Hujan Subuh Picu Banjir Berulang di Kenali Asam Bawah Kota Jambi, Warga Keluhkan Drainase Buruk

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Hujan deras yang mengguyur Kota Jambi sejak Kamis dini hari 18 Juni 2026 kembali memicu banjir di kawasan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kotabaru.

Genangan air mulai muncul sekitar pukul 04.30 WIB dan baru berangsur surut menjelang pukul 09.00 WIB.

Sejumlah titik terdampak di antaranya kawasan Simpang 4 Jalan Lirik serta permukiman warga di RT 03 Kenali Asam Bawah.

Di beberapa lokasi, ketinggian air dilaporkan mencapai setinggi paha orang dewasa.

Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa wilayah tersebut masih menjadi salah satu titik langganan banjir di Kota Jambi, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang.

Warga menyebut, sepanjang Juni saja banjir sudah terjadi hingga lima kali.

Warga menilai berulangnya banjir disebabkan oleh kondisi saluran air yang tidak lagi optimal.

Pendangkalan parit serta menyempitnya aliran anak sungai di sekitar permukiman diduga menjadi penyebab utama meluapnya air ke rumah warga.

Selain faktor drainase, pesatnya pembangunan perumahan di kawasan sekitar juga disebut memperburuk kondisi aliran air, sehingga mempercepat terjadinya genangan.

Genangan yang terjadi sejak pagi turut mengganggu aktivitas warga. Sekitar pukul 06.00 WIB, beberapa ruas jalan di wilayah tersebut dilaporkan mengalami kemacetan akibat tingginya genangan air.

Sejumlah rumah warga juga terendam dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari mata kaki hingga paha orang dewasa.

Salah seorang warga, Hendri, mengatakan banjir di kawasan tersebut sudah terjadi berulang kali dan belum mendapat penanganan yang maksimal.

“Hujan mulai sekitar jam empat subuh sampai sekitar jam sembilan pagi. Ini sudah langganan banjir, bulan Juni saja sudah lima kali. Parit dan anak sungai sudah dangkal, bahkan pernah sampai tersumbat total,” ujarnya.

Ia menambahkan, perkembangan kawasan perumahan di sekitar Km 7 Kenali Asam Bawah turut membuat kondisi semakin rentan terhadap banjir.

“Sudah sering banjir, tapi sampai sekarang belum ada solusi yang benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Warga lainnya, Anton, menyebut banjir kali ini lebih parah dibanding sebelumnya, terutama karena adanya pekerjaan pelebaran sungai yang belum rampung.

“Air mulai naik sekitar setengah lima subuh sampai jam sembilan pagi. Kali ini lebih parah, apalagi sejak ada pengerjaan pelebaran sungai yang belum selesai. Air sampai sedengkul orang dewasa,” jelasnya.

Menurutnya, sekitar 50 kepala keluarga di RT 03 Kenali Asam Bawah terdampak dalam kejadian tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi banjir yang terus berulang di kawasan tersebut.

Normalisasi parit, perbaikan sistem drainase, serta penataan aliran sungai dinilai menjadi solusi mendesak untuk mengurangi risiko genangan saat musim hujan.(*)




Jalan Lintas Palembang Sempat Lumpuh, Brimob Polda Jambi Lakukan Evakuasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Satuan Brimob Polda Jambi bergerak cepat melakukan evakuasi pohon tumbang yang sempat menghambat arus lalu lintas akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Jambi pada Kamis, 7 Mei 2026.

Evakuasi dilakukan di Jalan Lintas Palembang setelah sebuah pohon besar tumbang dan menutup badan jalan sehingga menyebabkan arus kendaraan terganggu.

Puluhan personel dari Batalyon A Pelopor diterjunkan ke lokasi dengan membawa peralatan pemotongan untuk membersihkan batang dan ranting pohon yang menghalangi akses jalan.

Proses evakuasi dipimpin langsung oleh Danki I Yon A Pelopor AKP Parlindungan Pohan bersama personel Brimob lainnya.

