Waktu Tempuh Jambi–Betung Bakal Jadi 2 Jam, Proyek Tol JTTS Dipercepat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Betung–Tempino–Jambi terus menunjukkan perkembangan positif.

PT Hutama Karya (Persero) saat ini mengebut penyelesaian Seksi 1 sepanjang 62,4 km, yang akan memperkuat konektivitas antara Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin, hingga Kota Jambi.

Ruas ini nantinya terhubung langsung dengan jaringan JTTS menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Secara keseluruhan, tol ini memiliki panjang 170,73 km yang terbagi menjadi tiga seksi:

  • Seksi 1 Betung–Tungkal Jaya (62,38 km)

  • Seksi 2 Tungkal Jaya–Bayung Lencir (54,32 km)

  • Seksi 3 Bayung Lencir–Sp. Ness (52,59 km)

Saat ini, progres fisik telah mencapai 30,83%, sedangkan pembebasan lahan mencapai 43,35%. Interchange Betung telah tersedia, dan pekerjaan perkerasan Akses Betung diselesaikan seluruhnya.

Selain jalan utama, ruas tol ini akan dilengkapi lima interchange Betung, Tungkal Jaya, Bayung Lencir, Tempino, dan Ness nserta empat pasang Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) di beberapa titik strategis.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyebutkan bahwa pembangunan TIP berjalan paralel dengan pekerjaan jalan tol.

“Sesuai target, pekerjaan utama dituntaskan pada Triwulan I 2027. Seluruh fasilitas termasuk TIP juga tengah diselesaikan,” ujarnya.

Jika beroperasi penuh, jalan tol ini mampu memangkas waktu perjalanan Jambi–Betung dari sekitar 6 jam menjadi hanya 2 jam.

Sehingga memberikan dampak besar bagi efisiensi logistik dan mobilitas masyarakat di Sumatera Selatan hingga Jambi.

Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menilai proyek ini sejalan dengan agenda pembangunan nasional untuk pemerataan infrastruktur.

“Tol yang menghubungkan pusat ekonomi akan menurunkan biaya logistik dan memperkuat daya saing wilayah,” ujarnya.

Hutama Karya menyatakan komitmennya untuk memastikan pembangunan berjalan tepat waktu dan sesuai standar keselamatan.

“Kami berharap manfaat tol ini segera dirasakan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi Sumsel dan Jambi,” tutup Mardiansyah.

Hingga kini, Hutama Karya telah membangun sekitar 1.235 km JTTS, termasuk sejumlah ruas yang telah beroperasi penuh di Sumatera.(*)




Hutama Karya Perkuat Pengawasan Kendaraan ODOL, Dukung Road Map Zero ODOL 2027

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) terus memperkuat komitmen dalam menekan pelanggaran kendaraan Over Dimension and Over Loading (ODOL) di seluruh ruas jalan tol yang dikelolanya.

Langkah ini menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap kebijakan pemerintah menuju Road Map Zero ODOL 2027, yang menargetkan Indonesia bebas kendaraan bermuatan berlebih dalam dua tahun ke depan.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, penanganan ODOL tak bisa lagi ditunda karena telah menimbulkan dampak serius di berbagai aspek, mulai dari tingginya angka kecelakaan lalu lintas, kerusakan jalan, hingga meningkatnya biaya logistik nasional.

“Rencana Aksi Nasional ODOL 2025–2029 kini sedang disusun untuk memperkuat langkah bersama antara pemerintah, operator jalan tol, dan dunia usaha,” ujar Aan, dikutip dari Kompas.com (15/10).

Kendaraan bermuatan dan berdimensi berlebih menimbulkan risiko tinggi bagi pengguna jalan.

Kendaraan ODOL sulit dikendalikan, memiliki jarak pengereman panjang, dan rentan terguling di kecepatan tinggi.

Selain membahayakan pengguna lain, kondisi ini juga mempercepat kerusakan struktur jalan tol hingga lima kali lipat dari usia rancangannya.

Data Jasa Raharja mencatat, jumlah kecelakaan yang melibatkan truk pada April 2025 menurun 22,38 persen dibanding bulan sebelumnya.

Penurunan ini sejalan dengan kebijakan pembatasan angkutan barang bersumbu tiga ke atas selama periode Lebaran.

