Indosat Gandeng NVIDIA, Nokia dan Ooredoo Bangun AI Factory 1 GW di Asia-Pasifik

JAKARTA — Persaingan membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI) memasuki babak baru. Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) bersama Ooredoo Group, NVIDIA, dan Nokia meluncurkan Zankore by Indosat, platform yang disiapkan untuk membangun infrastruktur AI berskala besar dengan Indonesia sebagai titik awal pengembangan.

Tidak tanggung-tanggung, Zankore menargetkan kapasitas AI Factory hingga 1 gigawatt (GW). Jika terealisasi, kapasitas tersebut akan menempatkan proyek ini sebagai salah satu platform infrastruktur AI terbesar di kawasan Asia-Pasifik.

Tahap awalnya ditargetkan mencapai sekitar 200 megawatt (MW) kapasitas AI pada semester I 2027, menggunakan sistem NVIDIA GB300 NVL72.

Langkah tersebut menunjukkan perubahan arah bisnis infrastruktur digital: kebutuhan AI tidak lagi hanya membutuhkan jaringan internet dan pusat data, tetapi juga membutuhkan kapasitas komputasi dalam skala sangat besar.

Indonesia diposisikan sebagai pintu masuk AI Asia-Pasifik

Zankore dirancang untuk menjawab meningkatnya kebutuhan komputasi AI yang aman, terukur, dan berkapasitas tinggi di Asia-Pasifik.

Platform tersebut tidak hanya menyasar pasar Indonesia. Infrastruktur yang dibangun diarahkan untuk melayani penyedia cloud, perusahaan, pemerintah hingga pengembang teknologi AI di kawasan.

Pemerintah melihat pengembangan infrastruktur tersebut sebagai peluang untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai ekonomi digital regional.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan Indonesia memiliki modal sumber daya dan talenta yang dapat dikombinasikan dengan teknologi serta investasi global.

“Indonesia memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun melayani kawasan yang lebih luas,” kata Meutya.

Menurutnya, kemitraan strategis seperti Zankore dapat mempercepat pembangunan infrastruktur AI yang berdaulat sekaligus memperkuat daya saing digital Indonesia.

Target 200 MW pada 2027

Zankore menggunakan NVIDIA DSX sebagai acuan arsitektur, platform, sekaligus ekosistem untuk merancang dan mengoperasikan AI Factory.

Berbeda dengan pusat data konvensional yang fokus pada komputasi dan penyimpanan, NVIDIA DSX dirancang untuk mengintegrasikan komputasi akselerasi, jaringan, listrik, pendinginan, serta operasional dalam satu sistem.

Tujuannya sederhana: setiap megawatt listrik yang tersedia dapat digunakan semaksimal mungkin untuk menghasilkan kapasitas komputasi AI.

Pada tahap awal, Zankore menargetkan sekitar 200 MW kapasitas AI pada paruh pertama 2027 dengan dukungan NVIDIA GB300 NVL72.

Platform ini juga akan menggunakan NVIDIA DSX MaxLPS, teknologi yang dirancang untuk mengatur penggunaan daya secara dinamis di seluruh infrastruktur GPU.

Dalam kondisi daya listrik yang sama, teknologi tersebut diklaim dapat meningkatkan kapasitas komputasi hingga 40 persen, sehingga kapasitas yang tersedia dapat dimanfaatkan lebih optimal.

Empat pemain besar dengan peran berbeda

Proyek Zankore mempertemukan empat pemain dengan kekuatan yang berbeda.

Ooredoo Group bertindak sebagai sponsor utama sekaligus penyedia modal jangka panjang. Perusahaan juga membawa skala regional untuk memperluas platform tersebut di luar Indonesia.

Sementara Indosat membawa infrastruktur digital, posisi pasar di Indonesia, serta kemampuan eksekusi lokal.

NVIDIA menjadi tulang punggung komputasi melalui GPU generasi terbaru, accelerated computing, perangkat lunak AI, dan ekosistem pengembangan AI.

Adapun Nokia berperan pada sisi jaringan. Perusahaan menyediakan teknologi jaringan berbasis AI untuk mendukung konektivitas yang aman dan berkinerja tinggi.

Kolaborasi ini juga memperluas arah transformasi Indosat yang sebelumnya telah mengembangkan konsep AI Grid serta bekerja sama dengan Nokia dan NVIDIA untuk membangun jaringan yang siap mendukung AI-RAN di Indonesia.

Indosat ingin AI tak berhenti di tahap eksperimen

CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan kebutuhan AI kini bergerak dari tahap eksperimen menuju penggunaan nyata di berbagai industri.

Karena itu, menurut dia, infrastruktur AI harus dibangun sebagai ekosistem yang menggabungkan model, komputasi dan jaringan.

“Zankore by Indosat menghadirkan fondasi tepercaya untuk mempercepat adopsi AI dalam skala besar,” ujar Vikram.

Indosat sebelumnya juga telah mengembangkan ekosistem AI melalui Sahabat-AI, AI Grid dan pengembangan AI-RAN. Nokia dan Indosat bahkan telah mengumumkan kerja sama untuk modernisasi jaringan 5G nasional yang menjadi fondasi bagi layanan berbasis AI.

