Efek Juara ASEAN Cup 2026: Ranking FIFA Indonesia Tembus Posisi 117 Dunia

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — Gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 memberi bonus penting bagi Timnas Indonesia.

Selain membawa pulang trofi, skuad Garuda juga berhasil memperbaiki posisi dalam ranking FIFA terbaru.

Indonesia kini menempati peringkat ke-117 dunia dengan koleksi 1.166,50 poin.

Posisi tersebut naik satu tingkat setelah Indonesia mengumpulkan tambahan 9,45 poin sepanjang kiprahnya di FIFA ASEAN Cup 2026.

Kenaikan itu sekaligus membuat Indonesia melewati Sudan. Negara tersebut turun ke posisi ke-118 dengan 1.156,74 poin.

Perjalanan Indonesia menuju tambahan poin tersebut berlangsung dalam empat pertandingan. Garuda langsung memperoleh 4,12 poin setelah menundukkan Singapura pada laga pembuka.

Namun, Indonesia kehilangan sebagian poin ketika hanya bermain imbang 0-0 melawan Malaysia. Hasil tersebut membuat koleksi poin Indonesia berkurang 0,66 poin.

Tim asuhan pelatih kemudian kembali mendulang poin dalam jumlah besar saat menghadapi Bangladesh.

Kemenangan telak 9-2 menghasilkan tambahan 2,66 poin bagi Indonesia.

Momentum terbesar datang pada pertandingan final melawan Thailand. Indonesia memastikan gelar juara setelah memenangkan adu penalti dengan skor 4-2.

Hasil tersebut menyumbang 3,35 poin ke ranking FIFA Garuda.

Jika seluruh perolehan itu dihitung, Indonesia mendapat tambahan bersih yang cukup untuk mengangkat posisinya ke peringkat 117 dunia.

Menariknya, Thailand juga mengalami kenaikan posisi meski gagal merebut gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026.

Kekalahan dari Indonesia di final memang membuat Thailand kehilangan 0,85 poin. Namun, posisi mereka justru bergerak naik karena perubahan peringkat negara-negara lain.

Thailand kini berada di peringkat ke-93 dunia dengan 1.251,42 poin. Mereka berhasil melewati China yang turun ke posisi ke-94 dengan 1.247,42 poin.

Situasi ini membuat final ASEAN Cup 2026 menghadirkan efek berbeda bagi kedua tim.

Indonesia mendapat dorongan langsung dari keberhasilan menjadi juara, sedangkan Thailand tetap menikmati kenaikan posisi meski harus mengakui keunggulan Garuda di partai puncak.

Bagi Indonesia, tambahan poin tersebut menjadi modal penting dalam upaya memperbaiki posisi di ranking FIFA.

Jika mampu menjaga konsistensi kemenangan pada laga-laga internasional berikutnya, Garuda berpeluang terus memangkas jarak dengan tim-tim yang berada di atasnya.(*)




Indonesia Juara, Kutukan Final dan Thailand Akhirnya Takluk di SUGBK

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Indonesia akhirnya mematahkan kutukan panjang di partai final.

Thailand, tim yang selama bertahun-tahun kerap menjadi batu sandungan skuad Garuda, akhirnya berhasil ditaklukkan pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Senin 5 Oktober 2026 malam WIB.

Indonesia meraih kemenangan dramatis melalui adu penalti setelah kedua tim bermain 2-2 hingga extra time.

Skuad Garuda kemudian menang 4-2 dalam drama tos-tosan sekaligus memastikan trofi FIFA ASEAN Cup 2026.

Kemenangan ini terasa lebih besar dari sekadar tambahan satu trofi.

Indonesia akhirnya mengakhiri rentetan kegagalan di partai puncak sekaligus menghentikan dominasi Thailand dalam pertemuan kedua tim.

Thailand Akhirnya Tumbang

Dalam satu dekade terakhir, Thailand menjadi lawan yang sulit ditaklukkan Indonesia.

Dalam periode tersebut, Thailand mencatat empat kemenangan dan tujuh hasil imbang ketika menghadapi Indonesia.

Skuad Garuda tidak mampu meraih kemenangan atas Thailand dalam rentang panjang tersebut.

Kemenangan terakhir Indonesia sebelum final FIFA ASEAN Cup 2026 terjadi pada leg pertama final Piala AFF 2016.

Ketika itu, Indonesia menang 1-0 atas Thailand di Stadion Pakansari.

Setelah itu, penantian panjang dimulai.

Baru pada malam di SUGBK, Indonesia kembali merasakan kemenangan atas Thailand. Bedanya, kali ini kemenangan tersebut langsung mengantarkan Garuda menjadi juara.

