Sungai Penuh Punya Modal Besar Jadi Kota Wisata Budaya, Ini Target Wali Kota Alfin

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Sungai Penuh Alfin menegaskan komitmennya untuk menjadikan Kota Sungai Penuh sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Provinsi Jambi.

Dengan kekayaan adat, seni budaya, kuliner khas, hingga potensi alam yang dimiliki, Sungai Penuh dinilai memiliki modal besar untuk berkembang menjadi pusat wisata berbasis budaya dan ekonomi kreatif.

Komitmen tersebut disampaikan Alfin saat menghadiri Pekan Budaya Pariwisata Jambi Elok Nian 2026 yang mengangkat tema “Menjaga Warisan Budaya, Menjemput Sungai Penuh Juara” di Taman Mini Melayu Jambi (Eks Arena MTQ).

Dalam kegiatan yang dibuka langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris tersebut, Pemerintah Kota Sungai Penuh menampilkan berbagai potensi daerah mulai dari budaya, produk unggulan, kuliner, hingga destinasi wisata sebagai upaya memperluas promosi daerah.

Sungai Penuh Miliki Kekayaan Budaya dan Alam

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin mengatakan, daerah yang berada di kawasan Sakti Alam Kerinci tersebut memiliki kekayaan budaya yang menjadi identitas masyarakat dan dapat menjadi daya tarik wisata.

Menurutnya, potensi tersebut harus terus dijaga sekaligus dikembangkan agar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kota Sungai Penuh memiliki kekayaan adat istiadat, seni budaya, kuliner, dan berbagai potensi wisata yang menjadi kekuatan daerah. Semua potensi ini akan terus kita kembangkan agar Sungai Penuh semakin dikenal sebagai destinasi wisata budaya unggulan,” ujar Alfin.

Ia menyebut, salah satu kekayaan budaya yang terus dilestarikan adalah Batik Incung, warisan budaya masyarakat Sakti Alam Kerinci yang memiliki nilai sejarah dan karakter khas.

“Batik Incung merupakan salah satu identitas budaya Sungai Penuh yang harus terus kita lestarikan. Selain menjadi warisan budaya, produk ini juga memiliki nilai ekonomi yang dapat mendukung pelaku usaha kreatif daerah,” katanya.

Dorong Pariwisata Berbasis Budaya dan Ekonomi Kreatif

Alfin menjelaskan, pengembangan sektor pariwisata Sungai Penuh tidak hanya berfokus pada promosi destinasi, tetapi juga bagaimana memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, sektor pariwisata memiliki keterkaitan erat dengan UMKM, industri kreatif, kuliner lokal, serta produk unggulan daerah.

“Pariwisata bukan hanya tentang tempat yang dikunjungi, tetapi bagaimana masyarakat mendapatkan manfaat dari berkembangnya sektor tersebut. Karena itu, kami terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap semakin banyak wisatawan yang datang ke Sungai Penuh sehingga dapat meningkatkan perputaran ekonomi lokal.

Sungai Penuh Punya Potensi Wisata Alam yang Kuat

Selain budaya, Alfin menyampaikan bahwa Sungai Penuh juga memiliki potensi wisata alam yang menjadi daya tarik tersendiri.

Beberapa potensi tersebut di antaranya panorama pegunungan, udara yang sejuk, kawasan penyangga Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), serta berbagai komoditas unggulan seperti kopi Arabika, kayu manis, dan hasil hortikultura.

Menurutnya, perpaduan wisata budaya dan wisata alam menjadi kekuatan utama Sungai Penuh untuk bersaing dengan daerah wisata lainnya.

“Sungai Penuh memiliki kombinasi yang lengkap, mulai dari budaya, alam, hingga produk unggulan masyarakat. Potensi ini menjadi modal besar untuk membangun sektor pariwisata yang berkelanjutan,” jelas Alfin.

Apresiasi Dukungan Pemprov Jambi

Alfin juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jambi, khususnya Gubernur Al Haris, yang terus memberikan perhatian terhadap pengembangan budaya dan pariwisata daerah.

Menurutnya, kegiatan Pekan Budaya Pariwisata Jambi Elok Nian 2026 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

“Kami berterima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Jambi. Kegiatan seperti ini menjadi ruang bagi daerah untuk memperkenalkan potensi masing-masing dan memperkuat promosi wisata Jambi,” katanya.

Melalui penguatan promosi, pelestarian budaya, dan pengembangan ekonomi kreatif, Pemerintah Kota Sungai Penuh optimistis daerah tersebut mampu menjadi salah satu tujuan wisata unggulan di Provinsi Jambi maupun tingkat nasional.(*)




Sungai Penuh Punya Potensi Besar, Al Haris Targetkan Jadi Destinasi Wisata Budaya Unggulan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi Al Haris mendorong Kota Sungai Penuh untuk menjadi salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Provinsi Jambi.

