Belgia Mengamuk! Libas Selandia Baru 5-1 dan Amankan Tiket 32 Besar

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Belgia menutup fase grup Piala Dunia 2026 dengan penampilan meyakinkan usai menghancurkan Selandia Baru 5-1 pada laga terakhir Grup G di BC Place, Vancouver, Sabtu 27 Juni 2026 pagi WIB.

Kemenangan telak itu memastikan Setan Merah melangkah ke babak 32 besar dengan status juara grup.

Leandro Trossard menjadi sosok paling menonjol lewat dua gol yang dicetaknya.

Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, dan Alexis Saelemaekers turut menyumbang gol, sementara Selandia Baru hanya mampu membalas melalui Elijah Just.

Tambahan tiga poin membawa Belgia finis di puncak klasemen Grup G dengan koleksi lima poin.

Sebaliknya, Selandia Baru harus mengakhiri kiprah mereka di Piala Dunia 2026 setelah menempati posisi juru kunci dengan hanya satu poin.

Sejak menit awal, Belgia langsung menguasai jalannya pertandingan. Peluang pertama hadir pada menit ke-11 saat Leandro Trossard melepaskan tembakan yang masih membentur tiang gawang.

Dua menit kemudian giliran Kevin De Bruyne mengancam melalui tendangan keras dari luar kotak penalti.

Namun, kiper Max Crocombe tampil gemilang dengan menggagalkan peluang tersebut.

Belgia sempat mendapat hadiah penalti pada menit ke-20. Akan tetapi, keputusan wasit dibatalkan setelah pemeriksaan VAR sehingga skor tetap imbang tanpa gol.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-28. Trossard memanfaatkan bola muntah di depan gawang untuk membawa Belgia unggul 1-0.

Menjelang turun minum, Belgia terus menggempur pertahanan Selandia Baru melalui Jeremy Doku dan Charles De Ketelaere.

Namun, Crocombe kembali melakukan sejumlah penyelamatan penting sehingga skor 1-0 bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, dominasi Belgia semakin sulit dibendung.

Baru lima menit setelah restart, Trossard kembali mencatatkan namanya di papan skor usai menyambar bola rebound di kotak penalti. Gol tersebut membuat Belgia menjauh dengan keunggulan 2-0.

Selandia Baru sempat memperoleh peluang melalui Elijah Just pada menit ke-55. Namun, Thibaut Courtois menunjukkan kualitasnya dengan melakukan penyelamatan penting.

Belgia kembali menambah keunggulan pada menit ke-66. Kevin De Bruyne mencetak gol indah melalui tendangan keras dari luar kotak penalti yang meluncur ke sudut gawang tanpa mampu dihentikan Crocombe.

Elijah Just sempat memberi harapan bagi Selandia Baru setelah mencetak gol pada menit ke-84 melalui bola muntah hasil kemelut di depan gawang Belgia.

Namun, respons Belgia datang sangat cepat. Dua menit berselang, Romelu Lukaku menanduk bola hasil umpan silang untuk mengembalikan selisih tiga gol menjadi 4-1.

Pesta gol Belgia ditutup Alexis Saelemaekers pada masa injury time. Berhasil lolos dari kawalan bek lawan, ia melepaskan penyelesaian akurat yang memastikan kemenangan telak 5-1 sekaligus mengunci posisi Belgia sebagai juara Grup G.

Dengan performa yang semakin solid, Belgia kini membawa modal kepercayaan diri tinggi untuk menghadapi babak 32 besar, sementara Selandia Baru harus mengakhiri perjalanan mereka di fase grup.(*)




Tanjung Verde Tak Terkalahkan, Amankan Tiket 32 Besar dan Tantang Argentina

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Tanjung Verde menorehkan sejarah baru dalam debutnya di Piala Dunia.

Hasil imbang tanpa gol melawan Arab Saudi pada laga terakhir Grup H di Houston Stadium, Sabtu 27 Juni 2026 pagi WIB, cukup mengantar Blue Sharks melaju ke babak 32 besar sebagai runner-up grup.

Tambahan satu poin membuat wakil Afrika itu mengakhiri fase grup dengan koleksi poin yang cukup untuk mengamankan posisi kedua klasemen.

Sebaliknya, Arab Saudi harus mengakhiri perjalanan mereka lebih cepat setelah gagal meraih kemenangan yang menjadi syarat mutlak untuk lolos.

Laga berlangsung hati-hati sejak menit awal. Kedua tim memilih bermain disiplin dan tidak terburu-buru menyerang sehingga peluang berbahaya nyaris tidak terlihat pada 15 menit pertama.

Tanjung Verde mulai menemukan ritme permainan memasuki pertengahan babak pertama.

Willy Semedo menjadi ancaman pertama melalui tendangan keras dari luar kotak penalti yang memaksa Mohammed Al Owais melakukan penyelamatan penting.

Semedo kembali memperoleh peluang emas beberapa menit kemudian.

