Inggris vs Ghana Berakhir 0-0, Harry Kane Mandul, The Three Lions Gagal Menang

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Inggris gagal meraih kemenangan saat menghadapi Ghana pada laga kedua Grup L Piala Dunia 2026.

Bermain di Boston Stadium, Foxborough, Amerika Serikat, Rabu 24 Juni 2026 dini hari WIB, The Three Lions harus puas berbagi angka setelah pertandingan berakhir tanpa gol, 0-0.

Hasil Inggris vs Ghana ini membuat kedua tim sama-sama mengoleksi empat poin.

Inggris tetap berada di puncak klasemen Grup L berkat keunggulan selisih gol, sementara Ghana membuntuti di posisi kedua.

Sejak peluit kick-off dibunyikan, Inggris langsung mendominasi jalannya pertandingan.

Tim asuhan Thomas Tuchel menguasai bola dan terus menekan pertahanan Ghana yang memilih bermain lebih bertahan.

Peluang pertama hadir pada menit ke-10 melalui kombinasi Jude Bellingham dan Harry Kane.

Namun upaya yang dibangun keduanya berhasil dipatahkan lini belakang Ghana yang tampil disiplin sepanjang pertandingan.

Empat menit kemudian, Declan Rice mencoba memecah kebuntuan lewat tendangan bebas dari luar kotak penalti.

Akan tetapi, bola masih melambung di atas mistar gawang Benjamin Asare.

Dominasi Inggris semakin terlihat ketika penguasaan bola mereka mencapai 88 persen pada pertengahan babak pertama.

Meski demikian, rapatnya pertahanan Ghana membuat Harry Kane dan rekan-rekannya kesulitan menciptakan peluang bersih.

Peluang terbaik Inggris sebelum turun minum datang melalui sundulan Rice yang memanfaatkan umpan silang Noni Madueke pada menit ke-37. Namun bola kembali gagal menemui sasaran.

Memasuki babak kedua, Ghana mulai berani keluar menyerang. Peluang pertama mereka tercipta pada menit ke-50 melalui Marvin Senaya, tetapi penyelesaian akhirnya berhasil diganggu Djed Spence.

Inggris kemudian meningkatkan intensitas serangan. Noni Madueke beberapa kali merepotkan pertahanan Ghana, sementara Rice terus menjadi motor permainan dari lini tengah.

Peluang emas kembali diperoleh Inggris pada menit ke-62 saat Elliot Anderson menyambut umpan tendangan bebas Rice.

Namun sundulannya masih membentur pemain Ghana sebelum bola keluar lapangan.

Ghana hampir mencuri gol pada menit ke-67 ketika Adu lolos ke area pertahanan Inggris.

Beruntung bagi The Three Lions, Jordan Pickford sigap keluar dari sarangnya sehingga peluang tersebut gagal dimaksimalkan.

Memasuki 15 menit terakhir, pertandingan berlangsung semakin terbuka.

Ghana mengancam melalui serangan balik cepat, sedangkan Inggris terus menggempur pertahanan lawan demi mencari gol kemenangan.

Kiper Ghana Benjamin Asare tampil gemilang dengan menggagalkan peluang Bukayo Saka pada menit ke-86.

Inggris bahkan nyaris mencetak gol di penghujung laga ketika sundulan O’Reilly membentur mistar gawang dan bola sapuan Fatawu tepat di garis gawang saat masa injury time.

Hingga peluit panjang berbunyi, tak ada gol yang tercipta. Inggris dan Ghana harus puas berbagi satu poin setelah bermain imbang 0-0 dalam laga yang berlangsung ketat.

Hasil ini menjaga peluang kedua tim untuk lolos ke babak gugur Piala Dunia 2026. Namun Inggris wajib meraih hasil maksimal pada laga terakhir jika ingin memastikan status juara Grup L.(*)




Ronaldo Borong Dua Gol, Portugal Hajar Uzbekistan 5-0

SEPUCUKJAMBI.ID– Cristiano Ronaldo kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak dua gol saat Portugal membungkam Uzbekistan 5-0 dalam laga Grup K Piala Dunia 2026 di NRG Stadium, Houston, Rabu 24 Juni 2026 dini hari WIB.

Selain dua gol Ronaldo, Portugal juga mendapat kontribusi gol dari Nuno Mendes, Rafael Leao, serta satu gol bunuh diri pemain Uzbekistan.

Kemenangan ini mengantarkan Selecao das Quinas ke puncak klasemen Grup K dan memperbesar peluang lolos ke babak gugur sebagai juara grup.

Sejak menit awal, Portugal langsung menguasai jalannya pertandingan. Peluang pertama hadir pada menit ketiga melalui Bruno Fernandes, namun tembakannya masih mampu diblok lini pertahanan Uzbekistan.

Dua menit kemudian, Ronaldo nyaris membuka keunggulan setelah menerima umpan Nuno Mendes. Namun sentuhan akhir sang kapten belum mampu mengarah tepat ke sasaran.

Portugal akhirnya memecah kebuntuan pada menit keenam.

