Kejutan Besar! Jerman Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Paraguay Menang Dramatis Lewat Adu Penalti

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Jerman harus mengakhiri langkahnya di Piala Dunia 2026 secara menyakitkan.

Die Mannschaft tersingkir setelah kalah 3-4 melalui adu penalti dari Paraguay pada laga babak 32 besar yang berlangsung di Boston Stadium, Selasa 30 Juni 2026 WIB.

Kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Namun, Paraguay tampil lebih tenang saat babak tos-tosan dan memastikan tiket ke babak 16 besar.

Sejak menit awal, Jerman langsung mengambil inisiatif menyerang.

Tim racikan Julian Nagelsmann mendominasi penguasaan bola hingga hampir 80 persen, tetapi rapatnya pertahanan Paraguay membuat peluang-peluang Jerman gagal berbuah gol.

Meski lebih banyak bertahan, Paraguay justru mampu memanfaatkan kesempatan terbaik yang mereka miliki. Menjelang turun minum, Julio Enciso membawa La Albirroja unggul lebih dulu.

Gol berawal dari situasi bola mati yang sempat dimentahkan Manuel Neuer.

Bola kemudian kembali dikuasai Paraguay sebelum umpan silang mengarah ke Enciso yang sukses menanduk bola ke dalam gawang.

Paraguay memimpin 1-0 pada menit ke-42.

Dominasi Jerman sepanjang babak pertama tidak cukup efektif.

Mereka memang menguasai jalannya pertandingan, tetapi gagal melepaskan tembakan tepat sasaran hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Nagelsmann langsung melakukan perubahan dengan memasukkan Leon Goretzka guna memperkuat lini tengah.

Strategi tersebut membuahkan hasil pada menit ke-54. Florian Wirtz mengirim umpan matang yang disambut sundulan Kai Havertz untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Gol tersebut menjadi koleksi ketiga Havertz di Piala Dunia 2026.

Setelah skor kembali imbang, pertandingan berlangsung semakin terbuka.

Paraguay kehilangan salah satu pemain kuncinya, Julio Enciso, akibat cedera dan harus digantikan Mauricio.

Di sisi lain, Jerman memasukkan Jamal Musiala demi meningkatkan kreativitas serangan.

Peluang emas Jerman datang pada menit ke-78 melalui sundulan Havertz, tetapi kiper Orlando Gill tampil gemilang dengan penyelamatan krusial

Paraguay juga sempat mengancam lewat Gustavo Caballero, namun Antonio Rudiger berhasil menggagalkan peluang tersebut.

Hingga waktu normal berakhir, kedua tim tetap bermain imbang sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan.

Pada extra time, Paraguay semakin fokus mempertahankan pertahanan.

Gustavo Alfaro bahkan memasukkan bek tengah Gustavo Velazquez untuk memperkokoh lini belakang menghadapi gempuran Jerman.

Jerman sebenarnya sempat bersorak pada menit ke-102 ketika Jonathan Tah mencetak gol lewat sundulan hasil sepak pojok.

Namun, setelah meninjau tayangan VAR, wasit menganulir gol tersebut karena Waldemar Anton dinilai melakukan pelanggaran terhadap kiper Paraguay dalam proses terjadinya gol.

Tidak ada gol tambahan hingga extra time berakhir. Penentuan pemenang pun harus dilakukan melalui adu penalti.

Drama terjadi pada babak adu penalti. Kai Havertz dan Nick Woltemade gagal menjalankan tugas untuk Jerman.

Sementara Paraguay juga sempat kehilangan poin lewat Antonio Sanabria dan Fabián Balbuena.

Ketika skor masih sama kuat 3-3 setelah lima penendang pertama, petaka menghampiri Jerman.

Jonathan Tah yang menjadi algojo keenam gagal mencetak gol setelah sepakannya melambung di atas mistar.

Kesempatan itu dimanfaatkan dengan sempurna oleh Jose Canale.

Bek Paraguay tersebut sukses menaklukkan Manuel Neuer dan memastikan kemenangan 4-3 pada adu penalti.

