Berpotensi Pangkas Waktu Tempuh 40 Menit, Proyek Jembatan Malaysia–Indonesia

MALAYSIA, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah negara bagian Melaka, Malaysia, tengah mengkaji rencana pembangunan jembatan lintas negara yang akan menghubungkan Malaysia dan Indonesia melalui Selat Malaka.

Wacana ini kembali mencuat setelah pemerintah Melaka mengalokasikan anggaran khusus untuk melakukan studi kelayakan sebagai tahap awal proyek.

Ketua Menteri Melaka, Datuk Seri Ab Rauf Yusoh, menyampaikan bahwa pemerintah negara bagian telah menyiapkan dana sebesar RM500.000 atau sekitar Rp2 miliar guna membiayai kajian awal pembangunan jembatan tersebut.

Studi kelayakan ini akan mencakup aspek teknis konstruksi, kelayakan ekonomi, serta dampak logistik dan lingkungan.

Proyek jembatan yang direncanakan memiliki panjang sekitar 47,7 kilometer itu disebut akan menghubungkan kawasan Pengkalan Balak di Masjid Tanah, Melaka, dengan wilayah di Indonesia di seberang Selat Malaka.

Sejumlah kajian awal mengarah pada kawasan Dumai atau Bengkalis di Provinsi Riau sebagai titik penghubung di sisi Indonesia.

Jika proyek tersebut terealisasi, jembatan lintas Selat Malaka diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan Malaysia–Indonesia menjadi sekitar 40 menit melalui jalur darat, yang selama ini bergantung pada transportasi laut dan udara.

Ab Rauf menilai pembangunan jembatan ini memiliki nilai strategis bagi hubungan bilateral kedua negara serta berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

“Jembatan ini akan menjadi gerbang dunia terakhir yang menghubungkan Malaysia dan Indonesia, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara kedua negara,” ujar Ab Rauf.

Dari sisi Indonesia, rencana ini mendapat sambutan positif di tingkat daerah.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan studi kelayakan sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas regional.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis, Toharudin, mengatakan bahwa pembangunan jembatan lintas negara dapat membuka jalur strategis baru bagi perekonomian wilayah pesisir Riau.

“Kami mendukung penuh studi kelayakan ini sebagai langkah memperkuat konektivitas regional dan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di Bengkalis dan Dumai,” ujarnya.

Meski demikian, wacana pembangunan jembatan Selat Malaka ini juga menuai kritik dari kalangan oposisi di Malaysia.

Tokoh oposisi Melaka, Yadzil Yaakub, mempertanyakan kesiapan fiskal pemerintah negara bagian dalam mendanai proyek infrastruktur berskala besar tersebut.

“Belanja pemerintah Melaka masih sangat bergantung pada bantuan federal dari Putrajaya. Jika untuk perbaikan jalan negara bagian saja membutuhkan dukungan pusat, bagaimana mungkin pembangunan jembatan lintas Selat Malaka dapat dibiayai?” kata Yadzil.

Pemerintah Melaka menyebut studi kelayakan dijadwalkan mulai dilakukan pada awal 2026.

Setelah rampung, hasil kajian akan diajukan ke National Physical Planning Council (MPFN) Malaysia untuk dievaluasi.

Selanjutnya, pemerintah Melaka berencana membawa hasil studi tersebut ke tahap pembahasan bilateral dengan pemerintah Indonesia, termasuk mengenai skema pendanaan dan pembagian peran kedua negara.

Hingga saat ini, rencana pembangunan jembatan Malaysia–Indonesia masih berada pada tahap kajian awal dan belum memasuki fase pengambilan keputusan final.

Realisasi proyek akan sangat bergantung pada hasil studi kelayakan serta kesepakatan politik dan ekonomi antara kedua negara.(*)




BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Desember 2025, Waspadai Banjir dan Gelombang Tinggi

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – BMKG mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Indonesia sepanjang Desember 2025.