Menurutnya, daerah yang berada di kawasan Sakti Alam Kerinci itu memiliki kekayaan budaya, kuliner, serta potensi alam yang besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata nasional.

Hal tersebut disampaikan Al Haris saat membuka Pekan Budaya Pariwisata Jambi Elok Nian 2026 dengan tema “Menjaga Warisan Budaya, Menjemput Sungai Penuh Juara” yang digelar di Taman Mini Melayu Jambi (Eks Arena MTQ), Jumat 17 Juli 2026 malam.

Kegiatan tersebut menampilkan berbagai potensi Kota Sungai Penuh, mulai dari budaya, produk unggulan daerah, kuliner khas, hingga potensi pariwisata sebagai bagian dari upaya memperkuat promosi daerah.

Al Haris: Sungai Penuh Punya Modal Besar Jadi Destinasi Wisata Budaya

Dalam sambutannya, Al Haris mengatakan Kota Sungai Penuh memiliki kekayaan budaya dan alam yang luar biasa sehingga berpeluang besar berkembang menjadi destinasi wisata budaya yang maju.

Menurutnya, potensi tersebut harus terus dikemas secara profesional agar mampu menarik wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Kota Sungai Penuh memiliki kekayaan budaya, kuliner, dan alam yang luar biasa. Potensi ini harus terus dikemas dengan baik agar menjadi daya tarik wisata yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Al Haris.

Ia menilai, keberagaman adat istiadat, seni budaya, kuliner khas, serta produk lokal menjadi kekuatan utama yang dapat memperkuat identitas wisata Sungai Penuh.

Dorong Promosi Wisata Lewat Kalender Event Tahunan

Untuk memperkuat sektor pariwisata daerah, Al Haris meminta seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi memiliki kalender event pariwisata tahunan yang terintegrasi.

Menurutnya, jadwal kegiatan budaya dan pariwisata yang jelas akan membantu pemerintah melakukan promosi lebih awal serta memudahkan wisatawan merencanakan kunjungan.

“Tahun depan kita harus sudah memiliki kalender event yang jelas sehingga promosi bisa dilakukan lebih awal. Dengan demikian masyarakat mengetahui kapan setiap daerah menampilkan potensi terbaiknya, dan wisatawan dapat merencanakan kunjungannya ke Jambi,” katanya.

Jambi Elok Nian Jadi Wadah Promosi Budaya Daerah

Al Haris mengapresiasi penyelenggaraan Pekan Budaya Pariwisata Jambi Elok Nian 2026 yang menjadi wadah bagi kabupaten dan kota untuk memperkenalkan potensi masing-masing daerah.

Ia mengatakan kegiatan seperti ini penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Jambi sekaligus membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM lokal.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jambi berencana menghadirkan Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kebudayaan dalam penyelenggaraan Jambi Elok Nian tahun mendatang agar promosi budaya Jambi semakin luas di tingkat nasional.

Sungai Penuh Punya Kekayaan Budaya hingga Wisata Alam

Sementara itu, Wali Kota Sungai Penuh Alfin menyampaikan bahwa daerahnya memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan sebagai kekuatan pariwisata.

Potensi tersebut meliputi adat istiadat, seni budaya, kuliner, hingga Batik Incung yang merupakan warisan budaya masyarakat Sakti Alam Kerinci.

Selain budaya, Sungai Penuh juga memiliki daya tarik wisata alam berupa udara sejuk, panorama pegunungan, kawasan penyangga Taman Nasional Kerinci Seblat, serta komoditas unggulan seperti kopi Arabika, kayu manis, dan hasil hortikultura yang telah dikenal luas.

Menurutnya, seluruh potensi tersebut terus dikembangkan sebagai identitas daerah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan industri pariwisata.

Lestarikan Budaya dan Perkuat Identitas Jambi

Selain mendorong pengembangan wisata Sungai Penuh, Al Haris juga mengajak seluruh daerah untuk terus menjaga budaya lokal, termasuk mengembangkan produk khas seperti batik daerah.

Ia menyebut kualitas Batik Jambi terus berkembang dan memiliki nilai budaya yang tinggi sebagai identitas masyarakat Jambi.

“Kita harus bangga memakai batik daerah sendiri. Batik Jambi memiliki motif dan kualitas yang semakin baik sehingga menjadi identitas budaya yang patut kita lestarikan bersama,” ungkapnya.

Al Haris berharap Pekan Budaya Pariwisata Jambi Elok Nian 2026 menjadi momentum memperkuat pelestarian budaya, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.(*)




Diza Hazra Aljosha Dorong Danau Kajang Lako Jadi Ikon Wisata dan Ekonomi Kreatif Kota Jambi

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi mulai mendorong pengembangan kawasan kolam retensi yang tengah dibangun di Kelurahan Paal V, Kecamatan Kota Baru, menjadi pusat ekonomi kreatif dan destinasi wisata baru.

