Jembatan Musi V Jadi Kunci Tol Palembang-Betung, Sertifikat Keamanan Struktur Resmi Terbit

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung memasuki tahap penting setelah struktur utama Jembatan Musi V resmi dinyatakan memenuhi standar keselamatan dan laik untuk difungsikan.

PT Hutama Karya (Persero) memperoleh Sertifikat Persetujuan Laik Fungsi (PLF) Struktur Jembatan Musi V dari Kementerian Pekerjaan Umum.

Sertifikat tersebut menjadi salah satu syarat penting sebelum Jalan Tol Palembang–Betung ditargetkan beroperasi pada akhir tahun 2026.

Penyerahan sertifikat dilakukan Kepala Balai Keamanan Jembatan dan Terowongan Khusus sekaligus Koordinator Sekretariat Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ), Armen Adekristi, kepada Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan di Jakarta, Senin 27 Juli 2026.

Dengan keluarnya sertifikat tersebut, salah satu pekerjaan paling krusial dalam proyek tol yang menghubungkan Palembang hingga Betung itu telah melewati tahapan verifikasi teknis.

Jembatan Musi V Lulus Pengujian Keamanan

Sebelum mendapatkan sertifikat laik fungsi, Jembatan Musi V telah melalui serangkaian pemeriksaan teknis yang dilakukan KKJTJ.

Evaluasi mencakup pengujian beban statik, pengujian dinamik, hingga pemeriksaan aspek keamanan dan kekuatan struktur.

Hasil evaluasi menyatakan seluruh komponen jembatan memenuhi persyaratan teknis sehingga dapat digunakan sesuai standar keselamatan yang ditetapkan.

Kepala Balai Keamanan Jembatan dan Terowongan Khusus Armen Adekristi mengatakan Jembatan Musi V merupakan salah satu infrastruktur strategis nasional yang membutuhkan perhatian khusus karena menjadi bagian penting dari konektivitas transportasi Sumatra Selatan.

“Setelah melalui pengujian dan evaluasi, seluruh aspek teknis, keamanan, serta kekuatan struktur telah memenuhi persyaratan sehingga dinyatakan laik fungsi,” ujar Armen.

Ia menjelaskan, pengelolaan jembatan tidak berhenti setelah pembangunan selesai.

Sesuai regulasi, pemantauan dan pemeliharaan berkala tetap harus dilakukan untuk memastikan kondisi struktur tetap aman dalam jangka panjang.

Jembatan Musi V juga telah dilengkapi sistem sensor pemantauan struktur yang terhubung dengan dashboard monitoring.

Ke depan, sistem tersebut akan dikembangkan dengan dukungan command center agar kondisi jembatan dapat dipantau secara real time.

Jadi Penentu Penyelesaian Tol Palembang-Betung

Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan menyebut penerbitan sertifikat tersebut menjadi hasil dari kolaborasi berbagai pihak sejak pembangunan kembali proyek dilakukan oleh Hutama Karya pada 2024.

Menurutnya, Jembatan Musi V merupakan salah satu pekerjaan paling menantang dalam pembangunan Tol Palembang-Betung selain pekerjaan vacuum consolidation.

“Sejak proyek ini dilanjutkan pada tahun 2024, kami berkomitmen menyelesaikan pembangunan sesuai target. Struktur jembatan berhasil diselesaikan dan telah difungsionalkan pada periode Natal, Tahun Baru, serta Idulfitri untuk membantu kelancaran lalu lintas,” katanya.

Iwan optimistis keberadaan Tol Palembang-Betung akan memberikan dampak besar terhadap mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di Sumatra Selatan.

Jalan tol tersebut diproyeksikan memangkas waktu perjalanan sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Sumatra.

Progres Tol Palembang-Betung Capai 85 Persen

Jembatan Musi V memiliki panjang bentang 380 meter dengan konfigurasi 100 meter + 180 meter + 100 meter.

