Lionel Messi Pecahkan Rekor Piala Dunia, Argentina Kalahkan Austria 2-0

SEPUCUKJAMBI.ID – Argentina sukses mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Austria dengan skor 2-0 pada matchday kedua Grup J.

Dalam laga yang berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, Selasa 23 Juni 2026 dini hari WIB, Lionel Messi menjadi pahlawan kemenangan sekaligus mencetak rekor baru sebagai top skor sepanjang sejarah Piala Dunia.

Kapten Timnas Argentina itu mencetak dua gol yang memastikan kemenangan La Albiceleste.

Meski sempat gagal mengeksekusi penalti pada menit ke-8, Messi mampu bangkit dan menunjukkan kualitasnya sebagai pemain terbaik dunia.

Gol pertama Argentina lahir pada menit ke-38. Messi menyelesaikan kerja sama apik lini serang Argentina dengan tendangan melengkung yang bersarang di sudut kiri bawah gawang Austria.

Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Austria berusaha meningkatkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan. Namun, pertahanan Argentina tampil solid dan disiplin dalam meredam ancaman yang dibangun Marcel Sabitzer maupun Michael Gregoritsch.

Saat Austria mulai kehilangan momentum, Messi kembali menunjukkan magisnya.

Pada masa injury time tepatnya menit ke-90+5, bintang berusia 39 tahun itu mencetak gol kedua sekaligus memastikan kemenangan Argentina 2-0.

Hasil tersebut membuat Argentina mengoleksi enam poin dari dua pertandingan dan memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Sementara Austria tetap berada di posisi kedua Grup J dengan raihan tiga poin.

Lionel Messi Resmi Jadi Top Skor Sepanjang Sejarah Piala Dunia

Kemenangan atas Austria menjadi momen bersejarah bagi Lionel Messi.

Gol pembuka yang dicetak pada menit ke-38 menjadi gol ke-17 Messi di ajang Piala Dunia, sekaligus membuatnya melewati rekor legenda Jerman, Miroslav Klose.

Tak berhenti di situ, gol kedua pada penghujung pertandingan membuat koleksi gol Messi di Piala Dunia bertambah menjadi 18 gol.

Catatan tersebut semakin mengukuhkan statusnya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen paling bergengsi di dunia itu.

Meski gagal mengeksekusi penalti pada awal pertandingan, Messi tetap tampil dominan sepanjang laga.

Pergerakannya di lini depan beberapa kali membongkar pertahanan Austria dan menciptakan peluang berbahaya bagi Argentina.

Argentina Kirim Sinyal Kuat dalam Perburuan Gelar Piala Dunia 2026

Sebagai juara bertahan, Argentina kembali menunjukkan kualitas sebagai salah satu kandidat terkuat peraih trofi Piala Dunia 2026.

Tim asuhan Lionel Scaloni mampu mengontrol jalannya pertandingan dan minim memberikan peluang bersih kepada lawan.

Lautaro Martinez dan Thiago Almada tampil aktif membuka ruang di lini serang.

Sementara Enzo Fernandez serta Rodrigo De Paul menjaga keseimbangan permainan dari lini tengah sehingga aliran bola Argentina tetap berjalan efektif.

Austria sempat memperoleh peluang terbaik melalui sundulan Michael Gregoritsch pada menit ke-68.

Namun, bola masih melambung di atas mistar gawang sehingga gagal memperkecil ketertinggalan.

Dengan dua kemenangan beruntun, Argentina kini kokoh di puncak klasemen Grup J dengan enam poin.

Austria menempati posisi kedua dengan tiga poin, sedangkan Yordania dan Algeria masih belum meraih poin.

Pada pertandingan terakhir fase grup, Argentina akan menghadapi Yordania. Sementara Austria wajib meraih hasil maksimal saat bertemu Algeria untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur.

Performa impresif Lionel Messi dan solidnya permainan Argentina menjadi sinyal kuat bagi para pesaing. Jika mampu mempertahankan konsistensi ini, La Albiceleste(*)




Yamal Cetak Sejarah, Spanyol Gilas Arab Saudi 4-0 di Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Spanyol mengirim pesan tegas kepada para pesaingnya di Piala Dunia 2026.

Setelah sempat tertahan tanpa gol pada laga pembuka, La Roja bangkit dengan performa meyakinkan dan menggulung Arab Saudi 4-0 dalam pertandingan kedua Grup H di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Minggu 21 Juni 2026 malam WIB.

Kemenangan telak ini mengantar tim asuhan Luis de la Fuente ke puncak klasemen sementara Grup H. Empat poin yang dikumpulkan membuat langkah Spanyol menuju fase gugur semakin terbuka lebar.

Sejak menit awal, Spanyol tampil agresif dan menguasai jalannya pertandingan. Arab Saudi yang sebelumnya mampu menahan Uruguay dibuat kesulitan mengembangkan permainan akibat tekanan tinggi yang terus dilancarkan lawannya.

