda.

Para siswa tidak hanya mendapatkan teori mengenai teknologi sepeda motor terbaru, tetapi juga diperkenalkan dengan cara kerja, prosedur diagnosis, penggunaan special tools dan standar pelayanan yang diterapkan jaringan bengkel resmi Honda atau AHASS.

Langkah ini menjadi penting karena teknologi sepeda motor semakin kompleks.

Sistem injeksi, fitur keselamatan elektronik hingga teknologi elektrifikasi membuat kebutuhan terhadap tenaga kerja otomotif dengan kompetensi spesifik semakin besar.

Dari PGM-FI hingga Teknologi Elektrifikasi

Sejumlah teknologi yang diperkenalkan kepada siswa mencakup PGM-FI (Programmed Fuel Injection), Honda Selectable Torque Control (HSTC), Honda Smart Key System, Assist & Slipper Clutch, Emergency Stop Signal (ESS) dan sistem pengereman ABS.

Siswa juga mendapatkan pengenalan mengenai teknologi elektrifikasi pada sepeda motor Honda.

Materi tersebut memberi gambaran bahwa pekerjaan teknisi modern tidak berhenti pada pemeriksaan komponen mekanis.

Kemampuan membaca gejala kerusakan, memahami sistem kendaraan dan melakukan diagnosis sesuai prosedur menjadi bagian penting dari kompetensi teknisi.

Di sisi lain, pengenalan special tools dan standar AHASS memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan kondisi kerja sebenarnya.

Dengan pendekatan seperti ini, siswa dapat mengetahui sejak di bangku sekolah bahwa standar pekerjaan di industri memiliki prosedur yang harus dipatuhi, terutama terkait ketepatan diagnosis, penggunaan peralatan dan kualitas pelayanan kepada konsumen.

Menjembatani Sekolah dan Dunia Kerja

Program Guru Tamu tersebut merupakan bagian dari implementasi Link and Match antara SMK binaan Honda dan dunia industri.

Konsep ini diarahkan untuk memperkecil jarak antara kompetensi yang dipelajari di sekolah dengan kebutuhan tenaga kerja di lapangan.

Bagi pendidikan vokasi, keterlibatan industri menjadi salah satu cara agar materi pembelajaran tidak tertinggal dari perkembangan teknologi.

Kepala SMK Negeri 3 Bungo, Agus Supriyanto, mengatakan kehadiran instruktur industri memberikan pengalaman berbeda bagi siswa karena mereka dapat memperoleh informasi langsung mengenai teknologi yang digunakan dalam dunia kerja.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Sinar Sentosa Primatama yang secara konsisten memberikan pembelajaran berbasis industri kepada siswa kami,” ujar Agus.

Menurut dia, pembelajaran langsung dari praktisi industri diharapkan dapat membantu meningkatkan kompetensi lulusan sehingga lebih siap menghadapi persaingan di sektor otomotif.

Kolaborasi tersebut tidak hanya dilakukan melalui program Guru Tamu.

Penguatan pendidikan vokasi Honda di Jambi juga mencakup pengembangan kurikulum, Teaching Factory atau AHASS TEFA serta peningkatan kompetensi siswa yang disesuaikan dengan standar industri.

Sinsen Dorong Siswa Punya Pola Pikir Industri

General Manager Service & Part PT Sinar Sentosa Primatama, Erwin Susanto, mengatakan percepatan perkembangan teknologi sepeda motor membuat peningkatan kompetensi guru dan siswa harus dilakukan secara berkelanjutan.

“Melalui program Guru Tamu ini, kami ingin menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi Honda saat ini,” kata Erwin.

Ia menilai siswa perlu memiliki lebih dari sekadar pemahaman teori.

Mereka juga perlu dibekali pola pikir industri, kemampuan diagnosis dan pemahaman terhadap prosedur kerja yang berlaku di jaringan AHASS.

Bagi Sinsen, kolaborasi dengan sekolah vokasi menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri otomotif.