Thailand Berkali-kali Menghalangi Indonesia di Final

Thailand bukan nama asing dalam cerita kegagalan Indonesia di partai puncak turnamen Asia Tenggara.

Dari enam final Piala AFF yang pernah dimainkan Indonesia, empat di antaranya mempertemukan Garuda dengan Thailand.

Kedua tim bertemu pada final edisi 2000, 2002, 2016, dan 2020.

Dua pertemuan pertama berakhir pahit bagi Indonesia. Thailand menjadi juara pada final 2000 dan 2002.

Pada 2016, Indonesia memang berhasil memenangkan leg pertama final, tetapi Thailand akhirnya keluar sebagai juara setelah menang pada leg kedua.

Rentetan tersebut membuat Thailand seolah menjadi tembok yang sulit dilewati Indonesia setiap kali bertemu di panggung final.

Kini, cerita itu berubah.

Indonesia Bangkit Setelah Sempat Tertinggal

Final FIFA ASEAN Cup 2026 kembali memperlihatkan betapa sulitnya pertandingan Indonesia melawan Thailand.

Indonesia sempat membuka keunggulan melalui Dean James.

Namun, Thailand merespons lewat Iklas Sanron dan Peeradon Chamratsamee. Indonesia bahkan sempat tertinggal 1-2 pada extra time.

Saat situasi semakin sulit, Elkan Baggott muncul sebagai penyelamat.

Baggott mencetak gol penyama kedudukan dan mengubah skor menjadi 2-2 pada extra time.

Pertandingan pun harus ditentukan melalui adu penalti.

Di sinilah mental Indonesia kembali diuji.

Penalti Mengubah Cerita

Empat eksekutor Indonesia mampu menjalankan tugas mereka dengan sempurna.

Sebaliknya, Thailand kehilangan momentum setelah Sarach Yooyen gagal menaklukkan kiper Indonesia. Tendangannya membentur tiang gawang.

Kesempatan berikutnya juga gagal dimanfaatkan Thailand.

Nattapong Sayriya tidak mampu mencetak gol setelah kiper Indonesia berhasil membaca arah tendangannya.

Indonesia akhirnya menang 4-2 melalui adu penalti.

SUGBK pun menjadi saksi lahirnya sejarah baru.

Bukan hanya karena Indonesia berhasil mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026, tetapi karena skuad Garuda melakukannya dengan menumbangkan Thailand dalam pertandingan yang penuh tekanan.

SUGBK Juga Lepas dari Penantian

Ada satu catatan lain yang membuat kemenangan ini terasa istimewa.

SUGBK memiliki sejarah panjang dengan perjalanan Timnas Indonesia di berbagai turnamen.

Indonesia beberapa kali harus menelan kegagalan ketika bermain sebagai tuan rumah dan mengejar gelar.

Terakhir kali Indonesia menjadi juara di stadion ini terjadi ketika Garuda mengalahkan Malaysia pada final SEA Games 1987.

Setelah itu, penantian panjang kembali terjadi.

Pada SEA Games 1997, Indonesia kalah dari Thailand melalui adu penalti.

Lima tahun kemudian, Thailand kembali menjadi penghalang Indonesia pada final Piala Tiger 2002. Indonesia lagi-lagi gagal setelah pertandingan berakhir melalui drama adu penalti.

Pada final Piala AFF 2010, Indonesia harus mengakui keunggulan Malaysia dengan agregat 2-4.

Setahun kemudian, giliran Malaysia yang kembali menghentikan Indonesia pada final SEA Games 2011 melalui adu penalti.

Rentetan kegagalan tersebut membuat gelar FIFA ASEAN Cup 2026 memiliki makna tersendiri.

Era Baru Garuda Bersama John Herdman?

Kemenangan atas Thailand juga menjadi tonggak penting bagi Timnas Indonesia di bawah asuhan John Herdman.

Skuad Garuda bukan hanya berhasil memenangkan final yang berlangsung dramatis, tetapi juga mematahkan sejumlah catatan buruk yang selama bertahun-tahun membayangi perjalanan Indonesia.

Kutukan final akhirnya pecah.

Thailand yang selama ini menjadi salah satu lawan paling sulit akhirnya tumbang.

Dan yang paling penting, Indonesia tidak lagi hanya datang ke partai puncak untuk menjadi finalis.

Kali ini, Garuda datang untuk mengangkat trofi.(*)




Gila! Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Setelah Drama 2-2 Lawan Thailand

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Indonesia keluar sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah melewati final dramatis kontra Thailand di Stadion Gelora Bung Karno, Senin 5 Oktober 2026.

