Libur Nataru 2025/2026, 9.473 Kendaraan Melintas di Tol Betung–Tempino Jambi

JAMBI,  SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) terus memantau perkembangan lalu lintas kendaraan di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026).

Hingga 20 Desember 2025, volume kendaraan tercatat mengalami peningkatan signifikan seiring tingginya mobilitas masyarakat pada libur akhir tahun.

Secara kumulatif, total trafik harian pada seluruh ruas tol yang telah beroperasi mencapai 132.863 kendaraan.

Angka tersebut meningkat sebesar 37,69 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal.

Pemantauan ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen Hutama Karya dalam memastikan layanan jalan tol tetap aman, lancar, dan nyaman bagi pengguna.

Berdasarkan data rekapitulasi, beberapa ruas tol mengalami lonjakan trafik cukup tinggi.

Ruas Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung (Terpeka) dilalui 17.172 kendaraan atau naik 27,45 persen.

Tol Palembang–Prabumulih mencatat 17.344 kendaraan atau meningkat 29,11 persen.

Tol Bengkulu–Taba Penanjung dilalui 2.392 kendaraan atau naik 10,64 persen.

Lonjakan tertinggi terjadi di Tol Betung–Tempino–Jambi Seksi 3 dan 4 dengan 9.473 kendaraan atau meningkat 86,59 persen dari kondisi normal.

Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar dilalui 7.716 kendaraan, Tol Pekanbaru–Dumai sebanyak 18.636 kendaraan.

Tol Indrapura–Kisaran mencatat 11.602 kendaraan, masing-masing mengalami peningkatan di atas 20 persen.

Sementara itu, Tol Padang–Sicincin mencatat penurunan trafik sebesar 48,23 persen akibat terputusnya konektivitas dari arah Padang menuju Bukittinggi.

Sebaliknya, Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh) mengalami peningkatan signifikan dengan 5.482 kendaraan atau naik 65,47 persen.

Untuk ruas tol yang dioperasikan secara fungsional selama periode Nataru 2025/2026, Tol Palembang–Betung Seksi 2 (Musi Landas–Pulau Rimau) mencatat trafik sebanyak 2.730 kendaraan sejak dibuka pada 20 Desember 2025.

Sementara Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 (Padang Tiji–Seulimeum) yang beroperasi sejak 7 Desember 2025 dilalui 1.893 kendaraan.

Hutama Karya menegaskan komitmennya dalam menjaga kelancaran dan keselamatan lalu lintas selama libur Nataru melalui kesiapan petugas, sarana pendukung, serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Perusahaan juga mengimbau pengguna jalan tol untuk memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima, memanfaatkan rest area untuk beristirahat, serta memastikan saldo uang elektronik mencukupi sebelum memasuki tol.

Informasi terkini terkait kondisi lalu lintas dan layanan JTTS dapat dipantau melalui akun resmi media sosial @hutamakaryatollroad maupun aplikasi HK Toll Apps yang menyediakan pembaruan lalu lintas secara real-time.(*)




Hutama Karya Perkuat Layanan Informasi Publik, Raih Predikat Informatif ke-4 Kali

JAKARTA, SEPUCUKAJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) berhasil mempertahankan predikat “Informatif” pada ajang Anugerah Keterbukaan Informasi Publik (KIP) 2025 untuk kategori BUMN.

Penghargaan ini diserahkan di Bidakara Hotel, Jakarta, pertengahan Desember 2025, bersamaan dengan peluncuran Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP) 2025, sebagai bagian dari penguatan ekosistem keterbukaan informasi publik nasional.

Acara dibuka oleh Ketua Komisi Informasi Pusat RI, Donny Yoesgiantoro, diikuti sejumlah pemangku kepentingan nasional.

Komisioner Bidang Strategi dan Riset Rospita Vici Paulyn menekankan pentingnya keterbukaan informasi publik sejak diberlakukannya UU No 14 Tahun 2008.

Sementara itu, Donny Yoesgiantoro menegaskan keterbukaan informasi harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar formalitas.