Berawal dari pergerakan Joao Cancelo di sisi kanan, bola mengarah ke Ronaldo yang dengan tenang melepaskan tembakan ke tiang dekat untuk membawa Portugal unggul 1-0.

Tim asuhan Roberto Martinez terus menekan dan menggandakan keunggulan pada menit ke-17.

Kali ini Nuno Mendes mencatatkan namanya di papan skor lewat tembakan melengkung yang gagal dijangkau kiper Uzbekistan, Abduvokhid Nematov.

Uzbekistan sempat mencetak gol pada menit ke-29 melalui tendangan jarak jauh Aziz G’Aniev.

Namun setelah meninjau VAR, wasit Jalal Jayed menganulir gol tersebut karena terjadi pelanggaran terhadap Joao Cancelo dalam proses terjadinya gol.

Portugal kemudian memperlebar keunggulan menjadi 3-0 pada menit ke-39. Serangan balik cepat yang dibangun Bruno Fernandes diselesaikan dengan sempurna oleh Ronaldo melalui tembakan mendatar ke pojok gawang.

Skor 3-0 bertahan hingga jeda pertandingan.

Memasuki babak kedua, dominasi Portugal tidak mengendur.

Ronaldo hampir mencetak hattrick pada menit ke-58 melalui skema tendangan bebas, tetapi Nematov masih mampu melakukan penyelamatan.

Dua menit berselang, Portugal kembali menambah gol. Berawal dari sepak pojok Bruno Fernandes, bola memantul di kotak penalti sebelum berakhir di dalam gawang Uzbekistan.

Gol tersebut kemudian dicatat sebagai gol bunuh diri yang melibatkan pemain belakang Uzbekistan.

Unggul empat gol tidak membuat Portugal mengendurkan serangan. Ronaldo kembali memperoleh peluang emas pada menit ke-74, namun upayanya berhasil digagalkan pertahanan lawan.

Portugal menutup pesta gol pada menit ke-87. Nelson Semedo mengirim umpan dari sisi kanan yang kemudian disambut Rafael Leao dengan tembakan keras ke sudut atas gawang.

Gol tersebut memastikan kemenangan telak Portugal 5-0 atas Uzbekistan.

Hasil ini menempatkan Portugal di posisi teratas Grup K sekaligus membuka jalan menuju fase gugur.

Sebaliknya, Uzbekistan kembali menelan kekalahan dan menghadapi situasi sulit untuk mempertahankan peluang lolos ke babak berikutnya.(*)




Piala Dunia 2026: Aljazair Jaga Asa, Yordania Terpuruk

SEPUCUKJAMBI.ID – Aljazair meraih kemenangan penting atas Yordania dengan skor 2-1 pada matchday kedua Grup J Piala Dunia 2026.

Bermain di San Francisco Bay Area Stadium, Selasa 23 Juni 2026 pagi WIB, The Greens bangkit dari ketertinggalan untuk mengamankan tiga poin perdana di turnamen ini.

Yordania sempat membuat kejutan dengan unggul lebih dulu melalui gol Nizar Al Rashdan pada babak pertama.

Namun, Aljazair menunjukkan mental kuat dengan membalikkan keadaan lewat gol Nadir Benbouali dan Amine Gouiri pada babak kedua.

Hasil ini membuat Aljazair mengoleksi tiga poin dan naik ke peringkat ketiga klasemen Grup J.

Sementara Yordania semakin terpuruk di dasar klasemen setelah menelan kekalahan kedua secara beruntun.

Yordania Unggul Lebih Dulu Lewat Nizar Al Rashdan

Sejak menit awal, Yordania tampil agresif dan berusaha menguasai jalannya pertandingan.

Peluang pertama lahir melalui sundulan Nizar Al Rashdan yang masih melebar dari sasaran.

Aljazair merespons melalui kombinasi serangan yang dibangun Amine Gouiri dan Riyad Mahrez.

Namun sejumlah peluang yang tercipta belum mampu menghasilkan gol karena penyelesaian akhir yang kurang efektif.

Yordania kembali mengancam melalui aksi Mousa Tamari dari luar kotak penalti. Kiper Aljazair, Luca Zidane, tampil sigap dengan mengamankan bola dan menjaga gawangnya tetap aman.

Pertandingan berlangsung terbuka dengan kedua tim saling menyerang. Aljazair beberapa kali mencoba membongkar pertahanan lawan melalui kreativitas Riyad Mahrez di sisi sayap.

Gol yang ditunggu akhirnya lahir pada menit ke-36. Nizar Al Rashdan melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang gagal diantisipasi Luca Zidane dan membawa Yordania unggul 1-0 hingga turun minum.

Aljazair Bangkit dan Balikkan Keadaan di Babak Kedua

Tertinggal satu gol membuat Aljazair tampil lebih agresif selepas jeda. Ibrahim Maza nyaris menyamakan kedudukan, namun peluang emas yang didapat masih melenceng tipis dari gawang Yordania.

Tekanan yang terus dilakukan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-69. Nadir Benbouali sukses menyundul bola hasil sepak pojok Riyad Mahrez untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Gol tersebut meningkatkan kepercayaan diri para pemain Aljazair. Mereka terus menekan demi mencari gol kemenangan, sementara Yordania berusaha mempertahankan keseimbangan permainan.

