Air Perumdam Tirta Mayang Jambi Mati 8 Jam? Ini Jadwal dan Wilayah Terdampak 11–12 Oktober 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pelanggan Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi perlu menyiapkan persediaan air bersih sebelum Minggu malam, 11 Oktober 2026.

Perusahaan daerah tersebut menjadwalkan pengurasan unit sedimentasi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Benteng mulai pukul 20.00 WIB hingga Senin, 12 Oktober 2026, pukul 04.00 WIB.

Pekerjaan itu berpotensi mengganggu distribusi air selama sekitar delapan jam.

Bahkan setelah pengurasan selesai, pelanggan mungkin masih harus menunggu hingga 24 jam sebelum aliran kembali normal.

Perumdam Tirta Mayang menjadwalkan pemeliharaan tersebut untuk menjaga kualitas pengolahan air di tengah meningkatnya kekeruhan air baku Sungai Batanghari.

Kondisi ini membuat pemeliharaan instalasi menjadi bagian penting dalam menjaga proses pengolahan air.

Namun, bagi pelanggan, persoalan utamanya bukan hanya durasi pekerjaan.

Pemulihan tekanan jaringan juga menentukan kapan air kembali mengalir secara normal ke rumah-rumah.

Daftar Wilayah yang Berpotensi Terdampak

Gangguan distribusi air berpotensi menyasar sejumlah kelurahan di Kota Jambi.

Berikut wilayah yang perlu mengantisipasi pekerjaan IPA Benteng:

  • Kecamatan Pasar Jambi: Kelurahan Pasar serta sebagian Kelurahan Orang Kayo Hitam dan Sungai Asam.
  • Kecamatan Jambi Timur: Kelurahan Sulanjana dan Rajawali serta sebagian Kelurahan Kasang dan Budiman.
  • Kecamatan Jelutung: Kelurahan Cempaka Putih.
  • Kecamatan Danau Sipin: sebagian Kelurahan Legok.

Cakupan gangguan dapat berbeda menurut kondisi jaringan distribusi.

Karena itu, pelanggan di wilayah yang tercantum sebaiknya menyiapkan air untuk minum, memasak, mandi, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga lainnya sebelum pekerjaan dimulai.

Mengapa Air Belum Tentu Langsung Mengalir Setelah Pekerjaan Selesai?

Pengurasan unit sedimentasi merupakan bagian dari pemeliharaan instalasi pengolahan air.

Tahapan ini membantu menjaga proses pengolahan tetap berjalan dengan baik, terutama ketika tingkat kekeruhan air baku meningkat.

Meski pekerjaan dijadwalkan berakhir pada Senin pukul 04.00 WIB, waktu tersebut tidak otomatis menjadi penanda pulihnya pasokan air ke seluruh pelanggan.

Jaringan distribusi memerlukan waktu untuk kembali terisi dan memulihkan tekanan.

Kondisi jaringan di masing-masing wilayah turut memengaruhi kecepatan normalisasi.

Perumdam Tirta Mayang memperkirakan proses tersebut dapat berlangsung hingga satu kali 24 jam setelah pekerjaan selesai.

Dengan demikian, pelanggan sebaiknya tidak mengandalkan jadwal berakhirnya pekerjaan sebagai satu-satunya patokan untuk memenuhi kebutuhan air pada Senin pagi.

Siapkan Cadangan Air Sebelum Minggu Malam

Pelanggan di wilayah terdampak sebaiknya mengisi bak penampungan, ember, atau wadah air sebelum pukul 20.00 WIB pada Minggu, 11 Oktober 2026.

Utamakan persediaan untuk kebutuhan pokok dan simpan air dalam wadah bersih yang tertutup. Langkah ini dapat membantu mengurangi dampak gangguan selama distribusi belum kembali normal.

Pelanggan juga perlu memantau informasi resmi Perumdam Tirta Mayang untuk mengetahui perkembangan pekerjaan dan pemulihan layanan.

Nomor Pengaduan dan Permintaan Mobil Tangki

Pelanggan yang mengalami gangguan atau membutuhkan informasi dapat menghubungi saluran layanan berikut:

  • WhatsApp Pengaduan: 0821-2121-9692.
  • Call Center Bahagia: 112.
  • WhatsApp permintaan distribusi air mobil tangki: 0821-2121-9894.

