Rahasia Selebrasi Fabian Ruiz Terungkap, Gol ke Gawang Belgia Dipersembahkan untuk Sang Anak

SEPUCUKJAMBI.ID – Fabian Ruiz menjadi salah satu aktor utama di balik kemenangan dramatis Timnas Spanyol atas Belgia pada perempat final Piala Dunia 2026.

Gelandang berusia 30 tahun itu tak hanya membuka keunggulan La Furia Roja, tetapi juga mengungkap makna emosional di balik selebrasi golnya yang mencuri perhatian.

Ruiz dipercaya tampil sejak menit pertama oleh pelatih Luis De La Fuente dalam laga krusial tersebut.

Kepercayaan itu dijawab dengan performa impresif, termasuk gol pembuka yang membawa Spanyol mengendalikan jalannya pertandingan sebelum akhirnya menang 2-1 dan mengamankan tiket semifinal.

Usai pertandingan, Ruiz mengaku dirinya selalu mempersiapkan diri untuk setiap keputusan pelatih.

Karena itu, ketika namanya masuk dalam susunan pemain utama, ia bertekad memberikan kontribusi maksimal bagi tim.

“Pelatih baru mengumumkan susunan pemain beberapa saat sebelum pertandingan dimulai. Saya selalu mempersiapkan diri untuk segala kemungkinan,” ujar Ruiz kepada DAZN.

Menurut pemain yang memperkuat Paris Saint-Germain itu, dirinya tidak menerima instruksi khusus dari Luis De La Fuente.

Ia hanya menjalankan skema yang selama ini telah dipersiapkan dalam sesi latihan bersama tim nasional.

“Hari ini saya mendapat kesempatan menjadi starter dan saya selalu siap melakukan apa pun yang dibutuhkan tim. Saya senang bisa mendapatkan menit bermain dan membantu tim meraih kemenangan,” katanya.

Selepas mencetak gol, Ruiz melakukan selebrasi dengan memasukkan bola ke dalam jersey sambil mengisap ibu jarinya.

Aksi tersebut langsung menjadi perhatian publik karena dianggap memiliki makna khusus.

Ruiz kemudian mengonfirmasi bahwa selebrasi tersebut dipersembahkan untuk calon buah hatinya yang saat ini masih berada dalam kandungan sang istri.

Ia mengaku telah lama berharap bisa mencetak gol di Piala Dunia untuk menghadiahkan momen spesial bagi keluarganya.

“Saya memang sangat ingin mencetak gol agar bisa mendedikasikannya untuk istri saya dan calon buah hati kami. Istri saya dan seluruh keluarga sangat bahagia sekaligus terharu,” ungkap Ruiz.

Gol tersebut menjadi salah satu momen emosional dalam perjalanan Spanyol di Piala Dunia 2026.

Selain mengantar La Furia Roja membuka keunggulan, gol itu juga memiliki nilai pribadi yang begitu besar bagi sang gelandang.

Kini fokus Ruiz dan rekan-rekannya beralih ke babak semifinal.

Tantangan yang menanti tidak ringan karena Spanyol akan menghadapi Prancis dalam duel yang diprediksi menjadi salah satu pertandingan terbesar di Piala Dunia 2026.

Dengan performa yang terus meningkat, Ruiz diharapkan kembali menjadi salah satu motor permainan La Furia Roja dalam upaya merebut tiket menuju partai final.(*)




Bela Kiper Muda Belgia, Courtois: Dia Tidak Layak Disalahkan

SEPUCUKJAMBI.ID – Kiper senior Timnas Belgia, Thibaut Courtois, angkat bicara setelah Senne Lammens menjadi sorotan akibat kesalahan yang berujung gol kemenangan Spanyol pada perempat final Piala Dunia 2026.

Courtois meminta publik tidak menjadikan sang junior sebagai kambing hitam atas kegagalan Belgia melaju ke semifinal.

Lammens menjalani debutnya di Piala Dunia dalam situasi yang tidak mudah.

Penjaga gawang muda itu masuk pada babak kedua setelah Courtois mengalami cedera dan tidak bisa melanjutkan pertandingan melawan Spanyol.