Langkah tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A, saat melakukan audiensi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Republik Indonesia, Selasa 14 Juli 2026.

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI, Diza diterima langsung oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar Li bersama jajaran Kemenekraf.

Audiensi tersebut membahas potensi pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata Kota Jambi, khususnya pemanfaatan kawasan kolam retensi yang disiapkan sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir di sepanjang aliran Sungai Asam.

Diza menjelaskan, kawasan tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur pengendalian banjir, tetapi juga dirancang menjadi ruang publik multifungsi dengan nilai ekonomi dan wisata.

“Saya melakukan audiensi di Kementerian Ekraf mewakili Pak Wali. Kami menyampaikan bahwa kolam retensi yang saat ini sedang dibangun memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi industri ekonomi kreatif baru di Kota Jambi,” ujar Diza.

Menurutnya, kawasan yang diberi nama Danau Kajang Lako tersebut memiliki peluang besar untuk menjadi ikon wisata baru Kota Jambi.

Selain memberikan manfaat dalam pengendalian banjir, kawasan itu dinilai mampu membuka peluang ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM, ekonomi kreatif, hingga berbagai kegiatan seni dan budaya.

“Kami melihat kolam retensi ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi ikon wisata baru Kota Jambi. Selain memberikan manfaat dalam pengendalian banjir, kawasan ini juga dapat menghadirkan peluang ekonomi bagi masyarakat melalui sektor UMKM, ekonomi kreatif, hingga penyelenggaraan berbagai event,” katanya.

Diza menyebutkan, konsep pengembangan Danau Kajang Lako akan mengusung kawasan berkelanjutan dengan memadukan ruang terbuka hijau, area rekreasi keluarga, jalur joging, sentra kuliner, hingga panggung pertunjukan seni dan budaya lokal.

“Kami ingin menghadirkan kawasan yang tidak hanya indah dan nyaman, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat serta menjadi ruang ekspresi bagi para pelaku ekonomi kreatif di Kota Jambi,” tambahnya.

Selain membahas Danau Kajang Lako, dalam audiensi tersebut Diza juga menyampaikan sejumlah potensi aset Pemerintah Kota Jambi yang dapat dikembangkan menjadi kawasan ekonomi kreatif dan destinasi wisata.

Salah satunya adalah kawasan Pasar Sitimang dan Sijimat yang memiliki nilai sejarah sebagai bagian dari perkembangan ekonomi Kota Jambi pada masa lalu.

“Contohnya kawasan Pasar Sitimang dan Sijimat yang selama ini belum berfungsi secara optimal. Kami mendorong kerja sama bersama Kementerian Ekraf karena kawasan tersebut memiliki potensi sejarah peradaban Kota Jambi sebagai pusat ekonomi,” jelas Diza.

Ia berharap sinergi antara Pemerintah Kota Jambi dan Kementerian Ekonomi Kreatif dapat mempercepat pengembangan potensi daerah sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat.

Dengan dukungan berbagai pihak, Pemkot Jambi optimistis Danau Kajang Lako maupun sejumlah aset potensial lainnya dapat berkembang menjadi destinasi unggulan sekaligus penggerak baru ekonomi kreatif di Kota Jambi.(*)




Dekranasda Kota Jambi Bidik Pasar Global, Nadiyah Maulana Hadiri HUT ke-46 Dekranas di Makassar

MAKASSAR, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG., menghadiri rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang dipusatkan di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 8-12 Juli 2026.

Nadiyah hadir bersama Wakil Ketua Dekranasda Kota Jambi, Marsha Lystia, S.E., B.Com., sebagai bentuk dukungan terhadap upaya memperkuat daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya sektor kerajinan, agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

Mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”, peringatan HUT Dekranas tahun ini menghadirkan beragam agenda mulai dari pameran produk unggulan, workshop, talk show, diskusi pengembangan UMKM di era digital, hingga pameran kerajinan berskala nasional.

Tak hanya menjadi ajang promosi produk, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bertemunya pelaku industri kreatif, pemerintah daerah, hingga mitra usaha untuk memperluas jaringan pemasaran sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas daerah.

Puncak peringatan HUT ke-46 Dekranas digelar pada Jumat 10 Juli 2026 di Trans Studio Mall Makassar. Acara dibuka langsung oleh Ketua Umum Dekranas, Selvi Ananda Gibran Rakabuming Raka, yang ditandai dengan pemukulan Gendang Pajjajari dan pemotongan tumpeng sebagai simbol dimulainya penguatan sektor kerajinan nasional.

Dalam sambutannya, Selvi menekankan bahwa pembinaan terhadap perajin tidak cukup hanya dilakukan secara rutin, tetapi juga harus mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha saat ini.