Indonesia harus menunggu hingga babak adu penalti untuk memastikan gelar. Setelah bermain 2-2 selama waktu normal dan extra time, skuad Garuda akhirnya menang 4-2 dalam adu penalti.

Kiper Emil Audero tampil penting dalam drama tersebut setelah menggagalkan salah satu eksekusi penalti Thailand.

Kemenangan ini menjadi klimaks pertandingan yang berlangsung sengit selama 120 menit.

Indonesia Tekan Thailand Sejak Awal

Indonesia langsung mengambil kendali permainan sejak menit pertama.

Peluang pertama datang pada menit ke-3 melalui Luke Vickery. Sepakan mendatarnya mengarah ke gawang, tetapi Saranon Anuin masih mampu mengamankan bola.

Lima menit kemudian, Mitchell Baker kembali mengancam. Mendapat umpan dari Thom Haye, Baker melepaskan tendangan keras yang kembali ditepis Saranon.

Thailand kesulitan mengembangkan permainan karena Indonesia terus memberikan tekanan. Meski begitu, Thailand sempat menciptakan peluang melalui Teerasak Poeiphimai dan Chanathip Songkrasin.

Pertahanan Indonesia mampu meredam ancaman tersebut.

Hingga turun minum, kedua tim belum menemukan gol. Skor tetap 0-0.

Indonesia Pecah Kebuntuan

Memasuki babak kedua, pertandingan semakin terbuka.

Indonesia terus mencari celah melalui serangan dari kedua sisi. Mitchell Baker kembali mendapatkan peluang emas pada menit ke-69 setelah menerima umpan jauh Ivar Jenner.

Namun, penyelesaian Baker masih melebar.

Gol yang ditunggu akhirnya datang setelah Thailand kehilangan satu pemain.

Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua setelah menjatuhkan Ole Romeny. Thailand harus bermain dengan 10 pemain.

Dari tendangan bebas, Dean James melepaskan bola yang kemudian membentur Iklas Sanron sebelum masuk ke gawang.

Indonesia unggul 1-0.

Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama.

Thailand menyamakan skor pada menit ke-87. Iklas Sanron menyambar umpan Seksan Ratree dan mengubah kedudukan menjadi 1-1.

Skor tersebut bertahan hingga waktu normal berakhir sehingga pertandingan harus memasuki extra time.

Thailand Sempat Unggul, Baggott Menyelamatkan Indonesia

Indonesia meningkatkan tekanan pada babak tambahan.

John Herdman memasukkan Shayne Pattynama dan Egy Maulana Vikri untuk menambah variasi serangan.

Ole Romeny kemudian meninggalkan lapangan karena cedera dan digantikan Rayhan Hannan.

Namun, Thailand justru kembali mengejutkan Indonesia.

Pada menit ke-111, Peeradol Chamrasamee menyelesaikan serangan yang dibangun Thailand dan membawa timnya unggul 2-1.

Indonesia langsung merespons.

Lima menit berselang, Elkan Baggott mencetak gol penyama kedudukan. Skor kembali menjadi 2-2.

Indonesia mendapatkan beberapa peluang pada sisa extra time, tetapi tidak mampu mencetak gol ketiga.

Pertandingan pun harus ditentukan lewat adu penalti.

Emil Audero Jadi Penentu

Kevin Diks menjadi eksekutor pertama Indonesia dan menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Penendang pertama Thailand, Manuel Bihr, juga sukses.

Drama kemudian memihak Indonesia ketika Sarach Yooyen gagal menjalankan tugasnya. Tendangannya membentur tiang gawang.

Indonesia memanfaatkan momentum tersebut.

Shayne Pattynama sukses mengeksekusi penalti dan membawa Indonesia unggul dalam drama adu penalti.

Thailand kemudian mendapat kesempatan melalui Nattapong Sayriya. Namun, Emil Audero membaca arah bola dan menggagalkan eksekusi tersebut.

Indonesia akhirnya menang 4-2 dalam adu penalti.

Stadion Gelora Bung Karno pun menjadi saksi ketika Timnas Indonesia memastikan diri sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah melewati final penuh drama selama 120 menit.

Susunan Pemain

Indonesia (4-3-3): Emil Audero; Kevin Diks, Elkan Baggott, Justin Hubner, Calvin Verdonk; Joey Pelupessy, Thom Haye; Luke Vickery, Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen; Mitchell Baker.

Pelatih: John Herdman.

Thailand (4-3-1-2): Saranon Anuin; Suphanan Bureerat, Manuel Bihr, Nattapong Sayriya, Nicholas Mickelson; Kritsada Kaman, Sarach Yooyen, Kakana Khamyok; Chanathip Songkrasin; Supachai Chaided, Teerasak Poeiphimai.

Pelatih: Anthony Hudson.(*)