Hasil ini menjadi salah satu kejutan terbesar di babak gugur Piala Dunia 2026.

Paraguay berhasil menyingkirkan salah satu kandidat juara, sementara Jerman harus pulang lebih cepat meski tampil dominan sepanjang pertandingan.

Susunan Pemain

Jerman (4-2-3-1): Manuel Neuer; Joshua Kimmich, Jonathan Tah, Antonio Rudiger, Nathaniel Brown; Felix Nmecha, Aleksandar Pavlovic; Leroy Sane, Kai Havertz, Florian Wirtz; Deniz Undav.

Pelatih: Julian Nagelsmann.

Paraguay (4-4-2): Orlando Gill; Juan Jose Caceres, Gustavo Gomez, Jose Canale, Junior Alonso; Miguel Almiron, Damian Bobadilla, Andres Cubas, Matias Galarza; Gabriel Avalos, Julio Enciso.

Pelatih: Gustavo Alfaro.(*)




Jerman Comeback, Pantai Gading ‘Dipukul’ Deniz Undav di Gol Injury Time

SEPUCUKJAMBI.ID – Jerman memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Pantai Gading dalam laga Grup E di Toronto Stadium, Minggu 21 Juni 2026 dini hari WIB.

Der Panzer harus bekerja keras untuk mengamankan tiga poin. Sempat tertinggal lebih dulu pada babak pertama, pasukan Julian Nagelsmann bangkit melalui dua gol Deniz Undav.

Termasuk gol penentu kemenangan yang tercipta pada masa injury time.

Hasil ini membuat Jerman kokoh di puncak klasemen Grup E dengan koleksi enam poin sempurna dari dua pertandingan.

Dengan satu laga tersisa, mereka menjadi salah satu tim pertama yang memastikan tempat di fase gugur.

Jerman langsung tampil dominan sejak peluit awal dibunyikan. Kai Havertz memperoleh peluang emas lewat sundulan pada menit-menit awal, tetapi masih mampu diamankan kiper Pantai Gading, Yahia Fofana.

Tekanan Der Panzer terus berlanjut. Jamal Musiala dan Florian Wirtz beberapa kali merepotkan lini belakang lawan.

Sementara Aleksandar Pavlovic sempat menjebol gawang Pantai Gading pada menit ke-21. Namun gol tersebut dianulir wasit setelah ditemukan pelanggaran dalam proses serangan.

Di tengah dominasi Jerman, Pantai Gading justru berhasil mencuri keunggulan. Serangan cepat yang dibangun dari sisi sayap berujung pada gol Franck Kessie pada menit ke-30.

Gelandang berpengalaman itu sukses memanfaatkan kelengahan pertahanan Jerman untuk membawa timnya unggul 1-0.

Menjelang turun minum, Pantai Gading nyaris menggandakan keunggulan. Ange-Yoan Bonny mendapatkan peluang terbuka.

Namun Manuel Neuer menunjukkan kualitasnya dengan melakukan penyelamatan krusial yang menjaga harapan Jerman tetap hidup.

Babak pertama ditutup dengan frustrasi bagi Der Panzer. Kai Havertz sempat mencetak gol, tetapi VAR kembali membatalkan gol tersebut karena pelanggaran dalam proses terjadinya gol.

Memasuki babak kedua, Jerman meningkatkan intensitas serangan. Julian Nagelsmann meminta anak asuhnya bermain lebih agresif dan menekan lebih tinggi untuk memaksa Pantai Gading bertahan di wilayah sendiri.

Usaha itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-68. Deniz Undav menyambar umpan matang Nadiem Amiri sebelum melepaskan tembakan keras yang tak mampu dijangkau Fofana.

Skor berubah menjadi 1-1 dan momentum sepenuhnya berpihak kepada Jerman.

Setelah gol penyeimbang tersebut, tekanan Der Panzer semakin masif. Pantai Gading dipaksa bertahan total menghadapi gelombang serangan yang datang silih berganti.

Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, Jerman mendapatkan momen penentu.

Pada menit ke-90+4, Felix Nmecha mengirim umpan terukur yang langsung disambar Deniz Undav menjadi gol kedua sekaligus gol kemenangan.

Gol telat tersebut memicu selebrasi besar kubu Jerman dan memupus harapan Pantai Gading untuk mencuri satu poin.

Kemenangan ini menegaskan status Jerman sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026.

Selain menunjukkan mentalitas bangkit saat tertinggal, Der Panzer juga memperlihatkan kedalaman skuad yang mampu membuat perbedaan hingga detik-detik terakhir pertandingan.

Susunan pemain:

Jerman (4-2-3-1): Manuel Neuer; Joshua Kimmich, Jonathan Tah, Nico Schlotterbeck, Nathaniel Brown; Aleksandar Pavlovic, Felix Nmecha; Leroy Sane, Jamal Musiala, Florian Wirtz; Kai Havertz.

Pelatih: Julian Nagelsmann

Pantai Gading (4-3-3): Yahia Fofana; Wilfried Singo, Odilon Kossounou, Emmanuel Agbadou, Ghislain Konan; Christ Inao Oulai, Franck Kessie, Ibrahim Sangare; Amad Diallo, Ange-Yoan Bonny, Yan Diomande.

Pelatih: Emerse Fae.(*)




Jerman Mengamuk di Piala Dunia 2026, Curacao Dibantai 7-1 dalam Laga Pembuka Grup E

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Jerman mengirim pesan tegas kepada para pesaingnya di Piala Dunia 2026 setelah menghancurkan Curacao dengan skor mencolok 7-1 pada laga pembuka Grup E di NRG Stadium, Houston, Amerika Serikat, Senin 15 Juni 2026.

Kemenangan besar ini bukan hanya mengantarkan Der Panzer ke puncak klasemen sementara Grup E.

Tetapi juga menunjukkan bahwa skuad asuhan Jerman datang ke turnamen dengan ambisi besar untuk kembali merebut gelar juara dunia.

Sejak menit awal, Jerman langsung mengambil kendali permainan.

Baru enam menit laga berjalan, Felix Nmecha membuka keunggulan melalui penyelesaian melengkung yang tak mampu dijangkau kiper Curacao, Eloy Room.

Gol tersebut menjadi salah satu gol tercepat yang tercipta pada Piala Dunia 2026 sejauh ini.

Meski berstatus debutan, Curacao sempat memberikan kejutan. Livano Comenencia berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-21 dan membuat pertandingan kembali terbuka.

Namun momentum itu tak bertahan lama.

Jerman merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Nico Schlotterbeck membawa timnya kembali unggul lewat sundulan hasil sepak pojok menjelang turun minum.

Tak lama berselang, Kai Havertz memperlebar keunggulan menjadi 3-1 melalui eksekusi penalti setelah Felix Nmecha dilanggar di area terlarang.

Memasuki babak kedua, dominasi Jerman semakin tak terbendung.

Joshua Kimmich mencetak gol keempat hanya dua menit setelah jeda. Nathaniel Brown kemudian ikut mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-68.

Curacao yang mulai kehilangan organisasi permainan semakin kesulitan membendung gelombang serangan lawan.

Deniz Undav menambah penderitaan Curacao lewat gol pada menit ke-78 sebelum Havertz menutup pesta gol Jerman pada menit ke-88 untuk memastikan kemenangan telak 7-1.

Selain pesta gol, pertandingan ini juga menghadirkan catatan bersejarah bagi Manuel Neuer.

Kiper veteran berusia 40 tahun itu resmi menjadi penjaga gawang kedua dalam sejarah yang tampil di lima edisi Piala Dunia, menyamai rekor legenda Meksiko Antonio Carbajal.

Di atas kertas, kemenangan besar atas Curacao memang sesuai prediksi.

