Rekam Jejak Slavko Vincic! Wasit Final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol

SEPUCUKJAMBI.ID – FIFA resmi menetapkan perangkat pertandingan untuk laga final Piala Dunia 2026 antara Timnas Argentina dan Timnas Spanyol.

Wasit asal Slovenia, Slavko Vincic, dipercaya menjadi pengadil utama dalam pertandingan perebutan gelar juara dunia tersebut.

Final Piala Dunia 2026 akan berlangsung di New York New Jersey Stadium dan menjadi penutup perjalanan turnamen sepak bola terbesar dunia yang telah berlangsung lebih dari satu bulan.

Pertemuan Argentina kontra Spanyol diprediksi berlangsung sengit mengingat kedua tim memiliki kualitas pemain kelas dunia serta ambisi besar untuk mengangkat trofi juara.

Karena tingginya tensi pertandingan, FIFA memilih wasit dengan pengalaman dan rekam jejak kuat untuk memimpin laga puncak tersebut.

Rekam Jejak Slavko Vincic Jadi Pertimbangan FIFA

Pemilihan Slavko Vincic sebagai wasit final Piala Dunia 2026 bukan tanpa alasan.

Wasit asal Slovenia tersebut dikenal sebagai salah satu pengadil lapangan berpengalaman yang dimiliki FIFA.

Vincic telah mengantongi lisensi wasit FIFA sejak 2010.

Dalam kariernya, ia juga sudah memiliki pengalaman memimpin pertandingan final bergengsi, termasuk final Liga Europa musim 2021/2022 dan final Liga Champions 2023/2024.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu faktor utama yang membuat Vincic dinilai layak memimpin pertandingan sebesar final Piala Dunia.

Vincic Sudah Pimpin Tiga Laga Piala Dunia 2026

Sebelum mendapatkan tugas sebagai wasit final, Slavko Vincic telah tiga kali dipercaya memimpin pertandingan pada Piala Dunia 2026.

Laga pertama yang dipimpinnya adalah duel Brasil melawan Maroko pada fase grup C.

Selanjutnya, Vincic bertugas pada pertandingan fase grup J yang mempertemukan Aljazair kontra Yordania.

Ia juga memimpin laga babak 32 besar antara Meksiko melawan Ekuador, pertandingan yang berlangsung dengan tensi tinggi.

Kini, Vincic akan menutup kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan tugas terbesar, yakni memimpin final antara Argentina dan Spanyol.(*)

Susunan Wasit Final Piala Dunia 2026

Wasit Utama: Slavko Vincic (Slovenia)
Asisten Wasit 1: Tomaz Klancnik (Slovenia)
Asisten Wasit 2: Andraz Kovacic (Slovenia)
Wasit Keempat: Adham Makhadmeh (Yordania)
Asisten Cadangan: Mohammad Alkalaf (Yordania)




Prancis Susul Maroko ke Perempat Final Piala Dunia 2026, Penalti Mbappe Jadi Penentu

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Prancis mengamankan satu tempat di babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Paraguay dengan skor tipis 1-0 dalam laga 16 besar yang berlangsung di Philadelphia Stadium, Minggu 5 Juli 2026.

Gol semata wayang Kylian Mbappe melalui titik penalti menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat.

Kemenangan tersebut memastikan Les Bleus mengikuti jejak Maroko ke babak delapan besar.

Kedua tim dijadwalkan saling berhadapan untuk memperebutkan tiket menuju semifinal.

Sejak awal pertandingan, Prancis langsung menguasai jalannya laga melalui dominasi penguasaan bola.

Namun, strategi bertahan total yang diterapkan Paraguay membuat tim asuhan Didier Deschamps kesulitan menciptakan peluang bersih di area berbahaya.

Paraguay memang lebih banyak menunggu di wilayah pertahanannya sendiri.

Meski demikian, skuad besutan Gustavo Alfaro tetap mampu melancarkan beberapa serangan balik cepat.

Sayangnya, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang tersebut gagal mengancam gawang Mike Maignan.

Di sisi lain, lini serang Prancis juga tampil kurang efektif sepanjang babak pertama.

Kylian Mbappe dan rekan-rekannya kesulitan menemukan celah di antara rapatnya barisan lima bek Paraguay.

Sejumlah percobaan dari luar kotak penalti pun belum mampu mengubah kedudukan.

Hingga turun minum, kedua tim harus puas menutup babak pertama tanpa gol.

Memasuki paruh kedua, pola pertandingan nyaris tidak berubah. Prancis tetap mendominasi penguasaan bola, sedangkan Paraguay bertahan disiplin sambil menunggu kesempatan menyerang balik.

