RD Kongo hingga Tanjung Verde Ukir Sejarah, Ini Daftar Tim Lolos 32 Besar

SEPUCUKJAMBI.ID – Babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 semakin mendekati akhir dan peta persaingan menuju fase gugur mulai terbentuk.

Hingga Minggu 28 Juni 2026, sebanyak 32 negara dipastikan lolos ke babak 32 besar, termasuk beberapa kejutan besar dari wakil Afrika seperti RD Kongo, Tanjung Verde, Senegal, Mesir, Pantai Gading, dan Afrika Selatan.

Format baru turnamen yang meloloskan 32 tim terdiri dari juara grup, runner-up, dan delapan peringkat ketiga terbaik membuat persaingan tetap terbuka hingga laga terakhir.

RD Kongo dan Tanjung Verde Ukir Sejarah

Salah satu sorotan terbesar datang dari Afrika.

RD Kongo berhasil lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya setelah menang 3-1 atas Uzbekistan dan finis sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.

Sementara itu, Tanjung Verde juga mencatat sejarah debut luar biasa dengan lolos dari Grup H tanpa kekalahan.

Raksasa Dunia Lolos Mulus

Sejumlah tim unggulan juga memastikan tiket lebih cepat, di antaranya:

  • Brasil
  • Argentina
  • Prancis
  • Inggris
  • Jerman
  • Spanyol
  • Belanda
  • Belgia

Sebagian besar dari mereka bahkan lolos sebagai juara grup dengan performa dominan.

Rekap Singkat Hasil Grup

Grup A

  • Meksiko juara grup (sempurna)
  • Afrika Selatan runner-up
  • Korea Selatan tersingkir

Grup B

  • Swiss juara grup
  • Kanada runner-up
  • Bosnia & Herzegovina lolos via peringkat tiga terbaik

Grup C

  • Brasil & Maroko lolos
  • Skotlandia peringkat ketiga

Grup D

  • Amerika Serikat juara grup
  • Australia runner-up

Grup E

  • Jerman juara grup
  • Pantai Gading & Ekuador lolos

Grup F

  • Belanda juara grup
  • Jepang & Swedia lolos

Grup G

  • Belgia juara grup
  • Mesir runner-up

Grup H

  • Spanyol juara grup
  • Tanjung Verde runner-up (sejarah debut)

Grup I

  • Prancis juara grup
  • Norwegia & Senegal lolos

Grup J

  • Argentina sempurna (9 poin)
  • Austria & Aljazair lolos

Grup K

  • Kolombia juara grup
  • Portugal runner-up
  • RD Kongo lolos via peringkat tiga terbaik

Grup L

  • Inggris juara grup
  • Kroasia runner-up
  • Ghana lolos via peringkat tiga terbaik

Daftar Lengkap 32 Tim Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026

  • Meksiko
  • Afrika Selatan
  • Swiss
  • Kanada
  • Brasil
  • Maroko
  • Amerika Serikat
  • Australia
  • Jerman
  • Pantai Gading
  • Belanda
  • Jepang
  • Swedia
  • Belgia
  • Mesir
  • Spanyol
  • Tanjung Verde
  • Prancis
  • Norwegia
  • Senegal
  • Argentina
  • Austria
  • Aljazair
  • Kolombia
  • Portugal
  • Inggris
  • Kroasia
  • RD Kongo
  • Bosnia & Herzegovina
  • Ekuador
  • Ghana
  • Paraguay.(*)



Turki Dipastikan Tersingkir! Paraguay Menang Tipis dalam Duel Sengit Grup D

SEPUUCKJAMBI.ID – Turki harus menelan hasil pahit di matchday kedua Grup D Piala Dunia 2026 setelah kalah tipis 0-1 dari Paraguay di San Francisco Bay Area Stadium, California, Amerika Serikat, Sabtu 20 Juni 2026 pagi WIB.

Pertandingan berlangsung dalam tensi tinggi sejak awal hingga akhir.

Duel keras kedua tim bahkan diwarnai kartu merah untuk Miguel Almirón serta kartu kuning yang diterima pelatih Turki, Vincenzo Montella, akibat protes keras terhadap keputusan wasit.

Meski unggul jumlah pemain di momen tertentu, Turki gagal memanfaatkan situasi tersebut.

Paraguay justru tampil lebih efektif lewat gol cepat Matías Galarza yang menjadi pembeda laga.

Hasil ini membuat Paraguay mengoleksi tiga poin dari dua pertandingan dan menempati posisi kedua klasemen sementara Grup D.

Sementara itu, Turki berada di dasar klasemen tanpa poin dan dipastikan tersingkir lebih awal dari turnamen.

Jalannya Pertandingan

Paraguay langsung mengejutkan Turki ketika laga baru berjalan dua menit.

Berawal dari situasi bola atas, Matías Galarza mengontrol bola di depan kotak penalti sebelum melepaskan tembakan kaki kiri terarah ke sudut bawah gawang untuk membawa Paraguay unggul 1-0.

Dua menit berselang, Galarza kembali menjadi sorotan setelah diganjar kartu kuning akibat pelanggaran keras di lini tengah.

Turki mencoba merespons cepat. Peluang emas hadir pada menit ke-13 ketika Kerem Aktürkoğlu mengirim umpan tarik, namun sepakan Arda Güler masih melambung jauh.

