Drama di Boston! Skotlandia Bungkam Haiti Lewat Gol Tunggal McGinn

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Skotlandia memulai langkah di Piala Dunia 2026 dengan hasil positif setelah menundukkan Haiti 1-0 dalam laga Grup C yang berlangsung ketat di Boston Stadium, Amerika Serikat, Minggu 14 Juni 2026 waktu setempat.

Gol tunggal John McGinn di babak pertama menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung dengan tempo tinggi sejak menit awal.

Sejak kick-off, Skotlandia tampil agresif dengan langsung menekan pertahanan Haiti.

Ben Gannon-Doak dan Lawrence Shankland menjadi ancaman awal melalui sejumlah percobaan tembakan di lima menit pertama pertandingan.

Namun Haiti tidak tinggal diam. Melalui skema serangan balik cepat, Louicius Deedson sempat menciptakan peluang berbahaya yang membuat lini pertahanan Skotlandia harus bekerja keras.

Kedua tim yang sama-sama menggunakan formasi 4-4-2 membuat laga berlangsung terbuka.

Skotlandia Hantam Tiang, Lalu Pecah Kebuntuan

Peluang terbaik Skotlandia hadir pada menit ke-17 ketika Scott McTominay melepaskan tembakan keras kaki kanan dari luar kotak penalti.

Sayangnya, bola hanya membentur tiang gawang dan gagal membuka keunggulan.

Tekanan Skotlandia akhirnya berbuah hasil pada menit ke-28.

Berawal dari kombinasi serangan yang melibatkan Che Adams, bola liar di depan gawang berhasil dimanfaatkan John McGinn untuk membawa timnya unggul 1-0.

Sepakan McGinn sempat mengenai pemain Haiti sebelum akhirnya masuk ke gawang, membuat kiper tak mampu bereaksi cepat.

Haiti Meningkat di Akhir Laga

Haiti mencoba merespons, namun Skotlandia tetap unggul dalam penguasaan momentum hingga turun minum.

Meski demikian, Haiti beberapa kali masih mampu mengancam lewat serangan cepat.

Memasuki babak kedua, Skotlandia tampil lebih terkontrol. Tim asuhan Steve Clarke mampu meredam tekanan Haiti yang kesulitan menciptakan peluang bersih di area pertahanan Angus Gunn.

Sejumlah pergantian pemain dilakukan kedua tim untuk meningkatkan intensitas.

Haiti memasukkan Josue Casimir dan Lenny Joseph untuk menambah daya serang, sementara Skotlandia melakukan rotasi dengan menurunkan Lyndon Dykes, Ryan Christie, Nathan Patterson, Kenny McLean, hingga Findlay Curtis.

Tekanan Akhir Haiti Tak Berbuah Gol

Menjelang akhir pertandingan, Haiti meningkatkan tekanan dan hampir menyamakan kedudukan.

Frantzdy Pierrot mendapat peluang emas melalui sundulan, namun bola melenceng tipis dari gawang Skotlandia.

Di masa injury time, Haiti terus melancarkan umpan-umpan panjang ke area pertahanan Skotlandia.

Namun lini belakang Skotlandia tampil disiplin dan berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan 1-0 ini membuat Skotlandia mengamankan tiga poin pertama sekaligus memuncaki klasemen sementara Grup C Piala Dunia 2026.(*)




Ditahan Maroko, Brasil Dapat Warning dari Ancelotti

SEPUCUKJAMBI.ID – Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, memberikan evaluasi terbuka usai timnya ditahan imbang Maroko 1-1 pada laga pembuka Grup C Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, East Rutherford, Minggu 14 Juni 2026 waktu setempat.

Hasil tersebut membuat kedua tim harus berbagi satu poin dan membuka persaingan Grup C yang masih berlangsung ketat sejak awal turnamen.

Maroko lebih dulu unggul melalui gol Ismael Saibari pada menit ke-21.

Brasil kemudian merespons lewat aksi individu Vinicius Junior yang menyamakan kedudukan pada menit ke-32.

Namun, setelah gol tersebut, tidak ada tambahan skor hingga laga berakhir.

Kedua tim gagal memaksimalkan peluang di babak kedua, meski sempat meningkatkan intensitas permainan.

Brasil Kesulitan di Babak Pertama

Brasil tampil di bawah tekanan sejak menit awal. Tim Samba terlihat kesulitan mengendalikan ritme permainan dan kerap kalah dalam duel serta penguasaan bola di lini tengah.

