Drama Menit Akhir! Spanyol Tumbangkan Belgia 2-1 dan Tantang Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Spanyol memastikan langkah ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah memenangi duel sengit melawan Belgia dengan skor 2-1.

Kemenangan La Furia Roja ditentukan lewat gol dramatis Mikel Merino pada menit-menit akhir pertandingan yang membuat asa Belgia pupus di depan mata.

Laga perempat final berlangsung dalam tensi tinggi.

Kedua tim sama-sama tampil agresif sejak menit awal, tetapi Spanyol lebih efektif memanfaatkan peluang yang mereka ciptakan.

Hasil ini sekaligus mengantarkan skuad asuhan Luis De La Fuente menghadapi Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026.

Spanyol membuka keunggulan pada menit ke-30 melalui Fabian Ruiz.

Gelandang Paris Saint-Germain itu berada di posisi tepat untuk menyelesaikan bola di depan gawang setelah pertahanan Belgia gagal mengantisipasi situasi berbahaya.

Belgia tidak membutuhkan waktu lama untuk bangkit. Menjelang turun minum, Charles De Ketelaere menyamakan kedudukan lewat sundulan terarah yang tak mampu dibendung Unai Simon.

Gol tersebut sekaligus mengakhiri catatan impresif Spanyol yang sebelumnya belum pernah kebobolan sepanjang perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.

Memasuki babak kedua, duel berlangsung semakin terbuka.

Belgia beberapa kali mengancam melalui Kevin De Bruyne dan Jeremy Doku, sementara Spanyol terus mengandalkan penguasaan bola untuk mencari celah di lini belakang lawan.

Saat pertandingan diperkirakan akan berlanjut ke babak tambahan waktu, Mikel Merino kembali muncul sebagai pembeda.

Gol bermula dari sepakan jarak jauh Pau Cubarsi yang gagal diamankan dengan sempurna oleh Senne Lammens. Bola muntah langsung disambar Merino menjadi gol pada menit ke-88.

Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Belgia yang kehilangan kiper utama Thibaut Courtois akibat cedera.

Lammens yang masuk sebagai pengganti gagal menghalau bola dengan sempurna sehingga membuka peluang emas bagi Merino untuk memastikan kemenangan Spanyol.

Bagi Merino, ini bukan kali pertama menjadi pahlawan negaranya di turnamen tersebut.

Sebelumnya, gelandang berusia 30 tahun itu juga mencetak gol penentu kemenangan ketika Spanyol menyingkirkan Portugal pada babak 16 besar.

Kemenangan atas Belgia membawa Spanyol kembali menembus semifinal Piala Dunia.

Tantangan berikutnya jauh lebih berat karena mereka akan menghadapi Prancis dalam duel dua raksasa Eropa untuk memperebutkan satu tiket menuju partai final.

Susunan pemain

Spanyol (4-2-3-1): Unai Simon; Marc Cucurella, Aymeric Laporte, Pau Cubarsi, Pedro Porro; Fabian Ruiz, Rodri; Alex Baena, Dani Olmo, Lamine Yamal; Mikel Oyarzabal.

Pelatih: Luis De La Fuente.

Belgia (4-2-3-1): Thibaut Courtois; Maxim De Cuyper, Brandon Mechele, Nathan Ngoy, Timothy Castagne; Hans Vanaken, Nicolas Raskin; Leandro Trossard, Kevin De Bruyne, Jeremy Doku; Charles De Ketelaere.

Pelatih: Rudi Garcia.(*)




Statistik Lamine Yamal Bikin Takjub, Jadi Man of the Match Saat Spanyol Hajar Austria

SEPUCUKJAMBI.ID – Lamine Yamal kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain muda paling berbahaya di dunia.

Meski tidak mencetak gol maupun assist, winger Spanyol itu tetap dinobatkan sebagai Man of the Match saat La Furia Roja menaklukkan Austria 3-0 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Penghargaan tersebut diberikan setelah Yamal tampil impresif sepanjang pertandingan yang berlangsung di SoFi Stadium, Inglewood, Jumat 3 Juli 2026 dini hari WIB.

Spanyol memang memastikan tiket ke babak 16 besar berkat dua gol Mikel Oyarzabal dan satu gol Pedro Porro.

Namun, di balik kemenangan meyakinkan itu, pergerakan Lamine Yamal menjadi salah satu faktor yang paling merepotkan pertahanan Austria.

Sejak menit awal, pemain berusia muda itu terus mengancam dari sektor sayap.

Kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta kreativitasnya membuat lini belakang Austria kesulitan mengantisipasi serangan Spanyol.

Meski namanya tidak masuk daftar pencetak gol, kontribusi Yamal terlihat jelas sepanjang pertandingan.

Hampir setiap peluang berbahaya yang dibangun Spanyol lahir dari aksinya di sisi kanan lapangan.

Berdasarkan data FotMob, Yamal mencatatkan 14 sentuhan di dalam kotak penalti lawan, menjadi yang terbanyak dibanding seluruh pemain di pertandingan tersebut.

Ia juga melepaskan enam tembakan, jumlah terbanyak bersama rekan setimnya, sekaligus menunjukkan perannya sebagai salah satu sumber ancaman utama bagi Austria.

Kemampuan duel satu lawan satu kembali menjadi senjata utama Yamal. Ia sukses membukukan lima dribel berhasil, tertinggi di antara seluruh pemain yang tampil pada laga tersebut.

Penampilan konsisten itu berakhir pada menit ke-85 ketika pelatih Luis de la Fuente menariknya keluar dan memasukkan Gavi untuk menjaga keseimbangan permainan hingga peluit akhir.

Atas performa tersebut, FIFA menetapkan Lamine Yamal sebagai Man of the Match.

Penghargaan itu menjadi bukti bahwa kontribusi seorang pemain tidak selalu diukur dari jumlah gol atau assist, tetapi juga dari pengaruhnya terhadap jalannya pertandingan.

Dengan performa meyakinkan melawan Austria, Yamal diperkirakan kembali menjadi salah satu andalan Spanyol ketika menghadapi Portugal pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Susunan Pemain

Spanyol (4-2-3-1): Unai Simon; Pedro Porro, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Marc Cucurella; Rodri, Pedri; Lamine Yamal, Dani Olmo, Alex Baena; Mikel Oyarzabal.

Pelatih: Luis de la Fuente.

Austria (4-2-3-1): Alexander Schlager; Stefan Posch, Kevin Danso, David Alaba, Konrad Laimer; Xaver Schlager, Nicolas Seiwald; Romano Schmid, Paul Wanner, Marcel Sabitzer; Michael Gregoritsch.

Pelatih: Ralf Rangnick.(*)




VAR Gagalkan Harapan Kroasia, Portugal Menang Dramatis dan Hadapi Spanyol

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Portugal memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai menundukkan Kroasia dengan skor tipis 2-1 pada pertandingan babak 32 besar yang berlangsung di Toronto Stadium, Jumat 3 Juli 2026.

Selecao sempat berada dalam posisi tertinggal setelah Ivan Perisic membawa Kroasia unggul di awal babak kedua.

Namun Portugal mampu membalikkan keadaan lewat eksekusi penalti Cristiano Ronaldo sebelum Goncalo Ramos muncul sebagai pahlawan lewat gol kemenangan pada masa injury time.

Kemenangan ini mengantar Portugal melaju ke fase berikutnya dan akan menghadapi rival sesama Semenanjung Iberia, Spanyol, dalam laga babak 16 besar.

Babak Pertama Berjalan Ketat

Pertandingan berlangsung dalam tempo cukup tinggi pada awal laga.

Kroasia lebih dulu mengancam melalui Ante Budimir, tetapi penyelesaiannya masih melebar dari sasaran.

Portugal merespons beberapa menit kemudian. Bruno Fernandes melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang memaksa Dominik Livakovic melakukan penyelamatan penting.

Setelah awal pertandingan yang terbuka, ritme permainan berubah lebih hati-hati.

Kedua tim sama-sama tampil disiplin sehingga duel lebih banyak berlangsung di sektor tengah lapangan.

Hingga turun minum tidak banyak peluang bersih yang tercipta. Babak pertama pun ditutup tanpa gol dengan skor tetap 0-0.

Kroasia Unggul Lebih Dulu

Memasuki babak kedua, pelatih Zlatko Dalic melakukan perubahan dengan memasukkan Igor Matanovic menggantikan Ante Budimir.

Pergantian tersebut membuat Kroasia tampil lebih agresif. Mateo Kovacic lebih dulu menguji ketangguhan Diogo Costa sebelum Nikola Vlasic gagal memanfaatkan bola muntah.

Tekanan Kroasia akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-53.

Ivan Perisic menerima umpan dari Josip Stanisic, mengontrol bola di dalam kotak penalti, lalu melepaskan tembakan yang gagal dibendung Diogo Costa. Kroasia unggul 1-0.