Menurutnya, kualitas pendampingan menjadi faktor penting agar UMKM mampu meningkatkan daya saing di tengah persaingan global, perkembangan teknologi, dan perubahan tren pasar.

“Yang dibutuhkan bukan hanya kuantitas pembinaan, tetapi kualitas pembinaan yang benar-benar menjawab persoalan yang dihadapi perajin dan memberikan solusi nyata,” ujar Selvi.

Ia menilai Indonesia memiliki kekuatan besar di sektor kerajinan karena didukung kekayaan budaya dan sumber daya alam.

Namun potensi tersebut harus diiringi inovasi produk, peningkatan kualitas, desain kemasan yang menarik, kapasitas produksi yang memadai, hingga pemanfaatan teknologi digital.

Selvi juga mengingatkan agar Dekranas dan Dekranasda di seluruh Indonesia tidak berhenti sebagai penyelenggara kegiatan seremonial.

Menurutnya, organisasi tersebut harus hadir sebagai pendamping yang mampu membantu perajin memperoleh akses permodalan, pelatihan, pemasaran digital, manajemen usaha, hingga peluang ekspor.

Sementara itu, Nadiyah Maulana mengatakan keikutsertaan Dekranasda Kota Jambi dalam peringatan HUT Dekranas menjadi kesempatan penting untuk memperluas wawasan sekaligus memperkuat strategi pengembangan produk kerajinan daerah.

Ia menegaskan Dekranasda Kota Jambi berkomitmen terus mendampingi para perajin agar mampu menghasilkan produk yang inovatif, berkualitas, ramah lingkungan, serta memiliki daya saing di pasar global.

“Setiap karya kriya merupakan bagian dari identitas budaya bangsa. Dekranasda Kota Jambi akan terus mendukung para perajin agar mampu menghadirkan produk yang memiliki nilai tambah dan mampu bersaing hingga pasar internasional,” kata Nadiyah.

Menurutnya, kehadiran para pelaku UMKM dari berbagai daerah di ajang nasional tersebut menjadi bukti bahwa produk kerajinan Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang lebih luas.

Ia berharap pengalaman dan jejaring yang diperoleh selama kegiatan dapat membuka akses pasar baru bagi produk-produk unggulan Kota Jambi.

“Kami ingin momentum HUT Dekranas ini menjadi pintu untuk memperkenalkan kerajinan Kota Jambi ke pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Selain rangkaian pameran dan forum pengembangan UMKM, peringatan HUT Dekranas ke-46 juga diwarnai penandatanganan nota kesepahaman antara Bank Indonesia dan Dekranas sebagai langkah memperkuat sinergi dalam mendukung pengembangan industri kerajinan nasional.

Kegiatan tersebut turut diramaikan pertunjukan budaya dari 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan, festival kuliner, hingga malam budaya yang dihadiri ribuan peserta dari seluruh Indonesia.(*)




Pemkot Jambi Cetak Wirausaha Digital, Diza: Milenial Jangan Hanya Jadi Konsumen Teknologi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar Workshop Multimedia Digital Marketing bagi Milenial Kota Jambi yang diikuti sekitar 100 pelaku ekonomi kreatif dari berbagai subsektor.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 26–27 Juni 2026, di Auditorium Amphiteater CloudNine Coffee & Eatery itu secara resmi dibuka Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha.

Workshop tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkot Jambi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor ekonomi kreatif agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan persaingan pasar digital yang terus berkembang.

Dalam sambutannya, Diza menegaskan bahwa transformasi digital telah mengubah pola pemasaran dan perilaku konsumen.

Karena itu, pelaku usaha, khususnya generasi muda, dituntut memiliki kemampuan digital marketing agar mampu meningkatkan daya saing produk.

“Ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Jambi. Melalui workshop ini kami ingin melahirkan pelaku usaha kreatif yang tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga mampu memasarkan produknya secara efektif melalui berbagai platform digital,” ujar Diza.

Menurutnya, pelatihan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong lahirnya wirausaha baru berbasis teknologi.

Ia berharap generasi muda Kota Jambi tidak hanya menjadi pengguna media digital, tetapi mampu memanfaatkannya sebagai sarana membangun bisnis dan menciptakan lapangan kerja.

Diza juga memberikan apresiasi kepada para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif yang dinilai menjadi motor penggerak perekonomian daerah.

Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan workshop sebagai ruang belajar sekaligus membangun jejaring kolaborasi yang dapat memperluas pasar dan meningkatkan nilai tambah produk lokal.

“Ilmu yang diperoleh hendaknya diterapkan dalam mengembangkan usaha, memperluas pasar, dan memperkuat ekonomi kreatif Kota Jambi,” katanya.

Workshop tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi bekerja sama dengan Gekrafs Kota Jambi.

Sejumlah narasumber dari berbagai bidang turut dihadirkan, di antaranya Kasat Reskrim Polresta Jambi AKP Husni Abdal, Ketua Komisi II DPRD Kota Jambi Djokas Siburian, serta praktisi ekonomi kreatif Amsal Sitepu dari Gekrafs Kota Karo.