Peluang terbaik Prancis akhirnya datang pada menit ke-54 ketika Manu Kone melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti.

Namun, kiper Paraguay, Orlando Gill, melakukan penyelamatan gemilang untuk menjaga gawangnya tetap aman.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-66. Wasit menunjuk titik putih setelah meninjau tayangan VAR yang menunjukkan Desire Doue dijatuhkan Diego Gomez di dalam kotak penalti.

Kylian Mbappe yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Kapten Prancis itu mengirim bola ke gawang Orlando Gill dan membawa Les Bleus unggul 1-0.

Gol tersebut memaksa Paraguay mengubah pendekatan permainan. Tim asal Amerika Selatan itu mulai bermain lebih terbuka dan beberapa kali mengancam melalui serangan cepat.

Mike Maignan dipaksa bekerja keras untuk menggagalkan peluang yang diciptakan Paraguay pada menit-menit akhir pertandingan.

Jual beli serangan sempat terjadi hingga masa injury time. Namun, tidak ada gol tambahan yang tercipta dan skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Hasil ini memastikan Prancis melangkah ke babak perempat final Piala Dunia 2026.

Les Bleus kini bersiap menghadapi Maroko dalam duel yang diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di babak delapan besar.

Susunan Pemain

Paraguay (5-4-1): Orlando Gill; Junior Alonso, Omar Alderete, Diego Gomez, Gustavo Velazquez, Santiago Caceres; Mathias Galarza, Andres Cubas, Miguel Gomez, Miguel Almiron; Julio Enciso.

Pelatih: Gustavo Alfaro.

Prancis (4-2-3-1): Mike Maignan; Lucas Digne, William Saliba, Dayot Upamecano, Jules Kounde; Adrien Rabiot, Manu Kone; Bradley Barcola, Michael Olise, Ousmane Dembele; Kylian Mbappe.

Pelatih: Didier Deschamps.(*)




Maroko Hancurkan Kanada 3-0, Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Maroko memastikan diri menjadi salah satu tim yang melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah tampil meyakinkan dengan menundukkan Kanada 3-0 pada laga 16 besar di Houston Stadium, Minggu 5 Juli 2026 dini hari WIB.

Hasil tersebut sekaligus mengakhiri langkah Kanada yang berstatus sebagai salah satu tuan rumah turnamen.

Sejak peluit awal dibunyikan, Maroko tampil lebih dominan dalam penguasaan bola.

Namun, rapatnya lini belakang Kanada membuat Singa Atlas kesulitan menciptakan peluang berbahaya pada babak pertama.

Bahkan, catatan expected goals (xG) mereka nyaris tak bergerak dengan angka hanya 0,02.

Situasi semakin menantang bagi Maroko ketika penyerang Ismael Saibari harus meninggalkan lapangan akibat cedera pada menit ke-22.

Pelatih Mohamed Ouhabi kemudian memasukkan Soufiane Rahimi sebagai pengganti demi menjaga ketajaman lini depan.

Di tengah dominasi penguasaan bola Maroko, Kanada justru beberapa kali menciptakan ancaman yang lebih nyata.

Jonathan David hampir membawa timnya unggul, tetapi penyelesaiannya berhasil dimentahkan Yassine Bounou.

Tak lama berselang, Tani Oluwaseyi juga memperoleh peluang emas, namun kembali gagal menaklukkan kiper Maroko yang tampil gemilang.

Laga berlangsung keras sepanjang babak pertama. Wasit harus mengeluarkan enam kartu kuning dalam 45 menit pertama.

Sementara kedua tim hanya mampu melepaskan total lima tembakan sehingga pertandingan berjalan minim peluang bersih.

Selepas jeda, wajah permainan Maroko berubah drastis. Intensitas serangan meningkat dan hasilnya langsung terlihat pada menit ke-50.

Memanfaatkan umpan Achraf Hakimi, Azzedine Ounahi melepaskan penyelesaian akurat yang mengubah skor menjadi 1-0.

Gol tersebut memaksa Kanada bermain lebih terbuka. Jesse Marsch merespons dengan memasukkan Cyle Larin pada menit ke-63 sebelum menambah tenaga baru lewat Promise David dan Jacob Shaffelburg pada menit ke-79.

Namun, perubahan itu justru membuka lebih banyak ruang bagi Maroko. Delapan menit menjelang waktu normal berakhir, Ounahi kembali menjadi pembeda.

