Kemas Faried Tegaskan Stabilitas Jambi Tak Bisa Hanya Andalkan Aparat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Semangat menjaga persatuan dan keamanan daerah terlihat dalam pelaksanaan Apel Kebangsaan Sabuk Kamtibmas Wilayah Jambi yang digelar di Lapangan Kantor Wali Kota Jambi.

Kegiatan tersebut menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, legislatif, tokoh masyarakat, hingga elemen pemuda dalam menjaga stabilitas dan ketertiban di Kota Jambi.

Apel kebangsaan dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi Maulana bersama Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha dengan mengusung tema “Dengan Kebersamaan dan Kepedulian, Kita Bisa Menciptakan Lingkungan yang Aman, Nyaman dan Terbebas dari Gangguan Kamtibmas”.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar, Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, Wakapolda Jambi Benny Ali, pejabat utama Polda Jambi, unsur Forkopimda, Forum RT, lurah, FKUB, Lembaga Adat Melayu Jambi, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama hingga kalangan pemuda.

Rangkaian apel dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, penghormatan pasukan, laporan komandan apel, pemeriksaan pasukan, hingga pembacaan Ikrar Kebangsaan Sabuk Kamtibmas yang dipimpin Ketua Lembaga Adat Melayu Jambi.

Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly mengapresiasi terselenggaranya apel kebangsaan tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menjadi bentuk nyata komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Sabuk Kamtibmas menjadi wadah pemersatu seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan sekaligus memperkuat solidaritas sosial,” ujar Kemas Faried.

Ia menegaskan bahwa menjaga situasi tetap aman dan kondusif tidak bisa hanya bergantung pada aparat TNI dan Polri semata.

Keterlibatan aktif masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.

Selain itu, Kemas Faried juga menyoroti pentingnya pelayanan yang profesional, humanis, dan berkeadilan guna membangun kepercayaan publik terhadap aparat dan pemerintah.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan fondasi utama dalam menciptakan stabilitas keamanan yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diingatkan agar tetap waspada terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas seperti aksi premanisme, penyebaran hoaks, provokasi, hingga tindak kriminal yang dapat memicu perpecahan sosial.

Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan dari Kapolda Jambi kepada Pemerintah Kota Jambi atas keberhasilan menjalankan Program Kampung Bahagia serta menjaga kondisi keamanan daerah tetap kondusif.

Momentum itu kemudian ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama dan sesi foto seluruh peserta sebagai simbol penguatan sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Jambi.

“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Dengan sinergi seluruh elemen, kita optimistis Kota Jambi akan terus tumbuh sebagai daerah yang damai, maju, dan nyaman bagi masyarakat,” tutup Kemas Faried.(*)




Jadi Tuan Rumah MTQ 2026, Pemkot Jambi Siapkan Pelayanan Terbaik untuk Kafilah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi mulai mematangkan seluruh persiapan menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-55 tingkat Provinsi Jambi tahun 2026.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha memimpin langsung rapat koordinasi bersama jajaran pemerintah daerah dan Forkopimda Kota Jambi di Aula Bapperida, Kamis (21/5/2026).

Rapat tersebut membahas berbagai kesiapan teknis, mulai dari lokasi pelaksanaan, akomodasi kafilah, transportasi, keamanan, kebersihan, hingga teknis perlombaan.

Pemerintah Kota Jambi menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik demi menyukseskan pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Jambi yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober hingga 8 November 2026.

Ajang syiar Islam terbesar di Provinsi Jambi itu nantinya akan dipusatkan di EX Arena MTQ Provinsi Jambi dengan mengusung tema “Melalui MTQ ke-55 Provinsi Jambi, Kita Teguhkan Nilai-Nilai Al-Qur’an Dalam Membentuk Generasi Penerus Yang Beriman, Berkarakter Mantap Menuju Masa Depan Yang Bahagia”.

Dalam arahannya, Wali Kota Maulana meminta seluruh perangkat daerah memperkuat koordinasi lintas sektor agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan sukses.