Penghargaan secara simbolis diserahkan oleh Komisioner Bidang Sosialisasi, Edukasi, dan Komunikasi Publik Samrotunnajah Ismail kepada Direktur Human Capital dan Legal Hutama Karya, Muhammad Fauzan.

Predikat “Informatif” menandai konsistensi Hutama Karya dalam mengelola informasi publik melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), menjadi capaian keempat berturut-turut.

Perusahaan menguatkan layanan melalui kanal digital dan luring yang terintegrasi, termasuk aksesibilitas Braille, ruang layanan ramah difabel, dukungan multi-bahasa, dan pengembangan layanan digital responsif.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyatakan capaian ini menjadi pengingat untuk terus meningkatkan kualitas layanan PPID, memperkuat aksesibilitas, dan memastikan informasi publik dilayani secara akuntabel dan tepat waktu.

Hutama Karya berkomitmen melanjutkan penguatan layanan informasi publik secara inklusif, sejalan dengan praktik tata kelola perusahaan yang transparan dan berkelanjutan.(*)




Hadapi Lonjakan Arus Nataru, Hutama Karya Siapkan Ribuan Personel JTTS

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), PT Hutama Karya (Persero) menggelar Apel Siaga Nataru 2025–2026 sebagai bentuk kesiapan operasional Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Kegiatan ini dilaksanakan di Rest Area KM 397 Jalur A Tol Palembang–Betung, Selasa (16/12/2025).

Apel siaga dipimpin oleh Aiptu Bambang Pramono selaku Komandan Apel, dengan Direktur Operasi II Hutama Karya, Gunadi, bertindak sebagai Pembina Apel.

Kegiatan ini menandai dimulainya kesiapsiagaan layanan tol sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menghadapi lonjakan arus lalu lintas selama libur akhir tahun.

Sejumlah pejabat daerah dan unsur terkait turut hadir, di antaranya Bupati Banyuasin Askolani, perwakilan Pemerintah Kota Palembang, Kapolres Banyuasin AKBP Ruri Prastowo, Balai Provinsi Sumatra Selatan, BPBD, Damkar, BPJN Lampung dan Jambi, serta ratusan personel tim siaga Nataru.

Dalam rangkaian apel, Hutama Karya juga mengukuhkan Tim Penanganan Layanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang diwakili Ketua Tim Dwi Aryono Bayuaji.

Kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan kendaraan dan peralatan operasional, seperti kendaraan patroli, derek, rescue, dan ambulans, sebagai simbol kesiapan layanan di lapangan.

Dalam arahannya, Gunadi menyampaikan bahwa volume lalu lintas di JTTS diproyeksikan meningkat hingga 30,2 persen selama periode Nataru.

Kondisi tersebut menuntut kesiapan menyeluruh, baik dari sisi infrastruktur, personel, maupun koordinasi lintas instansi pusat dan daerah.

Untuk mendukung kelancaran arus kendaraan, Hutama Karya memastikan seluruh pekerjaan pemeliharaan rutin dan berkala di ruas JTTS telah rampung sebelum puncak Nataru.

“Kami memastikan seluruh ruas tol dalam kondisi prima agar pengguna jalan dapat menikmati perjalanan yang aman dan nyaman,” ujar EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah.

Selama Nataru, Hutama Karya mengoperasikan 14 ruas JTTS sepanjang 800,52 kilometer, dengan dukungan 3.223 personel siaga, 451 unit armada operasional, serta 29 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP).

Layanan juga diperkuat dengan ratusan gardu tol, mobile reader, kamera CCTV, dan ratusan Variable Message Sign (VMS) yang terintegrasi melalui HK Toll Apps.

Hutama Karya turut menyiapkan strategi layanan tambahan, termasuk pengoperasian ruas fungsional dan penerapan holding system di TIP untuk mengatur arus kendaraan.

Puncak arus mudik Natal diperkirakan terjadi pada 20–21 Desember 2025, sementara puncak arus balik Tahun Baru diproyeksikan pada 1 serta 3–4 Januari 2026.

