Jangan Dianggap Buang Waktu, Ini Manfaat Melamun bagi Otak dan Mental

SEPUCUKJAMBI.ID – Melamun kerap dipersepsikan sebagai kebiasaan yang identik dengan kurang fokus atau membuang waktu.

Namun, pandangan tersebut mulai bergeser seiring berkembangnya riset di bidang psikologi dan neurosains.

Aktivitas yang dikenal sebagai daydreaming ini ternyata memiliki peran penting bagi kesehatan mental dan kinerja otak.

Saat seseorang melamun, otak tidak berada dalam kondisi pasif. Penelitian menunjukkan adanya aktivitas pada jaringan saraf yang disebut default mode network (DMN).

Jaringan ini aktif ketika pikiran tidak sedang terikat pada tugas tertentu dan berfungsi dalam refleksi diri, imajinasi, serta pemrosesan emosi.

Artinya, melamun merupakan proses alami otak untuk mengatur ulang pikiran.

Salah satu manfaat melamun yang paling terasa adalah kemampuannya meredakan stres.

Ketika pikiran dilepaskan sejenak dari tekanan pekerjaan atau rutinitas harian, tubuh cenderung memasuki kondisi lebih rileks.

Banyak psikolog menyebut kondisi ini sebagai istirahat mental singkat yang membantu menjaga kestabilan emosi.

Tak hanya itu, melamun juga berkaitan erat dengan kreativitas. Sejumlah studi menunjukkan bahwa pikiran yang mengembara memungkinkan otak menghubungkan ide-ide secara bebas.

Kondisi ini sering memicu munculnya solusi kreatif yang tidak terpikirkan sebelumnya.

Tak heran jika banyak ide segar justru muncul saat seseorang sedang tidak fokus pada masalah tertentu.

Selain mendukung kreativitas, melamun berperan dalam perencanaan masa depan.

Ketika seseorang membayangkan tujuan hidup, kemungkinan keputusan, atau skenario tertentu, otak sedang melakukan simulasi mental.

Proses ini membantu meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan dan kesiapan menghadapi situasi nyata.

Meski memiliki banyak manfaat, melamun tetap perlu dijaga porsinya.

Jika dilakukan secara berlebihan hingga mengganggu aktivitas, konsentrasi, atau hubungan sosial, kondisi ini bisa mengarah pada masalah seperti maladaptive daydreaming. Karena itu, keseimbangan menjadi kunci utama.

Alih-alih dianggap sebagai kebiasaan negatif, melamun sebenarnya merupakan fitur alami otak manusia

Memberi diri waktu untuk diam dan membiarkan pikiran mengalir bebas dapat menjadi bentuk perawatan mental sederhana.

Di tengah tuntutan hidup yang serba cepat, melamun sesekali justru membantu menjaga kesehatan psikologis jangka panjang.(*)




Kebanyakan Gula Bisa Berbahaya, Ini Manfaat Besar Jika Mulai Menguranginya

SEPUCUKJAMBI.ID – Gula kerap tersembunyi dalam berbagai makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari.

Tanpa disadari, asupan gula harian bisa melampaui batas aman bagi tubuh.

Jika dibiarkan terus-menerus, kebiasaan ini berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan serius.

Sebaliknya, membatasi konsumsi gula secara bertahap justru memberikan banyak manfaat, baik bagi kesehatan organ dalam maupun penampilan luar.

Berikut sejumlah dampak positif yang bisa dirasakan saat mulai mengurangi asupan gula.

1. Membantu mengontrol berat badan

Kelebihan gula akan diubah tubuh menjadi lemak dan disimpan sebagai cadangan energi.

Dengan mengurangi konsumsi gula, risiko penumpukan lemak dapat ditekan sehingga berat badan lebih mudah terjaga dan risiko obesitas menurun.

2. Menurunkan risiko penyakit jantung

Asupan gula berlebih diketahui dapat meningkatkan kadar trigliserida serta kolesterol jahat. Kondisi ini berkontribusi pada gangguan jantung dan pembuluh darah.

Pola makan rendah gula membantu menjaga kesehatan sistem kardiovaskular.

3. Menjaga kestabilan gula darah

Lonjakan gula darah yang terlalu sering memaksa tubuh memproduksi insulin secara berlebihan. Dalam jangka panjang, hal ini dapat memicu resistensi insulin dan diabetes tipe 2.

