DPR Evaluasi Tol Trans Sumatera, Koridor Jambi–Rengat Ikut Jadi Sorotan

PEKANBARU, SEPUCUKJAMBI.ID — Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) memasuki fase yang semakin luas.

Hingga Agustus 2026, total jalan tol yang telah terbangun mencapai sekitar 1.160 kilometer, dengan sekitar 982 kilometer sudah beroperasi.

Namun, pembangunan fisik bukan satu-satunya ukuran keberhasilan proyek strategis tersebut.

Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI menyoroti tata kelola, efektivitas penggunaan sumber daya, hingga sejauh mana keberadaan JTTS benar-benar memberikan dampak terhadap transportasi dan perekonomian masyarakat Sumatra.

Sorotan itu muncul dalam kunjungan kerja BAKN DPR RI ke Hutama Karya di Pekanbaru, Jumat 2 Oktober 2026.

Pertemuan tersebut membahas pelaksanaan penugasan pemerintah kepada Hutama Karya dalam pembangunan JTTS sekaligus mengevaluasi manfaat infrastruktur yang telah dibangun.

Ketua BAKN DPR RI Andreas Eddy Susetyo memimpin rombongan dalam pertemuan tersebut. Sejumlah kementerian, lembaga, badan usaha, serta pemangku kepentingan pembangunan infrastruktur turut hadir.

DPR: Tol Harus Beri Dampak Ekonomi

Andreas menegaskan, pembangunan JTTS perlu dinilai dari manfaat yang dapat diukur, bukan hanya dari panjang jalan yang berhasil dibangun.

Menurut dia, kualitas pelayanan jalan dan kontribusi terhadap aktivitas ekonomi masyarakat menjadi bagian penting dalam mengukur efektivitas pembangunan infrastruktur.

“Penelaahan ini bertujuan memastikan pembangunan JTTS didukung perencanaan yang matang dan pengelolaan sumber daya yang akuntabel. Efektivitasnya perlu dilihat dari kualitas pelayanan serta kontribusinya terhadap kelancaran transportasi dan kegiatan ekonomi masyarakat,” ujar Andreas.

Pandangan tersebut membuat pembangunan JTTS menghadapi ukuran keberhasilan yang lebih luas.

Jalan tol tidak cukup hanya menghubungkan satu daerah dengan daerah lain, tetapi juga harus mampu memperkuat rantai distribusi dan membuka akses ekonomi baru.

Anggota BAKN DPR RI Herman Khaeron menekankan pentingnya menghubungkan jaringan tol dengan kawasan industri, sentra produksi, hingga simpul logistik.

“Akses jalan tol perlu terhubung dengan kawasan industri, sentra produksi, dan simpul logistik. Dengan demikian, kemudahan transportasi dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperlancar distribusi, memperluas pasar, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” kata Herman.

JTTS Capai 1.160 Kilometer

Dalam pertemuan tersebut, Hutama Karya memaparkan perkembangan penugasan pembangunan JTTS.

Hingga Agustus 2026, sekitar 1.160 kilometer jalan tol telah terbangun. Dari jumlah tersebut, sekitar 982 kilometer sudah beroperasi.

Pembangunan berlangsung secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan proyek, kebutuhan konektivitas, manfaat koridor, serta kemampuan pendanaan.

Hutama Karya juga memperkuat tata kelola melalui penyempurnaan prosedur studi kelayakan, kajian risiko, dan pengendalian pelaksanaan proyek.

Langkah tersebut bertujuan memastikan proyek yang masuk tahap pembangunan memiliki perencanaan lebih matang dan selaras dengan kebutuhan investasi serta kesiapan pendanaan.

Jambi–Rengat Masuk Pengembangan

Salah satu agenda yang ikut dipaparkan Hutama Karya adalah rencana pengembangan koridor Jambi–Rengat dan Pekanbaru–Padang.

Kedua koridor tersebut masih mengikuti tahapan kesiapan proyek dan skema pengusahaan yang berlaku.

Pengembangan jaringan diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus menghubungkan pusat-pusat kegiatan ekonomi.

Khusus bagi wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan konektivitas, keberadaan jaringan tol diharapkan dapat memangkas hambatan distribusi barang dan memperluas akses pasar.