Keunggulan Spanyol dibuka pada menit ke-10 melalui aksi bintang muda Lamine Yamal.

Pemain berusia 18 tahun itu sukses memaksimalkan umpan matang Mikel Oyarzabal untuk membawa La Roja unggul lebih dulu.

Gol tersebut semakin menegaskan status Yamal sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di sepak bola dunia.

Berdasarkan catatan FIFA, ia masuk daftar delapan pencetak gol termuda sepanjang sejarah Piala Dunia dan menjadi pemain termuda kedua Spanyol yang mencetak gol di turnamen tersebut setelah Gavi.

Arab Saudi belum sempat keluar dari tekanan ketika Spanyol kembali menghukum kesalahan lini belakang mereka.

Oyarzabal mencetak gol kedua pada menit ke-21 sebelum kembali mencatatkan namanya di papan skor tiga menit kemudian.

Dua gol cepat itu praktis mengubah arah pertandingan. Spanyol semakin percaya diri mengendalikan tempo, sementara Arab Saudi kesulitan menemukan celah untuk mengancam gawang lawan.

Oyarzabal bahkan nyaris menorehkan hattrick sebelum turun minum.

Namun, peluang emas yang didapatnya hanya membentur mistar gawang sehingga skor 3-0 bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, dominasi Spanyol tidak mengalami penurunan meski Yamal dan Oyarzabal kemudian ditarik keluar.

Tim Matador tetap mampu mengontrol pertandingan dan menjaga tekanan terhadap pertahanan Arab Saudi.

Gol keempat lahir pada menit ke-49 melalui gol bunuh diri Hassan Al-Tombakti. Situasi bermula ketika Mohammed Alowais berhasil menepis tendangan voli Marc Cucurella.

Bola liar yang memantul justru mengenai Al-Tombakti dan masuk ke gawang sendiri.

Keunggulan empat gol membuat Spanyol bermain lebih nyaman hingga peluit akhir dibunyikan.

Arab Saudi berusaha memperbaiki permainan, tetapi tidak mampu menciptakan peluang berarti untuk memperkecil ketertinggalan.

Hasil ini menempatkan Spanyol dalam posisi sangat menguntungkan. Tambahan satu poin saat menghadapi Uruguay pada laga terakhir fase grup sudah cukup untuk memastikan tiket ke babak 32 besar.

Di sisi lain, Arab Saudi menghadapi tekanan lebih besar. Satu-satunya jalan untuk menjaga peluang lolos adalah meraih hasil maksimal saat menghadapi Cape Verde pada pertandingan penentuan Grup H.

Kemenangan atas Arab Saudi tidak hanya memberikan tiga poin penting bagi Spanyol, tetapi juga menunjukkan bahwa La Roja mulai menemukan ritme terbaiknya di Piala Dunia 2026.

Jika mampu mempertahankan konsistensi tersebut, mereka berpotensi menjadi salah satu kandidat kuat dalam perebutan gelar juara dunia.(*)




Dominasi Tanpa Gol, Ekuador Ditahan Curacao yang Tampil Heroik

SEPUCUKJAMBI.ID – Laga Grup E Piala Dunia 2026 antara Timnas Ekuador dan Timnas Curacao berakhir tanpa pemenang.

Meski berlangsung dalam dominasi penuh Ekuador, pertandingan yang digelar di Kansas City Stadium itu ditutup dengan skor kacamata 0-0, Minggu 21 Juni 2026.

Hasil ini membuat Ekuador harus puas berbagi satu poin, sementara Curacao pulang dengan hasil berharga setelah tampil disiplin sepanjang laga.

Ekuador Kuasai Laga, Curacao Bertahan Total

Sejak menit awal, Ekuador langsung mengambil kendali permainan.

Anak asuh Sebastián Beccacece menguasai bola dan terus menekan pertahanan Curacao melalui kombinasi Enner Valencia, Moisés Caicedo, dan Gonzalo Plata.

Peluang emas langsung hadir saat laga baru berjalan tiga menit. Enner Valencia nyaris membuka keunggulan, namun kiper Eloy Room tampil sigap menepis peluang tersebut.

Sepanjang babak pertama, Ekuador terus menggempur pertahanan Curacao.

Namun rapatnya lini belakang yang dipimpin Dick Advocaat membuat setiap serangan selalu mentah sebelum menjadi gol.

Di sisi lain, Curacao sesekali mencoba keluar dari tekanan melalui skema serangan balik.

Salah satu peluang tercipta lewat Juninho Bacuna pada menit ke-33, meski tembakannya masih bisa diamankan Hernán Galíndez.

Meski terus mendominasi, Ekuador gagal memecah kebuntuan hingga turun minum.

Babak Kedua Tetap Buntu, Room Jadi Tembok Kokoh

Memasuki babak kedua, Ekuador meningkatkan intensitas serangan dengan memasukkan Kevin Rodríguez untuk menambah daya gedor.

Tekanan demi tekanan terus dilancarkan, namun Curacao tetap tampil disiplin.

