Jelang Final Piala Dunia 2026, Lionel Messi Ungkap Kekhawatiran Hadapi Spanyol

SEPUCUKJAMBI.ID – Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi, mengakui pertandingan final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol akan menjadi ujian berat bagi skuad La Albiceleste.

Meski menghadapi lawan tangguh, Messi memastikan Argentina akan memberikan kemampuan terbaik demi meraih gelar juara dunia secara beruntun.

Argentina memastikan langkah ke final Piala Dunia 2026 setelah melewati laga semifinal dramatis melawan Timnas Inggris.

Sempat tertinggal, Argentina mampu melakukan comeback dan menang dengan skor 2-1 untuk mengamankan tiket ke partai puncak.

Kemenangan tersebut membuat Argentina semakin dekat dengan ambisi mempertahankan gelar juara dunia.

Namun, perjuangan mereka dipastikan tidak mudah karena harus menghadapi salah satu tim terbaik Eropa, Timnas Spanyol.

Spanyol melaju ke final setelah menyingkirkan salah satu kandidat juara lainnya, Timnas Prancis, pada babak semifinal.

Messi Sebut Spanyol Tim Berkualitas

Menjelang pertandingan final, Messi mengungkapkan rasa hormatnya terhadap kekuatan Spanyol.

Menurut pemain berjuluk La Pulga tersebut, La Furia Roja memiliki kualitas luar biasa dan dihuni banyak pemain yang sudah dikenalnya.

Messi juga menyebut kedekatannya dengan sejumlah pemain Spanyol, terutama mereka yang pernah atau masih memperkuat Barcelona, klub yang memiliki tempat istimewa dalam kariernya.

“Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit. Spanyol adalah tim yang sangat bagus. Saya mengenal banyak pemain mereka, dan banyak di antaranya bermain untuk Barcelona, klub yang saya cintai dan masih saya ikuti sampai sekarang,” ujar Messi.

Atmosfer Argentina Jadi Kekuatan Tambahan

Selain membahas kualitas Spanyol, Messi juga mengenang atmosfer luar biasa yang dirasakan Argentina dalam perjalanan menuju final.

Menurutnya, dukungan masyarakat Argentina sudah terasa sejak momen lagu kebangsaan dikumandangkan sebelum pertandingan.

“Meskipun ini hanya sebuah pertandingan sepak bola, sejak lagu kebangsaan dikumandangkan kami sudah merasakan sesuatu yang istimewa.”

Messi menilai keberhasilan mencapai final bukan hanya tentang pertandingan sepak bola, tetapi juga membawa harapan besar bagi seluruh masyarakat Argentina.

“Ini bukan sekadar kemenangan biasa. Rakyat Argentina benar-benar sangat menginginkan hasil ini,” pungkas Messi.

Jadwal Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina

Pertandingan final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol akan menjadi duel antara juara bertahan Argentina dan kekuatan baru sepak bola Eropa.

Spanyol vs Argentina
Hari/Tanggal: Senin, 20 Juli 2026
Kick Off: 02.00 WIB
Venue: New York New Jersey Stadium
Live TV: TVRI, TVRI Sports
Live Streaming: Maxstream, Folaplay.(*)




Argentina Susul Inggris ke Semifinal Piala Dunia 2026, Swiss Tumbang 3-1 di Extra Time

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Argentina menjadi tim terakhir yang memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Swiss dengan skor 3-1 pada laga perempat final yang berlangsung di Kansas City Stadium.

Pertandingan harus diselesaikan hingga babak tambahan waktu sebelum La Albiceleste mengunci kemenangan.

Alexis Mac Allister lebih dulu membawa Argentina unggul pada babak pertama. Swiss kemudian memaksa laga berlanjut ke extra time melalui gol Dan Ndoye.

Namun keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan maksimal oleh Argentina yang akhirnya memastikan kemenangan lewat gol Julian Alvarez dan Lautaro Martinez.

Hasil ini mempertemukan Argentina dengan Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026, setelah The Three Lions lebih dulu mengamankan tiket usai menyingkirkan Norwegia.

Argentina Awali Laga dengan Gol Cepat

Kedua tim langsung bermain terbuka sejak peluit pertama dibunyikan.

Argentina tampil agresif, sementara Swiss memilih tetap berani meladeni permainan cepat yang diperagakan skuad Lionel Scaloni.

Keunggulan Argentina datang saat pertandingan baru berjalan 10 menit.

Lionel Messi mengirim sepak pojok akurat yang disambut sundulan Alexis Mac Allister tanpa mampu dihalau Gregor Kobel.

Gol tersebut membuat La Albiceleste memimpin 1-0.

Swiss tidak kehilangan keberanian meski tertinggal.

Djibril Sow sempat mengancam melalui tembakan keras dari luar kotak penalti, tetapi Emiliano Martinez masih mampu mengamankan bola.

Setelah gol pembuka, pertandingan berubah menjadi lebih keras.

Kedua tim saling melancarkan tekel demi memutus aliran serangan lawan sehingga peluang bersih semakin jarang tercipta.

Hingga turun minum, Argentina tetap mempertahankan keunggulan tipis 1-0.