Semangat tersebut sejalan dengan konsep Sinergi Bagi Negeri yang menjadi landasan perusahaan dalam membangun kerja sama dengan dunia pendidikan.

Siswa Dihadapkan pada Teknologi yang Mereka Temui di Dunia Kerja

Antusiasme siswa terlihat selama sesi berlangsung. Mereka aktif berdiskusi dengan instruktur, mengajukan pertanyaan hingga mengikuti demonstrasi teknologi.

Interaksi semacam ini memberikan ruang bagi siswa untuk menghubungkan teori yang dipelajari di sekolah dengan aplikasi teknologi pada sepeda motor yang digunakan konsumen.

Bagi siswa TSM, pengalaman tersebut juga dapat menjadi gambaran awal mengenai tuntutan pekerjaan setelah lulus.

Teknisi dituntut mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus menjaga ketepatan prosedur dalam menangani kendaraan.

Kolaborasi SMKN 3 Bungo dan Sinsen pada akhirnya bukan hanya soal memperkenalkan fitur baru sepeda motor Honda.

Lebih jauh, program tersebut menunjukkan bahwa pendidikan vokasi dituntut bergerak mengikuti perubahan industri.

Ketika kendaraan semakin mengandalkan sistem elektronik, fitur keselamatan dan teknologi elektrifikasi, kompetensi tenaga kerja juga harus ikut berubah.

Tantangannya kini bukan hanya mencetak lulusan yang bisa memperbaiki sepeda motor, tetapi menyiapkan teknisi yang mampu mendiagnosis, memahami teknologi dan bekerja sesuai standar industri.(*)




Dominasi Yamaha Tak Terbendung, Sabet 7 Gelar Bergengsi di Otomotif Award 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Yamaha Indonesia kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu produsen sepeda motor terdepan di Tanah Air.

Dalam ajang Otomotif Award 2026, Yamaha sukses memboyong tujuh penghargaan dari berbagai kategori, sekaligus mempertegas dominasinya sebagai merek yang konsisten meraih penghargaan terbanyak dalam beberapa tahun terakhir.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa berbagai produk Yamaha mampu menjawab kebutuhan konsumen Indonesia yang terus berkembang, baik dari sisi teknologi, desain, performa maupun fitur pendukung mobilitas modern.

Deputy Director Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Takaaki Hirama, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan kepada jajaran produk Yamaha dalam ajang bergengsi tersebut.

Menurutnya, penghargaan yang diraih menjadi motivasi bagi Yamaha untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta mampu menciptakan standar baru di pasar sepeda motor Indonesia.

Aerox Alpha Turbo dan XMAX Connected Jadi Andalan

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri Otomotif Award 2026, sejumlah produk Yamaha berhasil menjadi yang terbaik di kelasnya masing-masing.

Pada kategori skutik menengah, Aerox Alpha Turbo berhasil meraih gelar Best Medium Skutik 150-160cc.

Motor ini dinilai unggul berkat desain sporty yang agresif, teknologi YECVT, serta beragam fitur modern yang banyak diminati kalangan muda.

Sementara di kelas skutik premium, XMAX Connected kembali mempertahankan reputasinya dengan meraih penghargaan Best High Skutik 250-300cc.

Skutik bongsor andalan Yamaha tersebut dikenal menggabungkan performa mesin Blue Core 250cc, kenyamanan berkendara, serta teknologi konektivitas yang canggih.

Grand Filano dan Gear Ultima Hybrid Ikut Bersinar

Dominasi Yamaha di segmen skutik juga diperkuat oleh Grand Filano Hybrid Connected yang sukses meraih penghargaan Best Medium Retro Skutik 110-125cc.

Motor bergaya retro modern ini mendapat apresiasi berkat desain elegan yang dipadukan dengan teknologi Blue Core Hybrid yang efisien dan ramah penggunaan harian.

Selain itu, Gear Ultima 125 Hybrid dinobatkan sebagai Best Low Skutik 110-125cc.

