3 kebiasaan yang Bikin Perut Buncit, Bukan karena Nasi

SEPUCUKJAMBI.ID – Perut buncit masih menjadi keluhan banyak orang, selain mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri, kondisi ini juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan, mulai dari masalah metabolisme hingga penyakit kronis.

Selama ini, nasi kerap dianggap sebagai penyebab utama. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Faktanya, perut buncit lebih sering dipicu oleh pola hidup dan kebiasaan harian yang kurang sehat, terutama yang dilakukan menjelang malam.

Ahli nutrisi dari The Nutrition Twins, Tammy Lakatos Shames dan Lyssie Lakatos, menyebutkan sejumlah kebiasaan yang dapat mempercepat penumpukan lemak di area perut.

Berikut tiga kebiasaan yang dapat memicu perut buncit.

1. Makan Terlalu Dekat dengan Waktu Tidur

Tubuh idealnya mengonsumsi makanan terakhir setidaknya tiga jam sebelum tidur.

Saat tidur, tubuh membutuhkan waktu untuk pemulihan dan perbaikan sel, bukan untuk mencerna makanan.

Jika pencernaan masih bekerja, tubuh cenderung menyimpan kalori yang tidak terpakai sebagai lemak, terutama di bagian perut.

Sejumlah studi juga menunjukkan bahwa makan larut malam dapat mengganggu ritme sirkadian, memengaruhi kadar gula darah, serta memperlambat metabolisme lemak.

2. Minuman yang Berkalori di Malam Hari, Termasuk Susu

Banyak orang mengonsumsi susu hangat sebelum tidur karena dianggap membantu relaksasi.

Meski mengandung triptofan yang dapat memicu rasa kantuk, susu tetap menyumbang kalori tambahan.

Jika kebiasaan ini dilakukan secara rutin tanpa diimbangi aktivitas fisik yang cukup, kalori tersebut berpotensi menumpuk dan meningkatkan lingkar pinggang secara perlahan.

3. Asupan Gula Berlebih

Minuman manis kemasan sangat mudah ditemukan dalam aktivitas sehari-hari. Satu sajian minuman tersebut bahkan bisa mengandung sekitar 25 gram gula.

Asupan gula tinggi dengan nilai gizi yang rendah membuat tubuh menerima kalori berlebih.

Kalori ini kemudian disimpan sebagai lemak, dengan area perut menjadi salah satu lokasi penumpukan utama.

Perut buncit bukan semata-mata disebabkan oleh konsumsi nasi. Kebiasaan makan larut malam, minum minuman berkalori sebelum tidur, serta asupan gula berlebihan justru berperan lebih besar dalam pembentukan lemak perut.

Mengurangi kebiasaan tersebut dan rutin melakukan aktivitas fisik dapat menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan tubuh dan lingkar perut tetap ideal.(*)




Benarkah Stres Menyebabkan Rambut Rontok? Ini Faktanya

SEPUCUKJAMBI.ID – Rambut rontok kerap dikaitkan dengan pertambahan usia, faktor genetika, atau kesalahan dalam memilih produk perawatan.

Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa stres emosional maupun fisik yang berlangsung dalam waktu lama juga dapat mengganggu siklus pertumbuhan rambut dan memicu kerontokan lebih banyak dari biasanya.

Kondisi ini dikenal sebagai telogen effluvium, yaitu keadaan ketika tubuh mendorong lebih banyak folikel rambut masuk ke fase istirahat akibat tekanan berat pada sistem tubuh.

Akibatnya, rambut tidak tumbuh sebagaimana mestinya dan lebih mudah rontok.

Menurut Mayo Clinic dan Cleveland Clinic, telogen effluvium terjadi saat siklus rambut normal fase tumbuh (anagen), istirahat (telogen), dan rontok (exogen) mengalami gangguan akibat stres tinggi.

Dalam kondisi ini, tubuh meningkatkan hormon tertentu, seperti kartisol, yang dapat mengganggu suplai nutrisi ke folikel rambut, memaksa folikel lebih cepat ke fase telogen, dan memperlambat pertumbuhan rambut baru.