Tekanan Turki semakin intens di pertengahan babak pertama. Kenan Yıldız hampir menyamakan kedudukan lewat situasi sepak pojok, tetapi tembakannya berhasil digagalkan kiper Paraguay.

Tak lama kemudian, sundulan Mert Müldür hanya membentur tiang gawang.

Paraguay juga sempat mengancam lewat serangan balik cepat, sebelum drama besar terjadi di masa injury time babak pertama.

Miguel Almirón menerima kartu merah langsung pada menit 45+3 setelah pelanggaran keras yang memicu protes panjang. Babak pertama ditutup dengan skor 0-1.

Babak Kedua: Turki Menekan, Paraguay Bertahan

Turki langsung mengambil inisiatif serangan di babak kedua. Menit ke-47, Merih Demiral mencoba peruntungan lewat tembakan jarak jauh, namun masih bisa diamankan kiper Orlando Gill.

Peluang demi peluang terus datang. Kenan Yıldız kembali mengancam, tetapi sepakannya hanya mengenai sisi luar gawang.

Hakan Çalhanoğlu juga gagal memaksimalkan peluang emas pada menit ke-58 setelah tembakan jarak dekatnya melambung.

Paraguay sempat membalas lewat serangan cepat yang dipimpin Miguel Almirón dan Julio Enciso, namun lini belakang Turki masih cukup sigap.

Memasuki 15 menit akhir, Turki menggempur habis pertahanan Paraguay.

Beberapa peluang dari Abdülkerim Bardakcı dan Semih Kılıçsoy berhasil digagalkan oleh penampilan gemilang kiper Gill serta blok krusial Gustavo Gómez.

Hingga peluit panjang berbunyi pada menit 90+7, Turki gagal mencetak gol penyeimbang dan harus menerima kekalahan kedua mereka di fase grup.

KLASEMEN SEMENTARA GRUP D

  • Amerika Serikat (6 poin)
  • Paraguay (3 poin)
  • Australia (3 poin)
  • Turki (0 poin)

Susunan pemain

Turki (4-2-3-1):
Çakır; Kadioglu, Bardakcı, Demiral, Müldür; Çalhanoğlu, Yüksek; Yıldız, Güler, Akgün; Aktürkoğlu
Pelatih: Vincenzo Montella

Paraguay (4-4-2):
Gill; Alonso, Alderete, Gómez, Cáceres; Almirón, Galarza, Cubas, Gómez; Enciso, Pitta
Pelatih: Gustavo Alfaro(*)




Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026: Dini Hari Nanti Belanda vs Swedia, Besok Jepang vs Tunisia

SEPUCUKJAMBI.ID – Persaingan di fase grup Piala Dunia 2026 terus memanas seiring berjalannya pertandingan di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Sejumlah hasil mengejutkan mulai tercipta, sementara beberapa laga besar masih akan menentukan nasib tim di klasemen.

Salah satu laga yang paling disorot pada matchday 2 adalah duel Spanyol vs Arab Saudi di Grup H yang akan digelar di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, pada Minggu 21 Juni 2026 pukul 23.00 WIB.

Spanyol datang dengan tekanan besar setelah hanya bermain imbang tanpa gol melawan Cape Verde di laga pembuka.

Performa lini serang La Roja menjadi sorotan karena gagal memaksimalkan dominasi penguasaan bola dalam beberapa laga terakhir, termasuk saat uji coba sebelum turnamen.

Di sisi lain, Arab Saudi tampil lebih percaya diri usai menahan Uruguay 1-1. Hasil tersebut membuat The Green Falcons dipandang sebagai tim yang berpotensi memberi kejutan di grup ini.

HASIL SEMENTARA PIALA DUNIA 2026

Sejumlah pertandingan fase grup telah selesai dimainkan di berbagai grup, dengan beberapa tim unggulan mulai menunjukkan dominasi seperti Brasil, Jerman, dan Inggris.

Brasil sendiri tampil meyakinkan di Grup C setelah menang 3-0 atas Haiti, sementara Maroko dan Skotlandia juga bersaing ketat di papan atas grup yang sama.

HASIL & JADWAL PERTANDINGAN GRUP:

GRUP A

Hasil:

  • Meksiko 1-0 Afrika Selatan
  • Korea Selatan 1-2 Republik Ceko
  • Republik Ceko 1-1 Afrika Selatan
  • Meksiko 1-0 Korea Selatan

Jadwal Selanjutnya:

  • Republik Ceko vs Meksiko — Kamis, 25 Juni 2026 pukul 08.00 WIB
  • Afrika Selatan vs Korea Selatan — Kamis, 25 Juni 2026 pukul 08.00 WIB

GRUP B

Hasil:

  • Kanada 1-1 Bosnia & Herzegovina
  • Qatar 1-1 Swiss
  • Swiss 4-1 Bosnia & Herzegovina
  • Kanada 6-0 Qatar

Jadwal Selanjutnya:

  • Swiss vs Kanada — Kamis, 25 Juni 2026 pukul 02.00 WIB
  • Bosnia & Herzegovina vs Qatar — Kamis, 25 Juni 2026 pukul 02.00 WIB

GRUP C

Hasil:

