Drama Injury Time! Ghana Bekuk Panama dan Tempel Inggris di Grup L

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Ghana mengawali langkah mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan dramatis setelah menundukkan Panama 1-0 pada laga perdana Grup L di Toronto Stadium, Kanada, Kamis 18 Juni 2026 pagi WIB.

Saat pertandingan tampak akan berakhir tanpa pemenang, Ghana justru menemukan momen penentu pada masa injury time.

Caleb Yirenkyi muncul sebagai pahlawan dengan mencetak gol kemenangan pada menit ke-90+5 dan mengamankan tiga poin berharga bagi The Black Stars.

Hasil ini membuat Ghana langsung menempel Inggris di papan atas klasemen sementara Grup L dengan koleksi tiga poin.

Sementara Panama harus puas pulang tanpa poin meski tampil kompetitif sepanjang pertandingan.

Sejak peluit awal dibunyikan, duel berlangsung ketat dan penuh kehati-hatian. Panama bahkan mampu tampil lebih berani pada babak pertama dan beberapa kali membuat pertahanan Ghana bekerja keras.

Peluang berbahaya pertama lahir ketika Cecilio Waterman menyambut umpan Amir Murillo pada menit kedua.

Beruntung bagi Ghana, kiper Lawrence Ati Zigi tampil sigap untuk menggagalkan ancaman tersebut.

Sepanjang babak pertama, Panama terlihat lebih nyaman menguasai ritme permainan. Sebaliknya, Ghana kesulitan mengembangkan permainan dan gagal memaksimalkan potensi lini serangnya.

Andre Ayew sempat terjatuh dalam duel udara pada menit ke-23 yang membuat pertandingan terhenti sejenak.

Namun setelah laga dilanjutkan, kedua tim tetap kesulitan menciptakan peluang bersih.

Kesempatan terbaik Panama di babak pertama hadir melalui Jiovany Ramos pada menit ke-37.

Sayangnya, tembakan keras dari luar kotak penalti masih melambung di atas mistar gawang.

Hingga turun minum, skor kacamata tetap bertahan.

Memasuki babak kedua, Ghana mulai menunjukkan perubahan permainan. Intensitas serangan meningkat dan mereka lebih berani menekan pertahanan Panama.

Peluang pertama Ghana yang mengarah ke gawang tercipta pada menit ke-48 melalui sundulan Jonas Adjetey. Namun upaya tersebut masih terlalu mudah diamankan Orlando Mosquera.

Panama tidak tinggal diam. Pada menit ke-60, Cristian Martinez nyaris membawa timnya unggul setelah berhasil menembus sisi kanan pertahanan Ghana.

Akan tetapi, tembakannya hanya mengenai sisi luar jaring.

Pertandingan kemudian berlangsung semakin terbuka. Kedua tim saling bergantian melancarkan serangan demi mencari gol pembuka.

Antoine Semenyo menjadi pemain yang paling aktif mengancam pertahanan Panama.

Winger Ghana itu beberapa kali menciptakan peluang berbahaya, termasuk umpan matang yang hampir diselesaikan Andre Ayew sebelum digagalkan tekel heroik Ramos.

Ketika laga memasuki menit-menit akhir, kedua tim tampak mulai menerima kemungkinan berbagi angka. Namun Ghana memiliki rencana berbeda.

Pada menit ke-90+5, Semenyo kembali menjadi aktor utama serangan. Ia mengalirkan bola kepada Brandon Thomas-Asante di sisi kiri yang kemudian mengirim umpan ke depan gawang.

Caleb Yirenkyi yang datang tanpa kawalan langsung menyambar bola dan mengirimkannya ke dalam gawang Panama.

Gol tersebut memecah kebuntuan sekaligus memicu selebrasi besar para pemain Ghana.

Panama berusaha merespons pada sisa waktu pertandingan, tetapi pertahanan Ghana mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Ghana dalam persaingan Grup L yang diprediksi berlangsung ketat.

Selain meraih tiga poin, kemenangan lewat gol telat juga dapat meningkatkan kepercayaan diri skuad asuhan Carlos Queiroz menghadapi laga berikutnya.

Sebaliknya, Panama harus segera bangkit. Meski kalah, penampilan disiplin dan organisasi permainan yang mereka tunjukkan sepanjang pertandingan menjadi sinyal bahwa mereka masih berpotensi memberikan kejutan pada laga-laga selanjutnya.

Dengan hasil ini, Inggris dan Ghana sama-sama mengoleksi tiga poin, sementara Panama dan Kroasia masih belum mendapatkan angka.