Jembatan bertipe Balanced Cantilever Concrete Box Girder tersebut membentang di atas Sungai Musi dan menjadi salah satu struktur utama dalam ruas Tol Palembang-Betung.

Secara keseluruhan, Jalan Tol Palembang-Betung memiliki panjang 69,19 kilometer yang terbagi menjadi tiga seksi.

Rinciannya:

  • Seksi 1 Palembang–Rengas sepanjang 21,50 kilometer
  • Seksi 2 Rengas–Pangkalan Balai sepanjang 33 kilometer
  • Seksi 3 Pangkalan Balai–Betung sepanjang 14,69 kilometer

Hingga saat ini, progres konstruksi jalan tol tersebut telah mencapai 85,54 persen, sementara progres pengadaan lahan mencapai 88,43 persen.

Dengan selesainya sejumlah pekerjaan utama, Hutama Karya menargetkan Jalan Tol Palembang-Betung dapat beroperasi pada akhir tahun ini.

Kehadiran tol tersebut diharapkan tidak hanya mempercepat perjalanan masyarakat, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru melalui konektivitas yang lebih baik di wilayah Sumatra Selatan.(*)




Wapres Gibran Dorong Percepatan Tol Trans Sumatra, Ruas Palembang-Jambi Jadi Penghubung Ekonomi Baru

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke proyek strategis nasional (PSN) Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) yang dikelola PT Hutama Karya (Persero), Kamis 16 Juli 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Gibran meninjau langsung perkembangan pembangunan Jalan Tol Palembang-Betung serta Jalan Tol Betung-Tempino-Jambi yang menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas antarwilayah di Pulau Sumatra.

Kunjungan ini menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap percepatan penyelesaian infrastruktur jalan tol sebagai penggerak mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan pertumbuhan ekonomi regional.

Turut mendampingi Wakil Presiden dalam peninjauan tersebut, Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru, Gubernur Jambi Al Haris, Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Bupati Musi Banyuasin M. Toha, Kepala BBPJN Sumatra Selatan Panji Krisna Wardana, Plt Kepala BPJN Jambi Robert Eduard Sihotang, jajaran Direksi Hutama Karya, serta sejumlah pejabat terkait.

Gibran Apresiasi Percepatan Pembangunan Tol Trans Sumatra

Dalam kunjungannya, Gibran menerima paparan terkait perkembangan pembangunan kedua ruas tol tersebut sekaligus melihat langsung kondisi konstruksi di lapangan.

Wapres mengapresiasi progres pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra, khususnya ruas Palembang-Betung dan Betung-Tempino-Jambi yang terus mengalami perkembangan.

Menurutnya, percepatan pembangunan harus terus dilakukan agar manfaat infrastruktur tersebut dapat segera dirasakan masyarakat.

“Percepatan pembangunan yang telah dilakukan, khususnya pada Jembatan Musi V, menunjukkan perkembangan yang baik. Terakhir saya berkunjung pada September 2025, dan hari ini kembali pada Juli 2026 untuk melihat perkembangan yang telah dicapai,” ujar Gibran.

Progres Tol Palembang-Betung Capai 85,54 Persen

Jalan Tol Palembang-Betung memiliki panjang total 69,19 kilometer yang terbagi dalam tiga seksi.

Rinciannya:

  • Seksi 1 Palembang-Rengas sepanjang 21,5 kilometer
  • Seksi 2 Rengas-Pangkalan Balai sepanjang 33 kilometer
  • Seksi 3 Pangkalan Balai-Betung sepanjang 14,69 kilometer

Hingga saat ini, progres konstruksi ruas tersebut telah mencapai 85,54 persen, sedangkan progres pembebasan lahan mencapai 88,43 persen.

Salah satu bagian penting yang menjadi perhatian dalam proyek ini adalah Jembatan Musi V, yang menjadi struktur utama penghubung pada ruas tol tersebut.