Hutama Karya juga menyiapkan sejumlah alternatif pendanaan untuk menjaga kesinambungan pembangunan.

Dua skema yang disebut antara lain Pembayaran Berkala Berbasis Layanan dan asset recycling.

Melalui asset recycling, nilai aset yang sudah beroperasi dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung investasi pembangunan berikutnya.

Hutama Karya Tekankan Manfaat Langsung

Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan mengatakan pembangunan JTTS tidak semata-mata mengejar pertambahan panjang jalan.

Menurut dia, setiap koridor yang tersambung harus memberikan manfaat langsung bagi mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi.

“Penugasan JTTS kami jalankan dengan menjaga tata kelola, kualitas infrastruktur, dan keberlanjutan pembangunan. Bagi kami, setiap ruas yang tersambung membawa harapan agar masyarakat dapat menjangkau keluarga dengan lebih mudah, pelaku usaha memiliki akses pasar yang lebih luas, dan pengguna jalan menikmati perjalanan yang aman serta nyaman,” ujar Iwan.

Ia menambahkan, pencapaian tersebut membutuhkan dukungan dan sinergi berbagai pemangku kepentingan.

Tantangan JTTS Bukan Lagi Sekadar Membangun Jalan

Dengan jaringan yang terus bertambah, tantangan JTTS kini bergerak dari sekadar pembangunan fisik menuju bagaimana infrastruktur tersebut menghasilkan dampak ekonomi yang lebih besar.

Kawasan industri, sentra pertanian dan perkebunan, pusat perdagangan, pelabuhan, serta simpul logistik perlu mendapatkan konektivitas yang efektif dari jaringan tol.

Tanpa keterhubungan tersebut, manfaat jalan tol berpotensi tidak maksimal bagi masyarakat dan dunia usaha.

Karena itu, evaluasi BAKN DPR RI terhadap JTTS menjadi penting untuk melihat apakah pembangunan yang berjalan telah sejalan dengan tujuan awal penugasan pemerintah.

Hutama Karya menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dengan kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan lain untuk menjaga keberlanjutan pembangunan.

Dengan progres sekitar 1.160 kilometer jalan tol terbangun dan 982 kilometer telah beroperasi, pekerjaan besar JTTS kini bukan hanya menyelesaikan ruas-ruas berikutnya.

Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap kilometer jalan yang dibangun benar-benar menggerakkan orang, barang, investasi, dan ekonomi di sepanjang Pulau Sumatera.(*)




Proyek Tol Betung–Jambi Seksi 2A dan 2B Dipercepat, Ini Target Rampungnya

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) terus melanjutkan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) melalui pengerjaan Tol Betung–Jambi Seksi 2A dan 2B.

Kehadiran ruas tol ini diproyeksikan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah di Sumatra Selatan hingga Jambi sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

Direktur Operasi III HKI, Defi Adrian, mengatakan pembangunan Tol Betung–Jambi menjadi bagian penting dalam pengembangan infrastruktur strategis nasional di Pulau Sumatra.

Menurutnya, ruas Tol Betung–Jambi Seksi 2A memiliki panjang 37,4 kilometer, sementara Seksi 2B sepanjang 18,4 kilometer yang nantinya akan menghubungkan Kecamatan Sungai Lilin dan Kecamatan Bayung Lencir.

“Pembangunan tol ini diharapkan mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam mempercepat konektivitas dan meningkatkan efisiensi perjalanan,” ujar Defi Adrian.

Dengan tersambungnya seluruh ruas Tol Betung–Jambi, waktu tempuh perjalanan dari Betung menuju Jambi diprediksi jauh lebih singkat.

Jika sebelumnya masyarakat harus menempuh perjalanan sekitar 5 hingga 7 jam melalui jalur nasional, nantinya perjalanan diperkirakan hanya memakan waktu sekitar 2,5 hingga 3 jam melalui jalan tol.

Dalam proyek tersebut, HKI mengerjakan berbagai pekerjaan konstruksi mulai dari pembangunan struktur jalan, mainroad, hingga pembangunan dua rest area untuk mendukung kenyamanan pengguna jalan.

Keberadaan rest area tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat istirahat, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan tol.

Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah, proyek Tol Betung–Jambi juga diyakini mampu mempercepat distribusi logistik dan menekan biaya operasional transportasi.

“Tol ini diharapkan mampu menciptakan efisiensi waktu distribusi barang, memperlancar arus logistik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar,” jelas Defi.

Pembangunan proyek ini juga memberikan dampak positif terhadap masyarakat lokal.

HKI turut melibatkan tenaga kerja lokal, mitra usaha daerah, hingga mendukung peningkatan aktivitas UMKM di sekitar area proyek.

HKI menargetkan pembangunan Tol Betung–Jambi Seksi 2B selesai pada Juni 2027, sementara Seksi 2A ditargetkan rampung pada Desember 2027.

Perusahaan berharap dukungan dari seluruh pihak dapat memperlancar proses pembangunan sehingga manfaat jalan tol dapat segera dirasakan masyarakat luas.(*)




Tol Jambi Padat Saat Arus Balik Tahun Baru 2026, Ini Data Hutama Karya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Arus balik Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 membawa lonjakan signifikan volume kendaraan di Jalan Tol Jambi, khususnya pada ruas Tol Betung–Tempino Jambi (Bayung Lencir–Tempino).

PT Hutama Karya (Persero) mencatat peningkatan trafik yang cukup mencolok pada Jumat, 2 Januari 2026.

Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menuju kawasan perkotaan dan pusat aktivitas ekonomi di Provinsi Jambi.

Berdasarkan data resmi Hutama Karya, ruas tol penghubung Sumatera Selatan–Jambi tersebut dilintasi 7.944 kendaraan, atau melonjak 56,90 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal.

Kenaikan ini menempatkan Jalan Tol Jambi sebagai salah satu ruas dengan pertumbuhan trafik tertinggi selama fase arus balik Nataru di Jalan Tol Trans Sumatera.

Lonjakan kendaraan di Tol Jambi mencerminkan peran strategis ruas ini sebagai akses utama logistik dan perjalanan antarkota.

Terutama bagi pengguna dari arah Palembang menuju Jambi dan sekitarnya.

Total Trafik JTTS Naik 45 Persen

Secara keseluruhan, Hutama Karya mencatat total trafik harian mencapai 136.612 kendaraan di seluruh ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang telah beroperasi.

Angka ini meningkat 45,03 persen dibandingkan volume lalu lintas normal.

Selain Jalan Tol Jambi, sejumlah ruas lain juga mengalami kenaikan signifikan, antara lain:

  • Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat mencatat 32.941 kendaraan atau naik 84,06 persen

  • Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 2–6 naik 105,48 persen dengan 6.604 kendaraan

  • Tol Indrapura–Kisaran meningkat 68,07 persen dengan 14.543 kendaraan

Sementara itu, ruas Tol Padang–Sicincin justru mengalami penurunan trafik akibat terputusnya konektivitas menuju Bukittinggi.

Ruas Tol Fungsional Selama Nataru

Untuk mendukung kelancaran arus Nataru, beberapa ruas tol juga dioperasikan secara fungsional. Pada 2 Januari 2026, Hutama Karya mencatat:

  • Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 (Seulimeum–Padang Tiji) dilintasi 2.814 kendaraan

  • Tol Palembang–Betung (Kramasan–Pangkalan Balai) mencatat 3.079 kendaraan

Pengoperasian fungsional ini dinilai efektif dalam mengurai kepadatan lalu lintas, terutama pada jalur non-tol yang sebelumnya rawan kemacetan.

Imbauan Pengguna Jalan Tol Jambi

Seiring masih berlangsungnya arus balik, Hutama Karya mengimbau pengguna Jalan Tol Jambi untuk:

  • Merencanakan perjalanan dengan matang

  • Mematuhi rambu dan batas kecepatan

  • Menjaga jarak aman antar kendaraan

  • Memanfaatkan rest area untuk beristirahat

Pengguna juga diingatkan memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima demi keselamatan bersama.

Sebagai operator JTTS, Hutama Karya menegaskan komitmennya dalam menjaga kelancaran lalu lintas melalui kesiapan petugas, sarana pendukung, serta koordinasi lintas instansi selama periode Nataru.(*)