Maroko tampil disiplin dan agresif, membuat Brasil kesulitan keluar dari tekanan selama babak pertama berlangsung.

Meski sempat tertinggal, Brasil menunjukkan perbaikan di babak kedua. Namun, upaya tersebut belum cukup untuk mengamankan kemenangan di laga pembuka ini.

Ancelotti Akui Start Tidak Sesuai Harapan

Carlo Ancelotti secara jujur mengakui timnya tidak memulai pertandingan dengan baik dan sempat mengalami kesulitan besar menghadapi tekanan lawan.

“Saya pikir kami tidak memulai dengan sangat baik, saya sedikit khawatir. Kami kalah banyak duel dan penguasaan bola, tetapi kami membaik di babak kedua dalam pertandingan yang sulit karena Maroko adalah tim yang bagus,” ujar Ancelotti.

Ia menambahkan bahwa masalah utama Brasil terletak pada kontrol permainan, terutama saat menghadapi pressing tinggi dari Maroko di babak pertama.

“Di babak pertama, kami kesulitan keluar dari tekanan dan seharusnya bisa lebih mengontrol permainan,” lanjutnya.

Jadi Evaluasi Penting Brasil

Ancelotti menegaskan bahwa hasil imbang ini akan menjadi bahan evaluasi penting bagi timnya sebelum menghadapi laga berikutnya di fase grup.

Ia mengakui ekspektasi terhadap Brasil cukup tinggi, namun belum semua berjalan sesuai rencana.

“Apakah saya puas? Tidak juga, saya mengharapkan awal yang lebih baik,” kata Ancelotti.

Meski demikian, ia menilai situasi seperti ini masih bisa terjadi dalam turnamen besar dan meminta timnya segera berbenah.

“Tetapi hal seperti ini bisa terjadi dan sekarang saya akan fokus ke pertandingan berikutnya,” pungkasnya.

Dengan hasil ini, Brasil harus segera memperbaiki konsistensi permainan jika ingin menjaga peluang melangkah jauh di Piala Dunia 2026.(*)




Brasil vs Maroko 1-1, Gustavo Poyet Kritik Tajam: Selecao di Luar Standar

SEPUCUKJAMBI.ID – Laga pembuka Grup C Piala Dunia 2026 antara Brasil dan Maroko berakhir tanpa pemenang.

Kedua tim harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 1-1 di MetLife Stadium, East Rutherford, Minggu 14 Juni 2026 pagi WIB.

Hasil ini menjadi sorotan karena Brasil datang dengan status favorit juara, namun gagal menunjukkan dominasi penuh sepanjang pertandingan.

Maroko lebih dulu membuka keunggulan melalui gol Ismael Saibari pada menit ke-21.

Gol tersebut lahir dari skema serangan cepat yang dipimpin Brahim Diaz, yang memberikan umpan matang ke lini depan.

Brasil tidak butuh waktu lama untuk merespons. Vinicius Junior menyamakan kedudukan pada menit ke-32 lewat aksi individu yang memecah pertahanan Maroko.

Namun setelah gol tersebut, tidak ada tambahan skor hingga laga berakhir.

Memasuki babak kedua, tempo permainan kedua tim cenderung menurun.

Baik Brasil maupun Maroko terlihat lebih berhati-hati dalam membangun serangan, sehingga pertandingan berjalan kurang agresif.

Mantan pemain Chelsea dan pelatih Gustavo Poyet ikut memberikan pandangan kritis terhadap performa Brasil dalam laga tersebut.

Ia menilai Selecao tidak tampil sesuai ekspektasi, terutama dari sisi kolektivitas tim.

“Kami kecewa dengan Brasil. Kami berharap lebih, terutama dalam permainan tim,” ujar Poyet kepada BBC One.

Ia menilai kemampuan individu pemain Brasil memang tetap berbahaya, tetapi tidak cukup untuk memenangkan pertandingan.

“Secara individu kita tahu mereka bisa muncul kapan saja. Vinicius melakukannya hari ini, tapi itu tidak cukup,” lanjutnya.

Poyet juga menyoroti banyaknya kesalahan teknis yang dilakukan Brasil, terutama dalam distribusi bola sederhana yang biasanya menjadi kekuatan mereka.