Tol Betung-Tempino-Jambi Jadi Penghubung Sumsel dan Jambi

Selain meninjau Tol Palembang-Betung, Gibran juga melihat perkembangan pembangunan Jalan Tol Betung-Tempino-Jambi.

Ruas tol ini memiliki panjang total 170,73 kilometer yang terbagi menjadi tiga seksi utama:

  • Seksi 1 Betung-Tungkal Jaya sepanjang 62,38 kilometer
  • Seksi 2 Tungkal Jaya-Bayung Lencir sepanjang 54,32 kilometer
  • Seksi 3 Bayung Lencir-Simpang Ness sepanjang 52,59 kilometer

Sebagian ruas telah beroperasi dan dimanfaatkan masyarakat, sementara pembangunan seksi lainnya terus dilanjutkan untuk memperkuat konektivitas menuju Provinsi Jambi.

Jika seluruh ruas selesai dan beroperasi penuh, Tol Palembang-Betung dan Betung-Tempino-Jambi akan membentuk jalur strategis yang menghubungkan Sumatra Selatan dan Jambi secara lebih cepat dan efisien.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sumatra

Kehadiran jalan tol tersebut diproyeksikan mampu memangkas waktu perjalanan dibandingkan jalur nasional yang selama ini digunakan masyarakat.

Selain mempercepat mobilitas kendaraan pribadi, jalan tol ini juga diharapkan meningkatkan efisiensi distribusi barang dan logistik, membuka akses menuju kawasan industri, pelabuhan, pusat produksi, serta berbagai pusat ekonomi lainnya.

Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, memastikan pihaknya terus berkomitmen menyelesaikan pembangunan kedua ruas tol tersebut sesuai target.

“Arahan dan dukungan Bapak Wakil Presiden semakin memperkuat komitmen Hutama Karya untuk menuntaskan pembangunan Jalan Tol Palembang-Betung dan Jalan Tol Betung-Tempino-Jambi sesuai target,” ujar Iwan.

Ia menambahkan, penyelesaian proyek tersebut akan memberikan dampak besar terhadap konektivitas Sumatra Selatan dan Jambi, mempercepat arus logistik, serta menciptakan peluang ekonomi baru di sepanjang koridor Jalan Tol Trans Sumatra.

Hutama Karya bersama pemerintah pusat dan daerah akan terus memperkuat koordinasi agar pembangunan berjalan sesuai target dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.(*)




Hutama Karya Masuk Fortune Southeast Asia 500, Perkuat Posisi 3 Tahun Berturut-turut

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) kembali mencatat pencapaian signifikan di tingkat regional setelah masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 edisi 2026 dengan menempati peringkat ke-206.

Capaian ini sekaligus menegaskan posisi Hutama Karya sebagai salah satu pemain kuat di sektor infrastruktur Asia Tenggara, serta menjadi satu-satunya BUMN infrastruktur Indonesia yang konsisten masuk daftar tersebut selama tiga tahun berturut-turut sejak 2024.

Performa Menguat di Tengah Persaingan Regional

Dalam pemeringkatan tersebut, Hutama Karya juga mencatat posisi strategis di tingkat nasional, yakni peringkat ke-16 di antara seluruh BUMN dan peringkat ke-40 dari seluruh perusahaan Indonesia lintas industri.

Di tengah kompetisi ketat 109 perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar 500 besar Asia Tenggara, kinerja Hutama Karya dinilai menonjol bukan hanya dari sisi pendapatan, tetapi juga profitabilitas dan struktur aset.

Secara metrik, perusahaan berada di peringkat ke-167 berdasarkan laba dan ke-114 berdasarkan total aset, menunjukkan fondasi keuangan yang relatif lebih kuat dibanding banyak kompetitor di sektor sejenis.

Kinerja Keuangan Tumbuh Berkualitas

Sepanjang tahun fiskal 2025, Hutama Karya membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 25,13 triliun, dengan laba bersih tumbuh 15,9 persen menjadi Rp 3,08 triliun.