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menegaskan bahwa perusahaan akan menindak kendaraan ODOL secara tegas dan berkelanjutan.

“Jalan tol dibangun untuk kenyamanan dan keselamatan bersama. Kendaraan yang melebihi batas muatan membahayakan pengguna lain dan merusak infrastruktur,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Hutama Karya memasang Weigh-In-Motion (WIM) yang terintegrasi dengan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di beberapa ruas tol, antara lain Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung, Tol Palembang–Indralaya, Tol Pekanbaru–Dumai, Tol XIII Koto Kampar, dan Tol Binjai.

Teknologi ini memungkinkan petugas mendeteksi pelanggaran muatan secara otomatis dan real-time, sesuai amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Jalan Tol.

Selama tahap sosialisasi, kendaraan ODOL yang terdeteksi akan diputar balik sebagai bentuk edukasi dan pencegahan.

“Kami juga terus melakukan sosialisasi masif melalui media konvensional, digital, dan radio agar kesadaran masyarakat terhadap bahaya ODOL meningkat,” tambah Mardiansyah.

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menilai, praktik ODOL memperlemah efisiensi logistik nasional karena mempercepat kerusakan jalan dan meningkatkan biaya perawatan.

“Kendaraan ODOL membuat biaya logistik Indonesia lebih tinggi dan menurunkan daya saing di kawasan ASEAN,” tegas Djoko.

Hutama Karya mengajak seluruh pengguna jalan untuk patuh terhadap batas muatan dan dimensi kendaraan.

“Mari bersama wujudkan jalan tol yang aman, nyaman, dan bebas ODOL. Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama,” tutup Mardiansyah.(*)




Proyek Tol Palembang–Betung Capai 70 Persen, Gibran Targetkan Selesai Lebaran 2026

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja meninjau progres pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung, bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Tahap II, pada Kamis, 25 September 2025.

Kunjungan ini didampingi oleh Plt. Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Koentjoro, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, Gubernur Sumsel Herman Deru, dan Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar.

Proyek tol sepanjang 69,19 km ini terdiri dari tiga seksi utama. Hingga akhir September 2025, progres pembangunan keseluruhan mencapai 70,75 persen, dengan Seksi 1 dan 2 (Kramasan–Pangkalan Balai) mencapai 83,69 persen dan Seksi 3 (Pangkalan Balai–Betung) mencapai 27,03 persen.

Dalam keterangannya, Wapres Gibran menyatakan bahwa tol ini akan memperkuat konektivitas antarwilayah, menurunkan biaya logistik, dan meningkatkan efisiensi perjalanan di Sumatera Selatan.

Ia juga berharap ruas tol ini bisa fungsional pada Lebaran 2026, dan mendukung arus mudik Natal dan Tahun Baru 2025.

“Semoga pembangunan bisa selesai tepat waktu. Hutama Karya kami harapkan terus semangat membangun JTTS demi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Gibran.

EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menegaskan komitmen perusahaan untuk menyelesaikan proyek ini sesuai dengan standar tinggi, teknologi mutakhir, dan pengawasan ketat.

Ia juga menyampaikan pentingnya dukungan dari semua pihak agar proyek tol ini selesai sesuai target.

Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera menjadi kunci strategis dalam pengembangan ekonomi wilayah dan peningkatan konektivitas nasional, terutama bagi provinsi-provinsi di Pulau Sumatera.(*)




JTTS Permudah Akses dan Percepat Logistik, Sumatera Kini Lebih Dekat

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sebagai infrastruktur vital yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan konektivitas di Pulau Sumatra.

Sejalan dengan semangat Hari Perhubungan Nasional 2025 bertema Bakti Transportasi untuk Negeri, kehadiran JTTS tak hanya mempercepat waktu tempuh.

Tetapi juga menghubungkan pusat-pusat ekonomi strategis serta membuka ruang tumbuhnya sektor UMKM, logistik, dan pariwisata lokal.

“JTTS menjadi simpul konektivitas vital dan katalisator ekonomi di Sumatra. Selain memangkas waktu dan biaya logistik, tol ini juga mendorong pertumbuhan UMKM dan daya saing daerah,” ungkap Adjib Al Hakim, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Kamis (25/9/2025).