Motor ini dinilai unggul karena memiliki fitur utilitas yang lengkap, kapasitas angkut yang memadai, serta mesin hybrid yang irit bahan bakar dan cocok digunakan untuk kebutuhan keluarga.

Yamaha Tunjukkan Kekuatan di Segmen Motor Sport

Tidak hanya mendominasi kategori skutik, Yamaha juga berhasil mencuri perhatian di segmen motor sport.

XSR 155 kembali meraih penghargaan Best Sport Retro 150-175cc berkat kombinasi desain klasik dan teknologi modern yang menjadi daya tarik utama di pasar motor retro.

Kemudian WR 155 R berhasil mempertahankan statusnya sebagai salah satu motor dual purpose terbaik dengan meraih gelar Best Low Dual Purpose.

Sementara MT-25 sukses menyabet penghargaan Best Sport Naked 250cc berkat karakter Hyper Naked yang agresif, performa mesin yang responsif, serta handling yang lincah untuk berbagai kondisi jalan.

Daftar Lengkap Penghargaan Yamaha di Otomotif Award 2026

  • Best Medium Skutik 150-160cc : Aerox Alpha Turbo
  • Best High Skutik 250-300cc : XMAX Connected
  • Best Medium Retro Skutik 110-125cc : Grand Filano Hybrid Connected
  • Best Low Skutik 110-125cc : Gear Ultima 125 Hybrid
  • Best Sport Retro 150-175cc : XSR 155
  • Best Low Dual Purpose : WR 155 R
  • Best Sport Naked 250cc : MT-25

Keberhasilan meraih tujuh penghargaan sekaligus menjadi bukti konsistensi Yamaha dalam menghadirkan produk berkualitas di berbagai segmen pasar.

Dengan inovasi yang terus dikembangkan, Yamaha optimistis dapat terus memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia sekaligus mendukung gaya hidup berkendara yang semakin dinamis.(*)




MENAGIH DAULAT INDUSTRI : REORIENTASI SUBSIDI MENUJU INDONESIA HUB BUS LISTRIK DUNIA

​Oleh: Dr. Benny Nurdin Yusuf, M.H.

​Berhenti Menjadi Bangsa Penikmat

​Sudah saatnya kita menyudahi peran sebagai penonton di tengah gegap gempita revolusi otomotif global.

Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar yang haus konsumsi, melainkan harus hadir sebagai episentrum kekuatan baru.

Mari kita balik logikanya: “Hentikan subsidi kepemilikan kendaraan pribadi, alihkan menjadi modal industri transportasi massal.”

Biarkan dunia sibuk membanjiri pasar dengan kendaraan listrik personal, namun pastikan setiap bus listrik yang melintas di kota-kota besar dunia membawa identitas: Made in Indonesia.

Inilah manifestasi hakiki dari kedaulatan sektor otomotif kita. Negara wajib hadir memenuhi mandat konstitusional untuk mobilitas rakyat yang aman.

Keberpihakan pada transportasi massal bukan sekadar urusan mengurai macet, melainkan tentang harga diri bangsa dan tanggung jawab moral menyelamatkan nyawa.

Ingatlah, di balik dinginnya statistik, ada 3 hingga 4 nyawa anak bangsa yang melayang sia-sia di jalan raya setiap jamnya.

​Paradoks Lumbung Nikel: Antara Hilirisasi dan Ilusi Subsidi

​Indonesia hari ini berdiri di atas tumpukan “emas hijau”. Sebagai pemilik cadangan nikel terbesar di dunia, kita adalah pemegang kunci transisi energi global.

Namun, sebuah ironi besar sedang terjadi: negara lumbung energi ini justru dijebak menjadi pasar konsumsi bagi kendaraan listrik (EV) asing.

Alih-alih membangun sebuah peradaban angkutan massal, Pemerintah tengah merencanakan kucuran subsidi sebesar Rp30 triliun untuk motor listrik pribadi.

Mungkin terdengar seperti angin segar bagi individu.

Namun, dibalik itu ini sebuah alarm kuat bagi ketahanan transportasi nasional, dalam menjaga ekosistem transportasi jalan di Indonesia.