Infrastruktur AI menjadi arena persaingan baru

Peluncuran Zankore memperlihatkan bahwa persaingan AI tidak hanya berlangsung pada pengembangan model seperti chatbot atau aplikasi generatif.

Di belakangnya terdapat kebutuhan yang jauh lebih besar: GPU, pusat data, listrik, pendinginan, jaringan, dan kemampuan mengelola komputasi dalam skala raksasa.

Karena itu, pembangunan AI Factory menjadi salah satu arena strategis dalam ekonomi digital.

CEO Nokia Justin Hotard menilai negara dan perusahaan semakin membutuhkan kemampuan AI yang berdaulat, aman, terukur, dan dapat dipercaya. Menurutnya, kebutuhan tersebut membutuhkan orkestrasi antara komputasi, konektivitas, dan kontrol.

Sementara itu, NVIDIA menilai AI Factory akan menjadi infrastruktur penting bagi negara maupun industri karena perkembangan AI terus bergerak menuju penggunaan berskala besar.

Zankore siapkan ekspansi regional

Untuk mengawal ekspansi tersebut, Zankore telah membentuk jajaran pimpinan dengan pengalaman di sektor telekomunikasi, teknologi, infrastruktur digital dan investasi.

Vikram Sinha ditunjuk sebagai Director sekaligus Chairman of the Board. Jajaran direktur lainnya terdiri dari Aziz Aluthman Fakhroo, Thomas Chevanne, Vishal Gupta, dan Arijit Ranjan Sarker. Ulf Ewaldsson dipercaya sebagai Chief Executive Officer (CEO).

Zankore diarahkan untuk melayani kebutuhan hyperscaler, perusahaan, pemerintah, hingga inovator AI di Asia Tenggara.

Dengan target 1 GW, tantangan berikutnya bukan sekadar membangun pusat komputasi. Zankore harus membuktikan bahwa kapasitas tersebut dapat diwujudkan secara bertahap, efisien, aman, dan memiliki pasar yang cukup untuk menopang investasi berskala besar.

Jika target tersebut tercapai, Indonesia berpeluang tidak hanya menjadi konsumen teknologi AI, tetapi juga menjadi salah satu basis infrastruktur yang menopang pertumbuhan AI di kawasan Asia-Pasifik.(*)




Sinyal Makin Kuat, Indosat Perkuat Jaringan Lewat Tambahan Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) memperkuat strategi pengembangan jaringan nasional dengan menambah kapasitas spektrum sebesar 80 MHz pada pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan konektivitas digital yang lebih cepat, stabil, dan mampu menjawab lonjakan kebutuhan data masyarakat.

Penambahan spektrum tersebut akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas jaringan sekaligus memperluas jangkauan layanan, terutama di tengah meningkatnya aktivitas digital pelanggan yang membutuhkan akses internet berkualitas.

AVP Communications Circle Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison, Siti Sarah, mengatakan penguatan infrastruktur jaringan menjadi salah satu prioritas utama perusahaan dalam menghadirkan pengalaman digital terbaik bagi pelanggan.

“Pengembangan jaringan menjadi salah satu fokus utama Indosat dalam memberikan pengalaman digital terbaik bagi pelanggan. Tambahan spektrum pada pita 700 MHz dan 2,6 GHz akan memperkuat kemampuan jaringan kami, baik dari sisi jangkauan maupun kapasitas,” ujar Siti Sarah.

Menurutnya, pemanfaatan tambahan spektrum tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan yang terus berkembang, mulai dari aktivitas digital harian, kebutuhan bisnis, hingga layanan berbasis teknologi masa depan.

Pita frekuensi 700 MHz memiliki karakteristik yang mendukung perluasan cakupan layanan karena mampu menjangkau area lebih luas dengan efisiensi yang baik.

Spektrum ini dinilai strategis untuk membantu pemerataan akses konektivitas, termasuk di berbagai wilayah yang membutuhkan penguatan jaringan.

Sementara itu, pita 2,6 GHz akan berperan dalam meningkatkan kapasitas jaringan, khususnya di wilayah dengan kepadatan trafik data tinggi seperti kawasan perkotaan dan pusat aktivitas masyarakat.

Indosat menilai peningkatan kapasitas jaringan menjadi kebutuhan penting seiring perubahan perilaku masyarakat yang semakin bergantung pada layanan digital, mulai dari komunikasi, pendidikan, ekonomi digital, hingga layanan berbasis kecerdasan buatan (AI).

“Kami akan terus memperkuat jaringan dan menghadirkan inovasi layanan agar semakin banyak masyarakat Indonesia dapat menikmati konektivitas digital yang berkualitas, aman, dan mampu mendukung percepatan transformasi digital nasional,” kata Siti Sarah.

Selain memperkuat jaringan 4G, Indosat juga terus mempersiapkan pengembangan layanan 5G secara bertahap.

Perusahaan memastikan implementasi teknologi tersebut akan mengikuti kesiapan ekosistem digital, kebutuhan pelanggan, serta kebijakan pemerintah.