Swiss Bangkit, Embolo Diusir Wasit

Memasuki babak kedua, Swiss meningkatkan tekanan.

Dan Ndoye nyaris menyamakan kedudukan, tetapi tekel krusial Lisandro Martinez menggagalkan peluang emas tersebut.

Tak lama berselang, Breel Embolo juga hampir mencetak gol melalui sundulan, namun Emiliano Martinez kembali tampil sigap menjaga gawang Argentina.

Upaya Swiss akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-67.

Dan Ndoye memanfaatkan kombinasi umpan dengan Ricardo Rodriguez sebelum melepaskan penyelesaian dari sudut sempit yang sukses menaklukkan Emiliano Martinez.

Skor berubah menjadi 1-1.

Momentum Swiss berubah drastis beberapa menit kemudian.

Breel Embolo menerima kartu kuning kedua setelah dinilai melakukan diving di dalam kotak penalti.

Kartu merah itu memaksa Swiss menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain.

Lionel Scaloni mencoba memanfaatkan situasi tersebut dengan meningkatkan intensitas serangan.

Messi bahkan memperoleh peluang emas pada masa injury time, tetapi tembakannya masih melebar tipis dari sasaran.

Skor imbang bertahan hingga 90 menit sehingga pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu.

Alvarez dan Lautaro Kunci Kemenangan

Di babak extra time, Argentina terus mendominasi permainan.

Thiago Almada yang masuk sebagai pemain pengganti langsung memberi warna baru di lini depan dan sempat menggetarkan tiang gawang Swiss.

Ketika pertandingan tampak mengarah ke adu penalti, Argentina akhirnya menemukan celah.

Pada menit ke-112, Julian Alvarez menyambar umpan Jose Manuel Lopez untuk membawa La Albiceleste kembali unggul 2-1.

Swiss yang mulai kehabisan tenaga kesulitan memberikan respons.

Menjelang pertandingan berakhir, Lautaro Martinez memastikan kemenangan Argentina melalui gol ketiga yang sekaligus mengakhiri perlawanan tim asuhan Murat Yakin.

Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Argentina pun melangkah ke semifinal dan akan menghadapi Inggris dalam duel yang diprediksi menjadi salah satu laga terbesar di Piala Dunia 2026.

Susunan Pemain

Argentina (4-4-2): Emiliano Martinez; Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, Tagliafico; Rodrigo De Paul, Enzo Fernandez, Leandro Paredes, Alexis Mac Allister; Lionel Messi, Julian Alvarez.

Pelatih: Lionel Scaloni.

Swiss (4-2-3-1): Gregor Kobel; Zakaria, Akanji, Elvedi, Ricardo Rodriguez; Granit Xhaka, Freuler; Djibril Sow, Fabian Rieder, Dan Ndoye; Breel Embolo.

Pelatih: Murat Yakin.(*)




Inggris Lolos Dramatis ke Semifinal Piala Dunia 2026, Jude Bellingham Jadi Mimpi Buruk Norwegia

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Inggris memastikan satu tempat di semifinal Piala Dunia 2026 setelah melewati pertarungan sengit melawan Norwegia.

Dalam duel perempat final yang berlangsung hingga babak tambahan waktu, The Three Lions membalikkan keadaan dan menang 2-1 berkat dua gol Jude Bellingham.

Kemenangan ini mengantar skuad asuhan Thomas Tuchel menjadi tim ketiga yang mengamankan tiket semifinal.

Selanjutnya, Inggris tinggal menunggu pemenang laga Swiss kontra Argentina untuk memperebutkan satu tempat di partai puncak.

Norwegia Mengejutkan Inggris di Babak Pertama

Pertandingan di Miami Stadium langsung berlangsung dengan tempo yang hati-hati.

Inggris mendominasi penguasaan bola sejak menit awal, tetapi rapatnya pertahanan Norwegia membuat Harry Kane dan kolega kesulitan menciptakan peluang bersih.

Kesempatan pertama datang pada menit ke-23 ketika Nico O’Reilly mengirim umpan matang ke depan gawang.

Sayangnya, tak ada pemain Inggris yang berhasil menyambut bola tersebut.

Norwegia justru tampil lebih efektif. Erling Haaland sempat menguji Jordan Pickford melalui sundulan keras yang masih mampu diamankan sang penjaga gawang.

Tekanan Norwegia akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-36.

Andreas Schjelderup melepaskan tembakan dari sisi kiri yang gagal diantisipasi Pickford.

Gol tersebut membawa Norwegia unggul 1-0 sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka.

Beberapa peluang berikutnya juga lahir melalui Alexander Sorloth dan Martin Odegaard.

Beruntung bagi Inggris, Pickford tampil sigap menjaga peluang itu tidak berubah menjadi gol kedua.

Saat laga tampak akan ditutup dengan keunggulan Norwegia, Inggris berhasil menyamakan kedudukan menjelang turun minum.

Anthony Gordon mengirim umpan tarik yang diselesaikan Jude Bellingham dengan kontrol tenang sebelum melepaskan tembakan mendatar ke dalam gawang.

Harry Kane sebenarnya sempat mencetak gol beberapa saat kemudian.

Namun wasit membatalkannya karena striker Bayern Munchen itu lebih dulu terjebak offside. Skor 1-1 bertahan hingga jeda.