Pelanggan yang membutuhkan pasokan melalui mobil tangki dapat menghubungi saluran yang disediakan tersebut untuk memperoleh informasi mengenai penanganan permintaan.

Pemeliharaan IPA Benteng menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pengolahan air.

Di sisi lain, kepastian informasi mengenai wilayah terdampak, perkembangan pekerjaan, dan waktu pemulihan tetap penting agar pelanggan dapat mengantisipasi gangguan dengan lebih baik.(*)




Air Sungai Batanghari Keruh Ekstrem, Tirta Mayang Tak Bisa Paksa Produksi Air Normal

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Perumda Tirta Mayang Kota Jambi menghadapi kondisi tak biasa di Sungai Batanghari.

Tingkat kekeruhan air baku melonjak hingga 4.500 NTU, jauh di atas kisaran yang selama ini masih dapat ditangani dalam proses pengolahan air.

Lonjakan tersebut memaksa Perumda Tirta Mayang mengurangi produksi air sekitar 20 persen.

Dampaknya, distribusi air berpotensi terganggu bagi sekitar 38 ribu pelanggan, terutama mereka yang berada di wilayah ujung dan pinggiran Kota Jambi.

Direktur Utama Perumda Tirta Mayang Kota Jambi, Ariyanto, mengatakan kondisi Sungai Batanghari saat ini tergolong ekstrem.

Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung Intake Pulau Pandan, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi, Kamis 1 Oktober 2026.

Kekeruhan Melonjak hingga 4.500 NTU

Menurut Ariyanto, persoalan di Sungai Batanghari dalam beberapa hari terakhir tidak hanya berkaitan dengan kualitas air. Debit sungai juga sempat turun cukup signifikan.

Beberapa hari sebelumnya, ketinggian debit disebut hanya sekitar 60 sentimeter.

Padahal, agar pompa penyedot air dapat bekerja secara optimal, dibutuhkan ketinggian sekitar 100 sentimeter.

Kondisi itu membuat Perumda Tirta Mayang melakukan penyesuaian pada sistem penyedotan.

“Karena turun debit air sungai, kami melakukan peningkatan dan memperpanjang pipa penyedot air,” kata Ariyanto.

Situasi debit kemudian membaik. Dalam sepekan terakhir, ketinggian Sungai Batanghari bahkan disebut kembali mencapai sekitar 250 sentimeter.

Namun, membaiknya debit justru diikuti persoalan baru: air sungai menjadi jauh lebih keruh.

“Ini kabar baik bagi kami dari sisi debit. Namun tidak menutup kemungkinan kualitas air Sungai Batanghari mengalami kekeruhan yang meningkat,” ujarnya.

Ariyanto menyebut tingkat kekeruhan yang masih dapat ditangani berada di kisaran 200 hingga 250 NTU.

Dalam beberapa hari terakhir, angka tersebut melonjak drastis hingga mencapai 4.500 NTU.

Menurut dia, kondisi tersebut belum pernah dialami Perumda Tirta Mayang sejak perusahaan daerah tersebut beroperasi.

“Ini pertama kali sejarah tingkat kekeruhan air Sungai Batanghari naik signifikan. Bisa saya katakan, sejak berdiri PDAM Tirta Mayang, baru kali ini kekeruhan air sungai mencapai 4.500 NTU,” tegasnya.

Produksi Air Dipangkas 20 Persen

Kualitas air baku yang ekstrem membuat Tirta Mayang tidak dapat mempertahankan kapasitas produksi seperti kondisi normal.

Perusahaan akhirnya memangkas produksi sekitar 20 persen sebagai penyesuaian terhadap kemampuan pengolahan air baku.

“Kita mengurangi produksi mencapai 20 persen. Sehingga terdampak pelayanan penyaluran air kepada pelanggan, yaitu sekitar 38 ribu pelanggan,” jelas Ariyanto.

Dampak gangguan distribusi diperkirakan lebih terasa pada pelanggan yang berada di wilayah ujung maupun pinggiran Kota Jambi.

Kondisi tersebut menjadi konsekuensi dari keputusan untuk menyesuaikan produksi dengan kualitas air baku yang masuk ke instalasi pengolahan.