Beberapa saat kemudian, Nikola Vlasic sebenarnya kembali membobol gawang Portugal.

Namun gol tersebut dianulir setelah VAR memastikan dirinya telah berada dalam posisi offside.

Ronaldo Samakan Kedudukan

Portugal berusaha meningkatkan intensitas serangan. Rafael Leao nyaris mencetak gol melalui sepakan keras yang hanya membentur mistar.

Cristiano Ronaldo sempat mencetak gol, tetapi kembali dianulir VAR karena sang kapten lebih dulu berada dalam posisi offside.

Momentum Portugal akhirnya datang ketika Renato Veiga dijatuhkan di area terlarang. Setelah meninjau tayangan VAR, wasit menunjuk titik putih.

Cristiano Ronaldo yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Goncalo Ramos Jadi Penentu

Setelah gol penyama kedudukan, Kroasia kembali mengambil inisiatif serangan dan beberapa kali menekan pertahanan Portugal.

Namun ketika laga memasuki masa injury time, Portugal justru berhasil mencuri gol kemenangan.

Rafael Leao mengirim umpan silang akurat yang disambut sundulan Goncalo Ramos hingga menggetarkan gawang Livakovic.

Kroasia sempat merayakan gol penyama kedudukan beberapa detik menjelang pertandingan berakhir melalui Josko Gvardiol yang memanfaatkan bola muntah di depan gawang.

Akan tetapi, VAR kembali menjadi penentu. Wasit membatalkan gol tersebut setelah Mario Pasalic lebih dahulu terjebak offside dalam proses terjadinya gol.

Skor 2-1 bertahan hingga laga usai. Portugal pun memastikan tiket ke babak 16 besar dan akan menghadapi Spanyol dalam salah satu duel paling dinanti di Piala Dunia 2026.

Susunan Pemain

Portugal (4-2-3-1): Diogo Costa; Joao Cancelo, Ruben Dias, Renato Veiga, Nuno Mendes; Vitinha, Joao Neves; Pedro Neto, Bruno Fernandes, Rafael Leao; Cristiano Ronaldo.

Pelatih: Roberto Martinez.

Kroasia (4-2-3-1): Dominik Livakovic; Josip Stanisic, Josip Sutalo, Marin Pongracic, Ivan Perisic; Luka Modric, Mateo Kovacic; Martin Baturina, Petar Sucic, Nikola Vlasic; Ante Budimir.

Pelatih: Zlatko Dalic.(*)




Spanyol Pesta Gol ke Gawang Austria, Oyarzabal Borong Dua Gol

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Spanyol memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Austria dengan skor meyakinkan 3-0 pada laga fase 32 besar di SoFi Stadium, Inglewood, Jumat 3 Juli 2026 dini hari WIB.

La Furia Roja tampil dominan sejak menit pertama hingga peluit panjang dibunyikan.

Mikel Oyarzabal menjadi bintang kemenangan berkat dua gol yang dicetaknya, sementara satu gol lainnya lahir melalui sundulan Pedro Porro.

Hasil tersebut sekaligus mengakhiri langkah Austria di Piala Dunia 2026.

Sementara Spanyol kini tinggal menunggu lawan berikutnya di babak 16 besar, yakni pemenang duel Portugal kontra Kroasia.

Sejak kickoff, Spanyol langsung menguasai jalannya pertandingan.

Lamine Yamal nyaris membuka keunggulan ketika laga baru berjalan dua menit, namun sepakan jarak jauhnya masih mampu diamankan Alexander Schlager.

Tekanan terus dilancarkan tim asuhan Luis de la Fuente.

Austria dipaksa lebih banyak bertahan dan mengandalkan penyelamatan demi penyelamatan dari Schlager untuk menjaga gawangnya tetap aman.

Pada menit ke-30, Marc Cucurella sempat menggetarkan gawang Austria.

Namun gol tersebut dianulir wasit karena lebih dulu terjadi pelanggaran dalam proses serangan.

Dominasi Spanyol akhirnya membuahkan hasil enam menit kemudian.

Berawal dari kerja sama apik di sisi kiri, umpan Marc Cucurella berhasil disambut Mikel Oyarzabal dengan penyelesaian satu sentuhan yang tak mampu dihentikan Schlager.

Skor berubah menjadi 1-0.

Menjelang turun minum, Spanyol hampir menggandakan keunggulan.