Di tengah tekanan laga besar, Lammens sebenarnya sempat menggagalkan tembakan keras Pau Cubarsi.

Namun, bola hasil tepisannya justru mengarah ke Mikel Merino yang tanpa kesulitan menceploskan bola ke gawang pada menit ke-88.

Gol tersebut memastikan kemenangan 2-1 Spanyol sekaligus mengakhiri langkah Belgia di Piala Dunia 2026.

Meski kesalahan itu langsung menjadi bahan perbincangan, Courtois menilai situasi yang dihadapi Lammens tidak sesederhana yang terlihat.

Menurutnya, kondisi lapangan ikut memengaruhi arah pantulan bola sehingga sang kiper berada dalam posisi yang sulit.

“Dia tidak beruntung karena lapangan di pertandingan tadi sangat kering. Saya harap semua orang tidak menghakiminya secara berlebihan,” kata Courtois kepada DAZN usai pertandingan.

Kiper berpengalaman tersebut juga menegaskan bahwa satu momen tidak seharusnya menghapus kualitas yang dimiliki Lammens.

Ia menilai penjaga gawang muda itu telah menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang musim dan masih memiliki masa depan panjang bersama Timnas Belgia.

“Dia tidak layak mendapatkan semua kritik ini. Bagi saya, dia adalah kiper yang hebat dan menjalani musim yang luar biasa bersama Manchester United. Masa depannya sangat cerah dan pengalaman ini justru akan membuatnya semakin kuat,” ujar Courtois.

Dukungan Courtois menjadi sinyal bahwa ruang ganti Belgia tetap solid meski harus mengakhiri perjalanan di Piala Dunia lebih cepat.

Sang kapten memilih memberikan kepercayaan kepada penerusnya ketimbang menyoroti kesalahan individu yang terjadi di momen krusial.

Setelah turnamen berakhir, Lammens dijadwalkan kembali ke Manchester untuk menjalani masa libur sebelum bergabung dengan skuad Manchester United dalam agenda pramusim pada Agustus mendatang.

Pengalaman debut di Piala Dunia diyakini akan menjadi pelajaran berharga bagi kiper muda tersebut untuk menghadapi tantangan berikutnya.(*)




Drama Menit Akhir! Spanyol Tumbangkan Belgia 2-1 dan Tantang Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Spanyol memastikan langkah ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah memenangi duel sengit melawan Belgia dengan skor 2-1.

Kemenangan La Furia Roja ditentukan lewat gol dramatis Mikel Merino pada menit-menit akhir pertandingan yang membuat asa Belgia pupus di depan mata.

Laga perempat final berlangsung dalam tensi tinggi.

Kedua tim sama-sama tampil agresif sejak menit awal, tetapi Spanyol lebih efektif memanfaatkan peluang yang mereka ciptakan.

Hasil ini sekaligus mengantarkan skuad asuhan Luis De La Fuente menghadapi Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026.

Spanyol membuka keunggulan pada menit ke-30 melalui Fabian Ruiz.

Gelandang Paris Saint-Germain itu berada di posisi tepat untuk menyelesaikan bola di depan gawang setelah pertahanan Belgia gagal mengantisipasi situasi berbahaya.

Belgia tidak membutuhkan waktu lama untuk bangkit. Menjelang turun minum, Charles De Ketelaere menyamakan kedudukan lewat sundulan terarah yang tak mampu dibendung Unai Simon.

Gol tersebut sekaligus mengakhiri catatan impresif Spanyol yang sebelumnya belum pernah kebobolan sepanjang perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.

Memasuki babak kedua, duel berlangsung semakin terbuka.

Belgia beberapa kali mengancam melalui Kevin De Bruyne dan Jeremy Doku, sementara Spanyol terus mengandalkan penguasaan bola untuk mencari celah di lini belakang lawan.

Saat pertandingan diperkirakan akan berlanjut ke babak tambahan waktu, Mikel Merino kembali muncul sebagai pembeda.