Mengusung tagline “Perjalanan Nataru Lebih Cepat, Karena Sumatera Sudah Dekat”, Hutama Karya menegaskan komitmennya menghadirkan layanan jalan tol yang andal, aman, dan berorientasi pada keselamatan pengguna jalan selama periode libur panjang.(*)




Konstruksi Tol Palembang–Betung Capai 85 Persen, Jadi Penghubung Penting Sumsel

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID — PT Hutama Karya (Persero) terus mempercepat pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 1 dan 2 (Kramasan–Pangkalan Balai) sepanjang 55,5 km, yang menjadi kelanjutan Tol Kayu Agung–Palembang.

Hingga akhir Oktober 2025, progres konstruksi telah mencapai 85,74%.

Ruas ini nantinya menghubungkan Gerbang Kramasan hingga Gerbang Tol Pangkalan Balai dan memperkuat konektivitas di Sumatera Selatan.

Pembangunan ruas ini menghadapi tantangan besar karena trase harus melewati Sungai Musi, salah satu jalur logistik dan transportasi air terpenting di Sumatera Selatan.

“Melintasi Sungai Musi menjadi tantangan kompleks, baik dari aspek teknis maupun keselamatan. Selain sungai besar, area ini merupakan pusat aktivitas logistik masyarakat,” ujar EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Hutama Karya menerapkan metode Box Balance Cantilever untuk pembangunan jembatan utama sepanjang 380 meter.

Teknik ini memungkinkan struktur dibangun bertahap dari dua sisi secara seimbang, menggunakan pengecoran segmen demi segmen hingga kedua sisi bertemu presisi di tengah.

Metode ini dipilih untuk menjaga stabilitas konstruksi dan memastikan aktivitas lalu lintas di Sungai Musi tetap aman dan tidak terganggu.

“Dengan metode ini, lalu lintas sungai tetap berjalan normal sekaligus menjaga keamanan pekerja dan lingkungan, ” tambah Mardiansyah.

Total panjang Tol Palembang–Betung adalah 70,19 km, terbagi menjadi:

  • Seksi 1 Palembang–Rengas: 22,50 km

  • Seksi 2 Rengas–Pangkalan Balai: 33 km

  • Seksi 3 Pangkalan Balai–Betung: 14,69 km

Proyek ini merupakan bagian penting dari percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang terus dikembangkan untuk pemerataan konektivitas dan penguatan ekonomi regional.

Hutama Karya berharap kehadiran tol ini memberikan dampak langsung bagi masyarakat Sumatera Selatan.

Ruas ini diharapkan mempercepat waktu tempuh Palembang–Banyuasin, memperlancar arus distribusi logistik, mendorong pertumbuhan pusat ekonomi baru dan endukung mobilitas harian warga secara lebih efisien.

“Kami berkomitmen terus berinovasi menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya menghubungkan, tetapi membawa perubahan nyata bagi masyarakat,” kata dia.

“Setiap ruas tol harus memberikan manfaat langsung dan mendorong kemajuan daerah,” tutup Mardiansyah.

Hutama Karya telah membangun ±1.235 km JTTS, baik yang sudah beroperasi maupun dalam tahap konstruksi.

Ruas yang sudah operasional antara lain:

  • Bakauheni – Terbanggi Besar (140 km)

  • Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (189 km)

  • Palembang – Indralaya (22 km)

  • Indralaya – Prabumulih (64 km)

  • Betung – Jambi Seksi 3 (52,1 km)

  • Bengkulu – Taba Penanjung (16,7 km)

  • Pekanbaru – Dumai (132 km)

  • Medan – Binjai (17 km)

  • Binjai – Pangkalan Brandan (58 km)

  • Pekanbaru – XIII Koto Kampar (55,4 km)

  • Padang – Sicincin (35,4 km)

  • Indrapura – Kisaran (48 km)

  • Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Sinaksak (91 km)

  • Sigli – Banda Aceh Seksi 2–6 (49 km).(*)




Waktu Tempuh Jambi–Betung Bakal Jadi 2 Jam, Proyek Tol JTTS Dipercepat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Betung–Tempino–Jambi terus menunjukkan perkembangan positif.