Gelandang kreatif itu sukses menuntaskan assist Brahim Diaz untuk mencetak gol keduanya sekaligus menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Kanada berupaya mengejar ketertinggalan hingga menit-menit akhir. Akan tetapi, keberanian mereka menyerang dimanfaatkan Maroko melalui skema serangan balik cepat.

Pada masa injury time, Brahim Diaz kembali berperan penting setelah mengirim umpan matang kepada Soufiane Rahimi.

Penyerang yang masuk dari bangku cadangan itu tanpa kesulitan menaklukkan Maxime Crepeau dan mengunci kemenangan Maroko dengan skor telak 3-0.

Kemenangan ini mengantarkan Singa Atlas ke babak perempat final Piala Dunia 2026. Maroko kini tinggal menunggu lawan berikutnya, yakni pemenang pertandingan antara Paraguay dan Prancis.

Susunan Pemain

Kanada (4-4-2): Maxime Crepeau; Alistair Johnston, Luc De Fougerolles, Moise Bombito, Richie Laryea; Tajon Buchanan, Niko Sigur, Stephen Eustaquio, Ali Ahmed; Jonathan David, Tani Oluwaseyi.

Pelatih: Jesse Marsch.

Maroko (4-2-3-1): Yassine Bounou; Achraf Hakimi, Issa Diop, Redouane Halhal, Noussair Mazraoui; Ayyoub Bouaddi, Neil El Aynaoui; Brahim Diaz, Azzedine Ounahi, Bilal El Khannouss; Ismael Saibari.

Pelatih: Mohamed Ouhabi.(*)




Meski Cuma Cetak Penalti, Ronaldo Raih Man of the Match Lawan Kroasia

SEPUCUKJAMBI.ID – Cristiano Ronaldo kembali menunjukkan pengaruh besarnya bagi Timnas Portugal.

Kapten Selecao itu dinobatkan sebagai Man of the Match versi FIFA setelah membawa Portugal menang dramatis 2-1 atas Kroasia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Jumat 3 Juli 2026.

Penghargaan tersebut diberikan setelah Ronaldo tampil sebagai sosok yang mengubah arah pertandingan ketika Portugal berada dalam situasi sulit.

Portugal sempat tertinggal lebih dulu akibat gol Ivan Perisic di awal babak kedua.

Dalam kondisi terus ditekan Kroasia, Selecao akhirnya mampu bangkit dan membalikkan keadaan hingga memastikan tiket ke babak 16 besar.

Peran Ronaldo menjadi salah satu faktor utama di balik kebangkitan tersebut.

Saat Portugal berusaha mengejar ketertinggalan, Renato Veiga dijatuhkan di dalam kotak penalti. Setelah wasit meninjau tayangan VAR, Portugal mendapat hadiah penalti.

Cristiano Ronaldo yang maju sebagai eksekutor tampil tenang.

Sepakannya sukses mengecoh Dominik Livakovic dan mengubah skor menjadi 1-1.

Gol itu menjadi momentum penting bagi Portugal.

Setelah berhasil menyamakan kedudukan, kepercayaan diri Selecao meningkat hingga akhirnya Goncalo Ramos mencetak gol kemenangan pada masa injury time.

Sebenarnya, Ronaldo sempat lebih dahulu menggetarkan gawang Kroasia pada pertandingan tersebut.

Namun gol itu dianulir karena VAR memastikan penyerang berusia 41 tahun itu sudah berada dalam posisi offside sebelum menerima umpan.

Meski hanya mencetak satu gol dari titik penalti, kontribusi Ronaldo dinilai jauh lebih besar dari sekadar torehan angka di papan skor.

Pengalaman, kepemimpinan, dan ketenangannya saat mengeksekusi penalti membuat Portugal mampu keluar dari tekanan dan membalikkan jalannya pertandingan.

Atas performa tersebut, FIFA menetapkan Cristiano Ronaldo sebagai Man of the Match.

Penghargaan itu sekaligus menegaskan bahwa sang kapten masih menjadi figur sentral dalam perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026.

Berkat kemenangan atas Kroasia, Portugal melangkah ke babak 16 besar dan akan menghadapi Spanyol dalam duel sesama raksasa Eropa yang diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di fase gugur.(*)




Statistik Lamine Yamal Bikin Takjub, Jadi Man of the Match Saat Spanyol Hajar Austria

SEPUCUKJAMBI.ID – Lamine Yamal kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain muda paling berbahaya di dunia.

Meski tidak mencetak gol maupun assist, winger Spanyol itu tetap dinobatkan sebagai Man of the Match saat La Furia Roja menaklukkan Austria 3-0 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Penghargaan tersebut diberikan setelah Yamal tampil impresif sepanjang pertandingan yang berlangsung di SoFi Stadium, Inglewood, Jumat 3 Juli 2026 dini hari WIB.