Persaingan menuju babak gugur di Grup L pun dipastikan semakin menarik.(*)




Pesta Gol di Arlington! Inggris Tundukkan Kroasia 4-2 dan Puncaki Grup L

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Inggris mengirim pesan kuat kepada para pesaingnya di Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Kroasia dengan skor 4-2 pada laga pembuka Grup L di AT&T Stadium, Arlington, Kamis 18 Juni 2026 dini hari WIB.

Dalam pertandingan yang berlangsung terbuka dan sarat drama, The Three Lions menunjukkan ketajaman lini depan sekaligus karakter kuat untuk bangkit setiap kali mendapat tekanan.

Harry Kane menjadi motor kemenangan Inggris lewat dua gol, sementara Jude Bellingham dan Marcus Rashford turut menyumbang gol penting.

Hasil ini mengantar skuad asuhan Thomas Tuchel meraih tiga poin pertama sekaligus memimpin klasemen sementara Grup L.

Inggris sebenarnya sempat dibuat bekerja keras oleh perlawanan Kroasia yang dua kali berhasil menyamakan kedudukan.

Namun kualitas individu dan kedalaman skuad menjadi pembeda pada paruh kedua pertandingan.

The Three Lions membuka keunggulan pada menit ke-12 melalui eksekusi penalti Harry Kane.

Tendangan pertama sang kapten sempat digagalkan Dominik Livakovic, tetapi wasit memerintahkan penalti diulang karena kiper Kroasia dianggap bergerak lebih cepat dari garis gawang.

Pada kesempatan kedua, Kane sukses menjalankan tugasnya.

Meski tertinggal, Kroasia tidak kehilangan kepercayaan diri. Tim yang diperkuat sejumlah pemain berpengalaman itu mampu menyamakan skor pada menit ke-36 melalui Martin Baturina.

Gol tersebut berawal dari kesalahan Inggris saat kehilangan bola di area tengah lapangan.

Saat laga tampak akan berakhir imbang hingga jeda, Kane kembali menunjukkan insting predatornya.

Penyerang Bayern Munchen itu menyambut sepak pojok Declan Rice dengan sundulan tajam yang membawa Inggris unggul 2-1 pada menit ke-42.

Namun keunggulan tersebut kembali sirna di masa injury time babak pertama. Petar Musa memanfaatkan umpan sundulan Ivan Perisic untuk mencetak gol penyeimbang dan membuat skor berubah menjadi 2-2.

Babak pertama yang berlangsung sengit menjadi bukti bahwa Kroasia belum kehilangan daya saing meski menghadapi salah satu favorit juara.

Memasuki babak kedua, Thomas Tuchel tampaknya berhasil memberikan instruksi yang tepat kepada para pemainnya.

Baru dua menit setelah kick-off, Jude Bellingham membawa Inggris kembali unggul.

Gelandang Real Madrid itu melakukan penetrasi dari sisi kanan sebelum melepaskan tembakan akurat yang gagal dihentikan Livakovic.

Gol cepat tersebut mengubah momentum pertandingan dan membuat Inggris tampil semakin percaya diri.

Setelah memimpin 3-2, Inggris meningkatkan intensitas serangan. Kroasia lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik untuk mencuri peluang.

Livakovic menjadi salah satu alasan Kroasia tetap bertahan dalam pertandingan. Kiper berusia 31 tahun itu beberapa kali melakukan penyelamatan penting dari peluang Bellingham, Declan Rice, hingga O’Reilly.

Pelatih Kroasia mencoba mengubah keadaan dengan memasukkan Mateo Kovacic menggantikan Luka Modric pada menit ke-60. Namun perubahan itu belum cukup untuk meredam dominasi Inggris.

Gol penutup akhirnya hadir lima menit sebelum waktu normal berakhir. Kombinasi apik Bukayo Saka dan Djed Spence menghasilkan peluang matang yang diselesaikan dengan tenang oleh Marcus Rashford.

Gol tersebut memastikan kemenangan Inggris sekaligus menutup laga dengan skor 4-2.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Inggris dalam persaingan menuju fase gugur.

Selain meraih tiga poin, performa ofensif yang diperlihatkan Kane, Bellingham, dan Rashford menunjukkan bahwa The Three Lions memiliki amunisi lengkap untuk bersaing memperebutkan gelar juara.

Di sisi lain, Kroasia harus segera berbenah jika tidak ingin kehilangan peluang lolos dari fase grup.

Meski mampu dua kali menyamakan kedudukan, rapuhnya pertahanan saat menghadapi tekanan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

Pada laga berikutnya, Inggris akan menghadapi Ghana dalam pertandingan yang berpotensi mengamankan tiket ke babak selanjutnya.

Sementara Kroasia wajib meraih hasil positif saat menghadapi Panama untuk menjaga asa tetap hidup di Piala Dunia 2026.(*)