Namun cara Jerman meraih kemenangan tersebut menjadi sinyal penting bahwa mereka siap menjadi salah satu kandidat kuat juara pada turnamen kali ini.

Sementara itu, Curacao harus segera berbenah. Meski sempat menunjukkan keberanian dengan mencetak gol balasan.

Pengalaman pertama mereka di panggung terbesar sepak bola dunia memperlihatkan masih adanya kesenjangan kualitas yang cukup lebar saat menghadapi tim elite seperti Jerman.

Hasil ini menempatkan Jerman di posisi teratas Grup E dengan tiga poin, sedangkan Curacao harus puas menghuni dasar klasemen setelah menelan kekalahan terbesar mereka di turnamen.(*)




Daftar Skuad Grup E Piala Dunia 2026, Siapa yang Paling Kuat?

SEPUCUKJAMBI.ID – Grup E Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi salah satu grup paling kompetitif pada fase penyisihan.

Kehadiran Jerman sebagai raksasa sepak bola Eropa membuat persaingan semakin menarik.

Namun Pantai Gading, Ekuador, dan Curacao juga datang dengan komposisi pemain yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Jika melihat materi pemain yang tersedia, Jerman masih menjadi unggulan utama untuk memimpin klasemen grup.

Tim Panser membawa kombinasi pemain senior yang sarat pengalaman dan talenta muda yang sedang bersinar di level klub maupun tim nasional.

Di bawah mistar gawang, Jerman masih memiliki Manuel Neuer yang menjadi simbol pengalaman dan kepemimpinan.

Kehadiran Oliver Baumann serta Alexander Nubel membuat posisi penjaga gawang menjadi salah satu sektor paling aman dalam skuad mereka.

Lini belakang Jerman juga terlihat solid. Antonio Rudiger dan Jonathan Tah diprediksi menjadi duet utama di jantung pertahanan.

Selain itu, David Raum, Nico Schlotterbeck, hingga Malick Thiaw memberikan banyak pilihan bagi pelatih untuk menjaga keseimbangan permainan.

Kekuatan terbesar Jerman justru berada di sektor tengah dan depan. Joshua Kimmich, Leon Goretzka, Florian Wirtz, hingga Aleksandar Pavlovic siap mengontrol permainan.

Sementara di lini serang, Jamal Musiala, Kai Havertz, Leroy Sane, dan Deniz Undav menjadi deretan pemain yang berpotensi menjadi pembeda dalam pertandingan penting.

Timnas Jerma datang ke Piala Dunia 2026 dengan tekad yang kuat

Berikut daftar lengkap pemainnya:

  • Kiper: Oliver Baumann (Hoffenheim), Manuel Neuer (Bayern Munich), Alexander Nubel (Stuttgart)
  • Belakang: Waldemar Anton (Borussia Dortmund), Nathaniel Brown (Eintracht Frankfurt), David Raum (RB Leipzig), Antonio Rudiger (Real Madrid), Nico Schlotterbeck (Borussia Dortmund), Jonathan Tah (Bayern Munich), Malick Thiaw (Newcastle)
  • Gelandang: Pascal Gross (Brighton), Joshua Kimmich (Bayern Munich), Felix Nmecha (Borussia Dortmund), Aleksandar Pavlovic (Bayern Munich), Angelo Stiller (Stuttgart), Leon Goretzka (Bayern Munich), Florian Wirtz (Liverpool), Jamie Leweling (Stuttgart)
  • Penyerang: Maximilian Beier (Borussia Dortmund), Kai Havertz (Arsenal), Lennart Karl (Bayern Munich), Jamal Musiala (Bayern Munich), Leroy Sane (Galatasaray), Deniz Undav (Stuttgart), Nick Woltemade (Newcastle)

Meski Jerman difavoritkan, Pantai Gading berpotensi menjadi ancaman serius.

Wakil Afrika tersebut membawa banyak pemain yang tampil di kompetisi elite Eropa.

Nama-nama seperti Franck Kessie, Seko Fofana, Ibrahim Sangare, hingga Amad Diallo memberikan keseimbangan antara kekuatan fisik dan kreativitas permainan.