Memanfaatkan bola liar di depan gawang, ia melepaskan tendangan voli, tetapi bola masih meluncur tipis di sisi gawang Arab Saudi.

Di saat yang sama, hasil pertandingan lain di Grup H memperlihatkan Spanyol unggul atas Uruguay.

Situasi itu membuat Tanjung Verde berada di jalur yang tepat untuk mengamankan tiket ke fase gugur, asalkan mampu mempertahankan hasil imbang.

Selepas turun minum, Blue Sharks tampil lebih percaya diri. Kombinasi permainan cepat di lini tengah beberapa kali mampu membongkar pertahanan Arab Saudi.

Peluang terbaik hadir melalui Jamiro Monteiro yang berdiri bebas di dalam kotak penalti.

Namun, penyelesaian akhirnya kurang maksimal sehingga bola dengan mudah diamankan Al Owais.

Arab Saudi berusaha meningkatkan intensitas serangan demi mengejar kemenangan.

Akan tetapi, rapatnya lini pertahanan Tanjung Verde membuat Green Falcons kesulitan menciptakan peluang bersih sepanjang babak kedua.

Menjelang laga usai, Tanjung Verde hampir mencuri kemenangan. Sundulan Nuno da Costa menyambut umpan silang hanya melenceng tipis dari gawang Arab Saudi.

Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap bertahan 0-0. Hasil tersebut sudah cukup bagi Tanjung Verde untuk mengukir salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola mereka.

Blue Sharks menutup fase grup tanpa sekalipun menelan kekalahan serta mencatat dua clean sheet.

Mereka juga menjadi salah satu tim debutan yang langsung mampu menembus fase gugur Piala Dunia, sebuah pencapaian yang mempertegas perkembangan pesat sepak bola negara kepulauan di Afrika tersebut.

Tantangan yang lebih berat kini sudah menanti. Pada babak 32 besar, Tanjung Verde akan menghadapi juara bertahan Argentina.

Pertemuan itu diprediksi menjadi ujian terbesar sekaligus kesempatan bagi Blue Sharks untuk kembali menciptakan kejutan di panggung sepak bola dunia.

Susunan pemain:

Tanjung Verde: Vozinha; Wagner Pina, Roberto Lopes, Diney Borges, Joao Paulo; Kevin Pina; Ryan Mendes, Deroy Duarte, Jamiro Monteiro, Willy Semedo; Dailon Liveramento.

Pelatih: Bubista.

Arab Saudi: Mohammed Al Owais; Saud Abdulhamid, Abdulelah Al Amri, Hassan Al Tambakti, Nawaf Al-Boushail; Mohamed Kanno, Nasser Al-Dawsari, Abdullah Alkhaibari; Sultan Mandash, Firas Al-Buraikan, Salem Al-Dawsari.

Pelatih: Georgios Donis.(*)




Uruguay Gagal Lolos! Spanyol Menang Tipis 1-0 Berkat Gol Alex Baena

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Spanyol memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 dengan status juara Grup H setelah menundukkan Uruguay 1-0 di Estadio Guadalajara, Sabtu 27 Juni 2026 WIB.

Gol semata wayang Alex Baena pada penghujung babak pertama menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung ketat.

Kemenangan tersebut mengantarkan La Furia Roja mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan.

Sementara Uruguay harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari turnamen usai hanya mengumpulkan dua poin dan finis di peringkat ketiga klasemen.

Sejak peluit awal dibunyikan, Spanyol langsung mengambil kendali permainan lewat dominasi penguasaan bola.

Tim besutan Luis de la Fuente dengan sabar membangun serangan dari lini belakang, tetapi rapatnya pertahanan Uruguay membuat peluang bersih sulit tercipta.

Uruguay yang lebih banyak bertahan juga kesulitan mengembangkan permainan.

Peluang pertama La Celeste baru hadir pada menit ke-36 melalui sepakan jarak jauh Rodrigo Bentancur, namun bola masih melambung di atas mistar gawang yang dikawal Unai Simon.

Petaka menghampiri Uruguay beberapa menit kemudian. Gelandang andalan Manuel Ugarte mengalami cedera dan harus ditarik keluar lapangan.

Marcelo Bielsa memasukkan Nicolas De La Cruz untuk menutup lubang di lini tengah.

Momentum itu dimanfaatkan Spanyol untuk memecah kebuntuan. Pada menit ke-42, Marcos Llorente mengirim umpan tarik ke dalam kotak penalti yang disambut Alex Baena.

Gelandang Villarreal itu lebih dulu mengontrol bola sebelum melepaskan tembakan mendatar yang gagal diantisipasi sempurna Fernando Muslera.

Gol tersebut membawa Spanyol menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.

Memasuki babak kedua, Uruguay mencoba meningkatkan intensitas serangan.

Marcelo Bielsa bahkan melakukan pergantian di posisi penjaga gawang dengan memasukkan Sergio Rochet menggantikan Muslera.