Eloy Room kembali menjadi sorotan utama. Kiper senior tersebut berkali-kali menggagalkan peluang Ekuador yang datang silih berganti, membuat frustrasi lini serang lawan.

Curacao juga sempat memberikan ancaman balik berbahaya. Jurgen Locadia hampir membawa kejutan pada menit ke-60, namun tembakannya masih bisa diamankan Galíndez.

Melihat kebuntuan yang tak kunjung terpecahkan, Ekuador kembali menambah pemain ofensif. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol yang tercipta.

Statistik Berbanding Jauh, Skor Tetap Sama

Meski Ekuador tampil dominan hampir sepanjang laga, efektivitas penyelesaian akhir menjadi masalah utama. Curacao yang lebih banyak bertahan justru sukses mengamankan satu poin penting.

Hasil imbang ini membuat Ekuador menempati peringkat ketiga klasemen sementara Grup E, sementara Curacao masih berada di posisi juru kunci.

Susunan Pemain

Ekuador (3-5-2): Galíndez; Hincapié, Pacho, Franco; Estupiñán, Vite, Alcívar, Caicedo, Yeboah; Valencia, Plata.
Pelatih: Sebastián Beccacece

Curacao (5-3-2): Room; Fonville, Floranus, Obispo, Gaari, Brenet; Chong, L. Bacuna, Comenencia; J. Bacuna, Locadia.
Pelatih: Dick Advocaat.(*)




Brasil Gilas Haiti 3-0, Selecao Kudeta Puncak Klasemen Grup C Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Brasil menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu kandidat juara Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Haiti dengan skor meyakinkan 3-0 pada laga kedua Grup C di Philadelphia Stadium, Sabtu 20 Juni 2026 pagi WIB.

Kemenangan ini mengantarkan Selecao ke puncak klasemen sementara Grup C dengan koleksi empat poin, menggeser Maroko ke posisi kedua.

Sebaliknya, hasil tersebut sekaligus memastikan langkah Haiti terhenti di fase grup setelah menelan dua kekalahan beruntun tanpa meraih poin.

Meski menang dengan margin tiga gol, Brasil sejatinya berpeluang mencatat kemenangan lebih besar.

Anak asuh Carlo Ancelotti tampil dominan sepanjang pertandingan dan terus menekan pertahanan Haiti sejak menit awal.

Brasil langsung mengambil alih kendali permainan. Baru dua menit laga berjalan, kombinasi Raphinha dan Casemiro nyaris membuka keunggulan.

Namun, peluang tersebut masih mampu dipatahkan lini belakang Haiti.

Tekanan Selecao semakin intens. Pada menit ke-12, Raphinha sempat menggetarkan gawang Haiti melalui tembakan melengkung yang indah.

Namun gol tersebut dianulir wasit setelah VAR memastikan sang pemain berada dalam posisi offside.

Ketangguhan Haiti dalam bertahan akhirnya runtuh pada menit ke-23.

Vinicius Junior melakukan penetrasi ke kotak penalti sebelum melepaskan tembakan yang gagal diantisipasi sempurna oleh kiper Johny Placide.

Bola liar kemudian mengenai Matheus Cunha dan bergulir masuk ke gawang.

Gol tersebut membuat Brasil semakin percaya diri mengendalikan pertandingan.

Keunggulan bertambah pada menit ke-36. Serangan balik cepat yang dipimpin Vinicius berhasil diselesaikan dengan sempurna oleh Cunha melalui tembakan keras kaki kiri yang menghujam sudut atas gawang Haiti.

Menjelang turun minum, Brasil kembali menghukum kelengahan lawan.

Kali ini Vinicius Junior mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan panjang akurat dari Lucas Paqueta.

Penyelesaian tenang sang winger membawa Brasil unggul 3-0 saat babak pertama berakhir.

Pada babak kedua, Haiti mencoba tampil lebih berani dengan mengubah pendekatan permainan.

Tim Karibia itu mulai berani keluar menyerang dan sempat menciptakan peluang terbaik pada menit ke-63 melalui sundulan Ricardo Ade.

Namun, Alisson Becker menunjukkan kelasnya sebagai salah satu penjaga gawang terbaik dunia.

Refleks cepatnya berhasil menggagalkan peluang emas tersebut tepat di depan garis gawang.

Brasil tetap mendominasi jalannya laga dan beberapa kali mengancam melalui Gabriel Martinelli, Endrick, hingga Douglas Santos.

Bahkan Endrick sempat mencetak gol, namun kembali dianulir akibat offside.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-0 tetap bertahan untuk kemenangan Brasil.

Hasil ini menempatkan Brasil dalam posisi ideal untuk mengamankan tiket ke fase gugur pada laga terakhir Grup C.

Sementara Haiti dipastikan tersingkir dan tidak lagi memiliki peluang melanjutkan perjalanan di Piala Dunia 2026.

Susunan Pemain:

Brasil (4-2-3-1): Alisson Becker; Danilo, Marquinhos, Gabriel Magalhaes, Douglas Santos; Casemiro, Bruno Guimaraes; Raphinha, Lucas Paqueta, Vinicius Junior; Matheus Cunha.