Dosis Bahan Kimia Tak Bisa Terus Dinaikkan

Persoalan tidak serta-merta dapat diselesaikan dengan menambah bahan kimia untuk proses penjernihan.

Ariyanto menjelaskan penggunaan bahan kimia memiliki batas tertentu. Penambahan dosis secara berlebihan bukan solusi yang dapat diterapkan tanpa mempertimbangkan standar proses pengolahan.

“Kami sudah menggunakan bahan kimia penjernihan air. Kalau 200, tidak boleh mencapai 400 dosis karena sudah ambang batas,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, pengurangan produksi menjadi pilihan yang harus dilakukan untuk menyesuaikan proses pengolahan dengan kondisi air baku.

Pelanggan Terdampak Bisa Ambil Air

Perumda Tirta Mayang menyebut kondisi kekeruhan Sungai Batanghari tersebut telah dilaporkan kepada pemerintah, termasuk mengenai potensi dampaknya terhadap pelayanan air bersih masyarakat.

Untuk mengantisipasi gangguan distribusi, pelanggan yang terdampak dapat mengambil air secara langsung ke kantor maupun titik pelayanan Perumda Tirta Mayang.

Namun, skema tersebut juga menghadapi keterbatasan karena jumlah armada tangki air yang tersedia belum mencukupi apabila gangguan terjadi dalam cakupan yang luas.

“Solusinya, pelanggan yang terdampak bisa datang ke kantor PDAM untuk mengambil air. Kalau hanya mengandalkan PDAM, unit tangki kita juga kurang,” pungkas Ariyanto.

Untuk sementara, pengurangan produksi sekitar 20 persen tetap diberlakukan sebagai langkah menghadapi kondisi air baku Sungai Batanghari yang mengalami kekeruhan ekstrem.(*)




Air Sungai Batanghari Makin Keruh, Tirta Mayang Jambi Kurangi Distribusi Air 30 Persen

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Gangguan distribusi air bersih mulai membayangi sejumlah pelanggan Perumda Tirta Mayang Kota Jambi.

Tingginya kekeruhan air baku Sungai Batanghari yang mencapai 1.700 NTU memaksa perusahaan menyesuaikan operasional dua instalasi pengolahan air (IPA).

Penyesuaian dilakukan pada 28-29 September 2026 di IPA Broni 2 dan IPA Tanjung Sari.

Debit pengolahan dan distribusi air dikurangi sekitar 30 persen sebagai langkah untuk menjaga kualitas air yang dialirkan kepada pelanggan.

Dampaknya, tekanan air dapat menurun dan waktu pengaliran berpotensi menjadi lebih singkat.

Kondisi ini terutama dirasakan pelanggan yang berada di bagian ujung jaringan distribusi.

Sejumlah wilayah Kota Jambi masuk dalam area yang berpotensi terdampak.

Di antaranya sebagian wilayah Alam Barajo, Telanaipura, Danau Sipin, Kota Baru, Jelutung, Jambi Selatan, Paal Merah, dan Jambi Timur.

Direktur Utama Perumda Tirta Mayang, Arianto, mengatakan penyesuaian operasional dilakukan berdasarkan kondisi teknis dan kualitas air baku yang masuk ke instalasi pengolahan.

Menurutnya, perusahaan perlu menjaga agar proses pengolahan tetap mampu menghasilkan air sesuai standar pelayanan di tengah meningkatnya kekeruhan Sungai Batanghari.

“Penyesuaian pengaliran ini dapat berdampak terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat. Kami terus berupaya menjaga kualitas air dan keberlangsungan pelayanan dengan menyesuaikan operasional berdasarkan kondisi teknis di lapangan,” ujar Arianto.

Di lapangan, tim teknis Perumda Tirta Mayang masih memantau perubahan kualitas air baku sekaligus mengoptimalkan proses pengolahan.

Normalisasi distribusi akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi air baku dan kapasitas teknis masing-masing instalasi.

Di tengah pengurangan distribusi melalui jaringan perpipaan, Perumda Tirta Mayang bersama satuan tugas kemarau Pemerintah Kota Jambi menyiapkan alternatif pasokan bagi masyarakat yang terdampak.