Usaha Aljazair akhirnya terbayar pada menit ke-82. Amine Gouiri memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan yang membawa timnya berbalik unggul 2-1.

Gol sempat ditinjau melalui Video Assistant Referee (VAR) karena dugaan pelanggaran dalam proses terjadinya gol. Setelah pemeriksaan selesai, wasit memutuskan gol tetap sah.

Aljazair mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi dan memastikan kemenangan perdana mereka di Piala Dunia 2026.

Klasemen Grup J Piala Dunia 2026

Kemenangan ini membuat Aljazair membuka peluang untuk bersaing memperebutkan tiket ke babak berikutnya. The Greens kini mengoleksi tiga poin dan berada di posisi ketiga Grup J.

Sementara itu, Yordania masih terbenam di dasar klasemen tanpa poin dari dua pertandingan. Mereka wajib meraih kemenangan pada laga terakhir jika ingin menjaga peluang lolos.

Di pertandingan lain, Argentina semakin kokoh di puncak klasemen setelah mengalahkan Austria 2-0. Tim Tango telah memastikan tiket ke babak 32 besar dengan raihan enam poin sempurna.

Susunan Pemain

Yordania (3-4-2-1)

Yazeed Abulaila; Abdallah Nasib, Yazan Al Arab, Husam Abu Dahab; Ehsan Haddad, Nizar Al Rashdan, Noor Al Rawabdeh, Mohannad Abu Taha; Mousa Tamari, Mahmoud Al Mardi; Ali Olwan.

Pelatih: Jamal Sellami.

Aljazair (4-2-3-1)

Luca Zidane; Rafik Beghali, Aissa Mandi, Ramy Bensebaini, Rayan Ait-Nouri; Hicham Boudaoui, Ramiz Zerrouki; Riyad Mahrez, Ibrahim Maza, Fares Chaibi; Mohamed Amoura.

Pelatih: Vladimir Petkovic.(*)




Lionel Messi Pecahkan Rekor Piala Dunia, Argentina Kalahkan Austria 2-0

SEPUCUKJAMBI.ID – Argentina sukses mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Austria dengan skor 2-0 pada matchday kedua Grup J.

Dalam laga yang berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, Selasa 23 Juni 2026 dini hari WIB, Lionel Messi menjadi pahlawan kemenangan sekaligus mencetak rekor baru sebagai top skor sepanjang sejarah Piala Dunia.

Kapten Timnas Argentina itu mencetak dua gol yang memastikan kemenangan La Albiceleste.

Meski sempat gagal mengeksekusi penalti pada menit ke-8, Messi mampu bangkit dan menunjukkan kualitasnya sebagai pemain terbaik dunia.

Gol pertama Argentina lahir pada menit ke-38. Messi menyelesaikan kerja sama apik lini serang Argentina dengan tendangan melengkung yang bersarang di sudut kiri bawah gawang Austria.

Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Austria berusaha meningkatkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan. Namun, pertahanan Argentina tampil solid dan disiplin dalam meredam ancaman yang dibangun Marcel Sabitzer maupun Michael Gregoritsch.

Saat Austria mulai kehilangan momentum, Messi kembali menunjukkan magisnya.

Pada masa injury time tepatnya menit ke-90+5, bintang berusia 39 tahun itu mencetak gol kedua sekaligus memastikan kemenangan Argentina 2-0.

Hasil tersebut membuat Argentina mengoleksi enam poin dari dua pertandingan dan memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Sementara Austria tetap berada di posisi kedua Grup J dengan raihan tiga poin.

Lionel Messi Resmi Jadi Top Skor Sepanjang Sejarah Piala Dunia

Kemenangan atas Austria menjadi momen bersejarah bagi Lionel Messi.

Gol pembuka yang dicetak pada menit ke-38 menjadi gol ke-17 Messi di ajang Piala Dunia, sekaligus membuatnya melewati rekor legenda Jerman, Miroslav Klose.

Tak berhenti di situ, gol kedua pada penghujung pertandingan membuat koleksi gol Messi di Piala Dunia bertambah menjadi 18 gol.

Catatan tersebut semakin mengukuhkan statusnya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen paling bergengsi di dunia itu.

Meski gagal mengeksekusi penalti pada awal pertandingan, Messi tetap tampil dominan sepanjang laga.

Pergerakannya di lini depan beberapa kali membongkar pertahanan Austria dan menciptakan peluang berbahaya bagi Argentina.

Argentina Kirim Sinyal Kuat dalam Perburuan Gelar Piala Dunia 2026

Sebagai juara bertahan, Argentina kembali menunjukkan kualitas sebagai salah satu kandidat terkuat peraih trofi Piala Dunia 2026.

Tim asuhan Lionel Scaloni mampu mengontrol jalannya pertandingan dan minim memberikan peluang bersih kepada lawan.

Lautaro Martinez dan Thiago Almada tampil aktif membuka ruang di lini serang.

Sementara Enzo Fernandez serta Rodrigo De Paul menjaga keseimbangan permainan dari lini tengah sehingga aliran bola Argentina tetap berjalan efektif.

