Kemarau Pengaruhi Pasokan, Harga Cabai hingga Bawang di Pasar Kota Jambi Merangkak Naik

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional Kota Jambi mulai menunjukkan tren kenaikan.

Cabai dan bawang menjadi komoditas yang paling mencuri perhatian setelah pasokan dari sejumlah daerah penghasil dilaporkan mulai berkurang.

Kenaikan paling terasa pada cabai rawit merah. Di Pasar Talang Banjar, harganya kini mencapai Rp80 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp70 ribu.

Cabai rawit hijau juga ikut terkerek. Komoditas tersebut naik dari Rp38 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram.

Sementara cabai merah yang sebelumnya berada di level Rp35 ribu kini mencapai Rp40 ribu per kilogram.

Tekanan harga juga terjadi pada bawang putih. Harga komoditas tersebut di Pasar Talang Banjar bergerak dari Rp30 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram.

Kenaikan harga tidak hanya terjadi di satu pasar. Pemantauan harga di Pasar Angso Duo pada Kamis 3 September 2026 mencatat bawang merah berada di kisaran Rp26 ribu per kilogram dan bawang putih Rp30 ribu.

Sementara cabai merah berada di angka Rp40 ribu per kilogram. Cabai rawit hijau sekitar Rp44 ribu dan cabai rawit merah mencapai Rp70 ribu per kilogram.

Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan dan Stabilisasi Bapokting Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi, Dadan Sulaiman, mengatakan kenaikan harga berkaitan dengan berkurangnya pasokan dari luar daerah.

Sejumlah komoditas yang dikonsumsi masyarakat Jambi memang masih mengandalkan pasokan dari daerah lain.

Ketika produksi atau distribusi dari daerah asal terganggu, dampaknya dapat langsung terasa pada harga di pasar Jambi.

“Pasokan dari luar daerah memang mulai berkurang. Ini salah satunya dipengaruhi kondisi musim kemarau yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia,” kata Dadan, Kamis 3 September 2026.

Menurutnya, berkurangnya pasokan membuat harga perolehan pedagang ikut meningkat. Kondisi tersebut kemudian diteruskan ke harga jual di pasar.

“Kalau pasokan berkurang, tentu harga perolehannya juga bisa meningkat. Itu yang kemudian berdampak terhadap harga di tingkat pasar,” ujarnya.

Artinya, pergerakan harga di pasar Jambi tidak hanya ditentukan oleh kondisi perdagangan lokal. Pasokan dari sentra produksi menjadi faktor penting yang saat ini terus dipantau pemerintah daerah.

Selain cabai dan bawang, harga sejumlah komoditas pangan lainnya juga berada pada level yang cukup tinggi.

Di Pasar Angso Duo, harga daging ayam tercatat sekitar Rp44 ribu per kilogram. Daging sapi mencapai Rp150 ribu per kilogram, sedangkan daging kerbau Rp160 ribu per kilogram.

Telur ayam ras berada di kisaran Rp1.700 per butir.

Di Pasar Talang Banjar, harga daging ayam ras juga mengalami kenaikan. Dari sebelumnya Rp40 ribu, kini menjadi Rp45 ribu per kilogram.

Meski harga ayam bergerak naik, Disperindag Kota Jambi memastikan ketersediaannya masih aman.

“Untuk stok daging ayam masih terbilang aman. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaannya,” kata Dadan.

Kenaikan harga saat ini masih menjadi perhatian Disperindag Kota Jambi. Pemantauan dilakukan di sejumlah pasar untuk melihat perkembangan harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok.

Perhatian khusus diberikan kepada komoditas yang pasokannya banyak berasal dari luar daerah, terutama cabai dan bawang.

Dadan mengatakan perkembangan harga ke depan masih sangat bergantung pada kondisi pasokan dari daerah penghasil.

“Yang kita pantau terus bagaimana perkembangan pasokan dan harga di daerah. Karena kalau pasokan dari luar daerah kembali normal, diharapkan harga di pasar juga bisa kembali stabil,” pungkasnya.

Dengan kondisi pasokan yang belum sepenuhnya stabil, harga cabai dan bawang menjadi komoditas yang patut dicermati dalam beberapa waktu ke depan.

Jika pasokan dari sentra produksi belum kembali normal, tekanan terhadap harga di pasar Jambi masih berpotensi berlanjut.(*)




Harga Cabai Fluktuatif, Disperindag Kota Jambi Pastikan Stok Aman

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Fluktuasi harga cabai kembali terjadi di pasar tradisional Kota Jambi dalam sepekan terakhir.

Setelah sempat menyentuh Rp40 ribu per kilogram, harga cabai merah kini berangsur turun dan stabil di kisaran Rp30 ribu per kilogram.

Kondisi ini masih tergolong terkendali menurut Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi.

Lonjakan harga dianggap bersifat sementara, dipicu faktor distribusi dan pasokan harian di tingkat pedagang.

Kepala Disperindag Kota Jambi, Nella Ervina, menjelaskan pihaknya rutin memantau langsung pasar tradisional untuk memastikan stok kebutuhan pokok aman dan harga tidak melonjak signifikan.