“MTQ bukan hanya ajang perlombaan keagamaan, tetapi juga momentum mempererat ukhuwah Islamiyah dan syiar Al-Qur’an di tengah masyarakat. Karena itu seluruh persiapan harus dilakukan secara matang,” ujar Maulana.

Ia menegaskan, kesempatan menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Jambi merupakan momentum penting bagi Kota Jambi setelah menunggu selama 11 tahun.

Menurutnya, seluruh tamu dan kafilah dari kabupaten/kota se-Provinsi Jambi harus mendapatkan pelayanan terbaik selama berada di Kota Jambi.

“Saya ingin seluruh tamu yang pulang dari Kota Jambi membawa kesan positif dan mengapresiasi pelayanan yang diberikan Pemerintah Kota Jambi,” katanya.

Selain itu, Maulana juga meminta seluruh anggaran dan sumber daya yang tersedia dapat dioptimalkan agar pelaksanaan MTQ berlangsung maksimal.

Ia turut meminta dukungan TNI, Polri, dan seluruh stakeholder terkait dalam menjaga kelancaran serta keamanan selama kegiatan berlangsung.

“Kami bersama tim sudah menyusun konsep kegiatan, termasuk menentukan titik-titik arena perlombaan di sejumlah masjid bersejarah sebagai bagian dari pengembangan wisata religi di Kota Jambi,” ungkapnya.

Sebagai tuan rumah, Maulana berharap seluruh masyarakat Kota Jambi ikut berpartisipasi menyukseskan MTQ ke-55 tingkat Provinsi Jambi.

“Kepada seluruh pengurus masjid dan masyarakat Kota Jambi, mari bersama-sama menjadi tuan rumah yang baik agar kegiatan ini berjalan sukses dan memberikan kesan terbaik,” tutupnya.

Pemerintah Kota Jambi juga optimistis mampu kembali meraih prestasi terbaik pada ajang MTQ tingkat Provinsi Jambi, setelah empat tahun berturut-turut sukses menjadi juara umum.(*)




Musrenbang RKPD Jambi 2027, Soroti Hilirisasi Sawit dan Lapangan Kerja

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Gubernur Jambi, Al Haris, menegaskan pentingnya percepatan sinkronisasi antara program pemerintah pusat dan daerah dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Jambi Tahun 2027 yang digelar di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu (15/4/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung dengan semangat kolaborasi dan dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, para bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi, Forkopimda, serta perangkat daerah terkait.

Dalam arahannya, Al Haris menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada keselarasan program pusat dan daerah.

Menurutnya, ketika program nasional dijalankan secara optimal di daerah, dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat, terutama dalam peningkatan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja.

“Kalau program pusat kita kawal dengan baik di daerah, ini akan memberi dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan,” ujar Al Haris.

Ia juga menyoroti potensi sektor unggulan daerah, khususnya pertanian dan perkebunan kelapa sawit.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Jambi akan mendorong hilirisasi produk Crude Palm Oil (CPO) agar tidak hanya diekspor dalam bentuk mentah.

Menurutnya, pengembangan industri turunan seperti metanol hingga bahan bakar nabati seperti B50 menjadi peluang besar untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.

“Kita tidak ingin hanya ekspor CPO saja, tetapi ke depan akan kita dorong menjadi produk hilir seperti metanol hingga bahan bakar. Ini peluang besar untuk ekonomi Jambi,” tegasnya.

Sementara itu, Wamendagri Bima Arya memberikan apresiasi terhadap capaian pembangunan di Provinsi Jambi.

Ia menilai sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sudah berjalan dengan baik.

Menurutnya, data dari Kota Jambi menunjukkan bahwa program nasional seperti MBG, Kopdes, serta berbagai bantuan pemerintah mampu menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi jika dijalankan dengan sinergi yang kuat.

“Program nasional seperti MBG, Kopdes dan bantuan lainnya bisa mendongkrak ekonomi dan membuka lapangan kerja, asalkan kepala daerah mampu bersinergi,” ujarnya.

Bima Arya juga menilai tata kelola pemerintahan di Jambi semakin membaik, termasuk dalam penanganan stunting, pertumbuhan ekonomi, serta upaya optimalisasi potensi daerah.