Austria sempat memperoleh peluang terbaik melalui sundulan Michael Gregoritsch pada menit ke-68.

Namun, bola masih melambung di atas mistar gawang sehingga gagal memperkecil ketertinggalan.

Dengan dua kemenangan beruntun, Argentina kini kokoh di puncak klasemen Grup J dengan enam poin.

Austria menempati posisi kedua dengan tiga poin, sedangkan Yordania dan Algeria masih belum meraih poin.

Pada pertandingan terakhir fase grup, Argentina akan menghadapi Yordania. Sementara Austria wajib meraih hasil maksimal saat bertemu Algeria untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur.

Performa impresif Lionel Messi dan solidnya permainan Argentina menjadi sinyal kuat bagi para pesaing. Jika mampu mempertahankan konsistensi ini, La Albiceleste(*)




Dibuat Frustasi! Uruguay Ditahan Imbang Cape Verde

SEPUCUKJAMBI.ID – Cape Verde kembali menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar pelengkap di Piala Dunia 2026.

Setelah sukses menahan Spanyol pada laga pembuka, wakil Afrika itu kembali membuat kejutan dengan menahan Uruguay 2-2 dalam pertandingan Grup H yang berlangsung di Miami Stadium, Senin 22 Juni 2026).

Hasil ini membuat persaingan Grup H semakin sulit diprediksi.

Uruguay gagal mengamankan kemenangan pertamanya di turnamen, sementara Cape Verde kembali membuktikan kapasitasnya sebagai kuda hitam yang mampu merepotkan tim-tim unggulan.

Dua gol Cape Verde dicetak Kevin Pina dan Helio Varela. Sementara Uruguay menyelamatkan diri lewat gol Maximiliano Araujo serta Agustin Canobbio.

Tambahan satu poin membuat Uruguay berada di posisi kedua klasemen sementara dengan dua poin.

Cape Verde menguntit di peringkat ketiga dengan jumlah poin yang sama dan masih menjaga peluang lolos ke fase gugur.

Cape Verde Kejutkan Uruguay di Babak Pertama

Uruguay memulai pertandingan dengan dominasi penguasaan bola.

Tim asuhan Marcelo Bielsa berupaya mengendalikan tempo permainan dan memaksa Cape Verde bertahan di area sendiri.

Meski lebih banyak ditekan, Cape Verde justru mampu mencuri keunggulan lebih dulu pada menit ke-21.

Kevin Pina mencetak gol spektakuler melalui tendangan bebas jarak jauh yang gagal diantisipasi Fernando Muslera.

Bola meluncur deras ke gawang dan membuat pendukung Uruguay terdiam.

Gol tersebut mengubah atmosfer pertandingan. Uruguay meningkatkan intensitas serangan, tetapi disiplin pertahanan Cape Verde membuat La Celeste frustrasi sepanjang sisa babak pertama.

Kebuntuan Uruguay akhirnya pecah pada menit ke-44. Berawal dari sundulan Rodrigo Bentancur yang membentur tiang gawang, bola liar langsung disambar Maximiliano Araujo untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Momentum itu dimanfaatkan Uruguay untuk menekan habis-habisan menjelang turun minum.

Hasilnya datang pada masa injury time ketika Agustin Canobbio sukses menyambar bola hasil tandukan Araujo di depan gawang.

Gol tersebut membawa Uruguay berbalik unggul 2-1 saat jeda.

Kesalahan Fatal Uruguay Jadi Titik Balik

Masuk babak kedua, Cape Verde menunjukkan mentalitas luar biasa.

Mereka tidak kehilangan kepercayaan diri meski sempat tertinggal dan terus berusaha mencari celah di pertahanan Uruguay.

Upaya itu membuahkan hasil pada menit ke-61.

Kesalahan komunikasi di lini belakang Uruguay menjadi awal petaka.

Backpass yang kurang sempurna membuat Fernando Muslera keluar terlalu jauh dari sarangnya.

Helio Varela yang sigap membaca situasi langsung merebut bola dan menceploskannya ke gawang kosong.

Gol tersebut mengubah jalannya pertandingan.

Cape Verde semakin berani menyerang, sementara Uruguay mulai kehilangan ketenangan.

Duel berlangsung terbuka dengan kedua tim sama-sama memiliki peluang untuk mencetak gol kemenangan.

Namun hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol yang tercipta.

Cape Verde Layak Diperhitungkan

Hasil imbang melawan Uruguay mempertegas status Cape Verde sebagai salah satu kejutan terbesar pada fase grup Piala Dunia 2026.

Dalam dua pertandingan pertama, mereka berhasil menghindari kekalahan saat menghadapi dua lawan yang secara ranking dan pengalaman jauh lebih unggul, yakni Spanyol dan Uruguay.

Bagi Uruguay, hasil ini menjadi alarm serius. La Celeste belum sekalipun meraih kemenangan dalam dua laga awal dan kini berada di bawah tekanan menjelang pertandingan penentuan.