Mengurangi gula membantu menjaga kadar gula darah tetap lebih stabil.

4. Menjaga kesehatan gigi dan mulut

Bakteri di rongga mulut menggunakan gula sebagai sumber energi untuk menghasilkan asam yang merusak enamel gigi.

Semakin sedikit gula yang dikonsumsi, semakin kecil risiko gigi berlubang dan gangguan gusi.

5. Mengurangi peradangan dalam tubuh

Konsumsi gula berlebih dapat memicu peradangan kronis yang berhubungan dengan berbagai penyakit degeneratif.

Membatasi gula membantu menurunkan beban inflamasi dan menjaga fungsi tubuh tetap optimal.

6. Membuat energi lebih stabil sepanjang hari

Meski gula memberi dorongan energi cepat, efeknya sering bersifat sementara dan diikuti rasa lelah. Pola makan rendah gula membantu menjaga energi lebih konsisten tanpa penurunan drastis.

7. Mendukung kesehatan dan penampilan kulit

Asupan gula berlebih dapat mempercepat proses penuaan kulit dan memperparah jerawat. Dengan mengurangi gula, elastisitas kulit lebih terjaga dan tampilan wajah terlihat lebih sehat.

Mengurangi gula tidak harus dilakukan secara ekstrem. Kesadaran memilih makanan dan pengendalian porsi menjadi langkah awal yang efektif.

Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membawa manfaat besar bagi kesehatan dalam jangka panjang.(*)




Bukan Cuma Soal Penampilan, 7 Zodiak Ini Menawan karena Kebiasaan Hidupnya

SEPUCUKJAMBI.ID – Menjadi pribadi yang menawan tidak selalu ditentukan oleh penampilan fisik atau kemampuan berbicara di depan banyak orang.

Daya tarik sejati justru sering lahir dari kebiasaan sehari-hari yang membentuk karakter, pola pikir, dan aura positif.

Menariknya, dalam astrologi, beberapa zodiak dikenal memiliki kecenderungan alami untuk konsisten membangun kebiasaan baik demi kualitas hidup yang lebih seimbang dan bermakna.

Bagi zodiak-zodiak ini, rutinitas positif bukan sekadar ikut tren atau tuntutan sosial.

Mereka memandang kebiasaan baik sebagai bentuk investasi jangka panjang untuk kesehatan, produktivitas, dan ketenangan batin.

Berikut tujuh zodiak yang dikenal paling konsisten menjalani kebiasaan positif hingga memancarkan pesona dari dalam diri.

Taurus

Taurus dikenal sebagai sosok yang stabil, sabar, dan tidak suka tergesa-gesa. Dalam membangun kebiasaan baik, mereka memilih langkah perlahan namun pasti.

Mulai dari menjaga pola makan, berolahraga secara rutin, hingga mengatur keseimbangan antara kerja dan waktu pribadi, semuanya dilakukan dengan penuh komitmen.

Konsistensi ini membuat Taurus tampak tenang, percaya diri, dan nyaman dengan dirinya sendiri.

Capricorn

Capricorn sering dianggap sebagai simbol kedisiplinan dan tanggung jawab. Mereka tidak mengandalkan motivasi sesaat, melainkan prinsip hidup yang kuat.

Target kecil disusun dengan rapi dan dijalani secara konsisten hingga menjadi pola hidup yang mapan.

Tak heran jika Capricorn memancarkan aura dewasa dan berkelas berkat kebiasaan hidupnya yang terstruktur.

Virgo

Sebagai zodiak yang perfeksionis dan detail, Virgo sangat serius dalam menjaga kebiasaan positif.

Mereka terbiasa membuat perencanaan, evaluasi rutin, serta memperbaiki diri jika merasa ada yang kurang efektif.

Bagi Virgo, konsistensi bukan bentuk kekakuan, melainkan cara untuk menjalani hidup dengan lebih sadar dan bermakna.

Leo

Leo memiliki pendekatan berbeda dalam membangun kebiasaan baik.

Mereka menjadikannya sebagai bentuk cinta pada diri sendiri. Rutinitas positif dilakukan karena memberi energi, rasa bangga, dan kepuasan pribadi.

