Kenapa Puasa Terasa Lemas? Bisa Jadi 5 Kebiasaan Ini Penyebabnya

SEPUCUKJAMBI.ID – Menjalani puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus dari pagi hingga maghrib.

Ada kebiasaan kecil dalam rutinitas harian yang tanpa disadari justru membuat tubuh cepat lelah, mudah lapar, bahkan sulit fokus.

Energi, mood, hingga daya tahan tubuh selama berpuasa sangat dipengaruhi oleh pola makan, tidur, dan gaya hidup.

Jika tidak dikelola dengan baik, puasa bisa terasa jauh lebih berat dari yang seharusnya.

Berikut lima kebiasaan yang sering jadi penyebabnya:

1. Melewatkan Sahur atau Salah Pilih Menu

Sahur adalah “bahan bakar” utama sebelum menjalani puasa seharian.

Melewatkan sahur membuat tubuh tidak memiliki cadangan energi yang cukup, sehingga lebih cepat lemas di siang hari.

Selain itu, komposisi menu juga berpengaruh besar. Sahur yang hanya berisi makanan cepat dicerna, minim protein, serat, dan karbohidrat kompleks, akan membuat rasa lapar datang lebih cepat.

Pilih makanan yang lebih seimbang agar energi bertahan lebih lama.

2. Kurang Minum Air saat Malam dan Sahur

Dehidrasi menjadi salah satu penyebab utama puasa terasa berat.

Jika asupan cairan tidak tercukupi sejak waktu berbuka hingga sahur, tubuh akan lebih cepat mengalami pusing, lemas, dan sulit konsentrasi.

Pastikan kebutuhan air putih terpenuhi secara bertahap di malam hari dan saat sahur.

Jangan menunggu rasa haus muncul, karena itu tanda tubuh sudah mulai kekurangan cairan.

3. Terlalu Banyak Makanan Manis Saat Berbuka

Berbuka dengan makanan manis memang membantu mengembalikan kadar gula darah dengan cepat.

Namun konsumsi gula berlebihan justru bisa memicu lonjakan energi sesaat yang kemudian turun drastis.

Akibatnya, tubuh terasa cepat lelah kembali dan nafsu makan sulit terkontrol. Pilih sumber gula alami dalam porsi wajar, lalu lanjutkan dengan makanan bergizi seimbang agar energi lebih stabil.

4. Kurang Tidur

Perubahan jadwal makan dan ibadah sering membuat waktu tidur berkurang. Padahal, kurang tidur memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang.

Dampaknya, kamu bisa merasa lebih cepat lapar, mudah emosi, dan kurang fokus. Tidur cukup membantu tubuh memulihkan energi serta menjaga stamina selama berpuasa.

5. Terlalu Pasif atau Terlalu Memaksakan Diri

Sebagian orang memilih mengurangi aktivitas agar tidak cepat lelah. Namun terlalu pasif justru membuat tubuh terasa lesu.

Aktivitas ringan seperti berjalan santai atau peregangan bisa membantu menjaga sirkulasi darah dan kestabilan energi.

Sebaliknya, aktivitas fisik yang terlalu berat tanpa asupan dan istirahat cukup juga dapat mempercepat kelelahan. Kuncinya adalah keseimbangan.

Puasa Lebih Ringan Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Puasa yang nyaman tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menahan lapar dan haus, tetapi juga bagaimana kamu mengatur kebiasaan harian dengan bijak.

Mulai dari memilih menu sahur yang tepat, mencukupi kebutuhan cairan, mengontrol konsumsi gula, hingga menjaga kualitas tidur semuanya berperan penting dalam menjaga stamina.

Dengan memperbaiki kebiasaan kecil ini, puasa bukan hanya lebih ringan secara fisik, tetapi juga membuat pikiran lebih tenang dan ibadah terasa lebih khusyuk.(*)




Agar Tidak Lemas Saat Puasa, Terapkan 8 Strategi Ini

SEPUCUKJAMBI.ID – Berpuasa menuntut tubuh menahan lapar dan haus selama berjam-jam.

Agar tetap bugar dan tidak mudah lemas, penting menerapkan pola makan sehat, hidrasi optimal, serta aktivitas fisik yang tepat.

Berikut delapan cara menjaga tubuh tetap fit selama Ramadan:

1. Penuhi Asupan Cairan Saat Sahur dan Berbuka
Minum cukup air membantu mencegah dehidrasi. Usahakan minum secara bertahap, bukan sekaligus, dan hindari kopi atau teh hitam karena bersifat diuretik.

2. Pilih Karbohidrat Kompleks
Nasi merah, oat, dan roti gandum dicerna lebih lambat sehingga energi dilepaskan secara bertahap, membuat tubuh tetap bertenaga lebih lama.

3. Perbanyak Sayur dan Buah
Serat dari sayur dan buah menjaga pencernaan lancar serta memberi rasa kenyang lebih lama. Selain itu, kandungan vitamin dan mineralnya mendukung kesehatan tubuh.

4. Konsumsi Protein Secukupnya
Protein membuat tubuh lebih kenyang dan membantu perbaikan sel. Telur, ikan, dan kacang-kacangan bisa dijadikan menu sahur dan berbuka.

5. Atur Porsi Makan
Makan berlebihan saat berbuka dapat membuat tubuh kembung dan lemas. Mulai dengan makanan ringan dan air putih, kemudian tunggu beberapa menit sebelum hidangan utama.

6. Tetap Bergerak Ringan
Aktivitas ringan seperti berjalan santai atau peregangan menjelang berbuka membantu sirkulasi darah tetap lancar tanpa menguras energi.

7. Tidur yang Cukup
Kualitas tidur yang baik membantu tubuh memulihkan energi. Kurang tidur membuat tubuh cepat lelah dan fokus menurun selama puasa.

8. Atur Jadwal Makan Teratur
Menjaga ritme sahur dan berbuka membantu tubuh menyesuaikan diri, sehingga nutrisi dan cairan terserap lebih efisien.

Dengan menerapkan delapan strategi ini, tubuh tetap fit, energi terjaga, dan puasa pun lebih lancar.

Pola makan sehat, hidrasi cukup, tidur berkualitas, dan aktivitas ringan adalah kunci untuk puasa yang optimal.(*)