Spanyol memang memastikan tiket ke babak 16 besar berkat dua gol Mikel Oyarzabal dan satu gol Pedro Porro.

Namun, di balik kemenangan meyakinkan itu, pergerakan Lamine Yamal menjadi salah satu faktor yang paling merepotkan pertahanan Austria.

Sejak menit awal, pemain berusia muda itu terus mengancam dari sektor sayap.

Kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta kreativitasnya membuat lini belakang Austria kesulitan mengantisipasi serangan Spanyol.

Meski namanya tidak masuk daftar pencetak gol, kontribusi Yamal terlihat jelas sepanjang pertandingan.

Hampir setiap peluang berbahaya yang dibangun Spanyol lahir dari aksinya di sisi kanan lapangan.

Berdasarkan data FotMob, Yamal mencatatkan 14 sentuhan di dalam kotak penalti lawan, menjadi yang terbanyak dibanding seluruh pemain di pertandingan tersebut.

Ia juga melepaskan enam tembakan, jumlah terbanyak bersama rekan setimnya, sekaligus menunjukkan perannya sebagai salah satu sumber ancaman utama bagi Austria.

Kemampuan duel satu lawan satu kembali menjadi senjata utama Yamal. Ia sukses membukukan lima dribel berhasil, tertinggi di antara seluruh pemain yang tampil pada laga tersebut.

Penampilan konsisten itu berakhir pada menit ke-85 ketika pelatih Luis de la Fuente menariknya keluar dan memasukkan Gavi untuk menjaga keseimbangan permainan hingga peluit akhir.

Atas performa tersebut, FIFA menetapkan Lamine Yamal sebagai Man of the Match.

Penghargaan itu menjadi bukti bahwa kontribusi seorang pemain tidak selalu diukur dari jumlah gol atau assist, tetapi juga dari pengaruhnya terhadap jalannya pertandingan.

Dengan performa meyakinkan melawan Austria, Yamal diperkirakan kembali menjadi salah satu andalan Spanyol ketika menghadapi Portugal pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Susunan Pemain

Spanyol (4-2-3-1): Unai Simon; Pedro Porro, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Marc Cucurella; Rodri, Pedri; Lamine Yamal, Dani Olmo, Alex Baena; Mikel Oyarzabal.

Pelatih: Luis de la Fuente.

Austria (4-2-3-1): Alexander Schlager; Stefan Posch, Kevin Danso, David Alaba, Konrad Laimer; Xaver Schlager, Nicolas Seiwald; Romano Schmid, Paul Wanner, Marcel Sabitzer; Michael Gregoritsch.

Pelatih: Ralf Rangnick.(*)




Belanda Tersingkir Secara Menyakitkan, Maroko Bangkit di Injury Time Lalu Menang Adu Penalti

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Maroko memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Belanda melalui drama adu penalti.

Bermain di Estadio BBVA, Guadalupe, Selasa 30 Juni 2026 WIB, Atlas Lions menang 3-2 dalam adu tos-tosan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit.

Belanda sebenarnya sempat berada di ambang kemenangan berkat gol Cody Gakpo pada babak kedua.

Namun, Maroko menunjukkan mental luar biasa dengan mencetak gol penyama kedudukan pada masa injury time sebelum akhirnya memastikan kemenangan dari titik putih.

Hasil ini membawa Maroko melangkah ke babak 16 besar, di mana mereka akan menghadapi Kanada yang sebelumnya lebih dulu memastikan tiket ke fase berikutnya.

Sementara itu, perjalanan Belanda di Piala Dunia 2026 harus berakhir lebih cepat.

Sejak awal pertandingan, Maroko tampil percaya diri dan langsung mengambil inisiatif menyerang.

Serangan cepat dari kedua sisi lapangan beberapa kali merepotkan pertahanan Belanda.

Penjaga gawang Bart Verbruggen menjadi sosok penting bagi Oranje pada babak pertama. Ia melakukan sejumlah penyelamatan krusial.

Termasuk menggagalkan sundulan Neil El Aynaoui pada menit ke-19 dan menepis tendangan keras Achraf Hakimi dua menit kemudian.

Belanda baru mampu memberikan ancaman serius menjelang turun minum.

Tembakan keras Micky van de Ven memaksa Yassine Bounou melakukan penyelamatan gemilang untuk menjaga skor tetap imbang.

Maroko nyaris memecah kebuntuan pada penghujung babak pertama.