  • Brasil 1-1 Maroko
  • Haiti 0-1 Skotlandia
  • Skotlandia 0-1 Maroko
  • Brasil 3-0 Haiti

Jadwal Selanjutnya:

  • Skotlandia vs Brasil — Kamis, 25 Juni 2026 pukul 05.00 WIB
  • Maroko vs Haiti — Kamis, 25 Juni 2026 pukul 05.00 WIB

GRUP D

Hasil:

  • Amerika Serikat 4-1 Paraguay
  • Australia 2-0 Turki
  • Amerika Serikat 2-0 Australia
  • Turki 0-1 Paraguay

Jadwal Selanjutnya:

  • Turki vs Amerika Serikat — Jumat, 26 Juni 2026 pukul 09.00 WIB
  • Paraguay vs Australia — Jumat, 26 Juni 2026 pukul 09.00 WIB

GRUP E

Hasil:

  • Jerman 7-1 Curaçao
  • Pantai Gading 1-0 Ekuador

Jadwal Selanjutnya:

  • Jerman vs Pantai Gading — Minggu, 21 Juni 2026 pukul 03.00 WIB
  • Ekuador vs Curaçao — Minggu, 21 Juni 2026 pukul 07.00 WIB
  • Curaçao vs Pantai Gading — Jumat, 26 Juni 2026 pukul 03.00 WIB
  • Ekuador vs Jerman — Jumat, 26 Juni 2026 pukul 03.00 WIB

GRUP F

Hasil:

  • Belanda 2-2 Jepang
  • Swedia 5-1 Tunisia

Jadwal Selanjutnya:

  • Belanda vs Swedia — Minggu, 21 Juni 2026 pukul 01.00 WIB
  • Tunisia vs Jepang — Minggu, 21 Juni 2026 pukul 11.00 WIB
  • Jepang vs Swedia — Jumat, 26 Juni 2026 pukul 06.00 WIB
  • Tunisia vs Belanda — Jumat, 26 Juni 2026 pukul 06.00 WIB

GRUP G

Hasil:

  • Belgia 1-1 Mesir
  • Iran 2-2 Selandia Baru

Jadwal Selanjutnya:

  • Belgia vs Iran — Senin, 22 Juni 2026 pukul 02.00 WIB
  • Selandia Baru vs Mesir — Senin, 22 Juni 2026 pukul 08.00 WIB
  • Mesir vs Iran — Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 10.00 WIB
  • Selandia Baru vs Belgia — Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 10.00 WIB

GRUP H

Hasil:

  • Spanyol 0-0 Tanjung Verde
  • Arab Saudi 1-1 Uruguay

Jadwal Selanjutnya:

  • Spanyol vs Arab Saudi — Minggu, 21 Juni 2026 pukul 23.00 WIB
  • Uruguay vs Tanjung Verde — Selasa, 23 Juni 2026 pukul 05.00 WIB
  • Tanjung Verde vs Arab Saudi — Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 07.00 WIB
  • Uruguay vs Spanyol — Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 07.00 WIB

GRUP I

Hasil:

  • Prancis 3-1 Senegal
  • Irak 1-4 Norwegia

Jadwal Selanjutnya:

  • Prancis vs Irak — Selasa, 23 Juni 2026 pukul 04.00 WIB
  • Norwegia vs Senegal — Selasa, 23 Juni 2026 pukul 07.00 WIB
  • Norwegia vs Prancis — Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 02.00 WIB
  • Senegal vs Irak — Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 02.00 WIB

GRUP J

Hasil:

  • Argentina 3-0 Aljazair
  • Austria 3-1 Yordania

Jadwal Selanjutnya:

  • Argentina vs Austria — Senin, 22 Juni 2026 pukul 01.00 WIB
  • Yordania vs Aljazair — Senin, 22 Juni 2026 pukul 10.00 WIB
  • Aljazair vs Austria — Minggu, 28 Juni 2026 pukul 09.00 WIB
  • Yordania vs Argentina — Minggu, 28 Juni 2026 pukul 09.00 WIB

GRUP K

Hasil:

  • Portugal 1-1 Kongo
  • Uzbekistan 1-3 Kolombia

Jadwal Selanjutnya:

  • Portugal vs Uzbekistan — Rabu, 24 Juni 2026 pukul 00.00 WIB
  • Kolombia vs Kongo — Rabu, 24 Juni 2026 pukul 10.00 WIB
  • Kolombia vs Portugal — Minggu, 28 Juni 2026 pukul 06.30 WIB
  • Kongo vs Uzbekistan — Minggu, 28 Juni 2026 pukul 06.30 WIB

GRUP L

Hasil:

  • Inggris 4-2 Kroasia
  • Ghana 1-0 Panama

Jadwal Selanjutnya:

  • Inggris vs Ghana — Rabu, 24 Juni 2026 pukul 03.00 WIB
  • Panama vs Kroasia — Rabu, 24 Juni 2026 pukul 06.00 WIB
  • Kroasia vs Ghana — Minggu, 28 Juni 2026 pukul 04.00 WIB
  • Panama vs Inggris — Minggu, 28 Juni 2026 pukul 04.00 WIB

JADWAL FASE GUGUR

  • 32 Besar: 29 Juni – 4 Juli 2026
  • 16 Besar: 5 – 8 Juli 2026
  • Perempat Final: 10 – 12 Juli 2026
  • Semifinal: 15 – 16 Juli 2026
  • Perebutan tempat ketiga: 19 Juli 2026
  • Final: 20 Juli 2026.(*)



Swiss Selangkah ke Fase Gugur, Hancurkan Bosnia dan Herzegovina 4-1

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Swiss menunjukkan kualitas dan kedalaman skuadnya saat menundukkan Bosnia dan Herzegovina dengan skor telak 4-1 pada laga kedua Grup B Piala Dunia 2026 di SoFi Stadium, Jumat 19 Juni 2026 dini hari WIB.