Sebaliknya, Cape Verde datang ke laga terakhir dengan kepercayaan diri tinggi dan peluang yang masih terbuka untuk menciptakan sejarah baru di panggung sepak bola dunia.(*)




Iran Tahan Belgia Tanpa Gol, Kartu Merah dan VAR Warnai Duel Panas Grup G

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Belgia kembali gagal menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu unggulan di Piala Dunia 2026.

Menghadapi Iran pada laga kedua Grup G di SoFi Stadium, Los Angeles, Senin 22 Juni 2026 dini hari WIB, Setan Merah Eropa harus puas bermain imbang tanpa gol.

Laga berakhir 0-0, tetapi skor tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya pertandingan.

Iran tampil disiplin, berani meladeni permainan Belgia, dan mendapat kontribusi luar biasa dari kiper Alireza Beiranvand yang menjadi mimpi buruk bagi lini serang lawan.

Hasil ini membuat persaingan Grup G semakin terbuka.

Belgia maupun Iran sama-sama belum meraih kemenangan dalam dua pertandingan awal sehingga nasib keduanya kini ditentukan pada laga terakhir fase grup.

Belgia Mendominasi, Iran Mengancam

Belgia langsung mengambil alih penguasaan bola sejak awal pertandingan.

Kevin De Bruyne dan Youri Tielemans menjadi motor serangan, sementara Romelu Lukaku berusaha membongkar pertahanan rapat Iran.

Namun ancaman pertama justru datang dari wakil Asia tersebut.

Pada menit ke-14, Hossein Kanani melepaskan tendangan voli keras hasil situasi lemparan ke dalam yang memaksa Thibaut Courtois melakukan penyelamatan penting.

Iran kembali membuat Belgia terkejut beberapa menit kemudian ketika Saeid Ezatolahi hampir mencetak gol melalui sundulan yang hanya melenceng tipis dari sasaran.

Belgia merespons lewat peluang emas Tielemans pada menit ke-22.

Gelandang tersebut melepaskan tembakan keras dari sudut sempit, tetapi Beiranvand tampil sigap untuk menggagalkan peluang.

VAR Gagalkan Euforia Iran

Momen paling dramatis pada babak pertama terjadi pada menit ke-25.

Iran sempat mengira telah memecah kebuntuan setelah Mehdi Taremi berhasil menaklukkan Courtois melalui penyelesaian klinis hasil skema bola mati.

Para pemain Iran sudah merayakan gol tersebut sebelum wasit menerima tinjauan VAR.

Setelah pemeriksaan berlangsung, gol dianulir karena Taremi berada dalam posisi offside yang sangat tipis.

Keputusan itu menjadi penyelamat bagi Belgia yang sempat kehilangan konsentrasi di lini belakang.

Menjelang turun minum, Belgia kembali mendapat peluang emas melalui Maxim De Cuyper.

Namun Beiranvand kembali menunjukkan kualitasnya dengan menggagalkan tendangan voli yang mengarah tepat ke gawang.

Kartu Merah Ubah Jalannya Pertandingan

Memasuki babak kedua, Iran tampil semakin percaya diri. Mehdi Taremi terus menjadi ancaman melalui pergerakan dan pressing agresifnya terhadap lini pertahanan Belgia.

Belgia sebenarnya memiliki kesempatan terbaik untuk mencetak gol pada menit ke-59.

De Bruyne mengirim umpan matang ke depan gawang dan De Cuyper berdiri tanpa kawalan di posisi ideal.

Namun saat stadion nyaris bersorak gol, Beiranvand melakukan penyelamatan refleks luar biasa menggunakan tangan kirinya.

Momen tersebut menjadi salah satu penyelamatan terbaik sejauh ini di Piala Dunia 2026.

Situasi berubah drastis pada menit ke-66. Bek Belgia Nathan Ngoy kehilangan bola saat ditekan Taremi.

Penyerang Iran itu langsung melaju menuju gawang sebelum dijatuhkan dari belakang.

Wasit Dario Herrera tanpa ragu mengeluarkan kartu merah langsung kepada Ngoy. Belgia harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain.

Keunggulan jumlah pemain membuat Iran semakin berani menekan. Ezatolahi sempat menguji Courtois lewat tendangan jarak jauh, tetapi kiper Real Madrid itu masih mampu mengamankan bola.

Beiranvand Jadi Pembeda

Meski bermain dengan 10 orang, Belgia tetap berusaha mencari gol kemenangan.

Peluang emas kembali hadir menjelang akhir pertandingan ketika De Cuyper mendapatkan ruang tembak di dalam kotak penalti.

Sekali lagi Beiranvand menjadi penyelamat Iran.

Penampilan gemilang sang penjaga gawang membuat seluruh upaya Belgia berakhir sia-sia. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 0-0.

Bagi Iran, satu poin ini terasa seperti kemenangan karena diraih setelah menghadapi tekanan besar dari salah satu tim unggulan turnamen.

Sebaliknya, Belgia harus melakukan evaluasi serius setelah gagal menang dalam dua pertandingan awal.

Di tengah ketatnya persaingan Grup G, satu nama yang paling layak mendapat sorotan adalah Alireza Beiranvand.