Pelatih: Carlo Ancelotti.

Haiti (5-4-1): Johny Placide; Carlens Arcus, Ricardo Ade, Jean-Kevin Duverne, Hannes Delcroix, Martin Experience; Ruben Providence, Jean-Ricner Bellegarde, Danley Jean Jacques, Josue Casimir; Frantzdy Pierrot.

Pelatih: Sebastien Migne.(*)




Maroko Makin Dekat ke Fase Gugur, Skotlandia Dipaksa Menyerah di Boston

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Maroko meraih kemenangan penting dalam persaingan Grup C Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Skotlandia dengan skor tipis 1-0 di Boston Stadium, Sabtu 20 Juni 2026 WIB.

Tiga poin ini menjadi kemenangan perdana Singa Atlas di turnamen sekaligus mengantarkan mereka ke puncak klasemen sementara Grup C dengan koleksi empat poin.

Sebaliknya, Skotlandia harus rela turun ke posisi kedua setelah gagal memanfaatkan peluang untuk memperbesar kans lolos ke fase gugur.

Laga baru berjalan dua menit ketika Maroko berhasil memecah kebuntuan.

Berawal dari umpan terukur Brahim Diaz, Ismael Saibari sukses lolos dari pengawalan lini belakang Skotlandia sebelum melepaskan tembakan keras yang tak mampu dibendung Angus Gunn.

Gol cepat tersebut mengubah jalannya pertandingan. Maroko tampil lebih percaya diri dalam menguasai bola dan beberapa kali memaksa pertahanan Skotlandia bekerja keras mengamankan area pertahanan mereka.

Pada menit ke-18, Gunn kembali menjadi penyelamat Skotlandia setelah menggagalkan peluang berbahaya yang dibangun lini serang Maroko.

Dominasi tim asuhan Mohamed Ouahbi terlihat jelas sepanjang babak pertama, meski mereka gagal menambah keunggulan.

Skotlandia baru mampu memberikan ancaman berarti menjelang turun minum.

John McGinn mendapatkan ruang tembak setelah menerima umpan Andy Robertson, namun sepakannya masih melenceng tipis dari sasaran.

Memasuki babak kedua, Maroko tetap mempertahankan intensitas permainan. Peluang emas kembali hadir melalui sundulan Bilal El Khannouss pada menit ke-52.

Namun, Angus Gunn tampil gemilang dengan melakukan penyelamatan penting untuk menjaga peluang timnya tetap hidup.

Di sisi lain, Skotlandia mencoba membalas melalui sejumlah serangan balik cepat.

Salah satu peluang terbaik hadir lewat Ruan Christie, tetapi penyelesaian akhirnya belum cukup akurat untuk menaklukkan Yassine Bounou.

Memasuki setengah jam terakhir pertandingan, tempo permainan mulai menurun. Kedua tim kesulitan menciptakan peluang bersih karena rapatnya organisasi pertahanan masing-masing.

Skotlandia terus berupaya mencari gol penyama kedudukan hingga menit-menit akhir, namun pertahanan Maroko tampil disiplin dan mampu meredam setiap ancaman yang datang.

Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan Maroko.

Hasil ini menempatkan Singa Atlas dalam posisi yang lebih menguntungkan menjelang laga terakhir fase grup.

Sementara Skotlandia masih harus berjuang mengamankan tiket ke babak berikutnya pada pertandingan penentuan.

Susunan Pemain:

Skotlandia (3-5-2): Angus Gunn; Kieran Tierney, Grant Hanley, Jack Hendry; Andy Robertson, John McGinn, Lewis Ferguson, Christie, Nathan Patterson; Che Adams, Scott McTominay.

Pelatih: Steve Clarke.

Maroko (4-2-3-1): Yassine Bounou; Noussair Mazraoui, Chadi Riad, Diop, Achraf Hakimi; Bouaddi, El Aynaoui; Bilal El Khannouss, Azzedine Ounahi, Brahim Diaz; Ismael Saibari.

Pelatih: Mohamed Ouahbi.(*)




AS Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026, Australia Dipaksa Menyerah 0-2

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Amerika Serikat memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Australia dengan skor 2-0 pada laga kedua Grup D di Seattle Stadium, Sabtu 20 Juni 2026 dini hari WIB.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi skuad asuhan Mauricio Pochettino untuk mengamankan posisi di fase gugur.

Sebaliknya, Australia harus menunda kepastian lolos dan wajib meraih hasil positif pada pertandingan terakhir grup.

Meski akhirnya kalah, Australia sebenarnya sempat mengejutkan tuan rumah saat pertandingan baru berjalan satu menit.

Kesalahan umpan di lini belakang Amerika Serikat dimanfaatkan Mohamed Toure yang berhasil menembus kotak penalti.

Namun peluang emas tersebut mampu digagalkan kiper Matt Freese.