PT Hutama Karya (Persero) saat ini mengebut penyelesaian Seksi 1 sepanjang 62,4 km, yang akan memperkuat konektivitas antara Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin, hingga Kota Jambi.

Ruas ini nantinya terhubung langsung dengan jaringan JTTS menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Secara keseluruhan, tol ini memiliki panjang 170,73 km yang terbagi menjadi tiga seksi:

  • Seksi 1 Betung–Tungkal Jaya (62,38 km)

  • Seksi 2 Tungkal Jaya–Bayung Lencir (54,32 km)

  • Seksi 3 Bayung Lencir–Sp. Ness (52,59 km)

Saat ini, progres fisik telah mencapai 30,83%, sedangkan pembebasan lahan mencapai 43,35%. Interchange Betung telah tersedia, dan pekerjaan perkerasan Akses Betung diselesaikan seluruhnya.

Selain jalan utama, ruas tol ini akan dilengkapi lima interchange Betung, Tungkal Jaya, Bayung Lencir, Tempino, dan Ness nserta empat pasang Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) di beberapa titik strategis.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyebutkan bahwa pembangunan TIP berjalan paralel dengan pekerjaan jalan tol.

“Sesuai target, pekerjaan utama dituntaskan pada Triwulan I 2027. Seluruh fasilitas termasuk TIP juga tengah diselesaikan,” ujarnya.

Jika beroperasi penuh, jalan tol ini mampu memangkas waktu perjalanan Jambi–Betung dari sekitar 6 jam menjadi hanya 2 jam.

Sehingga memberikan dampak besar bagi efisiensi logistik dan mobilitas masyarakat di Sumatera Selatan hingga Jambi.

Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menilai proyek ini sejalan dengan agenda pembangunan nasional untuk pemerataan infrastruktur.

“Tol yang menghubungkan pusat ekonomi akan menurunkan biaya logistik dan memperkuat daya saing wilayah,” ujarnya.

Hutama Karya menyatakan komitmennya untuk memastikan pembangunan berjalan tepat waktu dan sesuai standar keselamatan.

“Kami berharap manfaat tol ini segera dirasakan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi Sumsel dan Jambi,” tutup Mardiansyah.

Hingga kini, Hutama Karya telah membangun sekitar 1.235 km JTTS, termasuk sejumlah ruas yang telah beroperasi penuh di Sumatera.(*)




Hutama Karya Perkuat Pengawasan Kendaraan ODOL, Dukung Road Map Zero ODOL 2027

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) terus memperkuat komitmen dalam menekan pelanggaran kendaraan Over Dimension and Over Loading (ODOL) di seluruh ruas jalan tol yang dikelolanya.

Langkah ini menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap kebijakan pemerintah menuju Road Map Zero ODOL 2027, yang menargetkan Indonesia bebas kendaraan bermuatan berlebih dalam dua tahun ke depan.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, penanganan ODOL tak bisa lagi ditunda karena telah menimbulkan dampak serius di berbagai aspek, mulai dari tingginya angka kecelakaan lalu lintas, kerusakan jalan, hingga meningkatnya biaya logistik nasional.

“Rencana Aksi Nasional ODOL 2025–2029 kini sedang disusun untuk memperkuat langkah bersama antara pemerintah, operator jalan tol, dan dunia usaha,” ujar Aan, dikutip dari Kompas.com (15/10).

Kendaraan bermuatan dan berdimensi berlebih menimbulkan risiko tinggi bagi pengguna jalan.

Kendaraan ODOL sulit dikendalikan, memiliki jarak pengereman panjang, dan rentan terguling di kecepatan tinggi.

Selain membahayakan pengguna lain, kondisi ini juga mempercepat kerusakan struktur jalan tol hingga lima kali lipat dari usia rancangannya.

Data Jasa Raharja mencatat, jumlah kecelakaan yang melibatkan truk pada April 2025 menurun 22,38 persen dibanding bulan sebelumnya.

Penurunan ini sejalan dengan kebijakan pembatasan angkutan barang bersumbu tiga ke atas selama periode Lebaran.