Di lini pertahanan, Pantai Gading diperkuat sejumlah pemain yang tampil konsisten di liga top Eropa seperti Evan Ndicka, Odilon Kossounou, Wilfried Singo, dan Ousmane Diomande.

Sementara lini serang mereka dihuni pemain-pemain cepat dan agresif seperti Simon Adingra, Nicolas Pepe, Elye Wahi, hingga Ange-Yoan Bonny.

Timnas Pantai Gading tidak bisa dianggap tim sembarangan di Piala Dunia 2026

Berikut daftar lengkap pemainnya:

  • Kiper: Yahia Fofana (Caykur Rizespor), Mohamed Kone (Charleroi), Alban Lafont (Panathinaikos).
  • Bek: Emmanuel Agbadou (Beşiktaş), Clement Akpa (AJ Auxerre), Ousmane Diomande (Sporting CP), Guela Doue (Strasbourg), Ghislain Konan (Gil Vicente), Odilon Kossounou (Atalanta BC), Evan Ndicka (AS Roma), Wilfried Singo (Galatasaray).
  • Gelandang: Seko Fofana (Porto), Parfait Guiagon (Charleroi), Christ Inao Oulai (Trabzonspor), Franck Kessie (Al-Ahli), Ibrahim Sangare (Nottingham Forest), Jean-Michael Seri (Maribor).
  • Penyerang: Simon Adingra (Monaco), Ange-Yoan Bonny (Inter Milan), Amad Diallo (Manchester United), Oumar Diakite (Cercle Brugge), Yan Diomande (RB Leipzig), Evann Guessand (Crystal Palace), Nicolas Pepe (Villarreal), Bazoumana Toure (TSG Hoffenheim), Elye Wahi (OGC Nice).

Sementara itu, Ekuador kembali mengandalkan generasi emas yang mulai berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Tim asal Amerika Selatan tersebut memiliki kombinasi pemain muda dan berpengalaman yang membuat mereka layak diperhitungkan dalam perebutan tiket ke babak gugur.

Nama Moises Caicedo menjadi sosok sentral di lini tengah Ekuador.

Gelandang tersebut akan mendapat dukungan dari Kendry Paez, Gonzalo Plata, Alan Franco, hingga Pedro Vite yang memiliki kemampuan menciptakan peluang dari berbagai situasi.

Di lini pertahanan, Ekuador memiliki fondasi yang kuat dengan kehadiran Pervis Estupinan, Piero Hincapie, Willian Pacho, dan Felix Torres.

Sedangkan sektor penyerangan masih bertumpu pada ketajaman Enner Valencia yang menjadi salah satu pemain paling berpengalaman dalam skuad.

Timnas Ekuador menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan di Grup E Piala Dunia 2026

Berikut daftar lengkap pemainnya:

  • Kiper: Hernan Galindez, Moises Ramire, Gonzalo Valle, David Cabezas
  • Bek: Angelo Preciado, Pervis Estupinan, Piero Hincapie, Felix Torres, Willian Pacho, Joel Ordonez, Jose Hurtado, Jackson Porozo, Leonardo Realpe
  • Gelandang: Moises Caicedo, Alan Franco, Gonzalo Plata, Kendry Paez, John Yeboah, Alan Minda, Pedro Vite, Jordy Alcivar, Denil Castillo, Yaimar Medina, Patrik Mercado, Bryan Ramirez
  • Penyerang: Enner Valencia. Kevin Rodriguez, Jordy Caicedo, Nilson Angulo, Janner Corozo, John Mercado, Jeremy Arevalo, Elias Legendre, Anthony Valencia

Curacao mungkin menjadi tim yang paling minim sorotan di Grup E.

Namun komposisi pemain yang mereka miliki menunjukkan bahwa tim ini tidak bisa diremehkan.

Mayoritas pemain Curacao berkarier di kompetisi Eropa, terutama Belanda, yang membuat kualitas permainan mereka cukup kompetitif.