VAR Gagalkan Gol Norwegia

Memasuki babak kedua, Thomas Tuchel melakukan perubahan dengan memasukkan Bukayo Saka dan Eberechi Eze demi meningkatkan kreativitas serangan.

Laga berjalan semakin terbuka. Kedua tim saling menyerang dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya.

Norwegia sempat kembali unggul pada menit ke-54 melalui Heggem yang memanfaatkan bola muntah hasil sepak pojok.

Namun setelah pemeriksaan VAR, gol tersebut dianulir karena terjadi offside.

Tim Skandinavia tetap memberikan tekanan besar. Kristoffer Ajer nyaris membawa Norwegia memimpin setelah sundulannya menghantam mistar gawang.

Tak lama kemudian, Antonio Nusa juga memaksa Pickford melakukan penyelamatan penting.

Inggris lebih banyak bertahan menghadapi agresivitas lawan.

Hingga waktu normal berakhir, tidak ada tambahan gol sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak extra time.

Bellingham Pastikan Tiket Semifinal

Memasuki tambahan waktu, Inggris tampil dengan pendekatan berbeda.

Mereka langsung mengambil inisiatif menyerang dan hasilnya datang hanya tiga menit setelah extra time dimulai.

Morgan Rogers melepaskan tembakan jarak jauh yang masih mampu ditepis Orjan Nyland.

Namun bola liar langsung disambar Jude Bellingham menjadi gol keduanya pada pertandingan tersebut.

Gol itu mengubah skor menjadi 2-1 sekaligus membalikkan keadaan untuk Inggris.

Inggris sempat memperoleh hadiah penalti setelah Djed Spence terjatuh di kotak terlarang.

Akan tetapi, VAR kembali berperan dengan membatalkan keputusan tersebut karena dinilai terjadi aksi diving.

Pada sisa pertandingan, Norwegia berupaya keras mengejar ketertinggalan.

Serangan demi serangan dilancarkan, tetapi lini belakang Inggris mampu bertahan disiplin hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan 2-1 memastikan Inggris melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026.

Performa impresif Jude Bellingham dengan dua gol menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung selama 120 menit tersebut.

Susunan Pemain

Norwegia (4-3-3): Nyland; Wolfe, Heggem, Ajer, Ryerson; Berg, Berge, Odegaard; Schjelderup, Haaland, Sorloth.

Pelatih: Stale Solbakken.

Inggris (4-2-3-1): Pickford; O’Reilly, Guehi, Stones, Konsa; Rice, Anderson; Gordon, Bellingham, Madueke; Kane.

Pelatih: Thomas Tuchel.(*)




Argentina Bangkit dari Maut! Messi Pimpin Comeback Gila, Mesir Tersingkir Dramatis 3-2

SEPUCUKJAMBI.ID – Argentina memastikan tempat di babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah menciptakan salah satu comeback paling dramatis sepanjang turnamen.

Tertinggal dua gol dari Mesir, La Albiceleste membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3-2 dalam laga babak 16 besar di Atlanta Stadium, Selasa 7 Juli 2026 malam WIB.

Lionel Messi kembali menjadi tokoh utama di balik kebangkitan sang juara bertahan.

Mesir membuka pertandingan dengan penuh percaya diri.

Tim asuhan Hossam Hassan langsung memberikan tekanan dan berhasil memimpin lebih dulu pada menit ke-15 melalui sundulan Yasser Ibrahim yang memanfaatkan situasi bola mati.

Gol tersebut membuat Argentina berada dalam tekanan sejak awal pertandingan.

Meski tertinggal, Argentina sebenarnya memiliki sejumlah peluang emas untuk menyamakan kedudukan.

Kesempatan terbaik hadir lewat titik putih setelah Nicolas Tagliafico dijatuhkan di area terlarang.

Namun, eksekusi penalti Lionel Messi berhasil dimentahkan penjaga gawang Mesir, Mostafa Shobeir, yang tampil luar biasa sepanjang babak pertama.

Shobeir berkali-kali menjadi penyelamat timnya.

Ia sukses menggagalkan sundulan Alexis Mac Allister dan juga menepis peluang berbahaya dari Julian Alvarez.

Berkat penampilan gemilang sang kiper, Mesir menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.

Memasuki babak kedua, Mesir sempat mencetak gol melalui Mostafa Zico.

Namun, gol tersebut dianulir wasit setelah tinjauan VAR menyatakan terjadi pelanggaran dalam proses gol.

Tekanan Mesir akhirnya benar-benar membuahkan hasil pada menit ke-67.

Mostafa Zico kembali menjebol gawang Emiliano Martinez dan kali ini gol disahkan.

Keunggulan 2-0 membuat Mesir semakin dekat dengan tiket menuju perempat final sekaligus menciptakan salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.

Dalam situasi tertekan, Argentina menunjukkan mental juara.

Lionel Scaloni melakukan perubahan strategi yang membuat intensitas serangan La Albiceleste meningkat drastis.

Gol kebangkitan akhirnya lahir pada menit ke-79.

Berawal dari umpan matang Lionel Messi, Cristian Romero sukses menanduk bola ke dalam gawang Mesir dan memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.