Gol bermula dari sepakan jarak jauh Pau Cubarsi yang gagal diamankan dengan sempurna oleh Senne Lammens. Bola muntah langsung disambar Merino menjadi gol pada menit ke-88.

Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Belgia yang kehilangan kiper utama Thibaut Courtois akibat cedera.

Lammens yang masuk sebagai pengganti gagal menghalau bola dengan sempurna sehingga membuka peluang emas bagi Merino untuk memastikan kemenangan Spanyol.

Bagi Merino, ini bukan kali pertama menjadi pahlawan negaranya di turnamen tersebut.

Sebelumnya, gelandang berusia 30 tahun itu juga mencetak gol penentu kemenangan ketika Spanyol menyingkirkan Portugal pada babak 16 besar.

Kemenangan atas Belgia membawa Spanyol kembali menembus semifinal Piala Dunia.

Tantangan berikutnya jauh lebih berat karena mereka akan menghadapi Prancis dalam duel dua raksasa Eropa untuk memperebutkan satu tiket menuju partai final.

Susunan pemain

Spanyol (4-2-3-1): Unai Simon; Marc Cucurella, Aymeric Laporte, Pau Cubarsi, Pedro Porro; Fabian Ruiz, Rodri; Alex Baena, Dani Olmo, Lamine Yamal; Mikel Oyarzabal.

Pelatih: Luis De La Fuente.

Belgia (4-2-3-1): Thibaut Courtois; Maxim De Cuyper, Brandon Mechele, Nathan Ngoy, Timothy Castagne; Hans Vanaken, Nicolas Raskin; Leandro Trossard, Kevin De Bruyne, Jeremy Doku; Charles De Ketelaere.

Pelatih: Rudi Garcia.(*)




Mbappe Salip Messi, Perburuan Sepatu Emas Makin Sengit

SEPUCUKJAMBI.ID – Persaingan memperebutkan gelar top skor atau Sepatu Emas Piala Dunia 2026 semakin menarik memasuki babak perempat final.

Penyerang Timnas Prancis, Kylian Mbappe, kini menjadi pemain paling produktif setelah kembali menambah koleksi golnya bersama Les Bleus.

Sejak fase grup dimulai, daftar pencetak gol terbanyak terus mengalami perubahan.

Tingginya produktivitas para penyerang membuat edisi Piala Dunia 2026 menjadi salah satu turnamen dengan persaingan top skor paling ketat dalam beberapa tahun terakhir.

Sebelum pertandingan perempat final digelar, Lionel Messi masih berada di posisi teratas daftar pencetak gol, ditempel ketat oleh Kylian Mbappe dan Erling Haaland.

Namun, hasil laga Prancis kontra Maroko pada Jumat (10/7/2026) mengubah peta persaingan.

Mbappe sukses mencetak satu gol dalam kemenangan 2-0 atas Maroko sekaligus membawa Prancis melangkah ke babak semifinal.

Tambahan satu gol tersebut membuat koleksi gol Mbappe kini mencapai delapan sepanjang Piala Dunia 2026.

Jumlah tersebut mengantarkannya ke puncak daftar top skor sementara dan membuat persaingan Sepatu Emas semakin terbuka.

Sebenarnya, Mbappe berpeluang menambah pundi-pundi gol lebih banyak pada pertandingan tersebut.

Ia sempat mendapatkan hadiah penalti di babak pertama, tetapi eksekusinya berhasil digagalkan kiper Maroko, Yassine Bounou.

Meski demikian, peluang pemain berusia 27 tahun itu untuk memperlebar jarak masih terbuka lebar karena Prancis telah memastikan tempat di semifinal.

Di sisi lain, persaingan belum berakhir. Lionel Messi bersama Argentina dan Erling Haaland yang memimpin lini depan Norwegia masih memiliki kesempatan menambah koleksi gol mereka pada laga perempat final masing-masing.

Argentina dijadwalkan menghadapi Kolombia, sedangkan Norwegia akan berduel melawan Inggris. Hasil kedua pertandingan tersebut diprediksi kembali mengubah klasemen pencetak gol terbanyak.