Banyak pelaku usaha mengaku merasakan dampak langsung dari keberadaan JTTS.

Salah satunya Eka, pengusaha ekspedisi asal Pekanbaru.

“Dulu biaya bahan bakar tinggi dan pengiriman tidak pasti. Sekarang lebih hemat dan waktu kirim lebih singkat. Klien kami juga puas,” jelasnya.

Sementara itu, M. Fikhri Johar, warga Dumai, mengungkapkan bahwa perjalanan Pekanbaru–Dumai kini hanya memakan waktu sekitar 1,5–2 jam, jauh lebih singkat dibanding sebelumnya yang bisa mencapai 5–7 jam.

Hingga kini, Hutama Karya telah mengoperasikan 791,85 km ruas JTTS, menghubungkan berbagai kota dan kabupaten penting di Sumatra.

Selain mempercepat akses, Hutama Karya juga mengembangkan pelayanan digital melalui aplikasi HK Toll Apps, CCTV live monitoring, hingga fasilitas pendukung seperti:

  • Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)

  • Ruang laktasi

  • Ladies parking

  • Area bermain anak

  • Tenant UMKM lokal (lebih dari 50% ruang di rest area dialokasikan khusus untuk pelaku UMKM)

Sebagai bagian dari upaya memperluas pemanfaatan jalan tol, Hutama Karya meluncurkan kampanye Sumatera Sudah Dekat, menekankan bahwa JTTS bukan sekadar infrastruktur, tapi simbol aksesibilitas dan pemerataan ekonomi.

“Sumatra kini lebih terhubung, lebih cepat dijangkau, dan punya peluang besar untuk tumbuh bersama. Ini bentuk nyata Bakti Transportasi untuk Negeri,” tutup Adjib.(*)




Dalam Sepekan, Hutama Karya Catat 51.947 Kendaraan Gunakan Tol Betejam Seksi 3 Tempino-Ness

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kehadiran Tol Betung–Tempino–Jambi (Betejam) Seksi 3, khususnya pada segmen Tempino–Ness, disambut antusias oleh masyarakat Provinsi Jambi.

Sejak dibuka untuk umum tanpa tarif mulai Minggu, 14 September 2025, hingga 21 September 2025, tercatat sebanyak 51.947 kendaraan telah melintasi ruas tol ini.

Data ini disampaikan oleh PT Hutama Karya (Persero) selaku pengelola jalan tol, melalui pernyataan Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan, Adjib Al Hakim.

Menurut Adjib, tingginya trafik kendaraan yang melintas dalam waktu singkat menunjukkan bahwa masyarakat Jambi memang membutuhkan akses jalan tol sebagai alternatif perjalanan yang lebih cepat, nyaman, dan efisien di jalur Lintas Sumatera.

“Kehadiran Gerbang Tol Pijoan memperluas konektivitas. Perjalanan dari Bayung Lencir ke Simpang Ness kini lebih lancar dan jauh lebih singkat,” jelas Adjib dalam keterangan resmi.

Segmen tol baru ini membawa dampak signifikan terhadap efisiensi waktu. Beberapa contoh pemangkasan waktu tempuh:

  • Bayung Lencir ke Simpang Ness: dari hampir 3 jam menjadi ±45 menit

  • Jambi ke Betung: dari lebih 4 jam menjadi sekitar 2 jam

Manfaat ini dirasakan langsung oleh pengguna jalan. Salah satunya, Muhammad Royan Rivaldo, warga Kota Jambi, menyebut tol ini sangat membantu aktivitasnya sehari-hari.

“Biasanya saya harus menempuh perjalanan jauh dan macet. Sekarang lebih cepat dan nyaman. Harapan saya, tol ini bisa disambung ke lebih banyak daerah,” ungkapnya.

Tol Tempino–Ness tidak hanya memudahkan mobilitas, tapi juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di wilayah Jambi dan sekitarnya.

Dengan akses jalan bebas hambatan, distribusi logistik dan pergerakan wisatawan menjadi lebih mudah.

Meski masih dibuka secara gratis selama masa sosialisasi, Hutama Karya tetap mengimbau pengguna jalan untuk membawa kartu uang elektronik (e-money) sebagai persiapan saat memasuki gerbang tol (GT).