Penguatan jaringan ini menjadi bagian dari langkah jangka panjang Indosat dalam membangun infrastruktur digital yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi, memperluas akses teknologi, serta mendukung berbagai sektor yang membutuhkan konektivitas berkecepatan tinggi.

Dengan tambahan spektrum dan peningkatan kapasitas jaringan, Indosat optimistis dapat menghadirkan pengalaman digital yang semakin andal bagi masyarakat sekaligus memperkuat fondasi transformasi digital Indonesia.(*)




Indosat Perkuat Keamanan Digital, Registrasi SIM Biometrik Dinilai Tekan Penyalahgunaan Nomor

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) menyatakan kesiapannya mendukung implementasi registrasi kartu SIM berbasis biometrik apabila kebijakan tersebut resmi diterapkan pemerintah.

Langkah ini dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat keamanan ekosistem digital sekaligus meningkatkan akurasi identitas pelanggan di Indonesia.

Di tengah meningkatnya ancaman penipuan digital, spam, hingga penyalahgunaan nomor telepon, Indosat menegaskan bahwa perlindungan data pribadi pelanggan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pengembangan teknologi yang dilakukan perusahaan.

AVP Communications Circle Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison, Siti Sarah, mengatakan perusahaan terus berkomitmen menghadirkan layanan digital yang aman, nyaman, dan berkualitas melalui penguatan jaringan, inovasi layanan, serta tata kelola keamanan informasi yang sesuai regulasi.

“Indosat terus berkomitmen menghadirkan pengalaman digital yang lebih baik bagi pelanggan melalui penguatan kualitas jaringan, inovasi layanan, serta penerapan teknologi yang aman dan bertanggung jawab,” sebutnya.

“Dalam setiap implementasi teknologi, termasuk apabila ke depan diterapkan kebijakan registrasi SIM berbasis biometrik, perlindungan data pelanggan menjadi prioritas utama kami,” ujar Siti Sarah.

Menurutnya, seluruh proses pengelolaan data pelanggan akan dijalankan sesuai ketentuan perundang-undangan, menerapkan standar keamanan informasi, serta mengacu pada prinsip perlindungan data pribadi.

Registrasi SIM berbasis biometrik sendiri diproyeksikan mampu meningkatkan validitas identitas pelanggan melalui proses verifikasi yang terintegrasi dengan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Dengan sistem tersebut, setiap nomor telepon dapat dipastikan terhubung dengan identitas pemiliknya secara lebih akurat.

Indosat menilai mekanisme tersebut berpotensi mengurangi penggunaan nomor yang tidak terverifikasi, yang selama ini kerap dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas ilegal seperti penipuan digital, penyebaran spam, hingga tindak kejahatan siber lainnya.

“Melalui basis pelanggan yang semakin berkualitas, kami berharap dapat mendukung upaya mengurangi penggunaan nomor yang tidak terverifikasi,” sebutnya.

“Langkah ini juga akan memperkuat efektivitas berbagai layanan keamanan digital, seperti Anti-Spam dan Anti-Scam, yang telah kami hadirkan untuk melindungi pelanggan dari berbagai bentuk penyalahgunaan layanan telekomunikasi,” katanya.

Selain memperkuat keamanan pelanggan, Indosat juga memandang penerapan teknologi yang didukung tata kelola keamanan informasi yang baik akan menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem digital nasional yang semakin aman dan terpercaya.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menghadirkan pengalaman digital yang lebih berkualitas di tengah pesatnya pertumbuhan aktivitas digital masyarakat, sekaligus mendukung transformasi digital Indonesia yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.(*)




Strategi AI Mulai Berbuah, Indosat Raup Laba Rp3,2 Triliun di Semester Pertama 2026

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Transformasi digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai menunjukkan dampak nyata terhadap kinerja PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH).

Memasuki semester pertama 2026, Indosat mencatat pertumbuhan positif di berbagai lini bisnis. Perusahaan membukukan pendapatan Rp30,7 triliun atau meningkat 13,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut tidak hanya terjadi pada sisi pendapatan. EBITDA Indosat juga meningkat 14 persen secara tahunan menjadi Rp14,6 triliun dengan margin EBITDA mencapai 47,6 persen.

Sementara itu, laba bersih yang dinormalisasi dan diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp3,2 triliun atau tumbuh 49,2 persen dibanding semester pertama 2025.

Kinerja tersebut didorong oleh pertumbuhan bisnis yang konsisten, efisiensi operasional, serta strategi transformasi perusahaan menuju penyedia teknologi berbasis AI.

AI Dorong Pengalaman Digital Pelanggan

Indosat menilai kecerdasan buatan kini bukan lagi sekadar teknologi pendukung, tetapi mulai menjadi bagian penting dalam pengalaman digital pelanggan.

Sejumlah layanan berbasis AI dikembangkan untuk meningkatkan keamanan, kreativitas, dan produktivitas pengguna, mulai dari fitur Anti-Spam dan Anti-Scam, Sahabat-AI, Gemini AI, hingga Adobe Express.

Dampaknya terlihat dari peningkatan aktivitas digital pelanggan.