Setelah lolos dari ancaman awal, Amerika Serikat mulai mendominasi penguasaan bola dan mengendalikan ritme permainan.

Tekanan demi tekanan akhirnya berbuah gol pada menit ke-11.

Berawal dari aksi cepat Folarin Balogun di sisi kiri, umpan mendatar yang dikirimkan ke depan gawang justru berakhir menjadi petaka bagi Australia.

Bek Cameron Burgess salah mengantisipasi bola dan membuat si kulit bundar bersarang ke gawang sendiri.

Tertinggal satu gol membuat Australia berupaya bangkit. Mathew Leckie sempat memperoleh peluang bagus melalui kombinasi serangan cepat Mohamed Toure dan Nishan Velupillay.

Namun penyelesaian akhirnya masih melebar dari sasaran.

Amerika Serikat terus meningkatkan tekanan. Weston McKennie nyaris menggandakan keunggulan lewat sundulan keras hasil sepak pojok Malik Tillman, tetapi masih mampu diblok lini pertahanan Australia tepat di depan garis gawang.

Dominasi USMNT akhirnya kembali membuahkan hasil menjelang turun minum. Alex Freeman sempat melihat golnya dianulir karena dianggap offside.

Namun setelah pemeriksaan VAR, wasit mengesahkan gol tersebut karena Freeman dinilai sejajar dengan pemain bertahan terakhir Australia.

Gol itu membuat Amerika Serikat menutup babak pertama dengan keunggulan meyakinkan 2-0.

Memasuki paruh kedua, tuan rumah tidak mengendurkan serangan.

Balogun kembali mengancam setelah menerima umpan terobosan Tyler Adams, tetapi bek Alessandro Circati tampil sigap melakukan blok krusial.

Australia beberapa kali mencoba memperkecil ketertinggalan. Peluang terbaik hadir melalui Cristian Volpato dan Jason Geria.

Namun buruknya penyelesaian akhir serta disiplin pertahanan Amerika Serikat membuat Socceroos gagal mencetak gol.

Di sisi lain, Amerika Serikat juga memiliki sejumlah kesempatan untuk memperbesar keunggulan. Meski demikian, hingga laga berakhir tidak ada tambahan gol yang tercipta.

Skor 2-0 bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.

Hasil ini memastikan Amerika Serikat mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Sementara Australia masih memiliki peluang melaju ke fase gugur, namun harus berjuang pada laga penentuan grup.(*)




Iran dan Selandia Baru Saling Balas Gol, Skor Akhir 2-2

SEPUCUKJAMBI.ID – Laga pembuka Grup G Piala Dunia 2026 menghadirkan duel ketat antara Iran dan Selandia Baru yang berakhir imbang 2-2 di Stadion SoFi, Los Angeles, Amerika Serikat, Selasa 16 Juni 2026 waktu setempat.

Kedua tim harus puas berbagi poin setelah pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi dan penuh aksi saling serang sejak menit awal hingga akhir laga.

Selandia Baru tampil mengejutkan dengan start agresif. Tim asuhan Darren Bazeley langsung menekan pertahanan Iran dan berhasil membuka keunggulan lebih cepat.

Gol pertama lahir pada menit ke-7 melalui Elijah Just yang memaksimalkan umpan matang dari Chris Wood. Sepakan terarahnya membuat Selandia Baru unggul 1-0 lebih dulu.

Tertinggal, Iran mulai meningkatkan intensitas permainan. Trio Mehdi Taremi, Shahriyar Moghanloo, dan Saman Ghoddos menjadi motor serangan untuk menembus pertahanan All Whites.

Upaya Iran membuahkan hasil pada menit ke-32. Ramin Rezaeian memanfaatkan kemelut di depan gawang Selandia Baru dan sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Setelah gol tersebut, pertandingan berlangsung lebih seimbang. Kedua tim silih berganti membangun serangan, namun tidak ada tambahan gol hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, Selandia Baru kembali mengejutkan Iran. Pada menit ke-54, Elijah Just mencetak gol keduanya setelah kembali menerima assist dari Chris Wood, membawa timnya unggul 2-1.

Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Iran merespons cepat dan kembali menyamakan kedudukan pada menit ke-64 melalui Mohammad Mohebi yang memanfaatkan umpan Ramin Rezaeian.

Skor imbang membuat laga semakin terbuka. Iran kemudian lebih dominan dalam penguasaan bola dan menciptakan beberapa peluang berbahaya melalui Taremi, Mohebi, Ezatolahi, hingga Ali Alipour.

Meski terus menekan, lini pertahanan Selandia Baru tampil disiplin dan mampu meredam berbagai ancaman hingga akhir pertandingan.

Pada menit-menit akhir, kedua tim masih berupaya mencari gol kemenangan. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-2 tetap bertahan.

Hasil ini membuat Iran dan Selandia Baru sama-sama mengamankan satu poin pada laga pembuka Grup G, sekaligus membuka persaingan grup yang diprediksi akan berlangsung ketat.