Akibatnya, dalam beberapa minggu hingga bulan kemudian, rambut akan tampak rontok lebih banyak terutama saat keramas atau menyisir.

Sejalan dengan itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkan stres sebagai faktor signifikan yang tidak hanya memengaruhi kesehatan mental, tetapi juga sistem fisiologis tubuh, termasuk rambut, kulit, dan keseimbangan hormon.

Tanda-tanda rambut rontok akibat stres sering dialami oleh individu yang berada dalam tekanan tinggi, seperti pekerja profesional, orang tua, maupun pelajar.

Beberapa gejala yang umum dirasakan antara lain:

  • Rambut rontok lebih banyak dari biasanya saat mandi atau menyisir rambut
  • Penipisan rambut secara menyeluruh, bukan hanya di satu area tertentu
  • Kerontokan mulai terasa beberapa minggu setelah mengalami stres berat

Cara mengelola stres untuk menjaga rambut tetap sehat

1. Tidur yang cukup dan berkualitas

Tidur berperan penting dalam menstabilkan hormon stres dan memulihkan siklus pertumbuhan rambut.

Kurang tidur dapat memicu lonjakan kortisol, yang pada akhirnya memperburuk gangguan pada siklus rambut.

2. Pola makan seimbang

Pertumbuhan rambut yang sehat membutuhkan asupan nutrisi yang memadai, seperti zat besi, vitamin D, protein, dan omega-3 yang berperan dalam menjaga sistem saraf tetap tenang.

3. Aktivitas fisik dan relaksasi

Aktivitas ringan seperti berjalan santai, yoga, atau latihan pernapasan dalam terbukti membantu menurunkan hormon stres dan menjaga keseimbangan tubuh secara keseluruhan.

4. Dukungan sosial dan kesehatan mental

Berbagi cerita dengan orang terdekat, berkonsultasi dengan tenaga profesional, atau bergabung dalam komunitas dukungan dapat membantu mencegah stres kronis yang berdampak pada kesehatan rambut.

Stres bukan hanya memengaruhi pikiran, tetapi juga dapat mengganggu fase pertumbuhan rambut dan memicu kerontokan yang lebih nyata.

Meski telogen effluvium umumnya bersifat sementara, pengelolaan stres yang tepat tetap menjadi kunci penting untuk menjaga kesehatan rambut sekaligus kesejahteraan fisik dan mental secara menyeluruh.(*)




6 Cara Efektif Meredakan Nyeri Haid

SEPUCUKJAMBI.ID – Nyeri haid merupakan keluhan yang umum dialami banyak perempuan setiap bulan. Meskipun biasanya bersifat ringan dan dapat mereda dalam beberapa hari, pada beberapa kondisi rasa sakit bisa cukup mengganggu hingga membuat aktivitas tidak nyaman.

Untuk membantu meredakannya, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah.

1. Minum Obat Antinyeri

Jika nyeri haid terasa berat sampai menghambat aktivitas, obat antinyeri dapat menjadi pilihan.

Ibuprofen atau naproxen umumnya digunakan untuk meredakan kram menstruasi.

Namun, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan jenis dan dosis yang sesuai kondisi Anda.

2. Kompres Hangat

Kompres hangat di area perut bawah membantu mengendurkan otot rahim yang sedang berkontraksi.

Efek hangatnya melemaskan otot, mengurangi ketegangan, dan membuat rasa nyeri perlahan mereda.

3. Istirahat yang Cukup

Saat nyeri haid muncul, tubuh memerlukan waktu untuk beristirahat. Tidur atau berbaring sejenak dapat membantu tubuh rileks sehingga intensitas nyeri berkurang.

4. Berolahraga

Olahraga rutin dapat membantu meredakan sekaligus mencegah nyeri saat menstruasi.