Trafik data Indosat tumbuh 19,9 persen secara tahunan, sementara rata-rata pendapatan per pengguna (Average Revenue Per User/ARPU) meningkat 17,3 persen menjadi Rp46 ribu.

Jumlah pelanggan seluler Indosat juga tetap solid dengan basis pelanggan mencapai 93,4 juta pengguna.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan strategi AI menjadi arah utama perusahaan untuk memperkuat posisi Indosat sebagai perusahaan teknologi.

“AI North Star kami mendorong pertumbuhan nilai jangka panjang dengan mentransformasi Indosat dari penyedia konektivitas menjadi perusahaan teknologi berbasis AI,” ujar Vikram.

Menurutnya, pertumbuhan positif sepanjang semester pertama 2026 menjadi bukti bahwa strategi transformasi perusahaan berjalan sesuai arah.

Perkuat Bisnis Infrastruktur dan AI Cloud

Di tengah kinerja bisnis yang semakin kuat, Indosat juga mempercepat investasi untuk membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pembentukan PT Infra Fiber Teknologi (IFT) bersama Arsari Group.

Melalui kerja sama tersebut, pengelolaan lebih dari 86.000 kilometer infrastruktur serat optik nasional dialihkan dengan nilai sekitar Rp11,7 triliun.

Langkah ini membuat Indosat menerapkan model bisnis asset-light sehingga memberikan ruang finansial lebih besar untuk mengembangkan bisnis teknologi dan peluang baru.

Selain itu, bisnis AI Cloud mulai menunjukkan perkembangan signifikan.

Sepanjang semester pertama 2026, pendapatan AI Cloud Indosat mencapai US$33 juta. Angka tersebut bahkan melampaui total pendapatan AI Cloud sepanjang 2025 yang berada di level US$28 juta.

Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan industri terhadap layanan komputasi AI dan infrastruktur digital yang lebih mandiri.

Tambahan Spektrum Perkuat Layanan 5G

Untuk mendukung kebutuhan digital yang semakin tinggi, Indosat juga memperkuat kapasitas jaringan melalui tambahan spektrum sebesar 80 MHz pada pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz.

Tambahan kapasitas tersebut menjadi modal penting bagi pengembangan layanan berbasis AI, termasuk jaringan 5G dan Fixed Wireless Access (FWA).

Indosat menilai kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas yang lebih cepat, stabil, dan personal akan terus meningkat seiring berkembangnya pemanfaatan AI dalam berbagai sektor.

Fokus ESG dan Pengembangan Talenta AI

Selain mengejar pertumbuhan bisnis, Indosat juga memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan.

Optimalisasi jaringan berbasis AI dan pengelolaan energi yang lebih efisien berhasil menurunkan intensitas emisi karbon perusahaan hingga 50,89 persen.

Komitmen lingkungan dan tata kelola tersebut turut mendapat pengakuan melalui masuknya Indosat ke dalam tiga indeks ESG KEHATI periode Juni-November 2026, yakni SRI-KEHATI, ESG Sector Leaders, dan ESG Quality 45.

Di sisi pengembangan sumber daya manusia, Indosat juga memperluas kontribusi dalam membangun ekosistem AI nasional.

Melalui kolaborasi bersama Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan Wadhwani Foundation, perusahaan menargetkan pengembangan satu juta talenta digital serta 100 ribu wirausaha berbasis AI hingga 2029.

Dengan kombinasi investasi teknologi, penguatan jaringan, pengembangan talenta, dan strategi bisnis berbasis AI, Indosat menargetkan transformasi dari perusahaan konektivitas menuju pemain teknologi digital yang memiliki peran lebih besar dalam ekonomi digital Indonesia.(*)




Kreator Indonesia Didorong Naik Level, Indosat dan Adobe Hadirkan Akses AI dan Monetisasi

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Transformasi digital Indonesia memasuki fase baru yang tidak hanya berfokus pada konektivitas dan keterampilan, tetapi juga pada bagaimana teknologi dapat membuka peluang ekonomi nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Meski tingkat literasi dan akses digital terus meningkat, tantangan utama saat ini adalah mengubah kemampuan tersebut menjadi karya, inovasi, dan sumber penghasilan yang berkelanjutan.

Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterhubungan digital masyarakat.

Namun, potensi besar ini dinilai masih perlu dioptimalkan agar benar-benar berdampak pada sektor ekonomi kreatif.

Kolaborasi Tiga Pihak Dorong Ekosistem Kreator Digital

Menjawab tantangan tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH), Adobe, dan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenekraf RI) resmi berkolaborasi untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Kolaborasi ini dirancang sebagai program pemberdayaan terpadu yang menggabungkan jaringan nasional Indosat, teknologi kreatif dan AI dari Adobe, serta dukungan kebijakan dari Kemenekraf dalam penguatan industri kreatif Indonesia.

Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa kekuatan ekonomi kreatif Indonesia terletak pada kreativitas masyarakat dan kekayaan intelektual berbasis budaya.

Ia menekankan bahwa teknologi, termasuk AI, harus menjadi alat untuk memperkuat kreativitas manusia, bukan menggantikannya.

Menurutnya, kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam membekali generasi muda agar lebih siap bersaing di tingkat global melalui karya yang memiliki nilai ekonomi dan kekayaan intelektual.