Total aset perusahaan juga mencapai Rp 189,09 triliun, memperkuat kapasitas finansial untuk mendukung proyek-proyek strategis jangka panjang.

Pertumbuhan ini disebut mencerminkan peningkatan efisiensi operasional serta penguatan kualitas portofolio proyek yang dikelola perusahaan.

Fokus pada Proyek Strategis Nasional

Hutama Karya terus memperkuat posisinya sebagai penggerak utama pembangunan infrastruktur nasional, terutama melalui proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang telah mencapai sekitar 1.042 kilometer dan terus dikembangkan.

Selain itu, perusahaan juga terlibat dalam berbagai proyek strategis seperti pembangunan di kawasan Ibu Kota Nusantara, bendungan, sistem penyediaan air minum, hingga proyek berbasis skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Komitmen Transformasi Berkelanjutan

Direktur Keuangan Hutama Karya, Eka Setya Adrianto, menegaskan bahwa pencapaian ini bukan hanya soal masuk daftar, tetapi tentang kualitas kinerja perusahaan.

Ia menyebut pertumbuhan laba di tengah normalisasi pendapatan menjadi bukti bahwa transformasi perusahaan berjalan secara struktural dan berkelanjutan.

Posisi Strategis di Ekosistem Danantara

Sebagai perusahaan yang dimiliki penuh oleh Pemerintah Indonesia dan berada dalam ekosistem Danantara, Hutama Karya dinilai memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda transformasi ekonomi nasional.

Fokus perusahaan ke depan mencakup pengembangan infrastruktur hijau, penguatan konektivitas nasional, serta kontribusi terhadap industrialisasi dan integrasi ekonomi kawasan ASEAN.(*)




Tol Trans Sumatera Padat! 900 Ribu Kendaraan Tercatat Selama Libur Panjang 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Arus lalu lintas di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) mengalami peningkatan signifikan selama periode libur panjang Idul Adha, Waisak, dan Hari Lahir Pancasila 2026 yang berlangsung pada 26 Mei hingga 1 Juni 2026.

PT Hutama Karya (Persero) mencatat lebih dari 900 ribu kendaraan melintas di sejumlah ruas JTTS yang telah beroperasi.

Angka tersebut meningkat sekitar 29,12 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal.

Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, mengatakan peningkatan volume kendaraan tersebut telah diantisipasi melalui penguatan layanan operasional di seluruh ruas tol, termasuk penempatan petugas tambahan, optimalisasi rest area, serta pemantauan lalu lintas secara real time.

“Selama periode libur panjang ini, kami memastikan seluruh layanan operasional berjalan optimal, agar pengguna jalan dapat berkendara dengan aman, lancar, dan nyaman,” ujarnya.

Berdasarkan catatan perusahaan, puncak arus kendaraan terjadi pada Minggu, 31 Mei 2026, dengan lebih dari 148 ribu kendaraan melintas dalam satu hari. Angka ini naik lebih dari 31 persen dibandingkan kondisi normal harian.

Dari seluruh ruas JTTS, Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat Seksi 1–4 menjadi jalur dengan volume kendaraan tertinggi, mencapai lebih dari 195 ribu kendaraan selama periode libur.

Sementara itu, pertumbuhan tertinggi secara persentase terjadi di Tol Padang–Sicincin yang mengalami lonjakan hingga 81,16 persen.

Peningkatan ini dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat Sumatera Barat, terutama setelah dibukanya kembali akses Jalan Lembah Anai yang memperlancar perjalanan.

Hutama Karya menyebut penguatan layanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kesiapan petugas di lapangan, pengawasan kondisi lalu lintas, hingga koordinasi dengan Kepolisian dan Dinas Perhubungan.

Informasi perjalanan juga terus diperbarui melalui Variable Message Sign (VMS) dan kanal resmi perusahaan agar pengguna jalan mendapatkan informasi terkini selama perjalanan.