“Kami imbau pengguna tetap mematuhi aturan berkendara di jalan tol. Batas kecepatan maksimal 80 km/jam dan bahu jalan hanya boleh digunakan untuk kondisi darurat,” tambah Adjib.

Untuk mempermudah komunikasi dengan pengguna jalan, Hutama Karya menyediakan beberapa saluran informasi:

  • Instagram & Twitter: @HutamaKaryaTollRoad dan @HutamaKarya

  • Call Center Tol Betejam: +62 811-9111-0777

Pengguna jalan juga disarankan untuk terus mengikuti informasi terbaru terkait perkembangan jalan tol melalui media resmi Hutama Karya.(*)




Tol JORR-S dan Pekanbaru–Dumai Catat Lalu Lintas Tertinggi Versi Hutama Karya

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) melaporkan bahwa trafik kendaraan di seluruh ruas jalan tol yang dikelola mencatat rata-rata lebih dari 250.000 kendaraan per hari selama Semester I 2025.

Angka ini meningkat 7,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (Year-on-Year/YoY), mencerminkan peningkatan mobilitas masyarakat dan optimalisasi operasional tol nasional.

Menurut Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, lalu lintas harian tertinggi tercatat pada April 2025, mencapai lebih dari 266.000 kendaraan per hari, terutama saat momentum mudik dan arus balik Idulfitri 1446 H.

“Peningkatan ini menunjukkan bahwa jalan tol berperan vital dalam mendukung konektivitas nasional, khususnya di momen puncak mobilitas seperti mudik Lebaran dan libur panjang,” ujar Adjib.

Secara segmentatif, ruas Tol Jakarta Outer Ring Road Seksi S (JORR-S) menjadi penyumbang trafik tertinggi di Pulau Jawa dengan lebih dari 145.000 kendaraan per hari, sementara di Sumatera, Tol Pekanbaru–Dumai (Tol Permai) mencatat Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) tertinggi dengan lebih dari 15.000 kendaraan per hari.

“Tol JORR-S merupakan jalur utama kawasan metropolitan Jakarta, sedangkan Tol Permai menghubungkan Pekanbaru dengan kawasan industri serta Pelabuhan RoRo Dumai—salah satu titik penting konektivitas logistik Sumatera,” jelas Adjib.

Peningkatan trafik ini juga menjadi indikator kepercayaan publik terhadap kualitas layanan tol yang dikelola oleh Hutama Karya.

Untuk mendukung pelayanan, Hutama Karya mengimplementasikan Intelligent Traffic System (ITS) yang terkoneksi dengan pusat kontrol 24 jam.

Sistem ini memungkinkan pemantauan dan pengambilan keputusan berbasis data real-time, termasuk dalam kondisi darurat.

Selain itu, Hutama Karya juga meluncurkan HK Toll Apps, sebuah aplikasi digital yang memungkinkan pengguna mengakses informasi tarif tol, memantau lalu lintas melalui CCTV, serta mendapatkan layanan pelanggan secara langsung.

“Hutama Karya berkomitmen menyediakan infrastruktur jalan tol yang andal, adaptif, dan berteknologi. Kami tidak hanya membangun konektivitas fisik, tapi juga membangun kepercayaan publik,” tegas Adjib.

Sebagai penutup, Hutama Karya mengimbau pengguna jalan tol untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas, seperti menjaga kecepatan maksimal 80 km/jam, tidak menggunakan bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat, dan selalu memperhatikan rambu.

Untuk informasi lebih lanjut, pengguna dapat mengikuti akun media sosial resmi di @HutamaKaryaTollRoad dan @HutamaKarya, serta menghubungi call center tol masing-masing jika diperlukan.(*)




Tol Tempino–Ness Siap Beroperasi, Waktu Tempuh Palembang–Jambi Dipangkas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID PT Hutama Karya (Persero) resmi menyelesaikan rangkaian Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) Jalan Tol Betung (Sp Sekayu) – Tempino – Jambi Seksi 4 Tempino – Ness sepanjang 18,49 km.

Proses ULFO dilaksanakan pada Rabu hingga Jumat, 6–8 Agustus 2025, sebagai langkah akhir sebelum tol ini resmi beroperasi.