“Saya terkejut melihat betapa buruknya mereka secara teknis hari ini. Saya tidak tahu apakah itu karena lapangan, tetapi mereka kehilangan banyak umpan sederhana,” katanya.

Menurutnya, kondisi lapangan memang bisa menjadi faktor, namun tidak sepenuhnya menjelaskan penurunan kualitas permainan Brasil.

Di sisi lain, ia menilai kedua tim sama-sama tidak tampil dengan intensitas tinggi untuk mencari kemenangan di babak kedua.

“Pada akhirnya kedua tim tidak bermain untuk menang, mereka bermain untuk tidak kalah,” tutup Poyet.

Hasil imbang ini membuat persaingan di Grup C Piala Dunia 2026 semakin terbuka, sementara Brasil harus segera berbenah untuk menjaga peluang lolos ke fase berikutnya.(*)




Brasil Kelimpungan Hadapi Pressing Maroko, Vinicius Selamatkan Selecao dari Kekalahan

SEPUCUKJAMBI.ID – Brasil harus bekerja keras untuk menghindari kekalahan saat menghadapi Maroko dalam laga persahabatan internasional yang berlangsung Minggu 14 Juni 2026 pukul 05.00 WIB.

Sempat berada di bawah tekanan sepanjang babak pertama, Tim Samba akhirnya memaksa hasil imbang 1-1 berkat aksi individu Vinicius Junior.

Hasil tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa Maroko bukan lagi tim yang bisa dipandang sebelah mata.

Wakil Afrika itu tampil lebih agresif, lebih berani mengambil risiko, dan beberapa kali membuat Brasil kehilangan identitas permainannya.

Sejak peluit kick-off dibunyikan, Maroko langsung menerapkan tekanan tinggi yang membuat lini belakang Brasil kesulitan membangun serangan dari bawah.

Umpan-umpan pendek yang biasanya menjadi senjata utama Selecao justru berkali-kali terputus akibat rapatnya pressing yang diperagakan pasukan Atlas Lions.

Situasi itu membuat Brasil lebih banyak bertahan daripada menyerang pada fase awal pertandingan.

Bahkan, sejumlah kesalahan operan di area sendiri hampir berujung petaka bagi tim asal Amerika Selatan tersebut.

Dominasi Maroko akhirnya terbayar pada menit ke-21.

Ibrahim Diaz yang bergerak bebas di sektor serang berhasil mengirimkan umpan matang ke area pertahanan Brasil yang sedang terbuka.

Ismael Saibari yang lolos dari pengawalan hanya menghadapi situasi menguntungkan dengan minim tekanan.

Gelandang PSV Eindhoven tersebut kemudian melepaskan sontekan cerdas yang melambung melewati Alisson Becker sebelum bersarang di dalam gawang.

Gol itu membuat Maroko semakin percaya diri. Mereka terus mengendalikan tempo permainan dan memaksa Brasil bermain di luar karakter biasanya.

Namun ketika permainan kolektif tidak berjalan maksimal, Brasil memiliki pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan melalui kualitas individu.

Pada menit ke-32, Vinicius Junior menunjukkan alasan mengapa dirinya menjadi salah satu pemain paling berbahaya di dunia saat ini.

Menerima bola di sisi kiri serangan, bintang Real Madrid itu melakukan penetrasi cepat ke jantung pertahanan Maroko.

Beberapa pemain belakang lawan berhasil dilewatinya sebelum Vinicius melepaskan tembakan keras kaki kanan yang mengarah ke sudut gawang.

Kiper Yassine Bounou atau Bono tidak mampu menjangkau bola yang meluncur deras.

Skor berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung lebih seimbang.

Brasil mulai menemukan ritme permainan dan menguasai bola lebih lama, sementara Maroko tetap berbahaya melalui serangan balik cepat yang beberapa kali merepotkan lini pertahanan lawan.

Statistik pertandingan menunjukkan Brasil unggul dalam penguasaan bola dengan 54 persen berbanding 46 persen milik Maroko.

Namun dari sisi agresivitas serangan, Maroko justru lebih aktif dengan melepaskan 13 tembakan, sementara Brasil hanya mencatatkan delapan percobaan.

Meski kedua tim terus berusaha mencari gol kemenangan, solidnya lini pertahanan serta penampilan disiplin masing-masing penjaga gawang membuat skor tidak berubah hingga pertandingan berakhir.