Kiper berpengalaman Iran itu tampil luar biasa dan menjadi alasan utama timnya tetap menjaga peluang lolos ke fase gugur.(*)




Yamal Cetak Sejarah, Spanyol Gilas Arab Saudi 4-0 di Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Spanyol mengirim pesan tegas kepada para pesaingnya di Piala Dunia 2026.

Setelah sempat tertahan tanpa gol pada laga pembuka, La Roja bangkit dengan performa meyakinkan dan menggulung Arab Saudi 4-0 dalam pertandingan kedua Grup H di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Minggu 21 Juni 2026 malam WIB.

Kemenangan telak ini mengantar tim asuhan Luis de la Fuente ke puncak klasemen sementara Grup H. Empat poin yang dikumpulkan membuat langkah Spanyol menuju fase gugur semakin terbuka lebar.

Sejak menit awal, Spanyol tampil agresif dan menguasai jalannya pertandingan. Arab Saudi yang sebelumnya mampu menahan Uruguay dibuat kesulitan mengembangkan permainan akibat tekanan tinggi yang terus dilancarkan lawannya.

Keunggulan Spanyol dibuka pada menit ke-10 melalui aksi bintang muda Lamine Yamal.

Pemain berusia 18 tahun itu sukses memaksimalkan umpan matang Mikel Oyarzabal untuk membawa La Roja unggul lebih dulu.

Gol tersebut semakin menegaskan status Yamal sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di sepak bola dunia.

Berdasarkan catatan FIFA, ia masuk daftar delapan pencetak gol termuda sepanjang sejarah Piala Dunia dan menjadi pemain termuda kedua Spanyol yang mencetak gol di turnamen tersebut setelah Gavi.

Arab Saudi belum sempat keluar dari tekanan ketika Spanyol kembali menghukum kesalahan lini belakang mereka.

Oyarzabal mencetak gol kedua pada menit ke-21 sebelum kembali mencatatkan namanya di papan skor tiga menit kemudian.

Dua gol cepat itu praktis mengubah arah pertandingan. Spanyol semakin percaya diri mengendalikan tempo, sementara Arab Saudi kesulitan menemukan celah untuk mengancam gawang lawan.

Oyarzabal bahkan nyaris menorehkan hattrick sebelum turun minum.

Namun, peluang emas yang didapatnya hanya membentur mistar gawang sehingga skor 3-0 bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, dominasi Spanyol tidak mengalami penurunan meski Yamal dan Oyarzabal kemudian ditarik keluar.

Tim Matador tetap mampu mengontrol pertandingan dan menjaga tekanan terhadap pertahanan Arab Saudi.

Gol keempat lahir pada menit ke-49 melalui gol bunuh diri Hassan Al-Tombakti. Situasi bermula ketika Mohammed Alowais berhasil menepis tendangan voli Marc Cucurella.

Bola liar yang memantul justru mengenai Al-Tombakti dan masuk ke gawang sendiri.

Keunggulan empat gol membuat Spanyol bermain lebih nyaman hingga peluit akhir dibunyikan.

Arab Saudi berusaha memperbaiki permainan, tetapi tidak mampu menciptakan peluang berarti untuk memperkecil ketertinggalan.

Hasil ini menempatkan Spanyol dalam posisi sangat menguntungkan. Tambahan satu poin saat menghadapi Uruguay pada laga terakhir fase grup sudah cukup untuk memastikan tiket ke babak 32 besar.

Di sisi lain, Arab Saudi menghadapi tekanan lebih besar. Satu-satunya jalan untuk menjaga peluang lolos adalah meraih hasil maksimal saat menghadapi Cape Verde pada pertandingan penentuan Grup H.

Kemenangan atas Arab Saudi tidak hanya memberikan tiga poin penting bagi Spanyol, tetapi juga menunjukkan bahwa La Roja mulai menemukan ritme terbaiknya di Piala Dunia 2026.

Jika mampu mempertahankan konsistensi tersebut, mereka berpotensi menjadi salah satu kandidat kuat dalam perebutan gelar juara dunia.(*)




Daftar Lengkap Tim Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026 Hari Ini

SEPUCUKJAMBI.ID – Peta persaingan Piala Dunia 2026 mulai terbentuk. Hingga pertandingan terbaru fase grup, sudah ada tiga negara yang memastikan tiket ke babak 32 besar lebih cepat.

Meksiko, Amerika Serikat, dan Jerman menjadi tim pertama yang mengunci tempat di fase gugur setelah meraih hasil sempurna dalam dua pertandingan awal.

Keberhasilan ketiga tim tersebut menegaskan kesiapan mereka menghadapi persaingan yang semakin ketat menuju fase knockout.

Sementara itu, sejumlah kandidat kuat lainnya masih harus berjuang pada laga terakhir grup untuk mengamankan nasib.

Meksiko menjadi tim pertama yang memastikan kelolosan. Bermain di hadapan publik sendiri, El Tri tampil konsisten dan berhasil menyapu bersih dua pertandingan awal dengan kemenangan.

Tak lama berselang, Amerika Serikat mengikuti jejak rival regionalnya tersebut.