Menariknya, jika produktivitas para penyerang terus berlanjut hingga partai final, rekor legenda Prancis Just Fontaine sebagai pencetak gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia, yakni 13 gol, berpeluang dipatahkan pada turnamen tahun ini.

Sementara itu, Mbappe kini mengalihkan fokusnya untuk mempersiapkan kondisi fisik jelang semifinal.

Prancis masih menunggu lawan berikutnya yang akan ditentukan melalui pertandingan Spanyol melawan Belgia yang berlangsung pada Sabtu (11/7/2026) dini hari.(*)




Prancis Tampil Dominan, Kalahkan Maroko 2-0 untuk Rebut Tiket Semifinal

SEPUCUKJAMBI.ID – Prancis memastikan langkah ke babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Maroko dengan skor meyakinkan 2-0 pada pertandingan perempat final yang berlangsung di Boston Stadium.

Kemenangan Les Bleus ditentukan melalui gol Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele pada babak kedua.

Hasil tersebut sekaligus menjadikan Prancis sebagai tim pertama yang mengamankan tiket ke empat besar.

Selanjutnya, skuad asuhan Didier Deschamps akan menghadapi pemenang duel Spanyol kontra Belgia.

Sejak peluit awal dibunyikan, Prancis langsung mengambil inisiatif serangan dan mendominasi jalannya pertandingan.

Baru empat menit laga berjalan, Dayot Upamecano hampir membawa timnya unggul, tetapi peluang emasnya masih mampu digagalkan oleh penjaga gawang Maroko, Yassine Bounou.

Tekanan Prancis terus berlanjut sepanjang babak pertama. Namun rapatnya lini pertahanan Maroko membuat sejumlah peluang gagal dikonversi menjadi gol.

Kesempatan emas datang pada menit ke-25 setelah Kylian Mbappe dilanggar Noussair Mazraoui di dalam kotak penalti.

Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih. Sayangnya, eksekusi Mbappe berhasil dibaca dengan baik oleh Bounou yang melakukan penyelamatan gemilang sehingga skor tetap imbang tanpa gol.

Meski gagal memanfaatkan penalti, Prancis tetap menguasai permainan. Maroko lebih banyak bertahan dan kesulitan mengembangkan serangan.

Menjelang turun minum, Lucas Digne hampir memecah kebuntuan melalui tembakan keras yang membentur mistar gawang.

Di sisi lain, peluang terbaik Maroko lahir dari tendangan bebas Achraf Hakimi yang masih melenceng dari sasaran. Babak pertama pun ditutup dengan skor 0-0.

Memasuki babak kedua, Maroko mencoba tampil lebih agresif.

Namun Prancis mampu mengimbangi permainan sehingga pertandingan berlangsung terbuka dengan saling melancarkan serangan.

Pada menit ke-55, Desire Doue menguji refleks Bounou lewat sepakan jarak jauh yang masih berhasil ditepis.

Beberapa menit kemudian, Mbappe kembali memperoleh peluang, tetapi penyelesaiannya melambung di atas mistar.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-60.

Mbappe menunjukkan kualitas individunya dengan menggiring bola sebelum melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti yang bersarang di pojok kiri atas gawang Maroko. Gol spektakuler tersebut membawa Prancis unggul 1-0.

Keunggulan itu membuat Les Bleus semakin percaya diri. Enam menit kemudian, Ousmane Dembele menggandakan keunggulan melalui tendangan mendatar dari luar kotak penalti yang gagal dihentikan Bounou. Skor berubah menjadi 2-0.

Setelah unggul dua gol, Didier Deschamps melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menjaga keseimbangan tim sekaligus mempertahankan intensitas serangan.

Pergantian tersebut membuat Prancis tetap tampil dominan hingga pertandingan berakhir.

Maroko berusaha mengejar ketertinggalan pada sisa waktu yang ada, tetapi kokohnya pertahanan Prancis membuat Singa Atlas gagal menciptakan gol balasan.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 tetap bertahan dan memastikan Prancis melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026.