Tendangan bebas Alex Baena membentur mistar gawang, sedangkan peluang emas Lamine Yamal pada masa injury time kembali dimentahkan aksi gemilang kiper Austria.

Selepas jeda, ritme permainan tidak berubah. Spanyol tetap memegang kendali penguasaan bola dan terus memburu gol tambahan.

Austria sempat memberikan ancaman melalui sundulan Sasa Kalajdzic pada menit ke-61. Namun bola hanya melintas tipis di atas mistar gawang Unai Simon.

Lima menit berselang, Spanyol berhasil memperbesar keunggulan menjadi 2-0.

Alex Baena mengirim umpan silang akurat yang disambut sundulan Pedro Porro untuk membawa La Furia Roja semakin nyaman.

Lamine Yamal hampir ikut mencatatkan namanya di papan skor pada menit-menit akhir pertandingan.

Sayangnya, tembakannya berhasil disapu pemain bertahan Austria tepat di garis gawang.

Menjelang laga usai, Mikel Oyarzabal kembali menunjukkan ketajamannya.

Memanfaatkan umpan matang Marc Cucurella pada menit ke-89, penyerang Spanyol itu mencetak gol keduanya sekaligus memastikan kemenangan telak 3-0.

Dengan hasil ini, Spanyol melangkah ke babak 16 besar dengan kepercayaan diri tinggi setelah menampilkan permainan yang solid di semua lini.

Selanjutnya, La Furia Roja akan menghadapi pemenang pertandingan Portugal melawan Kroasia untuk memperebutkan satu tempat di perempat final.

Susunan Pemain

Spanyol (4-2-3-1): Unai Simon; Pedro Porro, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Marc Cucurella; Rodri, Pedri; Lamine Yamal, Dani Olmo, Alex Baena; Mikel Oyarzabal.

Pelatih: Luis de la Fuente.

Austria (4-2-3-1): Alexander Schlager; Stefan Posch, Kevin Danso, David Alaba, Konrad Laimer; Xaver Schlager, Nicolas Seiwald; Romano Schmid, Paul Wanner, Marcel Sabitzer; Michael Gregoritsch.

Pelatih: Ralf Rangnick.(*)




Mesir Comeback, Taklukkan Selandia Baru 3-1 di Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Mesir sukses membalikkan keadaan dan menaklukkan Selandia Baru dengan skor 3-1 pada laga kedua Grup G Piala Dunia 2026.

Pertandingan yang berlangsung di BC Place, Vancouver, Senin 22 Juni 2026 pagi WIB itu diwarnai kebangkitan The Pharaohs setelah sempat tertinggal lebih dulu.

Selandia Baru membuka keunggulan pada babak pertama melalui sundulan Finn Surman pada menit ke-15, memanfaatkan situasi sepak pojok.

Meski tampil menekan di awal laga, Mesir sempat kesulitan menembus pertahanan lawan.

Mesir kemudian mencoba bangkit lewat sejumlah peluang yang diciptakan Omar Marmoush dan Mohamed Salah, namun belum berbuah gol hingga akhir babak pertama.

Memasuki babak kedua, Mesir tampil lebih agresif dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-59.

Mostafa Ziko mencetak gol lewat sundulan setelah menerima umpan silang Mohamed Hany, mengubah skor menjadi 1-1.

Gol tersebut mengubah momentum permainan. Mesir berbalik unggul pada menit ke-68 melalui Mohamed Salah yang memanfaatkan umpan Ziko dengan penyelesaian tenang di dalam kotak penalti.

The Pharaohs memastikan kemenangan pada menit ke-82 lewat gol Trezeguet. Ia menyundul bola hasil sepak pojok Mohamed Salah untuk mengunci skor 3-1 hingga laga usai.

Hasil ini membawa Mesir memimpin klasemen sementara Grup G dengan koleksi empat poin, menjaga peluang mereka untuk melaju ke fase berikutnya.

Sebaliknya, Selandia Baru harus puas berada di posisi juru kunci dengan satu poin dari dua laga dan wajib meraih hasil positif pada pertandingan terakhir.

