Wali Kota Jambi Genjot Kompetensi Damkar, 34 Aparatur Ikuti Diklat Dasar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor layanan darurat.

Wali Kota Jambi, Maulana, resmi membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Dasar Aparatur Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tahun 2026, Rabu (11/2/2026).

Sebanyak 34 aparatur mengikuti pelatihan ini. Mayoritas peserta merupakan pegawai berstatus PPPK yang sebelumnya tidak memiliki latar belakang sebagai personel pemadam kebakaran.

Dalam arahannya, Maulana menekankan bahwa seragam damkar bukan sekadar identitas, melainkan simbol tanggung jawab besar terhadap keselamatan masyarakat.

“Kalau sudah mengenakan seragam Damkar, maka harus memiliki kemampuan dasar pemadaman dan penyelamatan. Ini bukan pekerjaan biasa, ini menyangkut nyawa,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa potensi kebakaran selalu ada dan bisa terjadi kapan saja. Karena itu, kesiapsiagaan personel menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko dan dampak kerugian.

Menurut Maulana, peningkatan kapasitas tidak berhenti pada pelatihan dasar saja.

Ke depan, Pemkot Jambi akan terus membekali personel dengan keterampilan teknis lanjutan agar mampu menghadapi berbagai kondisi darurat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari Affandy, menjelaskan bahwa peserta diklat berasal dari berbagai organisasi perangkat daerah seperti PTSP, pertanian, dan unit kerja lainnya yang kini resmi diperbantukan ke Damkar.

“Mereka harus memiliki standar kompetensi yang sama. Karena itu, diklat ini menjadi fondasi penting sebelum diterjunkan ke lapangan,” ujarnya.

Materi pelatihan meliputi teori dan praktik, mulai dari teknik pemadaman api, penggunaan alat, prosedur evakuasi korban, hingga edukasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat.

Mustari menegaskan bahwa tugas Damkar tidak terbatas pada pemadaman kebakaran saja, tetapi juga mencakup operasi penyelamatan dan layanan kedaruratan lainnya.

“Damkar adalah garda terdepan dalam layanan kemanusiaan. Personel harus siap secara fisik, mental, dan memiliki keterampilan terstandar,” katanya.

Melalui pelaksanaan Diklat Dasar ini, Pemkot Jambi menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan pemadam kebakaran yang profesional, responsif, dan mampu memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat Kota Jambi.(*)




Rumah Terbakar di Jambi Selatan, Seorang Pemuda Tewas Terjebak di Dalam

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kota Jambi kembali dilanda musibah kebakaran. Sebuah rumah warga di Jalan Bangau I, Lorong Suka Mulya, Kelurahan Tambak Sari, Kecamatan Jambi Selatan, hangus dilalap api pada Rabu (28/1/2026) pagi.

Peristiwa tersebut menewaskan seorang pemuda berusia 24 tahun yang terjebak di dalam rumah.

Korban diketahui bernama Vito Venom Hariyanto.

Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tidak sempat menyelamatkan diri dari kobaran api.

Informasi dari warga sekitar menyebutkan, saat kejadian orang tua korban sedang tidak berada di rumah.

“Waktu kejadian orang tuanya tidak ada. Jadi korban sendirian dan terkunci di dalam rumah,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.

Warga mulai menyadari kebakaran setelah melihat asap tebal keluar dari dalam rumah.

Sejumlah warga kemudian berusaha mendatangi lokasi dan melakukan pemadaman secara manual sebelum api membesar.

“Kami melihat asap tebal, lalu langsung berlari ke sana dan mencoba memadamkan api sebisanya,” jelas warga tersebut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, Mustari Affandi, menjelaskan bahwa korban diduga terbakar saat berusaha mencari jalan keluar dari dalam rumah, namun terjebak dan tidak dapat menyelamatkan diri.

Menurut Mustari, laporan kebakaran diterima pihaknya pada pukul 10.13 WIB. Petugas langsung bergerak cepat menuju lokasi.

“Tim berangkat pukul 10.16 WIB dan tiba di lokasi pukul 10.21 WIB. Respon time kami sekitar delapan menit dari Mako,” kata Mustari.

Ia menambahkan, sebelum petugas tiba, warga sempat mencoba menolong korban dengan mendobrak pintu rumah.

Namun api dengan cepat membesar dan bahkan terdengar suara ledakan yang diduga berasal dari tabung gas.

“Setelah mendapat informasi dari keluarga bahwa masih ada korban di dalam rumah, tim rescue langsung melakukan pencarian,” ungkapnya.

Korban akhirnya ditemukan di dalam kamar mandi dalam kondisi telungkup.

Proses evakuasi dilakukan menggunakan tandu dan fire blanket, sebelum korban dibawa menggunakan ambulans PSC 119 ke RS Bhayangkara Jambi.