Nama-nama seperti Leandro Bacuna, Juninho Bacuna, Tahith Chong, Jurgen Locadia, hingga Kenji Gorre menjadi pemain yang dapat memberikan ancaman bagi lawan.

Timnas Curacao termasuk tim yang tak bisa diremehkan di Piala Dunia 2026

Curacao berpotensi menjadi kuda hitam yang bisa mengganggu ambisi tim-tim unggulan. Berikut daftar pemainnya:

  • Penjaga Gawang: Tyrick Bodak (SC Telstar), Trevor Doornbusch (VVV-Venlo), Eloy Room (Miami FC).
  • Bek: Riechedly Bazoer (Konyaspor), Joshua Brenet (Kayserispor), Roshon Van Eijma (RKC Waalwijk), Sherel Floranus (PEC Zwolle), Deveron Fonville (NEC Nijmegen), Jurien Gaari (Abha Club), Armando Obispo (PSV Eindhoven), Shurandy Sambo (Sparta Rotterdam).
  • Gelandang: Juninho Bacuna (FC Volendam), Leandro Bacuna (Igdır), Livano Comenencia (FC Zurich), Kevin Felida (FC Den Bosch), Ar’Jany Martha (Rotherham United), Tyrese Noslin (SC Telstar), Godfried Roemeratoe (RKC Waalwijk).
  • Penyerang: Jeremy Antonisse (AE Kifisia), Tahith Chong (Sheffield United), Kenji Gorre (Maccabi Haifa), Sontje Hansen (Middlesbrough), Gervane Kastaneer (Terengganu FC), Brandley Kuwas (FC Volendam), Jurgen Locadia (Miami FC), Jearl Margaritha (SK Beveren).

Jika melihat kedalaman skuad secara keseluruhan, Jerman memang masih berada satu tingkat di atas pesaing lainnya.

Namun Pantai Gading dan Ekuador memiliki kualitas yang cukup untuk memberikan perlawanan sengit.

Sementara Curacao berpeluang menciptakan kejutan jika mampu tampil konsisten sepanjang fase grup.

Dengan komposisi pemain yang dimiliki masing-masing negara, Grup E berpotensi menghadirkan persaingan ketat hingga laga terakhir.

Perebutan dua tiket otomatis ke babak gugur diperkirakan akan menjadi salah satu yang paling menarik untuk disaksikan pada Piala Dunia 2026.(*)




Liverpool Menang Lagi, Wolves Terpuruk Tanpa Kemenangan di Liga Inggris

SEPUCUKJAMBI.ID – Liverpool menutup tahun 2025 dengan kemenangan penting setelah menaklukkan Wolverhampton Wanderers dengan skor 2-1 pada lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di Stadion Anfield, Sabtu (27/12/2025) malam WIB.

Dua gol cepat sebelum jeda babak pertama yang dicetak Ryan Gravenberch dan Florian Wirtz memastikan The Reds mengamankan tiga poin penuh di hadapan publik sendiri.

Wolves hanya mampu membalas satu gol di babak kedua.

Hasil ini memperpanjang dominasi Liverpool atas Wolves dengan catatan 17 kemenangan dari 18 pertemuan terakhir di kompetisi liga.

Selain itu, kemenangan ini menjadi yang ke-18 bagi Liverpool dari 21 laga Liga Inggris yang dimainkan pada periode Natal hingga Tahun Baru.

Sebaliknya, Wolves semakin terpuruk. Kekalahan di Anfield membuat mereka belum merasakan kemenangan dalam 22 pertandingan Premier League secara beruntun.

Laga dimulai dengan suasana emosional. Sebelum kick-off, Anfield memberikan standing applause saat anak-anak mendiang Diogo Jota, yang pernah membela kedua klub, memasuki lapangan bersama kapten Liverpool Virgil van Dijk.

Liverpool langsung mendominasi permainan. Peluang emas hadir ketika Florian Wirtz mengirim umpan terobosan matang kepada Hugo Ekitike.