Bagi Brasil, hasil ini menjadi peringatan bahwa masih ada sejumlah aspek yang perlu diperbaiki, terutama saat menghadapi lawan yang bermain dengan tekanan tinggi.

Sementara bagi Maroko, hasil imbang melawan salah satu raksasa sepak bola dunia menjadi bukti bahwa mereka tetap layak diperhitungkan di level tertinggi sepak bola internasional.

Statistik Pertandingan

Brasil:

  • Tembakan: 8
  • Tembakan Tepat Sasaran: 5
  • Penguasaan Bola: 54%
  • Operan: 499
  • Akurasi Operan: 87%
  • Pelanggaran: 16
  • Kartu Kuning: 2
  • Tendangan Sudut: 6

Maroko:

  • Tembakan: 13
  • Tembakan Tepat Sasaran: 4
  • Penguasaan Bola: 46%
  • Operan: 474
  • Akurasi Operan: 88%
  • Pelanggaran: 14
  • Kartu Kuning: 0
  • Tendangan Sudut: 2

Pencetak Gol:

  • Ismael Saibari (21′) – Maroko
  • Vinicius Junior (32′) – Brasil.(*)



Hasil Qatar vs Swiss 1-1: Boualem Khoukhi Jadi Pahlawan, Swiss Gagal Menang

SEPUCUKJAMBI.ID – Qatar berhasil mencuri satu poin dramatis saat menghadapi Swiss pada laga pembuka Grup B Piala Dunia 2026.

Tertinggal hampir sepanjang pertandingan, wakil Timur Tengah itu memaksa Swiss puas berbagi angka setelah bermain imbang 1-1 di Levi’s Stadium, Santa Clara, Minggu 14 Juni 2026 dini hari WIB.

Hasil ini membuat persaingan Grup B langsung memanas.

Seluruh kontestan grup mengawali turnamen dengan koleksi satu poin setelah tak ada tim yang mampu meraih kemenangan pada pertandingan pertama.

Swiss sebenarnya tampil lebih dominan sejak awal laga.

Tim asuhan Murat Yakin mengontrol permainan, menciptakan lebih banyak peluang, dan beberapa kali memaksa kiper Qatar, Mahmoud Abunada, bekerja keras menjaga gawangnya tetap aman.

Meski demikian, ancaman pertama justru datang dari Qatar.

Saat pertandingan baru berjalan dua menit, Edmilson Junior berhasil menembus pertahanan Swiss.

Namun peluang emas tersebut mampu dimentahkan Gregor Kobel melalui penyelamatan krusial.

Swiss merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Dan Ndoye menjadi motor ancaman tim Eropa itu lewat sejumlah penetrasi berbahaya.

Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil setelah wasit menunjuk titik penalti menyusul pelanggaran di area terlarang yang dikonfirmasi melalui tinjauan VAR.

Breel Embolo yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan tenang pada menit ke-17. Striker andalan Swiss itu sukses mengecoh Abunada dan membawa timnya unggul 1-0.

Setelah gol tersebut, Swiss terus menekan dan memiliki beberapa peluang untuk memperlebar keunggulan.

Namun penampilan gemilang Abunada membuat Qatar tetap bertahan dalam pertandingan.

Kiper tersebut menggagalkan sejumlah peluang berbahaya dari Ndoye maupun Ruben Vargas hingga skor 1-0 bertahan sampai turun minum.

Memasuki babak kedua, Swiss tetap mendominasi jalannya laga. Granit Xhaka hampir mencatatkan namanya di papan skor lewat tendangan jarak jauh yang hanya melayang tipis di atas mistar.

Sementara itu, Qatar kesulitan mengembangkan permainan. Anak asuh Julen Lopetegui lebih banyak mengandalkan serangan balik dan bola-bola panjang untuk membongkar pertahanan disiplin Swiss.

Peluang emas kembali diperoleh Swiss pada menit ke-75 ketika Ruben Vargas berhadapan langsung dengan kiper.

Namun lagi-lagi Abunada tampil sebagai penyelamat dengan refleks cepat yang menjaga harapan Qatar tetap hidup.

Ketidakmampuan Swiss mengonversi sejumlah peluang menjadi gol tambahan akhirnya harus dibayar mahal.

Saat kemenangan sudah berada di depan mata, Qatar menemukan momentum pada masa injury time.