Selain itu, ia turut mengapresiasi kebijakan Gubernur Jambi yang memberikan perhatian kepada aparatur, termasuk pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K).

“Ini bentuk perhatian kepada pegawai yang penting untuk meningkatkan semangat kerja. Bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” tambahnya.

Dengan sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat dan daerah, Pemerintah Provinsi Jambi optimis mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(*)




DPRD Jambi Soroti Kesiapan Transportasi, Energi, dan Fasilitas Kesehatan Idul Fitri

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H, DPRD Provinsi Jambi menegaskan dukungannya terhadap langkah pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk menjaga situasi tetap aman, kondusif, dan tertib.

Pernyataan ini disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Forkopimda Provinsi Jambi yang digelar di Hotel Swiss-Belhotel, Senin (16/3/2026).

Ketua DPRD Provinsi Jambi Hafiz Fattah menegaskan bahwa lembaga legislatif hadir sebagai penampung aspirasi masyarakat serta pengawal kebijakan publik terkait pelayanan, keamanan, dan kelancaran aktivitas masyarakat menjelang Lebaran.

“Perayaan Idul Fitri selalu memicu lonjakan mobilitas masyarakat, baik untuk mudik, aktivitas ekonomi, maupun sosial. Kondisi ini membutuhkan koordinasi lintas sektor agar keamanan dan ketertiban tetap terjaga,” ujar Hafiz Fattah.

DPRD Jambi mencatat beberapa fokus utama masyarakat menjelang Lebaran, antara lain:

  • Keamanan perjalanan mudik dan arus balik

  • Kelancaran transportasi umum dan jalan raya

  • Stabilitas harga kebutuhan pokok

  • Lingkungan bersih dan tertata

  • Ketersediaan energi, termasuk BBM dan LPG subsidi, hingga ke wilayah pelosok

  • Pasokan listrik yang stabil, terutama saat pelaksanaan Salat Idul Fitri

Selain itu, DPRD juga menyoroti potensi kerawanan seperti kemacetan lalu lintas, tindak kejahatan, dan rumah kosong karena mudik.

Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan pengurus RT didorong untuk memetakan warga yang meninggalkan rumah serta meningkatkan pengawasan lingkungan.

DPRD Provinsi Jambi menegaskan komitmennya untuk mendukung seluruh langkah pemerintah dan aparat keamanan agar perayaan Idul Fitri berlangsung aman, tertib, dan penuh berkah.

“Kita berharap Idul Fitri menjadi momentum kebersamaan dan kedamaian. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pemangku kepentingan akan menjadi kunci keberhasilan pengamanan Lebaran tahun ini,” tutup Hafiz Fattah.(*)




Rakor di Jambi, Alfin Paparkan Kesiapan Sungai Penuh Hadapi Lebaran

JAMBI , SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, sinergi antar pemerintah daerah dan aparat keamanan di Provinsi Jambi terus diperkuat.

Hal ini terlihat dalam Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Provinsi Jambi yang digelar pada Senin (16/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Swiss-Belhotel Jambi ini dibuka langsung oleh Gubernur Jambi, Al Haris, dan dihadiri sejumlah kepala daerah serta unsur Forkopimda dari seluruh kabupaten/kota.

Wali Kota Alfin turut hadir dalam rapat tersebut dan memaparkan kesiapan Kota Sungai Penuh dalam menghadapi arus mudik dan perayaan Lebaran tahun ini.

Dalam paparannya, Alfin menyebutkan bahwa pihaknya bersama Forkopimda telah menyiapkan berbagai langkah strategis, salah satunya melalui pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Operasi ini akan difokuskan pada pengamanan arus mudik dan balik, pendirian pos pengamanan serta pos pelayanan, hingga penjagaan di tempat ibadah dan pusat keramaian masyarakat.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi bencana yang dapat terjadi selama periode Lebaran.

“Koordinasi dan sinergi antar Forkopimda sangat penting untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif, sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan nyaman,” ujar Alfin.