Susunan Pemain

Selandia Baru (4-2-3-1): Max Crocombe; Liberato Cacace, Michael Boxall, Finn Surman, Tim Payne; Marko Stamenic, Joe Bell; Elijah Just, Sarpreet Singh, Callum McCowatt; Chris Wood.
Pelatih: Darren Bazeley

Mesir (4-2-3-1): Mostafa Shobeir; Ahmed Fatouh, Hamdi Fathy, Yasser Ibrahim, Mohamed Hany; Mohanad Lasheen, Marwan Attia; Emam Ashour, Mohamed Salah, Mostafa Ziko; Omar Marmoush.
Pelatih: Hossam Hassan.(*)




Hasil Qatar vs Swiss 1-1: Boualem Khoukhi Jadi Pahlawan, Swiss Gagal Menang

SEPUCUKJAMBI.ID – Qatar berhasil mencuri satu poin dramatis saat menghadapi Swiss pada laga pembuka Grup B Piala Dunia 2026.

Tertinggal hampir sepanjang pertandingan, wakil Timur Tengah itu memaksa Swiss puas berbagi angka setelah bermain imbang 1-1 di Levi’s Stadium, Santa Clara, Minggu 14 Juni 2026 dini hari WIB.

Hasil ini membuat persaingan Grup B langsung memanas.

Seluruh kontestan grup mengawali turnamen dengan koleksi satu poin setelah tak ada tim yang mampu meraih kemenangan pada pertandingan pertama.

Swiss sebenarnya tampil lebih dominan sejak awal laga.

Tim asuhan Murat Yakin mengontrol permainan, menciptakan lebih banyak peluang, dan beberapa kali memaksa kiper Qatar, Mahmoud Abunada, bekerja keras menjaga gawangnya tetap aman.

Meski demikian, ancaman pertama justru datang dari Qatar.

Saat pertandingan baru berjalan dua menit, Edmilson Junior berhasil menembus pertahanan Swiss.

Namun peluang emas tersebut mampu dimentahkan Gregor Kobel melalui penyelamatan krusial.

Swiss merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Dan Ndoye menjadi motor ancaman tim Eropa itu lewat sejumlah penetrasi berbahaya.

Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil setelah wasit menunjuk titik penalti menyusul pelanggaran di area terlarang yang dikonfirmasi melalui tinjauan VAR.

Breel Embolo yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan tenang pada menit ke-17. Striker andalan Swiss itu sukses mengecoh Abunada dan membawa timnya unggul 1-0.

Setelah gol tersebut, Swiss terus menekan dan memiliki beberapa peluang untuk memperlebar keunggulan.

Namun penampilan gemilang Abunada membuat Qatar tetap bertahan dalam pertandingan.

Kiper tersebut menggagalkan sejumlah peluang berbahaya dari Ndoye maupun Ruben Vargas hingga skor 1-0 bertahan sampai turun minum.

Memasuki babak kedua, Swiss tetap mendominasi jalannya laga. Granit Xhaka hampir mencatatkan namanya di papan skor lewat tendangan jarak jauh yang hanya melayang tipis di atas mistar.

Sementara itu, Qatar kesulitan mengembangkan permainan. Anak asuh Julen Lopetegui lebih banyak mengandalkan serangan balik dan bola-bola panjang untuk membongkar pertahanan disiplin Swiss.

Peluang emas kembali diperoleh Swiss pada menit ke-75 ketika Ruben Vargas berhadapan langsung dengan kiper.

Namun lagi-lagi Abunada tampil sebagai penyelamat dengan refleks cepat yang menjaga harapan Qatar tetap hidup.

Ketidakmampuan Swiss mengonversi sejumlah peluang menjadi gol tambahan akhirnya harus dibayar mahal.

Saat kemenangan sudah berada di depan mata, Qatar menemukan momentum pada masa injury time.

Tepat pada menit ke-90+4, Boualem Khoukhi menyambut umpan silang Homam Al Amin dengan sundulan akurat yang tak mampu dijangkau Kobel.

Gol tersebut membungkam dominasi Swiss sekaligus memastikan Qatar mengamankan satu poin berharga.

Hasil imbang ini membuat persaingan Grup B masih sepenuhnya terbuka.

Swiss boleh menyesali kegagalan mempertahankan keunggulan, tetapi Qatar pantas mendapat apresiasi berkat semangat juang yang membuat mereka terhindar dari kekalahan di laga perdana.

Susunan Pemain

Qatar (4-3-3): Mahmoud Abunada; Homam El Amin, Boualem Khoukhi, Pedro Miguel, Ayoub Al Oui; Issa Laye, Assim Madibo, Jassem Gaber; Akram Afif, Yusuf Abdurisag, Edmilson Junior.
Pelatih: Julen Lopetegui.