Uji laik ini menjadi tahap penting untuk memastikan kelayakan teknis dan administrasi jalan tol sebelum dibuka secara publik. Kegiatan melibatkan tim gabungan dari Kementerian PUPR, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi, Dinas Perhubungan, Korlantas Polri, dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

EVP Divisi Pembangunan Jalan Tol Hutama Karya, Pulung Satyo Anggono, serta Project Director Seksi 4, Ahmadi, turut hadir langsung dalam agenda tersebut.

EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menjelaskan bahwa ULFO dilaksanakan sesuai dengan regulasi nasional untuk memastikan seluruh aspek—konstruksi, keselamatan, fasilitas, hingga pengelolaan lalu lintas—telah memenuhi standar operasional jalan tol.

“Setelah ULFO selesai, Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO) dapat segera diterbitkan. Artinya, tol ini siap dioperasikan untuk mendukung konektivitas regional di Sumatra Selatan dan Jambi,” ungkap Adjib.

Sebelumnya, proses serah terima sementara atau Provisional Hand Over (PHO) telah dilaksanakan pada 15–18 Juli 2025.

ULFO ini mencakup pemeriksaan struktur jalan, bahu jalan, sistem drainase, marka dan rambu keselamatan, hingga kelengkapan dokumen pendukung.

Kehadiran Jalan Tol Tempino–Ness akan secara signifikan memangkas waktu tempuh antara Palembang dan Jambi.

Dari sebelumnya 8–9 jam melalui jalur Lintas Sumatera, menjadi hanya sekitar 2,5–3 jam.

Sementara itu, rute Bayung Lencir ke Sp Ness yang biasanya ditempuh dalam 3 jam dapat diselesaikan dalam 45 menit melalui tol ini.

Tol ini juga diharapkan memperlancar arus logistik, termasuk distribusi sumber daya alam seperti batu bara, dan mendukung peningkatan daya saing kawasan industri sekitar.

Tol Tempino–Ness dirancang dengan dua lajur per arah, bahu jalan dalam dan luar, sistem drainase modern, akses on-off ramp, serta dilengkapi fasilitas keselamatan seperti CCTV, PJU (Penerangan Jalan Umum), pos pantau, dan rambu-rambu pengarah.

Saat ini, total panjang Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang telah dibangun oleh Hutama Karya mencapai ±1.235 km, terdiri dari ruas operasional maupun dalam tahap konstruksi, termasuk Tol Bakauheni–Terbanggi Besar, Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung, Tol Palembang–Indralaya, dan lainnya.(*)




Libur Waisak 2025, Volume Kendaraan di JTTS Naik 7,18 Persen

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) mencatat lonjakan trafik kendaraan yang melintas di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) selama libur dan cuti bersama Hari Raya Waisak 2025.

Pada Jumat, 9 Mei 2025, total kendaraan yang melintasi JTTS mencapai 82.696 kendaraan, mengalami peningkatan sebesar 7,18 persen dibandingkan trafik normal.

Berdasarkan data yang dirilis perusahaan, lonjakan tertinggi terjadi pada ruas Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 2–6 (Seulimeum–Baitussalam) yang mencatat peningkatan 21,31 persen dari trafik normal.

Sementara itu, ruas Tol Pekanbaru – Dumai menjadi jalur dengan volume lalu lintas (VLL) tertinggi, yaitu 15.885 kendaraan, disusul oleh Tol Terbanggi Besar – Kayu Agung dengan 14.656 kendaraan dan Tol Palembang – Indralaya – Prabumulih sebanyak 14.351 kendaraan.

Berikut rincian lengkap trafik kendaraan di setiap ruas JTTS pada 9 Mei 2025:

  • Tol Terbanggi Besar – Kayu Agung: 14.656 kendaraan (+5,66%)

  • Tol Palembang – Indralaya – Prabumulih: 14.351 kendaraan (+1,04%)

  • Tol Betung – Tempino – Jambi: 6.094 kendaraan (+9,15%)

  • Tol Bengkulu – Taba Penanjung: 1.692 kendaraan (+3,61%)

  • Tol Pekanbaru – Dumai: 15.885 kendaraan (+7,16%)

  • Tol Pekanbaru – XIII Koto Kampar: 7.594 kendaraan (+17,35%)

  • Tol Indrapura – Kisaran: 9.245 kendaraan (+8,55%)

  • Tol Binjai – Langsa (Binjai – Pangkalan Brandan): 9.245 kendaraan (+4,89%)

  • Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 2–6: 3.934 kendaraan (+21,31%)

EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menyampaikan bahwa pihaknya terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik selama libur panjang ini agar pengguna jalan merasakan kenyamanan dan keselamatan berkendara.