Dalam penanganan kebakaran ini, Damkartan Kota Jambi mengerahkan sebanyak 110 personel yang terdiri dari pleton Mako, Posyankar Paal Merah, Posyankar Jambi Timur, serta relawan pemadam kebakaran (Redkar)

Operasi didukung dua unit armada komando, enam unit armada tempur, dan dua unit armada suplai air.

Pemadaman berlangsung sekitar dua jam dengan total penggunaan air mencapai 19.500 liter.

Api berhasil dipadamkan dan tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Mustari mengakui proses pemadaman sempat mengalami kendala akibat akses jalan yang sempit serta kondisi permukiman yang padat penduduk.

“Akses menuju lokasi cukup sulit dan warga cukup banyak mendekat. Namun kami tetap fokus pada pemadaman, pengamanan, dan penyelamatan,” ujarnya.

Pihak Damkar juga berkoordinasi dengan PLN untuk memutus aliran listrik, serta dengan TNI dan Polri guna pengamanan area kebakaran.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

“Untuk penyebab pasti kebakaran masih kami dalami bersama kepolisian. Lokasi sudah dipasang garis polisi,” tegas Mustari.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan memperhatikan aspek keselamatan.

“Kami mengingatkan agar tidak mengunci rumah saat masih ada anggota keluarga di dalam, serta tidak mendekati lokasi kebakaran demi keselamatan bersama,” pungkasnya.(*)




Respons Cepat Damkartan Kota Jambi, Kebakaran Enam Kios Berhasil Dipadamkan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi bergerak cepat menangani kebakaran yang melanda deretan kios di Jalan H Adam Malik, RT 37, Kelurahan Thehok, Kecamatan Jambi Selatan, Rabu (21/1/2026) siang.

Kebakaran yang menghanguskan enam unit kios tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.42 WIB. Petugas Damkartan langsung bergerak menuju lokasi hanya empat menit setelah laporan diterima dan tiba di tempat kejadian dalam waktu 11 menit dari Mako Damkartan.

Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, mengatakan respons cepat dilakukan begitu laporan masuk melalui layanan darurat.

“Begitu laporan kami terima, seluruh personel langsung bergerak. Total ada 120 personel yang kami turunkan dengan 11 armada, terdiri dari armada komando, armada tempur, dan armada suplai,” ujar Mustari.

Objek yang terbakar meliputi tiga kios pakaian, satu kios kelontong, satu kios nasi uduk, dan satu kios nasi goreng. Sedikitnya enam kepala keluarga dengan total 20 jiwa terdampak dalam peristiwa tersebut.

Dalam operasi pemadaman, Damkartan Kota Jambi mengerahkan Pleton III Mako, seluruh Pos Pemadam Kebakaran Kota Jambi, serta personel Latihan Gabungan dari Muaro Jambi.

Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung selama sekitar satu jam 30 menit dengan total penggunaan air mencapai 64.000 liter.

Mustari mengungkapkan, salah satu kendala di lapangan adalah kemacetan lalu lintas dan banyaknya warga yang berkerumun di sekitar lokasi kejadian.

“Akses menuju lokasi sempat terhambat karena kemacetan dan warga yang berkerumun. Namun hal tersebut bisa kami atasi, sehingga pemadaman tetap berjalan aman dan lancar,” jelasnya.

Selain melakukan pemadaman, Damkartan juga melakukan evakuasi korban. Berdasarkan laporan di lokasi, terdapat satu orang yang terjebak di dalam bangunan saat kebakaran terjadi.

“Petugas kami langsung menggunakan baju tahan api untuk melakukan evakuasi. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, posisi telungkup di depan pintu kamar mandi,” kata Mustari.

Korban selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans PSC 119 dan dibawa ke RS Bhayangkara Jambi setelah Damkartan berkoordinasi dengan Unit Reskrim Polsek Jambi Selatan.

Terkait penyebab kebakaran, Mustari menyebutkan dugaan sementara berasal dari kebocoran dan ledakan tabung gas.

“Indikasi awal diduga dari kebocoran dan ledakan tabung gas. Namun penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang,” ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh proses penanganan kebakaran dilakukan sesuai prosedur tetap Damkartan dengan prinsip 5T, yakni Terencana, Terukur, Terarah, Terlayani, dan Tuntas.

“Keselamatan warga dan petugas menjadi prioritas utama kami. Kami juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam penggunaan tabung gas, terutama di kawasan padat penduduk,” pungkas Mustari.

Seluruh personel Damkartan kembali ke mako dan pos masing-masing pada pukul 16.30 WIB setelah memastikan kondisi lokasi benar-benar aman.(*)