Peserta mendapatkan materi mengenai strategi digital marketing, penguatan branding, optimalisasi media sosial, hingga teknik membuat konten multimedia untuk mendukung pengembangan usaha.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi, Mariani Yanti, mengatakan pelaku ekonomi kreatif saat ini tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk.

Kemampuan membangun identitas merek dan memanfaatkan teknologi digital menjadi faktor penting dalam memenangkan persaingan.

Menurutnya, workshop ini dirancang untuk membekali para pelaku ekonomi kreatif dengan keterampilan digital yang relevan sehingga mampu memperluas jangkauan pasar, meningkatkan nilai jual produk, bahkan menembus pasar nasional hingga internasional.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, komunitas ekonomi kreatif, dan praktisi menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kuat sekaligus mendukung visi Kota Jambi sebagai kota perdagangan dan jasa yang modern.(*)




Maulana Beberkan Rencana Besar Kampung Batik, Destinasi Wisata Unggulan Baru Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi terus mempercepat pengembangan Kampung Batik di kawasan Seberang Kota Jambi sebagai destinasi wisata budaya yang mampu menarik wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

Langkah tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kampung Batik yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Bank Indonesia Perwakilan Jambi, BAZNAS, Kementerian Hukum, hingga sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Forum ini menjadi wadah untuk menyusun strategi bersama dalam memperkuat posisi Kampung Batik sebagai pusat pelestarian budaya Melayu sekaligus kawasan wisata unggulan yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menegaskan bahwa pengembangan Kampung Batik merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam menjaga dan mengangkat kekayaan budaya Melayu yang menjadi identitas daerah.

Menurutnya, Batik Jambi tidak hanya memiliki nilai seni dan budaya yang tinggi, tetapi juga merupakan warisan leluhur yang perlu terus dilestarikan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas.

“Kita ingin budaya Melayu semakin dikenal melalui berbagai potensinya. Batik Jambi adalah salah satu warisan budaya yang harus terus dijaga, dikembangkan, dan dipromosikan,” kata Maulana.

Ia menjelaskan, pengembangan pariwisata Kota Jambi ke depan akan diarahkan pada pembentukan kawasan wisata budaya Melayu yang terintegrasi di Kecamatan Danau Teluk dan Pelayangan.

Konsep tersebut menggabungkan berbagai destinasi wisata dalam satu kawasan yang saling terhubung sehingga memberikan pengalaman wisata yang lebih lengkap bagi pengunjung.

Nantinya, wisatawan yang datang ke kawasan Seberang Kota Jambi dapat menikmati sejumlah objek wisata sekaligus, mulai dari Gentala Arasy, Kampung Batik, Rumah Batu yang akan direvitalisasi, hingga Kampung Nelayan yang tengah diusulkan untuk dikembangkan.

“Pengunjung akan memiliki banyak pilihan destinasi dalam satu kawasan. Semua akan terhubung dalam konsep besar wisata budaya Melayu yang menjadi daya tarik baru Kota Jambi,” ujarnya.

Saat ini, Kampung Batik menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan kawasan tersebut. Berbagai penataan terus dilakukan guna meningkatkan kenyamanan dan daya tarik wisata.

Pemerintah Kota Jambi telah melakukan peningkatan infrastruktur pendukung seperti perbaikan jalan lingkungan, penataan rumah panggung khas Melayu, penyediaan sentra kuliner dan pusat oleh-oleh batik, serta penguatan aktivitas para perajin yang menjadi ikon kawasan tersebut.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan titik pusat aktivitas wisata yang untuk sementara memanfaatkan bangunan milik warga sebagai lokasi pendukung bagi para wisatawan yang berkunjung.

Maulana menegaskan, Kampung Batik tidak hanya akan dikembangkan sebagai sentra produksi batik, tetapi juga sebagai destinasi wisata budaya yang menawarkan pengalaman edukasi, sejarah, dan kearifan lokal masyarakat Melayu Jambi.

“Kami ingin Kampung Batik menjadi kawasan wisata budaya yang hidup, menarik, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Karena itu seluruh aspek pendukung wisata terus dipersiapkan secara bertahap,” jelasnya.

Melalui sinergi bersama Bank Indonesia, BAZNAS, Kementerian Hukum, dan berbagai OPD terkait, Pemerintah Kota Jambi optimistis pengembangan Kampung Batik dapat berjalan lebih maksimal.

Ke depan, kawasan ini diharapkan menjadi ikon wisata budaya Kota Jambi sekaligus penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Seberang Kota Jambi.(*)




Bolu Sawit Jadi Sorotan di Jambi, UMKM Ubah Komoditas Perkebunan Jadi Camilan Bernilai Tinggi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Aroma bolu yang baru matang memenuhi ruang pelatihan di Infinity Hotel, Kota Jambi, Rabu 10 Juni 2026.