Sikap ini membuat Leo terlihat bersinar secara alami, seolah pesonanya muncul tanpa usaha berlebihan.

Scorpio

Ketika Scorpio memutuskan untuk berubah, mereka melakukannya dengan totalitas. Konsistensi Scorpio didorong oleh kedalaman emosi dan tekad yang kuat.

Mereka tidak mudah terpengaruh oleh penilaian orang lain dan mampu bertahan meski menghadapi hambatan.

Kebiasaan baik pun menjadi bagian dari jati diri Scorpio yang kuat dan misterius.

Libra

Libra selalu mengutamakan keseimbangan dalam hidup.

Hal ini tercermin dari cara mereka membangun kebiasaan yang tidak ekstrem namun berkelanjutan.

Libra berusaha menjaga harmoni antara pekerjaan, hubungan sosial, dan kesehatan mental.

Keseimbangan inilah yang membuat Libra terlihat menawan dengan aura yang lembut dan positif.

Sagitarius

Dikenal sebagai pencinta kebebasan, Sagitarius ternyata cukup konsisten saat menyangkut hal-hal yang memberi makna hidup.

Mereka membangun kebiasaan positif lewat eksplorasi, pembelajaran berkelanjutan, dan aktivitas yang membuat jiwa tetap hidup.

Konsistensi Sagitarius lahir dari semangat berkembang, bukan dari rutinitas yang membosankan.

Kebiasaan baik yang dijalani secara konsisten mampu membentuk karakter yang kuat, pikiran yang lebih tenang, serta aura positif yang terpancar alami.

Ketujuh zodiak ini membuktikan bahwa perubahan besar dalam hidup sering kali berawal dari rutinitas kecil yang dilakukan dengan penuh kesadaran.(*)




Rahasia Kesehatan dari Teh Tawar, Kaya Antioksidan dan Menenangkan Pikiran

SEPUCUKJAMBI.ID – Minum teh tawar teh yang diseduh dari daun teh tanpa gula atau pemanis tidak hanya menyegarkan di pagi hari, tetapi juga menyimpan segudang manfaat kesehatan.

Meski sederhana, teh ini kaya senyawa alami yang berperan menjaga tubuh tetap optimal.

1. Menjaga Kadar Gula Darah

Polifenol dalam teh, terutama teh hijau, dapat meningkatkan sensitivitas insulin.

Hal ini membantu sel tubuh menyerap glukosa lebih efisien, sehingga kadar gula darah lebih stabil dan risiko diabetes tipe 2 dapat berkurang.

2. Menurunkan Kolesterol Jahat

Kandungan antioksidan dalam teh membantu menurunkan kadar kolesterol LDL yang tinggi, menjaga kesehatan jantung, dan mencegah penyumbatan pembuluh darah.

3. Kaya Antioksidan

Teh tawar mengandung flavonoid dan polifenol yang melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Antioksidan ini berperan dalam pencegahan penuaan dini dan beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara, prostat, dan usus besar.

4. Menunjang Pencernaan

Minum teh hangat dapat merangsang gerakan usus, mempermudah buang air besar, dan mengurangi sembelit.

Air hangat membantu melunakkan tinja, sedangkan senyawa dalam teh mendukung kontraksi otot usus.

5. Meredakan Stres dan Kecemasan

L-theanine, asam amino unik dalam teh, meningkatkan gelombang alfa di otak yang berhubungan dengan relaksasi.

Teh tawar membantu menenangkan pikiran, membuat suasana hati lebih stabil, dan mengurangi stres.

6. Mendukung Hidrasi Tubuh

Meski mengandung kafein, teh tawar tetap menyumbang cairan tubuh sehingga membantu hidrasi harian, asalkan tidak dikonsumsi berlebihan.

7. Meningkatkan Fokus dan Konsentrasi

Kombinasi L-theanine dan kafein dalam teh tawar membantu meningkatkan fokus tanpa efek stimulasi berlebihan seperti kopi.

Ini membuat teh tawar cocok dikonsumsi saat bekerja atau belajar.

Tips Aman Minum Teh Tawar

  • Konsumsi dalam jumlah wajar untuk menghindari efek samping kafein, seperti gangguan tidur atau detak jantung cepat.

  • Sajikan tanpa gula tambahan untuk mendapatkan manfaat optimal.