Kemenangan tersebut tidak diraih dengan mudah. Selama lebih dari satu jam pertandingan, Swiss dibuat kesulitan menembus pertahanan disiplin Bosnia.

Namun perubahan strategi dan masuknya sejumlah pemain pengganti menjadi titik balik yang mengubah jalannya laga.

Sosok yang paling mencuri perhatian adalah Johan Manzambi. Pemain yang baru masuk pada menit ke-71 itu langsung memberikan dampak instan dengan mencetak dua gol dan satu assist dalam waktu kurang dari 20 menit.

Swiss sebenarnya tampil dominan sejak peluit awal dibunyikan. Granit Xhaka mengendalikan tempo permainan dari lini tengah.

Sementara Dan Ndoye dan Breel Embolo beberapa kali menciptakan ancaman di area pertahanan Bosnia.

Meski menguasai jalannya pertandingan, Swiss gagal mengonversi sejumlah peluang menjadi gol.

Bosnia yang lebih banyak bertahan mampu meredam serangan lawan dan sesekali mengancam melalui skema serangan balik yang dipimpin Edin Dzeko.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-74. Manzambi menyambut bola di dalam kotak penalti dan melepaskan tendangan voli keras yang gagal diantisipasi kiper Bosnia, Nikola Vasilj.

Gol tersebut mengubah momentum pertandingan. Bosnia yang berusaha keluar menyerang justru mendapat pukulan tambahan setelah Tarik Muharemovic diganjar kartu merah pada menit ke-80 akibat pelanggaran terhadap Embolo yang sedang dalam posisi berbahaya.

Unggul jumlah pemain membuat Swiss semakin leluasa menguasai pertandingan.

Sepuluh menit terakhir menjadi mimpi buruk bagi Bosnia. Ruben Vargas menggandakan keunggulan Swiss pada menit ke-84 setelah memanfaatkan kombinasi apik bersama Manzambi dan Embolo.

Manzambi kembali menunjukkan ketajamannya pada menit ke-90 dengan mencetak gol kedua sekaligus membawa Swiss unggul 3-0.

Bosnia sempat memperkecil ketertinggalan melalui tendangan voli Ermin Mahmic pada masa injury time.

Namun gol tersebut hanya menjadi pelipur lara karena Swiss kembali menjauh lewat penalti Granit Xhaka pada menit ke-90+7.

Skor 4-1 bertahan hingga pertandingan berakhir.

Hasil ini membawa Swiss ke posisi teratas Grup B dengan koleksi empat poin dan membuka peluang besar untuk melangkah ke fase gugur.

Sebaliknya, Bosnia dan Herzegovina berada dalam tekanan dan wajib meraih hasil maksimal pada pertandingan terakhir jika ingin menjaga asa bertahan di turnamen.

Pada laga penentuan nanti, Swiss akan menghadapi Kanada, sementara Bosnia dan Herzegovina dijadwalkan bertemu Qatar dalam duel hidup-mati Grup B.(*)




Drama Injury Time! Ghana Bekuk Panama dan Tempel Inggris di Grup L

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Ghana mengawali langkah mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan dramatis setelah menundukkan Panama 1-0 pada laga perdana Grup L di Toronto Stadium, Kanada, Kamis 18 Juni 2026 pagi WIB.

Saat pertandingan tampak akan berakhir tanpa pemenang, Ghana justru menemukan momen penentu pada masa injury time.

Caleb Yirenkyi muncul sebagai pahlawan dengan mencetak gol kemenangan pada menit ke-90+5 dan mengamankan tiga poin berharga bagi The Black Stars.

Hasil ini membuat Ghana langsung menempel Inggris di papan atas klasemen sementara Grup L dengan koleksi tiga poin.

Sementara Panama harus puas pulang tanpa poin meski tampil kompetitif sepanjang pertandingan.

Sejak peluit awal dibunyikan, duel berlangsung ketat dan penuh kehati-hatian. Panama bahkan mampu tampil lebih berani pada babak pertama dan beberapa kali membuat pertahanan Ghana bekerja keras.

Peluang berbahaya pertama lahir ketika Cecilio Waterman menyambut umpan Amir Murillo pada menit kedua.

Beruntung bagi Ghana, kiper Lawrence Ati Zigi tampil sigap untuk menggagalkan ancaman tersebut.

Sepanjang babak pertama, Panama terlihat lebih nyaman menguasai ritme permainan. Sebaliknya, Ghana kesulitan mengembangkan permainan dan gagal memaksimalkan potensi lini serangnya.

Andre Ayew sempat terjatuh dalam duel udara pada menit ke-23 yang membuat pertandingan terhenti sejenak.