Imbauan ini disampaikan sebagai langkah antisipasi menjelang periode libur akhir tahun yang biasanya diikuti dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan bahwa dalam beberapa hari terakhir, hujan berintensitas sedang hingga sangat lebat melanda wilayah Jawa bagian barat dan tengah.

Meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan sebagian Yogyakarta.

Kondisi atmosfer sedang sangat labil dengan kandungan uap air yang tinggi akibat aktifnya monsun Asia dan suhu muka laut yang hangat.

Hujan lebat hingga sangat lebat dengan curah 80–150 mm per hari sudah tercatat di beberapa wilayah.

“Ini menjadi sinyal kuat untuk meningkatkan kewaspadaan,” ujar Dwikorita di Jakarta.

Saat ini, sekitar 43,8% wilayah Indonesia atau 306 Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim hujan.

Puncak musim hujan diperkirakan terjadi bertahap mulai November 2025 hingga Februari 2026, bergerak dari wilayah barat menuju timur.

Menurut Dwikorita, periode Desember 2025 – Januari 2026 menjadi fase puncak utama musim hujan untuk sebagian besar wilayah Indonesia, yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya banjir, banjir bandang, dan longsor.

Selain hujan ekstrem, BMKG juga mengeluarkan peringatan gelombang tinggi pada 5–8 Desember 2025 di sejumlah perairan Indonesia.

Gelombang diperkirakan mencapai hingga 4 meter dipicu oleh angin kencang dan pengaruh bibit siklon tropis di sekitar Laut Filipina dan Papua Barat Daya.

Nelayan serta masyarakat pesisir diminta menunda aktivitas laut selama periode tersebut.

BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, bantaran sungai, dan area perbukitan rawan longsor.

Warga juga diimbau memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG serta memastikan saluran drainase tetap bersih untuk meminimalkan risiko bencana saat hujan lebat dan gelombang tinggi.(*)




K-Pop Idol Pertama dari Indonesia

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pasca dua hari debut, Hearts 2 Hearts trending 1 di youtube untuk kategori musik di Indonesia. Girl group besutan SM Entertainment, yang terdiri dari Carmen, Jiwoo, Yuha, Stella, Juun, A-na, Ian dan Yeon.

Hearts 2 Hearts menjadi viral di kalangan penggemar korea di Indonesia dikarenakan salah satu membernya yaitu Carmen, berasal dari Indonesia. Carmen, gadis cantik asal Bali ini, menjadi anggota girlgrup pertama dari Indonesia yang masuk di salah satu 3 perusahaan besar industri musik korea atau biasa disebut The Big 3. The Big 3 yaitu, YGentertainment, SMentertainment dan JYPentertainment.

Pemilik nama asli Nyoman Ayu Carmenita ini, terus menjadi buah bibir dikalangan pecinta Kpop Indonesia. Bahkan di Musik Video yang baru dirilis 2 hari yang lalu, banjir komentar untuk Carmen terus berdatangan.

Sampai saat ini, sudah lebih dari 7 juta lebih streaming di platform Youtube, dengan komentar sebanyak 36 ribu komentar. Berikut beberapa komentar dari netizen Indonesia.

baca juga: Keakraban Walikota Maulana dan Gibran Rakabuming dalam Retret Kepala Daerah di Akmil Magelang

baca juga: Pertamina Jamin Kualitas Pertamax, Tidak Ada Perubahan RON atau Pengoplosan

@cdrz**** menyebutkan “Congratulations Carmen for being the first Indonesian to debut under big 3! We’re so proud of you, cantik <3.

@den*** menyebutkan SM SEKALIII, SELAMAT DEBUT H2H DAN SELAMAT CARMEN THE FIRST SM IDOL FROM INDONESIA

Hearts 2 Hearts ini merupakan girl grup naungan SM Entertainment. Dengan membawakan lagu “The Chase” hearts 2 hearts akan tampil dibeberapa ajang musik show yang ada di Korea Selatan.