ECHOES Jadi Jembatan Pendidikan dan Industri Kreatif

Inisiatif ini juga terhubung dengan program ECHOES (Ekraf Creates Harmony on Education Sector), yaitu program Ekraf Goes to School and Campus yang digagas Kemenekraf.

Program ini bertujuan meningkatkan literasi ekonomi kreatif, pemahaman teknologi digital, serta adopsi AI di kalangan pelajar dan mahasiswa di seluruh Indonesia.

Melalui ECHOES, generasi muda didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta karya yang mampu bersaing di industri kreatif nasional maupun global.

Indosat Dorong Akses Kreator Lewat GENSi

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menyebut Indonesia memiliki potensi besar dalam talenta dan kreativitas digital.

Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini adalah akses terhadap perangkat, pelatihan, dan peluang monetisasi yang lebih luas.

Melalui platform GENSi (Generasi Terkoneksi), Indosat menargetkan 15.000 anak muda Indonesia untuk mendapatkan literasi digital dan keterampilan kreatif berbasis teknologi.

Program ini juga akan diperluas dengan penawaran akses Adobe Express bagi pelanggan IM3 dan Tri, termasuk akses gratis selama enam bulan.

Adobe Dorong Monetisasi Kreator Indonesia

President Adobe untuk Creativity & Productivity Business, David Wadhwani, menegaskan komitmen Adobe dalam mendukung kreator Indonesia.

Adobe menghadirkan Adobe Express, kurikulum pelatihan digital, serta program monetisasi kreator berbasis AI.

Menariknya, Indonesia menjadi negara pertama yang mendapatkan peluncuran program monetisasi kreator Adobe Express.

Program ini memungkinkan kreator memperoleh penghasilan dari template dan karya digital yang mereka buat, sekaligus membuka peluang tampil di berbagai ajang industri kreatif seperti IDEAFEST.

Dari Belajar ke Berkarya, Lalu ke Monetisasi

Kolaborasi Indosat, Adobe, dan Kemenekraf tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga membangun ekosistem berkelanjutan yang menghubungkan pendidikan, kreativitas, dan peluang ekonomi.

Peserta program akan dibekali keterampilan seperti storytelling digital, desain visual, hingga komunikasi berbasis AI, yang dapat langsung diterapkan untuk menghasilkan karya bernilai ekonomi.

Dengan pendekatan ini, Indonesia diharapkan mampu melahirkan lebih banyak kreator digital yang tidak hanya aktif di ruang digital, tetapi juga mampu menjadikan kreativitas sebagai sumber penghasilan dan pertumbuhan ekonomi baru.(*)




Transformasi Digital Makin Cepat, Nokia dan Indosat Kembangkan 5G Berbasis AI

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Transformasi digital Indonesia memasuki babak baru. Nokia dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) resmi memperkuat kemitraan strategis untuk memodernisasi jaringan seluler nasional melalui pengembangan jaringan 5G berbasis kecerdasan buatan (AI).

Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas jaringan, tetapi juga menjadi langkah besar dalam membangun infrastruktur digital masa depan yang mengintegrasikan konektivitas dan kecerdasan buatan dalam satu ekosistem.

Dalam proyek tersebut, Nokia akan menjadi mitra teknologi utama yang mendukung implementasi 5G Radio Access Network (RAN) generasi terbaru di Indonesia, termasuk pemanfaatan spektrum frekuensi rendah dan frekuensi menengah untuk memperluas cakupan layanan.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas jaringan, memperkuat kualitas layanan digital, serta memberikan pengalaman internet yang lebih cepat, stabil, dan responsif bagi jutaan pelanggan Indosat di seluruh Indonesia.

Tak hanya itu, jaringan baru tersebut juga dirancang untuk mendukung berbagai layanan masa depan, mulai dari hiburan digital, gaming, layanan publik berbasis teknologi, hingga kebutuhan sektor industri dan korporasi yang semakin bergantung pada konektivitas berkecepatan tinggi.

AI dan 5G Disatukan dalam Satu Ekosistem

Salah satu aspek paling menarik dari kerja sama ini adalah pengembangan teknologi AI-RAN, sebuah konsep yang menggabungkan kecerdasan buatan langsung ke dalam infrastruktur jaringan telekomunikasi.

Dalam proyek ini, Nokia menggandeng NVIDIA untuk mengembangkan platform AI-RAN yang memungkinkan jaringan tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menjadi infrastruktur komputasi AI yang mampu menjalankan berbagai layanan cerdas secara real-time.

Ketiga perusahaan telah mencatat tonggak awal melalui keberhasilan panggilan AI-RAN pertama yang diperkenalkan pada Mobile World Congress 2026.

Tahap berikutnya adalah pelaksanaan uji coba lapangan di Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun 2026.

Melalui pengembangan tersebut, Nokia juga menyiapkan algoritma AI terbaru yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi penggunaan spektrum frekuensi dan optimalisasi performa jaringan.