Berkat gerak cepat petugas, akses lalu lintas di jalur tersebut akhirnya kembali normal dan dapat dilalui kendaraan dari dua arah.

Dansat Brimob Polda Jambi Kombes Pol Faishal Aris melalui Danyon A Pelopor AKBP Lego Sitinjak mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi usai menerima laporan adanya pohon tumbang yang menutup jalan.

“Kami langsung bergerak cepat melakukan evakuasi dan pengaturan lalu lintas agar kendaraan dapat kembali melintas dengan aman,” ujar AKBP Lego Sitinjak.

Tidak hanya di Jalan Lintas Palembang, peristiwa serupa juga terjadi di Jalan Lingkar Selatan, Kecamatan Jambi Selatan, tepatnya di wilayah Pal Merah RT 07, Kota Jambi.

Karena terjadi di dua lokasi berbeda dalam waktu bersamaan, personel Brimob dibagi menjadi beberapa tim untuk mempercepat proses penanganan dan mencegah kemacetan panjang.

“Personel dibagi untuk melakukan pemotongan pohon dan pengaturan lalu lintas agar aktivitas masyarakat tidak terganggu,” lanjutnya.

AKBP Lego Sitinjak menegaskan bahwa langkah cepat tersebut merupakan bentuk komitmen Brimob Polda Jambi untuk selalu hadir membantu masyarakat dalam situasi darurat maupun kondisi yang mengganggu aktivitas publik.

Menurutnya, kehadiran aparat di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan.(*)




Longsor di Lokasi PETI Sarolangun Tewaskan 8 Orang dan Lukai 4 Warga

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Longsor di lokasi PETI di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, menewaskan delapan orang dan menyebabkan empat orang lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Selasa (20/1/2026) dan sempat membuat proses evakuasi berlangsung dramatis.

Para korban meninggal dunia diketahui merupakan warga Dusun Mengkadai serta seorang warga Desa Lubuk Sayak bernama Airil Anuar.

Sementara korban luka-luka telah dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Sebagian besar korban luka juga berasal dari Desa Lubuk Sayak.

Hingga saat ini, petugas masih melakukan pendataan terhadap identitas seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun yang selamat.

Tim gabungan terus memastikan tidak ada korban lain yang masih tertimbun material longsoran.

Peristiwa tersebut terjadi akibat longsornya tebing tanah galian yang menimbun para warga di lokasi. Longsor diduga dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan kondisi tanah menjadi labil hingga akhirnya runtuh.

Lokasi kejadian berada di lahan milik seorang warga berinisial I, yang berdomisili di Dusun Kait-Kait, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun.

Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji menyampaikan bahwa peristiwa tersebut merupakan kecelakaan kerja yang diduga kuat terjadi akibat faktor alam.

“Peristiwa ini diduga akibat longsornya tebing galian yang dipicu hujan deras, sehingga tanah menjadi labil dan runtuh menimpa para pekerja. Saat ini situasi di lokasi kejadian terpantau aman dan kondusif,” ujar Kombes Pol Erlan Munaji.

Pasca kejadian, Polda Jambi langsung mengerahkan unit SAR Brimob dan unit K-9 Ditsamapta untuk membantu pencarian dan evakuasi korban. Selain itu, tim evakuasi gabungan sebanyak 123 personel turut diterjunkan.

Tim gabungan tersebut terdiri dari 12 personel Sat Brimob Polda Jambi, 58 personel Polres Sarolangun, 10 personel Polsek Limun, 15 personel BPBD, 15 personel Satpol PP, serta 13 personel Damkar.

“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait untuk memastikan proses evakuasi berjalan maksimal dan tidak ada korban lain yang tertinggal. Selain itu, kami akan melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Polda Jambi juga mengimbau masyarakat agar tidak kembali melakukan aktivitas di lokasi rawan longsor yang dapat membahayakan keselamatan jiwa serta berpotensi menimbulkan dampak hukum dan lingkungan.(*)