Tepat pada menit ke-90+4, Boualem Khoukhi menyambut umpan silang Homam Al Amin dengan sundulan akurat yang tak mampu dijangkau Kobel.

Gol tersebut membungkam dominasi Swiss sekaligus memastikan Qatar mengamankan satu poin berharga.

Hasil imbang ini membuat persaingan Grup B masih sepenuhnya terbuka.

Swiss boleh menyesali kegagalan mempertahankan keunggulan, tetapi Qatar pantas mendapat apresiasi berkat semangat juang yang membuat mereka terhindar dari kekalahan di laga perdana.

Susunan Pemain

Qatar (4-3-3): Mahmoud Abunada; Homam El Amin, Boualem Khoukhi, Pedro Miguel, Ayoub Al Oui; Issa Laye, Assim Madibo, Jassem Gaber; Akram Afif, Yusuf Abdurisag, Edmilson Junior.
Pelatih: Julen Lopetegui.

Swiss (3-4-2-1): Gregor Kobel; Nico Elvedi, Manuel Akanji, Denis Zakaria; Ricardo Rodriguez, Granit Xhaka, Remo Freuler, Michel Aebischer; Ruben Vargas, Dan Ndoye; Breel Embolo.
Pelatih: Murat Yakin.(*)




Pekan ke-18 Liga Italia: Inter Milan Tetap Puncaki Klasemen

SEPUCUKJAMBI.ID Inter Milan melanjutkan tren positif di Liga Italia 2025/2026 dengan meraih kemenangan kelima beruntun setelah mengalahkan Bologna 3-1 di San Siro, Senin WIB.

Tiga gol Nerazzurri dicetak oleh Piotr Zielinski (39’), Lautaro Martinez (48’), dan Marcus Thuram (74’).

Sementara gol hiburan Bologna lahir dari kaki Santiago Castro (83’).

Kemenangan ini membuat Inter tetap memimpin klasemen dengan 39 poin, menggeser AC Milan yang sempat berada di puncak dengan 38 poin.

Persaingan juara musim ini juga melibatkan juara bertahan Napoli, yang menekuk Lazio 2-0 lewat gol Leonardo Spinazzola dan Amir Rrahmani di babak pertama.

Di laga lain, Juventus bermain imbang 1-1 melawan Lecce, menempatkan mereka di peringkat keempat dengan 33 poin, sama dengan AS Roma yang kalah 0-1 dari Atalanta.

Sorotan juga datang dari pemain timnas Indonesia. Sassuolo, yang diperkuat Jay Idzes, kini menempati posisi ke-10 dengan 23 poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Parma.

Jay Idzes kembali tampil penuh di laga ke-17 bersama Neroverdi.

Sementara itu, Emil Audero tampil gemilang dengan tujuh penyelamatan untuk Cremonese saat menghadapi Fiorentina.

Meski timnya kalah 0-1 akibat gol Moise Kean di menit-menit akhir. Kekalahan ini menempatkan Cremonese di peringkat ke-13 dengan 21 poin.

Jadwal pekan ke-19 Liga Italia:

  • Selasa (6/1) 21.00 WIB: Pisa vs Como

  • Rabu (7/1) 02.45 WIB: Sassuolo vs Juventus

  • Kamis (8/1) 00.30 WIB: Napoli vs Hellas Verona

  • Kamis (8/1) 02.45 WIB: Parma vs Inter Milan

  • Jumat (9/1) 00.30 WIB: Cremonese vs Cagliari

  • Jumat (9/1) 02.45 WIB: AC Milan vs Genoa

Dengan kemenangan ini, Inter Milan semakin kukuh di puncak klasemen, sementara fokus timnas Indonesia tetap tercurah pada kontribusi individual mereka di Sassuolo dan Cremonese.(*)




MU Gagal Menang Lagi, Leeds United Tahan Imbang 1-1

SEPUCUKJAMBI.ID – Manchester United harus puas berbagi poin saat menghadapi Leeds United dalam lanjutan Liga Inggris 2025/2026.

Bertanding di Stadion Elland Road, Minggu (4/1/2026), MU bermain imbang 1-1 dengan tuan rumah.

Hasil ini menjadi imbang kedua beruntun bagi Setan Merah, setelah sebelumnya seri 1-1 kontra Wolverhampton Wanderers di Old Trafford, Rabu (31/12/2025).

Leeds United sempat unggul terlebih dahulu lewat Brenden Aaronson pada menit ke-62. Namun, MU tak butuh waktu lama untuk menyamakan kedudukan.

