Main HP Maksimal Satu Jam! Ini Pesan Tegas Bunda PAUD Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Fenomena anak usia dini yang semakin bergantung pada gawai menjadi perhatian serius Bunda PAUD Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG.
Ia mengingatkan para orang tua agar tidak membiarkan anak bermain gadget terlalu lama karena dapat berdampak pada kesehatan mata, perkembangan otak, hingga kemampuan bersosialisasi.
Imbauan tersebut disampaikan Nadiyah saat membuka Lomba Egrang Batok Tingkat PAUD se-Kota Jambi Tahun 2026 yang digelar di kawasan wisata Kampoeng Radja, Sabtu pagi (17/01/2026).
“Anak-anak boleh bermain gadget, tetapi harus dibatasi. Idealnya tidak lebih dari satu jam. Jika berlebihan, bisa berdampak pada kesehatan mata dan menghambat perkembangan otak serta interaksi sosial anak,” tegas Nadiyah di hadapan orang tua dan pendamping peserta.
Menurutnya, kebiasaan bermain gadget tanpa kontrol berpotensi menurunkan aktivitas fisik anak, memicu ketergantungan, serta mengurangi kemampuan motorik dan emosional yang seharusnya berkembang optimal di usia dini.
Sebagai alternatif, Bunda PAUD Kota Jambi mendorong orang tua untuk kembali mengenalkan permainan tradisional yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga sarat nilai edukatif.
Salah satunya melalui lomba egrang batok yang melibatkan ratusan anak PAUD dari berbagai kecamatan di Kota Jambi.
“Permainan tradisional seperti egrang batok mampu melatih keseimbangan, keberanian, koordinasi gerak, dan rasa percaya diri anak. Ini juga mengajarkan anak bersabar, mengikuti aturan, dan bersosialisasi dengan teman sebaya,” ujarnya.
Lomba egrang batok tersebut diikuti oleh perwakilan PAUD dari Kecamatan Kota Baru, Pelayangan, Danau Teluk, dan Pasar.
Anak-anak tampak antusias mengikuti perlombaan yang memperebutkan Piala Bunda PAUD Kota Jambi, didampingi oleh guru dan orang tua masing-masing.
Nadiyah juga mengingatkan para orang tua agar tidak menjadikan perlombaan sebagai ajang ambisi pribadi.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini harus tetap berorientasi pada kegembiraan anak.
“Jangan sampai orang tua justru lebih kompetitif dari anaknya. Biarkan anak berekspresi dengan senang. Target utama kita bukan menang, tapi pengalaman yang menyenangkan dan membentuk karakter positif,” pesannya.
Lebih lanjut, Bunda PAUD Kota Jambi menyebut bahwa permainan tradisional dapat menstimulasi berbagai kecerdasan anak, mulai dari kinestetik, spasial, hingga interpersonal, sekaligus memperkuat nilai budaya lokal.
Dalam kesempatan itu, Nadiyah juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat layanan pendidikan anak usia dini di Kota Jambi, khususnya melalui pengembangan PAUD negeri.
“Saat ini Kota Jambi telah memiliki lima PAUD negeri dari sebelas kecamatan. Masih ada enam kecamatan lagi yang akan kita dorong agar memiliki PAUD negeri sebagai bagian dari legacy jangka panjang pendidikan anak usia dini,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Sugiono, menyatakan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan prinsip pembelajaran PAUD, yakni belajar melalui bermain.
“Anak-anak saat ini adalah generasi alfa yang tumbuh di era digital. Jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik dan permainan tradisional, mereka berisiko mengalami ketergantungan gadget. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk perkembangan holistik anak,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Jambi berharap dapat menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya keseimbangan antara teknologi dan aktivitas fisik, sekaligus membentuk generasi anak yang sehat, ceria, berkarakter, dan berbudaya.(*)