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menegaskan bahwa perusahaan akan menindak kendaraan ODOL secara tegas dan berkelanjutan.

“Jalan tol dibangun untuk kenyamanan dan keselamatan bersama. Kendaraan yang melebihi batas muatan membahayakan pengguna lain dan merusak infrastruktur,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Hutama Karya memasang Weigh-In-Motion (WIM) yang terintegrasi dengan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di beberapa ruas tol, antara lain Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung, Tol Palembang–Indralaya, Tol Pekanbaru–Dumai, Tol XIII Koto Kampar, dan Tol Binjai.

Teknologi ini memungkinkan petugas mendeteksi pelanggaran muatan secara otomatis dan real-time, sesuai amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Jalan Tol.

Selama tahap sosialisasi, kendaraan ODOL yang terdeteksi akan diputar balik sebagai bentuk edukasi dan pencegahan.

“Kami juga terus melakukan sosialisasi masif melalui media konvensional, digital, dan radio agar kesadaran masyarakat terhadap bahaya ODOL meningkat,” tambah Mardiansyah.

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menilai, praktik ODOL memperlemah efisiensi logistik nasional karena mempercepat kerusakan jalan dan meningkatkan biaya perawatan.

“Kendaraan ODOL membuat biaya logistik Indonesia lebih tinggi dan menurunkan daya saing di kawasan ASEAN,” tegas Djoko.

Hutama Karya mengajak seluruh pengguna jalan untuk patuh terhadap batas muatan dan dimensi kendaraan.

“Mari bersama wujudkan jalan tol yang aman, nyaman, dan bebas ODOL. Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama,” tutup Mardiansyah.(*)




Proyek Tol Palembang–Betung Capai 70 Persen, Gibran Targetkan Selesai Lebaran 2026

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja meninjau progres pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung, bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Tahap II, pada Kamis, 25 September 2025.

Kunjungan ini didampingi oleh Plt. Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Koentjoro, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, Gubernur Sumsel Herman Deru, dan Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar.

Proyek tol sepanjang 69,19 km ini terdiri dari tiga seksi utama. Hingga akhir September 2025, progres pembangunan keseluruhan mencapai 70,75 persen, dengan Seksi 1 dan 2 (Kramasan–Pangkalan Balai) mencapai 83,69 persen dan Seksi 3 (Pangkalan Balai–Betung) mencapai 27,03 persen.

Dalam keterangannya, Wapres Gibran menyatakan bahwa tol ini akan memperkuat konektivitas antarwilayah, menurunkan biaya logistik, dan meningkatkan efisiensi perjalanan di Sumatera Selatan.

Ia juga berharap ruas tol ini bisa fungsional pada Lebaran 2026, dan mendukung arus mudik Natal dan Tahun Baru 2025.

“Semoga pembangunan bisa selesai tepat waktu. Hutama Karya kami harapkan terus semangat membangun JTTS demi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Gibran.

EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menegaskan komitmen perusahaan untuk menyelesaikan proyek ini sesuai dengan standar tinggi, teknologi mutakhir, dan pengawasan ketat.

Ia juga menyampaikan pentingnya dukungan dari semua pihak agar proyek tol ini selesai sesuai target.

Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera menjadi kunci strategis dalam pengembangan ekonomi wilayah dan peningkatan konektivitas nasional, terutama bagi provinsi-provinsi di Pulau Sumatera.(*)




JTTS Permudah Akses dan Percepat Logistik, Sumatera Kini Lebih Dekat

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sebagai infrastruktur vital yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan konektivitas di Pulau Sumatra.

Sejalan dengan semangat Hari Perhubungan Nasional 2025 bertema Bakti Transportasi untuk Negeri, kehadiran JTTS tak hanya mempercepat waktu tempuh.

Tetapi juga menghubungkan pusat-pusat ekonomi strategis serta membuka ruang tumbuhnya sektor UMKM, logistik, dan pariwisata lokal.