Namun setelah laga dilanjutkan, kedua tim tetap kesulitan menciptakan peluang bersih.

Kesempatan terbaik Panama di babak pertama hadir melalui Jiovany Ramos pada menit ke-37.

Sayangnya, tembakan keras dari luar kotak penalti masih melambung di atas mistar gawang.

Hingga turun minum, skor kacamata tetap bertahan.

Memasuki babak kedua, Ghana mulai menunjukkan perubahan permainan. Intensitas serangan meningkat dan mereka lebih berani menekan pertahanan Panama.

Peluang pertama Ghana yang mengarah ke gawang tercipta pada menit ke-48 melalui sundulan Jonas Adjetey. Namun upaya tersebut masih terlalu mudah diamankan Orlando Mosquera.

Panama tidak tinggal diam. Pada menit ke-60, Cristian Martinez nyaris membawa timnya unggul setelah berhasil menembus sisi kanan pertahanan Ghana.

Akan tetapi, tembakannya hanya mengenai sisi luar jaring.

Pertandingan kemudian berlangsung semakin terbuka. Kedua tim saling bergantian melancarkan serangan demi mencari gol pembuka.

Antoine Semenyo menjadi pemain yang paling aktif mengancam pertahanan Panama.

Winger Ghana itu beberapa kali menciptakan peluang berbahaya, termasuk umpan matang yang hampir diselesaikan Andre Ayew sebelum digagalkan tekel heroik Ramos.

Ketika laga memasuki menit-menit akhir, kedua tim tampak mulai menerima kemungkinan berbagi angka. Namun Ghana memiliki rencana berbeda.

Pada menit ke-90+5, Semenyo kembali menjadi aktor utama serangan. Ia mengalirkan bola kepada Brandon Thomas-Asante di sisi kiri yang kemudian mengirim umpan ke depan gawang.

Caleb Yirenkyi yang datang tanpa kawalan langsung menyambar bola dan mengirimkannya ke dalam gawang Panama.

Gol tersebut memecah kebuntuan sekaligus memicu selebrasi besar para pemain Ghana.

Panama berusaha merespons pada sisa waktu pertandingan, tetapi pertahanan Ghana mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Ghana dalam persaingan Grup L yang diprediksi berlangsung ketat.

Selain meraih tiga poin, kemenangan lewat gol telat juga dapat meningkatkan kepercayaan diri skuad asuhan Carlos Queiroz menghadapi laga berikutnya.

Sebaliknya, Panama harus segera bangkit. Meski kalah, penampilan disiplin dan organisasi permainan yang mereka tunjukkan sepanjang pertandingan menjadi sinyal bahwa mereka masih berpotensi memberikan kejutan pada laga-laga selanjutnya.

Dengan hasil ini, Inggris dan Ghana sama-sama mengoleksi tiga poin, sementara Panama dan Kroasia masih belum mendapatkan angka.

Persaingan menuju babak gugur di Grup L pun dipastikan semakin menarik.(*)




Pesta Gol di Arlington! Inggris Tundukkan Kroasia 4-2 dan Puncaki Grup L

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Inggris mengirim pesan kuat kepada para pesaingnya di Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Kroasia dengan skor 4-2 pada laga pembuka Grup L di AT&T Stadium, Arlington, Kamis 18 Juni 2026 dini hari WIB.

Dalam pertandingan yang berlangsung terbuka dan sarat drama, The Three Lions menunjukkan ketajaman lini depan sekaligus karakter kuat untuk bangkit setiap kali mendapat tekanan.

Harry Kane menjadi motor kemenangan Inggris lewat dua gol, sementara Jude Bellingham dan Marcus Rashford turut menyumbang gol penting.

Hasil ini mengantar skuad asuhan Thomas Tuchel meraih tiga poin pertama sekaligus memimpin klasemen sementara Grup L.

Inggris sebenarnya sempat dibuat bekerja keras oleh perlawanan Kroasia yang dua kali berhasil menyamakan kedudukan.

Namun kualitas individu dan kedalaman skuad menjadi pembeda pada paruh kedua pertandingan.

The Three Lions membuka keunggulan pada menit ke-12 melalui eksekusi penalti Harry Kane.

Tendangan pertama sang kapten sempat digagalkan Dominik Livakovic, tetapi wasit memerintahkan penalti diulang karena kiper Kroasia dianggap bergerak lebih cepat dari garis gawang.

Pada kesempatan kedua, Kane sukses menjalankan tugasnya.

Meski tertinggal, Kroasia tidak kehilangan kepercayaan diri. Tim yang diperkuat sejumlah pemain berpengalaman itu mampu menyamakan skor pada menit ke-36 melalui Martin Baturina.

Gol tersebut berawal dari kesalahan Inggris saat kehilangan bola di area tengah lapangan.

Saat laga tampak akan berakhir imbang hingga jeda, Kane kembali menunjukkan insting predatornya.

Penyerang Bayern Munchen itu menyambut sepak pojok Declan Rice dengan sundulan tajam yang membawa Inggris unggul 2-1 pada menit ke-42.

Namun keunggulan tersebut kembali sirna di masa injury time babak pertama. Petar Musa memanfaatkan umpan sundulan Ivan Perisic untuk mencetak gol penyeimbang dan membuat skor berubah menjadi 2-2.