Secara keseluruhan, teh tawar adalah minuman sehat, mudah disiapkan, dan cocok dijadikan bagian dari gaya hidup sehat.

Dengan konsumsi yang tepat, teh tawar memberikan manfaat bagi gula darah, kolesterol, pencernaan, relaksasi, dan fokus mental.(*)




Pagi Lebih Jernih Tanpa Ponsel, Kebiasaan Kecil dengan Dampak Besar

SEPUCUKJAMBI.ID – Bagi banyak orang, ponsel menjadi benda pertama yang disentuh saat bangun tidur. Alarm berbunyi, lalu jari secara refleks membuka notifikasi, media sosial, atau pesan yang belum sempat dibalas.

Tanpa disadari, kebiasaan ini sering membuat pagi terasa tergesa, penuh distraksi, bahkan melelahkan sebelum aktivitas benar-benar dimulai.

Belakangan, muncul tren rutinitas pagi tanpa ponsel yang mulai banyak diterapkan. Konsepnya sederhana: memberi jeda antara bangun tidur dan penggunaan gawai.

Bukan untuk menjauhi teknologi, melainkan menciptakan awal hari yang lebih sadar, tenang, dan terkendali.

Pagi hari adalah fase transisi penting bagi otak, dari kondisi istirahat menuju aktivitas.

Ketika otak langsung dibanjiri informasi, notifikasi, dan berita, sistem saraf dipaksa bekerja lebih cepat dari ritmenya. Kondisi inilah yang sering memicu rasa cemas, lelah mental, atau bad mood sejak pagi.

Dengan menunda penggunaan ponsel, tubuh diberi kesempatan untuk “bangun” secara alami.

Banyak orang memulainya dengan aktivitas sederhana seperti merapikan tempat tidur, minum air putih, mandi pagi, atau membuka jendela untuk menghirup udara segar.

Kebiasaan kecil ini membantu tubuh dan pikiran beradaptasi secara perlahan.

Rutinitas pagi tanpa ponsel juga membuka ruang untuk refleksi singkat. Ada yang memilih menulis jurnal, membaca beberapa halaman buku, stretching ringan, atau sekadar duduk tenang tanpa distraksi.

Momen ini membantu menyusun niat dan prioritas sebelum hari menjadi lebih padat.

Menariknya, banyak yang justru merasa lebih produktif dan fokus setelah membatasi ponsel di pagi hari. Otak tidak langsung “dibanjiri” informasi, sehingga konsentrasi lebih terjaga.

Suasana hati pun cenderung lebih stabil karena tidak langsung terpapar konten yang memicu emosi.

Tentu saja, kebiasaan ini tidak harus dilakukan secara ekstrem. Tidak perlu benar-benar menyingkirkan ponsel sepanjang pagi. Cukup tentukan batas waktu, misalnya 30 hingga 60 menit setelah bangun tidur.

Dalam rentang waktu tersebut, ponsel bisa disimpan atau digunakan hanya untuk fungsi dasar seperti alarm.

Bagi yang baru mencoba, perubahan ini mungkin terasa canggung. Namun, kuncinya adalah konsistensi, bukan kesempurnaan. Jika suatu pagi terlewat, tidak perlu merasa gagal.

Rutinitas ini bukan aturan kaku, melainkan alat untuk membantu hidup terasa lebih seimbang.

Pada akhirnya, rutinitas pagi tanpa ponsel bukan tentang menjauhi teknologi, melainkan mengambil kembali kendali atas waktu dan perhatian.

Dengan awal hari yang lebih tenang, banyak orang merasa lebih siap menghadapi aktivitas, keputusan, dan tantangan sepanjang hari.(*)




Jangan Sepelekan Sakit Pinggang, Ini Faktor Penyebab dan Solusinya

SEPUCUKJAMBI.ID – Sakit pinggang merupakan keluhan yang cukup sering dialami oleh berbagai kelompok usia, mulai dari remaja hingga orang dewasa.

Rasa nyeri di area pinggang dapat muncul dalam bentuk nyeri tumpul, tajam, atau sensasi kaku dan tegang.

Meski kerap dianggap ringan, sakit pinggang yang berlangsung lama dapat mengganggu aktivitas harian dan menurunkan kualitas hidup.

Salah satu penyebab paling umum sakit pinggang adalah ketegangan otot.