Susunan Pemain

Prancis (4-2-3-1): Maignan; Digne, Saliba, Upamecano, Kounde; Rabiot, Kone; Doue, Olise, Dembele; Mbappe.
Pelatih: Didier Deschamps.

Maroko (4-2-3-1): Bounou; Salah-Eddine, Mazraoui, Diop, Hakimi; El Aynaoui, Bouaddi; El Khannouss, Ounahi, Diaz; Talbi.
Pelatih: Mohammed Ouahbi.(*)




Meski Bermain 10 Orang, Amerika Serikat Singkirkan Bosnia dan Tantang Belgia di 16 Besar

SEPUCUKJAMBI.ID – Amerika Serikat memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Bosnia dan Herzegovina dengan skor meyakinkan 2-0.

Bermain di hadapan pendukung sendiri di San Francisco Bay Area Stadium, Kamis 2 Juli 2026 pagi WIB, tim besutan Mauricio Pochettino menunjukkan karakter kuat meski harus menyelesaikan laga dengan 10 pemain.

Folarin Balogun membuka keunggulan menjelang turun minum sebelum Malik Tillman mengunci kemenangan melalui tendangan bebas pada babak kedua.

Hasil tersebut mengantarkan Amerika Serikat menghadapi Belgia di fase gugur setelah wakil Eropa itu lebih dulu menyingkirkan Senegal.

Bosnia dan Herzegovina sebenarnya mengawali pertandingan dengan cukup menjanjikan.

Ermedin Demirovic mengancam pada menit ke-10 lewat tendangan jarak jauh, tetapi Matt Freese masih sigap mengamankan bola.

Amerika Serikat perlahan mengambil alih jalannya pertandingan. Antonee Robinson memperoleh peluang emas melalui sundulan di depan gawang, namun bola masih melambung sehingga kesempatan itu terbuang sia-sia.

Tuan rumah sempat bersorak pada menit ke-31 ketika Folarin Balogun mencetak gol.

Namun kegembiraan tersebut hanya berlangsung sesaat karena hakim garis mengangkat bendera offside dan gol dianulir.

Tekanan yang terus dibangun akhirnya membuahkan hasil menjelang babak pertama berakhir.

Berawal dari kemelut di depan gawang Bosnia, Balogun dengan cepat menyambar bola liar sebelum melepaskan tendangan mendatar yang gagal dihentikan Nikola Vasilj.

Gol tersebut menjadi pembeda pada babak pertama. Bahkan, Balogun hampir menggandakan keunggulan beberapa saat kemudian andai sepakannya dari jarak dekat tidak membentur mistar gawang.

Memasuki babak kedua, Amerika Serikat kembali tampil agresif.

Chris Richards mendapat peluang melalui sundulan hasil sepak pojok, tetapi bola masih terlalu mudah diamankan kiper Bosnia.

Situasi berubah drastis pada menit ke-63. Wasit mendapat rekomendasi dari VAR untuk meninjau pelanggaran yang dilakukan Balogun.

Setelah melihat tayangan ulang di monitor, keputusan awal diubah menjadi kartu merah langsung sehingga Amerika Serikat harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.

Keunggulan jumlah pemain langsung dimanfaatkan Bosnia untuk meningkatkan intensitas serangan.

Ermedin Demirovic memperoleh peluang emas tiga menit kemudian, tetapi Matt Freese tampil gemilang dengan penyelamatan penting yang menjaga keunggulan tuan rumah.

Amerika Serikat sempat kembali mencetak gol melalui Christian Pulisic pada menit ke-79.

Namun, untuk kedua kalinya dalam laga ini, gol harus dianulir karena offside dalam proses serangan.

Meski kalah jumlah pemain, Amerika Serikat justru mampu mematikan perlawanan Bosnia.

Pada menit ke-82, Malik Tillman melepaskan tendangan bebas akurat yang meluncur ke sisi kiri gawang tanpa mampu dijangkau Nikola Vasilj.

Gol indah tersebut memastikan kemenangan 2-0 sekaligus mengakhiri perlawanan Bosnia dan Herzegovina.