“Kami mengimbau para pengguna jalan untuk selalu memantau informasi terkini melalui media sosial resmi @HutamaKaryaTollRoad dan @HutamaKarya, serta mencatat nomor Call Center masing-masing ruas tol,” ujar Adjib.

PT Hutama Karya juga mengingatkan agar seluruh pengguna jalan tol tetap berhati-hati dan memprioritaskan keselamatan selama berkendara, terutama di tengah tingginya volume kendaraan selama periode libur nasional.(*)




Tol Betung–Jambi Dikebut, Seksi Tempino–Ness Hampir Rampung, Dorong Ekonomi Jambi & Sumsel

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) terus mempercepat pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Tahap II.

Khususnya ruas Tol Betung–Tempino–Jambi sepanjang 170 km.

Proyek strategis ini ditujukan untuk memperkuat konektivitas antarprovinsi dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Jambi dan Sumatera Selatan.

Hingga April 2025, progres konstruksi setiap seksi menunjukkan capaian yang bervariasi. Seksi 4 Tempino–Ness (18,5 km) menjadi yang paling signifikan, dengan realisasi konstruksi mencapai 80,04% dan pembebasan lahan 98,72%.

Sementara itu, Seksi 1 Betung–Tungkal Jaya (62,38 km) telah mencapai 15,29% konstruksi dan 25,47% pembebasan lahan. Seksi 2 Tungkal Jaya–Bayung Lencir (54,32 km) baru menyelesaikan 4,79% konstruksi dan 20,25% lahan.

“Proyek ini dibagi dalam empat seksi, dengan target penyelesaian bertahap mulai Juni 2025 hingga kuartal IV 2026. Seksi 3, yaitu Bayung Lencir–Tempino, sudah beroperasi lebih dulu,” ujar Adjib Al Hakim, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.

Guna mempercepat pembangunan, Hutama Karya mengadopsi teknologi canggih seperti Building Information Modelling (BIM), pemetaan topografi dengan UAV LiDAR, dan dashboard pemantauan progres berbasis ArcGIS.

“Total ada 4.620 lapangan kerja tercipta dari proyek ini. Kehadiran tol juga akan menghidupkan UMKM lokal di rest area dan mempermudah mobilitas masyarakat lewat fasilitas crossing seperti overpass dan underpass,” tambah Adjib.

Pada Senin, 14 April 2025, Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja ke lokasi proyek di Jambi, untuk meninjau progres pembangunan infrastruktur dan transportasi.

Gubernur Jambi, Al Haris, menyebut tol ini sebagai urat nadi Sumatera.

“Jambi berada di tengah-tengah Sumatera. Jalan tol akan mempercepat arus logistik dan memperkuat posisi Jambi sebagai hub strategis,” kata Al Haris.

Jika proyek ini selesai, Hutama Karya berharap pembangunan dapat dilanjutkan ke ruas Tol Jambi–Rengat, yang kini masih dalam tahap perencanaan. Ruas ini akan melanjutkan misi membuka akses Jalan Tol Trans Sumatera dari ujung ke ujung.

Hingga kini, Hutama Karya telah membangun ±1.235 km JTTS, dengan berbagai ruas telah beroperasi penuh di wilayah Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Sumut, hingga Aceh.(*)




Rayakan Hari Hak Konsumen, Hutama Karya Bagikan Takjil dan Voucher Makan di Jalan Tol

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka memperingati Hari Hak Konsumen Internasional, yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan, PT Hutama Karya (Persero) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pengguna jalan tol.

Pada Sabtu (15/3), perusahaan ini membagikan ribuan paket takjil gratis serta voucher makan di rest area secara serentak di seluruh ruas jalan tol yang dikelolanya.

Program ini mencakup Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dan Jalan Tol JORR Seksi S & Akses Tanjung Priok.