Kondisi ini sering dipicu oleh postur tubuh yang kurang tepat, kebiasaan duduk terlalu lama, atau aktivitas fisik berat seperti mengangkat beban tanpa teknik yang benar.

Ketegangan otot di area punggung bawah dapat menimbulkan nyeri yang menjalar hingga ke pinggang.

Gangguan pada struktur tulang belakang juga kerap menjadi pemicu nyeri pinggang.

Salah satunya adalah hernia nukleus pulposus (HNP), yaitu kondisi ketika bantalan antar ruas tulang belakang menonjol dan menekan saraf di sekitarnya.

Nyeri akibat HNP sering disertai keluhan lain seperti kesemutan, mati rasa, atau kelemahan pada kaki.

Faktor usia turut memengaruhi risiko sakit pinggang. Seiring bertambahnya usia, tulang belakang dan jaringan penyangganya mengalami proses degeneratif, seperti berkurangnya elastisitas dan kekuatan otot.

Risiko ini semakin meningkat pada orang dengan gaya hidup kurang aktif atau jarang berolahraga.

Berat badan berlebih juga memberikan tekanan tambahan pada tulang belakang dan sendi, sehingga memperbesar kemungkinan munculnya nyeri pinggang

Selain itu, kebiasaan duduk dalam waktu lama dengan posisi yang tidak ergonomis, terutama pada pekerja kantoran, menjadi faktor risiko yang sering tidak disadari.

Tidak hanya disebabkan oleh masalah otot dan tulang, sakit pinggang juga bisa berkaitan dengan gangguan organ dalam.

Infeksi ginjal, batu ginjal, hingga masalah pada organ reproduksi dapat menimbulkan nyeri di area pinggang.

Biasanya, kondisi ini disertai gejala tambahan seperti demam, nyeri saat buang air kecil, atau nyeri haid yang tidak biasa.

Untuk sakit pinggang ringan, penanganan awal bisa dilakukan secara mandiri.

Mengistirahatkan tubuh, menghindari aktivitas berat, serta mengompres area nyeri dengan kompres hangat atau dingin dapat membantu meredakan keluhan.

Latihan peregangan ringan yang menargetkan punggung bawah dan pinggul juga bermanfaat untuk mengurangi ketegangan otot.

Obat pereda nyeri yang dijual bebas dapat digunakan untuk sementara waktu, namun tidak dianjurkan untuk pemakaian jangka panjang tanpa pengawasan medis.

Jika nyeri pinggang tidak kunjung membaik, semakin parah, atau disertai gejala seperti mati rasa dan kelemahan pada kaki, pemeriksaan ke dokter sangat dianjurkan.

Pencegahan sakit pinggang dapat dilakukan dengan menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga untuk memperkuat otot punggung dan otot inti, serta memperhatikan postur tubuh saat duduk, berdiri, maupun mengangkat beban.

Gaya hidup sehat menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan pinggang dalam jangka panjang.(*)




Jangan Diabaikan, Ini Berbagai Penyebab Bibir Terlihat Pucat

SEPUCUKJAMBI.ID – Warna bibir sering kali mencerminkan kondisi kesehatan seseorang. Bibir yang sehat umumnya tampak merah merona karena aliran darah dan kadar oksigen yang cukup.

Namun, ketika bibir terlihat lebih pucat dari biasanya, terutama jika terjadi secara mendadak atau berlangsung lama, kondisi ini bisa menimbulkan kekhawatiran.

Salah satu penyebab paling umum bibir pucat adalah anemia. Kondisi ini terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh.

Akibatnya, suplai darah beroksigen ke bibir berkurang, sehingga warnanya tampak memudar. Anemia biasanya juga disertai keluhan lain seperti mudah lelah, pusing, lemas, dan sulit berkonsentrasi.

Selain anemia, dehidrasi juga dapat memengaruhi warna bibir. Saat tubuh kekurangan cairan, volume darah menurun dan sirkulasi darah ke kulit serta bibir menjadi kurang optimal.

Kondisi ini membuat bibir terlihat lebih pucat, kering, dan kusam.

Bibir pucat akibat dehidrasi umumnya membaik setelah kebutuhan cairan tubuh terpenuhi.