Babak pertama yang berlangsung sengit menjadi bukti bahwa Kroasia belum kehilangan daya saing meski menghadapi salah satu favorit juara.

Memasuki babak kedua, Thomas Tuchel tampaknya berhasil memberikan instruksi yang tepat kepada para pemainnya.

Baru dua menit setelah kick-off, Jude Bellingham membawa Inggris kembali unggul.

Gelandang Real Madrid itu melakukan penetrasi dari sisi kanan sebelum melepaskan tembakan akurat yang gagal dihentikan Livakovic.

Gol cepat tersebut mengubah momentum pertandingan dan membuat Inggris tampil semakin percaya diri.

Setelah memimpin 3-2, Inggris meningkatkan intensitas serangan. Kroasia lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik untuk mencuri peluang.

Livakovic menjadi salah satu alasan Kroasia tetap bertahan dalam pertandingan. Kiper berusia 31 tahun itu beberapa kali melakukan penyelamatan penting dari peluang Bellingham, Declan Rice, hingga O’Reilly.

Pelatih Kroasia mencoba mengubah keadaan dengan memasukkan Mateo Kovacic menggantikan Luka Modric pada menit ke-60. Namun perubahan itu belum cukup untuk meredam dominasi Inggris.

Gol penutup akhirnya hadir lima menit sebelum waktu normal berakhir. Kombinasi apik Bukayo Saka dan Djed Spence menghasilkan peluang matang yang diselesaikan dengan tenang oleh Marcus Rashford.

Gol tersebut memastikan kemenangan Inggris sekaligus menutup laga dengan skor 4-2.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Inggris dalam persaingan menuju fase gugur.

Selain meraih tiga poin, performa ofensif yang diperlihatkan Kane, Bellingham, dan Rashford menunjukkan bahwa The Three Lions memiliki amunisi lengkap untuk bersaing memperebutkan gelar juara.

Di sisi lain, Kroasia harus segera berbenah jika tidak ingin kehilangan peluang lolos dari fase grup.

Meski mampu dua kali menyamakan kedudukan, rapuhnya pertahanan saat menghadapi tekanan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

Pada laga berikutnya, Inggris akan menghadapi Ghana dalam pertandingan yang berpotensi mengamankan tiket ke babak selanjutnya.

Sementara Kroasia wajib meraih hasil positif saat menghadapi Panama untuk menjaga asa tetap hidup di Piala Dunia 2026.(*)




Gol Wissa Bungkam Dominasi Portugal, Ronaldo Cs Hanya Raih Satu Poin

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Portugal gagal mengawali kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan setelah ditahan Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) 1-1 pada laga pembuka Grup K di NRG Stadium, Houston, Kamis 18 Juni 2026 dini hari WIB.

Hasil ini menjadi salah satu kejutan awal turnamen. Portugal yang tampil dominan sejak menit pertama justru kehilangan dua poin setelah gagal mempertahankan keunggulan yang sudah diraih sejak awal pertandingan.

Selecao sempat berada di atas angin ketika Joao Neves membuka keunggulan pada menit keenam.

Memanfaatkan umpan silang Pedro Neto dari sisi kiri, gelandang muda Portugal itu menyundul bola tanpa kawalan untuk menggetarkan gawang RD Kongo.

Gol cepat tersebut membuat Portugal diperkirakan mampu mengendalikan jalannya pertandingan. Namun kenyataan di lapangan berbicara lain.

Tim asuhan Roberto Martinez memang mendominasi penguasaan bola, tetapi kesulitan menciptakan peluang bersih yang benar-benar membahayakan gawang Dimitry Bertaud Mpasi.

Sebaliknya, RD Kongo menunjukkan disiplin bertahan yang solid sembari menunggu kesempatan melalui serangan balik dan situasi bola mati.

Momentum penting terjadi pada penghujung babak pertama. Saat Portugal berusaha mempertahankan keunggulan hingga turun minum, RD Kongo justru berhasil mencuri gol penyama kedudukan.

Berawal dari skema sepak pojok pendek, Arthur Masuaku mengirim umpan akurat yang disambut sundulan Yoane Wissa.

Bola meluncur ke gawang Portugal dan membuat skor berubah menjadi 1-1 pada menit 45+5.

Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Portugal yang sebelumnya tampil nyaman sepanjang babak pertama.

Memasuki paruh kedua, Roberto Martinez melakukan sejumlah perubahan untuk meningkatkan daya serang.

Francisco Conceicao, Rafael Leao, Nelson Semedo, hingga Goncalo Ramos dimasukkan untuk membongkar pertahanan rapat RD Kongo.

Portugal sempat merayakan gol pada menit ke-54 melalui aksi akrobatik Joao Cancelo.

Namun kegembiraan itu tidak berlangsung lama setelah VAR memastikan Cancelo lebih dulu berada dalam posisi offside.

Cristiano Ronaldo juga memperoleh peluang emas pada menit ke-69. Sayangnya, penyelesaian akhir sang kapten masih melebar dari sasaran sehingga Portugal kembali gagal memimpin.

Meski terus menekan hingga menit-menit akhir, Portugal tidak mampu menemukan celah untuk mencetak gol kedua.