Kebijakan rencana subsidi motor listrik dengan angka fantastis (30 teilliun) berisiko melanggengkan dominasi roda dua yang populasinya telah mencapai ±140 juta unit (85% dari total kendaraan), sementara populasi bus kita masih mengenaskan di angka kurang dari 1%.

Kita sedang terjebak dalam kebijakan yang hanya mengganti polusi dengan “kemacetan yang lebih canggih”, Sudah seharusnya kita keluar dari ketergantungan kendaraan pribadi dan membangun peradaban transportasi publik yang bermartabat dan berkeadilan.

Menggugat Subsidi: Memperlebar Lubang Maut?

Pertanyaan besarnya: apakah kucuran subsidi kendaraan listrik ini benar-benar sebuah manifestasi Etika Lingkungan, atau justru sekadar kedok kapitalisme yang memperdalam jurang kesenjangan antara privilese kendaraan pribadi dan keterpurukan angkutan umum?

Jika kebijakan ini terus dipaksakan, kita bukan sedang menyelamatkan bumi, melainkan sedang mempertaruhkan keselamatan di jalan raya atas nama transisi energi.

Berdasarkan fakta di lapangan yang cukup mengerikan, bahwa sepeda motor menyumbang 75% angka kecelakaan lalu lintas.

Dengan fatalitas mencapai 30.000 jiwa per tahun, mayoritas korban berada pada usia produktif (15–40 tahun).

Subsidi motor listrik tanpa pembenahan sistemik hanya mengubah konsumsi BBM menjadi baterai, tanpa mengubah fakta bahwa nyawa tetap bertaruh di jalanan.

Sementara program menghadirkan layanan angkutan umum massal seperti Buy The Service (BTS) masih tertatih-tatih di koridor utama, belum menyentuh “nadi” pemukiman.

Keterbatasan anggaran daerah selalu menjadi alasan klasik yang mematikan inovasi.

Kondisi inilah yang memaksa masyarakat tetap bergantung pada roda dua sebagai pilihan terakhir yang rasional namun berisiko tinggi.

​Strategi “Balas Budi”: Menjadi Raja di Rumah Sendiri

​Jika pemain global menyerbu pasar kita dengan kendaraan pribadi, strategi paling elegan untuk membalasnya adalah: Ekspor Bus Listrik.

Kita harus menggunakan “Kartu As” nikel untuk menekan pemain global melalui skema alih teknologi yang agresif. Kita tidak boleh lagi puas hanya menjadi “tukang jahit” karoseri.

​Indonesia harus naik kelas: memproduksi sasis dan sel baterai secara mandiri. Inilah esensi kedaulatan industri; menjadikan Indonesia sebagai Hub Produksi Bus Listrik Dunia.

Kita harus membalik status dari negara konsumtif menjadi produsen strategis.

​Langkah Strategis Menuju Indonesia Emas 2045

​Pemerintah harus berani mereorientasi arah kebijakan, termasuk kebijakan yg kurang populer tapi mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi. Beberpa yg mendasar antara lain ;

1. ​Akselerasi Regulasi Fiskal: Pangkas birokrasi dan mudahkan insentif bagi lahirnya Bus Listrik Nasional karya anak bangsa.

Kita butuh visi besar seperti BYD; yang bermula dari mimpi, namun kini merajai ekosistem dunia.

2. ​Massifikasi Angkutan Listrik Terintegrasi: Dorong layanan transportasi massal berbasis listrik di setiap wilayah perkotaan.

Jadikan mobilitas masyarakat bertumpu pada sistem yang terintegrasi, bukan pada kepemilikan pribadi.

3. ​Subsidi Berbasis Layanan (Service-Based): Alihkan anggaran Rp30 triliun tersebut untuk pengadaan armada bus listrik nasional yang dioperasikan sebagai layanan publik berkualitas.

Jangkau hingga gang-gang kecil melalui angkutan pengumpan (feeder), sehingga rakyat tak lagi punya alasan untuk bergantung pada kendaraan pribadi.