Di atas meja kerja, puluhan pelaku UMKM tampak serius mengaduk adonan, menimbang bahan, hingga mencicipi hasil olahan yang baru mereka buat.

Namun yang menarik perhatian bukan sekadar proses memasak itu, melainkan bahan utama yang digunakan: kelapa sawit.

Komoditas yang selama ini identik sebagai bahan baku minyak goreng itu kini tampil dalam wajah berbeda.

Di tangan para pelaku usaha, sawit diolah menjadi bolu, dodol, bangkit, hingga berbagai penganan yang memiliki nilai jual tinggi.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Workshop dan Praktik Produksi Bolu serta Aneka Penganan Berbahan Dasar Sawit yang digelar Elaeis Media Group (EMG) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) pada 9–10 Juni 2026.

Sebanyak 50 pelaku UMKM dari 11 kabupaten dan kota di Provinsi Jambi ikut ambil bagian.

Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini menjadi ruang untuk menggeser cara pandang terhadap sawit dari komoditas mentah menjadi bahan baku industri pangan kreatif yang bernilai ekonomi tinggi.

Salah satu sorotan utama datang dari pelaku UMKM asal Kabupaten Bungo, Iin Arlina (55), yang dikenal sebagai penggagas bolu sawit.

Di hadapan peserta, Iin menceritakan bahwa ide tersebut lahir dari keinginan sederhana untuk menghadirkan makanan khas daerah, sekaligus dari rasa penasaran terhadap potensi lain sawit di luar minyak goreng.

“Awalnya saya hanya ingin Bungo punya makanan khas. Dari situ saya mulai bereksperimen dengan sawit,” ujarnya.

Proses tersebut tidak berjalan mudah. Ia mengaku harus melewati berbagai percobaan hingga menemukan formulasi yang tepat, bahkan dengan risiko kegagalan berulang.

Dari perjalanan panjang itu, lahirlah beragam produk berbasis sawit, mulai dari bolu sawit, keripik, kue kering, selai, rendang sawit, hingga minuman inovatif seperti es boba sawit.

Produk andalannya, bolu sawit, kini menggunakan sekitar 30–40 persen saripati sawit dan mulai dikenal sebagai salah satu oleh-oleh khas Muaro Bungo.

Istilah saripati sawit sendiri menjadi perhatian peserta workshop. Bahan tersebut merupakan ekstrak dari daging buah sawit yang masih mengandung karotenoid alami serta vitamin E.

Berbeda dengan minyak sawit olahan, saripati ini memberikan warna kuning alami sekaligus aroma khas pada produk pangan yang dihasilkan.

Menurut Iin, penggunaan saripati sawit bukan sekadar inovasi rasa, tetapi juga bentuk fortifikasi pangan alami.

“Ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga nilai gizi. Saripati sawit membuat produk lebih kaya antioksidan,” katanya.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi praktik hari kedua. Para pelaku UMKM dibagi dalam kelompok untuk mencoba langsung pembuatan berbagai produk berbasis sawit.

Hasilnya beragam: bolu sawit, dodol, hingga bangkit sawit tersaji dari tangan peserta yang baru pertama kali mencoba bahan tersebut.

Banyak peserta mengaku terkejut dengan hasil olahan yang di luar ekspektasi.

Sebagian bahkan mulai melihat peluang usaha baru dari bahan yang selama ini dianggap hanya sebagai komoditas perkebunan.

Ketua panitia, Warsito, berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai pelatihan sesaat, tetapi berlanjut menjadi gerakan ekonomi berbasis inovasi sawit di daerah.

Sementara itu, CEO Elaeis Media Group, Abdul Aziz, menegaskan bahwa sawit memiliki potensi besar di luar sektor energi dan minyak goreng.

Menurutnya, hilirisasi sawit di sektor pangan masih sangat terbuka dan dapat menjadi peluang ekonomi baru bagi UMKM.

Ia juga menyebut Indonesia memiliki produksi sawit yang sangat besar, namun pemanfaatan di sektor turunan masih perlu diperluas.

Dukungan juga datang dari BPDP yang menilai inovasi seperti ini dapat memperkuat kampanye positif sawit melalui produk nyata yang langsung dirasakan masyarakat.

Dari ruang pelatihan sederhana di Kota Jambi, sawit perlahan menunjukkan wajah barunya.

Bukan hanya sebagai komoditas ekspor, tetapi juga sebagai sumber ide, kreativitas, dan peluang usaha baru bagi pelaku UMKM.(*)




Perdana Digelar di Jambi, Minang Market Festival Hadirkan Puluhan UMKM dan Kekayaan Budaya Minangkabau

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Semangat keberagaman dan pelestarian budaya terasa kental dalam pembukaan Minang Market Festival Jambi 2026 yang untuk pertama kalinya digelar di Kota Jambi.

Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Wali Kota Jambi Maulana bersama Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha di Taman Banjuran Budayo, Kamis malam (4/6/2026).

Festival yang berlangsung selama tiga hari, mulai 4 hingga 6 Juni 2026, menjadi wadah promosi budaya, kuliner, serta produk usaha masyarakat Minangkabau yang bermukim di Kota Jambi maupun daerah sekitarnya.

Sebanyak 43 tenant UMKM ambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan menampilkan berbagai produk unggulan, mulai dari kuliner khas Minangkabau hingga aneka produk kreatif yang menarik perhatian pengunjung.

Suasana pembukaan berlangsung meriah dengan suguhan beragam kesenian tradisional Minangkabau.

Tari Pasambahan sebagai simbol penghormatan kepada tamu menjadi pembuka acara, disusul penampilan tambua, silek tuo, dan tari piring yang memukau para tamu undangan serta masyarakat yang hadir.

Wali Kota Jambi Maulana mengapresiasi semangat masyarakat Minang yang terus menjaga dan melestarikan warisan budaya di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.

Menurutnya, keberagaman yang ada di Kota Jambi merupakan aset berharga yang harus terus dirawat dan dikembangkan sebagai bagian dari identitas daerah.

“Taman Banjuran Budayo memang dipersiapkan sebagai ruang terbuka bagi masyarakat untuk berkegiatan, berkesenian, dan melestarikan budaya.

Pemerintah Kota Jambi mendukung seluruh kegiatan positif tanpa membedakan latar belakang suku maupun budaya,” ujar Maulana.

Ia menilai masyarakat Minangkabau memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan Kota Jambi, baik dalam bidang ekonomi, sosial, maupun budaya.

Berbagai nilai budaya yang ditampilkan dalam festival tersebut, lanjutnya, menjadi bukti kekayaan tradisi Minangkabau yang masih terjaga hingga saat ini.

Selain menjadi ruang pelestarian budaya, Minang Market Festival juga dinilai memberikan dampak ekonomi yang signifikan melalui keterlibatan puluhan pelaku UMKM.

Beragam kuliner khas seperti sate, pical, gulai, hingga makanan tradisional lainnya menjadi daya tarik utama yang ramai dikunjungi masyarakat.

“Kegiatan seperti ini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Kehadiran puluhan pelaku UMKM memberikan peluang besar bagi pertumbuhan usaha lokal dan ekonomi kreatif di Kota Jambi,” katanya.

Maulana juga menyebut festival tersebut menjadi momentum penting bagi para perantau Minang yang tinggal di Kota Jambi untuk berkumpul dan mempererat silaturahmi.

Menurutnya, keberadaan masyarakat Minangkabau sebagai salah satu komunitas terbesar di Kota Jambi menjadi kekuatan tersendiri dalam menjaga harmoni dan kebersamaan antarwarga.

Lebih lanjut, Maulana mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Jambi terus berupaya menghadirkan berbagai ruang publik baru yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan seni budaya, ekonomi kreatif, dan pengembangan UMKM.

Salah satu proyek yang tengah disiapkan adalah kawasan ruang publik baru seluas sekitar 9 hektare di wilayah Danau Selincah-Kajang Lako.

Kawasan tersebut nantinya akan dilengkapi jogging track, taman, jembatan ikonik, hingga berbagai fasilitas wisata air yang diharapkan menjadi destinasi baru bagi masyarakat.

Ia berharap Minang Market Festival dapat terus berkembang dan menjadi agenda tahunan yang masuk dalam kalender pariwisata Kota Jambi.

“Kita harus menjaga persatuan, harmoni, dan kebersamaan di tengah keberagaman yang ada. Festival seperti ini menjadi contoh bagaimana budaya dapat menjadi perekat masyarakat sekaligus penggerak ekonomi daerah,” tutup Maulana.

Festival tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Kota Jambi, tokoh masyarakat Minangkabau, pelaku UMKM, organisasi kedaerahan, ninik mamak, bundo kanduang, serta ratusan masyarakat yang memadati lokasi acara.(*)




Astra Honda SDGs Future Leaders 2026 Dibuka di Jambi, Mahasiswa Bisa Dapat Dana Hingga Rp43 Juta

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Sinar Sentosa Primatama (Sinsen) bersama Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) kembali membuka peluang bagi mahasiswa di Provinsi Jambi untuk berkontribusi sebagai agen perubahan melalui program Astra Honda SDGs Future Leaders 2026.

Program ini menjadi wadah pengembangan generasi muda dalam menciptakan solusi nyata terhadap berbagai persoalan sosial di masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi melalui project inovatif dan berkelanjutan.

Astra Honda SDGs Future Leaders 2026 tidak hanya berfokus pada kompetisi ide, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk mengasah kemampuan kepemimpinan, kolaborasi, serta kepedulian sosial agar siap menghadapi tantangan masa depan.