Pertahanan disiplin RD Kongo berhasil mematahkan berbagai upaya Selecao hingga peluit panjang dibunyikan.

Selain hasil yang mengecewakan, pertandingan ini juga menjadi momen bersejarah bagi Cristiano Ronaldo.

Penyerang berusia 41 tahun itu mencatat penampilan keenamnya di putaran final Piala Dunia, sebuah pencapaian langka dalam sejarah sepak bola dunia.

Namun rekor tersebut belum mampu dilengkapi dengan kemenangan.

Tambahan satu poin membuat Portugal dan RD Kongo sama-sama mengoleksi satu angka di klasemen sementara Grup K.

Hasil ini membuat persaingan grup semakin terbuka, terlebih Kolombia dan Uzbekistan belum memainkan laga pertama mereka.

Pada pertandingan berikutnya, Portugal akan menghadapi Uzbekistan dalam laga yang berpotensi menentukan peluang lolos ke fase gugur.

Sementara RD Kongo akan mencoba melanjutkan momentum positif saat berhadapan dengan Kolombia.

Bagi Portugal, hasil imbang ini menjadi peringatan bahwa status unggulan tidak menjamin kemenangan di Piala Dunia.

Sementara bagi RD Kongo, satu poin dari laga melawan Portugal menjadi modal berharga untuk menjaga asa melangkah lebih jauh di turnamen ini.(*)




Drama VAR Warnai Duel Korea Selatan vs Ceko, Taeguk Warriors Menang 2-1

SEPUCUKJAMBI.ID – Korea Selatan membuka kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan penting setelah menundukkan Republik Ceko 2-1 dalam laga Grup A yang berlangsung di Estadio Guadalajara, Jumat 12 Juni 2026.

Kemenangan ini diraih dengan cara yang tidak mudah.

Sempat tertinggal lebih dulu di babak kedua, Taeguk Warriors mampu bangkit dan membalikkan keadaan melalui gol Hwang In-beom dan Oh Hyeon-gyu.

Tambahan tiga poin membuat Korea Selatan langsung bersaing di papan atas klasemen Grup A.

Tim asuhan Hong Myung-bo kini menempati posisi kedua, hanya kalah selisih gol dari Meksiko yang sebelumnya mengalahkan Afrika Selatan 2-0.

Sejak menit awal pertandingan, Korea Selatan tampil dominan dan berusaha mengambil kendali permainan.

Son Heung-min menjadi ancaman utama bagi lini pertahanan Ceko melalui sejumlah pergerakan cepat dan kombinasi dengan Lee Jae-sung serta Lee Kang-in.

Peluang terbaik Korea Selatan di babak pertama hadir melalui Son Heung-min yang menerima umpan matang dari Lee Jae-sung.

Namun, penyelesaian akhirnya masih mampu diamankan kiper Republik Ceko, Matej Kovar.

Kovar kembali menjadi penyelamat timnya ketika menggagalkan peluang emas Lee Kang-in.

Di sisi lain, Republik Ceko memilih bermain lebih sabar dengan mengandalkan serangan balik dan disiplin menjaga area pertahanan.

Meski menguasai jalannya pertandingan, Korea Selatan gagal memecah kebuntuan hingga turun minum. Skor 0-0 bertahan sampai jeda.

Memasuki babak kedua, pola permainan tidak banyak berubah. Korea Selatan tetap mendominasi penguasaan bola, sementara Ceko menunggu kesempatan menyerang melalui transisi cepat.

Namun justru Republik Ceko yang berhasil mencuri gol lebih dulu pada menit ke-59.

Berawal dari lemparan ke dalam Vladimir Coufal, bola berhasil disambut sundulan Ladislav Krejci yang gagal diantisipasi lini belakang Korea Selatan.

Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan wakil Eropa tersebut.

Gol itu membuat Korea Selatan meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya mulai terlihat pada menit ke-67 ketika Hwang In-beom berhasil menyamakan kedudukan.

Gelandang Korea Selatan tersebut menunjukkan ketenangan luar biasa saat menerima bola di dalam kotak penalti.

Setelah mengecoh pemain bertahan dan kiper lawan, ia melepaskan tembakan akurat yang bersarang di sudut bawah gawang Ceko.

Pertandingan semakin menarik ketika Tomas Soucek sempat membawa Ceko kembali unggul pada menit ke-76 melalui sundulan memanfaatkan bola mati.

Namun setelah ditinjau melalui VAR, gol tersebut dianulir karena Soucek berada dalam posisi offside.

Keputusan itu menjadi titik balik pertandingan.

Empat menit kemudian, Korea Selatan berhasil membalikkan keadaan.

Hwang In-beom yang tampil impresif mengirimkan umpan silang terukur dari sisi kanan yang berhasil dimanfaatkan Oh Hyeon-gyu menjadi gol.

Gol tersebut memastikan Korea Selatan berbalik unggul 2-1 sekaligus membakar semangat para pemain hingga akhir laga.

Republik Ceko berupaya mencari gol penyeimbang pada sisa waktu pertandingan.

Namun pertahanan Korea Selatan mampu bertahan dengan disiplin hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Korea Selatan dalam persaingan Grup A Piala Dunia 2026.

Sementara Republik Ceko harus segera bangkit jika ingin menjaga peluang lolos ke babak gugur.