Namun, Ismael Saibari gagal memaksimalkan bola liar di depan gawang sehingga skor 0-0 bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, Maroko tetap tampil dominan. Peluang emas kembali tercipta ketika tembakan Achraf Hakimi hanya membentur mistar gawang.

Ronald Koeman kemudian melakukan perubahan dengan memasukkan Teun Koopmeiners dan Wout Weghorst pada menit ke-71.

Pergantian itu langsung memberikan dampak positif bagi permainan Belanda.

Hanya berselang satu menit, Cody Gakpo sukses membawa Oranje unggul.

Penyerang Liverpool tersebut memanfaatkan bola hasil kerja keras Crysencio Summerville sebelum melepaskan penyelesaian yang gagal dihentikan Yassine Bounou.

Gol itu membuat Belanda semakin percaya diri menguasai jalannya pertandingan.

Namun, Maroko tidak menyerah dan terus mencari celah untuk membongkar pertahanan lawan.

Saat kemenangan Belanda sudah di depan mata, Maroko berhasil memaksakan perpanjangan waktu.

Pada menit ke-90+1, Chemsdine Talbi mengirim umpan silang akurat yang disambut sundulan Issa Diop untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Momentum tersebut membuat pertandingan semakin menegangkan.

Pada babak tambahan waktu, kedua tim sama-sama memperoleh peluang emas, termasuk penyelamatan luar biasa Verbruggen yang menggagalkan peluang Soufiane Rahimi.

Karena tidak ada gol tambahan hingga 120 menit berakhir, pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Drama kembali terjadi dari titik putih. Belanda gagal memanfaatkan sejumlah kesempatan setelah Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Crysencio Summerville tidak mampu mencetak gol.

Di kubu Maroko, Neil El Aynaoui dan Achraf Hakimi juga sempat gagal menjalankan tugasnya.

Namun, Soufiane Rahimi, Chemsdine Talbi, dan Ismael Saibari berhasil menuntaskan eksekusi dengan sempurna.

Ismael Saibari menjadi pahlawan kemenangan Atlas Lions.

Tendangannya ke sudut kiri bawah gawang mengecoh Bart Verbruggen sekaligus memastikan Maroko menang 3-2 pada adu penalti.

Kemenangan dramatis ini mengantar Maroko melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Sementara Belanda harus menerima kenyataan pahit tersingkir setelah gagal mempertahankan keunggulan yang sudah berada di depan mata.(*)




Kejutan Besar! Jerman Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Paraguay Menang Dramatis Lewat Adu Penalti

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Jerman harus mengakhiri langkahnya di Piala Dunia 2026 secara menyakitkan.

Die Mannschaft tersingkir setelah kalah 3-4 melalui adu penalti dari Paraguay pada laga babak 32 besar yang berlangsung di Boston Stadium, Selasa 30 Juni 2026 WIB.

Kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Namun, Paraguay tampil lebih tenang saat babak tos-tosan dan memastikan tiket ke babak 16 besar.

Sejak menit awal, Jerman langsung mengambil inisiatif menyerang.

Tim racikan Julian Nagelsmann mendominasi penguasaan bola hingga hampir 80 persen, tetapi rapatnya pertahanan Paraguay membuat peluang-peluang Jerman gagal berbuah gol.

Meski lebih banyak bertahan, Paraguay justru mampu memanfaatkan kesempatan terbaik yang mereka miliki. Menjelang turun minum, Julio Enciso membawa La Albirroja unggul lebih dulu.

Gol berawal dari situasi bola mati yang sempat dimentahkan Manuel Neuer.

Bola kemudian kembali dikuasai Paraguay sebelum umpan silang mengarah ke Enciso yang sukses menanduk bola ke dalam gawang.

Paraguay memimpin 1-0 pada menit ke-42.

Dominasi Jerman sepanjang babak pertama tidak cukup efektif.

Mereka memang menguasai jalannya pertandingan, tetapi gagal melepaskan tembakan tepat sasaran hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Nagelsmann langsung melakukan perubahan dengan memasukkan Leon Goretzka guna memperkuat lini tengah.

Strategi tersebut membuahkan hasil pada menit ke-54. Florian Wirtz mengirim umpan matang yang disambut sundulan Kai Havertz untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Gol tersebut menjadi koleksi ketiga Havertz di Piala Dunia 2026.

Setelah skor kembali imbang, pertandingan berlangsung semakin terbuka.

Paraguay kehilangan salah satu pemain kuncinya, Julio Enciso, akibat cedera dan harus digantikan Mauricio.

Di sisi lain, Jerman memasukkan Jamal Musiala demi meningkatkan kreativitas serangan.