Tuan rumah pun melangkah ke babak 16 besar dengan kepercayaan diri tinggi untuk menghadapi Belgia, yang sebelumnya mencatat comeback dramatis atas Senegal.

Susunan Pemain

Amerika Serikat (4-2-3-1): Matt Freese; Antonee Robinson, Tim Ream, Chris Richards, Alex Freeman; Tyler Adams, Malik Tillman; Christian Pulisic, Weston McKennie, Sergino Dest; Folarin Balogun.

Pelatih: Mauricio Pochettino.

Bosnia dan Herzegovina (3-4-2-1): Nikola Vasilj; Tarik Muharemovic, Stjepan Radeljic, Nikola Katic; Sead Kolasinac, Ivan Sunjic, Armin Gigovic, Amar Dedic; Kerim Alajbegovic, Ermedin Demirovic; Edin Dzeko.

Pelatih: Sergej Barbarez.(*)




Drama 120 Menit! Belgia Hancurkan Mimpi Senegal, Tielemans Jadi Pahlawan lewat Penalti VAR

SEPUCUKJAMBI.ID – Belgia memastikan tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 lewat salah satu pertandingan paling dramatis sepanjang turnamen.

Tertinggal dua gol hingga memasuki lima menit terakhir waktu normal, Setan Merah bangkit secara luar biasa sebelum menumbangkan Senegal 3-2 melalui babak tambahan waktu di Lumen Field, Seattle, Kamis 2 Juli 2026 dini hari WIB.

Youri Tielemans menjadi sosok yang menentukan kemenangan Belgia.

Setelah mencetak gol penyama kedudukan pada penghujung babak kedua, gelandang tersebut kembali menunjukkan ketenangannya dengan mengeksekusi penalti pada menit 120+5 yang memastikan langkah Belgia ke fase 16 besar.

Hasil ini sekaligus memupus harapan Senegal yang sebenarnya sudah berada di ambang kelolosan.

Lions of Teranga tampil dominan selama sebagian besar pertandingan sebelum kehilangan momentum pada menit-menit terakhir.

Sejak awal laga, Senegal tampil tanpa rasa gentar menghadapi salah satu tim unggulan Eropa.

Permainan cepat yang dipimpin Sadio Mane dan Ismaila Sarr berkali-kali membuat pertahanan Belgia berada dalam tekanan.

Peluang emas pertama tercipta pada menit ke-14 ketika Ismaila Sarr berhasil lolos di depan gawang.

Namun, penyelesaian akhirnya membentur tiang dan gagal mengubah papan skor.

Tekanan Senegal akhirnya membuahkan hasil sepuluh menit kemudian.

Habib Diarra memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti untuk membawa wakil Afrika unggul 1-0.

Gol tersebut membuat Senegal semakin percaya diri. Mereka tampil disiplin dalam bertahan sekaligus efektif memanfaatkan ruang kosong saat melakukan serangan balik.

Belgia yang lebih banyak menguasai bola justru kesulitan menciptakan peluang bersih sepanjang babak pertama.

Memasuki paruh kedua, pelatih Belgia mencoba mengubah jalannya pertandingan dengan memasukkan Romelu Lukaku.

Namun perubahan itu belum langsung membuahkan hasil.

Sebaliknya, Senegal justru memperlebar keunggulan pada menit ke-51.

Ismaila Sarr mengontrol bola dengan sempurna sebelum melepaskan tendangan keras yang gagal dihentikan Thibaut Courtois.

Skor berubah menjadi 2-0 dan Senegal semakin dekat dengan tiket menuju babak berikutnya.

Belgia terus melakukan rotasi pemain demi meningkatkan daya gedor.

Akan tetapi, pertahanan Senegal tetap solid hingga pertandingan memasuki lima menit terakhir waktu normal.

Di tengah situasi yang semakin sulit, pengalaman Romelu Lukaku berbicara.

Penyerang berusia 33 tahun itu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-86 dan membangkitkan harapan Belgia yang sebelumnya nyaris sirna.

