Diza Hazra Aljosha Dorong Danau Kajang Lako Jadi Ikon Wisata dan Ekonomi Kreatif Kota Jambi

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi mulai mendorong pengembangan kawasan kolam retensi yang tengah dibangun di Kelurahan Paal V, Kecamatan Kota Baru, menjadi pusat ekonomi kreatif dan destinasi wisata baru.

Langkah tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A, saat melakukan audiensi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Republik Indonesia, Selasa 14 Juli 2026.

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI, Diza diterima langsung oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar Li bersama jajaran Kemenekraf.

Audiensi tersebut membahas potensi pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata Kota Jambi, khususnya pemanfaatan kawasan kolam retensi yang disiapkan sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir di sepanjang aliran Sungai Asam.

Diza menjelaskan, kawasan tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur pengendalian banjir, tetapi juga dirancang menjadi ruang publik multifungsi dengan nilai ekonomi dan wisata.

“Saya melakukan audiensi di Kementerian Ekraf mewakili Pak Wali. Kami menyampaikan bahwa kolam retensi yang saat ini sedang dibangun memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi industri ekonomi kreatif baru di Kota Jambi,” ujar Diza.

Menurutnya, kawasan yang diberi nama Danau Kajang Lako tersebut memiliki peluang besar untuk menjadi ikon wisata baru Kota Jambi.

Selain memberikan manfaat dalam pengendalian banjir, kawasan itu dinilai mampu membuka peluang ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM, ekonomi kreatif, hingga berbagai kegiatan seni dan budaya.

“Kami melihat kolam retensi ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi ikon wisata baru Kota Jambi. Selain memberikan manfaat dalam pengendalian banjir, kawasan ini juga dapat menghadirkan peluang ekonomi bagi masyarakat melalui sektor UMKM, ekonomi kreatif, hingga penyelenggaraan berbagai event,” katanya.

Diza menyebutkan, konsep pengembangan Danau Kajang Lako akan mengusung kawasan berkelanjutan dengan memadukan ruang terbuka hijau, area rekreasi keluarga, jalur joging, sentra kuliner, hingga panggung pertunjukan seni dan budaya lokal.

“Kami ingin menghadirkan kawasan yang tidak hanya indah dan nyaman, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat serta menjadi ruang ekspresi bagi para pelaku ekonomi kreatif di Kota Jambi,” tambahnya.

Selain membahas Danau Kajang Lako, dalam audiensi tersebut Diza juga menyampaikan sejumlah potensi aset Pemerintah Kota Jambi yang dapat dikembangkan menjadi kawasan ekonomi kreatif dan destinasi wisata.

Salah satunya adalah kawasan Pasar Sitimang dan Sijimat yang memiliki nilai sejarah sebagai bagian dari perkembangan ekonomi Kota Jambi pada masa lalu.

“Contohnya kawasan Pasar Sitimang dan Sijimat yang selama ini belum berfungsi secara optimal. Kami mendorong kerja sama bersama Kementerian Ekraf karena kawasan tersebut memiliki potensi sejarah peradaban Kota Jambi sebagai pusat ekonomi,” jelas Diza.

Ia berharap sinergi antara Pemerintah Kota Jambi dan Kementerian Ekonomi Kreatif dapat mempercepat pengembangan potensi daerah sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat.

Dengan dukungan berbagai pihak, Pemkot Jambi optimistis Danau Kajang Lako maupun sejumlah aset potensial lainnya dapat berkembang menjadi destinasi unggulan sekaligus penggerak baru ekonomi kreatif di Kota Jambi.(*)




Soft Launching Wisata Kuliner Kota Tua Jambi Digelar 27 Maret 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi melalui Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha memimpin rapat koordinasi dengan jajaran PT Siginjai Sakti dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam rangka persiapan soft launching kawasan wisata kuliner Kota Tua, Selasa (17/3/2026), di Aula Rumah Dinas Wakil Wali Kota.

Kegiatan ini merupakan upaya kolaborasi antara pemerintah dan BUMD PT Siginjai Sakti untuk menghidupkan kembali kawasan Kota Tua Pasar Jambi.

Program ini mengombinasikan konsep tradisional dan modern, dengan fokus utama sebagai pusat wisata kuliner dan pasar malam yang diharapkan menjadi marketplace baru serta mendorong perputaran ekonomi masyarakat lokal.

“Tujuannya untuk menciptakan keramaian baru sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat Kota Jambi, sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan,” ujar Diza.

Dalam persiapannya, berbagai aspek teknis menjadi perhatian, termasuk keamanan, kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, dan keterlibatan UMKM lokal.

Produk yang dijual akan melalui tahapan kurasi untuk memastikan kualitas dan sertifikasi yang berlaku.

Selain itu, penataan visual kawasan, kebersihan, dan desain ruang menjadi prioritas agar memberikan pengalaman menyenangkan bagi pengunjung dan mendorong kunjungan berulang.

Direktur PT Siginjai Sakti, Ardiansyah, menyebut progres persiapan saat ini telah mencapai sekitar 75 persen.

Fokus koordinasi dilakukan untuk menyempurnakan aspek non-fisik dan teknis menjelang soft launching pada 27 Maret 2026.

Fasilitas pendukung seperti toilet portabel, air bersih, meja dan kursi pengunjung, serta panggung seni dan budaya sedang disiapkan.

Soft launching ini akan dilanjutkan dengan peresmian oleh Wali Kota Dr.dr. H. Maulana M.K.M bersama Wakil Wali Kota Diza pada 3 April 2026.

Kawasan wisata kuliner Kota Tua ditargetkan menjadi destinasi unggulan Kota Jambi pada tahun 2026, setelah kawasan Banjuran Budayo, dengan jam operasional pukul 17.00–23.00 WIB.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, BUMD, pelaku UMKM, dan masyarakat, Pemerintah Kota Jambi berharap kawasan Kota Tua dapat berkembang menjadi pusat ekonomi baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menghidupkan pariwisata lokal.(*)