Peluang emas Jerman datang pada menit ke-78 melalui sundulan Havertz, tetapi kiper Orlando Gill tampil gemilang dengan penyelamatan krusial

Paraguay juga sempat mengancam lewat Gustavo Caballero, namun Antonio Rudiger berhasil menggagalkan peluang tersebut.

Hingga waktu normal berakhir, kedua tim tetap bermain imbang sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan.

Pada extra time, Paraguay semakin fokus mempertahankan pertahanan.

Gustavo Alfaro bahkan memasukkan bek tengah Gustavo Velazquez untuk memperkokoh lini belakang menghadapi gempuran Jerman.

Jerman sebenarnya sempat bersorak pada menit ke-102 ketika Jonathan Tah mencetak gol lewat sundulan hasil sepak pojok.

Namun, setelah meninjau tayangan VAR, wasit menganulir gol tersebut karena Waldemar Anton dinilai melakukan pelanggaran terhadap kiper Paraguay dalam proses terjadinya gol.

Tidak ada gol tambahan hingga extra time berakhir. Penentuan pemenang pun harus dilakukan melalui adu penalti.

Drama terjadi pada babak adu penalti. Kai Havertz dan Nick Woltemade gagal menjalankan tugas untuk Jerman.

Sementara Paraguay juga sempat kehilangan poin lewat Antonio Sanabria dan Fabián Balbuena.

Ketika skor masih sama kuat 3-3 setelah lima penendang pertama, petaka menghampiri Jerman.

Jonathan Tah yang menjadi algojo keenam gagal mencetak gol setelah sepakannya melambung di atas mistar.

Kesempatan itu dimanfaatkan dengan sempurna oleh Jose Canale.

Bek Paraguay tersebut sukses menaklukkan Manuel Neuer dan memastikan kemenangan 4-3 pada adu penalti.

Hasil ini menjadi salah satu kejutan terbesar di babak gugur Piala Dunia 2026.

Paraguay berhasil menyingkirkan salah satu kandidat juara, sementara Jerman harus pulang lebih cepat meski tampil dominan sepanjang pertandingan.

Susunan Pemain

Jerman (4-2-3-1): Manuel Neuer; Joshua Kimmich, Jonathan Tah, Antonio Rudiger, Nathaniel Brown; Felix Nmecha, Aleksandar Pavlovic; Leroy Sane, Kai Havertz, Florian Wirtz; Deniz Undav.

Pelatih: Julian Nagelsmann.

Paraguay (4-4-2): Orlando Gill; Juan Jose Caceres, Gustavo Gomez, Jose Canale, Junior Alonso; Miguel Almiron, Damian Bobadilla, Andres Cubas, Matias Galarza; Gabriel Avalos, Julio Enciso.

Pelatih: Gustavo Alfaro.(*)




Gol Telat Martinelli Selamatkan Brasil, Jepang Gagal Pertahankan Keunggulan di Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Brasil memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah melewati duel sengit melawan Jepang.

Sempat tertinggal lebih dulu, Selecao menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan dan menang tipis 2-1 lewat gol dramatis Gabriel Martinelli pada masa injury time.

Kemenangan ini membuat skuad besutan Carlo Ancelotti mengamankan tiket ke fase gugur.

Di babak 16 besar, Brasil akan menghadapi pemenang pertandingan antara Pantai Gading kontra Norwegia.

Sejak peluit awal dibunyikan di Houston Stadium, kedua tim bermain hati-hati.

Brasil mendominasi penguasaan bola, tetapi disiplin lini belakang Jepang membuat Vinicius Junior dan kolega kesulitan menemukan ruang.

Peluang pertama Brasil lahir pada menit ke-14. Bruno Guimaraes dan Matheus Cunha bergantian mengancam gawang Jepang, namun penyelesaian akhir keduanya belum tepat sasaran.

Jepang yang lebih banyak menunggu justru mampu memanfaatkan kelengahan lawan.

Setelah sempat mengancam melalui tandukan Ueda, Samurai Blue membuka keunggulan pada menit ke-29.

Kaishu Sano berhasil memotong aliran bola Brasil sebelum menggiring bola ke depan kotak penalti dan melepaskan tembakan mendatar yang gagal diantisipasi Alisson.

Gol tersebut membawa Jepang unggul 1-0 sekaligus membuat Brasil berada dalam tekanan.

Selecao berusaha merespons sebelum turun minum. Vinicius Junior sempat menguji refleks kiper Suzuki melalui tendangan jarak jauh, tetapi peluang itu berhasil diamankan.

