Krisis Kapal ke Iran, Ekspor Pinang Jambi Beralih ke Rute Alternatif

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gangguan jalur pengiriman ke kawasan Timur Tengah memaksa pelaku usaha pinang di Jambi mengubah strategi ekspor.

Minimnya ketersediaan kapal tujuan Iran menjadi kendala utama yang dihadapi saat ini.

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jambi, Sudiwan Situmorang, menjelaskan bahwa selama ini ekspor pinang dari Jambi dilakukan melalui beberapa jalur distribusi internasional.

“Ada yang lewat Talang Duku ke Singapura, kemudian dilanjutkan ke Timur Tengah. Ada juga yang melalui Kuala Tungkal ke Port Klang, bahkan bisa lewat Tanjung Priok, Belawan, atau Lampung,” ujarnya.

Namun dalam kondisi saat ini, sejumlah jalur tersebut tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Salah satu kendala utama adalah ketidakpastian jadwal kapal dari Singapura menuju Iran.

Situasi ini membuat eksportir harus lebih berhati-hati dalam menentukan rute pengiriman.

“Karena tidak ada kepastian kapal, sebagian eksportir memilih menunda pengiriman atau mencari jalur alternatif yang lebih memungkinkan,” kata Sudiwan.

Sebagai langkah antisipasi, beberapa pelaku usaha mulai mengalihkan pengiriman ke jalur lain.

Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah melalui Tanjung Priok dengan menggunakan kapal berbendera Iran.

“Ada perusahaan yang sudah mengajukan rencana pengiriman lewat Tanjung Priok dan dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat,” jelasnya.

Di sisi lain, muncul pula informasi terkait potensi kendala pengiriman melalui Port Klang.

Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian resmi mengenai hal tersebut.

Kondisi ini membuat pelaku usaha harus melakukan perhitungan ulang terhadap biaya logistik dan potensi keuntungan.

Ketidakpastian jalur distribusi berdampak langsung pada efisiensi bisnis ekspor.

“Pengusaha sekarang harus benar-benar menghitung. Jika masih menguntungkan, ekspor tetap jalan. Tapi kalau tidak, mereka memilih menunggu situasi lebih stabil,” ungkap Sudiwan.

Meski menghadapi berbagai tantangan, aktivitas ekspor pinang dari Jambi masih berlangsung.

Namun, para eksportir kini cenderung lebih selektif dalam memilih jalur distribusi di tengah dinamika global yang belum kondusif.(*)




Kargo Pinang Gagal ke Iran, Ribuan Kilogram Dikembalikan ke Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Aktivitas ekspor komoditas pinang dari Jambi mengalami hambatan serius.

Sebanyak 27,6 ton pinang milik PT Karin Indo Global terpaksa dikembalikan ke daerah asal setelah sebelumnya tertahan di Singapura.

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jambi, Sudiwan Situmorang, membenarkan kondisi tersebut.

Ia menyebut kendala utama berasal dari tidak adanya kepastian jadwal pelayaran menuju Iran.

“Pengiriman sempat tertunda di Singapura. Barang akhirnya dipulangkan ke Jambi, namun saat ini belum bisa dikeluarkan karena masih dalam proses kepabeanan,” jelasnya.

Tertahan Sejak Transit di Singapura

Kargo pinang tersebut awalnya diberangkatkan dari Jambi pada 25 Februari 2026 dan tiba di Singapura pada 28 Februari sebagai titik transit.

Rencananya, barang akan dilanjutkan menuju Bandar Abbas, Iran, pada 10 Maret 2026.

Namun, rencana itu batal setelah operator pelayaran menghentikan sementara layanan ke kawasan Timur Tengah.

Situasi geopolitik yang belum stabil di wilayah tersebut membuat sejumlah jalur pengiriman terganggu, termasuk rute menuju Iran.

Dipulangkan ke Jambi

Setelah tertahan cukup lama di Singapura, pihak eksportir akhirnya memutuskan untuk menarik kembali barang tersebut.

Kargo kemudian dikirim ulang ke Indonesia dan tiba di Jambi pada 17 Maret 2026.

Menurut Sudiwan, pengembalian ini tidak berkaitan dengan kualitas komoditas.

“Bukan karena barangnya bermasalah, tapi memang karena keterbatasan kapal tujuan Iran saat ini,” tegasnya.

Masih Terkendala Administrasi

Saat ini, komoditas pinang tersebut masih berada dalam pengawasan pihak karantina.

Proses administrasi dan kepabeanan masih berlangsung sebelum barang bisa didistribusikan kembali.

Kondisi ini menjadi perhatian pelaku usaha ekspor, mengingat gangguan logistik internasional dapat berdampak langsung pada arus perdagangan komoditas unggulan daerah.(*)




Ekspor Pinang Jambi Tembus Rp1,3 Miliar, Pelindo Perkuat Layanan Pelabuhan

MUAROJAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pelindo Regional 2 Jambi kembali mempertegas komitmennya dalam mendorong peningkatan ekspor komoditas unggulan daerah.

Pada Selasa (25/11/2025), sebanyak 36 ton buah pinang senilai Rp1,3 miliar resmi dikirim ke Bangladesh melalui Pelabuhan Talang Duku.

Pelepasan ekspor ini dilakukan secara langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Dr. H. Sudirman, SH, MH.

Kegiatan ekspor ini dilakukan oleh PT Export Tani Nusantara dan menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan terkait dalam memperkuat perekonomian Jambi melalui aktivitas ekspor.

Pelindo Regional 2 Jambi, selaku pengelola pelabuhan, berperan menyediakan layanan kepelabuhanan yang mendukung kelancaran arus logistik dan percepatan proses ekspor.

Sekda Provinsi Jambi, Sudirman, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini.

“Saya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang mendukung pelaksanaan ekspor ini, terutama perusahaan eksportir, Balai Karantina Pertanian, Pelindo Regional 2 Jambi, Bea Cukai, BPS, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang berupaya meningkatkan kinerja ekspor Jambi,” ujarnya.

Ia menambahkan, wilayah pesisir timur Jambi merupakan salah satu sentra penghasil pinang terbesar di Indonesia.

Dengan dukungan kondisi alam yang sesuai, jaringan perdagangan yang berkembang, serta banyaknya pelaku usaha di sektor pinang.

Jambi terus memperkuat posisinya sebagai pemasok penting komoditas tersebut ke pasar internasional.

Pemerintah berharap fasilitas kepelabuhanan yang disediakan Pelindo Regional 2 Jambi dapat terus mendukung pertumbuhan ekspor komoditas unggulan daerah.

Sehingga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, terutama petani dan pelaku usaha lokal.(*)