“Kenaikan harga hanya berlangsung sekitar dua hari. Saat ini harga sudah kembali normal di kisaran Rp30 ribu per kilogram. Kami terus memantau pergerakan harga dan memastikan distribusi lancar,” ujarnya.

Menurut Nella, fluktuasi harga cabai merupakan hal lazim karena dipengaruhi cuaca, kelancaran distribusi, dan pasokan dari daerah penghasil.

Untuk menjaga kestabilan, Pemkot Jambi menjalin kerja sama dengan penghasil cabai di Magelang, Jawa Tengah, dan Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

“Pasokan tambahan dari luar daerah menjadi langkah antisipasi agar stok tetap tersedia di pasar. Meski ada biaya transportasi, cara ini efektif menahan gejolak harga di konsumen,” jelasnya.

Disperindag juga mengimbau pedagang untuk tidak menimbun cabai yang bisa memicu kelangkaan dan lonjakan harga.

Dengan sinergi antara pemerintah, distributor, dan pedagang, harga cabai di Kota Jambi diharapkan tetap stabil beberapa pekan ke depan.)(*)




Inflasi Jambi Januari 2026 Capai 3,35%, Muaro Bungo Jadi Daerah Paling Terdampak

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) pada Januari 2026 sebesar 3,35 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 109,98.

Data menunjukkan kenaikan harga mulai terasa di sejumlah wilayah, terutama di Kabupaten Muaro Bungo dan Kerinci.

Inflasi tertinggi tercatat di Muaro Bungo sebesar 5,04% (IHK 111,30), sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Jambi 3,09% (IHK 109,30).

Kenaikan harga dipengaruhi oleh sembilan kelompok pengeluaran. Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya naik tertinggi 12,18%, disusul Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 11,33%.

Kelompok lain yang meningkat antara lain:

  • Makanan, Minuman, dan Tembakau: 1,40%

  • Transportasi: 1,31%

  • Rekreasi, Olahraga, dan Budaya: 2,61%

  • Pendidikan: 2,11%

  • Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran: 3,35%

Sementara itu, dua kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks:

  • Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga: -0,63%

  • Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan: -0,24%

Selain inflasi tahunan, BPS mencatat deflasi bulanan (month to month/m-to-m) sebesar 0,47%. Deflasi year to date (y-to-d) hingga Januari juga tercatat 0,47%.

Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Jambi, Susiawati Kristiarini, menjelaskan deflasi awal tahun ini menunjukkan pergerakan harga relatif positif.

Salah satu faktor utama adalah harga sejumlah komoditas pangan mulai kembali normal, seperti cabai yang sebelumnya tinggi, kini menahan inflasi karena harganya turun.

“Untuk bulan Januari ini cukup bagus karena kita memulai awal tahun dengan deflasi. Harga-harga sudah kembali normal, cabai yang sebelumnya tinggi kini justru menjadi penahan inflasi,” jelas Susiawati.

Menanggapi hal ini, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Jambi, Syamsurizal, mengatakan pemerintah daerah tengah mengantisipasi potensi lonjakan harga menjelang bulan suci Ramadan, terutama di Muaro Bungo dan Kerinci.

Pemprov Jambi telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memeriksa kondisi lapangan dan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok aman.

Rencana pengendalian harga termasuk operasi pasar di Pasar Atas Bungo dan pasar lainnya di Kabupaten Kerinci serta Muaro Bungo.

“Kita antisipasi supaya jangan terjadi kelangkaan. Stok tetap tercukupi menghadapi puasa dan Lebaran,” tegas Syamsurizal.

Dengan langkah cepat pemerintah daerah, masyarakat diharapkan tetap mendapatkan harga kebutuhan pokok stabil, meski memasuki periode konsumsi tinggi menjelang Ramadan.(*)




Harga Cabai di Kota Jambi Naik Turun, Disperindag Siap Intervensi Jelang Ramadan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi terus memantau perkembangan harga komoditas cabai di sejumlah pasar tradisional.

Saat ini, beberapa jenis cabai mengalami penurunan harga, sementara sebagian lainnya justru mengalami kenaikan akibat keterbatasan pasokan dan faktor distribusi.

Kepala Dinas Perindag Kota Jambi, Nella Ervina, mengatakan fluktuasi harga cabai tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari musim panen hingga biaya distribusi.

“Memang saat ini beberapa komoditas cabai mengalami penurunan harga, tetapi ada juga yang mengalami kenaikan. Kondisi ini terus kita pantau,” ujar Nella Ervina.

Berdasarkan pemantauan Disperindag, harga cabai rawit merah di Pasar Talang Banjar tercatat sekitar Rp58 ribu per kilogram, sementara di Pasar Angso Duo berada di kisaran Rp50 ribu per kilogram.

Kenaikan harga tersebut telah masuk dalam radar pengawasan pemerintah daerah.

“Kalau memang diperlukan, dalam beberapa waktu ke depan kita akan lakukan intervensi. Rencananya sebelum hari Senin sudah bisa dilakukan intervensi pasar,” jelasnya.