“JTTS menjadi simpul konektivitas vital dan katalisator ekonomi di Sumatra. Selain memangkas waktu dan biaya logistik, tol ini juga mendorong pertumbuhan UMKM dan daya saing daerah,” ungkap Adjib Al Hakim, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Kamis (25/9/2025).

Banyak pelaku usaha mengaku merasakan dampak langsung dari keberadaan JTTS.

Salah satunya Eka, pengusaha ekspedisi asal Pekanbaru.

“Dulu biaya bahan bakar tinggi dan pengiriman tidak pasti. Sekarang lebih hemat dan waktu kirim lebih singkat. Klien kami juga puas,” jelasnya.

Sementara itu, M. Fikhri Johar, warga Dumai, mengungkapkan bahwa perjalanan Pekanbaru–Dumai kini hanya memakan waktu sekitar 1,5–2 jam, jauh lebih singkat dibanding sebelumnya yang bisa mencapai 5–7 jam.

Hingga kini, Hutama Karya telah mengoperasikan 791,85 km ruas JTTS, menghubungkan berbagai kota dan kabupaten penting di Sumatra.

Selain mempercepat akses, Hutama Karya juga mengembangkan pelayanan digital melalui aplikasi HK Toll Apps, CCTV live monitoring, hingga fasilitas pendukung seperti:

  • Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)

  • Ruang laktasi

  • Ladies parking

  • Area bermain anak

  • Tenant UMKM lokal (lebih dari 50% ruang di rest area dialokasikan khusus untuk pelaku UMKM)

Sebagai bagian dari upaya memperluas pemanfaatan jalan tol, Hutama Karya meluncurkan kampanye Sumatera Sudah Dekat, menekankan bahwa JTTS bukan sekadar infrastruktur, tapi simbol aksesibilitas dan pemerataan ekonomi.

“Sumatra kini lebih terhubung, lebih cepat dijangkau, dan punya peluang besar untuk tumbuh bersama. Ini bentuk nyata Bakti Transportasi untuk Negeri,” tutup Adjib.(*)




Dalam Sepekan, Hutama Karya Catat 51.947 Kendaraan Gunakan Tol Betejam Seksi 3 Tempino-Ness

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kehadiran Tol Betung–Tempino–Jambi (Betejam) Seksi 3, khususnya pada segmen Tempino–Ness, disambut antusias oleh masyarakat Provinsi Jambi.

Sejak dibuka untuk umum tanpa tarif mulai Minggu, 14 September 2025, hingga 21 September 2025, tercatat sebanyak 51.947 kendaraan telah melintasi ruas tol ini.

Data ini disampaikan oleh PT Hutama Karya (Persero) selaku pengelola jalan tol, melalui pernyataan Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan, Adjib Al Hakim.

Menurut Adjib, tingginya trafik kendaraan yang melintas dalam waktu singkat menunjukkan bahwa masyarakat Jambi memang membutuhkan akses jalan tol sebagai alternatif perjalanan yang lebih cepat, nyaman, dan efisien di jalur Lintas Sumatera.

“Kehadiran Gerbang Tol Pijoan memperluas konektivitas. Perjalanan dari Bayung Lencir ke Simpang Ness kini lebih lancar dan jauh lebih singkat,” jelas Adjib dalam keterangan resmi.

Segmen tol baru ini membawa dampak signifikan terhadap efisiensi waktu. Beberapa contoh pemangkasan waktu tempuh:

  • Bayung Lencir ke Simpang Ness: dari hampir 3 jam menjadi ±45 menit

  • Jambi ke Betung: dari lebih 4 jam menjadi sekitar 2 jam

Manfaat ini dirasakan langsung oleh pengguna jalan. Salah satunya, Muhammad Royan Rivaldo, warga Kota Jambi, menyebut tol ini sangat membantu aktivitasnya sehari-hari.

“Biasanya saya harus menempuh perjalanan jauh dan macet. Sekarang lebih cepat dan nyaman. Harapan saya, tol ini bisa disambung ke lebih banyak daerah,” ungkapnya.

Tol Tempino–Ness tidak hanya memudahkan mobilitas, tapi juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di wilayah Jambi dan sekitarnya.