Etika Lingkungan atau Kedok Kapitalisme?

​Menyelamatkan lingkungan tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan nyawa.

Memperbaiki angkutan umum adalah etika lingkungan yang paling murni karena ia menyelesaikan emisi, kemacetan, dan keselamatan secara simultan.

Jangan sampai subsidi ini hanya menjadi “karpet merah” bagi kapitalisme global, sementara rakyat kecil tetap bertaruh nyawa di atas roda dua. ​Mari bangkit.

Bangun industri bus listrik kita sendiri, amankan jalan raya kita dengan standar keselamatan yang handal.

Jadikan Indonesia mercusuar produksi bus listrik dunia, bukan sekadar pasar teknologi asing!

​Bantaeng, 3 Mei 2026




Cetak SDM Otomotif Unggul, Sinsen Kembangkan Teaching Factory Honda di Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Sinar Sentosa Primatama (Sinsen) selaku Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Provinsi Jambi bersama PT Astra Honda Motor (AHM) terus memperkuat perannya dalam mendukung pendidikan vokasi melalui pengembangan program berbasis industri bagi SMK binaan Honda.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui implementasi Astra Honda Authorized Service Station Teaching Factory (AHASS TEFA), sebuah program yang mengintegrasikan kurikulum pendidikan dengan praktik kerja langsung sesuai standar industri otomotif Honda.

AHASS TEFA tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran bagi siswa SMK, tetapi juga menghadirkan layanan purna jual sepeda motor Honda yang profesional dan berkualitas bagi masyarakat sekitar.

Sebagai bagian dari pengembangan program vokasi tersebut, pada 20 Januari 2026 telah dilakukan peresmian kerja sama AHASS TEFA antara SMKN 9 Bungo dengan Dealer/AHASS Citra Lencana Sakti Bangko.

Kerja sama ini menandai penambahan Pos AHASS TEFA binaan PT Sinar Sentosa Primatama di Provinsi Jambi.

Hingga saat ini, PT Sinar Sentosa Primatama telah membina tiga Pos AHASS TEFA yang tersebar di beberapa daerah, yaitu:

  • SMKN 3 Bungo bekerja sama dengan Dealer/AHASS Tunas Honda Bungo

  • SMKN 7 Sarolangun bekerja sama dengan Dealer/AHASS Citra Sentosa Motor Sarolangun

  • SMKN 9 Bungo bekerja sama dengan Dealer/AHASS Citra Lencana Sakti Bangko

Seluruh Pos AHASS TEFA tersebut telah mengantongi sertifikasi resmi dari PT Astra Honda Motor (AHM) dan berstatus sebagai Teaching Factory, di mana sekolah vokasi binaan Honda bersinergi langsung dengan bengkel resmi AHASS.

Program AHASS TEFA diprioritaskan bagi SMK mitra binaan Honda yang telah memiliki grade A+ serta ditetapkan sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK).

Sekolah yang terlibat dilengkapi dengan fasilitas bengkel sesuai standar industri Honda, termasuk bangunan bengkel terpisah dari workshop sekolah, pit servis, peralatan kerja standar Honda, ruang tunggu konsumen, serta fasilitas pendukung lainnya.

Operasional Pos AHASS TEFA berada di bawah pembinaan langsung Dealer/AHASS dengan dukungan mekanik profesional.

Melalui program ini, layanan purna jual sepeda motor Honda seperti servis berkala, penggantian oli, hingga suku cadang resmi dapat dinikmati masyarakat, dengan proses pelayanan melibatkan siswa SMK yang telah dibekali kompetensi dan berada dalam pengawasan mekanik AHASS.

General Manager Service & Parts PT Sinar Sentosa Primatama, Erwin Susanto, menyampaikan bahwa AHASS TEFA merupakan wujud nyata sinergi dunia industri dan pendidikan.

“Melalui program AHASS TEFA, siswa tidak hanya memperoleh pembelajaran teori, tetapi juga pengalaman praktik langsung di bengkel berstandar industri. Ini menjadi bekal penting bagi mereka untuk siap masuk dunia kerja dan memberikan manfaat nyata bagi konsumen,” ujarnya.