Aktivitas fisik memicu pelepasan endorfin, yaitu senyawa alami yang berfungsi sebagai penghilang rasa sakit.

5. Konsumsi Makanan Sehat

Pola makan sangat berpengaruh pada kondisi tubuh selama menstruasi. Makanan tinggi gula, garam, kafein, atau makanan olahan dapat memperparah kram.

Sebaliknya, memilih makanan yang lebih sehat dapat membantu tubuh tetap stabil dan mengurangi nyeri.

Buah-buahan, sayuran hijau, jahe, kunyit asam, cokelat hitam, dan kacang-kacangan merupakan  makanan yang baik dikonsumsi saat haid.

6. Memijat Area yang Nyeri

Kram menstruasi kadang menjalar hingga punggung bawah.

Pijatan lembut pada area tersebut dapat membantu melemaskan otot yang tegang dan mengurangi rasa tidak nyaman.

Dengan menerapkan beberapa cara di atas, nyeri haid biasanya dapat berangsur membaik.

Namun, jika rasa sakit semakin parah, berlangsung lebih lama dari biasanya, atau disertai gejala lain yang mengganggu, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.(*)




Telur Dadar vs Telur Rebus, Mana yang Lebih Sehat?

SEPUCUKJAMBI.ID – Banyak orang mengandalkan telur sebagai sumber protein harian karena harganya terjangkau dan mudah diolah.

Cara memasak telur ternyata bisa memengaruhi jumlah kalori, lemak, dan nutrisi yang masuk ke tubuh.

Karena itulah memahami perbedaannya penting untuk menentukan pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhan harian.

Telur rebus sering dianggap sebagai opsi yang lebih sehat karena dimasak tanpa minyak.

Metode ini membuat sebagian besar nutrisinya tetap terjaga, dengan sekitar 155 kalori, 13 gram protein, dan 11 gram lemak per 100 gram.

Kandungan vitamin seperti B12, D, riboflavin, kolin, dan selenium juga tetap stabil sehingga menjadikannya pilihan yang sederhana namun bernilai gizi tinggi.

Teknik memasak poached atau telur ceplok di air juga menawarkan profil gizi yang serupa.

Telur dimasak perlahan dalam air panas tanpa tambahan lemak, menghasilkan sekitar 143 kalori, 13 gram protein, dan 9 gram lemak per 100 gram.

Proses memasak yang lembut ini menjaga ketersediaan nutrisi tetap optimal dan membantu tubuh mencerna protein secara lebih efisien.

Sebaliknya, telur dadar biasanya dimasak menggunakan minyak, mentega, keju, atau bahan tambahan lain.

Inilah yang membuat nilai gizinya lebih bervariasi. Rata-rata, telur dadar memiliki sekitar 153 kalori, 11 gram protein, dan 11 gram lemak per 100 gram.

Meski bisa menjadi lebih bernutrisi jika diisi sayuran atau daging tanpa lemak, penggunaan minyak dan keju dapat meningkatkan kalori secara signifikan.

Secara umum, telur rebus dan telur ceplok lebih cocok untuk mereka yang ingin menjaga kalori tetap rendah tanpa mengorbankan nutrisi. Keduanya tidak menambah lemak tambahan dan mempertahankan sebagian besar kandungan protein.

Sementara telur dadar atau omelet tetap aman dikonsumsi sebagai bagian dari diet seimbang, selama pemilihan bahan tambahannya lebih hati-hati.

Pada akhirnya, pilihan bergantung pada preferensi pribadi dan kebutuhan nutrisi masing-masing.(*)




Nyeri Haid Tak Kunjung Reda? Kenali Faktor Medis yang Perlu Diketahui

SEPUCUKJAMBI.ID – Nyeri saat haid atau dalam bahasa medis disebut dismenore merupakan salah satu keluhan paling umum yang dialami perempuan ketika menstruasi.

Rasa sakit ini biasanya muncul sebagai kram pada perut bagian bawah, namun dapat menjalar hingga punggung atau pinggang.