Perusahaan juga mengimbau pengguna jalan tol untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, mengecek saldo uang elektronik, mematuhi batas kecepatan, serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.(*)




Hutama Karya Siap Jalankan Transformasi Besar, Ini Strategi Lengkapnya

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) menegaskan komitmennya untuk mempercepat transformasi perusahaan sebagai bagian dari agenda besar restrukturisasi BUMN sektor karya.

Langkah strategis ini dibahas dalam rapat koordinasi yang melibatkan jajaran direksi BUMN konstruksi bersama Dony Oskaria di Jakarta pada Kamis (16/4/2026).

Dalam forum tersebut, penguatan tata kelola perusahaan menjadi fokus utama.

Perbaikan laporan keuangan yang lebih akurat dan transparan, peningkatan kepatuhan terhadap regulasi, serta implementasi prinsip Good Corporate Governance (GCG) ditegaskan sebagai fondasi penting menuju perusahaan yang lebih sehat.

Dony menekankan bahwa transformasi BUMN Karya tidak hanya berorientasi pada aspek finansial, tetapi juga mencakup perbaikan sistem tata kelola dan transparansi.

“Transformasi tidak hanya berfokus pada aspek finansial, tetapi juga mencakup penguatan tata kelola, kepatuhan terhadap regulasi, serta penguatan transparansi. Melalui langkah ini, BUMN Karya diharapkan dapat menjadi lebih sehat, kredibel, dan memiliki daya saing yang kuat,” ujar Dony Oskaria.

Menurutnya, langkah ini penting untuk membangun fondasi perusahaan yang kuat sekaligus meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap kinerja BUMN.

Sementara itu, Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Hamdani menyatakan kesiapan perusahaan dalam menjalankan seluruh tahapan restrukturisasi secara konsisten.

Ia menegaskan bahwa momentum ini akan dimanfaatkan untuk memperkuat kondisi keuangan perusahaan sekaligus memastikan keberlanjutan proyek-proyek strategis nasional tetap berjalan optimal.

“Hutama Karya menyambut baik langkah restrukturisasi ini sebagai momentum untuk memperkuat kesehatan finansial korporasi. Kami berkomitmen penuh menjalankan setiap tahapan transformasi dengan prinsip kehati-hatian dan transparansi, guna meningkatkan nilai tambah perusahaan serta kepercayaan seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya.

Sebagai salah satu pemain utama dalam pembangunan infrastruktur nasional, Hutama Karya menilai proses transformasi ini menjadi langkah krusial untuk menjaga kesinambungan proyek sekaligus memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dengan dukungan penuh dari Badan Pengelola BUMN dan Danantara, diharapkan proses restrukturisasi ini mampu meningkatkan daya saing perusahaan serta memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan.(*)




Trafik Tol Jambi Naik Saat Libur Panjang, Hutama Karya Pastikan Perjalanan Aman

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Volume kendaraan di ruas Tol Betung–Tempino–Jambi mengalami peningkatan selama libur panjang awal April 2026.

Kenaikan ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat di wilayah Jambi dan sekitarnya.

PT Hutama Karya mencatat, sebanyak 9.724 kendaraan melintas di ruas Bayung Lencir–Tempino pada 3 April 2026.

Angka ini meningkat sekitar 15,8 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal.

Plt. EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya, Hamdani, mengatakan peningkatan trafik ini dipicu oleh aktivitas masyarakat selama libur panjang, baik untuk perjalanan keluarga, wisata, maupun mobilitas antarwilayah.

“Peningkatan volume kendaraan ini merupakan tren yang biasa terjadi saat periode libur panjang. Kami terus melakukan pemantauan secara intensif, khususnya pada ruas-ruas strategis seperti Tol Jambi, guna memastikan perjalanan pengguna tetap aman dan lancar,” ujar Hamdani.

