WFH Jadi Opsi Hemat Energi, Pemerintah Masih Kaji Dampaknya

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Indonesia sedang mengkaji sejumlah strategi untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah kondisi energi global yang masih bergejolak.

Salah satu opsi yang mulai dipertimbangkan adalah penerapan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) guna mengurangi mobilitas masyarakat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa hingga saat ini pemerintah masih mempelajari berbagai alternatif kebijakan sebelum menetapkan langkah resmi.

Menurutnya, situasi global yang tidak menentu membuat pemerintah perlu menyiapkan beberapa skenario kebijakan sekaligus agar dapat merespons perkembangan dengan cepat.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil usai menghadiri kegiatan di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (12/3).

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan sebelum mempertimbangkan berbagai dampak yang mungkin muncul.

Salah satu referensi yang tengah dipelajari adalah kebijakan yang diterapkan pemerintah Filipina.

Negara tersebut menerapkan pola kerja lebih fleksibel, termasuk WFH dan pengaturan hari kerja tertentu, sebagai langkah mengurangi penggunaan bahan bakar di sektor transportasi.

Meski begitu, Bahlil menegaskan bahwa Indonesia belum memutuskan akan mengikuti kebijakan serupa.

Pemerintah masih melakukan analisis mendalam untuk memastikan kebijakan yang diambil nantinya tetap seimbang antara efisiensi energi dan keberlangsungan aktivitas ekonomi.

Selain mempertimbangkan pengaturan pola kerja, pemerintah juga terus mendorong program penghematan energi serta pengembangan sumber energi alternatif.

Upaya ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil di tengah fluktuasi harga minyak dunia yang dipengaruhi dinamika geopolitik global.

Dengan berbagai opsi yang tengah dikaji, pemerintah berharap konsumsi energi nasional dapat ditekan secara lebih efisien tanpa mengganggu aktivitas masyarakat maupun stabilitas perekonomian.(*)




Decluttering dan Gaya Hidup Ramah Lingkungan, Tren Anak Muda Bersama AHM

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Astra Honda Motor (AHM) bersama Main Dealer sepeda motor Honda di seluruh Indonesia mengajak 1.621 anak muda menerapkan gaya hidup berkelanjutan melalui decluttering, yaitu memilah dan mengelola barang yang tidak diperlukan.

Kegiatan ini dilakukan serentak dalam rangka gelaran Berpacu Dalam Sinergi, bertujuan menciptakan lingkungan bersih, nyaman, serta mengurangi volume sampah di tempat pembuangan akhir.

Melalui aktivitas decluttering, peserta diajarkan mengelola barang secara bijak, mengelompokkan berdasarkan kategori, menentukan barang yang masih digunakan, hingga menyalurkan barang tidak terpakai dengan cara bertanggung jawab.

Langkah ini tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga mendorong ekonomi sirkular melalui reuse, repair, dan upcycle untuk menambah nilai guna barang.

Program edukasi decluttering digelar di 9 Sekolah Menengah Atas dan 11 Universitas di seluruh Indonesia sejak Agustus hingga akhir 2025.

Peserta menerima pembelajaran langsung dari komunitas penggiat lingkungan, mulai dari teori hingga praktik, lengkap dengan tips dan metode decluttering yang mudah diterapkan.

Dalam gelaran Berpacu Dalam Sinergi, peserta juga menjalani gaya hidup Sustainable Living satu hari penuh.

Mereka menggunakan tumbler non-plastik yang aman dan tahan lama serta tote bag ramah lingkungan selama kegiatan berlangsung.

General Manager Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbuddin, menekankan bahwa tren decluttering menunjukkan kepedulian anak muda terhadap lingkungan.

“Semangat Sinergi Bagi Negeri kami tularkan agar generasi muda dapat melakukan aksi nyata sekecil apapun, mendorong konsumsi bijak dan pengelolaan barang secara bertanggung jawab,” kata dia.

“Gerakan ini diharapkan menjadi inspirasi untuk lingkungan lebih bersih, bermanfaat, dan mendukung ekonomi sirkular berkelanjutan,” ujar Muhibbuddin.

Dalam rangkaian program, peserta juga merasakan pengalaman menggunakan Honda Scoopy, skutik dengan desain fashionable yang mendukung aktivitas sehari-hari dan gaya hidup anak muda modern.

AHM juga menegaskan komitmen pelestarian lingkungan melalui berbagai upaya.

Selain decluttering, AHM berkolaborasi dengan banyak pihak dalam program penghijauan yang telah menanam 276.180 pohon sejak 2012.

Operasional produksi sepeda motor Honda pun menggunakan energi terbarukan melalui solar panel sejak 2014 di pabrik Karawang, Cikarang, Deltamas, Safety Riding & Training Center, dan Part Centre.