Dengan akses jalan bebas hambatan, distribusi logistik dan pergerakan wisatawan menjadi lebih mudah.

Meski masih dibuka secara gratis selama masa sosialisasi, Hutama Karya tetap mengimbau pengguna jalan untuk membawa kartu uang elektronik (e-money) sebagai persiapan saat memasuki gerbang tol (GT).

“Kami imbau pengguna tetap mematuhi aturan berkendara di jalan tol. Batas kecepatan maksimal 80 km/jam dan bahu jalan hanya boleh digunakan untuk kondisi darurat,” tambah Adjib.

Untuk mempermudah komunikasi dengan pengguna jalan, Hutama Karya menyediakan beberapa saluran informasi:

  • Instagram & Twitter: @HutamaKaryaTollRoad dan @HutamaKarya

  • Call Center Tol Betejam: +62 811-9111-0777

Pengguna jalan juga disarankan untuk terus mengikuti informasi terbaru terkait perkembangan jalan tol melalui media resmi Hutama Karya.(*)




Tol JORR-S dan Pekanbaru–Dumai Catat Lalu Lintas Tertinggi Versi Hutama Karya

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) melaporkan bahwa trafik kendaraan di seluruh ruas jalan tol yang dikelola mencatat rata-rata lebih dari 250.000 kendaraan per hari selama Semester I 2025.

Angka ini meningkat 7,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (Year-on-Year/YoY), mencerminkan peningkatan mobilitas masyarakat dan optimalisasi operasional tol nasional.

Menurut Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, lalu lintas harian tertinggi tercatat pada April 2025, mencapai lebih dari 266.000 kendaraan per hari, terutama saat momentum mudik dan arus balik Idulfitri 1446 H.

“Peningkatan ini menunjukkan bahwa jalan tol berperan vital dalam mendukung konektivitas nasional, khususnya di momen puncak mobilitas seperti mudik Lebaran dan libur panjang,” ujar Adjib.

Secara segmentatif, ruas Tol Jakarta Outer Ring Road Seksi S (JORR-S) menjadi penyumbang trafik tertinggi di Pulau Jawa dengan lebih dari 145.000 kendaraan per hari, sementara di Sumatera, Tol Pekanbaru–Dumai (Tol Permai) mencatat Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) tertinggi dengan lebih dari 15.000 kendaraan per hari.

“Tol JORR-S merupakan jalur utama kawasan metropolitan Jakarta, sedangkan Tol Permai menghubungkan Pekanbaru dengan kawasan industri serta Pelabuhan RoRo Dumai—salah satu titik penting konektivitas logistik Sumatera,” jelas Adjib.

Peningkatan trafik ini juga menjadi indikator kepercayaan publik terhadap kualitas layanan tol yang dikelola oleh Hutama Karya.

Untuk mendukung pelayanan, Hutama Karya mengimplementasikan Intelligent Traffic System (ITS) yang terkoneksi dengan pusat kontrol 24 jam.

Sistem ini memungkinkan pemantauan dan pengambilan keputusan berbasis data real-time, termasuk dalam kondisi darurat.

Selain itu, Hutama Karya juga meluncurkan HK Toll Apps, sebuah aplikasi digital yang memungkinkan pengguna mengakses informasi tarif tol, memantau lalu lintas melalui CCTV, serta mendapatkan layanan pelanggan secara langsung.

“Hutama Karya berkomitmen menyediakan infrastruktur jalan tol yang andal, adaptif, dan berteknologi. Kami tidak hanya membangun konektivitas fisik, tapi juga membangun kepercayaan publik,” tegas Adjib.

Sebagai penutup, Hutama Karya mengimbau pengguna jalan tol untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas, seperti menjaga kecepatan maksimal 80 km/jam, tidak menggunakan bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat, dan selalu memperhatikan rambu.

Untuk informasi lebih lanjut, pengguna dapat mengikuti akun media sosial resmi di @HutamaKaryaTollRoad dan @HutamaKarya, serta menghubungi call center tol masing-masing jika diperlukan.(*)