Infeksi tertentu, terutama yang disertai demam atau kondisi tubuh yang melemah, juga bisa menyebabkan bibir tampak pucat.

Saat tubuh melawan infeksi, aliran darah dan distribusi oksigen dapat terganggu sementara, sehingga memengaruhi warna bibir.

Paparan suhu dingin turut menjadi faktor yang sering tidak disadari. Dalam kondisi dingin, pembuluh darah di kulit dan bibir akan menyempit untuk mempertahankan suhu tubuh.

Akibatnya, aliran darah ke area bibir berkurang dan warna bibir tampak lebih pucat. Biasanya, perubahan ini bersifat sementara dan akan kembali normal ketika tubuh menghangat.

Kekurangan nutrisi penting seperti zat besi, vitamin B12, dan asam folat juga berperan dalam munculnya bibir pucat.

Nutrisi tersebut dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah yang sehat. Jika asupannya kurang, produksi sel darah merah dapat terganggu dan memengaruhi warna bibir.

Kondisi ini sering disertai gejala lain seperti sariawan, nafsu makan menurun, dan tubuh terasa lemas.

Dalam beberapa kasus, bibir pucat dapat berkaitan dengan penyakit kronis, seperti gangguan jantung, paru-paru, atau ginjal.

Penyakit-penyakit ini dapat menurunkan kadar oksigen dalam darah, sehingga bibir tampak pucat atau kusam secara menetap.

Untuk menilai apakah bibir pucat masih tergolong ringan atau perlu pemeriksaan medis, penting memperhatikan gejala yang menyertainya.

Bibir pucat akibat dehidrasi ringan atau udara dingin biasanya akan membaik dengan sendirinya.

Namun, jika warna bibir tetap pucat dalam waktu lama atau disertai keluhan seperti sesak napas, pusing berat, atau kelelahan ekstrem, pemeriksaan ke dokter sangat dianjurkan.

Menjaga asupan nutrisi yang seimbang, mencukupi kebutuhan cairan harian, serta rutin memantau kondisi kesehatan dapat membantu mencegah beberapa penyebab umum bibir pucat dan menjaga tubuh tetap sehat secara menyeluruh.(*)




Klaim Penyakit Kronis Terus Naik, BPJS Kesehatan Tekankan Gaya Hidup Sehat

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Sepanjang tahun 2025, BPJS Kesehatan mencatat total pembayaran biaya pelayanan kesehatan mencapai Rp190,3 triliun.

Angka tersebut mencakup layanan kesehatan primer di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit.

Dari total tersebut, lebih dari Rp50,2 triliun dialokasikan untuk membiayai 59,9 juta kasus penyakit kronis. Penyakit yang mendominasi antara lain jantung, gagal ginjal, kanker, stroke, sirosis hati, thalassemia, dan hemofilia.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, mengungkapkan bahwa penyakit jantung menjadi penyumbang klaim terbesar dengan total 29,7 juta kasus dan biaya mencapai Rp17,3 triliun.

“Selanjutnya disusul gagal ginjal dengan 12,6 juta kasus dan biaya Rp13,3 triliun, serta kanker sebanyak 7,2 juta kasus dengan biaya Rp10,3 triliun,” ujarnya, Jumat (23/01).

Rizzky menambahkan, tren biaya penyakit kronis terus meningkat dari tahun ke tahun. Padahal, sebagian besar penyakit tersebut dapat dicegah sejak dini melalui penerapan pola hidup sehat.

“Penyakit kronis sangat erat kaitannya dengan gaya hidup. Jika pencegahan dilakukan secara konsisten, risiko dan beban biaya dapat ditekan,” jelasnya.

Sebagai langkah preventif, BPJS Kesehatan menginisiasi program Gerak 335, yaitu aktivitas fisik sederhana berupa jalan santai selama tiga menit, dilanjutkan jalan cepat tiga menit, dan diulang sebanyak lima kali hingga mencapai total 30 menit.

Aktivitas ini dapat dilakukan kapan saja tanpa memerlukan alat khusus.

Selain aktivitas fisik, BPJS Kesehatan juga mendorong masyarakat melakukan Skrining Riwayat Kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN, WhatsApp PANDAWA di nomor 08118165165, website resmi BPJS Kesehatan, atau langsung di FKTP.