Dukungan suporter tuan rumah dan performa yang stabil membuat The Stars and Stripes sukses mengamankan enam poin yang cukup untuk mengunci tiket ke babak berikutnya.

Meski sudah dipastikan lolos, baik Meksiko maupun Amerika Serikat masih memiliki satu pertandingan tersisa untuk menentukan posisi akhir klasemen grup dan lawan yang akan dihadapi pada fase gugur.

Jerman kemudian menjadi negara ketiga yang memastikan tempat di babak 32 besar. Der Panzer harus bekerja keras sebelum akhirnya mengalahkan Pantai Gading dengan skor dramatis 2-1.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Toronto, Jerman sempat berada dalam posisi sulit setelah tertinggal oleh gol Franck Kessie pada babak pertama.

Namun mental juara yang selama ini menjadi identitas mereka kembali terlihat.

Deniz Undav muncul sebagai pahlawan dengan mencetak gol penyeimbang pada menit ke-68 sebelum memastikan kemenangan lewat gol kedua pada masa injury time.

Gol pada menit ke-94 tersebut tidak hanya mengamankan tiga poin penting, tetapi juga memastikan pasukan Julian Nagelsmann melaju ke fase gugur dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan.

Bagi Jerman, kelolosan ini memiliki makna tersendiri. Setelah gagal melewati fase grup dalam dua edisi Piala Dunia sebelumnya, Die Mannschaft akhirnya kembali menunjukkan kapasitas sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia.

Dengan tiga tiket fase gugur yang sudah terisi, persaingan memperebutkan tempat tersisa di babak 32 besar dipastikan akan semakin sengit dalam beberapa hari ke depan.

Daftar Tim yang Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026:

  1. Meksiko
  2. Amerika Serikat
  3. Jerman



Jerman Comeback, Pantai Gading ‘Dipukul’ Deniz Undav di Gol Injury Time

SEPUCUKJAMBI.ID – Jerman memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Pantai Gading dalam laga Grup E di Toronto Stadium, Minggu 21 Juni 2026 dini hari WIB.

Der Panzer harus bekerja keras untuk mengamankan tiga poin. Sempat tertinggal lebih dulu pada babak pertama, pasukan Julian Nagelsmann bangkit melalui dua gol Deniz Undav.

Termasuk gol penentu kemenangan yang tercipta pada masa injury time.

Hasil ini membuat Jerman kokoh di puncak klasemen Grup E dengan koleksi enam poin sempurna dari dua pertandingan.

Dengan satu laga tersisa, mereka menjadi salah satu tim pertama yang memastikan tempat di fase gugur.

Jerman langsung tampil dominan sejak peluit awal dibunyikan. Kai Havertz memperoleh peluang emas lewat sundulan pada menit-menit awal, tetapi masih mampu diamankan kiper Pantai Gading, Yahia Fofana.

Tekanan Der Panzer terus berlanjut. Jamal Musiala dan Florian Wirtz beberapa kali merepotkan lini belakang lawan.

Sementara Aleksandar Pavlovic sempat menjebol gawang Pantai Gading pada menit ke-21. Namun gol tersebut dianulir wasit setelah ditemukan pelanggaran dalam proses serangan.

Di tengah dominasi Jerman, Pantai Gading justru berhasil mencuri keunggulan. Serangan cepat yang dibangun dari sisi sayap berujung pada gol Franck Kessie pada menit ke-30.

Gelandang berpengalaman itu sukses memanfaatkan kelengahan pertahanan Jerman untuk membawa timnya unggul 1-0.

Menjelang turun minum, Pantai Gading nyaris menggandakan keunggulan. Ange-Yoan Bonny mendapatkan peluang terbuka.

Namun Manuel Neuer menunjukkan kualitasnya dengan melakukan penyelamatan krusial yang menjaga harapan Jerman tetap hidup.

Babak pertama ditutup dengan frustrasi bagi Der Panzer. Kai Havertz sempat mencetak gol, tetapi VAR kembali membatalkan gol tersebut karena pelanggaran dalam proses terjadinya gol.

Memasuki babak kedua, Jerman meningkatkan intensitas serangan. Julian Nagelsmann meminta anak asuhnya bermain lebih agresif dan menekan lebih tinggi untuk memaksa Pantai Gading bertahan di wilayah sendiri.

Usaha itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-68. Deniz Undav menyambar umpan matang Nadiem Amiri sebelum melepaskan tembakan keras yang tak mampu dijangkau Fofana.

Skor berubah menjadi 1-1 dan momentum sepenuhnya berpihak kepada Jerman.

Setelah gol penyeimbang tersebut, tekanan Der Panzer semakin masif. Pantai Gading dipaksa bertahan total menghadapi gelombang serangan yang datang silih berganti.

Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, Jerman mendapatkan momen penentu.

Pada menit ke-90+4, Felix Nmecha mengirim umpan terukur yang langsung disambar Deniz Undav menjadi gol kedua sekaligus gol kemenangan.

Gol telat tersebut memicu selebrasi besar kubu Jerman dan memupus harapan Pantai Gading untuk mencuri satu poin.

Kemenangan ini menegaskan status Jerman sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026.

