Pemprov Jambi Tunjuk Lion Group untuk Penerbangan Haji 2026, Ini Alasannya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.IDPemerintah Provinsi Jambi melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) memastikan proses penunjukan maskapai untuk penerbangan haji tahun 2026 segera diselesaikan.

Lion Group menjadi satu-satunya pihak yang dinilai siap menangani keberangkatan jemaah haji asal Jambi.

Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Jambi, Amrulsyah, mengungkapkan bahwa pemerintah akan menggunakan mekanisme penunjukan langsung.

Hal ini dilakukan setelah proses lelang sebelumnya tidak diikuti oleh maskapai mana pun.

Menurutnya, setelah dilakukan pendekatan lanjutan, hanya Lion Group yang menyatakan kesiapan, baik dari sisi teknis maupun non-teknis, untuk mengakomodasi penerbangan haji dalam jumlah besar.

Ia menjelaskan, kesiapan tersebut didukung oleh armada yang dimiliki Lion Group, termasuk Lion Air, Batik Air, dan Super Air Jet.

Selain armada, faktor risiko juga menjadi pertimbangan utama. Maskapai harus siap menghadapi kemungkinan keterlambatan penerbangan, termasuk skenario pemberangkatan langsung jemaah ke Tanah Suci jika terjadi kendala di daerah.

Sebanyak 3.306 jemaah haji asal Jambi dijadwalkan akan diberangkatkan melalui total 44 penerbangan pulang-pergi.

Untuk memastikan kelancaran operasional, setiap jadwal penerbangan akan didukung oleh tiga pesawat utama dan satu pesawat cadangan.

“Setiap hari akan disiapkan empat pesawat, tiga untuk keberangkatan dan satu standby sebagai antisipasi,” jelas Amrulsyah.

Dari sisi pembiayaan, Pemprov Jambi awalnya mengalokasikan anggaran sebesar Rp29,5 miliar.

Namun, terjadi peningkatan menjadi Rp41 miliar akibat kenaikan harga avtur, penambahan kuota jemaah, serta faktor risiko global.

Meski sempat mengalami kekurangan anggaran, Amrulsyah memastikan seluruh kebutuhan tetap terpenuhi berkat kebijakan dari Gubernur Jambi yang mengambil langkah untuk menutup kekurangan tersebut.

Pemerintah berharap seluruh proses pemberangkatan jemaah haji tahun 2026 dapat berjalan lancar, tepat waktu, dan aman hingga ke Tanah Suci.(*)




Kuota Haji Kota Jambi 2026 Pecah Rekor, 830 Jamaah Siap Diberangkatkan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kuota jamaah haji Kota Jambi pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Total sebanyak 830 calon jamaah haji (CJH) dipastikan akan diberangkatkan tahun ini.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Jambi, Muhammad Kholis, mengatakan jumlah tersebut merupakan yang paling besar sejak penyelenggaraan haji di Kota Jambi.

“Selama saya menjabat, kuota tahun ini menjadi yang tertinggi untuk jamaah haji Kota Jambi,” ujar Kholis.

Ia menjelaskan, ratusan calon jamaah tersebut berasal dari 11 kecamatan di Kota Jambi.

Kecamatan Kota Baru menjadi penyumbang jamaah terbanyak dengan 213 orang, disusul Jambi Selatan sebanyak 151 orang, serta Telanaipura dengan 131 orang.

Sementara itu, kecamatan lainnya masing-masing berasal dari Jambi Timur sebanyak 56 orang,  Danau Teluk 20 orang, Pelayangan 7 orang, Pasar Jambi 9 orang, Danau Sipin 50 orang, Alam Barajo 72 orang, Paal Merah 44 orang dan Jelutung 68 orang.

Dengan jumlah tersebut, Kota Jambi menjadi salah satu daerah dengan kontribusi jamaah haji terbanyak di Provinsi Jambi.

Secara keseluruhan, kuota jamaah haji Provinsi Jambi pada musim haji 2026 mencapai 3.276 orang, di luar petugas haji.

Dari sisi teknis keberangkatan, jamaah haji Kota Jambi akan diberangkatkan melalui tiga kelompok terbang (kloter).

Kota Jambi akan mengisi penuh Kloter 13, sementara jamaah lainnya akan bergabung dalam Kloter 20 dan Kloter 22.

Berdasarkan data komposisi jamaah, jumlah jamaah perempuan tercatat lebih banyak dibandingkan jamaah laki-laki.

Jamaah perempuan berjumlah 384 orang, sedangkan jamaah laki-laki sebanyak 346 orang.

Rentang usia jamaah juga cukup beragam. Jamaah termuda tercatat berusia 18 tahun, sementara jamaah tertua mencapai usia 101 tahun, mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat Kota Jambi dalam menunaikan ibadah haji.

Kholis menambahkan, hingga saat ini tidak terdapat calon jamaah yang mengundurkan diri.

Seluruh proses administrasi, termasuk pengetikan paspor, telah rampung dan saat ini tinggal menunggu tahapan penerbitan visa.(*)