Susunan Pemain

Korea Selatan: Kim Seung-gyu; Lee Gi-hyuk, Kim Min-jae, Lee Han-beom; Lee Tae-seok, Paik Seung-ho, Hwang In-beom, Seol Young-woo; Lee Jae-sung, Son Heung-min, Lee Kang-in.

Pelatih: Hong Myung-bo.

Republik Ceko: Matej Kovar; Ladislav Krejci, Robin Hranac, Stepan Chaloupek; Jaroslav Zeleny, Lukas Sojka, Tomas Soucek, Vladimir Coufal; Pavel Sulc, Patrik Schick, Lukas Provod.

Pelatih: Miroslav Koubek.(*)




Drama Tiga Kartu Merah Warnai Laga Pembuka, Meksiko Taklukkan Afrika Selatan 2-0

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Meksiko memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil sempurna.

Bermain di hadapan pendukung sendiri di Mexico City Stadium, El Tri menundukkan Afrika Selatan dengan skor 2-0 pada laga perdana Grup A, Jumat 12 Juni 2026 dini hari WIB.

Kemenangan ini membawa Meksiko langsung memuncaki klasemen sementara Grup A dengan raihan tiga poin.

Sebaliknya, Afrika Selatan harus pulang tanpa angka setelah laga yang diwarnai tiga kartu merah tersebut.

Tampil sebagai tuan rumah, Meksiko tidak membutuhkan waktu lama untuk menunjukkan dominasi.

Tim asuhan Javier Aguirre langsung menekan sejak menit-menit awal dan hampir membuka keunggulan melalui Raul Jimenez pada menit kelima.

Namun peluang tersebut masih mampu digagalkan kiper Afrika Selatan, Ronwen Williams.

Gol yang ditunggu publik tuan rumah akhirnya hadir pada menit kesembilan.

Berawal dari kesalahan lini belakang Afrika Selatan, Erik Lira berhasil merebut bola dan menciptakan situasi berbahaya.

Julian Quinones yang berada di posisi tepat tanpa kesulitan menuntaskan peluang dan membawa Meksiko unggul 1-0.

Keunggulan tersebut membuat Meksiko semakin percaya diri.

Sementara Afrika Selatan terlihat kesulitan mengembangkan permainan dan kerap kehilangan bola di area sendiri akibat tekanan tinggi yang diterapkan El Tri.

Sepanjang babak pertama, Meksiko terus menguasai jalannya pertandingan.

Quinones hampir menggandakan keunggulan pada menit ke-19 melalui tembakan jarak jauh.

Sementara Jimenez juga dipaksa gigit jari setelah peluang emasnya pada menit ke-42 digagalkan Williams. Hingga turun minum, skor 1-0 tetap bertahan.

Memasuki babak kedua, petaka menghampiri Afrika Selatan.

Baru empat menit laga berjalan, Sphephelo Sithole mendapat kartu merah langsung setelah menjatuhkan Marcel Ruiz Gutierrez yang berada dalam posisi bebas menuju gawang.

Unggul jumlah pemain membuat Meksiko semakin leluasa mengendalikan pertandingan. Tekanan demi tekanan akhirnya berbuah gol kedua pada menit ke-67.

Aksi cerdas Julian Quinones dalam mempertahankan penguasaan bola menjadi awal terciptanya gol tersebut.

Penyerang kelahiran Kolombia itu kemudian mengalirkan bola kepada Roberto Alvarado yang bergerak di sisi kanan.

Umpan silang akurat Alvarado langsung disambut sundulan Raul Jimenez untuk mengubah skor menjadi 2-0.

Drama kembali terjadi menjelang akhir pertandingan.

Afrika Selatan harus kehilangan pemain kedua setelah wasit mengeluarkan kartu merah kepada Themba Zwane usai meninjau tayangan VAR pada menit ke-83.

Kontak terhadap wajah Roberto Alvarado dinilai sebagai tindakan kekerasan sehingga tim tamu terpaksa melanjutkan pertandingan dengan sembilan pemain.

Meski unggul dua pemain, Meksiko juga tidak sepenuhnya lepas dari masalah.

Pada masa injury time, Cesar Montes diganjar kartu merah setelah menghentikan peluang berbahaya Afrika Selatan.

Namun hingga peluit panjang berbunyi, skor 2-0 tidak berubah.

Meksiko sukses mengamankan tiga poin penting sekaligus mengirim peringatan kepada para pesaing di Grup A bahwa mereka siap menjadi salah satu kekuatan yang patut diperhitungkan pada Piala Dunia 2026.

Susunan Pemain

Meksiko: Raul Rangel; Cesar Montes, Johan Vasquez, Israel Reyes, Jesus Gallardo; Erik Lira, Alvaro Fidalgo, Brian Gutierrez; Raul Jimenez, Julian Quinones, Roberto Alvarado.

Pelatih: Javier Aguirre.

Afrika Selatan: Ronwen Williams; Aubrey Modiba, Mbekezeli Mbokazi, Nkosinathi Sibisi, Khuliso Mudau, Ime Okon; Teboho Mokoena, Sphephelo Sithole, Jayden Adams; Lyle Foster, Iqraam Rayners.

Pelatih: Hugo Broos.(*)