Keberadaan Pos AHASS TEFA juga sejalan dengan semangat Sinergi Bagi Negeri, yang bertujuan membentuk karakter siswa melalui pembiasaan etos kerja, kedisiplinan, serta pemahaman layanan pelanggan sejak dini.

Dengan terus memperluas jaringan Pos AHASS TEFA di berbagai daerah, PT Sinar Sentosa Primatama optimistis pendidikan vokasi dapat menjadi fondasi kuat dalam mencetak sumber daya manusia unggul, berdaya saing, dan siap mendukung kemajuan industri otomotif nasional.(*)




Festival Vocational Technical Skill Contest: SMK Binaan Honda Jambi Raih Prestasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Sinar Sentosa Primatama, sebagai Main Dealer Sepeda Motor Honda di Jambi, terus menunjukkan komitmen dalam peningkatan kompetensi pendidikan vokasi melalui Festival Vocational Technical Skill Contest bagi siswa dan guru SMK binaan Honda.

Kompetisi ini bertujuan menyeleksi peserta terbaik dari 21 SMK binaan Honda di Provinsi Jambi untuk mewakili daerah mereka di tingkat nasional yang diselenggarakan PT Astra Honda Motor (AHM).

Festival Vocational Technical Skill Contest 2025 digelar dalam tiga tahap.

Tahap pertama dilaksanakan di masing-masing sekolah, dengan siswa mengikuti uji teori, praktik meja, dan troubleshooting, sedangkan guru fokus pada uji teori.

Seluruh SMK binaan dari Kabupaten Bungo, Sarolangun, Merangin, Muaro Jambi, hingga Tanjung Jabung Barat berpartisipasi.

Dari tahap ini, masing-masing sekolah memilih satu siswa dan satu guru terbaik untuk maju ke tahap kedua.

Erwin Susanto, General Manager PT Sinar Sentosa Primatama Jambi, menjelaskan bahwa kompetisi ini tidak hanya sebagai ajang adu keterampilan, tetapi juga sebagai sarana meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di provinsi Jambi.

“Di tahap kedua tingkat regional, siswa diuji melalui teori General, Engine, Fuel System, Electrical, Chassis, dan Advance Technology Honda, serta praktik meja dan troubleshooting. Guru juga mengikuti uji praktik mengajar sebagai bagian dari penilaian. Setelah seluruh tahapan, kami memilih satu siswa dan satu guru terbaik untuk melaju ke tingkat nasional,” kata Erwin.

Setelah proses seleksi ketat, para pemenang tingkat regional Jambi terpilih. Untuk kategori siswa, Juara I diraih Jannata Fawaid dari SMK Negeri 10 Muaro Jambi, Juara II Sahata Manggar dari SMK Negeri 7 Muaro Jambi, dan Juara III Hadi Wijaya dari SMK Negeri 11 Sarolangun.

Sedangkan untuk kategori guru, Juara I diraih Debi Nofriadi dari SMK Negeri 11 Sarolangun, Juara II Budiyono dari SMK Budi Luhur, dan Juara III Agus Ahmad Yani dari SMK Negeri 10 Merangin.

“Para juara pertama akan menjalani persiapan intensif selama satu bulan, meliputi pelatihan teori, penguatan keterampilan teknis, dan pembentukan mental agar siap bersaing di tingkat nasional. Kami ingin memastikan peserta Jambi tampil maksimal. Ini bukan sekadar kompetisi, tapi juga kebanggaan bagi sekolah dan provinsi,” tambah Erwin.

Festival Vocational Technical Skill Contest ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan PT Astra Honda Motor bersama jaringan Main Dealer untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan vokasi di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, Honda berharap SMK binaan, khususnya di Jambi, terus meningkatkan kualitas pembelajaran, kompetensi guru, dan keterampilan siswa agar mampu berkontribusi di dunia pendidikan dan industri otomotif.(*)