Namun sepakan striker Prancis itu masih membentur tiang gawang.

Wolves sempat merespons melalui peluang debutan Mateus Mane, tetapi Alisson Becker tampil sigap di bawah mistar.

Tekanan Liverpool terus berlanjut, dengan Alexis Mac Allister juga nyaris mencetak gol lewat tembakan yang kembali membentur tiang.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-41. Umpan mendatar Jeremie Frimpong disambut Gravenberch dengan sepakan keras yang tak mampu dibendung kiper Wolves.

Hanya berselang satu menit, Liverpool menggandakan keunggulan. Florian Wirtz mencetak gol pertamanya di Premier League setelah memaksimalkan assist dari Ekitike.

Wolves bangkit selepas jeda. Enam menit babak kedua berjalan, Santiago Bueno memperkecil ketertinggalan melalui tembakan jarak dekat.

Ia memanfaatkan bola muntah hasil sundulan Tolu Arokodare yang ditepis Alisson.

Liverpool sempat mendapatkan peluang tambahan lewat Wirtz dan Curtis Jones, namun skor tetap bertahan.

Hingga peluit panjang dibunyikan, pasukan Arne Slot mampu menjaga keunggulan dan mengamankan kemenangan.(*)




Mohamed Salah Absen, Liverpool Terancam Pincang Saat Hadapi Wolves

SEPUCUKJAMBI.ID – Pelatih Liverpool, Arne Slot, mengungkapkan bahwa timnya berpotensi kehilangan hingga tujuh pemain saat menjamu Wolverhampton Wanderers pada pekan ke-18 Liga Inggris musim 2025/2026.

Laga tersebut akan berlangsung di Anfield, Sabtu (27/12/2025) pukul 22.00 WIB.

Mohamed Salah dipastikan absen karena masih memperkuat Timnas Mesir di ajang Piala Afrika 2025.

Sementara itu, Alexander Isak harus menepi cukup lama usai mengalami cedera serius berupa patah tulang fibula di bagian pergelangan kaki.

Isak bergabung dengan Joe Gomez dan Wataru Endo yang juga belum dalam kondisi fit untuk tampil menghadapi Wolves.

Selain itu, Dominik Szoboszlai dipastikan absen akibat hukuman akumulasi lima kartu kuning.

Dengan demikian, Liverpool sudah kehilangan lima pemain utama. Jumlah tersebut masih bisa bertambah lantaran kondisi Conor Bradley dan Cody Gakpo yang masih diragukan tampil.

“Kondisi Conor masih 50-50. Ia tidak berlatih hari ini dan besok. Kami akan melihat perkembangannya pada Jumat untuk menentukan apakah ia bisa masuk skuad akhir pekan,” ujar Slot dalam konferensi pers, dikutip dari laman resmi klub, Rabu.

Slot juga menegaskan bahwa Joe Gomez dan Wataru Endo belum tersedia, sementara kondisi Cody Gakpo dinilai mirip dengan Conor Bradley.

Di tengah krisis pemain tersebut, Liverpool mendapat kabar positif dengan kembalinya Florian Wirtz. Gelandang serang asal Jerman itu dipastikan siap tampil pada laga kontra Wolves.

Wirtz sebelumnya sempat diragukan tampil usai laga melawan Tottenham Hotspur. Namun, Arne Slot memastikan sang pemain telah pulih dan siap dimainkan.

“Ia semakin beradaptasi dengan Liga Inggris. Dalam kondisi ideal, saya ingin memberinya waktu istirahat lebih lama, tetapi ia akan kembali bersama kami pada hari Sabtu,” kata pelatih asal Belanda tersebut.

Terkait kekuatan lawan, Slot menegaskan Liverpool tidak akan memandang remeh Wolverhampton Wanderers, meskipun tim asuhan Rob Edwards itu belum meraih kemenangan musim ini.

Wolves saat ini berada di dasar klasemen dengan koleksi dua poin, sementara Liverpool menempati posisi kelima dengan 29 poin.

