Cetak SDM Otomotif Unggul, Sinsen Kembangkan Teaching Factory Honda di Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Sinar Sentosa Primatama (Sinsen) selaku Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Provinsi Jambi bersama PT Astra Honda Motor (AHM) terus memperkuat perannya dalam mendukung pendidikan vokasi melalui pengembangan program berbasis industri bagi SMK binaan Honda.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui implementasi Astra Honda Authorized Service Station Teaching Factory (AHASS TEFA), sebuah program yang mengintegrasikan kurikulum pendidikan dengan praktik kerja langsung sesuai standar industri otomotif Honda.

AHASS TEFA tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran bagi siswa SMK, tetapi juga menghadirkan layanan purna jual sepeda motor Honda yang profesional dan berkualitas bagi masyarakat sekitar.

Sebagai bagian dari pengembangan program vokasi tersebut, pada 20 Januari 2026 telah dilakukan peresmian kerja sama AHASS TEFA antara SMKN 9 Bungo dengan Dealer/AHASS Citra Lencana Sakti Bangko.

Kerja sama ini menandai penambahan Pos AHASS TEFA binaan PT Sinar Sentosa Primatama di Provinsi Jambi.

Hingga saat ini, PT Sinar Sentosa Primatama telah membina tiga Pos AHASS TEFA yang tersebar di beberapa daerah, yaitu:

  • SMKN 3 Bungo bekerja sama dengan Dealer/AHASS Tunas Honda Bungo

  • SMKN 7 Sarolangun bekerja sama dengan Dealer/AHASS Citra Sentosa Motor Sarolangun

  • SMKN 9 Bungo bekerja sama dengan Dealer/AHASS Citra Lencana Sakti Bangko

Seluruh Pos AHASS TEFA tersebut telah mengantongi sertifikasi resmi dari PT Astra Honda Motor (AHM) dan berstatus sebagai Teaching Factory, di mana sekolah vokasi binaan Honda bersinergi langsung dengan bengkel resmi AHASS.

Program AHASS TEFA diprioritaskan bagi SMK mitra binaan Honda yang telah memiliki grade A+ serta ditetapkan sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK).

Sekolah yang terlibat dilengkapi dengan fasilitas bengkel sesuai standar industri Honda, termasuk bangunan bengkel terpisah dari workshop sekolah, pit servis, peralatan kerja standar Honda, ruang tunggu konsumen, serta fasilitas pendukung lainnya.

Operasional Pos AHASS TEFA berada di bawah pembinaan langsung Dealer/AHASS dengan dukungan mekanik profesional.

Melalui program ini, layanan purna jual sepeda motor Honda seperti servis berkala, penggantian oli, hingga suku cadang resmi dapat dinikmati masyarakat, dengan proses pelayanan melibatkan siswa SMK yang telah dibekali kompetensi dan berada dalam pengawasan mekanik AHASS.

General Manager Service & Parts PT Sinar Sentosa Primatama, Erwin Susanto, menyampaikan bahwa AHASS TEFA merupakan wujud nyata sinergi dunia industri dan pendidikan.

“Melalui program AHASS TEFA, siswa tidak hanya memperoleh pembelajaran teori, tetapi juga pengalaman praktik langsung di bengkel berstandar industri. Ini menjadi bekal penting bagi mereka untuk siap masuk dunia kerja dan memberikan manfaat nyata bagi konsumen,” ujarnya.

Keberadaan Pos AHASS TEFA juga sejalan dengan semangat Sinergi Bagi Negeri, yang bertujuan membentuk karakter siswa melalui pembiasaan etos kerja, kedisiplinan, serta pemahaman layanan pelanggan sejak dini.

Dengan terus memperluas jaringan Pos AHASS TEFA di berbagai daerah, PT Sinar Sentosa Primatama optimistis pendidikan vokasi dapat menjadi fondasi kuat dalam mencetak sumber daya manusia unggul, berdaya saing, dan siap mendukung kemajuan industri otomotif nasional.(*)




Festival Vocational Technical Skill Contest: SMK Binaan Honda Jambi Raih Prestasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Sinar Sentosa Primatama, sebagai Main Dealer Sepeda Motor Honda di Jambi, terus menunjukkan komitmen dalam peningkatan kompetensi pendidikan vokasi melalui Festival Vocational Technical Skill Contest bagi siswa dan guru SMK binaan Honda.

Kompetisi ini bertujuan menyeleksi peserta terbaik dari 21 SMK binaan Honda di Provinsi Jambi untuk mewakili daerah mereka di tingkat nasional yang diselenggarakan PT Astra Honda Motor (AHM).

Festival Vocational Technical Skill Contest 2025 digelar dalam tiga tahap.

Tahap pertama dilaksanakan di masing-masing sekolah, dengan siswa mengikuti uji teori, praktik meja, dan troubleshooting, sedangkan guru fokus pada uji teori.

Seluruh SMK binaan dari Kabupaten Bungo, Sarolangun, Merangin, Muaro Jambi, hingga Tanjung Jabung Barat berpartisipasi.

Dari tahap ini, masing-masing sekolah memilih satu siswa dan satu guru terbaik untuk maju ke tahap kedua.

Erwin Susanto, General Manager PT Sinar Sentosa Primatama Jambi, menjelaskan bahwa kompetisi ini tidak hanya sebagai ajang adu keterampilan, tetapi juga sebagai sarana meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di provinsi Jambi.

“Di tahap kedua tingkat regional, siswa diuji melalui teori General, Engine, Fuel System, Electrical, Chassis, dan Advance Technology Honda, serta praktik meja dan troubleshooting. Guru juga mengikuti uji praktik mengajar sebagai bagian dari penilaian. Setelah seluruh tahapan, kami memilih satu siswa dan satu guru terbaik untuk melaju ke tingkat nasional,” kata Erwin.

Setelah proses seleksi ketat, para pemenang tingkat regional Jambi terpilih. Untuk kategori siswa, Juara I diraih Jannata Fawaid dari SMK Negeri 10 Muaro Jambi, Juara II Sahata Manggar dari SMK Negeri 7 Muaro Jambi, dan Juara III Hadi Wijaya dari SMK Negeri 11 Sarolangun.

Sedangkan untuk kategori guru, Juara I diraih Debi Nofriadi dari SMK Negeri 11 Sarolangun, Juara II Budiyono dari SMK Budi Luhur, dan Juara III Agus Ahmad Yani dari SMK Negeri 10 Merangin.

“Para juara pertama akan menjalani persiapan intensif selama satu bulan, meliputi pelatihan teori, penguatan keterampilan teknis, dan pembentukan mental agar siap bersaing di tingkat nasional. Kami ingin memastikan peserta Jambi tampil maksimal. Ini bukan sekadar kompetisi, tapi juga kebanggaan bagi sekolah dan provinsi,” tambah Erwin.

Festival Vocational Technical Skill Contest ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan PT Astra Honda Motor bersama jaringan Main Dealer untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan vokasi di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, Honda berharap SMK binaan, khususnya di Jambi, terus meningkatkan kualitas pembelajaran, kompetensi guru, dan keterampilan siswa agar mampu berkontribusi di dunia pendidikan dan industri otomotif.(*)