Swiss (3-4-2-1): Gregor Kobel; Nico Elvedi, Manuel Akanji, Denis Zakaria; Ricardo Rodriguez, Granit Xhaka, Remo Freuler, Michel Aebischer; Ruben Vargas, Dan Ndoye; Breel Embolo.
Pelatih: Murat Yakin.(*)




Bosnia Bikin Kejutan di Piala Dunia 2026, Kanada Dipaksa Puas Raih Satu Poin

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Kanada gagal memaksimalkan status tuan rumah saat menjalani laga perdana Grup B Piala Dunia 2026.

Sempat tertinggal lebih dulu, Kanada harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Bosnia dan Herzegovina di Toronto Stadium, Sabtu (13/6/2026) dini hari WIB.

Hasil ini membuat persaingan di Grup B langsung berlangsung ketat sejak pertandingan pertama. Kanada memang tampil dominan dalam penguasaan bola dan jumlah peluang, namun rapatnya lini pertahanan Bosnia membuat tim asuhan Jesse Marsch kesulitan mengonversi dominasi menjadi kemenangan.

Sejak peluit awal dibunyikan, Kanada berusaha mengambil kendali permainan.

Dukungan puluhan ribu suporter membuat tuan rumah tampil menekan, terutama melalui pergerakan Jonathan David dan Tani Oluwaseyi di lini depan.

Peluang demi peluang mulai tercipta. Pada menit ke-17, Jonathan David mendapatkan ruang tembak ideal di dalam kotak penalti.

Namun penyelesaiannya masih mampu diamankan penjaga gawang Bosnia, Nikola Vasilj.

Saat Kanada sedang menikmati momentum, Bosnia justru memberi kejutan.

Memanfaatkan situasi bola mati pada menit ke-21, Sead Kolasinac memenangkan duel udara dalam skema sepak pojok sebelum bola jatuh di depan gawang dan disambar Jovo Lukic.

Gol tersebut membuat Bosnia unggul 1-0.

Keunggulan itu semakin meningkatkan kepercayaan diri Bosnia.

Mereka tampil disiplin, menjaga jarak antarlini, dan memaksa Kanada kesulitan menemukan ruang di area berbahaya.

Kanada terus berupaya menyamakan kedudukan hingga akhir babak pertama.

Namun sejumlah peluang yang diperoleh masih gagal berbuah gol. Skor 1-0 untuk Bosnia bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, tekanan Kanada meningkat drastis. Serangan bertubi-tubi dilancarkan dari kedua sisi lapangan.

Tani Oluwaseyi hampir menyamakan kedudukan pada awal babak kedua, tetapi refleks cepat Nikola Vasilj kembali menyelamatkan Bosnia.

Momen krusial terjadi pada menit ke-54.

Richie Laryea nyaris mencetak gol setelah menerima rangkaian umpan cepat yang membelah pertahanan Bosnia.

Namun Sead Kolasinac tampil sebagai penyelamat dengan sapuan heroik di garis gawang yang membuat bola membentur mistar.

Bosnia bukan tanpa ancaman. Serangan balik cepat yang mereka bangun beberapa kali merepotkan lini belakang Kanada.

Edin Demirovic bahkan memiliki peluang emas untuk menggandakan keunggulan, tetapi Maxime Crepeau melakukan penyelamatan penting yang menjaga harapan tuan rumah tetap hidup.

Setelah terus menggempur pertahanan lawan, Kanada akhirnya menemukan jalan keluar pada menit ke-78.

Cyle Larin yang baru masuk dari bangku cadangan langsung memberi dampak instan.

Menerima umpan matang Jonathan David, Larin berhasil melewati kawalan bek Bosnia sebelum melepaskan tembakan yang berubah arah dan mengecoh kiper Vasilj.

Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-1 dan membakar semangat tuan rumah untuk memburu kemenangan.

Pada masa injury time, Kanada hampir melakukan comeback sempurna.

Namun tembakan Larin kembali digagalkan lini pertahanan Bosnia yang tampil disiplin hingga peluit panjang berbunyi.

Meski gagal meraih tiga poin di depan publik sendiri, Kanada menunjukkan karakter kuat dengan bangkit dari ketertinggalan.

Di sisi lain, Bosnia layak mendapat apresiasi berkat organisasi permainan yang solid dan kemampuan bertahan yang membuat salah satu unggulan grup kesulitan sepanjang laga.

Satu poin yang diraih kedua tim membuat persaingan Grup B masih terbuka lebar.

Kanada dan Bosnia sama-sama menjaga peluang untuk melangkah ke fase berikutnya dalam turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.(*)