Ibu Hamil Aman Puasa Jika Ikuti Tips Ini, Dokter Sarankan Begini

SEPUCUKJAMBi.ID – Memasuki bulan Ramadan, banyak ibu hamil menghadapi dilema antara menjalankan ibadah puasa dan menjaga kesehatan janin.

Sebenarnya, ibu hamil boleh berpuasa, asalkan kondisi tubuh mendukung dan sudah berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Setiap kehamilan berbeda, sehingga keputusan puasa tidak bisa disamaratakan. Secara umum, trimester kedua dianggap lebih aman dibanding trimester pertama dan ketiga.

Di trimester pertama, janin sedang berkembang dan membutuhkan nutrisi tinggi. Sedangkan di trimester ketiga, tubuh ibu membutuhkan energi ekstra untuk mendukung pertumbuhan janin.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Puasa pada ibu hamil berisiko jika asupan nutrisi dan cairan tidak terpenuhi dengan baik.

Kekurangan gizi atau dehidrasi dapat menyebabkan lemas, pusing, sakit kepala, hingga memengaruhi volume cairan ketuban dan aliran darah ke janin.

Selain itu, perubahan pola makan juga bisa memengaruhi kadar gula darah. Kondisi ini lebih berisiko bagi ibu dengan anemia, tekanan darah rendah, atau diabetes gestasional.

Potensi Manfaat Puasa

Jika dilakukan dengan benar, puasa justru bisa memberikan manfaat. Penelitian menunjukkan puasa terkontrol membantu menjaga kenaikan berat badan tetap stabil dan mendukung metabolisme tubuh.

Namun, manfaat ini sangat tergantung kondisi kesehatan masing-masing ibu.

Tips Aman Puasa untuk Ibu Hamil

Jika dokter menyatakan aman untuk berpuasa, berikut langkah-langkah agar tetap sehat:

  1. Konsumsi karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, sayur, dan buah saat sahur dan berbuka.

  2. Hindari makanan tinggi gula sederhana agar energi tetap stabil.

  3. Minum air putih secara bertahap dari berbuka hingga sahur untuk mencegah dehidrasi.

  4. Kurangi aktivitas berat dan perbanyak istirahat.

Kapan Sebaiknya Berhenti Puasa

Ibu hamil tidak perlu memaksakan diri. Jika muncul keluhan seperti pusing hebat, mual berlebihan, gerakan janin berkurang, atau tanda dehidrasi, sebaiknya segera berbuka dan konsultasikan dengan tenaga medis.

Kesehatan ibu dan janin tetap menjadi prioritas utama. Puasa bisa dijalankan jika kondisi memungkinkan, namun menunda atau mengganti puasa di waktu lain adalah pilihan yang lebih aman dan bijak.(*)




Elviana Apresiasi Langkah Wali Maulana, Dorong Akselerasi MBG di Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Elviana, menegaskan pentingnya peran aktif kepala daerah dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), meskipun program tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat.

Hal itu disampaikan Elviana saat menghadiri Rapat Koordinasi Satuan Tugas Percepatan Pelaksanaan Program MBG Kota Jambi yang dipimpin langsung Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, di Aula Bappeda Kota Jambi, Rabu (15/1).

Menurut Elviana, langkah Wali Kota Jambi yang menginisiasi rapat lintas sektor merupakan contoh konkret bagaimana kebijakan pusat harus diterjemahkan secara serius di daerah.

“Ini memang rapat yang seharusnya dilakukan oleh kepala daerah. Programnya pusat, tapi dampaknya langsung dirasakan masyarakat di daerah yang mereka pimpin,” ujar Elviana.

Ia menilai, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bergantung pada konsep nasional.

Tetapi juga kesiapan daerah dalam mengelola dapur, distribusi bahan pokok, hingga dampaknya terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Elviana mengungkapkan bahwa berbagai masukan dan persoalan teknis yang muncul dalam rapat tersebut akan menjadi bahan penting baginya untuk disampaikan langsung kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dalam agenda koordinasi berikutnya.

“Apa yang terjadi di lapangan ini harus disampaikan ke pusat. Jangan sampai kebijakan bagus, tapi pelaksanaannya menyulitkan daerah. Masukan dari Kota Jambi ini akan saya bawa ke tingkat nasional,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan dukungan penuh terhadap target Pemerintah Kota Jambi dalam mempercepat pelaksanaan MBG, khususnya terkait penambahan jumlah dapur dan perluasan penerima manfaat.

“Saya mendukung penuh. Harapannya, Juni 2026 seluruh dapur MBG di Kota Jambi bisa berjalan tanpa kendala dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” tambah Elviana.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menjelaskan bahwa rapat koordinasi tersebut bertujuan mempercepat implementasi MBG melalui penguatan komunikasi antar stakeholder.

Mulai dari BGN, koordinator wilayah, SPPI, SPPG, mitra investor, distributor bahan pokok, hingga unsur RT dan kelurahan.

Maulana menegaskan, Pemkot Jambi menargetkan peningkatan signifikan jumlah dapur MBG yang beroperasi di kota ini.