Empat menit berselang, Messi menebus kegagalannya dari titik penalti.

Memanfaatkan kemelut di depan gawang, sang kapten melepaskan tendangan keras yang tak mampu dihentikan Mostafa Shobeir.

Skor berubah menjadi 2-2 dan momentum sepenuhnya beralih ke kubu Argentina.

Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan waktu, Argentina justru memberikan pukulan telak kepada Mesir.

Pada menit 90+2, serangan balik cepat yang dibangun Lautaro Martinez diselesaikan dengan sundulan akurat Enzo Martinez.

Gol tersebut memastikan kemenangan dramatis Argentina dengan skor 3-2.

Hasil ini mengantar Argentina melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026.

Tim asuhan Lionel Scaloni kini tinggal menunggu lawan berikutnya, yakni pemenang pertandingan antara Swiss melawan Kolombia.

Susunan Pemain

Argentina (4-4-2): Emiliano Martinez; Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, Nicolas Tagliafico; Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, Leandro Paredes, Enzo Fernandez; Lionel Messi, Julian Alvarez.

Pelatih: Lionel Scaloni.

Mesir (4-4-2): Mostafa Shobeir; Mohamed Hany, Yasser Ibrahim, Ramy Rabia, Karim Hafez; Emam Ashour, Marwan Attia, Mohanad Lasheen, Haissem Hassan; Mohamed Salah, Mostafa Zico.

Pelatih: Hossam Hassan.(*)




Hanya Bermain Imbang! Spanyol Frustrasi Hadapi Tembok Kokoh Cape Verde

SEPUCUKJAMBI.ID – Kejutan pertama langsung tersaji di Piala Dunia setelah Spanyol gagal mengamankan kemenangan pada laga pembuka Grup H.

Tim berjuluk La Roja harus puas berbagi angka usai ditahan imbang 0-0 oleh debutan Cape Verde dalam pertandingan yang berlangsung ketat.

Hasil tersebut menjadi sorotan karena Spanyol datang ke turnamen dengan status salah satu kandidat kuat juara.

Selain berbekal materi pemain yang lebih mentereng, tim asuhan Luis de la Fuente juga memiliki pengalaman dan peringkat FIFA yang jauh lebih tinggi dibanding lawannya.

Namun, dominasi penguasaan bola yang menjadi ciri khas Spanyol tidak mampu diterjemahkan menjadi gol.

Sepanjang pertandingan, mereka kesulitan menembus pertahanan Cape Verde yang tampil disiplin, terorganisir, dan penuh kepercayaan diri.

Cape Verde memilih pendekatan pragmatis dengan menumpuk pemain di area pertahanan.

Formasi lima bek yang diterapkan bahkan kerap berubah menjadi enam pemain bertahan saat Spanyol meningkatkan intensitas serangan.

Meski terus ditekan, wakil Afrika itu menunjukkan ketenangan luar biasa. Organisasi permainan yang rapi membuat para pemain Spanyol frustrasi mencari ruang di sepertiga akhir lapangan.

Peluang berbahaya pertama baru tercipta setelah pertandingan berjalan sekitar 20 menit ketika Pedri melepaskan tembakan tepat sasaran.

Spanyol kemudian mulai menemukan ritme permainan melalui pergerakan Marc Cucurella dari sisi kiri.

Kesempatan terbaik La Roja hadir menjelang turun minum. Ferran Torres berhasil melepaskan tembakan keras yang nyaris memecah kebuntuan, tetapi bola hanya menghantam mistar gawang.

Di bawah mistar, Cape Verde memiliki sosok penting dalam diri Vozinha. Kiper veteran tersebut tampil gemilang dengan sejumlah penyelamatan krusial yang menjaga gawang timnya tetap perawan hingga peluit panjang dibunyikan.

Bagi Cape Verde, satu poin dari pertandingan ini terasa seperti kemenangan. Negara kepulauan yang baru pertama kali tampil di Piala Dunia itu sukses mengukir sejarah dengan meraih poin perdana di panggung sepak bola terbesar dunia.

Pencapaian tersebut melanjutkan tren positif yang mereka tunjukkan sejak fase kualifikasi.

Sebelum lolos ke putaran final, Cape Verde mampu mengungguli sejumlah tim kuat Afrika seperti Kamerun, Angola, dan Libya, serta mencatat rekor impresif tanpa kekalahan dalam laga kandang.

Di sisi lain, Spanyol juga tidak tampil dengan komposisi terbaik. Dua pemain sayap andalan mereka, Lamine Yamal dan Nico Williams, belum berada dalam kondisi fisik ideal setelah sempat mengalami cedera otot.

Yamal akhirnya dimainkan pada menit ke-71 dan langsung memberi warna berbeda dalam serangan Spanyol.

Beberapa akselerasinya mampu membuka ruang bagi rekan setim, termasuk peluang yang didapat Mikel Merino.

Sementara Nico Williams baru masuk menjelang akhir pertandingan ketika waktu tersisa semakin sedikit.

Kegagalan meraih kemenangan menjadi alarm bagi Spanyol. Dominasi penguasaan bola kembali tidak cukup untuk menghasilkan tiga poin, sebuah masalah yang pernah menghantui mereka dalam dua edisi Piala Dunia sebelumnya.