Matheus Cunha mencetak gol penyeimbang pada menit ke-65 setelah menerima umpan matang Joshua Zirkzee, sehingga skor kembali imbang 1-1.

Meski hanya mendapatkan satu poin, Manchester United tetap naik ke posisi kelima klasemen sementara Liga Inggris 2025/2026 dengan 31 poin dari 20 pertandingan.

Tertinggal dua poin dari zona empat besar.

Sementara itu, Leeds United tetap bertahan di peringkat 16 dengan 22 poin, unggul delapan poin dari zona degradasi.

Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal.

MU mengambil inisiatif serangan dan sempat membobol gawang Leeds melalui Matheus Cunha pada menit kedelapan, namun gol dianulir karena offside.

Leeds juga menciptakan ancaman, termasuk sundulan Dominic Calvert-Lewin pada menit ke-35 yang membentur tiang gawang.

Setan Merah kembali mendapatkan peluang emas melalui sundulan Leny Yoro pada menit ke-40.

Namun berhasil digagalkan kiper Lucas Perri. Babak kedua memperlihatkan Leeds lebih agresif, tetapi respons cepat MU memastikan mereka pulang dengan tambahan satu poin.

Dengan hasil ini, MU kini fokus mempersiapkan pertandingan berikutnya untuk menjaga peluang masuk empat besar, sedangkan Leeds berjuang menjauh dari zona degradasi.(*)




Arema FC Kembali Tergelincir, Bali United Raih Kemenangan Krusial

SEPUCUKJAMBI.ID – Bali United sukses mengamankan kemenangan penting saat menjamu Arema FC pada pekan ke-16 Super League 2025/2026.

Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Minggu (4/1/2026) malam, Serdadu Tridatu menang tipis 1-0 lewat gol penentu Kadek Agung.

Sejak menit awal, laga berjalan ketat dengan tempo tinggi.

Arema FC mencoba tampil agresif lebih dulu melalui pergerakan cepat Ian Puleio dan Dedik Setiawan.

Namun, solidnya lini belakang Bali United membuat setiap upaya Singo Edan kerap kandas sebelum masuk area berbahaya.

Peluang emas pertama justru datang dari tuan rumah pada menit ketujuh.

Rahmat Arjuna menginisiasi serangan dari sisi kanan dan mengirimkan umpan matang ke Boris Kopitovic, tetapi penyelesaian akhir sang striker masih melebar tipis dari sasaran.

Pertandingan berlangsung terbuka dengan jual beli serangan di sepanjang babak pertama.

Arema mengancam melalui sepakan jarak jauh Matheus Blade, sementara Bali United mengandalkan bola mati yang dieksekusi Mirza Mustavic.

Meski begitu, kedua tim gagal memecah kebuntuan hingga turun minum.

Kebuntuan akhirnya terpecahkan di awal babak kedua.

Tepat pada menit ke-50, umpan silang presisi Thijmen Goppel disambut sundulan terarah Kadek Agung yang tak mampu dibendung kiper Arema, Lucas Frigeri.

Gol tersebut menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung sengit.

Dalam posisi tertinggal, Arema FC meningkatkan intensitas serangan.

Arkhan Fikri sempat mendapatkan peluang dari luar kotak penalti, namun bola hasil tendangannya masih melambung di atas mistar gawang Mike Hauptmeijer.

Bali United hampir menambah keunggulan pada menit ke-76 lewat aksi Mirza Mustavic.

Sayangnya, peluang tersebut belum mampu mengubah papan skor.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan tuan rumah.

Hasil ini berdampak positif bagi posisi Bali United di klasemen sementara.

Tim asuhan Stefano Cugurra kini mengoleksi 24 poin dan naik ke peringkat kedelapan, sekaligus memperpanjang catatan lima laga tanpa kekalahan.

Sebaliknya, Arema FC masih kesulitan keluar dari tren negatif.

Kekalahan ini membuat Singo Edan belum meraih kemenangan dalam enam pertandingan terakhir dan tertahan di posisi ke-11 dengan 18 poin.

Pada pekan berikutnya, Bali United dijadwalkan melakoni laga tandang melawan PSM Makassar pada Jumat (9/1/2026).

Sementara Arema FC akan berupaya bangkit saat menjamu Persik Kediri, Senin (11/1/2026).(*)