“Prosesnya hanya membutuhkan waktu 5–10 menit, tetapi manfaatnya sangat besar karena bisa mendeteksi risiko penyakit kronis sejak dini,” kata Rizzky.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Gizi Poltekkes Kemenkes Jakarta II, Prof Trina Astuti, menekankan bahwa penyakit kronis umumnya membutuhkan pengobatan jangka panjang.

Oleh karena itu, pencegahan melalui pola hidup sehat menjadi kunci utama.

Menjelang peringatan Hari Gizi Nasional ke-66 pada 25 Januari, Prof Trina mengingatkan pentingnya penerapan empat Pilar Gizi Seimbang, yakni mengonsumsi makanan beragam, membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, aktif bergerak, serta menjaga berat badan tetap normal.

Ia juga mengajak masyarakat menerapkan panduan makan “Isi Piringku”, dengan komposisi setengah piring berisi sayur dan buah, seperempat piring karbohidrat, serta seperempat piring protein hewani atau nabati.

“Selain itu, konsumsi gula, garam, dan lemak juga perlu dibatasi agar risiko penyakit kronis dapat ditekan,” pungkasnya.(*)




Waspada! Paparan Polusi Udara Bisa Merusak Mata Secara Perlahan

SEPUCUKJAMBI.ID – Polusi udara selama ini identik dengan gangguan pernapasan dan penyakit jantung. Namun, dampaknya tidak berhenti di sana.

Mata sebagai organ yang terus terbuka dan terpapar langsung lingkungan menjadi salah satu bagian tubuh yang paling rentan terhadap kualitas udara yang buruk.

Berbagai polutan di udara seperti partikel halus PM2.5 dan PM10, nitrogen dioksida (NO₂), sulfur dioksida (SO₂), ozon (O₃), asap kendaraan bermotor, hingga emisi industri dapat langsung memicu iritasi pada permukaan mata.

Zat-zat ini mengganggu lapisan air mata yang berfungsi sebagai pelindung alami, membuat mata lebih cepat kering dan mudah teriritasi.

Paparan polusi yang terjadi secara terus-menerus tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga berpotensi menyebabkan stres oksidatif pada jaringan mata.

Partikel berukuran sangat kecil dapat menembus lapisan pelindung mata dan merusak sel-sel sehat, terutama jika diketahui paparan berlangsung dalam jangka panjang.

Sejumlah kelompok diketahui memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan mata akibat polusi udara.

Masyarakat perkotaan dengan kualitas udara buruk, pekerja luar ruangan seperti petugas lalu lintas dan pekerja konstruksi, anak-anak, serta lansia termasuk kelompok yang paling rentan.

Risiko juga meningkat pada individu dengan kondisi mata tertentu, seperti dry eye syndrome, alergi mata, atau pengguna lensa kontak.

Gejala gangguan mata akibat polusi sering kali dianggap sepele.

Mata kering, perih, gatal, kemerahan, berair berlebihan, sensitif terhadap cahaya, atau sensasi seperti ada pasir di mata merupakan tanda awal yang patut diwaspadai.

Pada kondisi tertentu, polusi udara bahkan dapat memperparah peradangan mata seperti konjungtivitis atau meningkatkan risiko infeksi.

Apabila keluhan mata tidak membaik meski sudah menggunakan tetes mata pelumas atau mengistirahatkan mata, pemeriksaan ke dokter spesialis mata sangat dianjurkan.

Evaluasi profesional diperlukan untuk menilai produksi air mata, kondisi permukaan mata, serta mendeteksi kemungkinan peradangan atau kerusakan yang lebih serius.

Untuk mengurangi risiko, terdapat sejumlah langkah pencegahan yang dapat dilakukan dalam aktivitas sehari-hari.

Menggunakan kacamata pelindung atau sunglasses saat beraktivitas di luar ruangan membantu mengurangi kontak langsung polutan dengan mata.

Selain itu, membatasi penggunaan lensa kontak saat kualitas udara buruk dan menjaga kebersihan tangan juga penting untuk mencegah iritasi maupun infeksi.

Penggunaan air mata buatan tanpa pengawet dapat membantu menjaga kelembapan mata, terutama bagi mereka yang sering terpapar polusi.

Memantau Indeks Kualitas Udara (AQI) melalui aplikasi atau situs resmi juga menjadi langkah cerdas agar aktivitas luar ruangan bisa disesuaikan dengan kondisi udara.