Secara keseluruhan, pertandingan ini memperlihatkan efektivitas serangan Selandia Baru serta ketangguhan Iran dalam melakukan comeback, menjadikan duel ini salah satu laga menarik di awal turnamen.

Susunan pemain:

Iran (4-4-2): Alireza Beiranvand, Ramin Rezaeian, Shoja Khalilzadeh, Ali Nemati, Milad Mohammadi, Arya Yousefi, Saeid Ezatolahi, Saman Ghoddos, Mohammad Mohebim Mehdi Taremi, Shahriyar Moghanlou.

Pelatih: Amir Ghalenoei.

Selandia Baru (4-2-3-1): Max Crocombe, Tim Payne, Michael Boxall, Finn Surman, Liberato Cacace, Joe Bell, Marko Stamenic, Sarpreet Singh, Elijah Just, Callum McCowatt, Chris Wood.

Pelatih: Darren Bazeley.(*)




Uruguay Dominan, Arab Saudi Efektif: Duel Grup H Berakhir Tanpa Pemenang

SEPUCUKJAMBI.ID – Persaingan Grup H Piala Dunia 2026 langsung berlangsung ketat sejak pertandingan pertama.

Arab Saudi sukses mencuri perhatian setelah menahan salah satu unggulan grup, Uruguay, dengan skor 1-1 di Miami Stadium, Selasa 16 Juni 2026 dini hari WIB.

Bahkan, The Green Falcons sempat berada di ambang kemenangan sebelum Uruguay menyamakan kedudukan 10 menit menjelang laga usai.

Hasil ini membuat persaingan Grup H semakin terbuka. Sebelumnya, Spanyol juga gagal meraih kemenangan setelah ditahan debutan Cape Verde tanpa gol. Alhasil, keempat tim di grup tersebut sama-sama mengoleksi satu poin.

Uruguay tampil dominan sejak peluit awal dibunyikan. Tim asuhan Marcelo Bielsa menguasai jalannya pertandingan dan berupaya menekan pertahanan Arab Saudi melalui kombinasi Federico Valverde, Manuel Ugarte, dan Maxi Araujo.

Peluang pertama lahir pada menit kelima saat Araujo melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Namun, kiper Mohammed Al Owais masih mampu mengamankan bola dengan baik.

Meski terus ditekan, Arab Saudi menunjukkan organisasi pertahanan yang disiplin. Lini belakang yang dikomandoi Hassan Al Tambakti dan Abdulelah Al Amri mampu meredam pergerakan Darwin Nunez maupun Federico Vinas.

Setelah bertahan cukup lama, Arab Saudi mulai berani keluar menyerang. Beberapa kali serangan balik cepat mampu merepotkan barisan pertahanan Uruguay yang terlalu fokus membangun serangan.

Momentum itu akhirnya membuahkan hasil menjelang turun minum.

Pada menit ke-41, Arab Saudi mendapatkan sepak pojok yang dieksekusi Musab Al-Juwayr. Bola berhasil disambut Saud Abdulhamid di tiang jauh.

Meski Fernando Muslera mampu menggagalkan peluang pertama, bola muntah langsung disambar Abdulelah Al Amri menjadi gol.

Gol tersebut membuat stadion bergemuruh dan membawa Arab Saudi unggul 1-0 hingga jeda pertandingan.

Tertinggal satu gol, Marcelo Bielsa langsung melakukan perubahan strategi pada awal babak kedua. Sejumlah pergantian pemain dilakukan untuk meningkatkan agresivitas serangan Uruguay.

Perubahan tersebut membuat La Celeste tampil semakin menekan. Federico Vinas beberapa kali mendapatkan peluang berbahaya, sementara Manuel Ugarte nyaris mencetak gol spektakuler melalui tembakan jarak jauh yang hanya membentur tiang gawang pada menit ke-60.

Di tengah gempuran Uruguay, satu nama menjadi sorotan utama, yakni Mohammed Al Owais.

Kiper Arab Saudi itu tampil luar biasa sepanjang pertandingan. Sejumlah peluang emas berhasil dimentahkan, termasuk sundulan Vinas dan beberapa percobaan dari Federico Valverde.

Arab Saudi kemudian memilih menumpuk pemain di area pertahanan demi menjaga keunggulan.

Georgios Donis bahkan mengubah skema permainan menjadi lebih defensif untuk meredam tekanan lawan.

Namun pertahanan rapat tersebut akhirnya runtuh pada menit ke-80.

Berawal dari serangan bertubi-tubi Uruguay, sundulan Federico Vinas masih mampu ditepis Al Owais.

Sayangnya, bola liar jatuh tepat ke kaki Maxi Araujo yang tanpa kesulitan menceploskan bola ke dalam gawang.

Gol itu mengubah skor menjadi 1-1 sekaligus membangkitkan semangat Uruguay untuk memburu kemenangan.

Pada 10 menit terakhir pertandingan, tekanan Uruguay semakin meningkat. Brian Rodriguez, Nicolas De la Cruz, hingga Federico Valverde bergantian mencoba peruntungan.