Hingga saat ini, sebanyak 2,6 juta liter air bersih telah didistribusikan menggunakan armada mobil tangki.

Air tersebut diberikan secara gratis untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama kondisi pelayanan belum sepenuhnya normal.

Pelanggan yang membutuhkan pasokan melalui mobil tangki dapat mengajukan permintaan melalui Call Center 112 atau WhatsApp di 0821-2121-9894 dan 0821-2121-9692.

Pelanggan diminta menghemat penggunaan air

Perumda Tirta Mayang mengimbau pelanggan mengatur penggunaan air selama periode penyesuaian.

Masyarakat juga diminta menyiapkan persediaan air secukupnya untuk mengantisipasi tekanan maupun durasi pengaliran yang belum stabil.

Perusahaan menyampaikan permohonan maaf atas gangguan yang mungkin dirasakan pelanggan.

Pemulihan distribusi akan dilakukan secara bertahap setelah kondisi air baku dan kemampuan pengolahan memungkinkan.

“Penyesuaian distribusi dilakukan sebagai langkah menjaga kualitas air di tengah meningkatnya kekeruhan air baku Sungai Batanghari. Tim teknis terus melakukan pemantauan dan optimalisasi pengolahan agar pelayanan dapat kembali normal secara bertahap,” kata Arianto.(*)




Air Sungai Batanghari Berpotensi Surut, Tirta Mayang Siapkan Mitigasi Gangguan Distribusi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Perumda Tirta Mayang Kota Jambi meminta pelanggan mulai mengantisipasi kemungkinan perubahan pasokan air selama musim kemarau.

Warga diminta menyiapkan persediaan air secukupnya dan mengurangi penggunaan air yang tidak diperlukan.

Imbauan tersebut dikeluarkan karena kondisi Sungai Batanghari sebagai salah satu sumber air baku dapat berubah selama kemarau.

Penurunan tinggi muka air sungai dan meningkatnya kekeruhan berpotensi mengganggu proses pengolahan hingga distribusi air kepada pelanggan.

Direktur Utama Perumda Tirta Mayang, Arianto mengatakan penurunan muka air sungai terutama berpotensi terjadi pada siang hingga sore hari.

“Kondisi air baku di musim kemarau dapat mengalami penurunan tinggi muka air sungai, khususnya pada siang hingga sore hari. Di sisi lain, kekeruhan air baku juga dapat meningkat,” ujar Arianto.

Kondisi tersebut membuat sistem pengolahan dan distribusi harus beroperasi dengan kewaspadaan lebih tinggi.

Jika situasi di lapangan masuk kategori darurat, distribusi air kepada pelanggan berpotensi dikurangi bahkan dihentikan sementara.

Karena itu, Tirta Mayang meminta pelanggan tidak menunggu sampai terjadi gangguan untuk menyiapkan kebutuhan air sehari-hari.

Perumda Tirta Mayang menyatakan pemantauan terhadap sumber air baku dan sistem pengolahan terus dilakukan selama musim kemarau.

Direktur Teknik Perumda Tirta Mayang, Eri Suganda mengatakan, sejumlah langkah mitigasi telah disiapkan untuk menjaga sistem tetap beroperasi di tengah perubahan kondisi air baku.

“Kami selalu melakukan pemantauan terhadap kondisi sungai dan sistem pengolahan air agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan semaksimal mungkin,” kata Eri.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggunakan cooling jacket pada pompa intake.

Perangkat tersebut berfungsi membantu mencegah pompa mengalami overheat dalam kondisi operasional selama musim kemarau.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga peralatan utama agar tetap dapat beroperasi ketika kondisi sumber air mengalami perubahan.

Di tengah kondisi kemarau, kebutuhan masyarakat terhadap air bersih juga mendapat perhatian pemerintah.

Hingga Kamis 24 September 2026, Tim Satgas Kemarau Pemerintah Kota Jambi telah menyalurkan 2,2 juta liter air bersih gratis kepada masyarakat.

Bantuan tersebut diberikan untuk membantu warga yang terdampak kemarau dan mengalami kendala memperoleh pasokan air bersih.

