Salurkan Santunan untuk Anak Yatim, Wabup Junaidi Mahir: Pemerintah Tidak Boleh Abai

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim di Masjid Baitul Makmur, Kecamatan Jaluko, pada Sabtu (21/2/2026) sore.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Muaro Jambi, Junaidi H. Mahir, bersama jajaran kepala OPD, Camat Jaluko, dan perangkat desa setempat.

Wakil Bupati Junaidi H. Mahir menegaskan bahwa santunan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Daerah dalam memperhatikan kelompok rentan, khususnya anak yatim.

Menurutnya, anak-anak yatim adalah tanggung jawab bersama, dan pemerintah tidak boleh mengabaikan kebutuhan mereka.

“Bantuan yang diberikan mungkin tidak besar, tapi semoga dapat memberi dukungan moral dan semangat bagi anak-anak ini. Kami ingin memastikan mereka merasa diperhatikan, jangan sampai ada anak yang merasa berjalan sendiri tanpa dukungan,” kata Junaidi.

Ia menambahkan, kegiatan sosial seperti ini tidak boleh berhenti hanya pada satu momentum.

Pemerintah ingin santunan dan pembinaan sosial menjadi program berkelanjutan, sekaligus mengajak masyarakat berperan aktif.

“Gotong royong harus terus kita hidupkan. Pemerintah punya keterbatasan, karena itu dukungan masyarakat sangat penting,” imbuhnya.

Wakil Bupati juga menekankan bahwa perhatian terhadap anak yatim merupakan investasi sosial jangka panjang.

“Kalau hari ini kita hadir untuk mereka, insyaallah ke depan mereka akan tumbuh menjadi generasi yang kuat dan mandiri,” tutupnya.

Kegiatan berlangsung sederhana dan ditutup dengan doa bersama. Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat memperkuat upaya peningkatan kesejahteraan sosial di tingkat desa.(*)




Keren! RT 11 Simpang Rimbo Jadi Percontohan Program Kampung Bahagia Tahun 2025

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., meresmikan Pendopo Bahagia hasil pembangunan Pilot Project Kampung Bahagia Tahun 2025 di RT 11, Kelurahan Simpang Rimbo, Kecamatan Alam Barajo, Sabtu malam (27/12/2025).

Program Kampung Bahagia, yang dikenal dengan skema 100 juta per RT, di RT 11 digunakan untuk pembangunan drainase sepanjang 30 meter, fasilitas olahraga, sosial, dan keagamaan.

Seluruh kegiatan pembangunan telah melalui musyawarah dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan program ini yang mampu dimanfaatkan sesuai kebutuhan warga.

“Begitu banyak manfaat dari program ini. Pelaksanaannya hampir melebihi dana yang diberikan, menunjukkan semangat gotong royong masyarakat jika diberikan tanggung jawab lebih,” ujar Maulana.

Maulana menjelaskan, pada tahun depan, program 100 juta per RT akan diperluas untuk semua RT di Kota Jambi.

Penerapannya akan dibagi menjadi dua klaster agar seluruh RT mendapatkan pembangunan secara merata.

“Ketua RT diberikan keleluasaan dalam metode maupun strategi, yang penting tetap bergotong royong,” tambahnya.

Wali Kota berharap keberhasilan pilot project di 67 RT tahun 2025 menjadi contoh bagi RT lainnya.

Program ini diharapkan dapat mempercepat akselerasi pembangunan dan memastikan tidak ada RT di Kota Jambi yang tertinggal.

Ketua FKRT Kota Jambi, Suparyono, mewakili seluruh Ketua RT, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Wali Kota.

“Ini pertama kali di Indonesia Ketua RT diberikan dana langsung untuk dikelola. Mari kita jaga amanah ini dan jalankan secara bertanggung jawab,” ujar Suparyono.

Program ini diyakini akan terus berlanjut dan membawa kebahagiaan bagi masyarakat, dengan partisipasi aktif warga dan kekompakan RT.

Acara peresmian ini turut dihadiri Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, perwakilan DPMPPA Kota Jambi, Camat Alam Barajo Iper Riyansuni beserta jajaran, Forkopimcam Kecamatan Alam Barajo, FKRT se-Kecamatan Alam Barajo, serta fasilitator dan pendamping Kampung Bahagia.(*)




Curah Hujan Tinggi di Hulu Sungai Batanghari dan Batang Tebo, Pemkab Minta Warga Waspada

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo memperketat pemantauan terhadap sungai Batanghari dan Batang Tebo menyusul tingginya curah hujan di wilayah hulu kedua sungai tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tebo, Joko Ardiawan, Sp, mengatakan pihaknya melakukan pemantauan intensif baik langsung di lapangan maupun melalui satelit.

“Berdasarkan pantauan, curah hujan di hulu kedua sungai masih tinggi. Oleh karena itu, kami menghimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai untuk siaga menghadapi banjir kiriman,” ujar Joko saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (1/12/2025).

Joko menjelaskan bahwa himbauan ini juga didukung langkah-langkah antisipatif dari Pemkab Tebo.

Bupati Tebo telah mengirimkan surat kepada seluruh kepala OPD, camat, kepala desa, dan lurah se-Kabupaten Tebo untuk meningkatkan kewaspadaan serta koordinasi dalam menghadapi potensi bencana hidro-meteorologi.

“Seluruh aparatur pemerintah, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa, termasuk relawan, diminta siaga dan memperkuat koordinasi dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana,” tambah Joko.

Selain itu, masyarakat juga diminta aktif melakukan gotong royong membersihkan parit dan saluran air di lingkungan masing-masing untuk mencegah genangan dan penyumbatan.

Joko juga mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap curah hujan ekstrem, potensi tanah longsor, angin puting beliung, serta menjaga kesehatan di tengah perubahan cuaca yang cepat.

“Kesadaran dan partisipasi masyarakat sangat penting untuk meminimalkan risiko bencana dan menjaga keselamatan,” pungkas Joko.(*)