Akan tetapi, Al Owais kembali menunjukkan kualitasnya. Beberapa penyelamatan penting pada masa injury time membuat Arab Saudi mampu mempertahankan skor imbang hingga peluit panjang dibunyikan.

Meski gagal meraih kemenangan, hasil ini tetap menjadi modal penting bagi Arab Saudi dalam persaingan Grup H.

Disiplin bertahan dan efektivitas serangan balik menjadi senjata yang terbukti mampu merepotkan tim sekelas Uruguay.

Sementara bagi Uruguay, hasil imbang ini menjadi peringatan bahwa status unggulan tidak akan menjamin kemenangan mudah di grup yang kini terlihat sangat kompetitif.

Dengan seluruh tim sama-sama mengoleksi satu poin, persaingan menuju babak 16 besar dipastikan semakin menarik pada laga berikutnya.(*)




Belgia Frustrasi Hadapi Mesir, Courtois Jadi Penyelamat dari Kekalahan

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Belgia gagal menunjukkan statusnya sebagai salah satu unggulan Grup G setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga perdana Piala Dunia 2026 di Seattle Stadium, Selasa 16 Juni 2026 dini hari WIB.

Bahkan, Setan Merah nyaris pulang dengan tangan hampa sebelum gol bunuh diri Mohamed Hany pada babak kedua menyelamatkan mereka dari kekalahan yang bisa menjadi salah satu kejutan terbesar fase grup.

Hasil ini menjadi catatan kurang memuaskan bagi Belgia yang tampil dominan dalam penguasaan bola sepanjang pertandingan.

Sebaliknya, Mesir tampil efektif, disiplin, dan beberapa kali mampu menciptakan ancaman serius melalui serangan balik cepat.

Belgia langsung mengambil kendali permainan sejak menit awal. Kevin De Bruyne menjadi motor serangan dengan beberapa kali mengalirkan bola ke area pertahanan lawan.

Peluang pertama hadir pada menit ketujuh ketika gelandang Manchester City tersebut melepaskan tendangan jarak jauh yang masih melebar tipis.

Namun saat Belgia sibuk membangun serangan, Mesir justru berhasil mencuri keunggulan lebih dulu pada menit ke-19.

Berawal dari umpan cerdas Mohamed Salah, Emam Ashour yang berdiri bebas di depan kotak penalti langsung melepaskan tembakan keras yang meluncur ke sudut kiri bawah gawang.

Thibaut Courtois tak mampu menjangkau bola dan Mesir pun unggul 1-0.

Gol tersebut membuat pertandingan berjalan sesuai skenario Mesir. Tim asuhan Hossam Hassan semakin nyaman bertahan sambil menunggu peluang melakukan serangan balik.

Belgia yang tertinggal berusaha meningkatkan tekanan. Namun rapatnya lini pertahanan Mesir membuat Romelu Lukaku dan rekan-rekannya kesulitan mendapatkan ruang di area berbahaya.

Bahkan Mesir hampir menggandakan keunggulan pada menit ke-33. Mostafa Zico yang menerima umpan dari Salah berhasil melepaskan tembakan keras, tetapi Courtois melakukan penyelamatan penting untuk menjaga harapan Belgia tetap hidup.

Menjelang turun minum, Belgia memperoleh peluang terbaik melalui Jeremy Doku.

Sayangnya, penyelesaian akhirnya masih jauh dari sasaran sehingga skor 1-0 untuk Mesir bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, Mesir kembali menunjukkan ancaman. Kombinasi Ashour dan Salah membuka ruang bagi Zico yang mendapat peluang emas di dalam kotak penalti.

Namun usaha tersebut berhasil digagalkan lini belakang Belgia.

Belgia mulai meningkatkan intensitas serangan dan nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-53 melalui tendangan bebas De Bruyne.

Bola sempat mengecoh pagar hidup, tetapi hanya membentur sisi luar tiang gawang.

Ketika Mesir terlihat semakin dekat dengan kemenangan, petaka justru datang dari lini pertahanan mereka sendiri.

Pada menit ke-66, Thomas Meunier mengirim umpan silang ke kotak penalti. Kehadiran Romelu Lukaku membuat barisan belakang Mesir panik.

Dalam upaya menghalau bola, Mohamed Hany justru mengarahkan si kulit bundar ke gawang sendiri.

Gol bunuh diri itu mengubah skor menjadi 1-1 sekaligus menghidupkan kembali peluang Belgia meraih tiga poin.

Momentum kemudian berpihak kepada Belgia. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, termasuk sundulan Brandon Mechele pada menit ke-83 yang memaksa Mohamed El-Shenawy Shobeir melakukan penyelamatan gemilang.

Empat menit berselang, Lukaku memperoleh kesempatan emas di depan gawang. Namun striker andalan Belgia itu gagal memanfaatkannya setelah sundulannya melambung di atas mistar.

Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta.