Di dalam ruangan, air purifier dapat membantu menyaring partikel berbahaya yang masuk dari luar, sehingga kualitas udara dalam rumah lebih terjaga.

Langkah ini tidak hanya melindungi mata, tetapi juga sistem pernapasan secara keseluruhan.

Polusi udara merupakan ancaman yang sering kali tidak disadari dampaknya terhadap kesehatan mata.

Kesadaran akan gejala, pemahaman faktor risiko, dan penerapan perlindungan sederhana dapat membantu menjaga kenyamanan mata dan mempertahankan kualitas penglihatan di tengah tantangan lingkungan perkotaan yang semakin kompleks.(*)




Tidur Lebih Nyaman dan Sehat, Ini Jadwal Ideal Mengganti Sprei

SEPUCUKJAMBI.ID -Tidur berkualitas tidak hanya ditentukan oleh durasi dan posisi tubuh, tetapi juga oleh kebersihan tempat tidur.

Tanpa disadari, sprei yang digunakan setiap malam menyimpan berbagai partikel tak kasat mata mulai dari keringat, minyak tubuh, sel kulit mati, hingga mikroorganisme seperti bakteri dan tungau debu.

Jika jarang diganti, sprei bisa berubah menjadi sumber gangguan kesehatan.

Menurut berbagai kajian kebersihan dan kesehatan lingkungan, sprei idealnya diganti dan dicuci minimal satu kali dalam seminggu.

Kebiasaan ini dinilai paling aman untuk menjaga kebersihan kulit, kualitas udara saat tidur, serta kesehatan saluran pernapasan.

Selama tujuh hari pemakaian, tubuh manusia dapat melepaskan jutaan sel kulit mati yang kemudian menempel di kain sprei.

Dalam kondisi tertentu, frekuensi mengganti sprei bahkan dianjurkan lebih sering.

Tinggal di daerah beriklim panas atau lembap, mudah berkeringat di malam hari, atau tidur dengan pendingin ruangan yang kurang optimal bisa mempercepat penumpukan kotoran di tempat tidur.

Pada situasi ini, mengganti sprei setiap 4–5 hari dinilai lebih ideal.

Tak hanya faktor lingkungan, kondisi pribadi juga memengaruhi jadwal penggantian sprei.

Orang dengan riwayat alergi, asma, atau kulit sensitif cenderung lebih rentan terhadap tungau debu.

Sprei yang jarang dicuci bisa memicu bersin, hidung tersumbat, mata gatal, hingga iritasi kulit saat bangun tidur.

Kebiasaan sehari-hari pun ikut berperan. Makan di atas tempat tidur, tidur tanpa pakaian, atau membiarkan hewan peliharaan naik ke kasur meningkatkan jumlah bakteri dan kotoran yang menempel di kain.

Dalam kondisi ini, sprei sebaiknya diganti lebih sering dari jadwal normal.

Saat tubuh sedang sakit, seperti demam atau flu, kebersihan sprei menjadi semakin penting.

Mencuci sprei setiap beberapa hari dapat membantu mencegah bakteri dan virus bertahan di kain, sekaligus mengurangi risiko infeksi ulang setelah tubuh mulai pulih.

Meski ada yang merasa mengganti sprei dua minggu sekali masih nyaman, para pakar menilai interval tersebut merupakan batas maksimum, bukan kebiasaan ideal terutama jika kasur digunakan setiap hari.

Selain sprei, sarung bantal (pillowcase) juga perlu perhatian khusus. Karena bersentuhan langsung dengan wajah dan rambut, sarung bantal lebih cepat menyerap minyak alami kulit, keringat, dan sisa produk perawatan wajah.

Banyak ahli menyarankan sarung bantal dicuci dua kali seminggu, khususnya bagi pemilik kulit sensitif atau berjerawat.

Pada akhirnya, rutinitas mengganti sprei bukan sekadar soal kebersihan visual atau aroma segar.

Kebiasaan sederhana ini berperan besar dalam menjaga kesehatan kulit, kualitas tidur, dan kenyamanan bernapas sepanjang malam.

Tidur di sprei bersih dapat membantu tubuh beristirahat lebih optimal dan bangun dengan perasaan lebih segar.(*)