Program ini terbuka bagi mahasiswa aktif jenjang D3, D4, hingga S1.

Peserta wajib membentuk tim beranggotakan minimal tiga orang dan didampingi satu dosen pembimbing dari perguruan tinggi yang sama.

Setiap tim dituntut menyusun proposal project yang relevan, dapat diterapkan di masyarakat, memiliki dampak nyata, serta berkelanjutan.

CSR PT Sinar Sentosa Primatama, Lydia Syahada, mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen Honda dalam mendukung lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial.

“Kami mengajak mahasiswa di Jambi untuk mengambil peran sebagai agen perubahan. Melalui program ini, ide-ide kreatif dapat diwujudkan menjadi aksi nyata yang memberi dampak bagi masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi,” ujar Lydia.

Peserta program berkesempatan mendapatkan pendanaan implementasi project hingga Rp43 juta per tim bagi proposal yang terpilih.

Selain itu, peserta juga akan mendapatkan pendampingan intensif berupa mentoring, monitoring, dan evaluasi selama pelaksanaan project.

Sebagai bentuk apresiasi, project terbaik yang berhasil menyelesaikan program sesuai target juga akan memperoleh beasiswa pendidikan.

Pendaftaran program dibuka mulai 16 Mei hingga 15 Juni 2026, dengan proses unggah proposal pada 1 hingga 15 Juni 2026.

Tahapan seleksi akan dilanjutkan ke tingkat regional dan nasional sebelum masuk fase implementasi pada Agustus hingga November 2026.

Melalui program ini, Sinsen berharap mahasiswa Jambi dapat melahirkan inovasi sosial yang berdampak nyata serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui panduan resmi di bit.ly/Panduan-SFL2026 dan pendaftaran di bit.ly/Registrasi-SFL2026, serta melalui Instagram @sinsenhonda atau kontak narahubung program.(*)




Walikota Maulana Dorong Kreativitas Anak Muda, Lewat Tournament E-Sport Wali Kota CUP

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M resmi membuka Tournament E-Sport Wali Kota CUP Tahun 2026 yang digelar di Eks Terminal Rawasari, Pasar Kota Jambi, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Pemerintah Kota Jambi dan Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Batuah ke-625.

Tournament E-Sport Wali Kota CUP 2026 mempertandingkan sejumlah cabang game populer, mulai dari E-Football PES 26, Tekken 8, Naruto, Mobile Legends, PUBG, hingga Free Fire yang berlangsung selama 23 hingga 25 Mei 2026.

Turnamen ini diikuti sebanyak 935 peserta yang tidak hanya berasal dari Provinsi Jambi, tetapi juga dari sejumlah daerah di Sumatra seperti Sumatra Selatan dan Sumatra Barat.

Selain menjadi hiburan dalam momentum hari jadi Kota Jambi, kegiatan ini juga bertujuan menjadi wadah kompetisi positif bagi generasi muda sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif lokal.

Dalam sambutannya, Wali Kota Jambi Maulana mengungkapkan rasa syukur atas perkembangan Kota Jambi yang terus tumbuh hingga saat ini.

“Alhamdulillah di momentum ulang tahun ini Kota Jambi terus tumbuh dan berkembang, namun kita tetap harus berjuang menjadikan Kota Jambi lebih baik ke depannya,” ujar Maulana.

Menurutnya, kegiatan seperti turnamen E-Sport tidak hanya menjadi sarana penyaluran hobi dan bakat anak muda, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM dan sektor ekonomi lokal lainnya.

“Alhamdulillah acara hari ini sangat ramai dan dimeriahkan para pencinta e-sport,” katanya.

Maulana juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jambi untuk terus mendukung kegiatan kreatif dan positif bagi generasi muda.

“Momentum ulang tahun ini menjadi bukti bahwa semua hobi positif anak-anak muda Kota Jambi akan kita fasilitasi dan dukung,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi, Amran, dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan turnamen tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh sponsor dan panitia yang telah bekerja maksimal sehingga kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Tournament E-Sport Wali Kota CUP terbagi menjadi dua kategori besar, yakni kategori konsol seperti E-Football PES 26, Tekken 8, Naruto dan kategori mobile seperti Mobile Legends, PUBG serta Free Fire.

Dengan total slot pertandingan sebanyak 431, antusiasme peserta disebut sangat tinggi hingga mencapai 935 orang.

“Harapannya ke depan, dengan dukungan pemerintah terhadap para gamer di Kota Jambi, kegiatan seperti ini bisa digelar lebih besar dan lebih meriah lagi,” tutup Amran.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Diskominfo Kota Jambi Saleh Ridha, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Erwandi, Camat Pasar Nur Hidayah, para lurah, sponsor, serta tamu undangan lainnya.(*)