Kemendagri Apresiasi Kota Jambi, Atas Upaya Cegah dan Tangani Stunting 2024

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi menorehkan prestasi nasional di bidang kesehatan masyarakat.

Pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Kota Jambi menerima penghargaan Kota Berkinerja Baik dalam Pencegahan dan Penanganan Stunting Tahun 2024 dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Wihaji, disaksikan oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, dalam kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 di Auditorium Dr. J. Leimena, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta.

Wali Kota Jambi, Maulana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menurunkan angka stunting di daerahnya.

Ia menegaskan, penghargaan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat.

“Penghargaan ini bukan akhir, tetapi motivasi untuk terus memperkuat langkah bersama dalam menyiapkan generasi Kota Jambi yang sehat dan berkualitas,” ujar Wali Kota Jambi, Maulana Rabu (12/11/2025).

Sebelumnya, Wali Kota Jambi, Maulana membuka kegiatan Konsolidasi Tim Pengendalian Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) Kota Jambi Tahun 2025, di Aula Bappeda Kota Jambi.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran perangkat daerah, camat se-Kota Jambi, serta para relawan Genting.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemkot Jambi dalam memperkuat koordinasi lintas sektor guna menekan angka stunting.

Ketua Pelaksana, Mulyadi, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Jambi memiliki komitmen kuat dalam menurunkan angka stunting melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), yang melibatkan ASN, dunia usaha, dan masyarakat.

“Gerakan ini merupakan wujud gotong royong sosial untuk membantu keluarga berisiko stunting,” jelas Mulyadi.

Ia menambahkan, program Genting dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2025.

Berdasarkan data per 21 Oktober 2025, dari target 1.474 sasaran, jumlah penerima bantuan telah mencapai 2.172 sasaran, melampaui target yang ditetapkan.

Maulana, menegaskan bahwa Gerakan Genting merupakan simbol gotong royong seluruh elemen masyarakat.

Bantuan untuk keluarga berisiko stunting berisi beras premium, telur, dan susu, disalurkan secara transparan dan tepat sasaran.

“Kami membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan jika ada penyaluran bantuan yang tidak tepat sasaran, tentunya dengan bukti yang valid,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Jambi, sebanyak 301 ibu hamil (5,62%) mengalami kekurangan energi kronis dan 9,72% menderita anemia.

Melalui Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal, sebanyak 1.470 penerima manfaat telah mendapatkan bantuan gizi.

Dia menambahkan, program Genting akan diperluas ke organisasi kepemudaan dan organisasi wanita agar dampaknya lebih luas.

“Langkah pencegahan harus dimulai sejak masa kehamilan agar ibu dan bayi lahir sehat, menciptakan generasi unggul bagi masa depan Kota Jambi,” pungkasnya.(*)




Komitmen Kendalikan Stunting, Wawako Diza Hazra Sebut ‘Genting’ Simbol Gotong Royong Sosial

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha secara resmi membuka kegiatan Konsolidasi Tim Pengendalian Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) Kota Jambi Tahun 2025, Rabu (29/10/2025), di Aula Bappeda Kota Jambi.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran perangkat daerah, camat se-Kota Jambi, serta para relawan Genting.

Acara ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka stunting di daerah.

Ketua Pelaksana, Mulyadi, menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Jambi terus berkomitmen menurunkan angka stunting melalui berbagai strategi terpadu.

Salah satu langkah nyata yang dilakukan yaitu Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

“Gerakan ini merupakan wujud gotong royong sosial, mengajak ASN, dunia usaha, dan masyarakat untuk bersama membantu keluarga berisiko stunting,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini berlandaskan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 dan Peraturan Wali Kota Jambi Nomor 423 Tahun 2025 tentang Pembentukan Tim Pengendali Genting.

Tujuannya, menyatukan langkah tim pengendali, mengoptimalkan peran lintas sektor, serta mengidentifikasi kendala dan solusi di tingkat kota, kecamatan, dan kelurahan.

Mulyadi memaparkan, pelaksanaan program Genting dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025.

Berdasarkan data per 21 Oktober 2025, dari target 1.474 sasaran, realisasi penerima bantuan telah mencapai 2.172 sasaran.

“Capaian kita sudah melebihi target. Ini menunjukkan pelaksanaan Gerakan Genting berjalan baik, namun upaya pencegahan stunting harus terus ditingkatkan,” katanya.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha menyebut Gerakan Genting sebagai simbol gotong royong sosial seluruh elemen masyarakat dalam menekan angka stunting di Kota Jambi.

“Paket bantuan berisi beras premium, telur, dan susu disalurkan secara terukur. Saya minta pendataan dan penyaluran dilakukan transparan dan terdokumentasi dengan baik,” tegasnya.

Diza juga menegaskan, masyarakat dapat melaporkan jika ada penyaluran bantuan yang tidak tepat sasaran, dengan catatan laporan disertai bukti yang valid agar bisa segera ditindaklanjuti.

Diza turut menyampaikan hasil intervensi bidang kesehatan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Jambi, tercatat 301 ibu hamil (5,62%) mengalami kekurangan energi kronis, sementara 9,72% mengalami anemia.

Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal telah menjangkau 1.470 penerima manfaat, terdiri atas 458 balita gizi berkurang, 411 balita berat badan kurang, 350 balita berat badan tidak naik, dan 251 ibu hamil KEK.

“Pencegahan anemia dan kekurangan energi kronis harus disertai pemeriksaan darah rutin. Puskesmas akan kami arahkan untuk pemeriksaan berkala agar kondisi ibu dan anak tetap sehat,” ujarnya.

Diza menambahkan, program Genting akan diperluas ke organisasi kepemudaan dan organisasi wanita agar dampaknya semakin besar.

“Kita ingin memastikan ibu hamil sehat agar dapat melahirkan generasi berkualitas dan bebas stunting,” pungkasnya.(*)