Selain menunjukkan mentalitas bangkit saat tertinggal, Der Panzer juga memperlihatkan kedalaman skuad yang mampu membuat perbedaan hingga detik-detik terakhir pertandingan.

Susunan pemain:

Jerman (4-2-3-1): Manuel Neuer; Joshua Kimmich, Jonathan Tah, Nico Schlotterbeck, Nathaniel Brown; Aleksandar Pavlovic, Felix Nmecha; Leroy Sane, Jamal Musiala, Florian Wirtz; Kai Havertz.

Pelatih: Julian Nagelsmann

Pantai Gading (4-3-3): Yahia Fofana; Wilfried Singo, Odilon Kossounou, Emmanuel Agbadou, Ghislain Konan; Christ Inao Oulai, Franck Kessie, Ibrahim Sangare; Amad Diallo, Ange-Yoan Bonny, Yan Diomande.

Pelatih: Emerse Fae.(*)




Ronald Koeman Tersenyum, Belanda Hancurkan Swedia 5-1 dan Kuasai Grup F

SEPUCUKJAMBI.ID – Belanda menunjukkan sinyal serius sebagai salah satu penantang kuat di Piala Dunia 2026.

Tim Oranje tampil luar biasa saat membungkam Swedia dengan skor telak 5-1 pada laga kedua Grup F yang berlangsung di Houston Stadium, Minggu 21 Juni 2026 dini hari WIB.

Kemenangan besar ini bukan hanya soal tambahan tiga poin. Belanda memperlihatkan kombinasi efektivitas, kecepatan, dan kedalaman skuad yang membuat Swedia kesulitan keluar dari tekanan sepanjang pertandingan.

Brian Brobbey menjadi pembuka petaka bagi Swedia. Striker muda Belanda itu mencetak dua gol cepat pada menit ke-5 dan ke-17 yang langsung mengubah arah pertandingan sejak awal.

Unggul dua gol membuat Belanda semakin nyaman menguasai permainan.

Lini tengah yang dikomandoi Frenkie de Jong dan Tijjani Reijnders mampu mengendalikan tempo, sementara Denzel Dumfries berkali-kali menciptakan ancaman dari sisi kanan.

Swedia sebenarnya sempat memberikan perlawanan. Viktor Gyokeres dan Alexander Isak beberapa kali menguji ketangguhan Bart Verbruggen.

Bahkan, tim Skandinavia itu nyaris memperkecil ketertinggalan sebelum turun minum, namun sejumlah peluang gagal dikonversi menjadi gol.

Memasuki babak kedua, keputusan pelatih Ronald Koeman melakukan pergantian pemain menjadi titik balik yang semakin menyulitkan Swedia.

Crysencio Summerville yang masuk dari bangku cadangan langsung memberi dampak instan.

Baru dua menit babak kedua berjalan, pergerakannya membuka ruang bagi Dumfries untuk mengirim umpan matang yang diselesaikan Cody Gakpo menjadi gol ketiga Belanda.

Tekanan Oranje semakin tak terbendung. Pada menit ke-54, Summerville kembali menjadi aktor penting lewat assist yang membuat Gakpo mencetak gol keduanya sekaligus memperbesar keunggulan menjadi 4-0.

Swedia akhirnya mendapatkan gol hiburan pada menit ke-59. Anthony Elanga yang masuk sebagai pemain pengganti sukses memanfaatkan umpan terobosan Alexander Isak untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 4-1.

Namun momentum itu tidak bertahan lama. Belanda tetap mendominasi jalannya laga dan nyaris tidak memberikan ruang bagi Swedia untuk bangkit.

Pesta gol Oranje akhirnya ditutup Summerville pada menit ke-89. Setelah merebut bola di area pertahanan lawan, pemain sayap tersebut melakukan penetrasi cepat sebelum melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihentikan kiper Swedia.

Skor 5-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Hasil ini mengantarkan Belanda ke puncak klasemen sementara Grup F dengan koleksi empat poin dari dua pertandingan.

Sementara itu, Swedia harus puas berada di posisi kedua dan menghadapi tekanan lebih besar dalam perebutan tiket ke fase gugur.

Selain kemenangan besar, laga ini juga memperlihatkan ketajaman lini depan Belanda yang mulai menemukan bentuk terbaiknya.

Brobbey, Gakpo, hingga Summerville tampil efektif dan menjadi modal berharga bagi Oranje untuk menghadapi pertandingan berikutnya di Piala Dunia 2026.

Susunan pemain

BELANDA : Bart Verbruggen; Micky van de Ven, Jan Paul van Hecke, Virgil van Dijk, Denzel Dumfries; Tijjani Reijnders, Frenkie de Jong, Ryan Gravenberch; Cody Gakpo, Brian Brobbey, Donyell Malen.

SWEDIA : Kristoffer Nordfeldt; Victor Lindelof, Isak Hien, Gustaf Lagerbielke; Jesper Karlstrom, Gabriel Gudmundsson, Alexander Bernhardsson, Yasin Ayari, Benjamin Nygren; Alexander Isak, Viktor Gyokeres.(*)