“Setiap pertandingan di Liga Premier selalu berbahaya dan sulit,” pungkas Slot.(*)




Liverpool Terpuruk! Kena Krisis Parah Setelah Dibantai Forest

SEPUCUKJAMBI.ID – Liverpool tengah menghadapi periode paling mengkhawatirkan dalam era kejayaan modern mereka. Kekalahan memalukan 0-3 dari Nottingham Forest di Anfield, Sabtu (22/11/2025).

Bukan sekadar hasil buruk, melainkan penegasan bahwa sang juara bertahan Premier League sedang berada di titik terendah musim ini.

Dalam 12 pertandingan pertama musim 2025/26, tim besutan Arne Slot sudah menelan enam kekalahan angka yang kontras dengan dominasi mereka pada musim lalu.

Menurut data Opta, Liverpool kini mengalami dua kekalahan beruntun dengan selisih tiga gol atau lebih dari Bournemouth dan Nottingham Forest.

Terakhir kali The Reds merasakan tren seburuk ini terjadi pada April 1965 kala dilatih Bill Shankly.

Penurunan performa Liverpool terasa sangat drastis. Musim lalu Slot dipuji karena bisa meraih gelar liga tanpa mendatangkan satu pun pemain baru.

Namun setelah klub menggelontorkan dana besar sekitar £450 juta di bursa transfer musim panas, ekspektasi meningkat tajam terutama setelah hadirnya dua pemain berharga lebih dari £100 juta, Florian Wirtz dan Alexander Isak.

Namun kenyataannya jauh dari harapan.

Wirtz dan Isak belum mencatatkan gol atau assist di Premier League.

Isak bahkan memegang rekor negatif sebagai pemain Liverpool pertama yang kalah dalam empat laga awalnya sebagai starter.

Kondisi fisiknya juga sempat dipertanyakan karena tak menjalani pramusim penuh setelah memaksakan kepindahan dari Newcastle.

Meski demikian, menyalahkan satu pemain tidak menyelesaikan masalah. Krisis Liverpool berakar pada banyak sektor.

Setelah musim lalu hanya kalah empat kali di liga, musim ini jumlah kekalahan tersebut sudah tersamai bahkan sebelum memasuki Desember.

Pertahanan yang biasanya menjadi kekuatan mereka kini melemah drastis 20 gol bersarang ke gawang The Reds hanya dalam 12 pertandingan, mendekati setengah kebobolan sepanjang musim lalu.

Absennya Trent Alexander-Arnold juga memberi dampak besar.

Meski kerap dikritik, kontribusi kreativitasnya selama bertahun-tahun sangat vital.

Penggantinya, Jeremie Frimpong, belum menampilkan performa stabil.

Bahkan, Arne Slot sempat menurunkan Dominik Szoboszlai sebagai bek kanan saat kalah dari Forest situasi yang menggambarkan betapa kacaunya struktur permainan Liverpool.

Di lini depan, Mohamed Salah juga belum mampu mengangkat performa tim.

Empat gol dari 11 pertandingan jelas menurun dibanding musim sebelumnya ketika ia meraih penghargaan PFA Players’ Player of the Year.

Minimnya kontribusi pemain baru membuat beban serangan bertumpu pada Salah seorang.

Saat ini Liverpool tercecer di posisi ke-11 klasemen, delapan poin tertinggal dari Arsenal di puncak, dan sudah memainkan satu laga lebih banyak.

Statistik menunjukkan mereka menjadi juara bertahan Premier League keempat yang menelan enam kekalahan dalam 12 pertandingan awal musim.

Menyusul jejak buruk Blackburn (1995/96), Chelsea (2015/16), dan Leicester City (2016/17), tiga tim yang semuanya gagal mempertahankan gelar.

Tekanan terhadap Arne Slot semakin besar.

Jika tidak segera menemukan solusi, Liverpool berpotensi mengukir musim yang lebih dikenang karena keterpurukan, bukan sebagai tim juara yang mempertahankan dominasi.(*)