Hujan Masih Mengintai Jambi hingga Pertengahan Juni, Ini Imbauan Pemprov

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Provinsi Jambi mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa pekan ke depan.

Meskipun sebagian wilayah telah memasuki musim kemarau, curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih diperkirakan terjadi hingga pertengahan Juni 2026.

Peringatan tersebut disampaikan menyusul prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan sejumlah daerah di Provinsi Jambi masih berpotensi diguyur hujan, terutama pada sore hingga malam hari.

Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, genangan air, hingga pohon tumbang di beberapa wilayah yang rawan terdampak.

Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman, mengatakan masyarakat tidak boleh lengah meskipun secara klimatologis Jambi mulai memasuki periode musim kemarau.

Menurutnya, perubahan cuaca yang masih cukup dinamis perlu menjadi perhatian bersama, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana.

“Kita sudah memasuki musim kemarau berdasarkan catatan BMKG. Namun masyarakat tetap harus waspada karena potensi hujan masih cukup tinggi, terutama pada sore hari. Ini perlu diantisipasi karena dapat memicu banjir maupun tanah longsor di sejumlah wilayah,” ujar Sudirman.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi BMKG, peluang hujan di Provinsi Jambi masih cukup besar hingga memasuki dasarian kedua Juni atau sekitar tanggal 20 Juni 2026.

Karena itu, pemerintah daerah terus melakukan pemantauan perkembangan cuaca serta memperkuat koordinasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi.

Sudirman menegaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam upaya mitigasi bencana.

Warga yang tinggal di daerah bantaran sungai, kawasan perbukitan, maupun wilayah dengan riwayat longsor diminta untuk meningkatkan kewaspadaan saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk rutin memantau informasi cuaca resmi dari BMKG, membersihkan saluran drainase dan lingkungan sekitar, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan tanda-tanda potensi bencana.

Pemerintah berharap langkah antisipasi yang dilakukan sejak dini dapat meminimalkan risiko kerugian akibat cuaca ekstrem, sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan aman dan lancar selama masa peralihan musim.

Dengan kondisi cuaca yang masih fluktuatif, warga diharapkan tidak mengabaikan peringatan dini yang dikeluarkan instansi terkait dan selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di luar ruangan.(*)




BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Desember 2025, Waspadai Banjir dan Gelombang Tinggi

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – BMKG mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Indonesia sepanjang Desember 2025.

Imbauan ini disampaikan sebagai langkah antisipasi menjelang periode libur akhir tahun yang biasanya diikuti dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan bahwa dalam beberapa hari terakhir, hujan berintensitas sedang hingga sangat lebat melanda wilayah Jawa bagian barat dan tengah.

Meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan sebagian Yogyakarta.

Kondisi atmosfer sedang sangat labil dengan kandungan uap air yang tinggi akibat aktifnya monsun Asia dan suhu muka laut yang hangat.

Hujan lebat hingga sangat lebat dengan curah 80–150 mm per hari sudah tercatat di beberapa wilayah.

“Ini menjadi sinyal kuat untuk meningkatkan kewaspadaan,” ujar Dwikorita di Jakarta.

Saat ini, sekitar 43,8% wilayah Indonesia atau 306 Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim hujan.

Puncak musim hujan diperkirakan terjadi bertahap mulai November 2025 hingga Februari 2026, bergerak dari wilayah barat menuju timur.

Menurut Dwikorita, periode Desember 2025 – Januari 2026 menjadi fase puncak utama musim hujan untuk sebagian besar wilayah Indonesia, yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya banjir, banjir bandang, dan longsor.

Selain hujan ekstrem, BMKG juga mengeluarkan peringatan gelombang tinggi pada 5–8 Desember 2025 di sejumlah perairan Indonesia.

Gelombang diperkirakan mencapai hingga 4 meter dipicu oleh angin kencang dan pengaruh bibit siklon tropis di sekitar Laut Filipina dan Papua Barat Daya.

Nelayan serta masyarakat pesisir diminta menunda aktivitas laut selama periode tersebut.

BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, bantaran sungai, dan area perbukitan rawan longsor.

Warga juga diimbau memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG serta memastikan saluran drainase tetap bersih untuk meminimalkan risiko bencana saat hujan lebat dan gelombang tinggi.(*)