Menurut Arianto, distribusi bantuan air bersih menjadi bagian dari upaya bersama pemerintah dan pihak terkait untuk merespons dampak kemarau yang dirasakan masyarakat.

Untuk mengantisipasi gangguan pelayanan, Tirta Mayang meminta masyarakat mengikuti informasi resmi terkait perkembangan kondisi distribusi air.

Pelanggan yang membutuhkan bantuan air bersih gratis maupun mengalami kendala pelayanan dapat menghubungi Call Center Bahagia 112.

Pengaduan juga dapat disampaikan melalui WhatsApp Pelanggan Tirta Mayang di nomor 0821-2121-9692 dan 0821-2121-9894.

Informasi mengenai perkembangan pelayanan dan kondisi distribusi air juga tersedia melalui kanal resmi Perumda Tirta Mayang, termasuk Instagram @perumdatirtamayang, Facebook Tirta Mayang, serta aplikasi SiMayang.

Tirta Mayang mengimbau pelanggan tetap menghemat penggunaan air dan menyediakan cadangan secukupnya selama musim kemarau.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi apabila kondisi air baku memburuk dan berdampak terhadap sistem distribusi.(*)




Besok Air PDAM Dikurangi 50 Persen Selama 15 Jam, Ini Wilayah yang Terdampak

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pelanggan Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi di sejumlah wilayah perlu bersiap menghadapi pengurangan distribusi air pada Senin 24 Agustus 2026.

Perumdam Tirta Mayang akan melakukan pengurasan unit sedimentasi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tanjung Sari mulai pukul 03.00 hingga 18.00 WIB.

Selama pekerjaan berlangsung, debit air yang dialirkan kepada pelanggan di wilayah terdampak akan dikurangi sekitar 50 persen selama 15 jam.

Bagi pelanggan yang membutuhkan pasokan air untuk aktivitas rumah tangga, Perumdam mengimbau agar persediaan air disiapkan sebelum pekerjaan dimulai.

Pelanggan juga perlu memperhitungkan waktu pemulihan setelah pengurasan selesai.

Perumdam Tirta Mayang memperkirakan distribusi air tidak langsung kembali normal setelah pekerjaan berakhir pada pukul 18.00 WIB.

Normalisasi pengaliran diperkirakan berlangsung secara bertahap hingga 1×24 jam.

Artinya, pelanggan di wilayah terdampak masih berpotensi mengalami tekanan atau debit air yang belum normal setelah pekerjaan pemeliharaan selesai.

Pengurangan distribusi air akan berdampak pada sejumlah wilayah di tiga kecamatan di Kota Jambi.

Berikut rinciannya:

Jambi Timur

  • Sejinjang
  • Tanjung Sari
  • Kasang Jaya
  • Tanjung Pinang
  • Talang Banjar

Paal Merah

  • Eka Jaya
  • Bakung Jaya
  • Talang Bakung
  • Payo Selincah

Jambi Selatan

  • Pakuan Baru
  • Wijaya Pura
  • Pasir Putih

Dengan demikian, pelanggan di kelurahan-kelurahan tersebut diminta mengantisipasi berkurangnya pasokan air selama proses pemeliharaan.

Pengurasan dilakukan sebagai bagian dari pemeliharaan instalasi pengolahan air.

Perumdam Tirta Mayang menyebut pekerjaan tersebut juga berkaitan dengan kondisi air baku Sungai Batanghari yang mengalami peningkatan kekeruhan.

Pemeliharaan unit sedimentasi diperlukan untuk menjaga proses pengolahan serta kualitas air produksi.

Meski berdampak sementara terhadap distribusi, pekerjaan tersebut ditujukan untuk menjaga keandalan sistem pelayanan air minum kepada pelanggan.

Perumdam Tirta Mayang mengingatkan pelanggan di wilayah terdampak untuk menampung air secukupnya sebelum pengurasan dimulai.

Langkah tersebut penting untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga selama distribusi dikurangi dan ketika proses normalisasi masih berlangsung.

Perumdam juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dialami pelanggan selama pekerjaan berlangsung.

Untuk informasi maupun pengaduan terkait distribusi air, pelanggan dapat menghubungi layanan WhatsApp Perumdam Tirta Mayang di 0821-2121-9692.(*)