Namun, jalannya pertandingan tidak banyak berubah. Spanyol tetap mendominasi penguasaan bola dan memaksa Uruguay bertahan lebih dalam.

Peluang emas sempat diperoleh Dani Olmo pada menit ke-63, tetapi tembakannya hanya melintas tipis di sisi gawang.

Uruguay membalas lewat Federico Viñas, namun penyelesaian akhirnya juga belum menemui sasaran.

Melihat timnya kesulitan menambah gol, Luis de la Fuente memasukkan Ferran Torres, Yeremy Pino, dan Nico Williams untuk menambah daya gedor.

Di sisi lain, Uruguay nyaris menyamakan kedudukan lima menit menjelang laga usai.

Nicolas De La Cruz melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, tetapi Unai Simon tampil sigap dengan penyelamatan penting yang menjaga keunggulan Spanyol.

Situasi Uruguay semakin sulit pada masa injury time setelah Agustin Canobbio diganjar kartu merah akibat pelanggaran keras.

Bermain dengan 10 orang membuat peluang La Celeste untuk mengejar ketertinggalan praktis tertutup.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan Spanyol.

Hasil ini menegaskan konsistensi La Furia Roja sepanjang fase grup.

Selain tampil solid dalam penguasaan bola, lini belakang Spanyol juga menunjukkan organisasi permainan yang disiplin dengan hanya kebobolan minim sepanjang penyisihan.

Sebaliknya, Uruguay harus mengakhiri perjalanan lebih cepat.

Cedera pemain kunci, minimnya kreativitas di lini depan, serta kegagalan memaksimalkan peluang menjadi faktor yang membuat tim asuhan Marcelo Bielsa gagal menembus babak gugur Piala Dunia 2026.

Susunan pemain:

Timnas Uruguay (4-1-4-1): Muslera; Sanabria, Olivera, Caceres, Varela; Ugarte; Araujo, Valverde, Bentancur, Canobbio; Nunez

Pelatih: Marcelo Bielsa

Timnas Spanyol (4-2-3-1): Simon; Cucurella, Laporte, Cubarsi, Llorente; Rodri, Pedri; Baena, Merino, Yamal; Oyarzabal

Pelatih: Luis De La Fuente.(*)




Pesta Lima Gol! Senegal Akhiri Perlawanan Irak dan Intip Tiket Fase Gugur

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Senegal menjaga peluang tampil di babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah mencatat kemenangan telak 5-0 atas Irak pada laga terakhir Grup I di Toronto Stadium, Sabtu 27 Juni 2026 dini hari WIB.

Kemenangan besar tersebut bukan hanya menjaga asa Singa Teranga bertahan di turnamen, tetapi juga mengukir sejarah sebagai kemenangan dengan selisih gol terbesar yang pernah diraih wakil Afrika di ajang Piala Dunia.

Meski sukses menutup fase grup dengan kemenangan meyakinkan, Senegal belum bisa bernapas lega.

Tim asuhan Pape Thiaw hanya finis di peringkat ketiga Grup I sehingga nasib mereka masih bergantung pada hasil pertandingan dari grup lain untuk memastikan tiket ke babak 32 besar melalui jalur peringkat ketiga terbaik.

Sementara itu, Irak harus mengakhiri perjalanan mereka dengan catatan pahit.

Tim besutan Graham Arnold menelan tiga kekalahan beruntun tanpa mampu mengumpulkan satu poin pun.

Kekalahan tersebut juga memperpanjang rekor buruk Irak yang kini selalu kalah dalam enam pertandingan sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di putaran final Piala Dunia.

Sejak menit pertama, Senegal tampil dengan misi jelas, yakni memburu kemenangan besar demi memperbaiki selisih gol.

Upaya itu langsung membuahkan hasil ketika pertandingan baru berjalan empat menit.

Berawal dari situasi sepak pojok yang dikirim Lamine Camara, bola disundul Abdoulaye Seck sebelum berubah arah usai mengenai Habib Diarra dan masuk ke gawang Irak.

Situasi semakin sulit bagi Irak setelah bek Rebin Sulaka diganjar kartu merah usai melanggar Sadio Mane yang lolos sendirian menuju kotak penalti.

Unggul jumlah pemain membuat Senegal semakin leluasa menguasai pertandingan. Namun hingga turun minum, Irak masih mampu bertahan sehingga skor tetap 1-0.

Memasuki babak kedua, dominasi Senegal semakin tak terbendung.

Pada menit ke-52, Ismaila Sarr menggandakan keunggulan setelah memanfaatkan umpan matang Lamine Camara dari sisi kiri.

Hanya beberapa menit kemudian, Pape Gueye mencetak salah satu gol terbaik dalam pertandingan lewat tendangan keras dari luar kotak penalti yang meluncur ke sudut atas gawang tanpa mampu dijangkau Ahmed Basil.