Meski demikian, peluang Spanyol untuk lolos dari fase grup masih terbuka lebar. Mereka masih akan menghadapi Arab Saudi dan Uruguay pada dua laga berikutnya.

Namun, jika ingin kembali ke jalur kemenangan, La Roja perlu segera menemukan ketajaman di lini depan sekaligus berharap Yamal dan Williams bisa segera mencapai kondisi terbaiknya.

Sementara bagi Cape Verde, hasil imbang melawan salah satu unggulan turnamen menjadi bukti bahwa mereka tidak datang ke Piala Dunia hanya sebagai pelengkap.

Satu poin bersejarah ini sekaligus mengirim pesan bahwa kejutan-kejutan lain masih mungkin terjadi di Grup H.(*)




Pesta Gol di Monterrey! Swedia Permalukan Tunisia 5-1

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Swedia mengawali langkahnya di Piala Dunia 2026 dengan cara yang meyakinkan.

Blågult tampil tajam dan efektif untuk menghancurkan Tunisia dengan skor telak 5-1 pada laga pembuka Grup F di Estadio Monterrey, Guadalupe, Meksiko, Senin 15 Juni 2026 pagi WIB.

Kemenangan besar ini langsung mengantarkan Swedia ke puncak klasemen sementara Grup F.

Sebaliknya, Tunisia harus menerima kenyataan pahit setelah sejumlah kesalahan sendiri menjadi awal dari kekalahan telak mereka.

Meski skor akhir terlihat mencolok, pertandingan sejatinya berlangsung cukup terbuka. Kedua tim sama-sama bermain menyerang dan menciptakan peluang.

Namun perbedaan terbesar terletak pada efektivitas penyelesaian akhir serta kemampuan memanfaatkan kesalahan lawan.

Swedia membuka keunggulan cepat pada menit ketujuh melalui Yasin Ayari. Gol berawal dari blunder kiper Tunisia, Abdelmouhib Chamakh, yang gagal mengantisipasi bola panjang dari Victor Lindelof.

Bola liar langsung disambar Ayari dengan tembakan keras dari luar kotak penalti yang meluncur ke sudut atas gawang.

Gol tersebut membuat Swedia semakin percaya diri mengendalikan permainan. Namun Tunisia tidak tinggal diam.

Pada menit ke-13, Anis Ben Slimane hampir menyamakan kedudukan setelah menerima umpan matang Elias Saad.

Akan tetapi, kiper Kristoffer Nordfeldt melakukan penyelamatan penting yang menjaga keunggulan timnya.

Tekanan Swedia kembali membuahkan hasil menjelang setengah jam pertandingan. Alexander Isak menunjukkan kualitasnya sebagai ujung tombak utama dengan mencetak gol kedua pada menit ke-30.

Penyerang Liverpool itu menuntaskan kombinasi cepat bersama Viktor Gyokeres melalui sepakan mendatar yang gagal dibendung Chamakh.

Saat laga tampak mulai dikuasai Swedia, Tunisia berhasil memperkecil ketertinggalan menjelang turun minum.

Umpan silang akurat Hannibal Mejbri disambut sundulan Omar Rekik yang memperdaya Nordfeldt pada menit ke-43.

Gol tersebut membuat Tunisia kembali memiliki harapan setelah babak pertama ditutup dengan skor 2-1 untuk keunggulan Swedia.

Namun harapan itu tak bertahan lama.

Memasuki babak kedua, Tunisia sebenarnya sempat mengancam lebih dulu melalui Hannibal Mejbri. Sayangnya peluang tersebut gagal dimaksimalkan menjadi gol penyama kedudukan.

Momen krusial kemudian terjadi pada menit ke-59.

Kesalahan fatal Ellyes Skhiri saat membangun serangan berhasil dimanfaatkan Alexander Isak.

Bola direbut dan langsung dialirkan kepada Viktor Gyokeres yang tanpa ampun melepaskan tembakan keras untuk membawa Swedia unggul 3-1.

Gol itu menjadi titik balik yang memukul mental Tunisia.

Swedia semakin nyaman memainkan pertandingan dan terus menekan pertahanan lawan.

Beberapa peluang tambahan tercipta, termasuk kesempatan emas Gyokeres yang nyaris memperbesar skor.

Gol keempat akhirnya lahir pada menit ke-84 melalui Mattias Svanberg. Pemain yang baru masuk sebagai pemain pengganti itu sempat melihat golnya dianulir karena dugaan offside.

Namun setelah tinjauan VAR, wasit mengesahkan gol tersebut dan membuat Swedia menjauh dengan skor 4-1.

Belum puas sampai di situ, Swedia menutup pertandingan dengan gol spektakuler pada masa injury time.

Yasin Ayari kembali menjadi sorotan setelah mencetak gol keduanya pada menit ke-90+6.

Gelandang Brighton itu melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang menghujam pojok gawang Tunisia tanpa mampu dijangkau Chamakh.

Gol tersebut sekaligus mengunci kemenangan telak 5-1 bagi Swedia.

Hasil ini menjadi sinyal kuat bahwa Swedia bukan sekadar pelengkap di Grup F.

