Inflasi Jambi Oktober 2026 Capai 3,51 Persen, Harga Makanan Naik Paling Tinggi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kenaikan harga sejumlah kebutuhan masyarakat mendorong inflasi Provinsi Jambi mencapai 3,51 persen secara tahunan pada Oktober 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di level 113,62.
Dari dua daerah yang menjadi wilayah penghitungan inflasi di Provinsi Jambi, Kabupaten Muara Bungo mencatat inflasi lebih tinggi dibandingkan Kota Jambi.
Inflasi tahunan di Muara Bungo mencapai 3,89 persen, sedangkan Kota Jambi tercatat sebesar 3,40 persen.
Berdasarkan Berita Resmi Statistik yang dirilis BPS Provinsi Jambi pada Senin 2 November 2026, kenaikan harga terjadi pada 10 dari 11 kelompok pengeluaran yang menjadi komponen penghitungan inflasi.
Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi kelompok dengan kenaikan indeks tertinggi, yakni mencapai 6,18 persen.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan konsumsi sehari-hari masih menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga di daerah tersebut.
Selain kebutuhan pangan, kenaikan juga terjadi pada kelompok Kesehatan sebesar 4,73 persen.
Kemudian kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran mengalami kenaikan 4,42 persen, disusul Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga sebesar 3,74 persen.
Sementara itu, kelompok Transportasi mencatat kenaikan sebesar 3,12 persen. Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya naik 2,61 persen, sedangkan Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga mengalami kenaikan 2,50 persen.
Kenaikan indeks juga terjadi pada kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 1,72 persen, Pendidikan 1,30 persen, serta Rekreasi, Olahraga, dan Budaya sebesar 0,85 persen.
Di tengah kenaikan hampir seluruh kelompok pengeluaran tersebut, pakaian dan alas kaki justru mengalami penurunan indeks.
Kelompok ini menjadi satu-satunya yang mencatat deflasi dengan penurunan sebesar 4,03 persen.
Jika dilihat dari perkembangan harga secara bulanan, Provinsi Jambi mengalami inflasi sebesar 0,50 persen pada Oktober 2026.
Sementara itu, inflasi secara kumulatif sejak awal tahun atau year to date (y-to-d) tercatat sebesar 2,82 persen.
Data BPS tersebut memperlihatkan bahwa tekanan kenaikan harga di Provinsi Jambi masih cukup terasa, terutama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami kenaikan paling besar dibandingkan kelompok pengeluaran lainnya.(*)