Gelandang Senegal itu kembali mencatatkan namanya di papan skor sekitar 10 menit berselang.

Kali ini ia menyelesaikan umpan Iliman Ndiaye dengan tembakan terukur yang membawa Senegal unggul empat gol.

Sadio Mane sebenarnya hampir ikut mencatatkan namanya sebagai pencetak gol.

Sayangnya, upaya cungkilan mantan penyerang Liverpool itu hanya membentur mistar gawang.

Pesta gol Senegal akhirnya ditutup Iliman Ndiaye menjelang laga usai. Aksi individunya di depan kotak penalti diakhiri dengan sepakan keras yang memastikan kemenangan telak 5-0.

Tambahan tiga poin membuat Senegal menutup fase grup dengan penuh optimisme, meski mereka kini harus menunggu hasil dari grup lain untuk mengetahui apakah torehan tersebut cukup mengantar mereka ke babak gugur.

Sebaliknya, Irak pulang dengan evaluasi besar setelah kembali gagal meraih poin di panggung tertinggi sepak bola dunia.

Kekalahan ini menjadi penegasan bahwa mereka masih memiliki pekerjaan rumah untuk mampu bersaing di level elite internasional.

Susunan pemain:

Senegal: Mory Diaw; Krepin Diatta, Abdoulaye Seck, Moussa Niakhate, Ismail Jakobs; Idrissa Gueye, Habib Diarra; Ibrahim Mbaye, Lamine Camara, Sadio Mane, Ismaila Sarr.

Pelatih: Pape Thiaw.

Irak: Ahmed Basil; Frans Putros, Akam Hashim, Rebin Sulaka, Merchas Doski; Amir Al Ammari; Ali Jasim, Ibrahim Bayesh, Zidane Iqbal, Ahmed Qasem, Ali Al Hamadi.

Pelatih: Graham Arnold.(*)




Ousmane Dembele Hattrick, Les Bleus Sapu Bersih Fase Grup

SEPUCUKJAMBI.IDTimnas Prancis menutup fase grup Piala Dunia 2026 dengan penampilan meyakinkan.

Les Bleus membungkam Norwegia 4-1 pada laga terakhir Grup I di Boston Stadium, Sabtu 27 Juni 2026 dini hari WIB, sekaligus mengamankan status juara grup dengan poin sempurna.

Sorotan utama pertandingan jatuh kepada Ousmane Dembele.

Winger lincah itu tampil luar biasa dengan memborong tiga gol atau hattrick, sementara satu gol lainnya dicetak Desire Doue pada masa injury time.

Kemenangan tersebut membuat Prancis menyapu bersih tiga pertandingan fase grup.

Catatan itu menjadi yang pertama sejak Piala Dunia 1998, edisi ketika Les Bleus sukses mengangkat trofi juara dunia.

Sebaliknya, Norwegia tetap melaju ke babak 32 besar sebagai runner-up Grup I.

Meski kalah telak, tim besutan Stale Solbakken sebelumnya telah memastikan tiket ke fase gugur sehingga memilih merotasi hampir seluruh pemain inti.

Keputusan melakukan 10 pergantian pemain nyaris berbuah petaka. Baru 22 detik laga berjalan, Kylian Mbappe hampir mencatatkan salah satu gol tercepat dalam sejarah Piala Dunia.

Namun, tembakannya hanya membentur mistar gawang.

Prancis terus menguasai permainan. Setelah beberapa peluang gagal berbuah gol, Dembele akhirnya memecah kebuntuan lewat sepakan keras dari dalam kotak penalti yang gagal dihentikan kiper Egil Selvik.

Norwegia sempat memiliki peluang emas untuk menyamakan kedudukan melalui Jorgen Strand Larsen.

Sayang, penyelesaian akhirnya dari jarak dekat justru melambung di atas mistar.

Kesalahan itu langsung dibayar mahal. Prancis melancarkan serangan balik cepat yang kembali diselesaikan dengan sempurna oleh Dembele untuk membawa Les Bleus unggul 2-0.

Meski tertinggal dua gol, Norwegia belum menyerah. Hanya beberapa detik setelah sepak mula, Thelo Aasgaard memperkecil ketertinggalan lewat tembakan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau Mike Maignan.

Namun momentum itu tidak bertahan lama. Menjelang turun minum, Dembele kembali menunjukkan kelasnya.

Aksi individu di sisi kanan diakhiri dengan tendangan melengkung yang bersarang di pojok gawang sekaligus melengkapi hattrick pada babak pertama.

Memasuki babak kedua, Norwegia memperoleh kesempatan emas untuk memangkas skor setelah Theo Hernandez menjatuhkan Oscar Bobb di kotak terlarang.

Jorgen Strand Larsen maju sebagai eksekutor, tetapi Mike Maignan tampil gemilang dengan menggagalkan tendangan penalti tersebut.

Penyelamatan itu menjadi yang pertama dari titik putih sepanjang Piala Dunia 2026.