Fondasi AI Grid untuk Indonesia

Indosat menyebut pengembangan jaringan 5G dan AI-RAN ini menjadi bagian penting dalam pembangunan AI Grid nasional, yakni infrastruktur yang menghubungkan pusat data AI dengan jaringan telekomunikasi untuk memperluas pemanfaatan kecerdasan buatan di berbagai sektor.

Teknologi ini diharapkan mampu mempercepat transformasi digital pada bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, layanan publik, hingga sektor ekonomi digital.

Pengembangan tersebut juga didukung keberadaan AI-RAN Innovation Center di Surabaya dan ekosistem NVIDIA AI Technology Center yang menjadi pusat kolaborasi pengembangan teknologi AI di Indonesia.

Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan transformasi jaringan yang sedang dibangun bertujuan menghadirkan pengalaman digital yang lebih relevan dan berkualitas bagi pelanggan.

Menurutnya, integrasi AI ke dalam jaringan telekomunikasi akan membuka peluang lahirnya inovasi digital baru sekaligus memperkuat upaya pemerataan akses teknologi di Indonesia.

“Melalui kolaborasi dengan Nokia dan NVIDIA, kami membangun fondasi jaringan terintegrasi AI yang mampu meningkatkan kualitas konektivitas sekaligus menghadirkan pengalaman digital yang lebih baik bagi masyarakat,” kata Vikram.

Sementara itu, Presiden dan CEO Nokia, Justin Hotard, menilai masa depan industri telekomunikasi akan ditentukan oleh kemampuan operator dalam menggabungkan konektivitas, kecerdasan buatan, dan efisiensi operasional dalam satu platform.

Menurutnya, investasi pada jaringan berbasis AI akan membuka peluang model bisnis baru sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi digital.

Di sisi lain, Senior Vice President Telecoms NVIDIA, Ronnie Vasishta, menyebut Indonesia berpotensi menjadi salah satu contoh implementasi AI-RAN terbesar di kawasan.

Ia mengatakan pengembangan tersebut akan menghadirkan jaringan yang tidak hanya menyediakan layanan komunikasi, tetapi juga mampu menjalankan aplikasi berbasis AI secara langsung di dalam infrastruktur telekomunikasi.

Target 80 Persen Jaringan Terjangkau 5G Menengah

Sebagai bagian dari modernisasi jaringan, Nokia akan menerapkan perangkat radio generasi terbaru Habrok dan Pandion, baseband Levante, Centralized RAN, serta sistem otomasi jaringan berbasis AI.

Dalam rencana pengembangannya, layanan 5G frekuensi rendah akan diterapkan secara luas di seluruh jaringan Indosat.

Sementara cakupan 5G frekuensi menengah ditargetkan menjangkau sekitar 80 persen jaringan dalam tiga setengah tahun mendatang.

Selain meningkatkan kualitas layanan, teknologi tersebut juga dirancang untuk menghemat konsumsi energi dan meningkatkan efisiensi operasional sehingga mendukung transformasi digital yang lebih berkelanjutan.

Kolaborasi Nokia, Indosat, dan NVIDIA menjadi salah satu proyek teknologi terbesar yang saat ini dikembangkan di Indonesia.

Proyek ini diyakini akan menjadi fondasi penting dalam mempercepat adopsi AI dan memperluas akses konektivitas digital bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.(*)




Indosat Perkuat Transformasi AI, Gandeng NVIDIA dan Tebar Dividen

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.IDIndosat Ooredoo Hutchison menegaskan arah transformasi bisnisnya menuju perusahaan berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026.

Di tengah tantangan ekonomi sepanjang 2025, perusahaan berkode saham ISAT ini tetap menunjukkan kinerja solid dan memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui strategi bertajuk AI North Star.

President Director & CEO Indosat, Vikram Sinha, menegaskan bahwa percepatan implementasi AI menjadi fokus utama perusahaan untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

Menurutnya, transformasi ini dilakukan dengan mengintegrasikan teknologi AI ke dalam seluruh lini operasional, mulai dari peningkatan pengalaman pelanggan hingga efisiensi bisnis.

Indosat kini tidak hanya berfokus pada layanan konektivitas, tetapi juga memperluas perannya menjadi perusahaan teknologi berbasis AI (AI TechCo).

Langkah ini membuka peluang baru di sektor cloud, keamanan siber, hingga pengembangan sovereign AI di Indonesia.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah kolaborasi dengan NVIDIA yang diumumkan dalam ajang NVIDIA GTC 2026.

Kerja sama ini menghadirkan teknologi accelerated computing dan model AI terbuka untuk memperkuat ekosistem kecerdasan buatan di Tanah Air.

Indosat juga meluncurkan platform Sahabat-AI sebagai wadah kolaboratif yang memungkinkan individu, pelaku usaha, hingga institusi mengembangkan solusi AI yang relevan dengan kebutuhan lokal.

Selain itu, perusahaan mengembangkan infrastruktur AI Grid yang terdistribusi secara nasional guna memperluas akses teknologi AI hingga ke berbagai daerah, tidak hanya terpusat di kota besar.

Dalam RUPST tersebut, Indosat juga melakukan perubahan susunan manajemen dengan mengangkat Reski Damayanti, Apoorva Mehrotra, dan Honesti Basyir sebagai anggota Direksi.