Secara keseluruhan, trafik di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) juga menunjukkan kenaikan signifikan.

Total kendaraan yang melintas di berbagai ruas tol operasional mencapai 142.518 unit dalam satu hari, atau naik sekitar 42,85 persen dibandingkan hari biasa.

Hamdani menegaskan, Hutama Karya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, mulai dari kesiapan petugas di lapangan hingga optimalisasi fasilitas pendukung.

Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas layanan selama lonjakan arus kendaraan.

“Kami mengimbau pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi kendaraan prima, serta beristirahat di rest area jika merasa lelah. Keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama,” tambahnya.

Dengan peningkatan trafik ini, Hutama Karya memastikan operasional jalan tol tetap berjalan optimal sebagai bagian dari komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya di ruas strategis seperti Tol Jambi.(*)




Hutama Karya Operasikan Junction Palembang, Ini Rute dan Tarif Terbarunya

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID – Konektivitas jalan tol di Sumatera Selatan kini semakin meningkat dengan mulai beroperasinya Junction Palembang pada Jumat, 3 April 2026.

Pengoperasian ini dilakukan oleh PT Hutama Karya (Persero) berdasarkan keputusan resmi Kementerian Pekerjaan Umum.

Kehadiran junction ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mempersingkat waktu tempuh perjalanan.

Sejumlah jalur yang mulai difungsikan meliputi Ramp 5 (Betung–Indralaya), Ramp 6 (Betung–Palembang), serta Ramp 8 (Palembang–Kayu Agung).

Sebelumnya, beberapa ramp lain seperti jalur Betung–Kayu Agung hingga Kayu Agung–Kramasan telah lebih dulu melayani pengguna jalan.

Sementara itu, beberapa akses tambahan seperti Ramp 4A dan Ramp 7 akan segera menyusul beroperasi seiring dengan rampungnya ruas Tol Palembang–Betung.

Dengan dibukanya junction ini, pengguna jalan kini dapat melakukan perjalanan antarwilayah secara lebih efisien tanpa harus keluar masuk tol seperti sebelumnya.

Plt Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan bahwa pengoperasian Junction Palembang akan memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran lalu lintas.

“Dengan beroperasinya Junction Palembang, konektivitas antar ruas tol di wilayah Palembang dan sekitarnya semakin optimal. Perjalanan menjadi lebih praktis dan efisien karena jalur sudah terhubung langsung,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pengguna jalan untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, termasuk memastikan saldo uang elektronik mencukupi agar tidak mengalami kendala saat transaksi di gerbang tol.

Tarif Terbaru Junction Palembang

Seiring dengan integrasi junction ini, berikut rincian tarif tol terbaru:

Ramp 5 (Kramasan menuju berbagai tujuan):

  • Kramasan – Pemulutan: Gol I Rp9.000 | Gol II–III Rp13.000 | Gol IV–V Rp17.500
  • Kramasan – KTM Rambutan: Gol I Rp15.000 | Gol II–III Rp22.000 | Gol IV–V Rp29.500
  • Kramasan – Indralaya: Gol I Rp26.500 | Gol II–III Rp39.000 | Gol IV–V Rp52.500
  • Kramasan – Prabumulih: Gol I Rp111.500 | Gol II–III Rp166.500 | Gol IV–V Rp222.500

Ramp 6 (Kramasan – Palembang):

  • Gol I Rp4.500 | Gol II–III Rp6.500 | Gol IV–V Rp8.500

Ramp 8 (Palembang – Kayu Agung Utama):

  • Gol I Rp51.000 | Gol II–III Rp76.500 | Gol IV–V Rp102.000

Hutama Karya juga mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi terbaru melalui akun resmi media sosial perusahaan, serta menghubungi layanan darurat jika terjadi kendala selama perjalanan.