Dengan kombinasi permainan agresif, lini depan yang tajam, dan kemampuan memanfaatkan kesalahan lawan, pasukan Graham Potter menunjukkan potensi besar untuk bersaing memperebutkan tiket ke fase gugur.

Di sisi lain, Tunisia harus segera mengevaluasi sektor pertahanan dan distribusi bola dari lini belakang yang menjadi sumber utama lahirnya beberapa gol Swedia dalam laga ini.(*)




Pantai Gading Curi Tiga Poin, Gol Telat Amad Diallo Bungkam Ekuador

SEPUCUKJAMBI.ID – Ketika pertandingan tampak akan berakhir tanpa gol, Pantai Gading menemukan pahlawannya.

Amad Diallo mencetak gol pada menit ke-90 untuk memastikan kemenangan tipis 1-0 atas Ekuador dalam laga pembuka Grup E Piala Dunia 2026 di Philadelphia Stadium, Senin 15 Juni 2026 pagi WIB.

Kemenangan dramatis ini membawa Les Éléphants meraih tiga poin krusial dalam persaingan ketat Grup E.

Sebaliknya, Ekuador harus menelan kekecewaan setelah sejumlah peluang emas gagal dikonversi menjadi gol sepanjang pertandingan.

Laga berlangsung dalam tempo tinggi sejak peluit awal dibunyikan. Ekuador tampil lebih agresif dan langsung memberikan ancaman melalui Moises Caicedo pada menit kedua.

Namun upaya gelandang andalan tersebut masih belum menemui sasaran.

Tekanan Ekuador berlanjut delapan menit kemudian. Enner Valencia memperoleh peluang emas setelah menerima umpan matang dari Piero Hincapie.

Sayangnya, penyelesaian akhir sang kapten belum mampu mengarah ke gawang.

Pantai Gading yang sempat kesulitan mengembangkan permainan perlahan mulai keluar dari tekanan.

Franck Kessie dan Seko Fofana menjadi motor permainan di lini tengah, sementara Bazoumana Toure beberapa kali merepotkan pertahanan lawan lewat kecepatan dan pergerakannya.

Ekuador sebenarnya nyaris membuka keunggulan pada menit ke-23. John Yeboah berhasil mencuri bola di area berbahaya sebelum melepaskan tembakan melengkung yang hanya membentur mistar gawang.

Tujuh menit berselang, keberuntungan kembali berpihak kepada Pantai Gading.

Kali ini giliran Alan Minda yang melihat peluangnya digagalkan tiang gawang setelah melepaskan tembakan akurat dari dalam kotak penalti.

Pertandingan kemudian berkembang menjadi duel fisik yang keras. Beberapa pemain dari kedua tim terlibat benturan dan pelanggaran demi memenangkan pertarungan di lini tengah.

Menjelang turun minum, Pantai Gading hampir mencuri gol melalui Nicolas Pepe dan Wilfried Singo.

Namun rapatnya pertahanan Ekuador serta penampilan solid Hernan Galindez membuat skor tetap 0-0 hingga jeda.

Memasuki babak kedua, kedua tim bermain lebih terbuka.

Ekuador kembali mengancam melalui kombinasi Enner Valencia dan Gonzalo Plata yang beberapa kali membuat lini belakang Pantai Gading bekerja ekstra keras.

Namun ketangguhan kiper Yahia Fofana menjadi pembeda dalam sejumlah momen penting.

Di sisi lain, Pantai Gading juga memperoleh peluang emas. Elye Wahi nyaris memecah kebuntuan pada menit ke-52, tetapi usahanya hanya membentur mistar gawang.

Seiring berjalannya waktu, kedua pelatih mulai melakukan perubahan taktik dengan memasukkan sejumlah pemain segar.

Pergantian tersebut membuat intensitas pertandingan meningkat, terutama pada 20 menit terakhir.

Ekuador kembali mendapatkan peluang terbaiknya pada menit ke-68 saat Gonzalo Plata melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti.

Namun Yahia Fofana tampil sigap dengan penyelamatan penting yang menjaga harapan Pantai Gading tetap hidup.

Ketika pertandingan tampak menuju hasil imbang, momen penentu akhirnya lahir pada menit ke-90.

Wilfried Singo melakukan penetrasi dari sisi kanan sebelum mengirim umpan tarik akurat ke area berbahaya.

Bola kemudian disambut Amad Diallo yang berdiri tanpa pengawalan ketat.

Dengan tenang, pemain sayap Manchester United tersebut mengontrol bola sebelum melepaskan tembakan kaki kiri yang bersarang di sudut bawah gawang Ekuador.

Gol itu langsung mengubah suasana stadion.

Ekuador berusaha membalas sepanjang tambahan waktu tujuh menit, tetapi pertahanan Pantai Gading tampil disiplin hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan ini menempatkan Pantai Gading dalam posisi ideal untuk menghadapi laga berikutnya di Grup E.

Sementara Ekuador harus segera menemukan solusi atas masalah penyelesaian akhir yang menjadi penyebab utama kegagalan mereka meraih poin pada laga pembuka.