Sementara Seppalga Ahmad ditunjuk sebagai Komisaris.

Di sisi lain, perusahaan juga memberhentikan dengan hormat Ahmad Zulfikar dan Achmad Syah Reza.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pemegang saham, Indosat menyetujui pembagian dividen sebesar Rp3,57 triliun atau setara Rp111 per saham.

Pembayaran dividen dijadwalkan paling lambat 30 hari setelah hasil resmi rapat diumumkan.

Langkah ini menegaskan posisi Indosat sebagai salah satu pemain utama dalam transformasi digital nasional sekaligus memperkuat perannya dalam membangun ekosistem AI di Indonesia.()




Transformasi Digital Indonesia: AI-RAN Indosat Hadirkan Konektivitas Cerdas

BARCELONA, SEPUCUKJAMBI.ID – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat Ooredoo Hutchison), bekerja sama dengan Nokia dan NVIDIA, menghadirkan panggilan 5G berbasis kecerdasan buatan (AI) pertama di Asia Tenggara.

Demonstrasi ini dilakukan dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2026 di Barcelona, Spanyol, dan menjadi tonggak penting transformasi digital Indonesia.

Uji coba tersebut menunjukkan kemampuan jaringan Indosat dalam memproses instruksi, data, dan video secara instan lintas negara dengan aman.

Integrasi AI ke dalam jaringan (AI-RAN) memungkinkan layanan lebih cepat, cerdas, dan responsif, sekaligus memperluas akses bagi masyarakat di kota besar maupun daerah terpencil.

 “Teknologi ini memastikan setiap orang Indonesia, di mana pun mereka berada, dapat merasakan manfaat digitalisasi dan AI. Komitmen kami sederhana; tidak seorang pun boleh tertinggal,” papar Vikram Sinha, Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison.

Dengan platform AI-RAN, jaringan Indosat meminimalkan latensi, meningkatkan efisiensi energi, dan mengoptimalkan spektrum.

Inovasi ini membuka peluang nyata: petani dapat mengakses perangkat pertanian cerdas, tenaga kesehatan memanfaatkan diagnostik berbasis AI, dan guru mempersonalisasi pembelajaran bagi murid-murid di mana pun.

“Kolaborasi IOH, NVIDIA, dan Nokia mempercepat ambisi digital Indonesia. Kami bangga mendukung inovasi lokal, membentuk tolok ukur global baru bagi jaringan seluler berbasis AI, dan memberdayakan talenta Indonesia,” Pallavi Mahajan, Chief Technology and AI Officer Nokia

“AI-RAN adalah platform untuk mendistribusikan kecerdasan ke masyarakat dan pelaku usaha,” tegas Ronnie Vasishta, Senior Vice President NVIDIA.

“Integrasi AI canggih dari Indosat, didukung perangkat lunak 5G Nokia dan komputasi NVIDIA, memperkuat ekosistem nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital,” tambahnya,

Ke depan, Indosat berencana membangun empat klaster AI-RAN di berbagai wilayah Indonesia, sebagai transisi dari tahap uji coba ke operasional nyata.

Langkah ini akan meningkatkan kualitas layanan, network intelligence, dan pertumbuhan aplikasi berbasis AI.

Selain itu, Indosat memperkuat talenta lokal melalui AI-RAN Research Center di Surabaya, bekerja sama dengan Nokia dan NVIDIA.

Program ini mendukung para engineer Indonesia untuk mengembangkan inovasi AI dan memastikan talenta lokal menjadi inti dari kemajuan teknologi nasional.

Dengan AI-RAN, Indosat menghadirkan inovasi inklusif untuk smart city, layanan publik, dan layanan digital di seluruh Indonesia, termasuk wilayah terpencil.

Platform ini tidak hanya menghubungkan perangkat, tetapi juga membuka kesempatan baru bagi masyarakat untuk membangun, memimpin, dan memanfaatkan AI secara bermakna.

Indosat menegaskan komitmen jangka panjangnya: memastikan AI tidak hanya tersedia, tetapi juga memberdayakan masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari dan masa depan digital bangsa.(*)




Indosat Catat Pendapatan Rp15,36 Triliun di Akhir 2025, Fokus Transformasi Digital Berbasis AI

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Indosat Ooredoo Hutchison (IDX: ISAT) memulai 2026 dengan landasan bisnis yang semakin kokoh setelah menutup kuartal terakhir 2025 dengan pertumbuhan signifikan.

Pada kuartal IV 2025, Indosat mencatat pendapatan sebesar Rp15,36 triliun, tumbuh 9% dibanding kuartal sebelumnya.

Pertumbuhan ini sejalan dengan kenaikan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 53,5% secara quarter-on-quarter, atau meningkat menjadi Rp5,5 triliun, serta 12,2% secara year-on-year.

Sementara itu, EBITDA naik 12% menjadi Rp26,6 triliun, mencerminkan kinerja keuangan yang sehat dan eksekusi strategi yang disiplin.