Dengan beroperasinya Junction Palembang, perjalanan antarwilayah di Sumatera Selatan diharapkan menjadi lebih cepat, nyaman, dan efisien.(*)




Arus Balik Lebaran, Trafik Tol Betung–Tempino Jambi Tembus 10 Ribu Kendaraan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Arus balik Lebaran 2026 masih berdampak signifikan terhadap lalu lintas di ruas tol wilayah Jambi.

Ruas Tol Betung–Tempino Jambi tercatat tetap mengalami peningkatan volume kendaraan meski tren mulai melandai dibanding hari sebelumnya.

Berdasarkan data dari PT Hutama Karya (Persero), pada 26 Maret 2026 tercatat sebanyak 10.306 kendaraan melintasi ruas tol tersebut.

Angka ini meningkat 33,27 persen dibandingkan trafik normal, menunjukkan mobilitas masyarakat masih tinggi pada masa arus balik.

Plt. EVP Sekretaris Perusahaan Hamdani menyampaikan bahwa secara umum trafik di Jalan Tol Trans Sumatera masih berada di atas rata-rata normal, termasuk di wilayah Jambi.

“Meski terjadi penurunan dibanding hari sebelumnya, volume kendaraan tetap tinggi, terutama pada jalur penghubung antarwilayah dan akses menuju kawasan perkotaan,” ujar Hamdani.

Ia menegaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan intensif untuk memastikan layanan jalan tol tetap aman dan lancar selama periode arus balik Lebaran.

Secara keseluruhan, total trafik harian di seluruh ruas tol yang dikelola Hutama Karya mencapai 196.829 kendaraan, atau meningkat hingga 115,95 persen dibandingkan kondisi normal.

Selain ruas Jambi, beberapa ruas tol lain di Trans Sumatera juga mencatat lonjakan signifikan, seperti Tol Sigli–Banda Aceh dan Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat.

Hutama Karya mengimbau masyarakat yang melintas di tol, khususnya di wilayah Jambi, untuk tetap mengutamakan keselamatan berkendara dengan mematuhi rambu lalu lintas, menjaga jarak aman, serta memastikan kondisi kendaraan dan fisik pengemudi dalam keadaan prima.

Pengguna jalan juga disarankan untuk memanfaatkan rest area jika merasa lelah, guna menghindari risiko kecelakaan selama perjalanan arus balik.

Sebagai bentuk komitmen pelayanan, Hutama Karya terus meningkatkan kesiapan petugas, fasilitas pendukung, serta koordinasi lintas sektor guna menjaga kelancaran lalu lintas di Jalan Tol Trans Sumatera selama periode Lebaran 2026.(*)




Lonjakan Kendaraan di Tol Jambi, Hutama Karya Pastikan Layanan Tetap Aman

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Arus balik Lebaran 2026 mulai terasa di ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), termasuk di wilayah Jambi.

PT Hutama Karya (Persero) mencatat peningkatan trafik kendaraan di ruas Tol Betung–Tempino–Jambi yang menjadi salah satu jalur penting penghubung antarwilayah.

Berdasarkan data per 25 Maret 2026, sebanyak 9.315 kendaraan melintasi ruas tol tersebut.

Angka ini meningkat sekitar 18,54 persen dibandingkan kondisi normal, menandakan mobilitas masyarakat masih tinggi selama periode arus balik.

Plt. EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Hamdani, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan intensif terhadap seluruh ruas tol, termasuk di Jambi, guna memastikan kelancaran perjalanan masyarakat.

“Arus balik Lebaran masih berlangsung dan trafik di sejumlah ruas, termasuk Tol Jambi, terpantau meningkat. Kami memastikan layanan jalan tol tetap optimal agar pengguna jalan merasa aman dan nyaman,” ujar Hamdani.

Secara keseluruhan, trafik di seluruh ruas tol yang dikelola Hutama Karya mencapai 209.536 kendaraan dalam satu hari.

Jumlah tersebut melonjak hingga 132,46 persen dibandingkan trafik normal.