Norwegia terus mencoba menekan melalui Oscar Bobb dan Aasgaard, namun lini belakang Prancis tampil disiplin menjaga keunggulan.

Saat pertandingan memasuki masa injury time, Prancis memastikan kemenangan lewat Desire Doue.

Sundulan pemain muda tersebut mengubah skor menjadi 4-1 sekaligus menutup pesta gol Les Bleus.

Hasil ini menegaskan Prancis sebagai salah satu kandidat terkuat juara Piala Dunia 2026.

Dengan produktivitas lini depan yang terus meningkat dan penampilan impresif Ousmane Dembele, skuad asuhan Didier Deschamps mengirim sinyal bahaya kepada seluruh pesaing di fase gugur.

Sementara itu, Norwegia tetap memiliki kesempatan memperbaiki performa saat menghadapi babak 32 besar.

Rotasi besar yang dilakukan pada laga ini diperkirakan menjadi bagian dari strategi menjaga kebugaran pemain inti untuk menghadapi pertandingan yang lebih menentukan.(*)




Brasil Juara Grup C! Skotlandia Tumbang, Vinicius Jr Tampil Memukau

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Brasil menegaskan statusnya sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Skotlandia dengan skor meyakinkan 3-0 pada laga terakhir Grup C, Kamis 25 Juni 2026 WIB.

Kemenangan di Miami Stadium itu memastikan Selecao melangkah ke babak 32 besar dengan predikat juara grup.

Bintang kemenangan Brasil adalah Vinicius Jr yang mencetak dua gol, sementara satu gol lainnya disumbangkan Matheus Cunha pada babak kedua.

Tambahan tiga poin membuat Brasil menutup fase grup dengan koleksi tujuh angka. Di sisi lain, Skotlandia gagal memanfaatkan laga penentuan dan harus puas mengakhiri fase grup di posisi ketiga.

Brasil tidak membutuhkan waktu lama untuk menunjukkan dominasinya.

Baru tujuh menit pertandingan berjalan, tekanan tinggi yang dilakukan Rayan berhasil memaksa lini belakang Skotlandia melakukan kesalahan.

Bola liar yang tercipta langsung dimanfaatkan Vinicius Jr untuk menaklukkan Angus Gunn dan membawa Brasil unggul cepat 1-0.

Gol tersebut membuat permainan tim asuhan Carlo Ancelotti semakin hidup. Brasil mendominasi penguasaan bola dan terus menekan pertahanan Skotlandia yang kesulitan keluar dari tekanan.

Vinicius sebenarnya sempat kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-22. Namun gol tersebut dianulir wasit setelah menilai terjadi pelanggaran dalam proses perebutan bola.

Meski demikian, ancaman Brasil tidak berhenti. Skotlandia berusaha merespons melalui serangan balik dan bola-bola langsung ke area pertahanan lawan, tetapi lini belakang Brasil yang dikawal Marquinhos dan Gabriel Magalhaes tampil disiplin.

Saat pertandingan tampak akan memasuki jeda dengan keunggulan tipis, Brasil kembali menghukum lawannya.

Pada masa injury time babak pertama, Vinicius menyambut umpan silang Bruno Guimaraes dan mencetak gol keduanya dalam laga tersebut.

Gol itu membuat Brasil menutup babak pertama dengan keunggulan nyaman 2-0.

Memasuki babak kedua, Skotlandia mencoba tampil lebih agresif. Scott McTominay sempat menghadirkan ancaman lewat sundulan keras pada menit ke-49, namun Alisson mampu mengamankan bola dengan baik.

Brasil kemudian kembali mengambil alih kendali permainan. Vinicius nyaris mencetak hattrick setelah dua kali memaksa Angus Gunn melakukan penyelamatan penting dalam rentang waktu singkat.

Gol ketiga yang ditunggu-tunggu akhirnya lahir pada menit ke-60. Bruno Guimaraes menusuk ke dalam kotak penalti sebelum mengirim umpan matang kepada Matheus Cunha.

Penyerang Brasil itu tanpa kesulitan melepaskan tembakan mendatar yang mengubah skor menjadi 3-0.

Tertinggal tiga gol tidak membuat Skotlandia menyerah begitu saja. Tim asuhan Steve Clarke tetap berupaya mencari gol hiburan, tetapi solidnya organisasi permainan Brasil membuat setiap peluang mampu diredam dengan baik.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-0 tetap bertahan untuk kemenangan Brasil.

Hasil ini mengukuhkan Brasil sebagai juara Grup C sekaligus memperpanjang catatan impresif mereka di Piala Dunia 2026.

Dengan performa yang semakin matang dan Vinicius Jr yang sedang berada dalam bentuk terbaiknya, Selecao mengirim pesan serius kepada para pesaing dalam perburuan gelar juara dunia.(*)




Sempat Dikejutkan Haiti, Maroko Tutup Fase Grup dengan Kemenangan Spektakuler

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Maroko memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Haiti dengan skor 4-2 pada laga terakhir Grup C yang berlangsung di Atlanta Stadium, Kamis 25 Juni 2026 WIB.