“Kami menutup 2025 dengan momentum yang kuat dan fondasi yang solid untuk melangkah ke 2026. Pertumbuhan pendapatan yang konsisten, peningkatan profitabilitas, serta laba bersih yang positif menjadi indikasi keberhasilan strategi kami. Pemanfaatan AI dalam personalisasi layanan dan penguatan jaringan telah meningkatkan pengalaman pelanggan secara signifikan,” kata Vikram Sinha, President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison.

Pertumbuhan ARPU juga menunjukkan tren positif, meningkat hingga Rp44 ribu, didukung oleh penerapan personalisasi berbasis AI dan inovasi layanan seperti AI-powered 360 Scam and Spam Protection, yang menjaga keamanan pelanggan di berbagai kanal digital.

Selain itu, Indosat terus memperkuat pengalaman pelanggan dengan layanan 5G dan fixed wireless access (HiFi Air).

Hingga akhir 2025, layanan Home Broadband ini telah melayani sekitar 400.000 pelanggan di 24 kota di Indonesia.

Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi integrasi AI dengan kapabilitas jaringan canggih untuk menghadirkan konektivitas digital yang adaptif dan berbasis manusia.

Dengan fokus pada pengalaman, keamanan, dan kepercayaan digital, Indosat menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pertumbuhan jangka panjang dan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan melalui investasi berkelanjutan di infrastruktur digital, operasional berbasis data, dan inovasi berbasis AI.(*)




Indosat Bersama Tanla Deteksi 2 Miliar Ancaman Scam dan Spam Lewat AI

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Enam bulan sejak diluncurkan, fitur Anti-Spam dan Anti-Scam dari Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) berhasil mendeteksi lebih dari 2 miliar panggilan, SMS, dan tautan berisiko.

Sistem ini dikembangkan menggunakan kecerdasan buatan (AI) melalui kolaborasi strategis bersama Tanla Platforms lewat platform Wisely AI, dan mampu melindungi 100% pelanggan dari potensi penipuan digital.

Seiring meningkatnya peran ponsel dalam komunikasi, transaksi, dan aktivitas ekonomi, perlindungan ruang digital menjadi kebutuhan mendasar.

Indosat menghadirkan fitur ini tidak hanya untuk konektivitas, tetapi juga memastikan pelanggan merasa aman saat beraktivitas.

Data internal Indosat menunjukkan bahwa sebagian besar ancaman datang dari penipuan OTP, phishing, dan undian palsu, terutama melalui SMS dan panggilan suara.

Aktivitas mencurigakan meningkat pada periode tertentu, termasuk musim belanja daring, menjelang hari raya, dan pencairan bantuan sosial.

Lebih dari sekadar memblokir, fitur ini mengajak pelanggan berpartisipasi aktif.

Lebih dari 2,5 juta pelanggan telah mengaktifkan aplikasi, dan sistem mencatat 124.000 nomor yang digunakan untuk penipuan.

Dampaknya signifikan, terutama bagi UMKM, lansia, dan pelanggan di wilayah rawan, dengan potensi kerugian finansial yang berhasil dicegah mencapai US$ 500 juta.

Survei internal mencatat lebih dari 95% pelanggan merasa lebih aman.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, memberikan apresiasi atas upaya Indosat dalam memberantas scam dan spam.

Sementara itu, Vikram Sinha, CEO Indosat Ooredoo Hutchison, menekankan kolaborasi dengan Tanla sebagai bentuk perlindungan proaktif berbasis AI untuk mencegah ancaman sebelum berdampak pada pelanggan.

Tanla Platforms, mitra strategis Indosat, mengembangkan sistem deteksi adaptif dengan tingkat akurasi hingga 99% dan pembelajaran data berkelanjutan.

Menurut CEO Tanla, Uday Reddy, kolaborasi ini mencerminkan komitmen menghadirkan inovasi yang berdampak langsung pada keamanan digital masyarakat Indonesia.

Fitur Baru: Perlindungan Lebih Cerdas dan Mudah Diakses

Ancaman digital terus berkembang. Laporan Global Anti-Scam Alliance (GASA) 2025 menunjukkan hampir dua pertiga masyarakat Indonesia menghadapi penipuan digital, dengan lebih dari sepertiga menjadi korban dalam setahun terakhir.

Sedangkan data OJK/IASC mencatat kerugian hingga Rp9,1 triliun akibat penipuan sejak November 2024 hingga Januari 2026.

Indosat menghadirkan fitur terbaru melalui:

  • SATSPAM untuk pelanggan IM3

  • TRI AI: Anti-Spam/Scam untuk pelanggan Tri, dengan deteksi visual berbasis kode warna

Manfaat fitur:

  • Auto blokir SMS penipuan

  • Deteksi panggilan berisiko berbasis VoIP

  • Pop-up notifikasi panggilan sesuai tingkat risiko

  • Ringkasan aktivitas mencurigakan via aplikasi

  • Integrasi perlindungan Plus+ di myIM3 dan bima+

Semua fitur dirancang inklusi, ringan, dan mudah diakses.

Dengan AI, kolaborasi strategis, dan partisipasi aktif pelanggan, Indosat menegaskan komitmennya membangun ekosistem digital aman, tepercaya, dan berdampak nyata bagi masyarakat Indonesia.(*)