Momentum langsung berubah. Hanya tiga menit berselang, Leandro Trossard mengirim umpan silang yang disambut sundulan akurat Youri Tielemans untuk menyamakan skor menjadi 2-2.

Gol tersebut membuat Senegal kehilangan kendali permainan. Belgia terus menekan hingga akhir babak kedua, tetapi skor tetap imbang sehingga pertandingan dilanjutkan ke extra time.

Ketika duel tampak akan ditentukan lewat adu penalti, drama kembali terjadi.

Wasit meninjau sebuah insiden di kotak penalti Senegal melalui VAR pada menit 120+1 dan akhirnya menunjuk titik putih untuk Belgia.

Youri Tielemans maju sebagai eksekutor. Di bawah tekanan besar, gelandang Belgia itu melepaskan tendangan keras ke sudut atas gawang yang tak mampu dijangkau kiper Senegal pada menit 120+5.

Gol tersebut mengakhiri perjuangan sengit Senegal sekaligus memastikan Belgia menang 3-2.

Comeback luar biasa itu mengantarkan Setan Merah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026, di mana mereka akan menghadapi pemenang laga Amerika Serikat kontra Bosnia dan Herzegovina.

Bagi Senegal, kekalahan ini menjadi salah satu hasil paling menyakitkan di turnamen.

Setelah menguasai pertandingan selama lebih dari 80 menit, mereka harus mengakhiri perjalanan akibat kebangkitan spektakuler Belgia pada saat-saat terakhir.(*)




Inggris Nyaris Dipermalukan RD Kongo, Harry Kane Jadi Pahlawan Bawa Inggris ke 16 Besar

SEPUCUKJAMBI.ID – Inggris memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah melewati ujian berat dari RD Kongo.

Sempat tertinggal lebih dulu, skuad asuhan Thomas Tuchel menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan dan menang 2-1 berkat dua gol Harry Kane.

Kemenangan di Atlanta Stadium itu mengantarkan The Three Lions menghadapi Meksiko pada fase 16 besar. Namun hasil tersebut tidak diraih dengan mudah.

RD Kongo justru memberi perlawanan sengit dan nyaris menciptakan salah satu kejutan terbesar di turnamen ini.

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim bermain cukup hati-hati. Inggris lebih banyak menguasai bola, sementara RD Kongo memilih menunggu momentum melalui serangan balik cepat.

Strategi itu langsung membuahkan hasil pada menit ketujuh. Chancel Mbemba mengirim umpan matang yang diselesaikan Brian Cipenga dengan tembakan akurat dari sisi kiri.

Bola meluncur ke gawang Jordan Pickford dan membawa wakil Afrika unggul lebih dulu.

Gol cepat tersebut membuat Inggris dipaksa mengubah ritme permainan.

Jude Bellingham, Marcus Rashford, hingga Noni Madueke bergantian mencoba membongkar pertahanan rapat RD Kongo, tetapi lini belakang lawan tampil disiplin.

Peluang terbaik Inggris pada babak pertama datang lewat sundulan Jude Bellingham yang masih berhasil diamankan Dimitry Mpasi.

Di sisi lain, Yoane Wissa hampir menggandakan keunggulan RD Kongo ketika tendangannya membentur tiang gawang.

Inggris sempat meminta hadiah penalti setelah Harry Kane terjatuh di kotak terlarang usai berduel dengan Mpasi.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan VAR, wasit memutuskan tidak terjadi pelanggaran sehingga skor 1-0 untuk RD Kongo bertahan hingga jeda.

Selepas turun minum, Inggris meningkatkan tekanan secara signifikan. Marcus Rashford memperoleh dua peluang emas dalam waktu singkat, tetapi penyelesaian akhirnya belum menemui sasaran.

RD Kongo tetap berani keluar menyerang setiap kali memiliki ruang. Tim besutan Sebastien Desabre tidak hanya bertahan, tetapi juga beberapa kali mengancam lewat serangan balik yang membuat lini belakang Inggris bekerja keras.

Kesabaran Inggris akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-75. Anthony Gordon mengirim umpan silang presisi yang disambut sundulan Harry Kane.