Mengusung tema “Transisi yang Adil Menuju Gaya Hidup yang Berkelanjutan,” kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk apresiasi bagi pengguna jalan tol, tetapi juga bagian dari upaya mendukung pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab.

Baca juga:  Pastikan Volume MinyakKita Kemasan Botol Maupun Pouch, Dirreskrimsus Polda Jambi Lakukan Pengecekan 

Baca juga:  Antisipasi Lonjakan Arus Mudik 2025, Hutama Karya Optimalkan Jalan Tol Trans Sumatera, Termasuk Tol Baleno

Melalui inisiatif ini, Hutama Karya menggandeng pelaku UMKM di rest area untuk menyediakan takjil, sehingga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menyampaikan bahwa pembagian takjil dimulai pukul 16.30 WIB hingga menjelang waktu berbuka puasa di gerbang tol dan titik-titik strategis lainnya.

Kami menyediakan berbagai jenis takjil seperti kurma, air mineral, dan makanan ringan khas daerah. Selain itu, pengguna jalan tol juga bisa mendapatkan voucher makan senilai Rp 15.000 per lembar yang dapat ditukarkan di tenant UMKM di rest area, ujar Adjib.

Adjib juga menegaskan bahwa kegiatan ini akan berlangsung rutin selama Ramadan sebagai bentuk apresiasi kepada pengguna jalan tol.

Baca juga:  Pastikan Warga Terlayani, Wawako Diza Salurkan Bantuan Tanggap Darurat 

Baca juga:  Walikota Maulana: Bantuan Ramadan 1446 H Jadi Sumber Harapan Bagi Anak Yatim Piatu

Selain itu, Hutama Karya terus berupaya meningkatkan pelayanan dan kenyamanan bagi para pengguna jalan.

Sebagai operator jalan tol, Hutama Karya menempatkan kepuasan pelanggan sebagai prioritas utama.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh PT SUCOFINDO, Indeks Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction Index/CSI) Tahun 2024 untuk 11 ruas tol yang dikelola Hutama Karya mencapai 4,86 dari skala 5 (97,12%), meningkat dari 4,65 pada tahun sebelumnya.

Kami menargetkan tahun ini CSI pengguna jalan tol bisa mencapai 4,9 dari skala 5. Untuk itu, kami terus meningkatkan pelayanan dan terbuka terhadap saran serta masukan yang dapat disampaikan melalui media sosial kami di @hutamakaryatollroad atau website resmi www.hutamakarya.com,” tambah Adjib.

Baca juga:  Polda Jambi Pastikan Kestabilan Harga dan Stok Bahan Pokok di Pasar Angso Duo selama Ramadan

Baca juga:  Bencana Longsor dan Banjir Melanda Merangin, Wabup Ajak Warga Waspada

Program ini mendapat sambutan hangat dari para pengguna jalan tol. Sukartini, salah satu pengguna Jalan Tol Palembang – Prabumulih, menyampaikan rasa terima kasih atas pembagian takjil gratis ini.

“Alhamdulillah, tadi belum sempat beli takjil, jadi sangat terbantu dengan adanya pembagian ini. Selain itu, pelayanan tol juga sudah sangat baik dan mempermudah perjalanan saya setiap hari. Semoga ke depan semakin sukses dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Sukartini.

Hutama Karya mengajak pengguna jalan untuk selalu mengikuti akun media sosial resmi Hutama Karya di @HutamaKaryaTollRoad dan @HutamaKarya untuk mendapatkan informasi terbaru terkait operasional tol, informasi mudik, serta panduan keselamatan berkendara.

Jika terjadi keadaan darurat di jalan tol, pengguna dapat segera menghubungi Call Center masing-masing cabang tol untuk mendapatkan bantuan cepat.

Baca juga:  UEFA Nations League: Panggil Dua Pemain Baru, Italia Siap Hadapi Jerman di Perempat Final

Baca juga:  Bupati Merangin Soroti Penyimpanan Uang, Gubernur Jambi Apresiasi Kerja TPID

Dengan inisiatif ini, Hutama Karya berharap dapat menciptakan pengalaman mudik yang lebih nyaman dan menyenangkan bagi masyarakat selama bulan Ramadan.(*)