Meskipun sering mengganggu, nyeri haid termasuk kondisi yang normal dan biasanya dapat mereda dalam beberapa hari.

Kram menstruasi terjadi karena kontraksi rahim untuk meluruhkan lapisan dinding rahim.

Proses ini dipicu oleh hormon prostaglandin,semakin tinggi kadar prostaglandin dalam tubuh, semakin kuat pula rasa sakit yang dirasakan.

Pada sebagian perempuan, nyeri haid cenderung berkurang seiring bertambahnya usia atau setelah melahirkan.

Nyeri haid dapat muncul karena dua penyebab utama, yaitu primer dan sekunder.

Nyeri haid primer adalah nyeri yang muncul secara alami akibat proses menstruasi itu sendiri.

Sementara itu, nyeri haid sekunder terjadi karena adanya masalah kesehatan tertentu yang mendasarinya, dan jenis nyeri ini biasanya lebih berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Beberapa kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan nyeri menstruasi, antara lain:

1. Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi ketika muncul pertumbuhan abnormal jaringan menyerupai dinding rahim di luar rahim, seperti ovarium atau tuba falopi.

2. Fibroid rahim

Fibroid rahim atau miom juga bisa menyebabkan nyeri hebat saat menstruasi.

Miom dapat tumbuh di luar, bagian dalam, atau di dinding rahim yang dapat menyebabkan nyeri menstruasi.

3. Adenomiosis

Adenomiosis adalah kondisi ketika jaringan yang normalnya tubuh di dinding rahim justru mulai tumbuh di bagian dinding otot rahim.

Nyeri haid yang disebabkan oleh adenomiosis lebih umum terjadi pada wanita yang lebih tua dan memiliki anak.

4. Penyakit radang panggul

Penyakit radang panggul adalah infeksi bakteri yang bermula di rahim dan dapat menyebar ke organ reproduksi lainnya.

5. Stenosis serviks

Stenosis serviks adalah bukaan serviks yang menyempit sehingga aliran darah menstruasi menjadi terhambat.

Kondisi ini menyebabkan tekanan di dalam rahim meningkat sehingga menyebabkan nyeri saat haid.

6. Masalah kongenital

Beberapa wanita terlahir dengan kondisi kongenital yang menyebabkan sakit perut saat menstruasi.

Ini meliputi bentuk rahim yang abnormal atau kondisi lain yang memengaruhi ovarium dan tuba falopi.

Ada sejumlah faktor yang membuat seseorang lebih rentan mengalami nyeri haid, seperti kebiasaan merokok, pola makan tinggi gula, jarang berolahraga, atau mengalami menstruasi pertama pada usia yang sangat muda.

Walaupun nyeri saat haid termasuk kondisi normal, ada kalanya rasa sakit ini menjadi tanda adanya masalah kesehatan.

Nyeri yang baru muncul dengan intensitas berat pada usia dewasa juga dapat menjadi tanda bahwa ada gangguan pada organ reproduksi.

Dalam situasi seperti ini, pemeriksaan lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dan mendapatkan penanganan yang tepat.(*)

n mendapatkan penanganan yang tepat.




Tren Salmon Candy, Berbahaya Jika Tak Diolah dengan Benar

SEPUCUKJAMBI.ID – Saat ini, netizen tengah ramai mengikuti tren membuat salmon candied di media sosial.

Olahan ini dibuat dengan memarinasi salmon mentah menggunakan gula atau sirup maple, kemudian diasap hingga teksturnya mengering.

Perpaduan rasa manis dan asin yang khas membuat banyak orang tertarik untuk mencoba membuatnya sendiri di rumah.

Namun di balik tren yang semakin banyak diikuti ini, tidak sedikit pengguna media sosial yang membuat salmon candied tanpa melalui proses pengasapan.

Sebagian orang hanya merendam potongan salmon mentah dalam bumbu lalu membiarkannya mengering di dalam kulkas, seolah hal itu sudah cukup untuk menghasilkan hidangan tersebut.