“Target kita bulan Juni nanti, dari 38 dapur yang sudah berjalan, menjadi 74 dapur aktif. Jumlah penerima manfaat juga kita dorong dari sekitar 94 ribu menjadi 274 ribu orang, mulai dari anak sekolah hingga ibu hamil,” ujar Maulana.

Ia mengakui bahwa tantangan di lapangan cukup kompleks, mulai dari ketersediaan bahan pokok, potensi inflasi, hingga pengelolaan limbah dapur MBG.

Karena itu, Pemkot Jambi akan membentuk kelompok kerja khusus untuk menangani masing-masing persoalan secara terfokus.

“Kalau bahan pokok tidak siap, inflasi bisa terjadi dan masyarakat yang terdampak. Maka semua harus disiapkan dari sekarang, termasuk SOP dan pendekatan berbasis kearifan lokal,” pungkasnya.(*)




Ramadan Tak Hentikan Program Makan Bergizi Gratis, Ini Penjelasan BGN

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan.

Keberlanjutan program ini dinilai krusial karena menyasar kelompok prioritas yang berada pada fase penting pertumbuhan dan perkembangan.

Dadan menjelaskan bahwa pada tahun 2026, fokus utama Program MBG diarahkan pada kelompok 1.000 hari pertama kehidupan.

Kelompok ini mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta anak balita yang membutuhkan asupan gizi optimal untuk menunjang tumbuh kembang.

Menurutnya, kelompok tersebut tidak boleh kehilangan akses terhadap makanan bergizi meskipun terdapat hari libur nasional atau perubahan aktivitas selama bulan Ramadan.

“Bahkan di 2026 ini kita akan utamakan di 1.000 hari pertama kehidupan. Oleh sebab itu di hari libur, di Ramadhan, program kita akan tetap jalan karena target utama kita adalah ibu hamil, menyusui, dan anak balita. Golden time period-nya pendek sekali karena di situlah stunting dicegah dan otak berkembang,” ujar Dadan.

Ia menekankan bahwa periode 1.000 hari pertama kehidupan merupakan masa emas yang sangat menentukan kualitas kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas anak di masa depan.

Kekurangan gizi pada fase ini dapat menimbulkan dampak jangka panjang yang sulit diperbaiki.

Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam menekan angka stunting secara nasional.

Oleh karena itu, BGN menilai penting menjaga kesinambungan intervensi gizi sepanjang tahun, termasuk selama bulan Ramadan.

Dadan menambahkan bahwa pelaksanaan MBG di bulan Ramadan akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Penyesuaian tersebut mencakup pengaturan waktu distribusi serta mekanisme penyaluran, tanpa mengurangi kualitas makanan maupun jumlah penerima manfaat.

Selain menyasar anak sekolah, program MBG juga secara khusus menjangkau ibu hamil dan ibu menyusui yang membutuhkan tambahan asupan gizi untuk menjaga kesehatan ibu serta mendukung pertumbuhan janin dan bayi.

BGN menegaskan komitmennya untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan optimal dalam berbagai situasi.

Termasuk selama Ramadan, sebagai bagian dari agenda nasional peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan kesehatan jangka panjang.(*)




Kapolda Jambi Ajak Semua Pihak Bersinergi Dukung Program SPPG

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID– Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar terus mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Provinsi Jambi.

Groundbreaking SPPG Polri dilakukan secara serentak di Polsek Telanaipura pada Senin, 29 Desember 2025.

Program ini menjadi bagian dari arahan Kapolri dan Asta Cita keempat Presiden RI untuk memastikan pemenuhan gizi anak sekolah, ibu hamil, dan balita.

“Melalui dapur sehat bergizi ini, setiap anak tanpa terkecuali dapat menikmati makanan sehat dan bergizi di sekolah. Program ini penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia emas,” ujar Kapolda Jambi.

Saat ini, Polda Jambi dan Polres jajaran memiliki 26 unit SPPG, dengan 9 unit telah beroperasi, 2 dalam tahap persiapan operasional, 4 dalam tahap pembangunan, dan 11 unit sedang tahap groundbreaking.

Total penerima manfaat mencapai 71.704 orang.

Kapolda Jambi menambahkan, target pembangunan SPPG secara bertahap adalah 100 unit pada tahun 2025, dengan cakupan penerima manfaat lebih dari 100 ribu orang.

Ia menegaskan, kelebihan unit dari target awal 22 unit merupakan capaian positif demi kepentingan masyarakat.

Selain itu, Kapolda mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, masyarakat, dan stakeholder, untuk bersinergi demi keberlanjutan program SPPG.

Ia berharap dapur sehat bergizi ini menjadi contoh standar kesehatan yang baik bagi seluruh jajaran Polres di wilayah hukum Polda Jambi.

“Terima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi. Mari bersama-sama menjadikan dapur SPPG ini bermanfaat bagi anak-anak dan ibu hamil di Provinsi Jambi,” tutup Irjen Krisno.(*)