Jangan Dianggap Sepele! Ini Penyebab Kuping Berdenging Menurut Medis

SEPUCUKJAMBI.ID – Kuping berdenging sering kali dianggap hal sepele dan kerap dikaitkan dengan berbagai mitos yang beredar di masyarakat.
Banyak orang percaya kondisi ini menjadi tanda sedang dibicarakan orang lain.
Namun, secara medis, fenomena tersebut dikenal sebagai Tinnitus, yaitu sensasi munculnya suara denging, siulan, atau desis tanpa adanya sumber suara dari luar.
Tinnitus bukanlah penyakit, melainkan gejala yang menandakan adanya gangguan pada sistem pendengaran.
Kondisi ini bisa terjadi sesekali maupun berlangsung lama, tergantung pada penyebab yang mendasarinya.
Penyebab Kuping Berdenging yang Paling Umum
Salah satu pemicu utama tinnitus adalah paparan suara keras dalam waktu lama.
Kebiasaan mendengarkan musik dengan volume tinggi melalui earphone, menghadiri konser, atau bekerja di lingkungan bising dapat merusak sel rambut halus di telinga bagian dalam.
Sel-sel ini berperan penting dalam mengirimkan sinyal suara ke otak. Ketika rusak, otak bisa “menciptakan” persepsi suara sendiri yang akhirnya terdengar sebagai dengingan.
Selain kebisingan, beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan kuping berdenging antara lain:
-
Penumpukan kotoran telinga (serumen)
-
Infeksi telinga
-
Gangguan pada tulang telinga tengah
-
Masalah aliran darah
-
Penurunan fungsi pendengaran akibat pertambahan usia
Pada sebagian orang, tinnitus juga dapat muncul akibat stres berlebihan yang memengaruhi sensitivitas sistem saraf.
Benarkah Kuping Berdenging Tanda Ada yang Membicarakan?
Kepercayaan bahwa kuping berdenging berarti sedang dibicarakan orang lain hanyalah mitos tanpa dasar ilmiah.
Dari sudut pandang medis, tinnitus sepenuhnya berkaitan dengan mekanisme saraf pendengaran dan respons otak terhadap gangguan sinyal suara.
Artinya, kondisi ini dapat dijelaskan secara ilmiah dan tidak berhubungan dengan pertanda tertentu.
Cara Mengatasi Kuping Berdenging
Penanganan tinnitus bergantung pada penyebabnya. Jika disebabkan oleh penumpukan kotoran telinga, pembersihan oleh tenaga medis biasanya dapat meredakan gejala.
Apabila dipicu oleh paparan suara keras, mengistirahatkan telinga dari kebisingan sangat dianjurkan. Dalam beberapa kasus, dokter dapat menyarankan:
-
Terapi suara
-
Penggunaan alat bantu dengar
-
Teknik relaksasi untuk mengurangi stres
Perubahan gaya hidup juga berperan penting. Mengurangi konsumsi kafein dan nikotin, menjaga tekanan darah tetap stabil, serta mengelola stres dapat membantu menurunkan intensitas dengingan.
Kapan Harus ke Dokter?
Meski sering kali tidak berbahaya, kuping berdenging yang berlangsung lama, muncul tiba-tiba, atau disertai pusing dan gangguan pendengaran perlu segera diperiksakan.
Jika dibiarkan, tinnitus dapat mengganggu kualitas tidur, konsentrasi, hingga aktivitas sehari-hari.
Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, sebagian besar penderita tetap bisa menjalani hidup normal tanpa gangguan berarti.(*)