Rapat koordinasi ini juga menjadi wadah bagi para kepala daerah untuk menyampaikan berbagai isu strategis di wilayah masing-masing, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas daerah.

Melalui sinergi yang solid antara pemerintah daerah dan Forkopimda, diharapkan pengamanan Idulfitri 2026 di Provinsi Jambi dapat berjalan optimal dan memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat.(*)




Gerakan Indonesia ASRI Digencarkan, Maulana Targetkan Kota Jambi Bebas TPS Liar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi semakin serius mewujudkan kota bersih dan tertata.

Melalui Program Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), Wali Kota Jambi Dr dr Maulana, MKM memimpin langsung aksi gotong royong di kawasan Terminal Rawasari, Rabu pagi (11/2/2026).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari gerakan nasional kebersihan, tetapi juga sebagai langkah awal penataan lokasi yang akan difungsikan sebagai pusat Pasar Beduk Ramadan 1447 Hijriah.

Didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, Maulana turun langsung bersama jajaran OPD dan unsur Forkopimda membersihkan area terminal.

Sejumlah instansi seperti Dinas Lingkungan Hidup, Damkar, PUPR, Dishub, dan Satpol PP turut dilibatkan dalam aksi tersebut.

Maulana menegaskan, gerakan ini sejalan dengan visi Program Kota Jambi Bahagia, di mana kebersihan dimulai dari tingkat RT melalui penguatan peran Operator Pengelolaan Berbasis Masyarakat (OPBM).

“Mulai tahun ini, melalui Kampung Bahagia, pengelolaan sampah berbasis RT kita optimalkan. Sampah diambil dari rumah ke rumah. TPS liar akan kita tutup,” tegas Maulana.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemkot Jambi akan menambah 20 armada pengangkut sampah pada April 2026.

Tak hanya itu, pada Mei mendatang juga akan diresmikan pabrik pengolahan sampah menjadi pupuk di TPA Talang Gulo.

Menurut Maulana, kebersihan bukan sekadar soal estetika, tetapi juga berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata.

“Kalau kota bersih, wisata tumbuh. Kalau wisata tumbuh, ekonomi masyarakat ikut bergerak,” ujarnya optimistis.

Terminal Rawasari sendiri dirancang menjadi ruang publik multifungsi.

Selain menjadi lokasi Pasar Beduk Ramadan, kawasan ini ke depan akan dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas masyarakat.

Melalui gerakan gotong royong yang melibatkan banyak pihak ini, Pemkot Jambi berharap mampu menciptakan lingkungan kota yang bersih, nyaman, dan berdaya saing menjelang bulan suci Ramadan.(*)




Tujuh Unsur Forkopimda Terima Gelar Adat Melayu Jambi, Ini Pesan Gubernur Al Haris

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH menegaskan bahwa pemberian gelar adat kepada tujuh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Sekretaris Daerah Provinsi Jambi oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi merupakan bentuk penghargaan sekaligus pengakuan sebagai bagian dari masyarakat adat Melayu Jambi.

Penganugerahan gelar adat tersebut berlangsung di Balairungsari LAM Jambi, Rabu (21/1/2026) pagi.

Prosesi ini menjadi simbol penghormatan adat yang disesuaikan dengan karakter, kebiasaan, dan keahlian masing-masing penerima gelar, disertai harapan dan doa sesuai makna gelar yang diberikan.

Acara diawali dengan pembacaan penganugerahan gelar oleh Ketua LAM Provinsi Jambi, Datuk Hasan Basri Agus. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penyematan pin, pemasangan selempang, dan Gordon.

Selanjutnya dilakukan kata penyisipan serta penyerahan keris oleh Gubernur Jambi Al Haris selaku Pembina LAM Jambi, serta penyerahan Piagam Gelar Adat dan Buku Pokok Adat Melayu Jambi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah oleh Wakil Gubernur Jambi H. Abdullah Sani. Acara juga diisi dengan prosesi tepuk tawar dan pengumuman adat.

Dalam sambutan dan arahannya, Gubernur Al Haris menegaskan bahwa pemberian gelar adat tersebut telah melalui proses dan pertimbangan panjang sesuai ketentuan yang berlaku di LAM Jambi.