Selain Tol Jambi, peningkatan signifikan juga terjadi di berbagai ruas lain di JTTS, terutama yang menjadi akses utama antarprovinsi dan menuju kawasan perkotaan.

Meski demikian, tren trafik mulai menunjukkan penurunan dibandingkan puncak arus balik sebelumnya, meskipun masih berada di atas rata-rata harian normal.

Hutama Karya juga mencatat adanya pergerakan kendaraan di ruas tol yang masih beroperasi secara fungsional selama arus balik Lebaran.

Beberapa di antaranya adalah ruas Palembang–Betung yang mulai difungsikan sejak pertengahan Maret 2026.

Untuk mendukung kelancaran arus balik, Hutama Karya mengimbau pengguna jalan, khususnya yang melintasi Tol Jambi, agar merencanakan perjalanan dengan matang.

Pengendara diminta untuk mematuhi rambu lalu lintas, menjaga batas kecepatan, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, serta beristirahat di rest area jika merasa lelah.

Hamdani menegaskan, pihaknya terus meningkatkan kesiapan layanan, mulai dari petugas di lapangan hingga fasilitas pendukung lainnya.

“Kami berkomitmen menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna jalan di JTTS, termasuk di ruas Jambi, melalui optimalisasi layanan dan koordinasi dengan berbagai pihak,” tambahnya.

Masyarakat juga dapat memantau kondisi lalu lintas secara real-time melalui aplikasi HK Toll Apps maupun kanal resmi Hutama Karya.(*)




Trafik Tol Jambi–Sebapo Naik, Mobilitas Arus Balik Masih Tinggi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Arus balik Lebaran 2026 masih menunjukkan pergerakan tinggi, terutama di ruas Tol Betung–Tempino–Jambi yang menjadi akses penting menuju wilayah Jambi.

Salah satu titik yang mendapat perhatian adalah kawasan Sebapo, yang mulai dipadati kendaraan sejak awal pekan ini.

PT Hutama Karya mencatat peningkatan trafik signifikan di sejumlah ruas Jalan Tol Trans Sumatera selama periode arus balik.

Pada 24 Maret 2026, total kendaraan yang melintas mencapai 256.641 unit atau melonjak hingga 191,36% dibandingkan kondisi normal.

Khusus untuk ruas Tol Betung–Tempino–Jambi yang menghubungkan wilayah strategis Sumatera bagian tengah, tercatat sebanyak 9.069 kendaraan melintas dalam sehari.

Angka ini meningkat 23,54% dibandingkan trafik normal dan menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat menuju Jambi dan sekitarnya.

Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya arus kendaraan dari berbagai daerah yang kembali ke kota asal setelah libur Idulfitri.

Ruas tol ini juga menjadi jalur vital yang menghubungkan beberapa kota penting, sehingga berperan besar dalam distribusi arus balik.

Secara keseluruhan, peningkatan trafik juga terjadi di berbagai ruas JTTS lainnya, seperti Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung, Palembang–Indralaya–Prabumulih, hingga Pekanbaru–Dumai.

Bahkan beberapa ruas mencatat lonjakan di atas 200% dibandingkan hari biasa.

Selain ruas operasional, sejumlah tol fungsional juga turut digunakan untuk mendukung kelancaran arus balik.

Hal ini dilakukan guna mengurai kepadatan lalu lintas dan mempercepat waktu tempuh perjalanan.

Hutama Karya terus melakukan pemantauan intensif serta memastikan kesiapan petugas dan fasilitas pendukung di lapangan.

Langkah ini diambil untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan selama periode arus balik.

Pengguna jalan diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kondisi fisik, serta memanfaatkan rest area jika merasa lelah.

Dengan tingginya trafik di ruas Tol Jambi–Sebapo dan sekitarnya, masyarakat diharapkan tetap berhati-hati agar perjalanan arus balik dapat berlangsung aman dan lancar.(*)