Belgia harus puas membawa pulang satu poin, sementara Mesir layak mendapat apresiasi setelah tampil solid dan hampir mengamankan kemenangan penting atas salah satu tim unggulan grup.

Bagi Belgia, hasil ini menjadi alarm awal bahwa dominasi penguasaan bola tidak selalu cukup untuk memenangkan pertandingan.

Sementara bagi Mesir, satu poin dari laga melawan Belgia menjadi modal berharga untuk menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.(*)




Hanya Bermain Imbang! Spanyol Frustrasi Hadapi Tembok Kokoh Cape Verde

SEPUCUKJAMBI.ID – Kejutan pertama langsung tersaji di Piala Dunia setelah Spanyol gagal mengamankan kemenangan pada laga pembuka Grup H.

Tim berjuluk La Roja harus puas berbagi angka usai ditahan imbang 0-0 oleh debutan Cape Verde dalam pertandingan yang berlangsung ketat.

Hasil tersebut menjadi sorotan karena Spanyol datang ke turnamen dengan status salah satu kandidat kuat juara.

Selain berbekal materi pemain yang lebih mentereng, tim asuhan Luis de la Fuente juga memiliki pengalaman dan peringkat FIFA yang jauh lebih tinggi dibanding lawannya.

Namun, dominasi penguasaan bola yang menjadi ciri khas Spanyol tidak mampu diterjemahkan menjadi gol.

Sepanjang pertandingan, mereka kesulitan menembus pertahanan Cape Verde yang tampil disiplin, terorganisir, dan penuh kepercayaan diri.

Cape Verde memilih pendekatan pragmatis dengan menumpuk pemain di area pertahanan.

Formasi lima bek yang diterapkan bahkan kerap berubah menjadi enam pemain bertahan saat Spanyol meningkatkan intensitas serangan.

Meski terus ditekan, wakil Afrika itu menunjukkan ketenangan luar biasa. Organisasi permainan yang rapi membuat para pemain Spanyol frustrasi mencari ruang di sepertiga akhir lapangan.

Peluang berbahaya pertama baru tercipta setelah pertandingan berjalan sekitar 20 menit ketika Pedri melepaskan tembakan tepat sasaran.

Spanyol kemudian mulai menemukan ritme permainan melalui pergerakan Marc Cucurella dari sisi kiri.

Kesempatan terbaik La Roja hadir menjelang turun minum. Ferran Torres berhasil melepaskan tembakan keras yang nyaris memecah kebuntuan, tetapi bola hanya menghantam mistar gawang.

Di bawah mistar, Cape Verde memiliki sosok penting dalam diri Vozinha. Kiper veteran tersebut tampil gemilang dengan sejumlah penyelamatan krusial yang menjaga gawang timnya tetap perawan hingga peluit panjang dibunyikan.

Bagi Cape Verde, satu poin dari pertandingan ini terasa seperti kemenangan. Negara kepulauan yang baru pertama kali tampil di Piala Dunia itu sukses mengukir sejarah dengan meraih poin perdana di panggung sepak bola terbesar dunia.

Pencapaian tersebut melanjutkan tren positif yang mereka tunjukkan sejak fase kualifikasi.

Sebelum lolos ke putaran final, Cape Verde mampu mengungguli sejumlah tim kuat Afrika seperti Kamerun, Angola, dan Libya, serta mencatat rekor impresif tanpa kekalahan dalam laga kandang.

Di sisi lain, Spanyol juga tidak tampil dengan komposisi terbaik. Dua pemain sayap andalan mereka, Lamine Yamal dan Nico Williams, belum berada dalam kondisi fisik ideal setelah sempat mengalami cedera otot.

Yamal akhirnya dimainkan pada menit ke-71 dan langsung memberi warna berbeda dalam serangan Spanyol.

Beberapa akselerasinya mampu membuka ruang bagi rekan setim, termasuk peluang yang didapat Mikel Merino.

Sementara Nico Williams baru masuk menjelang akhir pertandingan ketika waktu tersisa semakin sedikit.

Kegagalan meraih kemenangan menjadi alarm bagi Spanyol. Dominasi penguasaan bola kembali tidak cukup untuk menghasilkan tiga poin, sebuah masalah yang pernah menghantui mereka dalam dua edisi Piala Dunia sebelumnya.

Meski demikian, peluang Spanyol untuk lolos dari fase grup masih terbuka lebar. Mereka masih akan menghadapi Arab Saudi dan Uruguay pada dua laga berikutnya.

Namun, jika ingin kembali ke jalur kemenangan, La Roja perlu segera menemukan ketajaman di lini depan sekaligus berharap Yamal dan Williams bisa segera mencapai kondisi terbaiknya.

Sementara bagi Cape Verde, hasil imbang melawan salah satu unggulan turnamen menjadi bukti bahwa mereka tidak datang ke Piala Dunia hanya sebagai pelengkap.

Satu poin bersejarah ini sekaligus mengirim pesan bahwa kejutan-kejutan lain masih mungkin terjadi di Grup H.(*)