Gelar diberikan kepada sosok-sosok terbaik yang dinilai memiliki ketulusan, kapasitas, dan dedikasi dalam membina masyarakat, adat, dan budaya di Provinsi Jambi.

“Alhamdulillah pada siang yang penuh berkah ini kita menyaksikan pemberian gelar kepada unsur Forkopimda yang sehari-hari juga berperan sebagai pembina Lembaga Adat Melayu Jambi. Gelar ini menunjukkan betapa LAM Jambi memuliakan para pembinanya sesuai peran dan jabatan masing-masing,” ujar Al Haris.

Gubernur berharap momentum penganugerahan gelar adat ini semakin memperkuat falsafah dan kearifan lokal Melayu Jambi yang dikenal dengan prinsip adat bersendi syara’, syara’ bersendi kitabullah, serta syara’ mengato adat memakai sebagai pedoman kehidupan masyarakat.

“Melalui sinergi bersama, nilai-nilai budaya lokal dapat menjadi pemersatu dan mendukung pembangunan daerah. Kepada unsur Forkopimda yang menerima gelar adat, semoga semakin mempererat hubungan emosional dan silaturahmi dengan masyarakat adat dan Pemerintah Provinsi Jambi,” harapnya.

Selain itu, Al Haris juga mengajak seluruh unsur Forkopimda untuk terus berkontribusi dalam memberikan sumbangan pemikiran, saran, serta dedikasi dalam melestarikan dan mengembangkan nilai adat istiadat serta kearifan lokal di Provinsi Jambi.

Sementara itu, Ketua LAM Provinsi Jambi Datuk Hasan Basri Agus menegaskan bahwa penganugerahan gelar adat bukan sekadar seremonial, melainkan mengandung amanah dan tanggung jawab moral.

“Yang menerima gelar harus menjadi teladan. Penganugerahan ini bukan hanya sah secara adat, tetapi juga memiliki legitimasi hukum karena telah diatur dalam ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Ia berharap penganugerahan ini semakin memperkokoh kolaborasi antara unsur adat dan negara dalam menjaga keharmonisan sosial masyarakat Jambi.

Khusus pemberian gelar kehormatan kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman, Datuk HBA menyebutnya sebagai penghargaan atas peran, loyalitas, dan kontribusinya dalam menggerakkan roda pemerintahan daerah.(*)




Malam Tahun Baru Penuh Makna, Donasi Korban Bencana di Kota Jambi Tembus Rp1,09 Miliar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Solidaritas dan kepedulian masyarakat Kota Jambi tercermin kuat di malam pergantian Tahun Baru 2025 ke 2026.

Dalam waktu singkat, donasi sebesar Rp1.090.000.000 berhasil terkumpul untuk membantu korban bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah wilayah Pulau Sumatera, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Penggalangan dana tersebut dilakukan dalam rangkaian kegiatan bertajuk “Nada Peduli Bahagia Berbagi”, yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi pada Rabu malam (31/12/2025) di Taman Banjuran Budayo.

Kegiatan ini menjadi alternatif perayaan malam tahun baru tanpa euforia, tanpa pesta kembang api, dan diganti dengan doa serta aksi kemanusiaan.

Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M menyampaikan bahwa donasi yang terkumpul merupakan hasil partisipasi berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, pelaku UMKM, komunitas seni, hingga masyarakat umum.

“Dalam waktu yang sangat singkat, alhamdulillah terkumpul kembali donasi Rp1,09 miliar. Ini merupakan tahap kedua. Sebelumnya kita juga telah mengumpulkan Rp1,2 miliar. Seluruh bantuan akan disalurkan melalui Baznas kepada daerah yang membutuhkan, terutama Aceh dan beberapa wilayah di Sumatera Utara,” ujar Maulana.

Ia menegaskan, besarnya donasi tersebut menjadi bukti nyata tingginya solidaritas sosial warga Kota Jambi, sekaligus menunjukkan bahwa perayaan tahun baru dapat dimaknai dengan cara yang lebih bermanfaat dan bermakna.