Kemenangan ini tidak diraih dengan mudah. Singa Atlas sempat dua kali tertinggal sebelum akhirnya menunjukkan mentalitas kuat untuk membalikkan keadaan dan mengunci posisi runner-up grup dengan tujuh poin.

Hasil tersebut memastikan Maroko mendampingi Brasil ke fase gugur. Sebaliknya, Haiti harus angkat koper lebih awal setelah menutup fase grup tanpa satu pun poin dari tiga pertandingan.

Pertandingan berlangsung di luar prediksi pada awal laga. Maroko yang tampil dominan justru dikejutkan oleh gol bunuh diri kiper Yassine Bounou pada menit ke-10.

Situasi itu membuat Haiti unggul lebih dulu meski berada di bawah tekanan sepanjang pertandingan.

Maroko berusaha merespons cepat. Sejumlah peluang dari Bilal El Khannouss, Ismael Saibari, hingga Achraf Hakimi memaksa kiper Johny Placide bekerja ekstra keras menjaga gawangnya.

Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil menjelang akhir babak pertama.

Hakimi berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-39 setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang Haiti.

Gol tersebut sempat ditinjau melalui VAR sebelum akhirnya disahkan.

Namun drama belum berakhir. Saat Maroko mulai menemukan ritme permainan, Haiti kembali membuat kejutan.

Wilson Isidor mencetak gol spektakuler pada menit ke-43 untuk membawa tim Karibia itu kembali unggul.

Keunggulan Haiti hanya bertahan beberapa menit. Pada masa injury time babak pertama, Ismael Saibari sukses memanfaatkan kelengahan lini belakang lawan untuk mengubah skor menjadi 2-2 sebelum turun minum.

Memasuki babak kedua, dominasi Maroko semakin sulit dibendung. Penguasaan bola dan tekanan yang terus menerus membuat Haiti lebih banyak bertahan di area sendiri.

Meski beberapa peluang masih gagal dikonversi menjadi gol, Maroko akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-78.

Soufiane Rahimi muncul di saat yang tepat untuk menyambar bola liar di kotak penalti dan membawa Singa Atlas berbalik unggul untuk pertama kalinya dalam pertandingan.

Tertinggal satu gol, Haiti mencoba keluar menyerang demi menjaga harapan meraih poin pertama di turnamen ini.

Namun upaya mereka berkali-kali kandas saat memasuki area pertahanan Maroko.

Ketika Haiti mulai mengambil risiko dengan bermain lebih terbuka, Maroko memanfaatkan celah tersebut untuk melancarkan serangan balik cepat.

Hasilnya, Gessime Yassine mencetak gol penutup pada menit ke-89 yang memastikan kemenangan 4-2 bagi wakil Afrika tersebut.

Kemenangan ini menjadi penegasan bahwa Maroko tetap menjadi salah satu kekuatan yang patut diperhitungkan di Piala Dunia 2026.

Setelah mencapai semifinal pada edisi sebelumnya, Singa Atlas kembali menunjukkan kapasitas mereka sebagai tim yang mampu bersaing dengan negara-negara elite dunia.

Sementara bagi Haiti, kekalahan ini menutup perjalanan yang penuh perjuangan namun tanpa hasil.

Meski gagal meraih poin, mereka tetap meninggalkan kesan sebagai tim yang berani memberi perlawanan kepada lawan-lawan yang secara kualitas berada di atas mereka.(*)




Kroasia Raih Kemenangan Perdana, Panama Tersingkir Usai Kalah 0-1

SEPUCUKJAMBI.ID – Hasil Panama vs Kroasia pada matchday kedua Grup L Piala Dunia 2026 berakhir dengan kemenangan tipis Vatreni.

Timnas Kroasia sukses mengalahkan Panama dengan skor 1-0 di Toronto Stadium, Rabu 24 Juni 2026 pagi WIB.

Gol tunggal Ante Budimir pada awal babak kedua menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat tersebut.

Tambahan tiga poin membuat Kroasia menjaga peluang lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026.

Meski lebih diunggulkan, Kroasia tidak mudah menembus pertahanan rapat Panama.

Justru Panama yang lebih dulu menciptakan sejumlah peluang berbahaya melalui serangan cepat yang merepotkan lini belakang Vatreni.

Peluang terbaik Panama pada babak pertama hadir melalui Cristian Martinez.

Namun, upayanya dari dalam kotak penalti masih mampu diamankan kiper Kroasia, Dominik Livakovic.

Tak lama berselang, Luis Rodriguez hampir membawa Panama unggul lewat sundulan jarak dekat.

Beruntung bagi Kroasia, Livakovic tampil sigap melakukan penyelamatan penting.