Padahal, cara seperti ini justru berpotensi memicu pertumbuhan bakteri berbahaya.

Salmon mentah memang terlihat segar, tetapi bisa saja mengandung bakteri seperti Salmonella, Listeria, hingga Vibrio.

Jika salmon tidak diolah dengan benar, bakteri-bakteri tersebut dapat berkembang dan memicu keracunan makanan dengan gejala seperti demam, mual, atau diare.

Pada kelompok tertentu seperti ibu hamil, lansia, atau individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah, risiko komplikasinya bahkan bisa lebih serius.

Selain bakteri, salmon mentah juga dapat mengandung parasit seperti cacing pita yang hidup pada jaringan otot ikan.

Kontaminasi ini bisa muncul secara alami dari lingkungan perairan, maupun dari penanganan dan penyimpanan yang tidak tepat setelah ikan ditangkap.

Membiarkan salmon mentah terlalu lama di kulkas dalam kondisi lembap justru membuat bakteri dan parasit semakin berpotensi berkembang.

Cara pengolahan salmon candied yang tidak tepat dan membiarkan salmon dalam keadaan mentah juga dapat memengaruhi kualitas ikan salmon.

Untuk itu, penting memahami cara mengolah agar tidak terbawa tren semata yang bisa membahayakan kesehatan.(*)




Kenali 5 Tanda Awal Penyakit Ginjal yang Jarang Disadari

SEPUCUKJAMBI.ID – Penyakit ginjal masuk dalam daftar 20 penyebab kematian terbesar di dunia dan berada di posisi 10 besar penyebab kematian pada perempuan.

Data tahun 2023 mencatat sekitar 1,5 juta orang mengalami gagal ginjal, dengan biaya penanganan mencapai Rp2,92 triliun.

Angka ini terus bertambah,termasuk pasien yang menjalani prosedur cuci darah (hemodialisa) dan penderita gagal ginjal akut pada anak yang juga meningkat.

Untuk mencegah penyakit ini masuk pada tahap kronis, perlu adanya diagnosis secara dini.

Berikut lima tanda penyakit ginjal yang kerap tidak disadari

1. Kekurangan energi atau kesulitan berkonsentrasi

Apakah Anda merasa kurang energik atau kesulitan berkonsentrasi? Ini bisa menjadi tanda peringatan penyakit ginjal.

Ketika fungsi ginjal Anda menurun secara signifikan, hal itu dapat menyebabkan penumpukan racun dan kotoran dalam darah.

Hal ini dapat menyebabkan energi rendah, sehingga sulit untuk fokus.

Menurut Yayasan Ginjal Nasional, penyakit ginjal juga dapat menyebabkan komplikasi lain seperti anemia, yang dapat mengakibatkan kelelahan dan keletihan.

2. Kulit kering dan gatal

Kebanyakan orang salah memahami tanda penting ini. Mereka mengaitkan kulit kering dan gatal dengan kurangnya pelembap atau penyakit kulit.

Padahal, ini bisa jadi peringatan dari ginjal Anda.

Ginjal bertanggung jawab untuk membuang limbah dan cairan berlebih dari tubuh, membantu memproduksi sel darah merah, menjaga tulang tetap kuat, dan menjaga jumlah mineral yang tepat dalam darah.

Jadi, ketika keseimbangannya terganggu, hal ini dapat menyebabkan kulit gatal dan kering.

3. Sulit tidur

Jangan pernah remehkan masalah tidur. Jika Anda kesulitan tidur, bisa jadi itu pertanda penyakit ginjal.

Ketika ginjal tidak menyaring dengan baik, racun tetap berada di dalam darah, alih-alih dikeluarkan melalui urine.

Jika Anda merasakan salah satu dari gejala di atas, periksakan diri ke tenaga medis.

Meskipun tanda-tanda tersebut tidak selalu berarti penyakit ginjal, pemeriksaan awal sangat membantu memastikan diagnosis dan mencegah komplikasi lebih lanjut.(*)