“Kegiatan yang biasanya diisi euforia, malam ini kita ganti dengan doa dan berbagi. Ini jauh lebih bernilai bagi sesama,” tuturnya.

Selain penggalangan dana, kegiatan Nada Peduli Bahagia Berbagi juga diisi dengan doa bersama lintas agama yang dipimpin oleh para tokoh agama dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Jambi.

Enam agama resmi di Indonesia turut menyampaikan doa, harapan, dan pesan persaudaraan demi kedamaian Kota Jambi dan bangsa Indonesia.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Jambi, Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, Ketua TP PKK Kota Jambi, jajaran Forkopimda, ASN Pemkot Jambi, Forum RT, tokoh adat, organisasi masyarakat, pelaku UMKM, komunitas seni budaya, hingga masyarakat Kota Jambi.

Wali Kota Maulana menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki tiga fokus utama, yakni doa lintas agama, apresiasi bagi pihak yang mendukung program Kota Jambi Bahagia, serta penggalangan donasi untuk korban bencana.

Selain itu, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni budaya lokal, seperti orkestra melayu, perbalasan pantun, band lokal, stand-up comedy, bazar UMKM, serta Animal Expo yang menampilkan lebih dari 35 spesies hewan.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkot Jambi, Baznas, FKUB, perangkat daerah, komunitas seni budaya, UMKM, yayasan sosial, dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Jambi menegaskan komitmennya menjadikan ruang publik sebagai sarana memperkuat empati sosial dan solidaritas kemanusiaan.

Menjelang pergantian tahun, Wali Kota Jambi bersama unsur Forkopimda juga mengikuti Zoom Meeting bersama Kapolri untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif dalam menyambut Tahun Baru 2026.(*)




Tanpa Kembang Api, Pemkot Jambi Lewati Tahun Baru 2026 dengan Doa dan Donasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Tanpa perayaan yang berlebihan, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi menyambut malam pergantian Tahun Baru 2025 ke 2026 dengan penuh makna, kebersamaan, dan kepedulian sosial.

Perayaan ini tidak hanya ditujukan bagi masyarakat Kota Jambi, tetapi juga sebagai wujud empati bagi warga di wilayah terdampak bencana, khususnya Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Mengusung tema “Nada Peduli Bahagia Berbagi”, Pemkot Jambi memilih meninggalkan tradisi pesta kembang api.

Sebagai gantinya, malam tahun baru diisi dengan doa bersama lintas agama serta penggalangan donasi untuk membantu korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Pulau Sumatera.

Kegiatan berlangsung khidmat di Taman Banjuran Budayo, Rabu malam (31/12/2025).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, Ketua TP PKK Kota Jambi, jajaran Forkopimda, ASN Pemkot Jambi, Forum RT, tokoh agama dan adat, organisasi masyarakat, pelaku UMKM, komunitas seni budaya, hingga masyarakat umum.

Doa lintas agama dipimpin oleh para tokoh yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Jambi, mewakili enam agama resmi di Indonesia.

Setiap pemuka agama secara bergantian menyampaikan doa, pesan persaudaraan, toleransi, dan harapan kedamaian bagi Kota Jambi serta bangsa Indonesia.

Wali Kota Jambi Maulana menegaskan bahwa konsep perayaan malam tahun baru kali ini sengaja dikemas berbeda dengan menitikberatkan nilai empati dan solidaritas sosial.

“Pergantian tahun 2025 ke 2026 ini kami maknai dengan kepedulian, bukan euforia. Alhamdulillah, respons masyarakat sangat luar biasa dan menunjukkan tingginya solidaritas warga Kota Jambi,” ujar Maulana.

Ia menjelaskan, kegiatan Nada Peduli Bahagia Berbagi memiliki tiga fokus utama, yakni doa lintas agama, pemberian apresiasi bagi pihak yang mendukung program Kota Jambi Bahagia, serta penggalangan donasi untuk korban bencana.

Dalam penggalangan dana tahap kedua yang dilakukan secara singkat, berhasil terkumpul donasi sebesar Rp1.090.000.000. Sebelumnya, Pemkot Jambi juga telah mengumpulkan dana bantuan sebesar Rp1,2 miliar.