Meski demikian, peluang tersebut kemudian tidak dihitung karena bola lebih dahulu keluar lapangan dalam proses serangan.

Kroasia baru memberikan ancaman serius menjelang turun minum.

Martin Baturina melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, tetapi kiper Panama, Orlando Mosquera, berhasil menepis bola dan menjaga skor tetap 0-0 hingga jeda.

Memasuki babak kedua, pelatih Zlatko Dalic melakukan perubahan dengan memasukkan Ante Budimir dan Andrej Kramaric.

Keputusan tersebut terbukti efektif dan langsung mengubah jalannya pertandingan.

Pada menit ke-54, Marco Pasalic memulai serangan dari sisi kanan sebelum mengalirkan bola kepada Josip Stanisic.

Umpan silang Stanisic ke depan gawang langsung disambut Budimir dengan penyelesaian akurat yang membawa Kroasia unggul 1-0.

Tertinggal satu gol, Panama berusaha meningkatkan intensitas serangan.

Pelatih Thomas Christiansen melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menambah daya gedor, termasuk memasukkan Cecilio Waterman dan Azarias Londono.

Meski terus menekan hingga menit-menit akhir, Panama kesulitan menembus pertahanan Kroasia yang tampil disiplin.

Lini belakang yang dikomandoi Josko Gvardiol dan Josip Sutalo mampu meredam berbagai upaya lawan.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 untuk kemenangan Kroasia tidak berubah.

Hasil ini menjadi kemenangan perdana Kroasia di Grup L sekaligus menjaga peluang mereka melaju ke babak berikutnya.

Vatreni kini mengoleksi tiga poin dan masih bersaing memperebutkan tiket lolos.

Sebaliknya, Panama kembali menelan kekalahan dan terpuruk di dasar klasemen tanpa poin, sehingga peluang mereka untuk melangkah ke fase gugur semakin berat.(*)




Iran Tahan Belgia Tanpa Gol, Kartu Merah dan VAR Warnai Duel Panas Grup G

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Belgia kembali gagal menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu unggulan di Piala Dunia 2026.

Menghadapi Iran pada laga kedua Grup G di SoFi Stadium, Los Angeles, Senin 22 Juni 2026 dini hari WIB, Setan Merah Eropa harus puas bermain imbang tanpa gol.

Laga berakhir 0-0, tetapi skor tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya pertandingan.

Iran tampil disiplin, berani meladeni permainan Belgia, dan mendapat kontribusi luar biasa dari kiper Alireza Beiranvand yang menjadi mimpi buruk bagi lini serang lawan.

Hasil ini membuat persaingan Grup G semakin terbuka.

Belgia maupun Iran sama-sama belum meraih kemenangan dalam dua pertandingan awal sehingga nasib keduanya kini ditentukan pada laga terakhir fase grup.

Belgia Mendominasi, Iran Mengancam

Belgia langsung mengambil alih penguasaan bola sejak awal pertandingan.

Kevin De Bruyne dan Youri Tielemans menjadi motor serangan, sementara Romelu Lukaku berusaha membongkar pertahanan rapat Iran.

Namun ancaman pertama justru datang dari wakil Asia tersebut.

Pada menit ke-14, Hossein Kanani melepaskan tendangan voli keras hasil situasi lemparan ke dalam yang memaksa Thibaut Courtois melakukan penyelamatan penting.

Iran kembali membuat Belgia terkejut beberapa menit kemudian ketika Saeid Ezatolahi hampir mencetak gol melalui sundulan yang hanya melenceng tipis dari sasaran.

Belgia merespons lewat peluang emas Tielemans pada menit ke-22.

Gelandang tersebut melepaskan tembakan keras dari sudut sempit, tetapi Beiranvand tampil sigap untuk menggagalkan peluang.

VAR Gagalkan Euforia Iran

Momen paling dramatis pada babak pertama terjadi pada menit ke-25.

Iran sempat mengira telah memecah kebuntuan setelah Mehdi Taremi berhasil menaklukkan Courtois melalui penyelesaian klinis hasil skema bola mati.

Para pemain Iran sudah merayakan gol tersebut sebelum wasit menerima tinjauan VAR.

Setelah pemeriksaan berlangsung, gol dianulir karena Taremi berada dalam posisi offside yang sangat tipis.

Keputusan itu menjadi penyelamat bagi Belgia yang sempat kehilangan konsentrasi di lini belakang.

Menjelang turun minum, Belgia kembali mendapat peluang emas melalui Maxim De Cuyper.

Namun Beiranvand kembali menunjukkan kualitasnya dengan menggagalkan tendangan voli yang mengarah tepat ke gawang.

Kartu Merah Ubah Jalannya Pertandingan

Memasuki babak kedua, Iran tampil semakin percaya diri. Mehdi Taremi terus menjadi ancaman melalui pergerakan dan pressing agresifnya terhadap lini pertahanan Belgia.