Berbagai program ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) pemerintah Indonesia, khususnya dalam penanganan perubahan iklim, pelindungan, dan pemulihan ekosistem daratan.(*)




Dukung Mobilitas Ramah Lingkungan, Yamaha Kembangkan Motor Listrik Swap Battery

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Komitmen Yamaha Indonesia dalam mendukung kendaraan ramah lingkungan berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) terus diperkuat melalui beragam aksi nyata.

Setelah sukses melakukan uji coba motor listrik Yamaha E01 dengan sistem baterai tetap (fixed battery) di empat kota besar pada 2023, kini Yamaha memasuki fase lanjutan dengan mengembangkan motor listrik berteknologi swap battery.

Berbeda dari fase sebelumnya, kali ini Yamaha menggandeng salah satu perusahaan ride sharing untuk menguji efektivitas dan performa motor listrik swap battery dalam aktivitas mobilitas harian.

Motor tersebut akan dioperasikan oleh mitra pengemudi untuk mendukung mobilitas perkotaan, sekaligus menjadi bagian dari studi potensi pasar dan bisnis kendaraan listrik di Indonesia.

“Sebagai brand global yang telah lebih dari 50 tahun hadir di Indonesia, Yamaha terus menghadirkan solusi mobilitas terbaik serta berperan aktif dalam isu lingkungan dan sosial. Setelah pengujian E01, kini kami masuk fase kedua dengan model swap battery yang akan diuji bersama mitra ride sharing,” ujar Satoshi Takagi, Direktur PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Lebih dari sekadar uji kendaraan, kolaborasi ini juga bertujuan menciptakan ekosistem mobilitas berkelanjutan yang memberikan nilai tambah.

Dengan mempermudah akses kendaraan listrik bagi masyarakat, proyek ini turut mendukung penciptaan lapangan kerja, efisiensi transportasi, dan peningkatan kualitas hidup.

Dalam mendukung kelancaran operasional motor listrik dengan baterai tukar, Yamaha telah menyiapkan sejumlah stasiun swapping battery mandiri yang tersebar di titik strategis wilayah Jabodetabek.

Kolaborasi dengan mitra strategis juga dilakukan untuk membangun rantai ekosistem baterai listrik dari hulu ke hilir.

Keberhasilan Yamaha dalam menjalankan program ramah lingkungan juga dibuktikan dengan penghargaan GREEN PROPER Award 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Yamaha menjadi satu-satunya produsen sepeda motor di Indonesia yang meraih penghargaan ini berkat pengelolaan lingkungan terbaik di fasilitas produksi mereka di Jakarta dan Karawang, Jawa Barat.(*)




Dukung Energi Alternatif, Wakil Wali Kota Jambi Bahas Kendala Biomassa di Pasar Talang Banjar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi terus mendorong pengolahan sampah berbasis masyarakat sebagai solusi untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan menekan pencemaran lingkungan akibat penumpukan sampah rumah tangga.

Langkah ini dikembangkan melalui pemanfaatan sampah organik menjadi energi alternatif berbasis biomassa, yang juga dinilai dapat meningkatkan nilai ekonomi dan keberlanjutan lingkungan di Kota Jambi.

Pada Selasa (9/9/2025), Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha bersama pejabat terkait menggelar diskusi bersama Santoso, Kepala UPT Bank Sampah di fasilitas Waste to Energy (WTE) Pasar Tradisional Talang Banjar.

Diskusi membahas berbagai kendala yang dihadapi Dinas Lingkungan Hidup (DLH), khususnya dalam pengelolaan sampah organik dan implementasi energi biomassa.

Saat ini, sebagian besar sampah organik dimanfaatkan untuk pakan ternak, sedangkan pengolahan menjadi ekoenzim dan biomassa masih menghadapi kendala teknis dan minimnya penggunaan di tingkat rumah tangga.

“Produksi biomassa sudah mulai berjalan, namun baru digunakan di beberapa rumah. Kami berharap pemanfaatannya bisa menjangkau lebih luas, termasuk pasar-pasar dan sentra produksi,” ujar Diza Hazra Aljosha.

Lebih lanjut, pemerintah membuka peluang kerja sama dengan organisasi internasional untuk memperkuat pengembangan energi alternatif ini.

“Kami ingin seluruh masyarakat merasakan manfaat dari biomassa, bukan hanya untuk energi terbarukan, tetapi juga sebagai solusi nyata untuk lingkungan yang lebih bersih,” tambah Diza.

Pemkot Jambi menargetkan program ini menjadi bagian dari sistem pengelolaan sampah berkelanjutan yang dapat memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan ekologis bagi masyarakat.(*)