Hingga babak pertama usai, Jepang tetap mempertahankan keunggulan 1-0.

Memasuki babak kedua, Brasil langsung meningkatkan intensitas serangan tanpa melakukan pergantian pemain. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-55.

Berawal dari umpan silang Gabriel Magalhaes, Casemiro memenangkan duel udara dan menyundul bola masuk ke gawang Jepang. Skor berubah menjadi 1-1 dan pertandingan kembali terbuka.

Gol tersebut membuat tempo laga meningkat. Brasil semakin agresif mengejar kemenangan, sementara Jepang mulai keluar menyerang untuk mencari gol balasan melalui skema serangan balik.

Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, Brasil justru menemukan momen penentunya.

Pada masa injury time, Bruno Guimaraes mengirim umpan terobosan yang berhasil dimanfaatkan Gabriel Martinelli.

Lolos dari jebakan offside, Martinelli dengan tenang melepaskan tembakan mendatar yang bersarang di pojok gawang Jepang. Gol itu sekaligus memastikan kemenangan 2-1 bagi Brasil.

Jepang masih berusaha mengejar ketertinggalan dalam sisa waktu yang ada. Namun pertahanan Brasil mampu menjaga keunggulan hingga wasit meniup peluit panjang.

Hasil ini memastikan Brasil melangkah ke babak 16 besar dengan penuh drama, sedangkan Jepang harus mengakhiri perjuangannya setelah gagal mempertahankan keunggulan yang sempat mereka raih pada babak pertama.

Susunan Pemain

Brasil (4-3-3): Alisson; Douglas Santos, Gabriel Magalhaes, Marquinhos, Danilo; Casemiro, Lucas Paqueta, Bruno Guimaraes; Vinicius Junior, Matheus Cunha, Rayan.

Pelatih: Carlo Ancelotti.

Jepang (3-4-3): Suzuki; Ito, Taniguchi, Tomiyasu; Nakamura, Kamada, Kaishu Sano, Doan; Maeda, Ueda, Ito.

Pelatih: Hajime Moriyasu.(*)




Prancis vs Irak Ditunda Akibat Badai Petir, Mbappe Sudah Bawa Les Bleus Unggul

SEPUCUKJAMBI.ID – Laga Prancis vs Irak pada matchday kedua Grup I Piala Dunia 2026 terpaksa ditunda akibat badai petir yang melanda Philadelphia, Amerika Serikat.

Saat pertandingan dihentikan di Lincoln Financial Field, Prancis tengah unggul 1-0 berkat gol Kylian Mbappe.

Penundaan pertandingan terjadi saat jeda babak pertama setelah cuaca ekstrem membahayakan area stadion.

FIFA bersama pihak penyelenggara langsung menerapkan protokol keselamatan guna melindungi pemain, ofisial, dan puluhan ribu penonton yang hadir.

Insiden ini menjadi penundaan pertama yang terjadi sepanjang gelaran Piala Dunia 2026.

Cuaca buruk berupa hujan deras dan aktivitas petir di sekitar stadion membuat pertandingan tidak dapat dilanjutkan sesuai jadwal.

Kylian Mbappe Cetak Gol Sebelum Laga Prancis vs Irak Dihentikan

Sebelum pertandingan dihentikan, Prancis tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.

Les Bleus berhasil membuka keunggulan melalui aksi Kylian Mbappe yang melepaskan tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti.

Gol tersebut membuat Prancis menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 atas Irak.

Penyerang Real Madrid itu kembali menjadi sosok pembeda dalam upaya timnya mengamankan tiket ke fase gugur Piala Dunia 2026.

Irak sendiri masih memiliki peluang untuk bangkit karena babak kedua belum dimainkan. Hasil akhir pertandingan Grup I pun masih terbuka.

Badai Petir Paksa Penonton Cari Tempat Aman

Saat jeda turun minum berlangsung, layar raksasa stadion menampilkan peringatan bahwa badai petir sedang mendekati kawasan Lincoln Financial Field. P

enonton kemudian diminta segera meninggalkan area tribun dan mencari tempat perlindungan yang lebih aman.

Awalnya, jeda babak pertama yang biasanya berlangsung 15 menit hanya diperpanjang sekitar 15 menit tambahan.

Namun, kondisi cuaca yang belum membaik membuat penghentian pertandingan berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Sebagian besar suporter mematuhi arahan petugas dan meninggalkan tempat duduk mereka.

Meski begitu, masih ada sejumlah kecil penonton yang bertahan di tribun sebelum akhirnya kembali mendapat peringatan melalui pengeras suara stadion.