Bagi Pantai Gading, kemenangan ini juga menjadi bukti bahwa efektivitas dan kesabaran tetap menjadi senjata penting di panggung sebesar Piala Dunia.(*)




Jepang Tampil Heroik dan Paksa Belanda Bermain Imbang

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Jepang menunjukkan mentalitas luar biasa saat memaksa Belanda bermain imbang 2-2 pada laga pembuka Grup F Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, Senin 15 Juni 2026 dini hari WIB.

Gol telat Daichi Kamada pada penghujung pertandingan menggagalkan kemenangan yang sudah berada di depan mata skuad Oranje.

Hasil ini menjadi pukulan bagi Belanda yang sempat dua kali memimpin pertandingan.

Sebaliknya, Jepang pulang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mampu bangkit dari tekanan salah satu kekuatan tradisional sepak bola dunia.

Sejak menit awal, Belanda tampil dominan dan menguasai jalannya pertandingan. Donyell Malen langsung mengancam ketika laga baru berjalan tiga menit.

Namun penampilan gemilang kiper Jepang, Zion Suzuki, membuat peluang tersebut gagal berbuah gol.

Tekanan Belanda terus berlanjut sepanjang babak pertama. Malen kembali memperoleh peluang emas melalui sundulan hasil sepak pojok Tijjani Reijnders pada menit ke-34.

Lagi-lagi Suzuki tampil sigap untuk menjaga gawang Jepang tetap perawan.

Meski lebih banyak bertahan, Jepang bukan tanpa peluang. Menjelang turun minum, Shunsuke Nakamura dan Ayase Ueda sempat mengancam pertahanan Belanda.

Namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat skor tetap 0-0 hingga jeda.

Memasuki babak kedua, tempo pertandingan meningkat drastis.

Belanda akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-50. Berawal dari umpan matang Ryan Gravenberch, kapten tim Virgil van Dijk sukses menuntaskan peluang dan membawa Oranje unggul 1-0.

Namun keunggulan itu hanya bertahan tujuh menit.

Jepang merespons cepat melalui serangan balik yang efektif. Takefusa Kubo menjadi motor serangan sebelum melepaskan tembakan yang berubah arah setelah mengenai Keito Nakamura.

Bola mengecoh kiper Belanda dan membuat skor kembali imbang 1-1 pada menit ke-57.

Belanda kembali menunjukkan kualitasnya pada menit ke-64. Crysencio Summerville menjadi aktor utama lewat aksi individu impresif dari sisi kiri serangan.

Setelah menusuk ke dalam kotak penalti, pemain muda tersebut melepaskan tembakan melengkung yang tak mampu dihentikan Zion Suzuki.

Gol itu membuat Belanda kembali memimpin 2-1 dan terlihat berada di jalur kemenangan.

Namun Jepang belum menyerah.

Pelatih Hajime Moriyasu melakukan sejumlah perubahan dengan memasukkan Junya Ito, Yukinari Sugawara, dan Koki Ogawa untuk meningkatkan daya gedor tim. Keputusan tersebut terbukti tepat.

Saat pertandingan memasuki menit ke-89, Daichi Kamada muncul sebagai pahlawan.

Gelandang kreatif Jepang itu berhasil memanfaatkan kelengahan lini belakang Belanda untuk mencetak gol penyama kedudukan dan membungkam pendukung Oranje di Dallas.

Skor 2-2 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Bagi Belanda, hasil ini menjadi alarm bahwa dominasi penguasaan bola dan jumlah peluang belum cukup untuk mengamankan tiga poin.

Sementara Jepang kembali menunjukkan karakter sebagai tim yang sulit ditaklukkan, terutama dalam situasi tertekan.

Satu poin yang diraih Samurai Biru bisa menjadi modal berharga dalam persaingan ketat Grup F.

Sedangkan Belanda harus segera memperbaiki efektivitas permainan jika ingin melangkah jauh di Piala Dunia 2026.(*)




Jerman Mengamuk di Piala Dunia 2026, Curacao Dibantai 7-1 dalam Laga Pembuka Grup E

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Jerman mengirim pesan tegas kepada para pesaingnya di Piala Dunia 2026 setelah menghancurkan Curacao dengan skor mencolok 7-1 pada laga pembuka Grup E di NRG Stadium, Houston, Amerika Serikat, Senin 15 Juni 2026.

Kemenangan besar ini bukan hanya mengantarkan Der Panzer ke puncak klasemen sementara Grup E.

Tetapi juga menunjukkan bahwa skuad asuhan Jerman datang ke turnamen dengan ambisi besar untuk kembali merebut gelar juara dunia.

Sejak menit awal, Jerman langsung mengambil kendali permainan.

Baru enam menit laga berjalan, Felix Nmecha membuka keunggulan melalui penyelesaian melengkung yang tak mampu dijangkau kiper Curacao, Eloy Room.

Gol tersebut menjadi salah satu gol tercepat yang tercipta pada Piala Dunia 2026 sejauh ini.

Meski berstatus debutan, Curacao sempat memberikan kejutan. Livano Comenencia berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-21 dan membuat pertandingan kembali terbuka.

Namun momentum itu tak bertahan lama.

Jerman merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Nico Schlotterbeck membawa timnya kembali unggul lewat sundulan hasil sepak pojok menjelang turun minum.