“Seluruh donasi akan disalurkan melalui Baznas untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana, khususnya di Aceh dan beberapa wilayah di Sumatera Utara,” jelasnya.

Menurut Maulana, besarnya dana yang terkumpul mencerminkan kuatnya rasa kepedulian sosial masyarakat Kota Jambi.

Ia pun mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung visi Kota Jambi Bahagia melalui 11 program prioritas yang telah mulai berjalan.

Selain doa dan donasi, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni budaya lokal, seperti orkestra melayu, perbalasan pantun, band lokal, stand-up comedy, bazar UMKM, hingga Animal Expo yang menampilkan lebih dari 35 spesies hewan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendekatan pembangunan pariwisata dan kebudayaan yang inklusif, memadukan nilai kemanusiaan, toleransi, dan gotong royong.

Pemkot Jambi menegaskan komitmennya menjadikan ruang publik sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial.

Menjelang pergantian tahun, Wali Kota Jambi bersama Forkopimda juga mengikuti Zoom Meeting dengan Kapolri guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif dalam menyambut Tahun Baru 2026.(*)




Pastikan Ibadah Natal Aman, Kapolda Jambi Kunjungi Gereja HKBP Kota Baru

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka memastikan keamanan dan kenyamanan umat Kristiani saat melaksanakan ibadah Natal, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar bersama unsur Forkopimda Provinsi Jambi melakukan peninjauan langsung ke Gereja HKBP Kota Baru, Kota Jambi, Rabu (24/12/2025).

Kunjungan tersebut turut dihadiri Gubernur Jambi Al Haris, Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi Sugeng Hariadi, Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Heri Purwanto, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, serta sejumlah pejabat instansi terkait lainnya.

Kehadiran Forkopimda menjadi simbol nyata kehadiran negara dalam menjamin rasa aman bagi masyarakat yang sedang beribadah.

Kapolda Jambi menyampaikan bahwa peninjauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian pengamanan berjalan optimal serta petugas yang bertugas di rumah ibadah dalam kondisi siap dan sehat.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jambi bersama Gubernur dan Forkopimda juga menyapa langsung para jemaat yang tengah melaksanakan ibadah Natal.

Sekaligus menyampaikan pesan bahwa aparat keamanan hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman.

“Kami memastikan saudara-saudara kita umat Kristiani, baik Katolik maupun Protestan, dapat melaksanakan ibadah Natal dengan aman dan nyaman,” ujar Irjen Pol Krisno H Siregar.

Selain meninjau gereja, rombongan juga menyambangi Pos Pengamanan Natal dan Tahun Baru di Tugu Keris Kota Jambi, yang merupakan salah satu titik keramaian.

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan personel yang bertugas dalam Operasi Lilin Siginjai Polda Jambi.

Kapolda menegaskan, pengecekan langsung ke lapangan juga bertujuan memberikan motivasi kepada personel serta memastikan seluruh unsur pengamanan bersinergi dengan baik.

“Kami dari Polda Jambi bersama Pemerintah Provinsi, Korem 042/Gapu, Kejaksaan Tinggi, dan unsur terkait memastikan pelaksanaan pengamanan malam Natal hingga Tahun Baru berjalan aman dan kondusif,” lanjutnya.

Kapolda Jambi juga mengimbau masyarakat agar merayakan Tahun Baru dengan kesederhanaan.

Serta mengisinya dengan doa dan empati terhadap saudara-saudara yang tengah terdampak musibah di sejumlah wilayah.

“Kami berharap situasi kondusif ini terus terjaga, sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman, nyaman, penuh suka cita, namun tetap sederhana,” katanya.

Secara umum, Kapolda Jambi menyampaikan bahwa situasi perayaan Natal di Provinsi Jambi hingga saat ini berlangsung aman dan kondusif.

Meski terdapat peningkatan mobilitas masyarakat yang menyebabkan kepadatan lalu lintas di beberapa titik, masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dalam berkendara selama libur panjang.(*)