FIFA Terapkan Protokol Keselamatan Akibat Petir

Sesuai regulasi FIFA, pertandingan wajib dihentikan apabila petir terdeteksi dalam radius delapan mil atau sekitar 13 kilometer dari stadion.

Setelah sambaran petir terdeteksi, hitungan waktu keselamatan selama 30 menit akan dimulai.

Jika kembali terjadi sambaran petir dalam periode tersebut, hitungan waktu akan diulang dari awal hingga kondisi benar-benar aman untuk melanjutkan pertandingan.

Hujan deras sebenarnya sudah mulai mengguyur stadion sejak menit ke-37

. Namun pertandingan tetap berjalan hingga babak pertama selesai sebelum akhirnya dihentikan saat jeda.

Hingga saat ini, otoritas pertandingan masih menunggu perkembangan cuaca sebelum memberikan lampu hijau untuk melanjutkan babak kedua.

Prancis sementara unggul 1-0 atas Irak dalam laga penting Grup I Piala Dunia 2026.(*)




Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini: Meksiko vs Afrika Selatan Buka Turnamen, Korea Selatan Tantang Republik Ceko

SEPUCUKJAMBI.ID – Penantian pecinta sepak bola dunia akhirnya berakhir.

Piala Dunia 2026 resmi dimulai pada Jumat 12 Juni 2026 dini hari WIB dengan dua pertandingan pembuka yang langsung menyita perhatian publik internasional.

Sorotan utama tertuju pada duel tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan dalam laga pembuka Grup A yang akan berlangsung di Mexico City Stadium.

Pertandingan dijadwalkan kick-off pukul 02.00 WIB dan menjadi penanda dimulainya edisi terbesar sepanjang sejarah Piala Dunia.

Atmosfer pertandingan diprediksi berlangsung panas. Bermain di depan puluhan ribu pendukung sendiri, Meksiko mengusung target meraih kemenangan perdana untuk membuka jalan menuju fase gugur.

Di sisi lain, Afrika Selatan datang dengan ambisi mencuri poin dan menciptakan kejutan pada laga yang akan disaksikan jutaan pasang mata di seluruh dunia.

Ulangan Laga Pembuka Piala Dunia 2010

Pertandingan ini menghadirkan cerita menarik. Meksiko dan Afrika Selatan pernah bertemu dalam laga pembuka Piala Dunia 2010 saat turnamen berlangsung di Johannesburg.

Kala itu, kedua tim bermain imbang 1-1 dalam pertandingan yang dikenang lewat gol spektakuler Siphiwe Tshabalala.

Kini, 16 tahun kemudian, kedua negara kembali dipertemukan di partai pembuka, menjadikannya salah satu duel paling menarik pada hari pertama kompetisi.

Piala Dunia Terbesar Sepanjang Sejarah

Piala Dunia 2026 mencatat sejarah baru bagi sepak bola dunia. Untuk pertama kalinya FIFA memperluas jumlah peserta menjadi 48 negara.

Turnamen ini juga menjadi edisi pertama yang digelar bersama oleh tiga negara, yakni Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada.

Sebanyak 104 pertandingan akan dimainkan hingga partai final yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Juli 2026.

Format baru tersebut membuat persaingan diprediksi semakin ketat dengan lebih banyak negara yang berpeluang menciptakan kejutan.

Korea Selatan dan Republik Ceko Lengkapi Persaingan Grup A

Setelah laga pembuka selesai, perhatian beralih ke pertandingan kedua Grup A yang mempertemukan Korea Selatan melawan Republik Ceko.

Pertandingan tersebut akan digelar di Guadalajara Stadium pada pukul 09.00 WIB.

Hasil laga ini akan menentukan peta awal persaingan Grup A dan melengkapi klasemen sementara di hari pertama turnamen.

Bagi Korea Selatan maupun Republik Ceko, kemenangan akan menjadi modal penting untuk menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.

Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini

Jumat, 12 Juni 2026

Grup A

  • Meksiko vs Afrika Selatan
    Mexico City Stadium, Mexico City
    Kick-off 02.00 WIB

Grup A

  • Korea Selatan vs Republik Ceko
    Guadalajara Stadium, Guadalajara
    Kick-off 09.00 WIB

Kedua pertandingan dijadwalkan disiarkan langsung melalui TVRI dan TVRI Sport.

Dengan dimulainya dua laga tersebut, perjalanan panjang menuju trofi paling bergengsi dalam sepak bola resmi dimulai.

Seluruh mata dunia kini tertuju ke Amerika Utara untuk menyaksikan siapa yang akan menjadi raja sepak bola dunia berikutnya.(*)