Sementara itu, harga cabai rawit hijau justru mengalami penurunan sekitar Rp2 ribu per kilogram. Untuk cabai merah, terjadi penurunan harga yang cukup signifikan.

Di Pasar Angso Duo, harga cabai merah berada di kisaran Rp25 ribu per kilogram, sedangkan di Pasar Talang Banjar sekitar Rp38 ribu per kilogram.

“Memang ada perbedaan harga yang cukup besar antar pasar, dan penurunan cabai merah ini tergolong drastis,” ungkap Nella.

Menurutnya, penurunan harga cabai merah disebabkan oleh panen yang terjadi secara bersamaan di sejumlah daerah penghasil.

Sebaliknya, kenaikan harga cabai rawit dipicu oleh berkurangnya pasokan di pasaran serta meningkatnya biaya angkutan.

“Cabai merah turun karena panen serentak, sedangkan cabai rawit naik karena pasokannya berkurang. Selain itu, ongkos distribusi juga turut mempengaruhi harga,” terangnya.

Disperindag Kota Jambi akan terus melakukan langkah antisipasi dan memantau perkembangan harga dalam beberapa hari ke depan, terutama menjelang persiapan memasuki bulan suci Ramadan.

“Kami terus berupaya mengantisipasi gejolak harga. Perkembangannya akan kita lihat dalam beberapa hari ke depan, apakah perlu dilakukan intervensi tambahan menjelang Ramadan,” tutup Nella Ervina.(*)




Satgas Pangan Polda Jambi: Stok Bawang Merah Cukup, Harga Tetap Terkendali

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Setelah melakukan pengecekan harga dan stok bawang putih di agen, Satgas Pangan Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Jambi melanjutkan pemantauan terhadap distribusi bawang merah di dua toko besar di Kota Jambi.

Kegiatan ini dilakukan pada Rabu, 5 Maret 2025, di Toko Enka Sumber Bawang dan Toko Riko Bawang, yang terletak di Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Beringin, Kecamatan Pasar, Kota Jambi.

Tujuan dari pemantauan ini adalah untuk memastikan ketersediaan stok bawang merah selama bulan Ramadan, serta untuk menghindari praktik penimbunan dan lonjakan harga yang tidak wajar di pasar.

Kombes Pol Dr. Bambang Yugo Pamungkas, Dirreskrimsus Polda Jambi, melalui Kasubdit I Indagsi AKBP Hernawan, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pengecekan, kebutuhan bawang merah di masyarakat mencapai 35.000 kilogram (35 ton) per minggu, atau sekitar 140.000 kilogram (140 ton) per bulan.

Baca juga:  Buruh Lepas Terjatuh dari Ruko dan Tersangkut Dikabel, Berikut Kronologis Lengkapnya

Baca juga:  Luka Bakar Serius, Pekerja di Kota Jambi Terjatuh dari Ruko dan Terkena Kabel Listrik

“Harga beli bawang merah di distributor berkisar antara Rp 28.000 hingga Rp 30.000 per kilogram, sedangkan harga jual di pasaran berkisar antara Rp 32.000 hingga Rp 35.000 per kilogram,” ujar AKBP Hernawan.

Menurutnya, para distributor juga sudah memastikan ketersediaan stok.

Distributor memiliki pasokan bawang merah sebanyak 3 ton yang masuk setiap dua hari sekali, dengan pemasokan terbaru dari Padang dan Garut.

Di Toko Riko Bawang, kebutuhan bawang merah per minggu tercatat sekitar 4.000 kilogram (4 ton), sementara kebutuhan per bulan mencapai 16.000 kilogram (16 ton).

Baca juga:  Polda Jambi Lakukan Sidak Pasar Tradisional Angso Duo, Harga Bahan Pokok Masih Stabil di Awal Ramadan

Baca juga:  Pastikan Kualitas BBM, Polda Jambi dan Pertamina Lakukan Pengecekan SPBU di Kota Jambi

Harga modal untuk distributor berkisar antara Rp 26.000 hingga Rp 30.000 per kilogram, dengan harga jual di pasar antara Rp 28.000 hingga Rp 32.000 per kilogram.

“Saat ini, stok yang tersedia di Toko Riko Bawang sekitar 1,4 ton, dan bawang merah masuk setiap dua hari sekali, dengan pemasokan dari Padang,” tambah Hernawan.

Hernawan menegaskan bahwa, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, stok bawang merah di Kota Jambi dalam keadaan aman, dan harga masih relatif stabil menjelang bulan Ramadan.

“Dengan hasil pengecekan ini, kami memastikan bahwa stok bawang merah aman dan harga tetap terkendali selama bulan suci Ramadan,” pungkasnya.

Baca juga:  2 Pelaku Penambang Minyak Ilegal Dicokok, Sejumlah Barang Bukti Diangkut Polda Jambi

Baca juga:  Ditpolairud Polda Jambi Teken Pakta Integritas, Komitmen Wujudkan Zona Integritas Bebas Korupsi

Pemantauan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat dan memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau selama bulan Ramadan.(*)