Belgia sebenarnya memiliki kesempatan terbaik untuk mencetak gol pada menit ke-59.

De Bruyne mengirim umpan matang ke depan gawang dan De Cuyper berdiri tanpa kawalan di posisi ideal.

Namun saat stadion nyaris bersorak gol, Beiranvand melakukan penyelamatan refleks luar biasa menggunakan tangan kirinya.

Momen tersebut menjadi salah satu penyelamatan terbaik sejauh ini di Piala Dunia 2026.

Situasi berubah drastis pada menit ke-66. Bek Belgia Nathan Ngoy kehilangan bola saat ditekan Taremi.

Penyerang Iran itu langsung melaju menuju gawang sebelum dijatuhkan dari belakang.

Wasit Dario Herrera tanpa ragu mengeluarkan kartu merah langsung kepada Ngoy. Belgia harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain.

Keunggulan jumlah pemain membuat Iran semakin berani menekan. Ezatolahi sempat menguji Courtois lewat tendangan jarak jauh, tetapi kiper Real Madrid itu masih mampu mengamankan bola.

Beiranvand Jadi Pembeda

Meski bermain dengan 10 orang, Belgia tetap berusaha mencari gol kemenangan.

Peluang emas kembali hadir menjelang akhir pertandingan ketika De Cuyper mendapatkan ruang tembak di dalam kotak penalti.

Sekali lagi Beiranvand menjadi penyelamat Iran.

Penampilan gemilang sang penjaga gawang membuat seluruh upaya Belgia berakhir sia-sia. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 0-0.

Bagi Iran, satu poin ini terasa seperti kemenangan karena diraih setelah menghadapi tekanan besar dari salah satu tim unggulan turnamen.

Sebaliknya, Belgia harus melakukan evaluasi serius setelah gagal menang dalam dua pertandingan awal.

Di tengah ketatnya persaingan Grup G, satu nama yang paling layak mendapat sorotan adalah Alireza Beiranvand.

Kiper berpengalaman Iran itu tampil luar biasa dan menjadi alasan utama timnya tetap menjaga peluang lolos ke fase gugur.(*)




Daftar Lengkap Tim Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026 Hari Ini

SEPUCUKJAMBI.ID – Peta persaingan Piala Dunia 2026 mulai terbentuk. Hingga pertandingan terbaru fase grup, sudah ada tiga negara yang memastikan tiket ke babak 32 besar lebih cepat.

Meksiko, Amerika Serikat, dan Jerman menjadi tim pertama yang mengunci tempat di fase gugur setelah meraih hasil sempurna dalam dua pertandingan awal.

Keberhasilan ketiga tim tersebut menegaskan kesiapan mereka menghadapi persaingan yang semakin ketat menuju fase knockout.

Sementara itu, sejumlah kandidat kuat lainnya masih harus berjuang pada laga terakhir grup untuk mengamankan nasib.

Meksiko menjadi tim pertama yang memastikan kelolosan. Bermain di hadapan publik sendiri, El Tri tampil konsisten dan berhasil menyapu bersih dua pertandingan awal dengan kemenangan.

Tak lama berselang, Amerika Serikat mengikuti jejak rival regionalnya tersebut.

Dukungan suporter tuan rumah dan performa yang stabil membuat The Stars and Stripes sukses mengamankan enam poin yang cukup untuk mengunci tiket ke babak berikutnya.

Meski sudah dipastikan lolos, baik Meksiko maupun Amerika Serikat masih memiliki satu pertandingan tersisa untuk menentukan posisi akhir klasemen grup dan lawan yang akan dihadapi pada fase gugur.

Jerman kemudian menjadi negara ketiga yang memastikan tempat di babak 32 besar. Der Panzer harus bekerja keras sebelum akhirnya mengalahkan Pantai Gading dengan skor dramatis 2-1.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Toronto, Jerman sempat berada dalam posisi sulit setelah tertinggal oleh gol Franck Kessie pada babak pertama.

Namun mental juara yang selama ini menjadi identitas mereka kembali terlihat.

Deniz Undav muncul sebagai pahlawan dengan mencetak gol penyeimbang pada menit ke-68 sebelum memastikan kemenangan lewat gol kedua pada masa injury time.

Gol pada menit ke-94 tersebut tidak hanya mengamankan tiga poin penting, tetapi juga memastikan pasukan Julian Nagelsmann melaju ke fase gugur dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan.

Bagi Jerman, kelolosan ini memiliki makna tersendiri. Setelah gagal melewati fase grup dalam dua edisi Piala Dunia sebelumnya, Die Mannschaft akhirnya kembali menunjukkan kapasitas sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia.

Dengan tiga tiket fase gugur yang sudah terisi, persaingan memperebutkan tempat tersisa di babak 32 besar dipastikan akan semakin sengit dalam beberapa hari ke depan.

Daftar Tim yang Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026:

  1. Meksiko
  2. Amerika Serikat
  3. Jerman