Tak lama berselang, Kai Havertz memperlebar keunggulan menjadi 3-1 melalui eksekusi penalti setelah Felix Nmecha dilanggar di area terlarang.

Memasuki babak kedua, dominasi Jerman semakin tak terbendung.

Joshua Kimmich mencetak gol keempat hanya dua menit setelah jeda. Nathaniel Brown kemudian ikut mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-68.

Curacao yang mulai kehilangan organisasi permainan semakin kesulitan membendung gelombang serangan lawan.

Deniz Undav menambah penderitaan Curacao lewat gol pada menit ke-78 sebelum Havertz menutup pesta gol Jerman pada menit ke-88 untuk memastikan kemenangan telak 7-1.

Selain pesta gol, pertandingan ini juga menghadirkan catatan bersejarah bagi Manuel Neuer.

Kiper veteran berusia 40 tahun itu resmi menjadi penjaga gawang kedua dalam sejarah yang tampil di lima edisi Piala Dunia, menyamai rekor legenda Meksiko Antonio Carbajal.

Di atas kertas, kemenangan besar atas Curacao memang sesuai prediksi.

Namun cara Jerman meraih kemenangan tersebut menjadi sinyal penting bahwa mereka siap menjadi salah satu kandidat kuat juara pada turnamen kali ini.

Sementara itu, Curacao harus segera berbenah. Meski sempat menunjukkan keberanian dengan mencetak gol balasan.

Pengalaman pertama mereka di panggung terbesar sepak bola dunia memperlihatkan masih adanya kesenjangan kualitas yang cukup lebar saat menghadapi tim elite seperti Jerman.

Hasil ini menempatkan Jerman di posisi teratas Grup E dengan tiga poin, sedangkan Curacao harus puas menghuni dasar klasemen setelah menelan kekalahan terbesar mereka di turnamen.(*)




Socceroos Menggila! Australia Bekuk Turki 2-0 pada Laga Perdana

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Australia mengawali kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan hasil positif.

Socceroos sukses mengamankan tiga poin usai menundukkan Turki dengan skor 2-0 pada laga perdana Grup D yang berlangsung di BC Place Vancouver, Kanada, Minggu 14 Juni 2026 WIB.

Kemenangan tersebut menempatkan Australia di papan atas klasemen sementara Grup D dan menjaga peluang besar mereka untuk melangkah ke fase gugur.

Dua gol kemenangan Australia masing-masing dicetak oleh Nestory Irankunda pada babak pertama dan Connor Metcalfe di paruh kedua pertandingan.

Irankunda Buka Keunggulan Australia

Australia tampil cukup disiplin menghadapi Turki yang diperkuat sejumlah pemain berpengalaman Eropa seperti Hakan Calhanoglu dan Arda Guler.

Setelah beberapa kali membangun serangan, Australia akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-27.

Berawal dari umpan matang Paul Okon-Engstler, Nestory Irankunda berhasil menuntaskan peluang menjadi gol dan membawa Socceroos unggul 1-0.

Gol tersebut membuat Australia tampil semakin percaya diri dalam mengontrol jalannya pertandingan.

Connor Metcalfe Pastikan Tiga Poin

Memasuki babak kedua, Turki berusaha meningkatkan intensitas serangan demi menyamakan kedudukan.

Namun rapatnya pertahanan Australia membuat tim asuhan Vincenzo Montella kesulitan menciptakan peluang berbahaya.

Alih-alih mencetak gol balasan, Turki justru kembali kebobolan pada menit ke-75.

Connor Metcalfe berhasil menggandakan keunggulan Australia sekaligus memastikan kemenangan 2-0 bagi Socceroos.

Hingga peluit panjang dibunyikan, Turki gagal menemukan cara untuk membongkar pertahanan lawan.

Persaingan Grup D Semakin Ketat

Tambahan tiga poin membuat Australia langsung bersaing di papan atas Grup D bersama Amerika Serikat yang sebelumnya menang telak 4-1 atas Paraguay.

Hasil ini membuat Australia menempati posisi kedua klasemen sementara karena kalah selisih gol dari Amerika Serikat.

Sementara Turki harus puas berada di dasar klasemen dan dituntut meraih hasil maksimal pada pertandingan berikutnya untuk menjaga peluang lolos ke babak 32 besar.

Klasemen Sementara Grup D

  1. Amerika Serikat – 3 poin (+3)
  2. Australia – 3 poin (+2)
  3. Paraguay – 0 poin (-3)
  4. Turki – 0 poin (-2)

Susunan Pemain

Australia (5-3-2):
Patrick Beach; Alessandro Circati, Jacob Italiano, Jordan Bos, Harry Souttar, Cameron Burgess; Connor Metcalfe, Aiden O’Neill, Paul Okon-Engstler; Mohamed Toure, Nestory Irankunda.

Pelatih: Tony Popovic.

Turki (4-3-3):
Ugurcan Cakir; Zeki Celik, Merih Demiral, Abdulkerim Bardakci, Ferdi Kadioglu; Orkun Kokcu, Hakan Calhanoglu, Ismail Yuksek; Kerem Akturkoglu, Arda Guler, Baris Alper Yilmaz.

Pelatih: Vincenzo Montella.(*)