Bola bersarang di gawang Mpasi dan mengubah skor menjadi 1-1.

Gol penyama kedudukan itu menjadi titik balik pertandingan. Kepercayaan diri Inggris meningkat drastis, sedangkan RD Kongo mulai kehilangan kontrol permainan.

Hanya berselang sepuluh menit, Harry Kane kembali menunjukkan kualitasnya.

Berawal dari kombinasi cepat dengan Anthony Gordon, sang kapten membawa bola memasuki kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras yang gagal dibendung Mpasi.

RD Kongo berusaha mengejar ketertinggalan pada sisa pertandingan dengan bermain lebih terbuka.

Meski demikian, pertahanan Inggris mampu meredam setiap ancaman hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan 2-1 memastikan Inggris lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Selanjutnya, The Three Lions akan menghadapi Meksiko dalam duel yang diprediksi berlangsung lebih ketat untuk memperebutkan tiket menuju perempat final.

Susunan Pemain

Inggris (4-2-3-1): Pickford; O’Reilly, Guehi, Konsa, Spence; Rice, Anderson; Rashford, Bellingham, Madueke; Kane.

Pelatih: Thomas Tuchel.

RD Kongo (4-3-3): Mpasi; Masuaku, Mbemba, Tuanzebe, Wan-Bissaka; Sadiki, Mukau, Moutoussamy; Cipenga, Wissa, Mbuku.

Pelatih: Sebastien Desabre.(*)




Mesir Comeback, Taklukkan Selandia Baru 3-1 di Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Mesir sukses membalikkan keadaan dan menaklukkan Selandia Baru dengan skor 3-1 pada laga kedua Grup G Piala Dunia 2026.

Pertandingan yang berlangsung di BC Place, Vancouver, Senin 22 Juni 2026 pagi WIB itu diwarnai kebangkitan The Pharaohs setelah sempat tertinggal lebih dulu.

Selandia Baru membuka keunggulan pada babak pertama melalui sundulan Finn Surman pada menit ke-15, memanfaatkan situasi sepak pojok.

Meski tampil menekan di awal laga, Mesir sempat kesulitan menembus pertahanan lawan.

Mesir kemudian mencoba bangkit lewat sejumlah peluang yang diciptakan Omar Marmoush dan Mohamed Salah, namun belum berbuah gol hingga akhir babak pertama.

Memasuki babak kedua, Mesir tampil lebih agresif dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-59.

Mostafa Ziko mencetak gol lewat sundulan setelah menerima umpan silang Mohamed Hany, mengubah skor menjadi 1-1.

Gol tersebut mengubah momentum permainan. Mesir berbalik unggul pada menit ke-68 melalui Mohamed Salah yang memanfaatkan umpan Ziko dengan penyelesaian tenang di dalam kotak penalti.

The Pharaohs memastikan kemenangan pada menit ke-82 lewat gol Trezeguet. Ia menyundul bola hasil sepak pojok Mohamed Salah untuk mengunci skor 3-1 hingga laga usai.

Hasil ini membawa Mesir memimpin klasemen sementara Grup G dengan koleksi empat poin, menjaga peluang mereka untuk melaju ke fase berikutnya.

Sebaliknya, Selandia Baru harus puas berada di posisi juru kunci dengan satu poin dari dua laga dan wajib meraih hasil positif pada pertandingan terakhir.

Susunan Pemain

Selandia Baru (4-2-3-1): Max Crocombe; Liberato Cacace, Michael Boxall, Finn Surman, Tim Payne; Marko Stamenic, Joe Bell; Elijah Just, Sarpreet Singh, Callum McCowatt; Chris Wood.
Pelatih: Darren Bazeley

Mesir (4-2-3-1): Mostafa Shobeir; Ahmed Fatouh, Hamdi Fathy, Yasser Ibrahim, Mohamed Hany; Mohanad Lasheen, Marwan Attia; Emam Ashour, Mohamed Salah, Mostafa Ziko; Omar Marmoush.
Pelatih: Hossam Hassan.(*)